Jump to ratings and reviews
Rate this book

Cinta Emang Bego

Rate this book
Kuberi tahu kamu soal Febri, cowok yang gantengnya bisa bikin artis Korea langsung ingin operasi plastik lagi. Aku tergila-gila padanya. Peduli setan sohibku naksir dia. Aku nggak peduli status gebetanku di sekolah, nggak peduli mamaku mencak-mencak, nggak peduli brownies buatanku hangus demi cinta. Bahkan ketika gebetanku diam-diam punya rahasia, aku juga nggak peduli.

Kamu pikir cintaku bego? Emang!

Kamu baru tahu?

180 pages, Paperback

First published April 1, 2014

3 people are currently reading
63 people want to read

About the author

Nikma T.S.

1 book1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (11%)
4 stars
1 (3%)
3 stars
13 (48%)
2 stars
5 (18%)
1 star
5 (18%)
Displaying 1 - 11 of 11 reviews
Profile Image for Adham Fusama.
Author 9 books72 followers
November 8, 2019
Judul: Cinta Emang Bego
Penulis: Nikma T.S.
Penerbit: Moka Media
Hlm. + Ukuran: iv + 176 hlm; 12,7 x 19 cm
Terbit: 2014 (cetakan pertama)
ISBN: 979-795-826-4
Genre: Novel remaja

Penilaian: 1,5/5

GENIT-GENITAN ALA SISWI SMA

Ya, barangkali banyak kening-kening yang berkerut saat tahu saya membaca novel seperti ini. Dan, ya, saya katakan saja sedari awal kalau novel seperti ini bukan jenis novel favorit saya. Tapi toh tetap saya baca juga karena saya sedang ingin mendapat hiburan ringan di tengah riset novel baru yang sedikit melelahkan.

Memang hanya itu tujuan saya membaca buku ini: mencari hiburan. Menilai dari sampul depannya, saya optimis akan mendapat bacaan yang lucu, ringan, dan tidak perlu susah-susah berpikir. Sewaktu membaca halaman pertama, saya sempat tertawa. Ini awal yang bagus, pikir saya. Sepertinya novel ini punya komedi yang menyegarkan.

Nyatanya, itu adalah tawa pertama sekaligus tawa terakhir saya. Lembar-lembar berikutnya memang sesekali mampu menarik senyum samar di ujung bibir, namun secara keseluruhan saya tidak mendapat penghiburan yang saya harapkan. Beberapa humornya tergolong usang, sementara gaya ceplas-ceplosnya terasa mengganggu.

Novel ini bercerita tentang Lintang yang jatuh cinta pada Febri yang tampan. Tak hanya Lintang, rupanya Virna—sahabat Lintang—pun kesengsem pada Febri yang dikatakan seperti personel boyband asal Korea Selatan. “Persaingan” untuk mendapatkan cinta Febri pun dimulai.

Premis ceritanya mungkin terdengar sangat biasa, bahkan klise, sebab premis seperti ini sudah berjuta-juta kali diceritakan. Terakhir, persaingan cinta seperti ini menjadi sangat fenomenal karena pemainnya adalah vampir kerlap-kerlip, serigala jadi-jadian, dan remaja putri galau. Sebagai pembeda, Nikma menjadikan tokoh Febri sebagai satpam sekolah.

Ya, betul, ini cerita tentang dua remaja putri yang tergila-gila pada satpam di sekolah mereka. Dan, ketimbang disebut sebagai kisah cinta, cerita di sini lebih cocok bila disebut sebagai kisah genit-genitan, yang malah nyaris menjurus ke arah uniform fetishism.

Bagaimana tidak? Yang disorot penulis hanyalah kemolekan luar Febri saja, yang gagah berseragam dan berbibir seksi, tanpa pendalaman karakter. Tidak pula ada adegan yang menyoroti kalau Febri memiliki sifat-sifat pemberani, seperti laiknya para satpam di kompleks rumah saya, yang berkat jasa mereka saya bisa tidur tenang setiap malamnya.

Sepanjang cerita saya hanya disuguhkan tentang betapa berisiknya siswi-siswi SMA kalau sudah kesengsem dengan pria tampan. Membaca buku ini seperti melihat tiga ABG putri yang berboncengan mengendarai sepeda motor matic di jalan raya, mengebut tanpa helm, cekakak-cekikik seolah dunia milik mereka, dan merasa tidak ada yang bisa mencelakai mereka karena dunia adalah milik mereka. Istilah gaulnya “cabe-cabean”.

Melihat mereka niscaya menimbulkan kedongkolan di hati. Ingin rasanya kita menggampar mereka, berharap mereka bisa lebih mawas diri, tapi tidak ada yang bisa kita lakukan karena percuma saja menasihati mereka. Satu-satunya hal yang bisa bikin mereka kapok adalah jika mereka terkena masalah secara langsung. Untungnya, di akhir cerita, Nikma membuat Lintang kapok pada ulahnya sendiri. Ini merupakan poin plus yang patut diapresiasikan.

Sayangnya, pembaca sudah bisa menebak apa yang akan terjadi sejak paruh awal buku. Dan dampaknya pun tidak terlalu signifikan. Tidak terasa kalau Lintang benar-benar menyesal dan si pelaku pun tidak mendapat ganjaran yang setimpal. Semuanya terasa ringan-ringan saja. Memang demikianlah kodrat buku ini: menjadi hiburan ringan, yang bisa menjadi teman saat jeda iklan di televisi sambil menunggu Ganteng-Ganteng Serigala dimulai kembali.

Dan, ah, saya pun seharusnya meresensi novel ini dengan ringan-ringan saja. Kenapa pula saya jadi terlalu serius seperti ini? Mungkin—saya sebenarnya enggan mengatakan hal ini—saya sudah terlalu tua untuk membaca novel semacam ini. Entahlah….
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
August 22, 2016
Sejak melihat cover buku ini, aku sudah membayangkan bahwa ceritanya akan ringan dan bahkan cenderung kocak. Dan ternyata memang seperti dugaanku, penulis meramu novel debutnya ini dalam novel yang mungkin bisa kukategorikan "comedy romance"...

Ini tentang Lintang, gadis SMA yang sering banget "terlambat" masuk sekolah. Hingga suatu hari, Lintang kepergok terlambat oleh sekuriti baru di sekolahnya, yang ternyata punya wajah yang tampan ala artis korea yang disukainya. Dan Lintang pun seperti abg lainnya terpesona dengan Febri, sang sekuriti baru. Ya, Lintang jatuh cinta pada pandangan pertama.

Lintang pun mulai aksi pdktnya terhadap Febri, yang ternyata menjadi idola mendadak diantara para siswi di sekolah Lintang karena ketampanannya. Dan tak bisa dihindarkan, Virna sahabat Lintang pun menaruh perhatian dan rasa yang sama dengan Febri. Hal ini membuat Lintang dan Virna pun saling bersaing merebut perhatian Febri, dan Febri pun ternyata malah terbuka dengan perhatian yang didapatnya.

Lintang pun tidak mau kalah, mulai dari percobaan membuat brownies yang gagal secara tidak pernah masuk dapur sebelumnya, selalu mencoba menarik perhatian Febri dengan mondar-mandir depan pos satpamnya, hingga puncaknya menawarkan Febri untuk ngekos di paviliun rumahnya.

Yang tidak disadari Lintang, Febri juga punya rahasia. Tetapi Lintang tidak mau percaya karena dibutakan rasa sukanya. Dan ketika Lintang harus kehilangan segalanya hanya karena seorang Febri, apakah semua sudah terlambat???

Disisi lain ada sosok Faundra, mahasiswa yang ngekos dipaviliun rumahnya. Yang walau gayanya cuek dan kadang-kadang ngeselin, ternyata menaruh perhatian lebih terhadap Lintang. Bagaimana akhir kisah Lintang???

Membaca novel ini ringan dan mengalir, sebagai novel debut penulis menyuguhkan cerita remaja dengan gaya menulis yang kocak. Karakter Lintang yang cuek, jail dan kocak sebenarnya bisa menjadi nilai plus tetapi lama kelamaan entah kenapa jadi membosankan.

Ceritanya ringan, dan bukunya juga tidak terlalu tebal sehingga bisa sekali duduk saja. Awalnya aku menikmati ceritanya, tapi memang mulai pertengahan hingga akhir penulis seakan hilang fokus, mulai tidak konsisten, apalagi sejak Febri digambarkan "menghilang". Bagiku novel ini kurang klimaks, terlalu sederhana dan mudah ditebak. Padahal ide ceritanya cukup menarik ^^

Dan seperti novel Moka lainnya, novel ini pun masih mengalami kendala yang sama, masih banyaknya typo yang beterbaran di sepanjang cerita yang cukup mengganggu kenyamanan membaca. Semoga kedepannya bisa diperbaiki^^

Overall, jika kamu suka novel yang ringan dan bisa menghibur tanpa harus banyak berpikir, apa salahnya mencoba membaca novel ini ^^ Setidaknya kamu akan dibuat senyum dan bernostalgia dengan zaman-zaman SMA yang penuh warna, khususnya cinta^^
Profile Image for Cynthia Angelia.
14 reviews128 followers
April 13, 2015
“Cinta Emang Bego” sukses banget membuat gw penasaran dan tertarik dengan isi buku ini. Jujur gw salut dengan desain covernya. Judulnya yang menarik dan ditambah dengan gambar kartunis yang lucu membuat gw yakin menetapkan pilihan teman minum kopi gw.

Pada akhinya ternyata memang ga salah nih bacaan pilihan gw. Novel ini menceritakan kisah cinta seorang remaja bernama Lintang yang sedang jatuh cinta di masa SMA nya. Gw sangat menyukai cerita ini karena kisah seorang Lintang tersirat sangat nyata. Gw dapat ngerasain dan ngebayangin apa yang dirasain Lintang tentang cinta itu sendiri. Dan gak jarang gw ikut senyum-senyum sendiri saat ngebayangin kalo gw ada di posisi Lintang.

Cerita novel ini juga gak ngebosenin. Kita dibawa untuk terus penasaran dengan apa yang akan terjadi dengan percintaan si Lintang. Plot-plot nya juga jelas sehingga pembaca tidak kebingungan dengan jalan cerita. Yang paling gw sukai dari novel ini adalah penulis dapat terus memberikan percikan sedikit komedi yang lucu dalam setiap plot yang ada. Sehingga yang disajikan tidak hanya melulu percintaan yang melankolis, namun bumbu komedi itu menjadikan kisah cinta lebih segar. Hal inilah yang membuat gw asyik membaca dan berniat untuk menghabisinya dalam sekali hap. Bahasa yang digunakan pun sangat bersahabat bagi kita. Bahasanya dapat mudah dimengerti untuk kalangan pembaca. Bahasa gaul juga banyak digunakan di dalam novel ini, dan hal itu menjadikan novel ini jadi lebih hidup dan tidak terkesan kaku.

Dari novel “Cinta Emang Bego” saya belajar banyak hal. Diantaranya adalah untuk lebih menghargai orang lain dan tidak menilai orang hanya dari penampilan luarnya saja. Untuk lebih membuka mata kepada orang-orang yang mencintai kita dan tidak menyia-nyiakannya.

Novel ini sangat cocok bagi kalangan remaja SMA yang memang menjadi moment cinta-cintaan mereka mulai tumbuh. Namun novel ini juga direkomendasikan untuk kalangan dewasa. Karena novel ini dapat mengembalikan pembacanya ke masa-masa mereka saat jatuh cinta.
Profile Image for Riawani Elyta.
Author 33 books103 followers
October 26, 2014
Terakhir kali baca novel komedi, kira-kira beberapa bulan lalu. Dan sejak itu, saya belum pernah menikmati novel komedi lagi. Rada kapok, karena novel komedi terakhir yang saya baca itu, garing banget. Jadi, ketika memilih novel ini dari beberapa novel terbitan Moka Media, alasan utama saya, karena emang lagi pingin banget baca novel yang menghibur, juga penasaran, seperti apa sih novel komedi terbitan Moka Media?

Dan setelah membacanya, Alhamdulillah saya nggak terlalu kecewa. Novel setebal 173 hal ini sukses bikin saya senyum-senyum geli sampe ketawa-ketiwi. Humornya ringan dan natural, dan menurut saya, penulisnya punya sense of humor yang bagus. Meski novel komedi nggak terlalu menitikberatkan pada kekuatan setting dan jalan cerita, tetep nggak gampang lho, bikin novel yang bisa bikin orang senyum dan ketawa dengan ikhlas dan spontan, bukan karena terpaksa.

Kalau bicara kekurangan, sebenernya rada nggak tega nyebutnya, kalau typo dalam novel ini sangat banyak, tapi apa boleh buat, karena pada faktanya, emang sangat banyak! Kayanya separuh lembar buku pasti ada typonya deh, bahkan nama salah satu tokohnya yaitu Faundra, entah berapa kali kepeleset jadi Faudra. Juga rada nggak puas dengan sosok Febri yang tiba-tiba diilangin begitu aja. Pinginnya ada tambahan dikit tentang si satpam ganteng ini, kalau ternyata dia juga naksir Lintang, dia menyesal karena udah nyatronin harta benda di rumah Lintang dan perbuatan kriminalnya itu semata-mata karena tekanan hidup, misalnya.

Meski genrenya komedi, novel ini juga punya pesan moral yang lumayan koq, sebagai cewek, kita jangan mudah terpesona dengan tampang ganteng, karena dibalik kegantengan itu, jangan-jangan si cowok menyimpan "serigala" dalam tubuh dan hatinya.

Semoga ini menjadi novel terbitan MokaMedia terakhir yang bertaburan typo, tapi bukan novel komedi terakhir terbitan MokaMedia yang mampu bikin saya merasa terhibur.

Profile Image for Daisy Ann.
Author 12 books29 followers
August 28, 2014
Ide ceritanya sederhana, tentang cewek-cewek sekolah ababil yang kesengsem sama kulit luar laki-laki. Kalau kata bijak bilang kalau cowok suka penampilan (makanya cewek demen makek make-up) sementara cewek seneng cowok dari kepandaian bicara (makanya cowok pinter nggombal).

Tapi cerita ini beda. Cewek-cewek (yang entah sebenernya mukanya cakep apa gak) naksir berat sama seorang cowok ganteng yang bikin satu sekolah ikutan ngiler. Bukan cowok pebasket, bukan juga cowok pemenang olimpiade sains di sekolah.

Cowok yang jadi love of interest ini adalah satpam sekolah! Poin inilah poin anti-mainstreamnya novel ini. Lucu, menghibur, yah, tingkat lucunya 7 of 10 lah. Menghibur.

Covernya simple, bagus, cerah.

Secara plot biasa sih, kebaca banget kalau cowok utamanya bakal ngapain, dan dengan siapa tokoh utama bakal jadian. Bagian antiklimaksnya emang kurang keeksplor. Abis dirampok itu lho, kurang aja.

Typo-nya lah ya. Lebih diperhatikan ajah.
Profile Image for Anastasia Ervina.
Author 16 books10 followers
August 10, 2014
Liat cover sama sinopsis di belakang buku ini keliatannya menarik. Lagi pengen ilangin stress. Di awal baca udah lumayan ngakak. Tapi setelah dilanjutin kok kesannya makin garing ya? Banyolannya terlalu over rasanya dan malah menurunkan kadar lucu itu sendiri.

Tapi lumayan sih suka sama ide ceritanya. Kok bisa ya si tokoh utama suka sama satpam sekolahnya? :D

Profile Image for Laras.
18 reviews
September 24, 2014
Gaya nulisnya mirip cerpen yg ada di tabloid G*ul. Sama sekali gak asik.
7 reviews
October 23, 2014
Cerita yang cukup menghibur. Tapi kurang suka dengan penyelesaian kasus si satpam. Gantung...
Profile Image for Iyuscori.
25 reviews16 followers
December 13, 2015
WAKTU TAU FEBRI ITU SATPAM, SATU KATA YANG TERLINTAS ADALAH: HAHAHAHA EMANG BEGOOO

LUCUUU BANGET LAGI HEHEHE SIP
Displaying 1 - 11 of 11 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.