Jump to ratings and reviews
Rate this book

Keluarga Oriente: Kumpulan Cerita

Rate this book
Kekerasan oleh adat dan tradisi. Kekerasan oleh negara dan aparatus kekuasaan. Kekerasan oleh ekspansi kapital. Kekerasan berbasis gender. Kekerasan seksual dalam lingkungan terdekat…

Armin Bell dalam cerpen-cerpen yang mayoritasnya berlatar di wilayah Flores dan sekitarnya menggambarkan pergulatan manusia-manusia dari beragam profesi, taraf sosial, dan usia yang seakan tak bisa lepas dari pusaran kekerasan keseharian yang membelitnya.

106 pages, Paperback

First published September 1, 2024

13 people want to read

About the author

Armin Bell

5 books2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
4 (16%)
4 stars
10 (40%)
3 stars
8 (32%)
2 stars
1 (4%)
1 star
2 (8%)
Displaying 1 - 6 of 6 reviews
Profile Image for Nike Andaru.
1,653 reviews112 followers
August 3, 2025
63 - 2025

Terlalu pendek semua cerpennya nih.
Favoritku : Carlos, Foto Hutan, Rahasia-Rahasia, Puisi Apa yang Kau Tulis Setelah Hari ini?

3,5 bintang lah.
Profile Image for Dortheaw.
52 reviews5 followers
December 23, 2025
Saya suka cerita singkat yang tinggal terus dalam kepala setelah dibaca.
Profile Image for Sheeta.
219 reviews17 followers
August 28, 2025
Membaca Keluarga Oriente yang merupakan kumpulan cerpen dan semuanya singkat membuat saya lebih memahami isu sosial-politik dan kebudayaan yang ada di timur Indonesia. Semua cerpen yang ada di dalam buku ini menceritakan tentang sosial-politik yang ada di wilayah mereka, norma, adat istiadat yang kerap kali dibenarkan dalam hal-hal tertentu.

Melalui cerita-cerita yang ada di dalam buku ini, kita diajak untuk mendalami kehidupan masyarakat timur Indonesia yang seringnya menjadi kambing hitam—dan jika bisa bicara masa lalu, mereka telah menjadi kambing hitam bahkan sejak masa kolonialisme—dan dalam kehidupan internalnya, nilai norma dan budaya melekat begitu dekat dengan kehidupan mereka.

Di sisi lain, buku ini juga menghadirkan berbagai persepsi politik dan masyarakat timur dalam arus integrasi dan politik negara.
Profile Image for Sunarko KasmiRa.
297 reviews6 followers
June 27, 2025
Keluarga Oriente karya Armin Bell merupakan KumCer (Kumpulan Cerpen) yang berisikan kisah dari timur Indonesia. Cerpen yang diangkat dalam buku ini rata-rata bertemakan tentang politik, ketimpangan, keluarga dan agama serta norma-norma sosial yang kerap kali memiliki kebenarannya sendiri-sendiri.
Profile Image for Ajen Angelina.
22 reviews6 followers
August 14, 2025
There are several reasons why I read Keluarga Oriente. Firstly, it is a collection of short stories written by one of the best writers from Flores, or even from all of NTT, Armin Bell. Secondly, I like to read fiction that explores mental health themes. And thirdly, I became the pemantik (cannot find proper English for this word haha) for this book discussion. This book contains 12 short stories. I once wrote about its themes on the Petra Book Club website. Among these twelve stories, my favorite is Carlos, which is actually the very first story in the book.


Carlos tells the story of a man, referred to as “Aku” or “I”, who meets a guy named Carlos on a flight. Like many sane passengers, Aku just wants to relax and maybe get some deep sleep. But then his neighbour keeps talking and sharing about a tragedy he experienced in 1998 called Cova Lima, when the Indonesian government became a brutal murderer to the people living in Timur-tumur, now Timor Leste.

read more on https://ajenangelinaa.blogspot.com/20...
Profile Image for Steven S.
707 reviews66 followers
December 19, 2024
Saya menamatkan kumpulan cerpen Armin Bell. Bagus. Sejumput kata itu keluar sesaat melepas halaman terakhir terbitan September 2024 dari penerbit Marjin Kiri.

Penggagas Bacapetra.co, Armin Bell (44) memiliki cerita-cerita yang mengetengahkan kekerasan dari tradisi-aparatus kekuasaan, keluarga, dan sejarah kelam bangsa. Dengan irisan yang membuatmu tekun membacanya sampai akhir.

Mari kita lihat sampul bukunya. Seorang anak tertunduk berkaos pria mengacungkan tangan. Kelapa dan gereja di latar. Judul keluarga oriente dengan warna putih. Di kiri ada mozaik tak beraturan. Sampulnya menarik.

Ada 12 cerita pendek tersebar di buku bersampul biru ini. Semuanya cemerlang. Membuatmu tak henti hingga tuntas.

Pembukanya, “Carlos” seperti memberi gambaran akan cerita yang akan tersaji. Penulis menyisipkan peristiwa kelam, yang bila tak salah ingat, adalah kekerasan pasca referendum Timor timur. Tragis. Kak Armin mengekalkan kejadian itu dalam cerpennya.

Cerpen kedua, “Keluarga Oriente” yang menjadi judul buku. Bikin saya lebih tenggelam dalam bukunya. Simpati saya pada sang tokoh.

Setelah itu, cerita ketiga, “Orang Terakhir” yang bagi saya adalah yang tak terduga bisa saya temukan dalam buku mana pun. Selepas Orang Terakhir. Saya seperti tak terbendung melahap satu demi satu cerita dalam buku seratus halaman lebih sedikit ini.

Hal yang saya sukai dalam kumcer ini adalah bagaimana Kak Armin bikin ceritanya mengalir. Ceritanya bagi saya cukup nyata. Seperti yang dikatakan penulis, di salah satu ceritanya. Saat si Istri ngomelin suami penulis, hei kau tak bisa bedakan fiksi sama fakta dalam hidup mu.

Penceritaan yang ketat. Efisien dalam kata. Membuat apa yang diutarakan penulis seperti tinju yang kuat.

Saya menunggu karya Armin Bell yang selanjutnya.

Kumpulan cerpen “Keluarga Oriente” saya rekomendasikan untuk semua kalangan. Penggemar cerpen, yang baru mau mencoba koleksi buku, atau seseorang yang tertarik dengan cerita dari timur.

Tabik.
Displaying 1 - 6 of 6 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.