Pernah nggak sih kamu kesepian?
By the way, kamu kesepian itu ketika sedang sendiri atau di tengah-tengah keramaian?
Kenapa ya kita bisa ngerasa kesepian?
Pertanyaan-pertanyaan di atas, mungkin akan bisa terjawab melalui buku ini.
Psikologi Kesepian punya 7 bab dan satu bagian tambahan berupa kesimpulan.
Di awal, kita akan diberitahu mengenai makna kesepian dan kesendirian.
Sebab, kedua hal ini memiliki hubungan yang erat namun sering disalah artikan.
Jika ditelisik, kesepian dan kesendirian itu ternyata sama sekali berbeda.
Apakah kesepian dan sendirian merupakan hal yang negatif?
Hm, kalau menurutku pribadi, tergantung individu dan pribadi yang merasakan hal itu sih. Dan mungkin akan berkaitan dengan sudut pandang serta bagaimana cara kita menyikapi kedua kondisi tersebut.
(Buat kalian yang penasaran, baca buku ini yukk!)
Jadi, don't worry untuk kamu yang sedang dilanda kesepian dan merasa sendirian.
Take your time and enjoy your life.
Kalimat itu bukan bentuk rasa ketidakpedulian.
Ayo berpikir lebih panjang, luas, dan terbuka, agar kita bisa sama-sama menikmati hidup yang singkat ini.
- - - - - * - - - - -
Penulis adalah seorang ahli dalam bidang psikologi dan seorang psikiater.
Ketika membaca buku ini, nggak jarang aku ngerasa kayak lagi duduk di bangku kuliah, konsultasi, atau sedang baca jurnal/artikel.
Kenapa?
Karena, Psikologi Kesepian menyajikan banyak cerita yang menjadi jalan bagi pembaca untuk memahami konteks psikologi kesepian secara praktis.
Bagi pembaca yang kurang suka baca studi kasus dan pengalaman orang lain, mungkin buku ini akan terasa membosankan serta sulit dicerna untuk diambil poin-poinnya.
Tapi, ada yang keren loh dalam Psikologi Kesepian.
Untuk pembaca yang ingin mengenal, memahami dan mengevaluasi diri sendiri, kalian bisa tahu lewat skala kesepian yang tersedia di buku ini.
Instrumennya emang sederhana sih, tapi untuk teman-teman yang masih struggle sama emosi dan belum kenal sama pribadinya, aku rasa ini akan sangat membantu.
Aku baca buku ini versi terjemahan Indonesia dari Penerbit Baca.
Bahasanya mudah dipahami 👍
Dari buku ini, aku menyadari banyak hal seperti:
1. Pentingnya belajar dan mempraktikkan parenting yang baik
2. Perlunya belajar mengenali diri sendiri dan pandai dalam mengelola emosi
3. Berempati
4. Belajar mengenai definisi dan bentuk hubungan