#1515 November Today, 11:12 AM | Reply to How's life today? in General Talk :
Terima kasih sudah membangunkanku Terima kasih juga telah berbagi perhatian denganku. Tempat ini benar-benar sepi, sudah berapa lama aku tak kemari? Tapi, sudah kubaca seluruh history percakapan kalian. Kalian membuatku tertawa, menangis, merasa senang, juga sedih. Kupikir, sampai kapan pun kalian adalah orang-orang kurang kerjaan yang selalu berlebihan.
Dulu, aku sering berpikir, apa yang akan terjadi padaku kalau aku mati? Siapa yang akan menangis untukku? Apa masih ada orang yang mau datang menabur bunga di atas makamku? Sekarang, aku tahu..., mereka mungkin adalah kalian.
Cerita tujuh orang, dengan tujuh kehidupan yang berbeda, yang terangkum dalam sebuah portal forum bernama Howls[dot]com.
Major in Japanese Language of Education, love to read manga and several kind of novel (but of course not the novel which written in kana or kanji). Active in text based roleplay forum, and now still manage her day to finished the final assessment. Besides write, she loves to draw a doodle manga-style, but she gets upset to be a mangaka.
Favorites Author: Haruki Murakami (novel), Dee (novel), CLAMP (mangaka-circle), Yumeka Sumono/Sahara Mizu (mangaka), all my writting-partner :'3
Author of: Haru no Tabi (de-TEENS), Scarlet Love Song (DIVAPress), Heartsease (de-TEENS), Matryoshka (de-TEENS), Howls(dot)com (de-TEENS), FUURIN (Ice Cube Publisher KPG), The Heritage (Grasindo)
Kembali lagi saya mereview karya seorang penulis suppah-produktif satu ini. Dan tolong kata suppah-produktif-nya ditebelin dulu pake stabilo karena kalo hasil kepoan saya nggak salah, akhir bulan (April) kak Ghyna mbrojolin dua buku lagi, yang artinya sudah ada tujuh buah novelnya yang beredar di pasaran. HAHAHAHAH GILA NGGAK SIH BELIAU INI DALAM JANGKA WAKTU SATU TAHUN UDAH NERBITIN TUJUH BUKU??? SAYA AJA NGOUTLINE SATU NOVEL KAGAK KELAR-KELAR! *minum dulu akua segalon biar agak kaleman dikit*
Anyway,
Howls(dot)com ini saya dapetin gretongan hadiah dari #HeartseaseQuiz yang diadain kak Ghyna di twitter. Begitu tahu hadiahnya adalah buku barunya yang berjudul Howls(dot)com, saya ikutin kuisnya serius-serius tuh, sampe stand by di Tweetdeck mantengin pertanyaannya. Kenapa saya kepengen baca buku ini? Di luar alasan karena saya kenal penulisnya karena kita temen maen bareng di forum RP (yup ini alasan jujur, ada temen sendiri yang produktif ngeluarin karya ya saya mau baca dong 8D), saya juga udah ngikutin karya-karya si penulis dari buku novel debut pertamanya (Haru no Tabi). Dari review saya tentang karya kak Ghyna sebelumnya (Heartsease), saya bilang kalau beliau ini selalu menunjukkan improvement dalam karya-karyanya. Makin ke sini novelnya makin bagus. Jadi saya penasaran dong pengen baca juga karyanya yang satu ini \8D/
Kita mulai dari covernya, yak. Menurut saya covernya kece. Kece berat, malah. Ilustrasinya simpel dan ngena. Yang paling saya suka, warna ijonya itu cantik banget. Ijo seger yang nggak norak, yang buat saya akan cukup menarik perhatian kalo ditaro di rak-rak toko buku. Yah, walaupun kayaknya saya harus mengampuni penggunaan font Comic Sans di back-cover buat blurb-nya :P #penting
Lalu soal alur ceritanya. Inti cerita buku ini berkisar pada interaksi tujuh orang dengan tujuh cerita dari tujuh kehidupan berbeda yang terangkum dalam sebuah portal forum bernama Howls(dot)com.
Tujuh orang ini adalah Frog Lady (wanita tiga puluh tahunan, seorang penulis, sering curhat masalah rumah tangganya), Matryoshka (mahasiswi asing yang ceria, sering curhat soal cowok yang menjadi penguntitnya), Butterfly (mahasiswa yang dicap “tidak normal”), Vermarine (HYSTRIX EVERGREEN XDDDD cowok 26 tahun yang punya pacar dokter), November (siswi SMP yang kecepetan dewasa, korban bully di sekolahnya), Windbell (seseorang yang punya masalah soal kehilangan di masa lalu), dan Mr. K (pria misterius yang tahu segalanya).
Jadi begitulah, ketujuh orang ini berkumpul di Howls(dot)com, saling berinteraksi ngobrolin banyak hal dari hal-hal yang nggak penting sampe yang penting banget. Tiap-tiap orang ini punya cerita dan masalahnya masing-masing dan satu sama lain pun saling nanggepin masalah-masalah itu, sekedar ngasih komentar, nasihat, semangat, atau malah ngasih saran-saran serius. Dari interaksi ini, mereka memperoleh kenyamanan tersendiri, seolah-olah sedang berbincang dengan teman dekat. Padahal kalau diliat-liat mereka ini tujuh orang asing yang sama sekali tidak mengenal, tapi rasanya seperti sudah saling mengenal. Dibilang tidak kenal juga kurang tepat karena hampir setiap hari mereka berkumpul di portal forum ini untuk saling menyapa dan bercerita.
Dari gambaran singkat di atas, menurut saya ide Howls(dot)com ini unik banget, beda dari novel-novel kebanyakan. Buat saya yang juga sering keluyuran di portal forum/komunitas di dunia maya, temanya menjadi sangat relatable :D Sebagian besar isi novelnya juga menggambarkan interaksi yang terjadi di Howls(dot)com dalam bentuk postingan di forum yang diselang-seling juga sama narasi dari tokoh-tokoh yang bersangkutan. Dan seperti biasa, kak Ghyna punya gaya bercerita yang sederhana dan to the point, ringan untuk buku yang saya baca jam 2 dini hari sambil menunggu pagi.
Tapi terus terang, dari tema ini saya bertanya-tanya sendiri, apa yang bakal dihadirkan kak Ghyna untuk membuat novel ini menarik nggak hanya dari temanya aja? Kalau ceritanya berkisar soal postingan di forum-forum gitu doang, tentu novelnya akan menjadi sangat membosankan (dan kalau boleh jujur, di bab-bab awal saya sempat dilanda kebosanan itu, muehehehe).
Tapi pertanyaan saya terjawab di bab-bab berikutnya, saat konflik-konflik kecil mulai dihadirkan. Konflik-konflik ini ada yang terjawab dan selesai, tapi lalu disusul oleh konflik-konflik lain yang lebih besar. Soal Butterfly yang sering mengeluhkan sakit kepala dan akhirnya ketahuan punya tumor di otaknya, sampai kisah November yang mendadak hilang sampe seforum-forum khawatir dan ngepoin kemana-mana.
Yang saya suka, di bagian narasinya juga diselipkan fakta-fakta yang mengungkapkan bahwa sebenernya orang-orang ini tidak saling berhubungan di Howls(dot)com aja. Di dunia nyata pun ada benang merah tipis yang saling menghubungkan mereka. Ya anggeplah ini semacam twist kecil-kecilan yang trivial dan menurut saya cukup fun untuk mendukung plotnya. Buat saya sih udah cukup ngebikin, “OOOOOH JADI SI ANU INI ANUANNYA ANUNYA ANU TAPI DIA NGGAK NGANU!!” gitu lah #APAYANGGITULAH
Di ending akan terungkap sendiri siapa sebenernya mereka ini dan mengapa mereka bisa bertemu di Howls(dot)com. Mereka ternyata sengaja dikumpulkan oleh Mr. K, seorang psikiater. Iya, tujuh orang itu pasiennya Mr. K gitu deh. Saya sih suka sama ending-nya yang berupa pesan rekaman suara untuk membangunkan lagi November yang sedang koma :D Manis dan mengena.
Jujur aja awalnya saya udah nebak sampe ke mana-mana *KEBANYAKAN NONTON PELEM ANU ANU SIH KAMU BLEK* Jangan-jangan ini buku soal penderita kepribadian ganda??? Jangan-jangan mereka ini nggak nyata??? Jangan-jangan ini mereka ini bagian dari khayalan Mr. K aja??? KAPAN SAYA WISUDA?? #LOH Tapi ending versi kak Ghyna udah pas banget menurut saya, lebih ngena dan gak selebay ending tebakan-tebakan saya di atas ( -_-)/||
Sekarang mari bicara soal beberapa kekurangan *dehem*
Terus terang di awal-awal novel saya harus bolak-balik melihat judul bab (judul babnya make username karakter yang sedang jadi sorotan, FYI) untuk tahu karakter siapa yang lagi ngomong/diceritakan di bab itu. Agak sulit membedakan mereka karena gaya bicara yang nyaris sama dan nama mereka nggak disebutkan di bagian narasi. Bahkan saat mereka sedang berinteraksi di forum pun saya harus berkali-kali lihat username yang lagi ngomong, karena gayanya hampir semua sama. Mungkin karena itulah saya sempet menduga kalau mereka bertujuh ini jangan-jangan satu orang =)) *tunjuk paragraf sebelumnya*
Yang paling gampang dibedakan tentu saja adalah Matryoshka, karena tiap dia ngomong pasti heboh dan selalu pake emot-emot lucu =)))) Yang kedua mungkin si Butterfly karena menjelang akhir dia jadi sering typo karena kehilangan penglihatannya (…..) Sisanya saya nggak bisa terlalu membedakan, meskipun pas di tengah sampe akhir-akhir jadi nggak terlalu masalah karena sudah hapal orang yang mana punya konflik apa.
Oke, mungkin ini cuma kekurangan minor aja kali ya (…..)
Saya nggak begitu terganggu dengan penggunaan bahasa di forum yang cukup ‘kaku’ untuk style interaksi di forum yang (sejauh sepengetahuan saya) pake bahasa yang lebih santai, ringan, gaul, dan penuh kealayan *woi* Mungkin karena ini tetap sebuah novel, jadi mungkin style interaksinya sengaja dibuat formal gitu? Oh ya, saya nemu… apa ya namanya, bukan typo, mungkin inkonsistensi gaya penulisan tag bagian atas post di forum. Ya salah-salah minor doang sih, kayak lupa ditebelin atau digaris bawahi.
Akhir kata *berasa lagi pidato* apakah rasa penasaran saya di awal terjawab? Apakah buku ini kembali menunjukkan improvement penulisnya? Saya nggak kecewa kok karena novel ini benar-benar menampilkan sesuatu yang baru dari apa yang udah dibikin penulisnya di karya-karya sebelumnya :D Terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, I enjoyed it a lot! Abis selesai baca langsung nyeplos, "Dayyummm that was good!" trus langsung siap-siap bobok karena emang udah pagi *krik* *jam tidurnya fakap*
//
sebenernya review ini udah ada di blog saya dari tanggal 13 April, ditaro juga di goodreads demi meramaikan suasana #halah
This entire review has been hidden because of spoilers.
KYAAA!!! Ceritanya bagus banget! Idenya out of the box.
Howls(dot)com adalah buku kedua Kak Ghyna yang saya baca, pertama Fuurin. Buku ini berhasil buat saya betah membaca berjam-jam sampai akhir, nggak mau lepas, bikin penasaran.
Membacanya jadi buat mikir dan ikut nebak-nebak, tapi akhirnya sebelum mendekati ending saya udah menebak sih kalau ada alasan di balik forum portal itu. Feeling saja, dan ternyata benar kalau..., ah sudahlah, baca sendiri ya.
Yang saya suka dari tulisan penulis yang super produktif ini, yaitu selalu lugas dan enak dibaca. Dan 7 karakter utamanya itu loh, Nona Matry, Bung Verma, November, Frog Lady, Windbell, Mr. K, Butterfly sangat unik sekali dan khas banget tulisan mereka berasa karakternya hidup beneran. Gimana sih caranya supaya bisa mengembangkan karakter kayak gitu? Jadi penasaran proses kreatifnya Kak Ghyna menulis.
Oke, saya sudah tahu Windbell itu sebenarnya siapa, karena udah baca Fuurin. Dan saya sangat puas bisa tahu kehidupan Gesang Ismaya lagi hehe. Sekarang saya sangat penasaran sama buku Kak Ghyna yang judulnya Matryoshka. Pokoknya ntar mau baca! *brb beli* Oh ya, sebenarnya karakter lain ada kisah solonya juga nggak sih Kak?
Dengan buku ini, saya menyatakan ngefans sama tulisan Kak Ghyna. ^_^
4,5 stars dibulatkan ke bawah karena satu dan lain hal. :)
Kalau bentuknya kurva, ini kayak kurva lurus yang meningkat terus-terusan. Awalnya boring, dan ngerasa perpindahan satu karakter ke karakter lainnya agak kurang smooth dan semua kerasa sama. Tapi justru emang harus ditelusuri pelan-pelan, karena pelan-pelan pengkotak-kotakannya akhirnya beda terus kekhasannya muncul sendiri di tengah-tengah. Tapi ya a lot of surprise yang justru kisah gini favorit gw banget. Yang kadang mikir untuk membuat kisah gini ga sekedar asal sekali jadi, harus banget ada pengaturan dan rencana yang matang, karena keterlibatan karakter ga sekedar muncul di tengah-tengah. Konsep awalnya udah mateng banget, nah ini dia... konsep awal cerita Ca udah dapet, kemudian eksekusinya cukup... cukup ringan dan bisa diterima walaupun menggunakan issue-issue yang ga ringan. Yap, perceraian, ga dianggap normal, bully... tapi Ca bisa eksekusi semuanya dengan ringan tapi ga kacangan juga. Intinya pas...
Hahaha, ga nyangka bisa sehari kelar dan suka. Good job, Ca :D Ini buku anak RP pertama yang gw baca.
Pokoknya buku yang bisa aku habiskan dalam sehari dan bikin aku nggak bisa berhenti baca sampai pagi itu bakal dapat 5 bintang. Bukan karena penulisnya adalah kembaran/sahabat saya, tapi memang karena ceritanya sangat menyentuh dan rapi. Terasa banget perkembangannya, kemb! I am so proud of you!
Idenya unik banget pakai dunia forum, bikin kangen dengan aktivitas perforuman di masa lalu hahaha... dan dari 7 orang member forum, semuanya punya masalah masing-masing. Dan Ghyna berhasil merangkum semuanya dengan memuaskan. Jalinan kisah tiap membernya menarik diikuti dan saling terhubung satu dengan yang lain.
7 orang, dengan 7 suara yang berbeda.
Sini, kemb... aku mau peluk karena udah bikin aku puas banget nutup buku ini. *hugs*
Bagus kok. Feel like aku udah pernah ngerasainnya (maksudnya chat dunmay) *yaiyalah* Dan endingnya super! Aku bahkan ga kepikiran kalau ada udah di balik batuu hahahahaha, ups Awalnya sih bingung karena terlalu banyak sudut pandang, tapi akhirnya juga pasti terbiasa.
Maaf gabisa ngereview layaknya expert.
Sayangnya dakuw dapat cetakan yang jelek (halaman 100 dan 109 entah memang gaada atau memang cetakannya yang anu, sama ada satu halaman lagi yang gajelas tulisannya, jadi baca pakai bahasa kalbu). mau minta tulisan tangan penulisnya deh buat ditempelin di bukunya~ #HEH #KODEKERAS #PENULISNYADIHARAPNGELIAT
Baguuuuss >/////<)d Beda banget dari novel-novel remaja lain, plotnya asik, karakternya distinguishable, likeable, bikin penasaran, dan berkembang banget di akhir, bacanya sama sekali ga bikin bosen, malah ga bisa naro-naro gitu sampe begadang bacanya =”)) Kurangnya… KURANG PANJAAANG. Mau dijelasin tentang masa lalu lengkap Winterbell, mau dijelasin tentang anaknya Mr. K, mau dijelasin tentang asal mula mereka pake nickname masing2, mau dijelasin asal mulanya mereka jadi ‘pasien’ :”|
Ide jenius, meskipun sudah banyak buku yang mengangkat gaya bercerita lewat grup di dunia maya begini. Pengeksekusian yang teliti. Misteri identitas penghuni portal awalnya menarik. Hanya saja karena percakapan di portal agak membosankan, lama-lama banyak yang saya skip. Cerita baru mulai menarik buat saya saat masalah November terkuak. Merinding waktu membayangkan apa yang menimpa sosok itu. Sisanya (masalah penghuni portal lainnya) biasa-biasa saja. Ah, tidak. Masalah si Butterfly sebenarnya cukup berpotensi tapi lantas saya kecewa karena... kok cuma begitu? :/
Awalnya aku tertipu dengan judul dan covernya. Isinya ternyata hanya berisi percakapan-percakapan dari situs dalam kisah tersebut. Konfliknya tidak menegangkan sama sekali, justru bisa dibilang sangat biasa. Meskipun begitu, novel ini cukup enak untuk dibaca. Kak Ghyna menceritakan dengan gaya yang segar dan ringan.
Wow! Jujur saya merinding baca buku ini ketika di akhir. Kok? Kok? Oke, good job Ca. Ceritanya bagus, karakter per setiap individunya kena *walaupun aku bukan anak yang ngedalamin karakter kalo baca novel* Bukunya bagus, tuhkan jadi semangat nulis lagi. Terima kasih yah :D
Kisah 7 orang dari latar belakang yang berbeda dengan 7 kisah yang dimiliki masing-masing. Keren banget gimana semua orang itu pada akhirnya menemui satu benang merah. Keren!
Review novelnya di Goodreads lumayan bagus. Makin semangat baca pas tahu novel ini berhubungan dengan The Heritage dan Matryoshka (sepertinya sama Runaway Bride juga. Tapi yang ini belum punya). Jadi pas baca ini aku langsung marathon baca karya-karya Ghyna yang lain untuk tahu korelasi ceritanya.
Awalnya agak menyulitkan karena para anggota forum yang jadi tokoh di sini terbilang banyak. Tiap bab ditulis dari sudut pandang mereka secara bergantian, tapi masing-masing terasa begitu samar dan sepotong-sepotong. Dan mereka nggak pakai nama asli. Plus keterangan soal jati-diri dan latar belakang mereka tersebar di sepanjang chat. Rasanya kaya harus scroll back bolak-balik chattinganku sama teman. Hahahaaa...syeum.
Tapi aku mulai bisa menikmati karena member Matryoshka yang begitu ceria dan suka menceritakan topik random soal kecurigaannya kalau sedang di-stalk tetangga cowoknya yang masih SMA. Kebetulannya lagi mereka kemudian malah jadian!
Aku makin tertarik saat ada member bernama Vermarine. Dia tokoh di novel The Heritage dan di sini diceritakan punya pacar dokter. Apa memang orang yang sama? Tapi kalau dilihat dari timeline, cerita ini terjadi sebelum event di Matryoshka dan The Heritage. Sedangkan Vermarine di sini digambarkan udah dewasa dan bekerja. Kok??? Aih bingung.
Cerita makin seru ketika salah satu member tiba-tiba menghilang. Rupanya karena koma setelah jatuh dari tangga gara-gara di-bully. Para anggota member langsung ribut dan masing-masing mencari sang member hingga di kehidupan nyatanya. Pada akhirnya mereka berhasil bertemu dan rahasia forum pun terungkap.
Forum itu dibuat oleh seorang psikolog untuk para kliennya. Ia sengaja mengumpulkan mereka semua dalam satu wadah digital karena ingin tahu apakah orang-orang yang saling tidak tahu jati diri masing-masing ini bisa membantu dengan berbagi cerita dan masalah. Kalau dipikir memang kadang kita lebih mudah curhat ke orang asing di internet daripada ke orang yang benar-benar kita kenal di dunia nyata *pengalaman dicurhati banyak teman dunia maya hahaha...
Cuma aku herannya, karena para klien itu nggak tahu kalau forum itu dibuat oleh psikolog mereka, kok mereka mau ya ngeklik dan join forum random dari undangan via email? Hahaha...
Terus beberapa tokoh kayak Vermarine kayaknya juga bukan klien si psikolog. Hidupnya juga oke-oke aja. Tapi kok dia bisa masuk ke forum???
Ya pokoknya novel ini ditutup dengan ending yang melegakan. Endingnya ya yang ada di Blurb itu. Ga nyangka, kan. Hahaha...
Habis itu aku langsung baca Matryoshka yang merupakan kelanjutan event dari novel ini.