What do you think?
Rate this book


186 pages, Paperback
First published April 1, 2014
"Mungkin beginilah hidup kita sejak mula, tak memiliki rusuk yang lengkap, tanpa Bos Besar yang berkeliaran di antara kita untuk menolong dan menimang-nimang. Dia tak ada. Di mana-mana." (hlm. 14)
"Szymborska bahkan pernah menulis bahwa tubuh kita ini adalah tempat penampungan duka. Hahahaha... Menyedihkan." (hlm. 70)
"Aku takjub dengan perkataannya. Rupanya dia juga ingin memerintah seumur hidup. Aku yakin ini adalah dampak buruk pemakaian istilah istana. Orang-orang ini mulai menganggap diri mereka raja, ratu, dan keluarga kencana." (hlm. 166)
“Dunia ini kadang terasa seperti penantian yang tak usai-usai. Perjalanan yang sunyi. Kadang menyenangkan, lebih sering menyakitkan. Ditinggalkan. Terpaksa meninggalkan. Patah hati. Dilupakan. Terpaksa melupakan. Kalah. Terpaksa menyerah...”★ 3,75
—Mendaki Bersama Xingjian, p. 83
Aku akan terus menunggumu sekalipun kamu tak tahu. Dan aku akan terus menunggu dalam keadaan hanya kamu yang tahu berapa lama lagi aku harus menunggu.Buku ini berisi 20 cerpen dengan tema penantian, kesepian, cinta, dan hubungan yang dianggap tabu oleh masyarakat. Hubungan-hubungan yang kompleks itu disajikan secara puitis dan sering kali tersirat. Namun bagiku, itulah yang membuat ceritanya terkesan kuat. Aku diajak melihat bagaimana persamaan maupun perbedaan bisa sekaligus menyatukan dan menjadi jarak yang sulit dijembatani dalam sebuah hubungan. Meskipun ada beberapa cerpen yang maknanya tidak kupahami sepenuhnya, aku tetap menikmati proses membacanya karena gaya bercerita yang digunakan cukup sederhana—padahal isinya menghadirkan berbagai emosi yang kompleks.
—Pria Murakami, p. 11
Semua kesamaan, di dunia ini, cocok untuk percintaan, kecuali jenis kelamin dan nama belakang.My top three favorite short stories from this book are 'Paskah,' 'Fatamorgana di Meja Makan,' and 'Tulang Rusuk yang Hilang.'
—Membersihkan Rumah di Hari Libur, p. 59
Mungkin beginilah hidup kita sejak mula, tak memiliki rusuk yang lengkap, tanpa Bos Besar yang berkeliaran di antara kita untuk menolong dan menimang-nimang. Dia tak ada. Di mana-mana.
—Pria Murakami, p. 14