BEN seorang lulusan ikatan dinas sekolah guru di Surabaya, ditugaskan untuk mengajar di sebuah SMP di Ternate. Bersama ibunya, ia menumpang kapal yang menuju pulau itu dengan segumpal harapan bagi masa depannya.
Di hari-hari pertama sebagai guru di pulau yang kecil ini, Ben mulai merasakan kesulitan ekonomi seperti yang dialami oleh rekan-rekan sejawatnya. Untunglah, Pak Ismail mau memberi pinjaman yang dapat dikembalikan setelah gaji mereka datang. Akhirnya, ia dan ibunya mulai terbiasa dengan kehidupan di pulau yang kecil itu. Akan tetapi, nasib berkata lain. Ben terseret dalam suatu peristiwa yang menyebabkannya beserta ibu dan kenalan-kenalannya harus pergi ke Manado.
Pergumulan hidup Ben sebagai guru di Ternate dan nasibnya di Manado selanjutnya dapat Anda ikuti dalam novel Sang Guru ini. Gerson Poyk menyajikannya dengan gaya yang memikat.
Dilahirkan di Namodele, Pulau Rote (Timur), Nusa Tenggara Timur, 16 Juni 1931. Pendidikan terakhirnya SGA Kristen Surabaya, tamat 1956. Pernah menjadi guru SMP dan SGA di Ternate (1956-1958) dan Bima, Sumbawa (1958). Terakhir menjadi Wartawan Sinar Harapan (1962-1970). Antara tahun 1970-1971, ia mendapat beasiswa untuk mengikuti International Writing Program di University of Iowa, Iowa, Amerika Serikat. Sempat mengikuti seminar sastra di India pada tahun 1982.
Cerpennya, Mutiara di Tengah Sawah mendapat Hadiah Hiburan Majalah Sastra tahun 1961. Sedangkan cerpennya yang lain, Oleng-Kemoleng, mendapat pujian dari redaksi majalah Horison untuk cerpen yang dimuat di majalah itu tahun 1968. Karyanya yang berupa novel antara lain Hari-Hari Pertama (1968), Sang Guru (1971), Cumbuan Sabana (1979), Giring-Giring (1982). Karya kumpulan cerpennya adalah Matias Akankari (1975), Oleng-Kemoleng & Surat-Surat Cinta Rajagukguk (1975), Nostalgia Nusa Tenggara (1976), Jerat (1978), Di Bawah Matahari Bali (1982), Requim untuk seorang perempuan (1981), Mutiara di Tengah Sawah (1984), Impian Nyoman Sulastri dan Hanibal (1988) dan Poli Woli (1988).
Baca buku ini waktu masih SMA, ketika dapat tugas untuk mencari novel sastra dan buat interpretasinya. Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi dan mencerminkan betapa profesi guru itu sangat sulit buat diemban, baik secara moral maupun material/finansial.
Novel yang cukup bagus untuk dijadikan refleksi para pendidik. Bagi guru/calon guru yang tinggal di pedalaman, pasti ada momen-momen "Wah, aku juga pernah ngerasain ini!". Bagi yang belum pernah, semoga tergerak untuk ikut mengabdi di daerah.
Baca buku ini pas SD apa SMP ya? Udah agak lupa. Hehe.
Ini baru pertama kalinya baca karya Gerson Poyk. Bukunya menarik karena mengisahkan seorang guru yang tidak menempatkan hak istimewa atau mengagungkan profesi guru. Memang bertanggung jawab, tetapi kisahnya menjadi tidak fokus ketika ia bertemu dengan sofie. Bukunya memang bagus untuk melihat bagaimana secuil kehidupan di Ternate dan bagaimana kebahagiaan di negeri sana yang belum pernah saya lihat. Akan tetapi, gaya penceritaannya yang cenderung seperti jurnalis membuat saya merasa seperti sedang membaca berita.
Karya legendaris pengarangnya. Cerita biasa, berdasarkan pengalaman pribadi pasti. Menambah gambaran akan keindahan alam Maluku. Biasa aja sih. Enak” aja kok bacanya, gakkan nyesel. Baca deh.
Satu dari dua novel yg mengawali ke maniakan sy baca novel. Dalam novel ini ditampilkan seorang tokoh bernama Ben, guru sekolah menengah yang sederhana tetapi memiliki sikap dan tujuan yang jelas mcari kebahagian.tokoh-tokohnya mudah diingat, Ben (tokoh sentral "sang guru"), sofie, Ismail, Frits dll. ceritanya mudah dipahami. tidak ada alur yg meletup atau alur yg membuat pembaca menahan napas. dan kemudian tiba-tiba saja cerita sudah di ujung klimaks. Fokus ceritanya bukan pd proses belajar-mengajar dr "sang guru" ini, melainkan pd kepribadian dr "sang guru" nya.
Cerita tentang pengalaman peribadi penulis ketika mendidik di kawasan pendalaman, dan terus memberi peluang pembaca merefleksi kan diri, betapa sebagai guru itu satu profession yang tidak boleh dipandang enteng dan diurus sambil lewa.
Sungguh, selepas baca buku ini, saya sedar bidang perguruan perlu di uruskan secara sangat baik dan terancang.. samada dari segi kewangan, kemahiran, fasiliti, moral, silibus, dan lain-lain