Jantan kehilangan kedua orangtuanya dalam perang melawan Belanda. Jantan pun kehilangan adiknya. Dan yang paling menyakitkan: istri Jantan membelot ke pihak Belanda.
Inilah kisah hidup Jantan dalam situasi peperangan yang melahirkan kemerdekaan dan kebebasan.
Kematian tokoh utama ini pun akhirnya jadi perlambang keganasan perang. Bahkan setelah sekian tahun perang itu usai, masih ada saja korban yang jatuh karenanya. Perang, dalam novel ini, walhasil jadi potret hitam-putih: pejuang atau pengkhianat, pahlawan sungguhan atau pahlawan gadungan, pembebasan dari penderitaan atau malah penderitaan itu sendiri. ~ “Obsesi kepada Perang”, Harian Kompas, Minggu, 11 Juni 1989.