" Ada dua motif jahat dalam tindak kriminal. Yang pertama adalah mengambil sesuatu yang diinginkan dari yang memiliki hal itu, yang kedua adalah balas dendam kepada seseorang yang melakukan sesuatu yang semestinya tidak dilakukan,"
Kang Chae Yoon merupakan anggota Pasukan Patroli Kerajaan yang kebetulan mendapatkan tugas untuk mengungkap pembunuhan beruntun yang sudah menewaskan empat cendekiawan Jiphyeonjeon. Kecerdasan dan kegigihannya dalam upayanya untuk mengungkap kasus pembunuhan membawa Chae Yeon kepada berbagai fakta dan konspirasi pelik yang tengah terjadi di dalam istana. Berkat bantuan, Garion; seorang penjagal daging yang membantunya dalam mengotopsi para mayat membawanya kepada satu kesimpulan bahwa para cendekiawan yang dibunuh memiliki benang merah, Lee Sunji; cendekiawan Departemen Astronomi yang membantunya dalam mengungkapkan kebenaran kasus terkait dengan jam waktu Joseon, dan Lee Sam Moon yang membantunya untuk mendapatkan benang merah kasus yaitu kotak angka ajib, punggung kura-kura, dan lima elemen yang terkait dengan Yin dan Yang.
Chae Yoon menyadari bahwasanya titik utama masalah yang mengakibatkan pembunuhan para cendekiawan dalah buku terlarang fenomenal berjudul Goguntheongseo--yang diklaim sebagai buku erotis dan tidak layak dibaca oleh para cendekiawan. Ia yakin bahwa pelaku pembunuhan mengincar buku fenomenal tersebut ketika ia menemukan fakta seluruh korban pembunuhan terkait dengan buku tersebut. Kemudian, seorang dayang Daejeon yang tidak mampu berbicara bernami SoYi;sosok misterius akan tetapi mampu mengambil perhatiannya ternyata memiliki kaitan dengan pembunuhan yang ia tangani. Belum lagi, ia mendengar desas-desus bahwa dayang tersebutlah yang mengakibatkan pertumpahan darah diantara para cendekiawan yang tengah dimabuk asrama serta sosok misterius lainnya yaitu Komandan Internal Pasukan Kerjaan, Mu Hyul yang kerap kali muncul di tempat pembunuhan membuatnya berprasangka bahwa sosok yang paling dekat dengan Yang Mulia Raja.
Ketika akhirnya Kang Chae Yoon berhasil menguak rahasia pembunuhan para cendekiawan, ia menyadari bahwa dirinya dalam bahaya--bukan hanya dirinya saja akan tetapi Yang Mulia Raja pun dalam keadaan bahaya. Chae Yoon yang berusaha menyelamatkan Yang Mulia justru harus menelan pil pahit ketika akhirnya justru dirinyalah yang dipenjara, dan Garion yang selama ini ia percayai justru mengkhianatinya. Lantas, siapa yang harus Chae Yoon percayai di dunia ini? Dan mampukah Chae Yoon mengungkapkan perasaan khususnya kepada dayang misterius, So Yi?
*
*
Yeay, buku pertama dengan lima bintang di tahun ini :D Ngga salah koooo, aku kasih lima bintang soalnya udah lama ngga ngerasain baca buku berasa dikejar-kejar pengen cepet-cepet tahu endingnya, walaupun cepet-cepet tapi aku menikmati saat-saat membaca buku ini. Deep Rooted Tree #2 berhasil mengalihkan konsentrasiku dari tumpukan jurnal yang harus direview, materi esay yang harus ditulis, ngga lupa laporanku tercintah--yang sejenak untuk semalam aku lupakan dan menyelesaikan novel ini. Cerita jilid 2 ini merupakan kelanjutan dari jilid pertamanya, dan semua misteri perlahan-lahan diungkapkan termasuk siapa penulis buku Goguntheongseo yang fenomenal itu~
So far, ada dua tokoh favoritku disini. Yang pertama, Garion; si penjagal daging untuk disajikan kepada Raja yang mempunyai minat khusus dalam kedokteran. Meskipun hanya sebagai penjagal daging dengan status rendahan, Garion ini mempunyai kemampuan yang bahkan melebihi tabib--dan dia juga ternyata merupakan salah satu orang kepercayaan raja. Aku bener-bener tersentuh ketika ia curhat di dalam penjara gitu tentang kehidupannya yang menyedihkan, bagaimana impiannya untuk menjadi seorang tabib dan memahami berbagai reaksi kompleks dalam tubuh; bagaimana ia menghadapi ribuan cercaan yang ditujukan padanya ketika ia mengautopsi mayat (karena zaman itu merupakan hal yang tabu untuk mengopopsi mayat, karena kepercayaan autopsi merusak tubuh suci tempat jiwa berada), dan juga hobi minum alkohol alih-alih digunakan untuk mengautopsi mayat untuk menghilangkan kesedihannya >_> [ p.s Tetua Garion tau ngga sih, kalau tetua terlalu banyak mengonsumsi alkohol itu mampu menghambat proses glukoneogenesis dalam tubuh terutama di dalam hati, tubuh ngga mampu untuk mengkatabolisis piruvat menjadi D-glukosa yang akan dikonvert menjad glikogen dalam hati. Terlalu banyak mengonsumsi alkohol akan menurunkan kadar gula dalam darah, nahloooh (mabok Lehninger ;__;)]
Yang kedua adalah, Yang Mulia Raja Sejong. Ah, ini raja spesial selain Raja Lee Hwon :3 Sejong ini bijaksana sekali, ia mempunyai visi ke depan terhadap bangsa dan negaranya, di mana ia ingin membangun sebuah bangsa yang mandiri terlepas dari kekangan bangsa besar dibelakangnya. Termasuk ketika ia berusaha untuk menemukan waktu jam matahari Joseon karena waktu Joseon dan Myeong berbeda, membuat uang logam Joseon, dan termasuk adalah keinginannya untuk membuat aksara Joseon sendiri sehingga Joseon mempunyai aksara yang mampu dipergunakan oleh seluruh rakyat dan tidak menggunakan lagi aksara Cina yang berjumlah puluhan ribu karena menurutnya hakikat bangsa Joseon dan Myeong sangatlah berbeda. Sosok Sejong yang bijaksana, cerdas itu terlihat dari pemaparan penulis terhadap raja terhormat di Korea sampai saat ini. Dan beliau juga membuatku menangis~ ketika ada plot ia tersudutkan oleh utusan negara Cina yang menuntut untuk menghukum penulis buku Goguntheongseo, dan tiba-tiba dengan heroiknya Mu Hyul datang dan mengatakan sesuatu yang membuat Sejong merasa terkhianati sekaligus sedih.
" Aku tidak khawatir generasi selanjutnya tidak akan mengenalku. Aku bahkan tidak sedih karena rakyat saat ini tidak memahami maksudku. Tugasku hanyalah mengkhawatirkan rakyat yang dipercayakan padaku saat ini,"
Ah, ngga tau harus nulis apa lagi >__< pokonya suka banget sama novel ini apalagi jilid 2nya, dan sehabis beres baca novel ini tuh rasanya pengen nonton lagi dramanya T___T terjemahannya pun bagus dan rapih banget membuat semakin enak dibaca, dan pemilihan frasa yang pas dari bahasa Korea ke Indonesia. Semoga sih, Qanita mau nerjemahin novel Reply 1997 :p