Pertemuan dengan seseorang yang sudah lama dikenal tidak selalu baik. Barangkali apa yang terjadi di jilid 34 manga ini adalah contohnya. Sementara di sisi lain, perbedaan sudut pandang dan faktor keterbatasan informasi bisa sangat mempengaruhi opini seseorang, seperti halnya yang terjadi antara Doll dan Snake.
Di mata Doll, Phantomhive dan para pelayannya adalah villain, dan Snake bergaul dengan orang-orang jahat yang membunuh seluruh keluarganya. Doll tidak pernah tahu sebobrok apa bangsawan yang mengadopsinya.
Sementara bagi Snake, Ciel Phantomhive memberinya tempat bernaung yang baru, dan kehidupan yang lebih layak setelah kehilangan para saudara angkatnya di sirkus. Meski Doll tidak berbohong untuk semua pengakuan dan apa yang disaksikannya, tapi penilaian yang terbentuk berdasar pengamatan yang setengah-setengah dan ketidaktahuan tertentu bukanlah kebenaran, melainkan prasangka.
Panti asuhan tempat Doll bernaung tidak lebih baik dari lingkungan keluarga angkatnya. Anak-anak seperti Doll dan anak-anak di panti F.O.L memang kerap bernasib nahas pada era Victorian. Kesenjangan antar kelas-kelas masyarakat melahirkan ketimpangan dan berbagai kriminalitas.
Kerasnya kehidupan seringkali mendorong orang-orang yang tidak beruntung untuk pasrah mengais apa pun, atau menerima uluran tangan yang belum tentu tulus, selama mereka bisa makan dan mendapat tempat bernaung. Maraknya kasus pembunuhan berantai saat itu, yang kerap memutilasi dan mengambil organ dalam korbannya, biasanya menelan korban dari kalangan masyarakat kelas bawah.