Keberadaan para eksil di Indonesia di luar negeri dengan jumlah yang tidak sedikit menimbulkan berbagai macam pertanyaan. Banyak di antara mereka yang menjadi eksil karena imbas dari kebijakan politik tahun 1965, termasuk lima perempuan eksil yang akhirnya berlabuh di Belanda: Fransisca Pattipilohy, Siti Sukrisno, Pratiwi Tjandra Rini, Yarna Mansur, dan Sri Aminah.
Lewat buku ini, Magdalena Sitorus menceritakan bagaimana para perempuan kuat tersebut berkelana dalam pengembaraan untuk menemukan "rumah". Para eksil ini menjalani hidup dari negara satu ke negara lain dengan melewati berbagai tantangan, adaptasi, dan situasi sulit.
Bentuk-bentuk perjuangan yang dituturkan dengan gaya personal (khas suara perempuan) membawa pembaca pada nilai-nilai kemanusiaan yang mendalam. Para eksil melalui kisahnya mengungkap sejarah yang ditutupi oleh penguasa.