Tubuh ayah yang terus membesar dan bulat, kini pelan-pelan berubah menjadi kotak. Kotak yang tak lagi asing bagiku, kotak yang menemani kehidupanku selama beberapa tahun terakhir.
Nikha tidak pernah menyadari bahwa dia berbeda dengan teman-temannya sampai akhirnya sebuah video tentangnya tersebar di sekolah. Dia terpaksa dipindahkan ibunya, hidup bersama ayah kandungnya. Hubungan tidak baik dan sikap ayah yang dianggap kurang menyenangkan membuat Nikha jengkel tak karuan.
Nikha dan kertas-kertas rahasianya, gadis itu hidup dalam sebuah pikiran yang menguasainya. Obsessive Compulsive Disorder membuatnya kehilangan segalanya, bahkan dirinya sendiri yang tak bisa dikendalikan. Dia kehilangan segalanya karena OCD dalam dirinya dan sekarang OCD membelenggunya dengan perasaan takut untuk kehilangan sosok ayah yang baru saja dia dapatkan.
Ketakutan, kecemasan tanpa henti dan ritual tanpa henti menguasai gadis itu. Akankah Nikha bebas dari sekotak kertas penyelubung hidupnya?
Suka sekali kovernya, cuma kalo font judul diganti akan lebih menarik, apalagi bahasannya OCD. Font buku ini kecil, tapi jadi yang keliatannya tipis makin padat. Well, buku ini tentang bagaimana Nikha berjuang melawan bagian dari dalam dirinya sendiri, yaitu OCD. Baca ini, saya ikutan risih dan gemas karena seakan-akan dimainkan oleh OCD, betapa OCD membuat Nikha bolak-baik harus menghitung retakan, kertas, hingga memastikan apakah sudah terkunci atau belum. Cerita dikemas dengan sangat menarik walau saya menemukan beberapa kesalahan penulisan.