Romantika Runika || Nureesh Vhalega || PT. Elex Media Komputindo || 288 Hlm || Th. 2024
"Berduka itu nggak ada batas waktunya. Sah kalau kita merasa sedih selamanya, cuma jangan biarkan itu jadi alasan buat terus menghindar. Kita harus belajar buat menerima." - Hal. 70.
Salah satu quotes yang ngena dari novel Romantika Runika yang memang pas banget dengan kondisiku saat ini.
"Hidup memang sering kasih kita pilihan yang sebenarnya nggak mau kita pilih. Tapi itu kata kuncinya : nggak mau. Bukan nggak bisa." - Zeline_Hal. 200.
Salah satu quote yang makjleb di hati. Baca berulang kali quotes ini pun bikin diriku tertampar dan langsung intropeksi diri.
Q : Pernah nggak ada di posisi disuruh memilih antara sahabat atau pasangan?
Pernah, posisinya aku yang tanya, dia lebih pilih percaya denganku atau sahabatnya yang memang udah ada tanda suka ke dia. Kelakuan sahabatnya ini kalo diinget itu 11-12 dengan sahabatnya si Runika di novel ini. Dan tentunya sahabatnya berbeda lawan jenis.
Berhubung membahas harus milih sahabat atau pasangan, aku habis nyelesain baca novel terbarunya Kak Nui yang judulnya Romantika Runika. Romantika Runika ini membahas tentang perjalanan cinta Runika yang ketika menjalin hubungan mentok paling lama itu sampai bulan kesembilan. Runika berambisi merayakan anniversary dengan pacar, setidaknya hari jadi pertama.
Runika ini dapat kerjaan baru dan di hari pertama menuju kantor, dia bertemu dengan seorang pria tampan yang meminjam kartu tol. Seolah-olah takdir, pria itu - Raiden - juga bekerja di kantor yang sama. Sayangnya, Vian yang adalah sahabat Runika sejak masa sekolah tidak pernah bisa akur dengan Raiden.
Di tengah harapan punya pacar baru dan memiliki hubungan yang langgeng, serta kebencian Vian terhadap Raiden. Runika dihadapkan dengan suatu kenyataan yang nggak pernah dibayangkan sebelumnya. Bagaimana kelanjutan kisah Runika? Kenyataan apa yang Runika dapatkan? Kalo penasaran bisa langsung baca novel Romantika Runika!!
Romantika Runika ini bisa dibilang karya Kak Nui kedua yang kubaca setelah novel 'As Always, I Love...' dan aku suka sama gaya bercerita Kak Nui yang mengalir, bahasa yang dipakai pun santai sehingga aku nggak butuh waktu lama untuk menyelesaikan baca novel karya Kak Nui.
Selama baca novel RR ini, aku diajak untuk merasakan greget dengan beberapa tokohnya dan diajak untuk merasakan kupu-kupu beterbangan dalam perut. Jujur setiap mau membalikkan halaman per-halaman novel ini, aku tuh takut banget. Apa yang bikin aku takut? Takut akan ada konflik besar yang nyakitin hati, tapi aku tau kalo hal itu mustahil nggak terjadi.
Romantika Runika ini tipe novel page turner dengan alur yang sat set. Diceritakan dari sudut pandang orang ketiga serbatahu membuatku jadi lebih memahami semua yang terjadi dari berbagai sudut pandang dan lebih memahami isi kepala masing-masing tokohnya. Karena itu juga yang membuatku ikut merasakan apa yang dirasakan oleh setiap tokohnya.
Konflik novel ini bisa terbilang cukup ringan karena buatku nggak begitu berat yang sampai bikin hipertensi, hanya bikin greget aja. Konfliknya pun kerasa related dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari konflik persahabatan, konflik keluarga dan juga percintaan. Aku suka sama penempatan tiap-tiap konflik yang diatur sama Kak Nui, kerasa banget mempermainkan perasaanku. Aku juga diajak untuk ikut menebak apa yang akan terjadi selanjutnya. 2 kali tebakanku salah dan ada pula beberapa tebakan yang ternyata benar.
Novel Romantika Runika ini menggambarkan kalo beberapa wanita itu pasti akan bilang nggak punya baju ketika akan pergi ke suatu acara atau apa pun itu, padahal baju di walk in closet atau lemarinya itu banyak sekali. Menggambarkan kondisi ketika seseorang kehilangan orang yang paling berharga dalam hidupnya.
Menggambarkan kalo 95% persahabatan lawan jenis itu impossible tanpa ada salah satu yang denial atau ada yang berharap bisa lebih dari sekadar sahabat. Namun, bukan berarti persahabatan platonik itu impossible karena aku sendiri mengalami itu. Kalo di kondisiku real platonik, tapi dalam circle persahabatanku dari zaman sekolah, ada yang mengalami apa yang tokoh dalam novel RR ini alami.
Tokoh dalam novel ini nggak bisa dibilang banyak pun nggak bisa dibilang sedikit juga, tapi yang bikin aku suka adalah karakter tiap tokohnya itu kuat dengan perkembangan positif dari beberapa tokoh utamanya. Semua tokoh dalam novel ini punya peran penting dalam membangun novel, jadi nggak ada kesan tokoh tempelan dan bikin bingung sampai mikir 'dia siapa ya?' ketika baca.
Runika. Female lead dari novel RR, banyak kondisi Runika yang bikin aku ngerasa kalo apa yang dialami Runika itu pernah kualami juga. Aku suka sama prinsip dia yang berhubungan dengan pekerjaan, tapi untuk urusan peka sama perasaan aku lumayan greget sama apa yang dilakukan Runika. Runika ini termasuk perempuan yang unik, kesukaan Runika itu berbeda dengan kebanyakan perempuan pada umumnya.
Vian. Sahabat Runika dari zaman sekolah ini punya pesona sendiri, dia ini selalu ada untuk Runika, diajak sahabatan pun orangnya asyik, dan prioritas utama si Vian ini tuh si Runika. Vian pun nggak kalah bikin aku greget. Pas Vian bertingkah rasanya pengen kuslepet atau pengen kutarik dan kukunci ke suatu tempat.
Raiden. Kalo bisa cowok kayak Raiden ini ada di setiap RT ya. Aku suka sama perjuangan Raiden, effortnya untuk keluarga, effortnya untuk pasangan dan dedikasinya di pekerjaan itu bener-bener bikin aku kagum sama dia. Bukan cuma itu aja, Raiden ini punya prinsip yang bikin aku ngasih nilai plus ke dia, ditambah dia juga jago masak.
Bundanya Runika. Beliau ini tipe bunda idaman banget, aku banyak belajar bagaimana caranya menjadi orang tua yang baik dari beliau.
Dita dan Zeline. Sahabat Vian serta Runika. Mereka bersahabat setelah masuk dalam waktu bersamaan di perusahaan yang sama, tapi beda divisi. Interaksi mereka itu berhasil bikin iri karena seasik itu persahabatan mereka berempat. Dita sama Zeline itu selalu berhasil kasih nasehat untuk Runika, tapi lebih sering si Zeline yang nasehatnya dipertimbangkan sama Runika. Rasanya si maknae satu itu lebih dewasa dibandingkan si Runika.
Ketika mengikuti kisah Runika, aku pun diajak untuk berkenalan dengan profesi-profesi di dalam perusahaan garment. Yang mana profesi tiap tokoh dalam novel Romantika Runika itu dibahas dengan rinci tapi nggak bikin bingung atau nggak terkesan too much.
Selama mengikuti kisah Runika juga aku berasa diajak untuk flashback ke masa masih duduk di bangku SMP oleh lagu-lagu yang dibahas dalam novel RR ini. Diajak flashback ke masa masih TK ketika bahas telenovela. Pun ketika ada scene makan atau masak, berhasil bikin aku lapar dan ingin makan makanan yang sama seperti makanan yang dimakan atau dimasak oleh tokohnya.
Aku kagum banget sama ajaran Ayahnya Runika. Ajaran seperti itu wajib banget diajarkan para orang tua ke anak perempuannya. Selama belum menjadi istri orang, kalo bisa kita sebagai perempuan nggak begitu menggantungkan harus laki-laki atau pasangan kita yang bayar full makanan atau apa pun yang dibeli ketika lagi kencan karena itu bukan tangung jawab dia untuk menafkahi kita, tentu saja dengan pengecualian seperti ulang tahun, wisuda atau perayaan lainnya.
Novel Romantika Runika ini mengajarkan banyak hal untukku, seperti : belajar untuk tau batasan dalam sebuah persahabatan, belajar untuk mengikhlaskan kehilangan orang berharga, belajar untuk nggak terus menghindar dari kenangan dengan orang yang berharga dalam hidup kita, belajar untuk lebih peka dengan sekitar, belajar untuk nggak mengambil sebuah keputusan ketika sedang marah, belajar untuk mendengarkan pendapat orang lain lebih dulu sebelum menuduh, belajar untuk saling berjuang ketika sama-sama masih sayang, belajar kalo faktor paling penting dalam sebuah hubungan itu bukan hanya komunikasi saja, tapi juga kompromi, serta masih banyak lagi pelajaran berharga dari novel ini yang bisa kuterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Aku suka banget sama cover novel Romantika Runika yang didominasi warna pink, covernya pun menggambarkan salah satu scene dalam novel. Cover novelnya tuh bikin aku nggak bosen-bosen untuk terus melihatnya dan malah rasanya pengen punya apartemen.
Layout novelnya pun nggak kalah menarik, apalagi bagian awal bab baru yang beberapa kali diselipkan ilustrasi yang berkaitan dengan scene yang ada di bab tersebut. Di dalam novel juga ada bubble chat. Penggunaan font dan ukurannya juga bikin mataku nyaman ketika baca kisah Runika. Sayangnya nomer halaman di novel ini kerasanya terlalu ke bawah letaknya, tapi itu bukan hal besar yang sampai membuatku terganggu ketika baca novel ini.
Romance dari novel Romantika Runika ini bukan romance yang bikin cringe menurutku, bahkan romancenya berhasil bikin aku iri pengen ada di posisi si Runika. Selain bikin kupu-kupu dalam perut beterbangan, juga berhasil bikin aku senyam-senyum plus kaki jadi jelly saat ada scene romantis.
Seperti yang Kak Nui tulis di atas tanda tangan yang dibubuhkan di halaman depan, novel ini berhasil bikin aku jatuh cinta dengan semua yang novel ini suguhkan.
Aku rekomendasikan novel Romantika Runika buat yang lagi ada di fase kehilangan seseorang yang berharga, buat yang punya sahabat lawan jenis, buat yang suka baca novel romance, dan buat yang berusia di atas 18 tahun.