What do you think?


Archipelagos #2
Archipelagos: The Serandji Book of Nusantara
Nala dan Sanja menghabiskan waktu liburan semesternya di rumah Ayu yang merupakan anak dari keluarga penyihir murni (Japa). Mereka bertiga kemudian memenangkan tiket liburan untuk menikmati betapa indahnya kerajaan sihir Serandjana serta aktivitas di dalamnya.
Malangnya, dalam kebahagiaan itu, 12 tahanan kabur dari penjara bawah tanah Serandjana hingga berujung pada hilangnya buku Serandji Nusantara yang dicuri membuat ketujuh anak terpilih di Archipelagos yang terdiri atas Nala (penyihir api dari suku Jawa), Ayu (penyihir tanaman dari Bali), Sanja (penyihir binatang dari suku Dayak), Tanra (penyihir air dari suku Bugis), Bastian (penyihir udara dari suku Batak), Drio (penyihir tanah dari Papua), dan Lexan (penyihir senjata dari Maluku) ditugaskan untuk mencari buku itu.
Buku Serandji Nusantara bukan buku sembarangan. Buku ini adalah buku yang berisi tentang banyak sejarah penyihir hebat yang mengakibatkan pertempuran besar oleh Berong keenam yakni Engku Tarno si mantan guru Sejarah yang telah dikalahkan oleh ketujuh anak terpilih saat mereka masih di tingkatan pertama.
Ketujuh Anak Terpilih berharap bisa menemukan buku Serandji Nusantara kembali serta mematahkan ramalan akan kembalinya Berong terakhir dengan kekuatan yang konon lebih hebat dari Berong pertama.
Malangnya, dalam kebahagiaan itu, 12 tahanan kabur dari penjara bawah tanah Serandjana hingga berujung pada hilangnya buku Serandji Nusantara yang dicuri membuat ketujuh anak terpilih di Archipelagos yang terdiri atas Nala (penyihir api dari suku Jawa), Ayu (penyihir tanaman dari Bali), Sanja (penyihir binatang dari suku Dayak), Tanra (penyihir air dari suku Bugis), Bastian (penyihir udara dari suku Batak), Drio (penyihir tanah dari Papua), dan Lexan (penyihir senjata dari Maluku) ditugaskan untuk mencari buku itu.
Buku Serandji Nusantara bukan buku sembarangan. Buku ini adalah buku yang berisi tentang banyak sejarah penyihir hebat yang mengakibatkan pertempuran besar oleh Berong keenam yakni Engku Tarno si mantan guru Sejarah yang telah dikalahkan oleh ketujuh anak terpilih saat mereka masih di tingkatan pertama.
Ketujuh Anak Terpilih berharap bisa menemukan buku Serandji Nusantara kembali serta mematahkan ramalan akan kembalinya Berong terakhir dengan kekuatan yang konon lebih hebat dari Berong pertama.
408 pages, Paperback
Published May 29, 2024
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 9 of 9 reviews
November 10, 2024
Libur telah usai. Saatnya bagi 7 anak terpilih untuk kembali ke Archipelagos, sekolah sihir Nusantara. Mereka tak sabar untuk kembali belajar sihir lagi! Namun berita menggemparkan tersebar ke seluruh Nusantara. Sebanyak 12 tahanan level tinggi kabur dari penjara Kerajaan Serandjana! Bagaimana bisa??
Di tengah situasi buruk itu, ada hal buruk lainnya. Buku Serandji Nusantara telah dicuri! Ketujuh anak terpilih kembali ditugaskan. Kali ini untuk menemukan kembali buku berisi sejarah penyihir yang mengubah dunia. Tak hanya itu, buku itu bahkan pernah digunakan untuk membangkitkan kekuatan Berong, sang penyihir hitam! Mampukah mereka menemukannya?
Ditambah lagi Ramalan Bulan tak berpihak pada 7 anak terpilih. Ramalan itu mengatakan bahwa Berong ke-7 akan kembali!! Berong yang memiliki kekuatan lebih besar daripada Berong pertama karena mendapatkan kekuatan dari anak I Lagaligo yang berkhianat!!! Apakah ramalan itu benar? Jika iya, mampukah 7 anak terpilih menghadapi Berong terkuat itu? Bagaimana caranya??
✨📚✨ Baca review buku lainnya di IG ku @tika_nia
Novel seri ke-2 dari Archipelagos ini terasa semakin seru! Kali ini konfliknya berlapis-lapis sehingga bukunya pun semakin tebal 😅 Menurutku, gaya penulisannya juga lebih baik. Penambahan catatan kaki di dalamnya juga sangat membantu.
Sama seperti buku pertamanya, aku menyukai beragam budaya Indonesia yang ditampilkan di sini. Aku juga selalu suka dengan kekuatan dan makhluk-makhluk fantasi di dalamnya! Benar-benar memuaskan imajinasi ✨ Recommended untuk pecinta genre fantasi yang berpadu dengan petualangan, pertarungan, persahabatan, dan sedikit romansa!
Sedikit yang kurang ku suka dari buku ini:
• Tokoh dalam buku ini sangat banyak, bahkan lebih dari 50 nama disebutkan di sini. Aku yang memang dasarnya tidak mudah mengingat tokoh jadi terdistraksi (karena harus bolak-balik menulis nama tokoh yang muncul). Padahal menurutku ada tokoh yang tidak perlu disebutkan namanya jika perannya tidak terlalu penting. Seperti Tea dan Tui, pelayan publik di Wentira yang tugasnya hanya 1x mengantar ke ruang persenjataan saja.
• Masih ada beberapa kesalahan penulisan dan kalimat tidak efektif yang bisa diperbaiki lagi.
Saranku, akan lebih menarik jika di buku selanjutnya ditambahkan Peta Nusantara lengkap dengan lokasi Archipelagos, Pararan, dan semua kerajaan yang diceritakan (Serandjana, Wentira, Dawletoo, Nemangkawi, dan Turangi) ☺️
Di tengah situasi buruk itu, ada hal buruk lainnya. Buku Serandji Nusantara telah dicuri! Ketujuh anak terpilih kembali ditugaskan. Kali ini untuk menemukan kembali buku berisi sejarah penyihir yang mengubah dunia. Tak hanya itu, buku itu bahkan pernah digunakan untuk membangkitkan kekuatan Berong, sang penyihir hitam! Mampukah mereka menemukannya?
Ditambah lagi Ramalan Bulan tak berpihak pada 7 anak terpilih. Ramalan itu mengatakan bahwa Berong ke-7 akan kembali!! Berong yang memiliki kekuatan lebih besar daripada Berong pertama karena mendapatkan kekuatan dari anak I Lagaligo yang berkhianat!!! Apakah ramalan itu benar? Jika iya, mampukah 7 anak terpilih menghadapi Berong terkuat itu? Bagaimana caranya??
✨📚✨ Baca review buku lainnya di IG ku @tika_nia
Novel seri ke-2 dari Archipelagos ini terasa semakin seru! Kali ini konfliknya berlapis-lapis sehingga bukunya pun semakin tebal 😅 Menurutku, gaya penulisannya juga lebih baik. Penambahan catatan kaki di dalamnya juga sangat membantu.
Sama seperti buku pertamanya, aku menyukai beragam budaya Indonesia yang ditampilkan di sini. Aku juga selalu suka dengan kekuatan dan makhluk-makhluk fantasi di dalamnya! Benar-benar memuaskan imajinasi ✨ Recommended untuk pecinta genre fantasi yang berpadu dengan petualangan, pertarungan, persahabatan, dan sedikit romansa!
Sedikit yang kurang ku suka dari buku ini:
• Tokoh dalam buku ini sangat banyak, bahkan lebih dari 50 nama disebutkan di sini. Aku yang memang dasarnya tidak mudah mengingat tokoh jadi terdistraksi (karena harus bolak-balik menulis nama tokoh yang muncul). Padahal menurutku ada tokoh yang tidak perlu disebutkan namanya jika perannya tidak terlalu penting. Seperti Tea dan Tui, pelayan publik di Wentira yang tugasnya hanya 1x mengantar ke ruang persenjataan saja.
• Masih ada beberapa kesalahan penulisan dan kalimat tidak efektif yang bisa diperbaiki lagi.
Saranku, akan lebih menarik jika di buku selanjutnya ditambahkan Peta Nusantara lengkap dengan lokasi Archipelagos, Pararan, dan semua kerajaan yang diceritakan (Serandjana, Wentira, Dawletoo, Nemangkawi, dan Turangi) ☺️
July 22, 2025
4 🌟. 3,75 tepatnya.
Oke, satu hal yang mau aku bilang adalah TERIMAKASIH KARENA ALURNYA SUDAH TIDAK MEMUAKKAN DAN MEMBOSANKAN SEPERTI ARCHIPELAGOS 1. Mungkin ini terkesan kasar, tapi memang rasanya ekspetasiku dihancurin banget di Archipelagos 1.
Kalaupun mau jujur, alasan kenapa aku masih baca Archipelagos 2 adalah karena buku ini hadiah seseorang yang selalu dengerin aku yapping soal buku (🌹). Kalau mau jujur, aku ga bakal beli buku ini setelah baca Archipelagos 1. Tapi ya, seenggaknya karena ini hadiah, aku bisa tau buku ini bisa nebus kesalahan-kesalahan di Archipelagos 1.
Apa aja kelebihannya?
1. Akhirnya wahai Tuhan Yang Maha Esa, engkau telah menjawab doa saya supaya Archipelagos 2 punya perkembangan cerita yang jauh lebih baik dibanding prequelnya. Pengalihan konflik dari hilangnya Buku Serandji Nusantara ke arah menyelamatkan Ayu dari 8 buronan level 5 itu udah bagus. Selain itu, secara keseluruhan, perkembangan karakternya udah mulai keliatan. Menjelang akhir, syukurlah semua orang sadar apa kesalahan mereka dari buku ke 1; CERITA 7 ORANG PENYIHIR (1 TIM BTW) YANG GAK ADA KERJASAMA SEKALIPUN KECUALI DI PERTANDINGAN TERAKHIR.
2. Finally, ADA JUGA ROMANCE YANG BENERAN DIPUSH. Akhirnya Lexan sama Nala ada dipush. Look, i don't even care about any romance in this book, but if you're gonna add it in the book, MAKE IT GOOD.
Tapi kekurangannya..
1. Lagi-lagi, TYPO. Udah keberapa kali aku nemuin typo dibuku ini. Rasanya jangan-jangan ini temanya sengaja salah lagi. Banyak kata yang editornya kelewat waktu cross check kayaknya.
2. Suasananya masih ga hidup di beberapa scene. Contoh; setelah Nyai Rondo nguamuk dan Nyai Mina berkunjung, GAADA SATUPUN PERCAKAPAN DIANTARA 7 ANAK ITU. CUMA ADA PARAGRAF DARI SISI ORANG KETIGA. Mungkin aku yang pikun, tapi walaupun ada, seingetku cuma 1-2 orang yang berbicara. Jadi aku muak banget sama suasana yang seharusnya bisa dieksplor untuk expand chemistry diantara mereka ber-7 malah disia-siain begitu aja. Same goes with that hospital scene. Look, i don't really care about you saying stuff like the technology in Wentira is great or wtv, atleast you tried explaining about it. Tapi tetep. Lexan bangun.. and.. then done? Gaada ngobrol dulu? Bahkan yang dikapal menjelang mereka mau balik ke Archipelagos itu juga aneh. Lexan barusan kena sihir kuat yang dikeluarin salah satu buronan, DIA TAHAN BADAN SENDIRI, terus dideskripsikan kalau dia gapapa tapi masih lesu/lemah, DAN DIA BALES TINJUAN TANRA??? PLOT ARMOR MACAM APA INI??
3. TANDA KUTIP. Tolong, ini siapa yang ngomongggg??????????? Gemes jadinya ngeliat tanda kutip kosong atau gaada koma/titiknya. BAHKAN AKU GA NGERTI KENAPA KAMU MAU PAKE ?! DI SUATU PERCAKAPAN KALAU KAMU CUMA MAU NGAJAK ORANG MASUK KE RUMAHMU.
"Kok nilainya masih tinggi?" Simply, because the story is atleast well written in some parts. Aku enjoy bacanya, karena aku ga dapet info dump yang tidak berguna dan justru bikin aku tydack ingat dengan apapun dari Archipelagos 1.
Okay. That's it. (Btw, aku belom baca/nonton Harpot, jadi aku kurang tau soal kemiripannya 🙏)
Oke, satu hal yang mau aku bilang adalah TERIMAKASIH KARENA ALURNYA SUDAH TIDAK MEMUAKKAN DAN MEMBOSANKAN SEPERTI ARCHIPELAGOS 1. Mungkin ini terkesan kasar, tapi memang rasanya ekspetasiku dihancurin banget di Archipelagos 1.
Kalaupun mau jujur, alasan kenapa aku masih baca Archipelagos 2 adalah karena buku ini hadiah seseorang yang selalu dengerin aku yapping soal buku (🌹). Kalau mau jujur, aku ga bakal beli buku ini setelah baca Archipelagos 1. Tapi ya, seenggaknya karena ini hadiah, aku bisa tau buku ini bisa nebus kesalahan-kesalahan di Archipelagos 1.
Apa aja kelebihannya?
1. Akhirnya wahai Tuhan Yang Maha Esa, engkau telah menjawab doa saya supaya Archipelagos 2 punya perkembangan cerita yang jauh lebih baik dibanding prequelnya. Pengalihan konflik dari hilangnya Buku Serandji Nusantara ke arah menyelamatkan Ayu dari 8 buronan level 5 itu udah bagus. Selain itu, secara keseluruhan, perkembangan karakternya udah mulai keliatan. Menjelang akhir, syukurlah semua orang sadar apa kesalahan mereka dari buku ke 1; CERITA 7 ORANG PENYIHIR (1 TIM BTW) YANG GAK ADA KERJASAMA SEKALIPUN KECUALI DI PERTANDINGAN TERAKHIR.
2. Finally, ADA JUGA ROMANCE YANG BENERAN DIPUSH. Akhirnya Lexan sama Nala ada dipush. Look, i don't even care about any romance in this book, but if you're gonna add it in the book, MAKE IT GOOD.
Tapi kekurangannya..
1. Lagi-lagi, TYPO. Udah keberapa kali aku nemuin typo dibuku ini. Rasanya jangan-jangan ini temanya sengaja salah lagi. Banyak kata yang editornya kelewat waktu cross check kayaknya.
2. Suasananya masih ga hidup di beberapa scene. Contoh; setelah Nyai Rondo nguamuk dan Nyai Mina berkunjung, GAADA SATUPUN PERCAKAPAN DIANTARA 7 ANAK ITU. CUMA ADA PARAGRAF DARI SISI ORANG KETIGA. Mungkin aku yang pikun, tapi walaupun ada, seingetku cuma 1-2 orang yang berbicara. Jadi aku muak banget sama suasana yang seharusnya bisa dieksplor untuk expand chemistry diantara mereka ber-7 malah disia-siain begitu aja. Same goes with that hospital scene. Look, i don't really care about you saying stuff like the technology in Wentira is great or wtv, atleast you tried explaining about it. Tapi tetep. Lexan bangun.. and.. then done? Gaada ngobrol dulu? Bahkan yang dikapal menjelang mereka mau balik ke Archipelagos itu juga aneh. Lexan barusan kena sihir kuat yang dikeluarin salah satu buronan, DIA TAHAN BADAN SENDIRI, terus dideskripsikan kalau dia gapapa tapi masih lesu/lemah, DAN DIA BALES TINJUAN TANRA??? PLOT ARMOR MACAM APA INI??
3. TANDA KUTIP. Tolong, ini siapa yang ngomongggg??????????? Gemes jadinya ngeliat tanda kutip kosong atau gaada koma/titiknya. BAHKAN AKU GA NGERTI KENAPA KAMU MAU PAKE ?! DI SUATU PERCAKAPAN KALAU KAMU CUMA MAU NGAJAK ORANG MASUK KE RUMAHMU.
"Kok nilainya masih tinggi?" Simply, because the story is atleast well written in some parts. Aku enjoy bacanya, karena aku ga dapet info dump yang tidak berguna dan justru bikin aku tydack ingat dengan apapun dari Archipelagos 1.
Okay. That's it. (Btw, aku belom baca/nonton Harpot, jadi aku kurang tau soal kemiripannya 🙏)
This entire review has been hidden because of spoilers.
June 10, 2025
Kalau niatnya membandingkan, kemiripan dengan HP itu ada. Buronan yang kabur, sekolah sihir tersembunyi, pelat bahu, penjemputan calon murid, permukiman yang mirip asrama dan ruang rekreasi, kementrian sihir nusantara, dan tentunya kurikulum pelajaran sihir; semuanya mengingatkan kita pada kisah sihir populer itu. Tapi, di buku 2 ini sudah tampak upaya pengarang untuk membangun kisah yang beda (walau masih ada nuansa avatar 4 elemennya) terutama pada sihir tanaman dan sihir binatang. Alurnya memang agak belibet di beberapa bagian, alias sulit untuk melihat sebuah linimasa dari sekujur novel ini tapi itu tidak mengurangi kenikmatan membacanya. Istilah-istilah yang sangat nusantara, geografi dan elemen budaya lokal juga menjadi poin plus untuk serial ini. Kalau pengarang dapat membuat alur cerita yang berdiri sendiri dengan sihir lokalitasnya, tentu seri ke 3 layak untuk dinantikan terbitnya.
June 22, 2026
After a promising start in Wizarding School in Nusantara, The Serandji Book of Nusantara feels like the moment the series truly begins to spread its wings. While the first book focused heavily on introducing the magical world of Archipelagos, this sequel dives deeper into its mysteries, lore, and larger conflicts, making the overall reading experience more engaging and rewarding.
The story revolves around the mysterious Serandji Book, an ancient artifact tied to the hidden history of the magical world. As secrets begin to unravel, the stakes become noticeably higher, and the threat that was only hinted at in the first book starts to feel much more real. The plot carries a stronger sense of urgency, pushing the characters into situations that test both their abilities and their friendships.
One of the biggest improvements from book one is the character development. While the large cast was sometimes difficult to connect with previously, several characters finally receive more meaningful growth and emotional depth here. Their relationships feel more natural, the group dynamics become stronger, and the emotional moments land better than before.
The worldbuilding remains the series' strongest asset. This time, readers get a much deeper look into the history, legends, magical artifacts, and hidden truths of Archipelagos. The lore feels richer, more layered, and far more immersive than it did in the first installment. If book one laid the foundation, book two starts building the actual castle.
That being said, some of the series' recurring issues are still present. The large ensemble cast means a few characters continue to receive less attention than others. The pacing can occasionally slow down when the story pauses to explain lore, and certain plot threads feel more like setup for future books than complete story arcs on their own.
✨ Important Points from Book One:
•Since this sequel builds directly on the first novel, it's worth remembering what Wizarding School in Nusantara established:
○Introduced the magical school of Archipelagos and its hidden world.
○Presented the seven main protagonists and their unique magical abilities.
○Established the foundations of the magic system.
○Introduced the larger threat lurking behind the scenes.
○Focused heavily on exploration, discovery, and worldbuilding.
○Served primarily as an introduction to the series rather than a high-stakes fantasy adventure.
What Worked for Me:
~Richer and more immersive worldbuilding than book one.
~Stronger character growth and relationships.
~More compelling mystery and higher stakes.
~Expands the mythology and lore of Nusantara magic.
~Better emotional moments.
~The magical-academia atmosphere remains fun and engaging.
~Makes the Archipelagos universe feel much larger and more ambitious.
☆What Didn't Quite Work:
~Still juggling too many main characters.
~Some characters remain underdeveloped.
~Pacing occasionally slows due to lore-heavy sections.
~Certain subplots feel unfinished.
~The ending feels more like a bridge to the next installment than a complete payoff.
☆Final Thoughts:
If Wizarding School in Nusantara felt like an introduction, The Serandji Book of Nusantara feels like the series finding its rhythm. The world becomes richer, the characters become more interesting, and the central mystery becomes much harder to put down. While it still struggles with pacing and character balance at times, it's a noticeable step up from the first book in almost every aspect.
This sequel delivers deeper lore, stronger character moments, and a more compelling story, making it an enjoyable continuation for readers already invested in the world of Archipelagos. It doesn't answer every question, but it definitely leaves you wanting the next book immediately.
Rating: 3.75/5 ⭐
A stronger, more confident sequel that expands the magic, raises the stakes, and proves that Archipelagos has much more to offer than its intriguing premise alone.
The story revolves around the mysterious Serandji Book, an ancient artifact tied to the hidden history of the magical world. As secrets begin to unravel, the stakes become noticeably higher, and the threat that was only hinted at in the first book starts to feel much more real. The plot carries a stronger sense of urgency, pushing the characters into situations that test both their abilities and their friendships.
One of the biggest improvements from book one is the character development. While the large cast was sometimes difficult to connect with previously, several characters finally receive more meaningful growth and emotional depth here. Their relationships feel more natural, the group dynamics become stronger, and the emotional moments land better than before.
The worldbuilding remains the series' strongest asset. This time, readers get a much deeper look into the history, legends, magical artifacts, and hidden truths of Archipelagos. The lore feels richer, more layered, and far more immersive than it did in the first installment. If book one laid the foundation, book two starts building the actual castle.
That being said, some of the series' recurring issues are still present. The large ensemble cast means a few characters continue to receive less attention than others. The pacing can occasionally slow down when the story pauses to explain lore, and certain plot threads feel more like setup for future books than complete story arcs on their own.
✨ Important Points from Book One:
•Since this sequel builds directly on the first novel, it's worth remembering what Wizarding School in Nusantara established:
○Introduced the magical school of Archipelagos and its hidden world.
○Presented the seven main protagonists and their unique magical abilities.
○Established the foundations of the magic system.
○Introduced the larger threat lurking behind the scenes.
○Focused heavily on exploration, discovery, and worldbuilding.
○Served primarily as an introduction to the series rather than a high-stakes fantasy adventure.
What Worked for Me:
~Richer and more immersive worldbuilding than book one.
~Stronger character growth and relationships.
~More compelling mystery and higher stakes.
~Expands the mythology and lore of Nusantara magic.
~Better emotional moments.
~The magical-academia atmosphere remains fun and engaging.
~Makes the Archipelagos universe feel much larger and more ambitious.
☆What Didn't Quite Work:
~Still juggling too many main characters.
~Some characters remain underdeveloped.
~Pacing occasionally slows due to lore-heavy sections.
~Certain subplots feel unfinished.
~The ending feels more like a bridge to the next installment than a complete payoff.
☆Final Thoughts:
If Wizarding School in Nusantara felt like an introduction, The Serandji Book of Nusantara feels like the series finding its rhythm. The world becomes richer, the characters become more interesting, and the central mystery becomes much harder to put down. While it still struggles with pacing and character balance at times, it's a noticeable step up from the first book in almost every aspect.
This sequel delivers deeper lore, stronger character moments, and a more compelling story, making it an enjoyable continuation for readers already invested in the world of Archipelagos. It doesn't answer every question, but it definitely leaves you wanting the next book immediately.
Rating: 3.75/5 ⭐
A stronger, more confident sequel that expands the magic, raises the stakes, and proves that Archipelagos has much more to offer than its intriguing premise alone.
This entire review has been hidden because of spoilers.
October 8, 2024
Kembali mengikuti petualangan Nala (penyihir api dari suku Jawa), Ayu (penyihir tanaman dari Bali), Sanja (penyihir binatang dari suku Dayak), Tanra (penyihir air dari suku Bugis), Bastian (penyihir udara dari suku Batak), Drio (penyihir tanah dari Papua), dan Lexan (penyihir senjata dari Maluku).
Liburan sekolah kali ini berbeda bagi Ayu, Nala, dan Sanja. Nala tak bisa pulang ke rumah karena sudah dikuasai oleh bibinya, Sanja tidak memiliki siapa-siapa lagi. Atas kebaikan hati keluarga Ayu, keduanya menghabiskan liburan di rumah Ayu.
Kebetulan sekali, mereka berkesempatan mengunjungi pelantikan ayah Ayu sebagai pejabat di Kementrian. Kesempatan tersebut sekalian menjadi acara piknik mereka. Malangnya, dalam kebahagiaan itu, 12 tahanan kabur dari penjara bawah tanah Serandjana hingga berujung pada hilangnya buku Serandji Nusantara yang dicuri membuat ketujuh anak terpilihharus menghadapi bahaya besar dalam upaya menemukan buku tersebut.
Jika pada buku pertama bisa dikatakan tokoh utamanya adalah Nala, pada pada buku kedua yang mendapat porsi lebih adalah sosok Ayu. Jangan-jangan bakalan ada 7 buku dengan tiap anak menjadi tokoh dalam setiap bukunya.
Ketika disebutkan tentang sebuah Kerajaan Serandjana di Kalimantan langsung membuat saya teringat pada kota misterius Saranjana, kota gaib dari Pulau Kalimantan.
Urusan mirip HP, jelas masih terasa he he he.
Liburan sekolah kali ini berbeda bagi Ayu, Nala, dan Sanja. Nala tak bisa pulang ke rumah karena sudah dikuasai oleh bibinya, Sanja tidak memiliki siapa-siapa lagi. Atas kebaikan hati keluarga Ayu, keduanya menghabiskan liburan di rumah Ayu.
Kebetulan sekali, mereka berkesempatan mengunjungi pelantikan ayah Ayu sebagai pejabat di Kementrian. Kesempatan tersebut sekalian menjadi acara piknik mereka. Malangnya, dalam kebahagiaan itu, 12 tahanan kabur dari penjara bawah tanah Serandjana hingga berujung pada hilangnya buku Serandji Nusantara yang dicuri membuat ketujuh anak terpilihharus menghadapi bahaya besar dalam upaya menemukan buku tersebut.
Jika pada buku pertama bisa dikatakan tokoh utamanya adalah Nala, pada pada buku kedua yang mendapat porsi lebih adalah sosok Ayu. Jangan-jangan bakalan ada 7 buku dengan tiap anak menjadi tokoh dalam setiap bukunya.
Ketika disebutkan tentang sebuah Kerajaan Serandjana di Kalimantan langsung membuat saya teringat pada kota misterius Saranjana, kota gaib dari Pulau Kalimantan.
Urusan mirip HP, jelas masih terasa he he he.
December 17, 2025
Seriusan, aku nyesel banget beli langsung semua bukunya tanpa baca buku pertama dulu. Aku udah coba cari cari apa yang bisa kusukai dari seri ini tapi gak nemu! Gak ada karakter yang membekas. Gak ada plot yang terngiang. Adanya apa? Hal hal yang gak penting!
August 16, 2026
Keren bgt bisa kepikiran cerita semagis ini dengan ciri khas Indonesia! Akhirnya kapal Nala x Lexan dan Ayu x Tanra berlayar. Ga sabar buat baca buku ketiga nya
November 14, 2025
Adalah pokoknya
July 18, 2025
3.5 ⭐️
I still quite like it and believe it can be more than this, it just the execution especially the writing is just not doing it. It literally do not do justice to the whole book (idea and concept).
I still quite like it and believe it can be more than this, it just the execution especially the writing is just not doing it. It literally do not do justice to the whole book (idea and concept).
Displaying 1 - 9 of 9 reviews









