China is the world's biggest market for cigarettes. By 2020, 300 million Chinese will be elderly. By 2010, China will have 7 of the world's biggest shopping malls. This book is an invaluable asset for corporate planners and strategists, futurologists, and anyone developing business in Asia as Backman provides an essential map for Asia's future.
Michael Backman is an Australian-born writer who now resides in London. Much of his writing relates to Asia’s economies, business, culture and politics.
membuka wawasan kita mengenai ekonomi asia secara umum ditahun akan datang, beberapa tulisannya memang benar telah kita rasakan saat ini. saya kira kita perlu baca lebih banyak hal2 semacam ini.
Buku ini bercerita tentang masa depan beberapa negara Asia Timur (Jepang dan Korea), Asia Tengah (China), Asia Tenggara (Singapura, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Burma) dan Asia Selatan (India).
Dari sisi ekonomi, prediksi dari penulis antara lain: • Cina akan menjadi raksasa ekonomi dunia bersama Jepang, Singapura dan Korea. • India, Vietnam, Thailand dan Burma akan mengalami pertumbuhan ekonomi cukup pesat dengan dasar agraris dan yteknologi. • Konglomerat Cina dan India akan melakukan ekspansi besar2an ke berbagai belahan wilayah lain khususnya Afrika untuk bidang energi, mineral dan konstruksi. Kebijakan pemerintah Cina yang menutup mata terhadap suap, mendukung ekspansi ke afrika yang sebagian besar pemerintahnya korup. • Banyak orang Cina akan menjadi wisatawan dan sebaliknya Cina juga akan menjadi daerah tujuan wisata favorit. • Singapura akan menjadi tempat pencucian uang dan penyimpanan harta haram karena Pemerintah Singapura menutup mata terhadap praktek kotor korupsi di negara lain. • Cina dan Singapura akan menjadi laboratorium kesehatan karena membolehkan praktek-praktek riset penemuan obat dengan menggunakan binatang dan manusia (kloning dll). • Thailand, Singapura, Malaysia dan China menjadi daerah tujuan untuk pengobatan yang murah dan berkualitas. • Indonesia dan Malaysia akan mengalami keterpurukan karena pengurasan SDA dan praktek korupsi serta “rasialisme ekonomi” (di Malaysia) • Kebutuhan energi yang sangat tinggi akan membuat pengembangan energi nuklir merebak di Asia.
Beberapa masalah di bidang kependudukan dan aspek lainnya adalah: • Semakin minimnya ketersediaan air bersih karena kerusakan lingkungan dan bertambahnya populasi. • Semakin menipisnya jumlah penduduk usia produktif di Cina, Jepang dan Korea karena adanya kebijakan pembatasan jumlah anak. • Adanya surplus kaum laki-laki di Cina dan Korea karena jumlah kelahiran anak perempuan relatif kecil. • Banyak orang Cina belajar bahasa Inggris sehingga cIna akan menjadi negara dengan penutur bahasa Inggris yang cukup besar. Meski demikian Cina dan India akan mengalami masalah SDM karena kualitas pendidikan yang terbatas. • Angka perceraian dan keretakan rumah tangga semakin tinggi krn kemandirian ekonomi kaum perempuan • Batas negara menjadi semakin tipis karena angka migrasi antar negara yang cukup tinggi.
Secara umum buku ini mudah dipahami dan alurnya sederhana. Meski demikian buku ini hanya mengupas sebagian kecil negara Asia saja dan hanya beberapa aspek ekonomi dan kependudukan secara umum... Jadi para pembaca jangan terlalu berharap banyak akan memperoleh gambaran utuh berbagai sektor dan seluruh kawasan Asia di masa depan....
Asia Future Shock takes a facts and case study approach on some of the opportunities and crises facing Asian businesses and economies in the future.
The topics are focused, relevant and fact-based. Often they are infused with the author's personal commentary. Opportunities and crises are identified for each issue and conclude with some highlights points for case study and scenario analysis.
The writing is also focused with topics simplified and interrelated. In many instances Asian economies in relation to one another and the rest of the world have circumstances that can lead to the cause of or trigger decisions with a domino-like effect. I found some of the outcomes predicted to be feasible and expected, while some were bolder.
The book was a useful, thought-provoking and interesting read.
Over-optimism itu sama bahayanya dengan pesimism. Itu mungkin pesan yang ingin disampaikan oleh Backman terhadap orang-orang asia dan orang-orang yang punya urusan di asia. Harapan besar yang diberikan kepada Asia untuk menjadi "masa depan dunia", jangan sampai membuat kita lupa akan masalah-masalah yang masih tersisa di negara-negara Asia. Mulai dari masalah demografi, kesehatan, SDM, militer, hingga korupsi.
Sebagai warga Indonesia, salah satu bagian paling menarik adalah tulisan berjudul "Apakah Indonesia punya masa depan?" Dalam tulisan tersebut Backman sepertinya ingin mengungkapkan bahwa Indonesia tidak punya masa depan akibat korupsi yang begitu mengakar dan cadangan minyak serta gas yang makin menipis. Menyedihkan yah? Jelas, ini PR kita bersama.
Talking about how will ASIA face in the future, Backman have the answers. In this book you will heard even the most inconvenience truth about your own country. He took all the variable from all aspect (past and present), put it in as one ingredients and predict the future based on it. even though the future is an unpredictable one.
Buku yang membincangkan ruang lingkup dunia Asia dengan pelbagai sifir, graf, impak dan masa depan Asia. Bicaranya tidak dapat dipisahkan dengan isu-isu alam sekitar, politik, korupsi dan gelojak sosial yang tidak ditangani sebaiknya. Karya ini merupakan buah tangan Michael Backman untuk para pembaca.
Analisis Backman ditulis dengan cukup menaik. Masa depan Asia memang penuh kejutan. Karena itu, negara-negara di Asia seharusnya waspada. Indonesia? Bah!