Alegori atau kiasan terhebat dalam literatur dunia paling banyak ditemukan dalam khotbah Buddha. Dalam nyaris setiap pembabaran yang disampaikan oleh Buddha dalam kurun 45 tahun, kita menjumpai kiasan. Di seluruh Tipitaka ada sekitar seribu kiasan. Komik ini dimaksudkan untuk mengenalkan dunia kiasan Buddhis yang kaya, mendalam, dan menakjubkan.
Buddha memberikan kiasan dengan maksud membuat ajaran yang sulit diketahui atau terselubung menjadi lebih mudah dipahami. Buddha memulai dari pengalaman indriawi nyata, dari berbagai peristiwa sehari-hari, yang kita lihat, dengar, dan cerap.
Buddha sangat piawai menciptakan kiasan dalam bentuk cerita, perumpamaan, atau peragaan. Inilah salah satu sebab Buddha digelari Anuttaro Purisadhammasārathi, "Pembina Tiada Tara Orang yang Menurut"