Jump to ratings and reviews
Rate this book
Rate this book
“Panggil aku: Re:!”
“Pekerjaanku pelacur!”
“Lebih tepatnya, pelacur lesbian!”

. . . . . . . .

Pertemuan dengan Re:, si pelacur lesbian, mengubah jalan hidup Herman. Semula, mahasiswa Kriminologi itu menganggap Re: sekadar objek penelitian skripsinya. Namun, yang terjadi malah sebaliknya.

Kisah hidup Re: yang berliku menyeret Herman hingga jauh ke dalam. Herman terpaksa terlibat dalam sisi tergelap dunia pelacuran yang bersimbah darah, dendam, dan airmata.

166 pages, Paperback

First published April 1, 2014

151 people are currently reading
1882 people want to read

About the author

Maman Suherman

22 books132 followers
Maman Suherman lahir di Makassar, 10 November 1965. Menempuh beragam pendidikan, namun hanya lulus dari Jurusan Kriminologi, FISIP - UI. Bertumbuh sebagai penulis selama 15 tahun (1998-2003), dari reporter hingga menjadi pemimpin redaksi di Kelompok Kompas Gramedia. Ia pernah juga menjadi Direktur Produksi hingga Managing Director (2003-2011) di Biro Iklan & Rumah Produksi Avicom.

Penggagas Panasonic Gobel Awards ini memutuskan untuk tidak berkantor lagi, dan kini menjadi "pemulung kata-kata". Sempat menjadi presenter untuk acara di KompasTV, kini ia menjadi konsultan kreatif dan No Tulen acara 'Indonesia Lawak Club' di Trans7.

Re adalah buku keempatnya bersama penerbit KPG. Sebelumnya telah terbit Matahati (2012), Bokis 1: Kisah Gelap Dunia Seleb (2012), dan Bokis 2: Potret Para Pesohor (2013).

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
534 (43%)
4 stars
501 (40%)
3 stars
154 (12%)
2 stars
26 (2%)
1 star
13 (1%)
Displaying 1 - 30 of 251 reviews
Profile Image for Aldrina.
84 reviews15 followers
March 8, 2022
I cried😭

Novel ini menceritakan tentang Herman mahasiswa semester akhir jurusan kriminologi yg lagi bikin skripsi tentang kepelacuran, dengan bantuan Re: sebagai (bisa dibilang) narasumber utamanya, Herman mengulik dunia kepelacuran sedikit demi sedikit. Namun, lambat laun Herman mulai merasa terikat dgn Re:

Jujur blurbnya menarik sih, halamannya jg ga nyampe 300, makin tertarik baca. Sepanjang ngebaca, w ngerasain banyak hal—sedih, triggered, ngeri, baru tau, kasian, senyum2—yaa macem2

Alurnya jg bisa dibilang fast paced, jd ga ngebosenin, walau isinya daily life Herman yg diselingi cerita background Re: + curhat kerjaan Re+ tpi tetep ga ngebosenin. Justru, imo, curhatan Re: yg bikin novel ini menarikk. W baru tau banyak sebutan2 internal yg artinya macem2, banyak jg kegiatan ranjang yg bikin w mikir "ha? ada yg gt?" atau ada jg pertanyaan2 yg timbul dr Herman setelah Re: cerita yg bikin w "lah iya jg ya"

Bener sih kata orang2, jdi pengen baca skripsinya
Profile Image for Fajar Partomo.
17 reviews1 follower
August 16, 2014
Sinopsis : Pertama kali direkomendasiin buat baca novel ini, saya cuman bilang, “ohh.... Re:?tentang apa?” Dengan cover yang simpel, gelap, dan menurut saya kurang menarik perhatian saya, akhirnya novel pinjaman itu melewatkan bulan puasa di rak buku kamar saya. Sampai suatu ketika akhirnya saya baca buku itu, dan.......layaknya sebuah tayangan reality show, wawancara dengan nara sumber langsung dan mengalir begitu saja. Topik yang diangkat pun agak tabu namun begitulah faktanya. Maman Suherman juga menyampaikan idealismenya sebagai seorang wartawan, dimana wartawan itu seharusnya lebih mengutamakan berita yang didasarkan pada fakta di lapangan, bukan lebih menonjolkan opini dan preferensi pribadi.

Agak nggak percaya juga ternyata novel ini diilhami dari sebuah proses penyusunan skripsi penulis, dan sama sekali tidak terasa membosankan. Dunia malam yang diceritakan pada novel tersebut memang sesuai dengan apa yang digembar-gemborkan orang: hedonisme, pemuas nafsu, dan perbuatan yang dilarang agama tentunya. Namun ada sisi lain yang kadang tak dihiraukan oleh publik, bagaimana si kehidupan sebenarnya para “aktor dan aktris” dunia malam? Apa motivasi mereka sehingga terjun ke sana? Novel ini juga menyentuh sisi humanis dari para pembaca, kita seperti diajak untuk ikut berpikir, apa sih yang akan kita lakukan jika kita berada di posisi mereka? Berposisi sebagai Re:, Shinta, Chris, atau Mami Lani sendiri. Saya sendiri sering menghela napas panjang karena ada beberapa kenyataan yang begitu sadis menurut saya.

Penulis menunjukkan keprihatinannya dengan memberikan pandangan bahwa kita juga ikut bertanggung jawab terhadap gemerlapnya dunia malam. Entah kita berposisi sebagai penggemarnya, penghujatnya, pengejarnya, atau hanya diam saja. Di akhir kisah, penulis juga menyebutkan keberhasilan polisi dalam membebaskan 28 wanita dari sebuah “tempat penampungan”. Itu baru satu. Belum yang lainnya. Masih banyak wanita-wanita lain yang bahkan jauh lebih miris daripada kisah Re: ini. Mungkin hanyalah waktu yang akan mengeskpos mereka.

Kalau bukan kita yang peduli dengan sesama, lalu siapa lagi?

Kelebihan : Bahasa jurnalis yang digunakan mudah dimengerti. Istilah-istilah yang kurang lazim baik istilah gaul, kriminologi, dan psikologi menambah perbendaharaan kata pembaca. Bagi pembaca yang suka akan kisah ber-genre detektif atau kriminal akan sangat mudah nyetel dengan kisah yang disajikan.

Konflik yang diberikan pun sebenarnya hanya mencakup kehidupan Re: saja. Fokus kisahnya pun sesuai judul yang diberikan, Re:. Kisah kasih yang tersamar, antara Herman dan Re: dapat kita rasakan juga. Mau berbicara, rasanya tidak berhak, mau bertindak, tapi tidak punya kuasa.

Banyak beberapa potongan dialog yang membuat miris hati saya, terutama pada chapter 12 peluk dia.

“Ayo samperin....” ujarku kepada Re:.
Ia diam terpaku. Air matanya meleleh.
“Kamu saja. Datangi dia, dan peluk dia,” jawabnya lirih.
“Lha, ngapain kamu kamu kemari kalau harus aku juga yang memeluknya?
“Sudah, kamu ke sana, peluk dia....Peluk dia, untukku.”
“Gue keringetan.”
"Nggak apa-apa. Ayo ke sana....”
“Gue ini pelacur....,” kata Re: nyaris tak terdengar. “Jangan sampai di tubuhnya melekat keringat pelacur. Peluk dia untukku.”


Tema yang diangkat pun menurut saya orisinil, walaupun skripsinya sendiri sudah di era tahun 80-an. Kisah ini disajikan begitu jujur, polos, tanpa kesan untuk dikasihani. Pembaca seakan ikut hanyut ke dalam manis-manis getir kehidupan Re:.

Satu lagi pesan terakhir Re: kepada Herman, menunjukkan kedekatan hubungan mereka selama ini.

Man, kalau mau ikut surgakan aku, tuntaskan skripsimu. Tulis apa adanya, kabarkan tentangku dan tentang duniaku

Peringatan : Konsumsi bacaan untuk orang-orang yang cukup umur, mengingat kontennya pun sangat polos, mengandung unsur kekerasan, dan tentu saja, dunia malam.

Saya mengapresiasi tinggi novel yang didasarkan pada penelitian penulis tersebut, 4,5 saya berikan untuk Novel Re: karangan Maman Suherman ini, silakan Anda mencoba sensasinya sendiri 
Profile Image for Awal Hidayat.
195 reviews35 followers
June 21, 2015
Saya hanya merasa perlu memberi bintang lima, untuk semuanya.

Pada suatu kesempatan, saya dapat mewawancarai khusus secara langsung Maman Suherman. Kala itu, ia diundang komunitas blog Makassar sebagai pembicara talkshow. Kami membincangkan "Re:", padahal saya sama sekali belum pernah membaca. Saya pun belum begitu mengenal Maman Suherman-Indonesia Lawak Klub bukan tontonan tetap saya. Berkat pertemuan malam itu, saya jadi dipahamkan terkait Re:, tanpa membacanya.

Saya pikir, sampai disitu cukup. Pemikiran itu menjadi berubah, saat benar-benar membuka halaman-halaman bukunya. Persepsi saya tentang sekadar buku yang diadapatasi dari skripsinya itu tak lagi sebatas itu saja. Bahwa, Maman, sejak dulu, jurnalis dengan memegang prinsip hati dan nurani. Investigasinya terkait pelacuran lesbian meski saat itu masih berstatus mahasiswa berhasil. Saya sebenarnya terhenyak, pada dasawarsa '80-an rupanya pelacuran lesbian sudah eksis. Saya tak memojokkan kaum LGBT, tidak sama sekali, hanya saja ini agak sedikit mengejutkan.

Bahasa yang ringan membuat saya tak bosan menamatkan dalam tempo kurang dari sehari. Ini prestasi, sebab akhir-akhir ini sulit sekali menuntaskan satu buku bahkan dalam waktu seminggu. Informasinya setidaknya cukup jelas untuk memahamkan pembaca, ditambah realitanya hingga sekarang di epilog. Saya tahu, buku ini tak semuanya fakta, tak pula benar-benar fiksi. Kang Maman membocorkannya. Dari wawancara sebelumnya, "Utamanya dengan sosok Re. Saya ingin memberikan sedikit warna imajinatif, dan saya selalu merasa berdosa kepada Re karena penggambarannya kadang tidak sesuai dengan fakta yang ada. Jadi harus betul-betul mengawinkan imajinasi dengan fakta. Penerbit saya cukup detil supaya ada yang dihilangkan, dimunculkan, atau pun dipindahkan."

Membaca buku ini saat sedang masih berpuasa, rasanya saya berdosa, dengan beberapa bagian yang sedikit "porno". Namun saya mengingat kata Maman saat wawancara dulu, "Saya ingin mengungkapkan kebenaran dari cerita. Silakan mengungkapkan dengan cara kita. Yang penting adalah dari awal niat kita baik, saya buat 'Re:' dengan apa adanya. Kalau saya mau, saya jual-jual aja dengan cerita seksnya, pasti lebih laku."
Profile Image for jian..
77 reviews6 followers
November 19, 2021
Eksekusi ending-nya menurutku bisa lebih nendang lagi. Tapi mungkin karena novel ini diangkat dari penelitan skripsi sang penulis, jadinya endingnya emang seperti itu adanya #sotoy. Novel ini page turning sekali, aku setiap berhenti selalu balik buat baca lagi, karena emang topik yang diangkat penulis sangat menarik buat aku.

Latar waktu yang digunakan dalam novel ini, yaitu kehidupan di tahun 80an. Aku sedikit kaget dengan fakta bahwa kehidupan seperti ini telah lama ada, bahkan sebelum aku lahir. Dan hingga hari ini, aku yang udah memasuki usia yang dewasa pun melihat bahwa kehidupan yang seperti ini semakin marak.

Yang aku suka dari novel ini selain topik yang diangkat, aku juga suka bagaimana penulis menuangkan ceritanya sangat mengalir dan membuat aku tidak bisa berhenti membaca. Gaya menulisnya pun menurutku terkesan santai, namun tetap lugas dan rinci. Aku cuma menyayangkan kenapa endingnya dibuat menggantung :<

Aku jadi dapat banyak pengetahuan baru mengenai kehidupan penjaja seksualitas ini. Banyak hal-hal yang bikin aku juga semakin sadar dan membuka mata mengenai mereka. Ada beberapa bagian yang buat aku menangis dan sakit hati. Imagine how hard their lives used to be? Even now. But, overall this book worth to read!
Profile Image for Khaira.
34 reviews19 followers
September 28, 2021
4.5/ 5⭐

Mengangkat tema prostitusi, terlebih prostitusi LGBT yang masih sangat tabu di Indonesia, novel ini cukup membuat Saya mengalami culture shock saat membacanya. Tapi, harus Saya akui juga kalau buku ini bagus!

Ditulis dari sudut pandang orang pertama, Kita diajak menelusuri sisi gelap dari dunia malam ibu kota (tahun 80-an) yang brutal dan kehidupan PSK yang lekat dengan stigma negatif di  masyarakat, tapi ternyata masih memiliki sisi lembut dan latar belakang yang sangat kompleks. Mengingat ceritanya diangkat dari skripsi penulis, maka tidak heran jika novel yang tidak sampai 200 halaman ini mampu memberikan fakta tentang dunia prostitusi dan sedikit pengetahuan baru bagi pembaca awam seperti Saya mengenai ilmu kriminologi yang penulis tekuni. Gaya penulisannya tidak membosankan dan enak dibaca sehingga buku ini bisa Saya selesaikan dalam sekali duduk.

Sebelum membaca, perhatikan rating 18+ yang tidak hanya jadi peringatan bagi pembaca di bawah umur, tapi juga peringatan bagi pembaca yang mungkin tidak nyaman dengan muatan konten prostitusi, kekerasan, darah.
Profile Image for Teguh.
Author 10 books334 followers
June 19, 2014
Jujur aku tidak berniat membeli buku ini. Tetapi beruntungnya buku ini free dari penerbit, karena hadiah aku nulis resensi.

Sempat agak takut membaca buku dengan jumlah kata-kata berbau cabul berceceran di mana-mana. Trauma berat abis baca kumcer Djenar, SAIA. Tetapi meski tidak bisa dianggap memuaskan, tetapi buku ini cukup menghibur dan membawa prespektif baru. Bahwa ada pelacuran lebian, deviasi antara 1-6 untuk kelas-kelas kecenderungan seksual seseorang. Dan adanya pembunuhan di pelacuran.

Novel ini berkata jujur, meski kuyakin juga ada bagian2 imajinasi penulis dan memfiksikannya. Tetapi karena berangkat dari skripsi Maman, jadi kuyakin data dan kejadiannya adalah nyata.
Namun sayangnya, menurutku, novel ini lebih pantas disebut reportase saja ketimbang novel. Karena masih sangat kaku dan kurang mendalam mengelola konflik. Jadi mirip cerita-cerita Maman bersinggungan dengan para pelacur.

Tetapi overall menghibur dan tidak bikin aku eneg!
Profile Image for Zulfy Rahendra.
284 reviews76 followers
February 13, 2018
Bukannya jelek sih. Kalo diliat secara novel ini diangkat dari skripsinya penulis, malah bisa dibilang berhasil buat saya. Sama sekali ga bosenin, ga terkesan kayak laporan. Engga too-much-information. Pas lah.



Hanya saja........




Ini soal selera dan kebiasaan mungkin. Saya yang terbiasa baca fantasi anak, lalu baca novel 18+ begini, kayak mengalami culture shock. ((( APAAN )))

Banyak kalimat dan deskripsi bikin-canggung-dan-risi-dan-aduh-dosa-ga-sih-baca-ini-pas-bulan-puasa (kemudian saya inget dengan sedikit rasa syukur bahwa saya ga puasa).

Mungkin karena saya masih risih sama hal kayak gini, mungkin karena buat saya hal semacam begini masih tabu buat diomongin, mungkin karena saya malu, mungkin karena rindu, mungkin karena sayang kamu, mungkin karena kamu kemana sih, aku kangen...


Sudahlah. Makin ngawur.
Profile Image for Molin.
762 reviews
January 17, 2021
"Nggak pedas ya...?"

"Nggak lah, ada yang lebih pedas dari ini. Hidup!"

----#----

Gila.
GILA.
Mau baca skripsi nya boleh gak sih? Penasaran sekali 😭🙏🏼

Enggak ada bosan-bosannya baca buku ini, terus sedih sama akhirnya..

MAU BACA SKRIPSI NYA DONG 😭😭
Profile Image for isaiah.
157 reviews
August 13, 2022
wow, what a rollercoaster ride it has been. but the ending wasn't that good to me.

knowing that this novel has its own series, mungkin di buku kedua, ending-nya bakal lebih memuaskan. also, i found some typo errors, and it kinda bothered me.

yah, nggak ngaruh ke esensi ceritanya sih. i still love the storyline as well.
Profile Image for teresa .
54 reviews40 followers
January 3, 2024
"Jangan sampai di tubuhnya melekat keringat pelacur. Peluk dia untukku"

nangis banget waktu baca bagian ini :) bingung mau komen apa tentang ini buku tapi yang jelas bukunya bikin saya terbelalak mulu
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for NAbE.
44 reviews7 followers
August 8, 2022
Wow…
Jujur, ceritanya sangat menarik, dan riset penulis tentang ini patut diacungi jempol😀👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Profile Image for Kursi Seimbang.
175 reviews22 followers
September 9, 2021
3.5/5 | Mengerikan. Buku ini mengungkapkan apa yang terjadi dan apa yang menjadi topik sensitif di Indonesia: pelacuran. Mengisahkan Re: (ya, dengan titik dua seperti itu) yang merupakan seorang pelacur lesbian. Kesehariannya, bagaimana kehidupan melelahkan yang ia jalani, juga bagaimana bahaya selalu menghantui. Menyeramkan.

Di sini dipaparkan alasan-alasan dan sudut pandang yang unik tentang pelacuran. Uang, kepuasan sesaat, terpaksa karena keadaan, semua orang memiliki kisahnya sendiri.

Apakah lantunan ayat-ayat suci yang kutujukan untuk keselamatan seorang pelacur yang sedang merenda dosa, akan didengar dan di'ijabah' olehNya?


Selama membaca Re:, hatiku hancur banget. Terutama di bagian terakhir, di mana ada surat dan pemakaman juga kisah yang terungkap. Buku ini keren banget pokoknya. Salut dengan pengarang yang bisa mengemas Re: seapik ini.
Profile Image for gloria.
90 reviews9 followers
February 2, 2021
trigger warning: gore, violence, prostitution

'...Bagaimana ia dicemooh dan dihina masyarakat tiada henti karena ia seorang pelacur. Padahal, ia menyabung nyawa setiap malam demi menghidupi anak-anaknya setelah ditinggal pergi suaminya begitu saja'

Pernahkah kalian melihat dunia seperti selayaknya para pelacur? Hidup ditengah-tengah dunia yang kontra dengan keberadaan kalian, dipandang tidak lebih dari sebuah masalah dan penyakit masyarakat, sepertinya hidup memang berjalan seperti bajingan untuk Re: salah seorang pelacur lesbian. Awalnya Re: hendak dijadikan subjek penelitian skripsi oleh Herman, namun semakin mengikuti kehidupan Re; Herman lebih dalam melihat kenyataan kelam kehidupan para Kupu-Kupu Malam.

Serasa seperti ditarik beberapa dekade belakang, aku sangat mengagumi gaya penulisan Maman Suherman. Kisah yang begitu jelas dan padat, mungkin dipengaruhi oleh fakta bahwa kisah diangkat langsung dari skripsi. Kehidupan malam yang dijelaskan secara eksplisit menjadi kacamata bagiku melihat bahwa begitu kurang terlihat dipermukaan sisi gelap dari dunia pelacuran yang ternyata bisa bersimbah darah.

Sangat aku rekomendasikan untuk dibaca selama kalian tidak apa-apa dengan trigger warning diatas!

"Korupsi, kriminalitas, pelacuran, radikalisme remaja dan lain-lainnya, adalah masalah sosial yang ditimbulkan oleh berbagai ketimpangan masyarakat. Para ahli menyebutnya sebagai Penyakit Masyarakat atau ‘Patologi Sosial". Aneh... koruptor dan pelacur menurut buku itu berada dalam 'level' yang sama, tetapi mengapa nasib mereka di tengah masyarakat bagai bumi dan langit?"
Profile Image for Nad..
188 reviews18 followers
November 5, 2020
"Ah doa dari orang nista kayak aku mana mungkin didengar"

Salah satu kutipan yang menggambarkan tentang buku ini. Melihat kehidupan pelacur dari sudut pandang lain, fenomena yang luput dari sorotan publik.

Latar belakang terbentuknya buku ini waktu penulisnya ngerjain skripsi seputar kriminologi jadi percaya-gak percaya ternyata masih banyak orang-orang yang menjalani hidup seperti Re:

Bukunya singkat tapi penuh makna. Jangan lupa perhatiin trigger warningnya sebelum baca.
Profile Image for owlshell.
64 reviews10 followers
June 19, 2024
Rate ; 4.3/5

Tidak bisa berkomentar banyak tentang bagusnya buku ini.

Man,
Kalau mau ikut surgakan aku,
tuntaskan skripsimu.
Tulis apa adanya, kabarkan tentangku
dan tentang duniaku. -hal.153
Profile Image for Chels.
181 reviews3 followers
December 24, 2025
Sesuai label di belakang cover, novel ini menyajikan dunia dewasa versi keras. Konflik nilai dan moral dalam keluarga mengantarkan seorang perempuan pada kehidupan gelap: pelacuran. Keseharian Re: diungkap oleh Maman secara detail. Aktivitasnya sebagai wanita tuna susila diungkap tanpa malu-malu. Semua disingkap tanpa sensor. Kekerasan verbal maupun fisik, aktivitas seksual, pembunuhan diuraikan dengan sangat jelas sehingga membuat bergidik ngeri.

Sesuai yang disampaikan penulis, isi novel ini masih relevan hingga kini. Kemiskinan memaksa individu menjalani pekerjaan seadanya, bahkan yang merugikannya. Semua itu tak lepas dari kekurangan pemerintah yang tak sigap dan justru memanfaatkan area ini. Kesempatan hidup layak yang sulit dicapai individu karena tidak ada atau kurangnya peran pemerintah ini memaksa mereka, salah satunya, menjadi pelacur. Uang tak seberapa yang didapat untuk menyambung hidup itu mendapat ganjaran berupa label dan pandangan rendah masyarakat. Begitu pun keresahan dalam novel ini: “Korupsi, kriminalitas, pelacuran, radikalisme remaja dan lain-lainnya, adalah masalah sosial yang ditimbulkan oleh berbagai ketimpangan masyarakat. Para ahli menyebutnya sebagai Penyakit Masyarakat atau ‘Patologi Sosial’. Aneh…Koruptor dan pelacur menurut buku itu berada dalam 'level' yang sama, tetapi mengapa nasib mereka di tengah masyarakat bagai bumi dan langit?” (halaman 101).

Tak hanya pelacuran dari kalangan bawah, Maman membuka mata bahwa hal ini terjadi pula di lingkaran kelas atas sesuai petunjuk dosennya: “Ia ingin aku tidak terjebak pada kesimpulan stereotipe bahwa pelacuran adalah buah dari kemiskinan. Ternyata ada juga perempuan ternama yang terbiasa naik mobil mewah, punya rumah besar di daerah elit, menjabat sebagai direktur di perusahaan masih juga menjual diri.” (halaman 127).

Tak hanya itu, pembaca diperkenalkan dengan kriminologi dan istilah-istilah di dalamnya. Dengan kata lain, novel ini mengajak pembaca masuk ke dunia pelacuran sekaligus kriminologi. Isu yang disajikan menarik. Bukan hanya menyorot heteroseksual, melainkan juga homoseksual dan biseksual.

Aku cukup menikmati novel ini walau sikap agresif dan doyan marah Re: terkadang membuatku lelah. Namun, kasus-kasus yang ada dalam novel ini, seperti kematian Sinta, tidak diusut secara tuntas (kukira Maman akan membedah kasus ini hingga tuntas). Jadi, ketika menuntaskan Re:, aku merasa bagaikan membaca kalimat yang tidak ada predikat alias belum lengkap dan mengganjal.
Profile Image for Meta Morfillah.
667 reviews23 followers
April 5, 2021
Judul: Re:
Penulis: @kangmaman1965
Penerbit: @penerbitkpg
Dimensi: vi + 160, 13.5x20 cm, cetakan keempat Oktober 2016
ISBN: 9786026208316

Awal baca #novel #dewasa ini tidak ada ekspektasi gitu, sih. Cuma mikir bosenin gak ya, dengan tema penjaja seksualitas, sebab biasanya yaa jadi sastra 'basah' gitu. Malas aja. Tapi, gak mau numpukin bacaan. So, baca dengan netral deh.

Eh, ternyata menarik banget! Cuma 30 menit buku ini langsung ludes kulahap. Gaya bercerita Kang Maman disertai konflik serta wawasan dunia malam yang begitu tabu membuatku terkejut-kejut sambil istighfar bacanya.

Novel ini sendiri berangkat dari #skripsi penulis saat kuliah jurusan #Kriminologi di FISIP UI. Membahas tema pemerasan dalam kepelacuran lesbian. Setting tempatnya itu loh, banyak banget di Tanah Abang, tahun 1989. Pantesan dulu, temanku pada takut kalau kubilang tinggal di sana. Ternyata se-dark itu ya kehidupan sekitarku. Tapi memang aku merasa biasa aja, sih. Walau fenomena yang diceritakan dalam novel ini pun nyata wujudnya di kehidupanku. Mungkin balik lagi ke kita, mau jadi positif atau negatif.

Sedihnya adalah endingnya, tetap tak diketahui siapa pelaku #pembunuhan tokoh utama dan teman-temannya, disertai alasannya. Meski ada clue, tapi tersirat sekali. Hati rasa mencelos, bagaimana pun dosanya, mereka tetap manusia.

Banyak sekali istilah yang menambah wawasanku tentang dunia malam serta didasari penelitian dari sumber skripsinya. Bahwa ternyata tidak hanya ada penjaja seks wanita, tapi juga ada pria, banci, dan sesama. Jadi kaget juga dengan jurusan kriminologi ini.

Tidak ada quotes yang bisa ditambahkan. Sebab novel ini lugas, gaya jurnalis, tapi asyik dan mengalir ceritanya. Bukan puitis.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#reviewbuku #resensibuku
Profile Image for Fhia.
497 reviews18 followers
July 24, 2022
K.E.R.E.N!
Awalnya aku pikir ini novel biasa. Ternyata ini pengalaman hidup penulis ketika bikin skripsi tenteng dunia pelacur. Bukan pelacur biasa, tapi pelacur lesbian dan lingkungannya. Novel ini, terinspirasi dari proses pembuatan skripsi tersebut. Saya pun baru menyadari bahwa novel ini ketika Re:, alias Rere, tokoh utama memanggil 'Man' yang merupakan nama penulis.
Hal ini dijelaskan oleh penulis di bagian epilog.
Alur cerita cukup cepat dan gaya penulisan santai, memberi kesan ceritanya cukup ringan. Padahal, selain karena memang ditujukan untuk 18+, ya mesti mikir juga sih. Ada beberapa kosa kata yang baru aku tau dari buku ini.
Cukup menyesal kenapa baru baca buku ini sekrang sik! Dulu sempat tertarik, tapi maju mundur terus untuk memilihnya. Jadi pengen baca series berikutnya: peREmpuan.
Profile Image for Lala.
128 reviews46 followers
March 18, 2021
Novel ala-ala reportase yang berangkat dari penelitian skripsi? Menarik. Membahas dunia pelacuran, pelacuran lesbian pula? Menarik. Awal baca cuma iseng, ternyata aku jadi tenggelam dengan tulisan Maman Suherman ini.

Cara berceritanya asyik, nggak membosankan, nggak kaku apalagi monoton. Sesekali, buku ini diselipi ilmu dan istilah mengenai kriminologi, sesuai background sang penulis.

Kisah ini berpusat pada pengalaman si “aku” alias si penulis, yang tengah mengumpulkan data skripsi dengan terjun nyebur ke dunia pelacuran buat dapetin data-data, di situ dia kenal Re: dan dunia malamnya.

Hanya saja, ada trigger warning (gore, violence, prostitution). Serta, banyak banget kalimat & penggambaran eksplisit (18+) di buku ini. Warning nggak cuma berlaku buat yang di bawah umur, tapi buat yang sedikit kurang nyaman juga dalam membacanya, seperti aku contohnya. 🌝

Di sini kamu bisa tahu fakta-fakta dan keras dan kejamnya dunia pelacuran di ibukota tahun 80an. Ada juga kisah personal Re: supaya kamu bisa lebih memahami dan mendalami hati dan pemikirannya, serta apa yang telah dialami sepanjang hidup, hingga membuatnya ada di tempat yang dipijaknya kini.

Percaya nggak percaya pas baca buku ini, tapi nyatanya emang kehidupan kayak gitu ya... ada..

3,4 🌟 untuk Re: karya Maman Suherman.

Aku baca versi buku digital di Ipusnas.
Profile Image for Laven.
347 reviews14 followers
July 13, 2022
Jujur, mungkin ini adalah novel yang punya bahasa paling blak-blakan yang saya punya. Bukan pula buku pertama yang saya baca dan mengandung unsur lgbt+. Entah berapa kali ulu hati rasanya tercubit ketika membaca buku ini, sembari menggigit bibir karena menahan tangis.

Rasanya tidak bisa berkomentar terlalu banyak tentang buku ini. Terlebih setelah tahu bahwa buku ini diangkat dari penelitian (skripsi) penulis sendiri, sedih rasanya ketika selesai membaca buku ini dan teringat, bahwa setelah puluhan tahun berlalu permasalahan ini, keadaan sosial ini masih ada dilingkungan sekitar.
Profile Image for Kai.
84 reviews2 followers
January 14, 2024
Maman Suherman berhasil menghadirkan kisah dengan baik dan menyelipkan kritik sosial tanpa memberikan penilaian langsung terhadap gelapnya dunia prostitusi di Jakarta. Pembahasan tentang isu agama dan hakikat kehidupan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada pembaca. Keaslian ceritanya turut membuat saya meringis selama ikut menyelami kehidupan pelacur lesbian bernama Rere ini.
Profile Image for Benji.
32 reviews
May 19, 2024
BATAS UMUR PEMBACA (+) 21thn.

Sebuah bacaan ringan yang dituturkan dengan baik dan rapi. Namun bertemakan hal yang mungkin tabu bagi sebagian orang. Mendalami kisah hidup seorang pelacur, bagaimana mereka diperbudak dan dimanfaatkan, disisihkan dari lingkungan sosial. Tidak ada tempat yang dirasa pantas untuk dirinya berpijak. Penulis membawa isu dengan lugas dan tidak berlebihan. Memiliki pesan mendalam soal perempuan.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for keen.
37 reviews1 follower
January 12, 2023
Aku jadi mengetahui banyak hal dari novel ini, yaa berdasarkan hasil riset untuk skripsi sih ya. Membuka pikiranku seberapa kejam dunia luar. Pelacur juga manusia yang harus dimanusiakan, nggak "sejijik" yang kita anggap itu lho mereka itu :)
Profile Image for Leni.
31 reviews2 followers
January 23, 2024
Apik sekali kang Maman dalam menuliskan kata-kata. Semuanya terasa mengalir begitu saja, membuat saya menamatkan buku ini dalam sekali baca.

Realita yang dituliskan berkali-kali membuat nafas saya tercekat, perih sekali membayangkan potret kehidupan yang dituliskan.
Profile Image for riizukiii.
120 reviews19 followers
January 3, 2021
Membaca buku ini membuat hati rasanya diremas-remas. Sebuah karya yang akan membuka perspektif baru dalam memandang kehidupan.
Profile Image for paye.
17 reviews1 follower
April 5, 2022
definitely worth my time. although i wanted to see more about the ending but just found out that its based on a true story so.. rest in peace, rere.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Nabilah S.
173 reviews1 follower
March 19, 2024
Sedih bgt sama ceritanya. Kupikir ini cuman terjadi dalam novel tapi ternyata emang bener😭
Bukunya enak dibaca, alurnya mengalir, emosinya juga dapet. Tapi ntah menurutku masih ada aja yang kurang.
Displaying 1 - 30 of 251 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.