Jump to ratings and reviews
Rate this book

Bandar: Keluarga, Darah, dan Dosa yang Diwariskan

Rate this book
Hidup adalah serangkaian persimpangan. Setiap keputusan yang kau ambil membawamu ke situasi berikutnya. Suka atau tidak, itulah yang kaudapatkan. Lalu kehidupan pun berlanjut, dan kau dibenturkan pada persimpangan baru.

Dewi tak pernah menyangka hidupnya sebagai perempuan kerap ditentukan kehendak banyak laki-laki, entah bapaknya, orang yang merenggut kegadisannya, bahkan suami-suami yang dia nikahi. Ketika tiba saatnya dia yang memegang kendali, giliran anak-anaknya yang akhirnya terjerumus ke lubang hitam.

Parlan, cucu Dewi, berharap memiliki kehidupan selain kehidupan yang dikenal keluarganya turun-temurun selama ini: sebagai bandar ganja. Tapi dia pun akhirnya dihadapkan pada persimpangan celaka itu: menjadi ahli waris bisnis keluarganya kendati hati kelesah, atau meninggalkan kerajaan yang sudah melewati sejarah panjang air mata dan darah.

304 pages, Paperback

First published May 8, 2014

16 people are currently reading
164 people want to read

About the author

Zaky Yamani

21 books40 followers
Zaky Yamani was born in Bandung City, July 27th 1978. He worked as a journalist and editor for the Pikiran Rakyat daily from 2002 until 2016. He graduated with an MA in Journalism from Ateneo de Manila University assisted by a scholarship from the Konrad Adenauer Asian Center for Journalism (2006 - 2008). Zaky also writes fiction, in the form of novels and short-stories.

Books published include Johnny Mushroom and Other Stories (2011), Thirst in the Water Field (2012), Coffee-bitter Comedy (2013), Bandar: Family, Blood, and Inherited Sins (2014), and Running Amok (2016). All of his books were written in Indonesian language

In 2008, Zaky received the Developing Asia Journalism Award in Tokyo, Japan, for his investigative report about water in Bandung City. Then in 2009 he received the Adiwarta Award (Indonesia’s journalism award) for his investigative reports on Indonesia’s foreign debts. In 2010 he received a Mochtar Lubis Fellowship to write about water. The book was published with the title Thirst in Water Fields. Again in 2012 he received the Adiwarta Award for his in-depth article about graffiti.

His first novel, Bandar: Family, Blood and Inherited Sins, was long-listed for the 2014’s Kusala Sastra Khatulistiwa (a national award for fictional works in Indonesia). In 2015 he was invited to the Ubud Writers and Readers Festival in Bali. Zaky will publish a collection of novelletes titled Kepada Assad Aku Menitip Diri (To Assad I Entrusted Myself) in 2017.

Zaky is also working on a new novel, a historical romance with fifteenth century Indonesia and Portugal as background. For this novel, Zaky joined the residency program organized by National Book Committee. He will be conducting research in Portugal.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
39 (20%)
4 stars
71 (37%)
3 stars
71 (37%)
2 stars
9 (4%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 34 reviews
Profile Image for Ann.
87 reviews17 followers
February 27, 2021
Saya punya judul yang juga tak kalah tepat dari judul aslinya. Bandar: Ketika Kemiskinan Struktural Menjerat Nasib Manusia.

Tokoh sentral dalam novel ini adalah tiga generasi dari keluarga Dewi, sehingga cerita bergulir dari zaman pemberontakan DI, orde baru, hingga reformasi. Sebuah balutan cerita historis yang apik.

Alur novel berjalan cepat dan padat, rasanya seperti dibawa hanyut menonton film blockbuster. Dibuka dengan kerasnya kehidupan Gang Somad, gang kecil di kota Bandung, cerita berkembang menjadi lebih pelik seiring berjalannya waktu. Bahkan lebih gelap dan lebih kejam dari yang saya bayangkan. Jerat kemiskinan membawa tokoh-tokoh dalam novel berurusan dengan pembunuhan, sindikat narkoba, dan pemerkosaan.

Tidak ada permainan bad cop good cop disini. Tidak ada satu hero yang menjadi juru selamat bagi tokoh lainnya. Yang ada hanyalah bagaimana orang-orang Gang Somad mencoba mempertahankan kehidupan meskipun kehidupan itu sendiri keras adanya. Menjelang akhir cerita rasanya seperti antiklimaks. Namun, di akhir cerita ini pula lah pembaca dapat mengenal sisi lain dari salah satu tokohnya. Bagaimana seorang bandar narkoba memaknai hidup dan menghargai sejarah keluarga.
Profile Image for Salza Puspitasari.
75 reviews5 followers
March 12, 2019
To be honest, I judge a book by the first paragraph, dan paragraf opening dari sudut pandang Parlan sangat intriguing. Namun semakin ke belakang, ceritanya semakin membuat perut saya melilit, dari cerita bahwa seorang perempuan "tidak bisa apa2" tanpa lelaki, hingga pembunuhan yang dilakukan oleh orang2 yang "beragama". Fakta yang tidak bisa dipungkiri memang, bahwa manusia bisa melakukan apapun demi memenuhi kelangsungan hidupnya.

Satu yang aku salut, bahwa karakter Bapak memiliki pendirian dan hasrat berjuang yang kuat. Pesan dari Bapak di surat untuk Parlan yang menyentuh hati:

"Aku melihat dunia hanya sebagai taman bermain, juga panggung pertunjukan. Kita semua hanya bintang-bintang panggung yang memerankan sebuah cerita tentang hidup. Sutradaranya, tentu saja Dia yang mengatur semua panggung di alam semesta."
Profile Image for tata.
113 reviews5 followers
February 26, 2023
Aku memang sedang hunting buku-bukunya Zaky (karena sedang mendoakan skripsi nanti tentang bukunya dia), tapi selalu aja nggak bisa nggak kagum kepadanya. Hampir semua bukunya (yang sejauh ini kubaca baru tiga), benar-benar sangat berbeda antara yang satu dengan yang lain. Zaky seolah mempunyai taste untuk berbagai genre yang ajaib banget. Dalam Bandar, kali ini dia menceritakan tentang sosok tokoh Gopar dengan sejarahnya menjadi bandar narkoba. Ada pola menarik dari tulisan-tulisan Zaky, dia bisa menulis yang biasa menjadi luar biasa (hanya beberapa penulis dengan kemampuan begini, misalnya menurutku Mahfud Ikhwan dan Ahmad Tohari). Zaky menuliskan cerita dengan berpindah-pindah tokoh dan sudut pandangnya dan itu diceritakan dengan tak kalah menarik dari tokoh utama yang permanen.
Profile Image for Biondy.
Author 9 books235 followers
October 27, 2014
Judul: Bandar: Keluarga, Darah, dan Dosa yang Diwariskan
Penulis: Zaky Yamani
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 304 halaman
Terbitan: Mei 2014

Blurb

Hidup adalah serangkaian persimpangan. Setiap keputusan yang kau ambil membawamu ke situasi berikutnya. Suka atau tidak, itulah yang kaudapatkan. Lalu kehidupan pun berlanjut, dan kau dibenturkan pada persimpangan baru.

Dewi tak pernah menyangka hidupnya sebagai perempuan kerap ditentukan kehendak banyak laki-laki, entah bapaknya, orang yang merenggut kegadisannya, bahkan suami-suami yang dia nikahi. Ketika tiba saatnya dia yang memegang kendali, giliran anak-anaknya yang akhirnya terjerumus ke lubang hitam.

Parlan, cucu Dewi, berharap memiliki kehidupan selain kehidupan yang dikenal keluarganya turun-temurun selama ini: sebagai bandar ganja. Tapi dia pun akhirnya dihadapkan pada persimpangan celaka itu: menjadi ahli waris bisnis keluarganya kendati hati kelesah, atau meninggalkan kerajaan yang sudah melewati sejarah panjang air mata dan darah.

Sinopsis

"Bandar" bercerita tentang Dewi, seorang gadis remaja yang akan dikawinpaksakan oleh ayahnya sendiri. Walau masih muda, Dewi banyak berpikir dan berintrospeksi. Melihat pengalaman ibunya yang dilecehkan ayahnya sendiri, Dewi menolak untuk diaturkan jodohnya. Dia pun kemudian lari dari rumah, memulai sebuah perjalanan panjang, dan pada akhirnya menjadikan Dewi sebagai awal mula berdirinya sebuah kerajaan ganja.

Parlan, cucu Dewi, berharap dapat lepas dari kerajaan ganja yang ayahnya miliki. Di tengah kebimbangan hatinya, sang ayah datang dan menceritakan seluruh rahasia keluarga Parlan. Rahasia yang berdiri di atas darah dan keringat Dewi, ayah Parlan, dan kedua saudaranya.

Review

Buku hadiah Resensi Pilihan yang diadakan Gramedia. Terima kasih untuk Gramedia yang sudah memilih review "Nada Tanpa Kata" - Mira W. sebagai resensi pilihannya.

Pertama saya akan bilang, selamat untuk penulisnya. Konon sang penulis butuh 10 tahun untuk menyelesaikan novel ini. Sebuah perjuangan yang luar biasa.

Buku ini sempat masuk 10 besar Khatulistiwa Literary Award 2014. Makanya saya punya ekspektasi yang cukup tinggi.

Novel "Bandar" ini bercerita tentang drama kehidupan Dewi, seorang gadis remaja yang lari dari rumah karena enggan dipaksa menikah oleh ayahnya. Sejak pelariannya itu, dia harus terus hidup menanggung derita. Mulai dari dijadikan pelacur, menikah dengan seorang pria yang memintanya kembali melacur, menikah lagi dengan seorang pria yang, karena satu dan lain hal, membuat Dewi kembali hidup sebagai pelacur, anak-anaknya tumbuh sebagai berandalan, hingga akhirnya mulai berjualan ganja.

Dewi... hidupmu sangat... merana.

Walau hidupnya terkesan bagai tokoh utama sinetron, Dewi bukan tokoh tipe pasif seperti yang biasa ada di layar kaca. Dia berjuang untuk dirinya sendiri. Dia juga memiliki pemikiran-pemikiran yang menarik, seperti menjadikan pelacur sebagai pegawai negeri (hal. 162), atau menggunakan ganja untuk tujuan rekreasional (ganja dibandingkan dengan alkohol di sini) pada hal. 214.

Cara penceritaan penulisnya enak untuk diikuti. Cara berceritanya membuat saya terus-menerus membalik halaman karena ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Sayangnya ada beberapa bagian di novel ini yang terkesan menyeret dan tidak fokus. Contohnya: semua bagian yang tidak berkaitan dengan Dewi dan keluarganya.

Saya juga agak menyesalkan keberadaan tokoh Parlan. Alasannya (berhubungan dengan akhir cerita. Spoiler alert.)

Secara keseluruhan, "Bandar" adalah novel drama kehidupan yang baik. Cara berceritanya mengalir, walau alirannya sempat terhambat di beberapa tempat. Kalau saja penutup novel ini lebih nendang, saya pasti bakal kasih bintang lebih.

Saya menutup review ini dengan kutipan mengenai hewan yang paling mewarnai bahasa kita:

Aku tak paham bagaimana "anjing" bisa digunakan untuk berbagai suasana hati. Saat senang mereka berteriak "Anjing!" Saat susah mereka memaki "Anjing!" Di antara obrolan mereka menyelipkan "Anjing!"

Hebat betul peran hewan itu dalam mewarnai tata bahasa kami. (hal. 11)


Buku ini untuk tantangan baca:

- 2014 New Authors Reading Challenge
Profile Image for Ayesa.
69 reviews3 followers
October 17, 2021
Meski pada awalnya saya sempat stuck membaca novel 'Bandar' ini. Namun, Alhamdulillah saya bisa menamatkan novel ini.
Sesungguhnya ending yang ditawarkan menurut saya sangat realistis terhadap realita yang ada. Ending yang mengajak pembaca untuk memilih sendiri akhir yang diinginkan untuk Parlan. Entah itu ikut tradisi atau mengikuti kata hati.
4,5/5
Profile Image for Fadilla Sukraina.
51 reviews
January 1, 2017
Buku pertama yang dibaca tahun 2017.

Bandar bercerita tentang jejak keluarga sindikat pengedar ganja(?). Sedikit mengingatkan sama Metropolis-nya Windry Ramadina, cuma lebih berat kalo menurutku. Dari blurb, aku kira ini bakal cerita tentang gimana galaunya Parlan harus nerusin usaha keluarga atau tobat. tapi ternyata malah cerita tentang sejarah dari neneknya dulu. bener sih judulnya. keluarga, darah, dan dosa yang diwariskan dari Dewi, ke tiga saudara Gopar, Wawan, Farid, sampe ke anaknya Gopar, Parlan. sebenernya bagus, tapi entah kenapa aku nggak begitu suka ngebahas hal-hal semacam ini. bacanya cuma 3 jam-an, tp ngos-ngosan bgt. agak bingung juga sama beberapa bab diakhir, juga sama perubahan Gopar di ending. tapi masih penasaran sama gimana Parlan ke depannya.
Profile Image for Amaya.
759 reviews58 followers
December 8, 2025
"Apakah ini yang menjadi nasib perempuan? ... Sejak kecil dipaksa tergantung kepada orang tua, setelah dewasa dipaksa bergantung kepada suami, jika memiliki anak perempuan, masa tua harus dijalani sendirian. Suami ... apalah artinya suami. Mereka hasebagai pemberi benih. Sewaktu muda mereka menjelajah, selagi tua harus diurus dengan sabar." -pg. 97


Berawal dari penolakan Parlan meneruskan bisnis bandar narkoba milik ayahnya, Gopar, bergulirlah kisah di balik bisnis terlarang yang sukses menghidupi sampai menyekolahkan Parlan itu. Kisahnya kelam dan penuh intrik. Penggambaran politik di masa mana pun entah mengapa terasa sangat dekat dan nyata. Seolah fakta itu bagaikan keringat yang menempel pada kulit. Bisa diseka, sulit dihilangkan secara permanen. Bahkan mustahil karena keringat termasuk zat ekskresi yang dikeluarkan tubuh. Kenyataan kehidupan Dewi pun seperti itu. Terasa tidak nyaman, tapi nggak bisa dihindari apalagi dihilangkan.

Kisah yang melelahkan untuk diikuti, tetapi juga anehnya terasa indah. Bukan indah karena penderitaan para tokohnya, tapi lebih ke penggambaran dinamika sosialnya. Kompleks dengan permasalahan sosial yang dinilai melanggar norma, entah norma kesopanan maupun agama. Pertentangan mana yang benar dan salah dengan bagaimana cara agar tetap hidup. Pilihan yang bisa diambil ketika memilih hidup lurus terasa sangat berat. Cara termudah pun rasanya tetap sulit. Entah melanggar norma atau tidak, ada perut yang harus diisi dan hidup yang harus dihidupi.

Rasanya nggak cukup kata menggambarkan novel ini. Mendadak kemampuan reviuku hilang terbawa arus selagi mengikuti kisah tiga generasi ini. Yang pasti, setiap tindakan tidak hanya terdiri dari sisi hitam dan putih saja. Terkadang, percampuran kedua warna itu ikut mendominasi, sehingga memberi warna tanggung dan canggung bagi kehidupan seseorang.

"Kalau sampai memukulnya, saya khawatir hal itu akan dianggapnya sebagai pelajaran hidup, bahwa memukul orang lain diperbolehkan dan dianggap sebagai sesuatu yang wajar dalam mendidik kesopanan. Padahal, memukul orang lain agar mengikuti keinginan kita sangat bertentangan dengan pendidikan sopan santun." -pg. 73


"Sudah merdeka malah semakin miskin!" -pg. 153
Profile Image for Alvina Djoened.
27 reviews16 followers
January 22, 2018
(2.5 stars)

Kalimat yang paling cocok untuk menggambarkan perasaan saya terhadap buku ini adalah "Saya kecewa."

Saya menghabiskan waktu cukup lama untuk membaca buku ini karena alasan reading slump yang sedang saya alami pada saat ini. Namun, sepanjang waktu membaca itu, saya menghabiskan waktu cukup lama dengan perasaan kagum dengan buku ini. Menurut saya, hal terbaik yang ada di dalam buku ini adalah bagian prolog. Setelah selesai membaca prolog, saya berekspektasi akan membaca kisah tentang si anak yang ingin menjadi seorang penegak hukum di antara keluarga bandar narkoba. Namun, ekspektasi saya itu luntur ketika saya membaca cerita "flashback" yang tak kunjung habis. Cerita flashback ini, menurut saya, terlalu dramatis dengan banyaknya kejadian buruk yang terjadi pada tiap-tiap karakter dalam buku ini. Ya, saya tidak menyalahkan penulis bila memang itu yang ingin disampaikannya, tetapi, menurut saya, jumlah kejadian buruk dalam buku ini terlalu banyak hingga saya menganggap cerita ini menjadi too bad to be true dan kurang realistis. Selain itu, secara teknis, menurut saya, buku ini kurang dari segi penulisan dan pengelompokkan paragraf. Cara penulisan yang digunakan penulis, menurut saya, membuat pembacanya merasa bahwa pacing dari cerita ini sangatlah cepat, akhirnya pembaca akan kebingungan dan mudah lelah ketika membaca buku ini.

Namun, satu hal yang salah anggapan tentang buku ini adalah tentang banyaknya karakter yang diceritakan dalam buku ini. Awalnya, saya tidak suka dengan banyak kisah yang dari banyak karakter yang diceritakan dalam buku ini. Menurut saya, kisah ini sangat tidak penting untuk diceritakan dan membuat kerangka cerita ini menjadi sangat kacau dan tidak beraturan. Pikiran ini kemudian berhenti ketika saya sudah sampai di bagian epilog dari buku. Epilog dari buku ini pun, menurut saya, adalah hal kedua yang terbaik yang ada dalam buku ini dengan alasan akhir tersebut semua hal yang ingin disampaikan oleh si penulis. Dengan epilog itu, seakan-akan pesan dari si penulis dapat tersampaikan dengan baik.

Menurut saya, buku ini memiliki premis yang sangat baik, tetapi penyampaian ceritanya masih terbilang kurang rapi sehingga terkesan bertele-tele.
Profile Image for Sunarko KasmiRa.
297 reviews6 followers
October 17, 2022
Merupakan Novel yang bercerita tentang masa lalu yang kelam dan panjang sebuah keluarga bandar narkoba yang bermukim di Gang Somad. Melalui sosok Kang Gopar cerita tentang asal usul dan masa lalu keluarganya yang panjang dan kelam itu disampaikan dengan detil dan runut. Tidak hanya cerita tentang awal mula mengapa ia menekuni bisnis haram berjualan narkoba, tetapi juga kisah tragis masa kecil ibunya yang jauh dari kata bahagia. Dimana ia harus memperjuangkan haknya dalam memilih pasangan hidupnya sendiri tanpa perlu menuruti keinginan sang ayah. Hingga suatu malam, seusai pernikahannya dengan lelaki pilihan ayahnya, Dewi (Ibu dari Gopar) memilih kabur dan menempuh jalan hidupnya yang ternyata mempertemukannya dengan banyak pengalaman hidup yang tidak selalu baik. Dari menjadi pelacur, menikah dengan mantan pengasuhnya, rela dinikahi oleh sahabat mendiang suami pertamanya hingga merintis bisnis narkoba. Sebagai wujud bakti anak terhadap orang tuanya, Gopar bersama dua adiknya Farid dan Wawan melanjutkan bisnis tersebut. Namun kegamangan kini membelenggu hati dan pikiran Kang Gopar, dimana Parlin (sang anak) sepertinya terlihat enggan melanjutkan bisnis keluarganya dan justru memilih menjadi pengacara.

Novel Bandar: Keluarga, Darah, dan Dosa yang Diwariskan ini merupakan karya dari Zaky Yamani kesekian yang saya baca. Satu hal yang menurut saya bisa dijadikan ciri khas dari penulis adalah isu politik yang kerap kali muncul dan dijadikan konflik dalam cerita-cerita yang dibangun. Novel ini pun saya rasa mempunyai irama yang hampir sama dengan novel terbaru dari penulis yang memenangkan sayembara novel DKJ 2021.

Novel ini ditulis dengan bahasa yang lugas sehingga mudah untuk dipahami tanpa perlu bersusah payah mencari makna dibalik isi cerita. Penuturan cerita yang runut juga memudahkan pembaca memahami jalannya cerita. Novel ini juga bukan tipikal novel yang banyak menyimpan elemen kejutan, tapi justru karena jalannya cerita sangat begitu mengalir, Novel ini punya daya tarik untuk menahan pembaca terus berada didalam cerita tanpa perlu lama-lama menjeda.

Profile Image for S.S..
13 reviews2 followers
May 30, 2021
Ini sebuah novel yang menarik. Bagaimana sebuah kawasan (gang) dengan penduduknya yang hidup dari bisnis narkoba. Tidak aneh sebenarnya. Banyak kawasan seperti ini.

Aku pernah diceritain sebuah wilayah yang penduduknya berprofesi sebagai maling hingga kampung itu terkenal dengan sebutan kampung maling, atau jauh di wilayah pantai Somalia, para nelayan menjadikan bajak laut sebagai profesi yang terhormat. Atau banyak wilayah menjadikan pusat kegiatan yang menurut kita buruk, tetapi itulah cara mereka bertahan.

Cerita diawali dengan kegalauan Parlan yang merupakan anak bandar besar di Bandung bernama Gafar. Gimana nggak, Parlan yang menyelesaikan pendidikan sebagai Sarjana Hukum dan bercita cita menjadi pengacara ini dituntut buat nerusin bisnis bapaknya.

Lalu cerita mengalir bagaimana bisnis tersebut bermula, juga latar belakang keluarga mereka yang kacau. Saya suka cerita novel ini. Banyak adegan liar dan juga dewasa di sini, namun wajar sebagaimana cerita ini harus bergulir.
Profile Image for Nathania.
140 reviews3 followers
July 25, 2023
Membaca buku ini rasanya seperti menonton sederet episode panjang sebuah telenovela jadul. Walau bandar narkoba merupakan poin utama dalam buku ini, aku merasa sebagian besar kisah ini menceritakan perjalanan hidup Dewi yang mengenaskan sebelumnya akhirnya ia mewarisi kerajaannya kepada anaknya. Berkali-kali aku mengasihani Dewi karena rentetan hidupnya yang tidak bisa ia nikmati sama sekali, entah berapa banyak cobaan yang terus datang kepadanya sampai dia berubah menjadi wanita yang sangat tegar.

Walaupun menceritakan mengenai 3 generasi, alur yang ada pada buku ini cukup cepat sehingga tidak membuat bosan. Namun, terkadang memang ceritanya sedikit bertele-tele dan hilang fokus. Penggambaran mengenai kemiskinan struktural beserta kehidupan di pemukiman yang padat penduduk sangat realistis. Sementara untuk para tokohnya, aku tidak bisa bersimpati sepenuhnya pada mereka karena pendalaman tokoh yang kurang untukku.
Profile Image for Arutala.
509 reviews1 follower
August 24, 2021
Ceritanya bagus, kilas baliknya juga cukup memberi gambaran meskipun rada kejauhan sampai ke zaman kekuasaan Kartosuwiryo/DI. Tentang cerita seorang bapak yang ingin menurunkan warisan berupa kekuasaan menjadi bandar yang diterima dengan rasa jengah oleh si anak.

Jujur saya menikmati bagaimana alur ceritanya mengalir terus melewati zaman yang berganti sesuai arah politik negeri ini. Tapi banyak sekali yang dibahas hingga melebar ke sana kemari. Dan bersifat kebetulan lagi-lagi menjadi penolong dari plot yang nyaris mentok.
Profile Image for le..
42 reviews9 followers
February 21, 2022
3.5/5

cara berceritanya seru dan isu yang diangkat menarik, apalagi ini tentang keluarga selama 3 generasi. selain memperlihat sisi perempuan-perempuan kuat (well, aku sendiri kurang sreg dengan penggambaran dewi dan kisahnya, menyedihkan, tapi ada sedikit hal yang lumayan mengganjal hehe) juga tentang gimana sulitnya keluar dari jerat kemiskinan.

cuman sayangnya, beberapa paragraf terkesan bertele-tele dan parlan, sebagai tokoh pembuka dan penutup gak diberikan ruang untuk berkisah, jadi semacam antiklimaks?
5 reviews
October 3, 2020
Ringan tapi berbobot, meskipun ceritanya 'cuma' tentang riwayat keluarga tokoh utama yang merupakan keturunan bandar narkoba di tempat tinggalnya, tapi dalam narasinya ada latar sejarah yang maju mulai dr era DI/TII, PKI, dan Orba. Diceritakan dengan sangat apik dan menarik. Meskipun tokoh utamanya laki, ternyata ada selipan 'tokoh utama' perempuan yang hidupnya penuh dengan perjuangan dari kekangan laki2 dari berbagai latar belakang.
Profile Image for .・✫bacaanron 。.。:+*.
6 reviews
January 2, 2023
Cara bercerita yang lugas membuat aku sangat menikmati perjalanan tiga generasi tersebut. Nggak ada spesial dari perjalanan setiap generasinya. Semuanya berjalan dengan realistis. Cuman, kalau hanya lihat dari sinopsis bagian akhir, ttg kebimbangan Parlan, ku kira akan terjawab. Ternyata pembaca yang menentukan akhirnya sendiri 😫. Tapi kebimbangannya itu seperti menunjukkan sebuah hal yg wajar, soalnya generasi sebelumnya juga merasakan yg sama. Jadi aku memilih akhir bahwa Parlan bersedia.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Hikachi.
442 reviews6 followers
October 15, 2024
As a debut work this is quite promising. There's something factual about the way Zaky wrote his paragraphs. But at the same time, his story lacks gentleness and to me feels disconnected. It's like his primary idea was a serial but had to compress the whole idea to something shorter.
Needless to say it has a pretty cover and intriguing premise. And to be fair, some of the patriarchal and misogynistic views here can be quite triggering.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Salma.
18 reviews1 follower
February 9, 2022
Lagi-lagi dapet rekomendasi dari Twitter. Aku kasih bintang 3,8 untuk buku ini. Pada bagian prolog bener-bener langsung tertarik untuk melanjutkan baca ini, tapi di beberapa bab yang isinya tentang semacam 'silsilah' keluarga itu, rasanya agak bosan. Namun, sampai di puncak yang mana banyak konflik yang timbul, disitulah titik menariknya dari buku ini. Beneran buku ini page turning banget!
Profile Image for bumiayas.
9 reviews
December 3, 2025
"Ada satu pelajaran penting yang dimengerti Dewi dari tragedi itu, bahwa manusia berhak menentukan nasibnya sendiri, tak peduli apakah dia perempuan atau laki-laki." —hal 96.

Buku pertama yang memperkenalkan aku dengan Zaky Yamani, yang akhirnya bikin aku tertarik buat baca karya beliau yang lain 👍
Profile Image for Nike Andaru.
1,647 reviews112 followers
August 15, 2017
sebenernya ceritanya menarik buat saya yg suka cerita dengan setting lama. cuma kayaknya rada panjang di ceritanya Gopar, kayak silsilah keluarga jadinya. Padahal berharap cerita Parlan lebih banyak.
Profile Image for Afifah.
410 reviews16 followers
May 5, 2019
Sangat menarik dari segi cerita dan perkembangan karakternya. Cuma kayaknya agak terlalu vulgar dan terlalu banyak makian for my cup of tea.

3.5 dari 5 bintang.
Profile Image for Finesta Biyantika.
354 reviews
June 22, 2025
Latar ceritanya menarik, kayak hisfic tipis-tipis. Sejarah hidup Sang Bandar yang besar di Gang Somad.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book272 followers
February 19, 2016
Parlan sedang galau. Bapaknya, Gopar, memintanya untuk meneruskan usaha keluarganya. Usaha ini tidak main-main, sudah dirintis dengan darah dan perjuangan keras oleh neneknya, Dewi. Tapi hati nurani Parlan menentang. Bagaimana mungkin dirinya yang bercita-cita menjadi pengacara akan meneruskan usaha menjadi bandar ganja?

"Kenapa aku harus meneruskannya?"

Pertanyaan yang dilontarkan Parlan kepada Bapaknya membuat Gopar menceritakan kisah tentang seorang perempuan bernama Dewi. Dewi adalah anak dari Abdul Halim, seorang pengusaha di kampung Wanaraja di tanah Sunda. Kala itu masih terjadi pemberontakan Darul Islam melawan tentara Indonesia. Sebagai orang kaya, Abdul Halim harus menyetor bagian tertentu kepada pasukan DI, semata-mata untuk keamanan. Tapi tentu saja tanpa sepengetahuan TNI. Selain dirinya, ada Kyai Bustaman yang juga adalah orang terpandang di sana. Abdul Halim mempunyai keinginan menikahi anak dari Kyai Bustaman, Aminah. Tujuannya tidak lain untuk menambah pundi-pundi harta. Sementara Kyai Bustaman yang juga berpikiran sama, akan menikahkan kemenakannya Hidayat dengan anak Abdul Halim, Dewi.

Baik Dewi maupun Aminah menolak perjodohan ini. Aminah memilih lari dari rumah bersama kekasihnya, namun tewas pada saat antek-antek ayahnya berusaha menghalangi kepergiannya. Gagal menikah dengan Aminah, Abdul Halim tetap melaksanakan rencana pernikahan Dewi. Sayangnya, Dewi juga kabur dari rumah di hari pernikahannya. Perjuangan Dewi untuk mempertahankan harga dirinya membawanya ke Tasikmalaya. Namun, demi bertahan hidup Dewi justru jatuh dalam bisnis pelacuran. Dewi menjajakan tubuhnya untuk bertahan hidup.

Tanpa disangka, Dewi bertemu kembali dengan Ahmad, mantan kekasih Aminah yang ternyata masih hidup. Dewi menikah dengan Ahmad, dan memiliki seorang anak bernama Gaffar. Masa itu di tahun 1966, kehidupan sangat sulit. Ahmad terpaksa menjadi perampok, sementara Dewi kembali melacurkan dirinya. Ketika Ahmad akhirnya tewas dipenjara, Dewi berusaha mati-matian mempertahankan hidupnya dan anaknya. Dalam rentang waktu yang tidak singkat, Dewi menikah dengan Wasid, sahabat Ahmad, untuk kemudia ditinggal mati lagi oleh suaminya. Hingga akhirnya Dewi berkenalan dengan seorang bandar ganja dan memulai usahanya sebagai calo dan tinggal di Gang Somad, Bandung.

Bisnis Dewi berjalan lancar. Dewi pun menurunkan usaha ini kepada ketiga anaknya: Gaffar, Wawan dan Farid. Ketiga anaknya ini adalah preman Gang Somad yang paling ditakuti. Gaffar yang berganti nama menjadi Gopar akhirnya memutuskan untuk memperluas usahanya dengan mencari sendiri ganja dari Aceh. Gopar juga tidak segan bekerja sama dengan kepolisian supaya usahanya berjalan lancar. Tentu saja ada yang dipertaruhkan untuk semua ini.

Saya menemukan novel ini di aplikasi IJak, dan ketika mengecek di Goodread, ternyata novel ini masuk dalam longlist nominasi Kusala Sastra Khatulistiwa 2014. Sampulnya memang tidak begitu eyecacthing (hanya gambar tanaman ganja dan seorang perempuan yang mengenakan topeng kelinci?). Tapi isinya ternyata bagus. Sesuai judulnya, novel ini memang secara garis besar mengisahkan tentang bisnis keluarga yang mengandung darah dan dosa. Sejak awal saja, novel ini dibuka dengan kisah Gang Somad, sebuah gang di Bandung yang digambarkan oleh penulis sebagai tempat dimana "setan gemar membuat lingkaran di sini". Saking parahnya tempat itu, tidak ada lagi rasa hormat dan santun di dalam keluarga, bahkan kata "anjing" sudah menjadi sapaan sehari-hari.

Saya tertarik dengan kisah hidup Dewi. Dia seorang perempuan dengan pikiran menarik. Di usianya yang 15 tahun saja dia sudah berani menolak perjodohan oleh orang tuanya. Dia berani melawan ayahnya yang memberikan contoh buruk bagi anak-anaknya. Ketika dia melacurkan diri, dia memikirkan betapa pelacur itu layak dihargai seperti seorang pegawai negeri, karena sudah membantu banyak pria untuk membuang maninya. Saat usahanya yang dirintis dikacaukan oleh anak-anaknya, Dewi sendiri ikut turun tangan mengatasinya meski usianya tidak lagi muda.

Satu-satunya kejanggalan yang saya jumpai adalah sikap Gopar di akhir cerita yang membuat karakter yang dibangunnya sejauh ini menjadi rancu. Saya tidak akan membeberkan di sini sikap seperti apa yang diperbuat oleh Gopar. Meski demikian, novel ini sendiri sebenarnya adalah page turner. Pembaca akan dibuat penasaran sampai menutup halaman terakhir.

Tiga bintang untuk sang Dewi.
Profile Image for Wienny Siska.
51 reviews3 followers
June 3, 2021
Membayangjkan buku ini difilmkan kayanya bakalan seru. Novel ini benar-benar mengikatku dengan kisahnya. Bagaimana penulis membawa kita berjalan-jalan dalam ruang waktu yang berbeda. Kehidupan gang kecil di Bandung hingga pelosok hutan tempat DI TII tinggal. Namun, hal yang membuatku takjub adalah bagaimana si penulis mampu menghadirkan sosok-sosok perempuan dengan kuat dalam kisahnya.
Profile Image for ❦.
202 reviews6 followers
May 20, 2024
"Penguasa dan orang-orang kaya yang pertama kali menorehkan luka itu. Luka yang mereka sebut sebagai kemiskinan."

Baca buku ini serasa capeek bgttt T____T buku ini definisi dari kemiskinan struktural adalah lingkaran setan. Bener-bener berputar di situ-situ aja hidup mereka. Mau keluar dari lingkaran itu pun susah karna hidup emg udah bener-bener susah untuk dijalanin bagi mereka yg miskin :'(
Profile Image for Ninda.
18 reviews
December 27, 2025
Bandar: Keluarga, Darah, dan Dosa yang Diwariskan | Zaky Yamani | Drama/History | 304 halaman | 2014
_

My favorite writing:
"Apakah ini yang menjadi nasib perempuan? Sejak kecil dipaksa tergantung kepada orangtua, setelah dewasa dipaksa bergantung kepada suami, jika memiliki anak perempuan, masa tua harus dijalani sendirian. Suami ... apalah artinya suami. Mereka ada hanya sebagai pemberi benih. Sewaktu muda mereka menjajah, selagi tua harus diurus dengan sabar. Jika ditinggalkan, masyarakat akan mencap perempuan sebagai makhluk berdosa dan tak setia. Siapa yang sebenarnya tidak setia?" (Suara hati Nurjannah ketika akan dimadu suaminya).

This .. this is exactly what I thought when I was in senior high school "Saat kecil dipaksa bergantung kepada orangtua, saat dewasa dipaksa bergantung kepada suami"
_

Sekelumit sinopsis:
Parlan, tengah diliputi kebingungan dan dilema usai ayahnya meminta untuk melanjutkan bisnis terlarang. Ia bertanya-tanya kenapa ia harus melakukan hal itu, hingga tak disangka pertanyaan Parlan tersebut mengantarkannya ke cerita sejarah kelam nan pahit keluarganya, dengan telinganya sendiri ia harus mendengarkan penuturan kisah ayahnya mulai dari kisah buyutnya hingga kisah ayahnya sendiri.
_

Baca karena liat review-nya karena katanya ada unsur cerita patriarki di dalamnya dan grahh bener aja, baru baca bab awal aja aku udah mengutuki banyak tokoh laki-laki di buku ini. Dari dulu aku paling benci sama laki-laki patriarki, apalagi yang selalu pakai tameng agama dan Zaky Yamani benar-benar menggambarkannya di buku ini, tetapi tetap dengan cara yang humanis, maksudnya penulis tetap menunjukkan sisi tokoh laki-laki patriarki saat mereka menyesali perbuatannya.
Jujur ceritanya padat dan berisi, tragedinya banyak, belum lagi kelakuan tokohnya yang bikin aku ngucap terus.

Yang paling aku suka sih penggambaran setting waktunya, dari zaman Indonesia perang saudara sampai saat era modern awal Indonesia tuh bener-bener kerasa banget perbedaannya kaya lagi baca buku yang berbeda, intinya Zaky Yamani sukses menyatukan cerita 3 generasi dalam satu buku berjumlah 304 halaman!

Novel ini bener-bener menggambarkan wajah asli Indonesia; pemimpin agama yg munafik, masyarakat terbelakang, pejabat dan polisi yang korup. Buat aku yang belum bisa time-traveller ke Indonesia zaman dulu sih bener-bener dibikin berpikir, "Ini beneran dulu orang-orangnya kaya gini?"

Satu lagi yang aku bikin amaza, penulisnya laki-laki tapi penggambarannya soal POV perempuan ini cukup bagus dan ngena! Keren.
Profile Image for Seunghyunjee.
70 reviews2 followers
January 19, 2024
Selesai sudah perjalananku bersama Dewi serta ketiga anaknya, Goffar, Waman dan juga Farid

Aku mau angkat topi untuk penulis yg bisa menceritakan kisah yg rapi, rumit tapi bikin pembaca seperti menyelami kehidupan para tokoh. Meskipun ini kisah fiksi, aku pikir ini masuk genre realistic-fiction karena cara pemaparannya benar-benar luar biasa. Mulai dari bagaimana penggambaran Gang Somad, dilanjutkan dg flashback kisah hidup sang Bandar, Goffar, perjuangan Dewi, Ibunda Goffar yg tak ingin tunduk pada betapa kolotnya orang tua jaman dahulu, perjalanannya menyusuri satu demi satu kesialan yang dihadapkan pada dirinya, hingga akhirnya, dia memilih membangun kerajaan bisnis "haram" untuk anak-anaknya. Bahkan setelah novel ini selesai dibaca, saya masih kagum dengan Dewi yg ditempa "zaman" tetapi masih bisa melawan. Mungkin di luar sana, masih banyak "Dewi" lainnya, yang tak punya pilihan selain agar mereka bisa bertahan hidup.

Kisah ini penuh dengan lika-liku tokohnya, tetapi tidak ada yg "ujug-ujug, tidak ada yg tiba-tiba, semua bagian diceritakan dengan amat sempurna, termasuk saat ada tokoh tambahan seperti para Politikus dan juga Petinggi Kepolisian. Side story yang dikisahkan penulis bisa klop dan pas dengan main story-nya. Oh my god, aku benar-benar merekomendasikan bacaan ini untuk seluruh umat manusia yg telah dewasa.

Kalau bisa kasih 1000 bintang, aku ingin memberinya untuk penulis dan untuk riset-riset mendalam agar novel ini benar-benar hidup!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Kurnia Dara Mutia.
6 reviews1 follower
August 8, 2014
Bandar:Keluarga, Darah, dan Dosa yang diwariskan menceritakan kisah perjalanan keluarga Dewi, seorang gadis desa pembrontak yang tidak ingin dinikahkan paksa oleh ayahnya. Mengisahkan bagaimana seorang putri juragan terpandang di desa memulai bisnis ganja dan menjadikan keluarganya bandar ganja yang berpengaruh di Gang Somad.

Buku ini menggunakan alur flashback dalam menuturkan kisah Dewi dan anak-anaknya. Lika-liku hidup Dewi yang penuh intrik dan seakan tak pernah lepas dari masalah, membuat buku ini menjadi salah satu buku yang tidak bisa diletakan sebelum selesai. Pembaca dibuat penasaran dengan tindakan apa yang akan diambil Dewi selanjutnya untuk menyelesaikan permasalahan tersebtu.

Penggambaran karakter Dewi yang kuat, tegas, pintar, dan cantik tidak kehilangan sosok manusiawinya dan dapat direfleksikan pada dunia nyata. Kehidupan sosial di Gang Somad, yang menjadi latar belakang tempat kisah ini, juga tergambar dengan baik dan dapat membuat pembaca terbawa suasana seolah-olah sedang berada di gang tersebut.

Terlepas dari semua kelebihan di atas, ada satu hal yang membuat saya tidak memberikan lima bintang kepada buku ini. Ending dari cerita terkesan anti klimaks dan kurang memuaskan, mungking hal ini merupakan preferensi pribada dari masing-masing pembaca.Karena jujur saja, saya bukanlah fans dari open ending.

Profile Image for Teguh.
Author 10 books334 followers
August 12, 2014
Saya menikmati bagaimana latar sebuah sejarah Gang somad diceritakan dengan apik. Meski saya ngos-ngosan dalam membaca. Seperti penulis terburu-buru dalam menuliskan adegan, latar, dan rincian.

Saya ngebayangin mengapa tidak diceritakan bagaimana riuhnya gang somad, baunya bagaimana, gotnya, tikus-tikus di got, dll.

Tetapi buah tidak jauh dari pohonnya kalau jatuh, anak cucu semuanya mewarisi sifat kita, walau sedikit...
Displaying 1 - 30 of 34 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.