What do you think?
Rate this book


304 pages, Paperback
First published May 8, 2014
Aku tak paham bagaimana "anjing" bisa digunakan untuk berbagai suasana hati. Saat senang mereka berteriak "Anjing!" Saat susah mereka memaki "Anjing!" Di antara obrolan mereka menyelipkan "Anjing!"
Hebat betul peran hewan itu dalam mewarnai tata bahasa kami. (hal. 11)
"Apakah ini yang menjadi nasib perempuan? ... Sejak kecil dipaksa tergantung kepada orang tua, setelah dewasa dipaksa bergantung kepada suami, jika memiliki anak perempuan, masa tua harus dijalani sendirian. Suami ... apalah artinya suami. Mereka hasebagai pemberi benih. Sewaktu muda mereka menjelajah, selagi tua harus diurus dengan sabar." -pg. 97
"Kalau sampai memukulnya, saya khawatir hal itu akan dianggapnya sebagai pelajaran hidup, bahwa memukul orang lain diperbolehkan dan dianggap sebagai sesuatu yang wajar dalam mendidik kesopanan. Padahal, memukul orang lain agar mengikuti keinginan kita sangat bertentangan dengan pendidikan sopan santun." -pg. 73
"Sudah merdeka malah semakin miskin!" -pg. 153