Impian Riska adalah masuk IPA, dan sekarang harapannya terkabul. Sayangnya, hari-hari bahagianya di kelas impian terancam rusak karena Riska sekelas dengan Nael, cowok sombong dan sok kuasa yang kebetulan anak donatur penting di sekolah. Dan semuanya makin parah waktu Riska terpaksa menuruti perintah Nael untuk duduk sebangku karena dia mengancam akan membeberkan rahasia Riska di Lovemeter—semacam aplikasi ramalan kecocokan dengan gebetan.
Riska juga terpaksa setuju menjadi “asisten” Nael selama mereka sekelas. Harus rela PR-nya disalin (dan malah dapat nilai yang lebih rendah) sampai mengambilkan air minum selama cowok itu latihan basket. Lengkap sudah penderitaannya! Tetapi selama menjadi asisten Nael, semakin banyak pula hal yang Riska ketahui tentang cowok itu. Dan sedikit demi sedikit, ada yang berubah di hatinya...
Berawal dari kesukaannya membaca sejak kecil, Yuni Tisna mulai memiliki obsesi untuk menulis ceritanya sendiri. Impiannya adalah membuat karya yang dapat dinikmati banyak orang di sela-sela minum kopi atau berjemur di bawah matahari.
Novel pertamanya berjudul Lovemeter, diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2014, dan novel keduanya, Fairly, diterbitkan oleh penerbit yang sama pada tahun 2015.
Sebelum menulis buku, Yuni Tisna aktif menulis cerpen dan beberapa diantaranya telah diterbitkan di koran Batam Pos dan majalah Kawanku. Yuni Tisna juga sempat magang di harian lokal Batam Pos sebagai reporter remaja yang menulis artikel tentang kehidupan remaja dan liputan mengenai even-even remaja di kotanya.
Nael adalah cowok yang terkenal di sekolahnya, selain karena tampangnya yang rupawan, fakta bahwa ia adalah anak dari donatur penting di sekolahnya membuat semua cewek yang menyukainya. Semua, kecuali Riska, menurutnya Nael tak lebih dari seorang pria sombong dan hanya bergantung pada kekuasaan sang ayah. Walaupun sekelas, Riska selalu berusaha menghindari kontak dengan Nael, sayang sekali itu semua gagal ketika Nael memegang rahasianya. Dalam upaya mempertahankan rahasianya, Riska bersedia menjadi pesuruh untuk Nael. Selama itu pula, pandangan Riska terhadap Nael perlahan mulai berubah.
Ceritanya seru-seru aja sih, lumayan untuk sekali duduk. Walau, siapa tuh namanya yang deketin Riska tapi sebenernya maau deketin temennya itu (lupa wkwk), bagian dia rada nggak masuk akal, masak mau deketin cewek, tapi malah deketin temennya in a romantic way, aneh
Cerita ini berawal dari seorang Riska yang sangat senang karena bisa masuk ke kelas IPA merasa menjadi bagian dari anak-anak pintar disekolah. Tapi kesenangan Riska harus berakhir karena dia harus 1 kelas dengan seorang cowok bernama Nael yang sombong. Tapi tidak untuk temannya Riska bernama Ita. Hingga disaat mereka masuk kekelas, Riska dan Ita yang melihat tinggal 2 bangku lagi yang kosong, didepan meja guru atau dibelakang. Akhirnya Riska dan Ita memilih untuk duduk dibelakang. Ternyata Nael dan sahabatnya Rio juga ingin duduk dibelakang. Jadi bisa disimpulkan pertemuan Riska dan Nael bagaimana? Mereka beradu mulu hanya untuk posisi bangku. Nael pun mengalah dan menyuruh teman lain yang pindah. Riska yang sudah lama tidak begitu menyukai Nael membuat Nael menjadi penasaran kenapa cewek yang 1 ini sedikit berbeda dibanding cewek lainnya. Sampailah Riska yang sudah lama ngefans sama kakak kelasnya bernama Rafael, teman yang baik hati bernama Evan dan cowok misterius bernama Erik yang mau mengantarkan dirinya pulang. Riska yang terlalu sibuk memikirkan dirinya akhirnya iseng membuka sebuah website yang ternyata bukan sebuah game tetapi keisengan dari pembuatanya yang tidak lain adalah seorang Nael. sebuah pertanyaan diwebsite yang meminta menuliskan 3 nama yang kamu sukai. Nael yang tidak menyia-nyiakan kesempatan ini menyuruh Riska menjadi babunya dan jika Riska tidak mau maka Nael akan memberitahukan kepada 3 nama tersebut. Riska yang khawatir dan takut terbongkar rahasianya memilih untuk menjadi babu Nael dan duduk bersebelahan dengan Nael.
Hidup Riska menjadi lebih menderita, tetapi ntah kenapa ternyata didiri mereka masing-masing sudah mulai saling menyukai. Tapi bagaimana jika disaat mereka mulai memiliki ada rasa, ada wanita blasteran Belanda yang menyukai Nael, ada Evan yang mengajak Riska untuk menjadi 1 timnya dalam pembuatan drama dan ada Erik yang sering mengajak Riska, terkhusus ada Nael yang akhirnya menyatakan cinta pada wanita blasteran Belanda tersebut.
Akan bagaimana akhir cerita ini?
Silahkan dibaca sendiri aja ya, seru kok....:)
Salam aku untuk 'Nael Nael ke Puncak Gunung' ya
Catatan untuk Penulis : Untuk sang penulis, aku cukup salute buat kamu yang berhasil melahirkan sebuah buku teenlit ini walaupun ada beberapa typo yang agak menggangu tapi masih bisa dimaklumin. Semangat untuk next new story...:)
Ceritanya klise dan sederhana, dalam artian bagus. Seperti kebanyakan teenlit lainnya, remaja SMA, yang cowok merupakan idola dan paling populer disekolah, sedangkan ceweknya biasa-biasa aja, tapi manis. Si cowok nemu rahasia si cewek, terus manfaatin buat nyuruh-nyuruh si cewek. Dan, akhirnya saling suka. Yang saya suka, ceweknya gak malu-maluin dan untungnya si cowok yang mulai suka duluan.
Baca teenlit gini selalu sukses bikin senyum-senyum, apalagi pas adegan peragain expression love itu didepan kelas, sampe teman-temannya pada suit-suitin. Pertama baca saya pikir karakter utama cowoknya bakalan punya masa lalu yang sangat kelam, memang punya sih masa lalunya, tapi entah kenapa bagian masa lalunya ini gak seberapa terasa, sepintas lalu aja, lainnya pure romance ala remaja. Yah, saya lumayan menikmati buku ini, selain memang bacaan ringan dan gampang ditebak, gaya penulisannya juga lumayan.
Novel ini beruntung banget mempunyai cover yang simpel tapi tetap keren. Ceritanya pun sangat remaja. Menceritakan kebencian dua anak manusia yang akhirnya jadi saling suka. Membeli novel ini karena banyak sekali review yang memuji bagusnya karya pertama Yuni Tisna ini. Oke, saya pun membelinya. Tapi entah karena saya yang orangnya emang bingungan *hahaha* atau memang ceritanya berbelit, saya kurang dapat feel-nya. Aku baru mengerti setelah baca dua kali. Okenya di sini saya suka dengan cara penyampaian ceritanya yang bahasanya ringan dan mudah sekali dimengerti. Ditambah kata2 lucu di bagian narasi atau dialog. Bikin senyum" sendiri *jadi berasa lebih muda*, apalagi karakter Riskanya memang dibuat rada dodol di sini. Dan ternyata typo-nya banyak hahaha. So, tiga bintang cukuplah. Chayo! :D
Ceritanya simple. Bener2 ngingetin aku dengan cerita favoritku jaman SMA. Tokoh utama cowok yg keren, berkuasa, kaya, jago basket dan sebenarnya pintar walau tak tampak. Sedang ceweknya tokoh yg biasa2 saja, tapi baik walau emosinya naik turun. Ceritanya klise, cerita yang selalu ada di bayanganq saat SMA, dam penulis bisa bikin aku mengikuti alur ceritanya dengan mudah dan nggak rumit. Asyik sih. Empat bintang utk rate yg kukasih sebagai ABG :)).
Tapi klo aku sebagai diriku yg tua ini memberi bintang, aku kasih tiga bintang. Hihi...:D
Aku utamakan diriku sebagai ABG kali ya karena novel ini genrenya memang teenlit :)
Ceritanya simple. Remaja banget. Penulisnya berhasil membawa pembaca ke karakter utamanya, Riska. Yang memiliki kebingungan terhadap dirinya sendiri yang bingung memutuskan ia menyukai cowok yang mana. Konflik batin Riska bener-bener sesuai dengan kehidupan remaja. Aku juga suka karakter Nael yang kece. Memang agak naif memikirkan bahwa ada seorang cowok badboy yang punya segalanya. But... Overall it's ok and I love this book! :)
Pertama aku tertarik sama sampul bukunya, PINK! Kedua,aku pribadi emang pernang menjadi pengguna dan korban Lovemeter jadi pas liat sinopsis bukunya langsung tertarik. Cerita lucu,bagus,alurnya enak buat diikutin,karakter Nael nya masih anak SMA udah posesif dan galak banget(seneng teriak lagi) Karakter Riska nya lucu,cuman kayaknya cepet pasrah ujung-ujungnya histeris ;x
bukunya bagus, meski sebenernya jalan ceritanya udah ketebak endingnya kaya gimana tapi tetep aja ngerasa ini buku bagus buat dibaca, gaya bahasanya enak, meski ada beberapa typo disana sini, at least keren untuk karya anak yang dilahirkan di taun 90an,, hehehe ngerasa kalah karna ampe detik ini belum pernah bisa kelar bikin sebuah novel, selalu stuck ama cerpen2 ajaa,, gutlak aja buat penulisnya ^_^
Review: Buku ini sebenarnya bagus gaya penulisannya. Tapi plot nya kacau banget. Aku ngerasa banyak plot hole yang dimana membuat cerita ini berasa lompat-lompat. Si Nael ini kan sempet ngajak Riska ke rumah pohon. Nah dia kayak mengenang kenangan sama Ibunya. Tapi gak dijelasin kenapa Nael gak ngelakuin hal-hal di rumah pohon bareng Ibunya lagi? Terus orang tuanya gak dateng ke ulang tahun Nael? Padahal kalau itu dijelasin bakal lebih kerasa emosional.... Hampir DNF asli deh😞😞
This entire review has been hidden because of spoilers.
Sebenernya baca buku ini udah lama, ya, sekitart ahun 2014. Dulu baca Lovemeter & baru selesai dini hari karena ceritanya asyik. Ngebacanya merasa jadi remaja lagi. Mau banget jadi Riska. Paling suka adegan pas pelajaran Bahasa Inggris... Riska sama Nael luchuuuuu!