Jump to ratings and reviews
Rate this book

Love, Interrupted

Rate this book
Sungguh berisiko menerima perjodohan dengan lelaki yang mengaku mencintai orang lain. Itu yang terjadi pada Aisha ketika dijodohkan dengan Axel.

Pilihan yang tersedia untuk Aisha cuma dua: pura-pura bahagia hingga ia dan Axel berpisah setahun kemudian, atau mengabaikan sama sekali seakan pernikahan tidak pernah terjadi.

Tapi, Aisha memutuskan ada pilihan ketiga: membuat Axel jatuh cinta padanya. Dia yakin hati lelaki sekeras apa pun pasti bisa ditaklukkan selama perempuan memegang kunci-kuncinya. Namun dengan adanya perempuan lain yang selama ini berada di hati Axel, mampukah Aisha meluluhkan kekerasan hati Axel dan membuat pria itu jatuh cinta padanya?

272 pages, Paperback

First published May 8, 2014

17 people are currently reading
177 people want to read

About the author

Maya Lestari Gf.

17 books28 followers
Penulis buku:

Kutukan Pitopang (2004)
Ken (2004)
Farewell Party (2005)
Denting Dua Hati (2005)
It's My Solitaire (2005)
Kupu-kupu Fort de Kock (2013)
Attar dan Peta Beliyaka (2013)
Attar dan Panci Ajaib (2013)
Attar dan Alamat yang Hilang (2013)
Love, Interrupted (2014)
Labirin Sang Penyihir (2015)

Juga menulis cerpen dan artikel di berbagai media massa

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
40 (23%)
4 stars
73 (42%)
3 stars
42 (24%)
2 stars
11 (6%)
1 star
4 (2%)
Displaying 1 - 30 of 49 reviews
Profile Image for Riz.
1,262 reviews140 followers
May 11, 2017
Sempat bingung mau ngasih rating berapa, antara 2 sama 3 🙊🙈 muehehehee.
Sepanjang baca, gua lebih banyak gedeknya sama kelakuan dan tindakan beberapa tokoh di buku ini. Rasanya pengen gua jitak plus teriakin satu persatu. Hhh...dan hal itu yang bikin gua sempat mau ngasih rating 2 💀
Tapi.. karena penulis berhasil membawa gua ngerasain perasaan yang teraduk-aduk ini sepanjang baca, akhirnya gua memutuskan berbaik hati, ngasih 3 bintang 😆
Sebenarnya masih banyak elemen di buku ini yang kurang mendalam, perlu dieksplor dan digali lagi. Banyak juga bagian-bagian yang bikin kening gua mengernyit. Tapi, balik lagi, gua mengapresiasi keberhasilan penulis membuat gua terbawa suasana selama membaca buku ini👌
Profile Image for Nola Andriyani.
180 reviews
April 24, 2019
🌟3,9

Aku selalu suka dengan tema marriage life dan perjodohan. Dan keduanya aku dapatkan disini. Baca ini bikin nyesek tapi bikin vibe yang positif juga. Nyesek karena ketidakmampuan Axel menetapkan kehidupan cinta dia. Dan vibe positifnya berasal dari Aisha yang mampu survive di kehidupan pernikahannya yang nyaris nggak bisa bertahan lama. Aku suka cara Aisha melakukan banyak hal untuk menunjukan eksistensinya, nggak maksa dan apa adanya. Aku hanya agak kurang sreg sama kecepatan alurnya yang terburu-buru buatku walau nggak ada plot hole tapi tetep aja kayak berasa dikejar waktu baca ini sanking cepatnya.
Profile Image for Ana  Fitriana.
160 reviews32 followers
August 12, 2017
3 bintang untuk Aisha
iyesss, 3!! Lupakan soal Axel yg terlalu bagus untuk dicintai cewek sempurna macam Aisha, aku kira kalo udah berhubungan dg cinta, banyak hal menjadi subjektif. Perjuangan2 yg Aisha lakukan, dari terlihat konyol sampai bisa ngebuat aku kagum. Secinta itu dia sama Axel, si berengsek tolol itu. Ckckckc

Lupakan juga ttg betapa menyedihkannya Axel yg memilih berkubang dalam kesedihan alih2 bergerak untuk memperjuangkan Aisha, istrinya yang (katanya) diam2 menghadirkan cinta dalam 9 bulan pernikahan mereka.

Lalu... lupakan juga Amelie yg menguap tanpa jejak. Padahal, peran Amelie ini penting bet kan ya. Meski tokohnya nggak pernah benar2 tampil, tapi dia yg menjadi alasan perjanjian konyol yg Axel ciptakan. Lalu kenapa mbak Maya menghilangkan dia dengan gampang? seperti abang yg dengan gampangnya menghapuskan kenangan saat bersama adek. ah (lhooo, kenapa jadi curhat). 😂😂

Yang pasti, aku syukaa buka ini. Makasih mbak Maya telah menghadirkan Aisha-Axel beserta keluarga besarnya. Salam bt Bapaknya Axel yg konon cakep dan fasih mengaji.😘😘
Profile Image for Yessyka Widy.
221 reviews19 followers
June 3, 2017
rasanya trenyuh banget lihat effort-nya untuk mengambil cinta dari suami yang selama ini nggak pernah melihatnya. Jadi kesannya nggak Cuma sok menye-menye mellow, tapi she tried to be dependent
Huaaaa gemes~~
Profile Image for VaaRida.
133 reviews6 followers
June 19, 2019

isinya uhuiiii,
reviiwe lengkap dipost di blog yee....

1 review
June 25, 2014
Dimulai dari penyetujuan saya atas ajakan ibu yang ingin pergi ke Gramedia, saya berbekal niat untuk setidaknya membeli satu novel.

Siang itu, untuk pertama kalinya lagi saya pergi ke Gramedia setelah lebih dari tiga bulan lebih terfokuskan oleh beberapa tes yang akan menentukan masa depan saya. Ujian Nasional tingkat SMA, SBMPTN, dan Ujian Mandiri yang diselenggarakan oleh pihak salah satu universitas, menahan saya untuk memikirkan novel-novel roman picisan yang biasanya saya beli tiap satu bulan sekali.

Sesampainya disana, saya langsung berkeliling di area novel. Hampir setengah jam lamanya, akhirnya saya menemukan novel Mba Maya. Honestly, dari tampilan luarnya alias cover, novel Mba Maya kurang begitu menarik. Gambar bayangan seseorang yang tengah berdiri dilatarbelakangi suasana sunset (apa sunrise?) dipantai yang gelap dan muram membuat novel itu tampak usang, lampau. Namun mun, mun, setelah membaca sinopsisnya, saya langsung tersenyum dan berkata dalam hati, ‘Inilah yang saya cari dari tadi.’

Sayang, berbalut keraguan saya tidak segera mengambil novel itu. Ternyata diri ini malu sama ibu saya, Mba. Saya agaknya tidak mau dianggap senang dengan novel yang berbau cinta macam perjodohan dan pernikahan. Kelihatannya begitu klise, meskipun nyatanya dalam hati saya sangat suka dengan genre novel seperti ini.

Menjauhi rak novel, saya malahan mendekati ibu saya dan menemaninya lihat-lihat buku resep masakan. Terlupakanlah sejenak novel itu. Baru setelah ibu mengambil beberapa buku resep makanan dan saya menawarkan untuk mengantre dikasir, keinginan untuk membeli novel Love, Interrupted kembali. Dengan gerakan cepat, saat ibu menoleh kearah lain, saya langsung mengambil novel tersebut dan manaruhnya dibagian paling bawah tumpukan. Sembunyi-sembunyi kayak maling. Takut ketahuan.

Menuju kasir, saya deg-degan takut ibu mengikuti. Alhamdulillahnya engga hahaha, muluslah penyelundupan saya (eitsss tapi tetap pakai uang sendiri ya). Saat mba-mba kasir sampai pada tumpukan terakhir, saya melafalkan doa dalam hati, “Semoga novelnya berkah,”

Alhamdulillah. Ternyata benar adanya. Novel Mba Maya memberikan berkah kepada saya. Bukan hanya memmberikan penyampaian baru yang menarik tentang pernikahan, tapi novel ini juga mengajarkan kepada saya bagaimana seharusnya memandang hidup lebih positif. Bagaimana seharusnya kita survive dalam keadaan menyakitkan sekalipun. Rencana-rencana Aisha untuk mendapatkan hati seorang Alex yang sekeras baja pun sungguh menggugah hati saya. Cerdas sekali. Bahkan makin membuka wawasan baru kepada saya tentang bagaimana seharusnya bersikap pada orang-orang disekeliling suami. Karena pernikahan bukan hanya tentang menyatukan dua insan yang berbeda tapi juga keluarga dan penghidupan yang berbeda pula.

Ah. Novel ini kadang membuat senyum terpeta dibibir saya. Tapi tak jarang juga hati saya sesak (sampai meneteskan air mata!). Duhaiiiii, kok bisa tahan ya si Aisha? Bener kata salah stau temannya si Alex, perempuan seperti Aisha itu langka.

Alurnya pun menurut saya oke punya. Kebetulan-kebetulan menyebalkan yang biasanya sengaja dibentuk oleh seorang penulis, jarang saya temukan dinovel ini. Menurut saya, novel ini sangat realistis. Mba pintar sekalli merangkai momen-momennya. Seperti kehidupan nyata. Dengan alur yang tidak terkesan ingin cepat-cepat diselesaikan, bahkan menurut saya agak lamban dibab-bab awal ketika Aisha belum ‘bangkit’.

Duh, syukur Alhamdulillah, banyak sekali pemahaman baru yang tidak saya dapatkan dari novel-novel ber-genre sama dengan novel Mba ini. Menyenangkan sekali bisa langsung menamatkannya. Saya pun langsung berani mengatakan ke ibu kalau saya tadi sebenarnya diam-diam membeli novel. Bercerita sedikit tentang sinopsisnya sambil malu-malu kucing, sampai ibu nyengir berkata mau ikut baca juga novelnya.

Dan setelah menamatkannya, entah kenapa, yang terngiang-ngiang dalam pikiran saya adalah salah satu ayat di Al-Quran yang intinya adalah bahwa Allah tidak akan merubah suatu kaum, kecuali kaum itu mengubahnya sendiri.

Oke. Cukup sekian Mba curhatan saya yang bersifat sangat subjektif ini. Banyak terimakasih saya haturkan kepada Mba Maya karena sudah menulis novel Love Interrupted. Salam! Semoga karyanya semakin banyak memberikan manfaat.

This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Mellisa Assa.
144 reviews9 followers
November 14, 2014
Hmmmmmmmm pernikahan sandiwara. Temanya sinetron banget tapi dikemas dengan cara berbeda.
Di dunia nyata ada nggak yah orang se-brengsek Axel yang mau membodohi keluarganya dengan menjalankan pernikahan sandiwara demi mencapai keinginannya untuk bisa menikah dengan gadis yang menurutnya adalah cinta sejatinya. Dan masih ada pula nggak sih perempuan sebaik Aisha yang saking baiknya bisa aku kategorikan kedalam kumpulan perempuan bodoh.
Oke, novel ini menceritakan kisah Axel yang dijodohkan dengan Aisha karena keluarganya tidak menyetujui hubungannya dengan sang pacar Amelie. Karena tidak sanggup menolak permintaan keluarga, Axel menyetujui perjodohan tersebut. Tapi diam-diam tanpa sepengetahuan orangtuanya, Axel membuat perjanjian dengan Aisha kalau mereka hanya akan menjalani pernikahan selama 1 tahun. Hari-hari pertama pernikahan, Aisha merasa diabaikan. Tapi kemudian dia mulai berusaha untuk merebut hati Axel secara perlahan dengan cara mendekati keluarga, teman dan membuat Axel terpukau dengan ketrampilan yang dimliki Aisha karena Axel adalah cinta masa kanak-kanak, remaja dan dewasanya.
Keseluruhan ceritanya oke. Tapi dengan tema pernikahan sandiwara, konfliknya kurang nendang buatku dan ada beberapa yang aku rasa kurang. Salah satunya chemistry antara Axel dan Aisha. Konfliknya kenapa kurang nendang? Karena nggak ada konfrontasi antara Aisha dan Amelie, padahal sudah jelas peran Amelie sangat besar sehingga Axel berani membuat perjanjian pra nikah dengan Aisha. Penggambaran sosok Aisha pun terlalu muluk. Untuk ukuran seorang ibu rumah tangga, Aisha terlalu sempurna, tapi yah mungkin memang sudah harusnya begitu karena sosok Aisha harus bisa menandingi sosok Amelie yang digambarkan bak seorang model. Yang aneh bin ajaib juga kelakuan si Axel. Sebelumnya dia masih mati-matian meyakinkan Amelie kalau dia hanya mencintai Amelie, tapi berikutnya malah menyalahkan Aisha yang nggak pernah memperhatikannya meskipun Aisha sibuk mendekati keluarga dan teman-temannya dan membuatnya bingung dengan isi hati Aisha. Bikin aku berkali-kali mengerutkan kening saking nggak habis pikir dengan kelakuannya.
Tapi aku menikmati ceritanya dan juga diksinya tidak membosankan. Diawal cerita pun aku ikut sedih dengan Aisha yang harus menjalani kehidupan pernikahan seperti itu. Yang pada awalnya tidak pernah dianggap ada oleh Axel. Hanya saja aku merasa chemistry mereka berdua kurang.
Bagi pembaca yang menyukai cerita yang ringan tanpa konflik berarti, novel ini bisa dijadikan pilihan.
Profile Image for ahmad.
188 reviews4 followers
January 14, 2020
Masih ingat betul novel ini dulu saya kadokan untuk sepupu saya yang lulus sarjana lebih dulu daripada saya, dan baru baru aja saya baca. Saya merasa novel ini sebenarnya punya kans besar untuk jadi juara di lomba penulisan Amore pada waktu itu, namun mungkin tidak disengaja tema Amore yang mirip mirip seperti kisah Axel dan Aisha ini membuat love interrupted jadi hanya puas dengan gelar finalis. Tema tema marriage life.

Padahal kisahnya menarik sekali, aku masih ingat bagaimana survival Aisha dalam berusaha menarik perhatian dari suaminya ini, sampai masak bla bla bla...

Namun begitulah, semua demi cinta. Dari awal Aisha sudah sayang sama Axel jadi dia yang berjuang dengan sungguh-sungguh membuat Axel berbalik padanya.

Novel ini secara penokohan sangat menarik karena tokoh tokohnya dibuat apa adanya namun bisa menarik chemistry satu sama lain.

Konfliknya, saya suka sekali meski sudah banyak penulis lain yang mengangkatnya tapi kak Maya Lestari mengemas kisah pernikahan antara Axel Aisha dengan sangat segar dan menarik.

Apalagi di setengah bagian menuju ending cerita, penulis membuat pembaca gemas bukan main deh.

Untuk setting novel sendiri saya jadi tahu seluk beluk tentang kota Padang Sumatera Barat sana, secara saya orang Jawa asli.

Saran saya untuk novel ini adalah saya merasa kalau nasib Amelie begitu tragis, saya ingin agar dia dibikinin cerita sendiri atau novel sendiri yang pokoknya dia harus berakhir bahagia, karena jujur saja kasihan banget tokoh ini harus kandas gitu aja dari cinta seorang Axell karena terhalang Axell yang menikah dengan Aisha.

Overall novel ini oke banget dibaca kalian yang suka dengan tema pernikahan dengan berbagai intrik-intriknya.
Profile Image for Jurnal Si Bugot.
225 reviews7 followers
Read
February 8, 2017
Relate sama cerita ini. Karena sebagian latarnya pernah dikunjungi. Cuma penasaran aja sama kisah Amelli selanjutnya. Semoga saja kak Maya bikin spin off cerita dia. Dari keseluruhan cerita aku nggak bisa nganggap dia antagonis :D.
Semua konfliknya masuk akal (walaupun Aisyah terlalu sempurna, eh nggak juga. Aisyah itu juga terlalu ngeyel yang bikin karakternya masih masuk akal). Axel, meskipun sebenarnya jadi antagonis utama tetap bisa menarik simpati pembaca. Intinya puas sama cerita dan ending novel ini :)
Profile Image for Alexandra.
261 reviews12 followers
January 14, 2017
Perjuangan Aisha yang serba bisa, mendapatkan cinta seorang Axel yang telah berpacaran dengan Amelie selama 6 tahun.

Memakai sudut pandang orang pertama sebagai Aisha, novel ini menceritakan Aisha yang dijodohkan dengan Axel. Axel mencintai Amelie sehingga saat didesak orangtuanya, dia mengalah dan membuat kesepakatan pernikahan hanya setahun dengan Aisha. Dan dimulailah perjuangan Aisha mendapatkan cinta masa kecilnya, masa remajanya, dan masa dewasanya.
Profile Image for Kurnia.
175 reviews10 followers
February 7, 2017
Well, first review di tahun 2017 dengan buku lama. 4.25 stars! Saya puas sekali membaca Love, Interrupted meski sangat terlambat menemukannya, baru kemarin dan itu di bazar dengan diskon yang aduhai terima kasih sekali. Wkwk~

Memilih buku Amore memang perlu kejelian, dan saya harus membuka goodreads dulu untuk setidaknya memastikan buku ini memiliki rating yang bisa meyakinkan saya membelinya karena ini buku pertama mbak Maya yang saya baca. Dan worth it enough!!!.

Walau memang beginilah adanya cerita perjodohan yang banyak bertaburan di dunia pernovelan romansa ala Amore, tetapi saya tetap bisa jatuh cinta dengan cerita-ceritanya, dengan karakter-karakternya, dengan kemasan yang berbeda tentu saja.

Saya suka sosok Aisha, mandiri, optimis, berprinsip dan tidak mudah menyerah. Dia sangat rasional dan tetap menjaga wibawa di depan sosok Axel yang telah membuatnya jatuh cinta sejak kanak-kanak. Meskipun sebenarnya Axel cukup memiliki daya pikat, tetapi saya lebih dibuat jengkel dengan laki-laki satu ini. Ya, ya, saya setuju jika dia laki-laki bodoh yang sama sekali tidak memakai logika laki-lakinya. Ah, tapi Aisha sudah kepincut dan bertekad membuatnya jatuh cinta dan saya mengagumi cara dia membuat Axel bisa berbalik mencintainya. Strateginya membuat saya manggut-manggut. Pokoknya usaha Aisha ini malah seolah-olah bisa berubah menjadi tips untuk Jadi istri yang baik XD

Kemudian Axel ini sih, hmm, oke, saya sebenarnya menginginkan pergolakan batinnya lebih diperlihatkan. Kegundahannya karena kehadiran Aisha di hidupnya tidak begitu kentara. Mungkin karena cerita ini diperlihatkan dari sisi Aisha, jadi ya begitu. Malah banyak jengkelnya gara-gara Axel ini. Berhasil deh penulisnya kalau tujuannya emang begitu.

Sisi lain di cerita ini juga banyak sosok yang menyenangkan, teman-teman Axel yang ramah (terutama Tandri, saat sosok ini muncul, saya tahu perannya di belakang pasti akan menonjol. And Yes he is!) selain itu ada adiknya Axel Sandra, Tiwi juga Vina yang secara pemikiran kontradiktif sekali dengan Aisha. Saya suka dengan karakter-karakter mereka, tentu kecuali Amelie, walau sosoknya tidak begitu banyak hadir, tetapi saya malah berpendapat harusnya sosok Amelie ini bisa lebih greget gitu, karena walau di klimaks dia dimuncullkan, tetapi ya gitu deh, dengan sifat Aisha yang sangat rasional dan mengedepankan logika, harusnya dia tidak gegabah memutuskan menyerah. Ah, tapi, perasaan perempuan kan memang tidak bisa diprediksi kapan mengalami titik jenuh. Ya sudah, saya maklum lagi. Wkwkw~

Saya sempat menyesal tidak mempersiapkan sticky note untuk menandai quote-quote bagus, tapi nanti deh misal ada waktu saya pengin nyari-nyari lagi. Sayan juga suka gaya bahasa mbak Maya ini sedikit mengingatkan saya pada Mahogany Hills. Kesimpulannya, ini sangat direkomendasi untuk dibaca bagi pecinta Amore macam saya. Hahaha. Habis ini saya boleh deh kepo karya mbak Maya lainnya. Wkwkwk~

Oh ya sampai lupa, saya sangat menyayangkan sampulnya yang hm, harusnya lebih cantik lagi. Fufu~

Profile Image for Laven review.
15 reviews
February 7, 2017
Saat membaca synopsis novel ini, “Perjodohan” Wah! Langsung ambil. Entah mengapa aku sangat menyukai cerita tentang perjodohan. Aku penasaran dengan dua insan yang membangun cinta mereka setelah pernikahan. Padahal mereka tidak pernah bertemu. Lalu tiba-tiba dijodohkan dan akhirnya menikah. Namun dibalik itu semua pasti ada saja konflik yang terjadi. Disanalah letak serunya. Sama seperti novel Interrupted ini, berhasil membuat aku penasaran dnegan konflik yang terjadi. Aku tak habis pikir kalau aku di posisi Aisha. Dirinya adalah perempuan yang kuat dan tegar. Sering sekali semua perlakuannya pada Axel tidak pernah dianggap namun dia tidak mau menyerah dan terus berusaha memenangkan hati pria itu. Sekarang aku tau kekuatan cinta itu memanglah besar.

Walau menurutku alurnya mudah ditebak tetapi banyak hal-hal yang sangat tidak diduga. Proses demi proses saat Aisha mendekati teman-teman Axel adalah hal yang paling aku suka. Karena aku melihat betapa gigihnya Aisha untuk dapat dekat dengan mereka demi menarik perhatian Axel. Aku juga sepertinya memiliki banyak kesamaan dengan Aisha contohnya saja cara pikir Aisha tetang kuliah.

“Aku kuliah untuk mencari ilmu, bukan semata-mata untuk mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan.”

Karena banyak sekali aku mendengar orang- orang selalu mempertanyakan mau kerja apa nanti setelah lulus? Mau kerja dimana kalau jurusan kamu ini ? Pada jurusan yang dianggap tidak popular dan jarang peminatnya. Loh! Kita kan kuliah mencari ilmu bukan pekerjaan. Lagian juga aku sering melihat orang yang bekerja melenceng jauh dari jurusan yang ia pilih pada masa kuliah. Everybody have their own way.

Novel ini sangat menarik karena mengusung “Benci jadi Cinta” Pokoknya aku selalu suka cerita yang seperti ini hehe. Cara pembawaanya pun mengalir. Tokohnya ikut berkembang seiring dengan jalan cerita. Aku juga menangis saat membaca novel ini, terbukti bahwa novel ini mampu mencampur adukan perasaan pembaca. Dari sikap Axel yang bikin kesel sampai sikap Aisha yang bikin gemes dan membuatku sempat berpikir “Gila! nih cewek kuat banget”. Tapi aku merasa interaksi dengan orang ketiga Which is Amelie sangatlah kurang, bahkan tidak ada. Padahal Amelie adalah orang yang memegang kuci pernikahan mereka. Ia adalah orang yang membuat Axel mau menjalankan pernikahan kontrak dengan Aisha tetapi porsinya untuk sekedar percakapan dengan Aisha sama sekali tidak ada. Padahal aku ingin mengetahui bagaimana perasaanya melihat kekasihnya menikahi wanita lain. But overall novel ini ok! Mampu membuatku memberikan 4 dari 5 bintang karena konflik dan gaya penulisan kak Maya yang membuatku betah menghabiskan novel ini hanya dalam 3 jam saja.

Visit my blog >> https://dailybooklovers.wordpress.com/
Profile Image for Minibooklib.
4 reviews1 follower
September 27, 2023
Secinta itu sama buku ini. Dari awal bab, udh jatuh cinta banget sama buku ini. Perjuangan Aisha dan cintanya ke Axel itu luar biasa. Axel emang bodoh dan brengsek, tapi ga bisa benci banget sama karakternya. Karena orang yang terhalang kabit cinta memang cenderung bodoh.

Suka dengan cara kak Maya menggambarkan karakter dalam novel ini. Setiap karakter punya penggambaran yang kuat dan buat kita dapat memahami setiap karakternya. Suka suasana kekeluargaan dan pertemanan karakter buku ini.

Ini favorit novel sepanjang masa, serius!!!! Sebanyak apapun novel yang udh dibaca, sampai sekarang novel ini masih tetap terfavorit dan must re-read list banget!!! Makasih kak maya sudah membawa cerita ini❣️❣️❣️❣️❣️
2 reviews
June 27, 2020
Ceritanya seru, bikin aku terus penasaran buat bacanya dan pengen tau endingnya kayak apa.. kadang ikut emosi dan nangis bacanya.. kadang juga kesel ngelihat Axel yg awalnya gk peduli dengan Aisha.. kadang juga baper ngelihat Axel yg tiba² luluh, sederhana tp terkesan romantis sih kalau di aku. Konfliknya pun lumayan menegangkan dan bkin aku menerka² endingnya bakal gmana.. Tapi ternyata, endingnya.............?
Secara keseluruhan ceritanya menarik. Cwe mana cba yg bsa setegar dan sepintar Aisha? aku salut sih sm tokoh Aisha. Tapi endingnya ini sperti terlalu buru-buru, sehingga pas dibaca ya tau²nya abis aja gtu. Kurang dapat/ngena adegan romantisnya :(
Profile Image for Janabijana Nia.
10 reviews
July 4, 2025
Saya baca buku ini kapan, ya? Sepertinya 10 tahun lalu. Di tengah gempuran novel-novel marriage life baik online maupun offline, novel ini terkesan sederhana sekali. Sarat refleksi tentang harapan pembaca pada tokoh perempuan yang lembut tapi tidak menye-menye. Meski tokoh prianya terkesan red flag, tapi dia tidak berlebihan. Sayangnya, ending dari cerita ini mudah ditebak. Saya, sih, berharap ada novel lanjutannya. Semacam novel dengan taste lebih maskulin dengan POV sudut pandang tokoh pria. Seru kayaknya.
Profile Image for Melli.
7 reviews
April 28, 2022
I like the FL character, strong willed and independent woman. And I love how the author picture her progress and train of thoughts in order to be accepted into the ML’s friends and family. But this novel did not portray the ML’s character development, how he come to like her in the end. Need to have his POV or explanation better. In the end he was a total asshole to her. Acting in self-destruct instead of fighting for her and proof his worth. He’s lucky she loves him.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Cindy Pricilla.
Author 4 books13 followers
April 19, 2019
Suka banget!

Baca buku ini malah terinspirasi untuk menjadi istri yang baik dan lembut. Tahu menghadapi suami, keluarga, dan teman-temannya.

Anyway, bagian makanannya kok menggiurkan selera sekali.

Mau kasih 5 bintang tapi nggak jadi karena sebenarnya penasaran apa yang terjadi sama Amelie di akhir. Bagian scene Axel-Amelie. Atau pemikiran Amelie.
Profile Image for Tyas Septiani.
2 reviews
March 20, 2020
salut bgt sama Aisha yang selalu berjuang dan percaya diri sama kemampuannya. Aisha mengajarkan bahwa pesona fisik gak selalu menang untuk mengikat seorang laki-laki. selain itu, buku ini mengajarkan bahwa pernikahan itu butuh skill dan butuh menghadirkan “jiwa” di dalamnya. hadirkan kehidupan. karena kehidupan akan mendatangkan kebahagiaan dan kebahagiaan akan menghadirkan kasih sayang.
Profile Image for R I K A.
124 reviews10 followers
November 17, 2021
Menurutku Aisha terlalu beruntung dengan masakannya. Iya sih, di narasi disebutkan bahwa ia pernah gagal di awal-awal percobaan memasaknya. Tapi tetap saja terlalu beruntung, mengingat sebelum menikah ia hampir tidak pernah memasak.
181 reviews
April 12, 2019
Bukunya mengambil tema le marriage, konfliknya ringan dan penyelesaian masalahnya pun sederhana.

Tidal ada drama berlebihan, meski di ending feelnya sedikit kurang
Profile Image for Rifah.
3 reviews
March 31, 2023
Ini tentang pernikahan, menurutku kisahnya seperti series yg dimainkan Refal Hadi.
Profile Image for Zulqa'ida Rizha Rizha Vahlevi.
88 reviews
March 6, 2017
2,8 bintang untuk cerita ini.


Overal, ceritanya emang nyesek banget. Tentang perempuan yang berjuang sendiri untuk mempertahankan cintanya. Tentang perempuan yang punya hati besar untuk merelakan diri untuk disakiti.

Tapi, mungkin karena itu saya bacanya, buku ini rada bertele-tele. Atau cepat membosankan bagi saya, hingga saya harus loncat-loncat saat membacanya.

Aisha terlihat sangat menonjol sementara Axel terlihat seperti banci figuran. Jujur, Axel sama sekali nggak pantas untuk dapetin Aisha. Penggambaran Axel pun alakadarnya, dan entahlah saya nggak dapet apa-apa dari sosok Axel kecuali kebrengsekannya, kebanciannya, dan egoisnya.

Dari awal, digembor-gemborkan oleh sosok Amelie, tapi Amelie sendiri pun tak cukup tampak dari cerita ini. Amelie hanya hidup dalam pikiran Aisha, betapa Axel mencintai Amelie.

Daan, saya nggak dapat penjelasan bagaimana hubungan Axel-Amelie setelahnya. Apakah hubungan Axel-Amelie renggang mulai dari peristiwa malam pertama mereka berdua, atau renggang saat kabar perceraian Axel-Aisha terembus, atau justru belum berakhir?

Serius, harusnya kalau cerita ini dibuat seruncing mungkin, akan bagus. Tapi saya melihat cerita ini sangat melebar dan membosankan.

Dan bisalah buat Axel sedikit ada poin di mata saya, bahkan saat Aisha mengajukan perceraian, ia malah menghancurkan diri sendiri, bukannya bergantian memperjuangkan Aisha. Tambah minus nama Axel di mata saya.

Dan Endingnya terlihat buru-buru, mepet. Jadi kayaakk.... yaudah kayak "Oh, gini doang?"

Dan, masih pantaskah Axel disebut pria? Dia pria yang gagal.
Profile Image for Rie_dominique.
664 reviews66 followers
January 15, 2017

Yang saya sukai dari Aisha adalah kemandirian dan optimisme-nya. Ia cukup logis dengan meminta haknya untuk dibiayai sebagai seorang istri dalam perjanjiannya dengan Axel. Dalam perjanjian mereka Aisha lah yang akan mendapatkan kerugian yang lebih besar daripada Axel. Terutama dengan gelar janda yang akan disandangnya bila ia akhirnya jadi bercerai dengan Axel.

Review lengkap baca di blog Ira Membaca
Profile Image for Nana.
405 reviews27 followers
July 8, 2016
Ceritanya menarik. Tentang Aisha yang dilamar oleh Axel, cinta pertamanya, untuk menikah... secara kontrak. Jadi, si Axel ini sebenernya udah punya pacar bernama Amelie, tapi sayang, orangtua Axel nggak setuju. Jadi, si Axel malah dijodohin sama Aisha. Axel sendiri sebelumnya nggak pernah ngeh sama Aisha, tapi karena dia tipe yang menurut sama orangtuanya, dia oke aja... tapi di belakangnya bikin kontrak sama Aisha kalau pernikahan mereka cuma akan berjalan satu tahun, buat pembuktian kalau pilihan orangtua Axel tuh nggak bener dan Amelie adalah satu-satunya yang bisa bahagiain Axel.

Si Aisha ini pinter. Walau di perjanjian mereka cuma akan menikah satu tahun, dia bertekad akan menggunakan satu tahun itu untuk membuat Axel benar-benar jatuh cinta sama dia. Caranya dengan mendekati orang-orang di sekitar Axel, mulai dari keluarga sampai teman-temannya, dan mengurus rumah. Intinya, Aisha mau membuat Axel mau nggak mau butuh Aisha, sehingga setahun ke depan, Axel udah nggak bisa lepas lagi dari Aisha dan memilih Aisha ketimbang Amelie.

Seperti gue bilang, ceritanya menarik. Sayangnya gue kurang sreg dengan detail yang terlalu banyak dijabarkan penulis. Daily schedule-nya Aisha lah, jenis tanaman di kebun rumah Aisha dan Axel lah. Trus trus, Aisha ini kenapa tampil serbasempurna bener ya? Jago menulis, kerajinan tangan, fotografi, berjiwa petualang (meeen.... dia berani masuk ke hutan sendirian!! Hutan di Sumatera Barat lhooo yang rimbun banget, bukan hutan UI!), jago masak, bisa nyanyi dan main piano, hobi beberes rumah, tau segala macam makanan yang bagus buat tubuh, dan... hobi luluran pake minyak zaitun.... Belum lagi dia itu cum laude dan otaknya kayaknya cemerlang banget. Weeeww... Berat yak.. Trus trus... dia juga royal banget, selalu banjir hadiah deh ke mana pun dia pergi. Cape gue bacanya.

Lalu, gue ngerasa karakter Amelie kurang dieksplor di sini. Dia cuma diceritain dari sudut pandang Aisha dan orang-orang yang nggak kenal banget sama dia dan emang udah sebel sama dia. Katanya, Amelie itu cewek yang terbiasa hidup mudah, dari keluarga berada. Nggak bakal bisa ngurus rumah tangga. Tapi, dia itu akuntan andal. Dia juga punya toko sendiri dan--ini Aisha sendiri yang ngakuin--butuh kesabaran dan ketelitian (serta tanggung jawab besar) untuk menjaga tokonya tetap menghasilkan keuntungan. Gambaran manjanya cuma dari status FB-nya yang suka gak penting. Yaelaaah.... ngapain juga nulis status FB serius-serius? Emang yang nanggepin juga serius gitu?

Kalau ngeliat karakter Aisha dan Amelie, gue malah merasa Amelie lebih tepat buat Axel. Aisha tampil serbasempurna dan ingin Axel bergantung padanya, tapi Amelie punya kelebihan dan kelemahan. Dia dan Axel bisa saling melengkapi dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tapi yaaa tau deh. Di bukunya nggak gitu ending-nya sayangnya :) <--- ga spoiler yaa... Amore kan emang udah pasti si tokoh utama ngedapetin orang yang dia cinta, jadi emang udah pasti Aisha sama Axel. Tapi lebih detailnya gimana, silakan baca sendiri aja. Ngoahahahaha...



Profile Image for Fanny Roswita Ria.
582 reviews10 followers
June 2, 2014
Gw membeli novel ini karena alur cerita yang sama dengan pemikiran gw pribadi walo dituangkan dalam bentuk novel masih 1/3 perjalanan (padahal udah 2 tahun tapi ga kelar-kelar,hahahaha). Berlatar belakang adat "Padang" yang kental, ada heroine Aisha yang sudah cinta dengan hero yang sekarang ini telah menjadi suaminya, Axel. Hanya saja pernikahan ini sebatas pernikahan sandiwara karena sang hero telah mencintai sosok wanita lain dan hubungan mereka berdua telah diarungi selama 6 tahun.

Jatuh cinta pertama kali sang heroine ke hero-nya adalah diumur 9 tahun ketika ia melihat sang hero, yang pada saat itu dipanggil bonggol, sedang berkumpul dengan teman2nya. Cinta masa kanak-kanak yang tak diduga akan bertahan sampai ia remaja. Sang heroine bertemu kembali dengan sang hero di GOR dalam perlombaan basket yang membuat cinta remajanya kembali bersemi. Pengorbanannya belum berakhir disana, disaat sang heroine diterima di Unand tetapi ditolak karena sang heroine ingin dekat dengan sang hero, akhirnya dia mengambil di Universitas Bung Hatta tempat sang hero kuliah. Yang tidak pernah disangka oleh sang Heroine, bahwa sang hero telah memiliki tambatan hati bernama Amelia.

Namanya takdir tak pernah diduga, persahabatan almarhum Ibunda Aisha dan Ibunda Axel membawa mereka ke situasi perjodohan yang tak terelakkan. Aisha tak pernah menduga, sosok cinta monyetnya ini akan menjadi pendamping hidupnya. Hanya saja Axel menegaskan bahwa mereka hanya akan melakukan pernikahan sandiwara karena Axel tak pernah berniat untuk meninggalkan Amelie sama sekali. Mungkin karena cinta-nya itu yang membuat Aisha teguh dalam melakukan perjanjian pernikahan sandiwara dengan 3 butir perjanjian utama.

Sekarang gw beralih mengupas karakter sang heroine yaitu Aisha, digambarkan dengan sosok yang begitu kuat. Setiap yang dikerjakan olehnya, diberkati dengan kesuksesan. Mulai dari resensi buku, kemudian mengerjakan buku traveling,sukses terpilih menjadi 10 penulis untuk jalan-jalan ke Malaysia dan Thailand, meronce manik yang mewujudkan toko manik, photographi, dan terakhir belajar musik melalui piano yang membawa dirinya ke pegelaran budaya di Taman Budaya Padang.

Sedangkan karakter sang hero yaitu Axel adalah pribadi yang introvert ke si Aisha, terus keras kepala dan sangat emosional (di akhir cerita baru ketahuan)sama rada plin-plan, katanya cinta Amelia tapi tetap aja Aisha dimanfaatkan (yang baca jadi greget sendiri). Walo ending ceritanya tidak semeriah yang gw harapkan tetapi novel ini direkomendasikan untuk masuk koleksi para goodreader lainnya..Happy reading:)
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Hairi.
Author 3 books19 followers
August 19, 2014
Saya memang tertarik dengan tema-tema semacam kawin kontrak gini. Kemarin-kemarin saya bersemangat buat nonton Prime Minister and I karena temanya kawin kontrak. Wekekekeke... Eh ini bukan kawin kontrak kok, tapi pernikahan dengan perjanjian. Apa bedanya? Boleh nggak secara Islam? Entahlah... Tidak dibahas di sini.

Jadi ceritanya gini, si Axel cinta banget ama pacarnya tapi keluarganya nggak merestui. Axel malah dijodohkan dengan seorang wanita bernama Aisha. Sebelum menikah Axel mengadakan perjanjian kalau pernikahan mereka hanya akan berjalan satu tahun. Dan Aisha setuju. Ada beberapa keadaan yang menyebabkan Aisha setuju juga karena alasan dia memang telah lama menaruh hati pada Axel.

Dan begitulah pernikahan mereka berjalan. Aisha yang awalnya pasrah dengan sikap dingin Axel kemudian dia bangkit dan bersemangat untuk memperjuangkan cinta Axel.

Secara garis besar saya suka dengan novel ini. Bikin saya penasaran hingga menuntaskannya hanya dalam waktu beberapa jam. Ada banyak pelajaran juga yang bisa diambil, terutama tentang hidup berumah tangga. Dan astagaaaa... Saya membacanya dalam kondisi lapar dan terasa bertambah lapar dengan beragam masakan yang dimasak Aisha : risoles, bakwan udang, sop iga goreng, gurame asam manis, udang bakar madu, tuna crispy, ayam goreng daun pandan... Saya mau semuanyaaa... Ihiks....

Tokoh Aisha sempurna sekali. Pandai ini dan itu. Pandai mengurus rumah, meronce manik, memasak juga. Bahkan dia bisa dengan piawai memasak padahal sebelumnya tidak mahir di dapur. Dan masakannya lezat2 hanya dengan berbekal buku resep. Hemmm.... Mungkin saya iri karena tidak bisa sepiawai Aisha memasak jadi yang bagian Aisha begitu sempurna jadi terasa agak janggal di mata saya. Oh iya... Selain itu Aisha juga penulis. Dia menulis resensi buku, menulis artikel, cerpen, buku dan artikel traveling juga novel.

Pencapaiannya dalam hal-hal yang bisa dia lakukan itu juga nggak main-main. Kebisaannya meronce manik itu bikin dia buat toko menjual hasil karyanya, buka kursus juga. Buku travelingnya diterbitkan di penerbit Jakarta. Artikelnya ada di harian lokal Padang. Kemudian artikel perjalanannya juga pernah dimuat di media nasional juga majalah sebuah maskapai. Trus Aisha juga pandai fotografi. Trus lagi dia pandai main piano. Bisa nyanyi juga. Oh benar2 wanita sempurna kau, Aisha....
Profile Image for Caca Venthine.
372 reviews10 followers
May 25, 2014
lagi dan lagi intinya tentang perjodohan..

axel dan aisha nikah karena dijodohin. hanya karena orang tua axel tidak menyukai pacarnya, amelie (bener gk ya namanya) ._. sikap axel ke aisha dingin, walau tinggal 1 rumah tp mereka tidur pisah ranjang.. sebelum mereka nikah, mereka bikin perjanjian akan bercerai 1 tahun kemudian.

aisha terus berusaha bikin axel cinta sama dia. ya segala usahalah dia lakuin ya. dr ngambil hati teman2 axel, maupun keluarga axel..

apa aisha berhasil ngambil hati axel? udah baca aja sendiri ya.. inti ceritanya mah begitu.

klise banget memang. apa emang gue aja kali yaa yg bosen karena akhir2 ini baca buku selalu tentang perjodohan? tapi memang disini gue gk nemuin apa2. semua serba instant dan cepat banget, seolah2 penulis mau cepet2 nyelesain kisah mereka berdua.

dan jugaaa drama drama drama everywhereee... kalo dibandingin sa,a sinetron cinta fitri sih yaaa bisa jadi 11 12 karena penuh sama drama. sorry dah ngomong blak2an gini. tapi untuk segi dialog dan cerita lumayan ngalir.

moga untuk karya selanjutnya lebih bagus lagi ya. oh iyaa, kasih 2 bintang bukan berarti ceritanya jelek lho, hanya masalah selera ^^
Profile Image for Dhani.
257 reviews17 followers
May 26, 2014
Cakep, terlepas dari beberapa kebetulan yang sengaja diciptakan penulisnya. Konfliknya rapat, deskripsi tentang tokoh tokoh utamanya detil.Lokalitasnya juga kuat. Tentang Axel dan Aisha yang menikah karena dijodohkan( walau sebenarnya Aisha sudah menyukai Axel sejak masih kanak- kanak)dan dengan sebuah perjanjian, pernikahan akan diakhiri setelah setahun, karena sebenarnya Axel sudah punya kekasih yang sudah dipacarinya 6 tahun.Dari mulai Aisha yang pasrah, waktu merubahnya menjadi berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan cinta Axel, suami sahnya. Jatuh bangunnya, kesulitan demi kesulitan, digambarkan dengan lengkap, halaman demi halaman. Novel ini berhasil menyampaikan pesan bahwa cinta( yang diikat oleh perkawinan tentunya) haruslah diperjuangkan dengan cara- cara yang benar.Dan untuk genre Amore, novel ini santun dan tidak berlimpah adegan dewasa( walau pun kalau ada juga akan dimaklumi karena koridornya hubungan sepasang suami istri)....
Profile Image for Just_denok.
366 reviews7 followers
January 8, 2015
Rasanya pingin ngebuka mata, kuping dan semua indra Axel lebar2 deh. Hey, apa dia nggak lihat ada indrpenden woman yang perhatiannya minta ampun untuk dirinya? dan bisa2nya dia masih ngasih perhatian utk si Amelie. Gemas jadinya..>.<. Dan karena aku bisa segemas ini, itu artinya penulis sukses membuatku terserap dalam novel ini.

Keren untuk Penulis. Cerita yg dituliskan, alur kisah Aisha, cara2 cerdas nya untuk mempertahankan pernikahan, dan semuanya ditulis dengan baik dan cerdas. Sosok Aisha yg percaya diri, pintar, dan kreatif. Aku suka sekali dengan karakter Aisha :).

Cara penulis membuat ide konflik, pembangunan konflik, puncak konflik hingga penyelesainnya, dapat kunikmati dengan sepenuh hati. Jadi hampir semua bagian aku dapat feel nya. Mulai dari kesalnya Aisha, tersinggungnya hati gadis itu akan tindakan Axel, perjuangannya yang tak kenal malu dan menyerah, kecewa, sedih, deg2an, hingga mataku sempat berkaca2 saat berada di klimaks konflik. Penulis karen deh pokoknya ;)
Displaying 1 - 30 of 49 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.