Jump to ratings and reviews
Rate this book

Dear Prudence

Rate this book
Astaga, rambut gue pitak! Senior gue memangkas jambul kebanggaan gue dengan asal. Demi Tuhan, di sini ada ratusan mahasiswi bening yang salah satunya mungkin bisa gue 'prospek' ke depannya. Dengan rambut pitak begini, paling cuma perawan tua penjaga kantin yang bisa gue pacarin.
“Lo kaya Klingon.”
Coba lo bayangin, itu tadi komentar salah satu mahasiswi cantik di kampus gue, Prue. Harga diri gue langsung terjun bebas ke jurang. Klingon, karakter absurd di film Startrek yang berjidat lebar dan jelek banget.
Tapi sejak saat itu gue jatuh cinta sama cewek yang ngatain gue dengan kejam itu. Setiap hari, selama hampir dua tahun gue terus mengejarnya. Teman-teman bilang gue bodoh karena rela nunggu terlalu lama. Nyokap gue malah bilang; bahwa arus hidup kadang membawa kita ke tikungan lain, dan menyarankan agar coba melihat cewek lain. Tapi gue kekeuh, gue nggak mau ikut tikungan lain itu. Dalam hal cita-cita pun begitu. Gue pengin jadi Motion Graphic Designer besar, pokoknya menghasilkan suatu karya besar yang bikin nama gue diingat orang banyak, nggak ada cita-cita lain.
Tapi gue nggak pernah tahu, gue ataukah nyokap gue yang benar….

252 pages, Paperback

First published April 21, 2014

4 people are currently reading
44 people want to read

About the author

Dannie Faizal

12 books39 followers
Telah menerbitkan beberapa buku yang berjudul Manjali (komik), Manjali 2 (komik), Manjali the Novel (novel), Cerita Hati: Ini Cinta Pertama (kompilasi cerpen), Manjali 3 (komik), Setahun Berkisah (kompilasi novela), Dear Prudence (novel), Diary Manjali (novel), Hilang (novel), Summer Solstice and Strawberry Moon (novel), Perfec Ten (novel), dan Manjali 4 (komik). Selain menulis komik dan novel, Dannie juga seorang praktisi kreatif dan entrepreneur.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
28 (30%)
4 stars
26 (28%)
3 stars
32 (34%)
2 stars
5 (5%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 30 of 37 reviews
Profile Image for irnafadlh.
14 reviews1 follower
December 28, 2024
Awalnya udah skeptis duluan sama buku ini tapi akhirnya gak nyesel sama sekali buat maksa lanjutin, karena jadi enjoy bgt baca sampai akhir!

Overall novel ini ringan, kocak, realistis dan karakter yang digambarkan pun manusiawi banget haha. Menceritakan perjalanan hidup seorang pemuda bernama Irvine, yang bermula dari masa penuh gejolaknya sebagai mahasiswa sampai jadi lelaki matang dengan cara pandang yang lebih bijak pada hidup. Sebagaimana perjalanan hidup orang di real life, Irvine juga menghadapi cobaan yang datang silih berganti. Mulai dari masalah di kampus, magang gak lancar, dibully kating, dimarahin atasan, kehilangan orang tersayang, ujian ekonomi, cita-cita dan passion yang sulit dicapai, sampai kisah cintanya yang memprihatinkan. Kisah cintanya ini sih yang paling bikin kesel karena tragisnya semua berasal dari ketidakmampuan Irvine menyatakan cinta sama Pruedence. Yap, lagi-lagi berawal dari jatuh cinta diam-diam, yang literally mulutnya terdiam kaku terus..😩

Sosok Irvine yang cukup nyeleneh dan sembrono somehow bikin greget dan terheran-heran. Bahkan hidup udah chaos pun ditambah parah dengan kelakuannya sendiri. But oke lah, in real life, people make that mistakes too. Semakin dibaca, semakin kita paham kalo semua hal yang gak sesuai harapan justru bikin manusia semakin dewasa dan bijaksana. And that’s how life humbles us. Kisah semakin berkesan di akhir karena semakin banyak hal yang dilalui, Irvine menjadi sosok yang lebih matang, legowo, dan justru ini yang mengantarkan dia pada rasa bahagia atas hal-hal sederhana, diikuti dengan kesuksesan dalam karir dan hubungan romansanya. Terima kasih pada Dannie Faizal karena sudah menutup ceritanya dengan baik. Di akhir novel nyeleneh ini, jujur gak expect dengan chapter ‘Ikan-ikan’ yang cukup serius, dan mengundang pembaca buat berkontemplasi. Tapi ini juga jadi tanda kedewasaan pikiran Irvine pada akhirnya. Love it!

Gak nyesel membekal buku ini buat nemenin hari-hari di tiduran di rumah sakit, I’ve made the best decision!
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews297 followers
February 26, 2016
review: http://kubikelromance.blogspot.com/20...

Ini adalah kali pertama saya membaca buku dari Dannie Faizal, padahal sudah ada tujuh buku yang pernah ditulisnya. Sebenarnya saya cukup familier dengan beberapa buku yang pernah dia tulis, misalnya saja seri Manjali, kumpulan novella Setahun Berkisah (yang ngomong-ngomong masih menjadi wishlist saya) dan kumpulan cerpen Cerita Hati. Perkenalan pertama saya dengan tulisan penulis malah lewat novel keduanya yang baru terbit, tentang sebuah cerita komedi romantis yang penuh dengan pesan moral atau cukup menginspirasi.

Membaca sinopsisnya saya kira fokus utama cerita tentang kisah cinta, ternyata lebih dari itu. Kisah cintanya diawali ketika Irvine Suherman, mahasiswa baru jurusan DKV (Desain Komunikasi Visual) mendapatkan hukuman dari seniornya ketika mengikuti OSPEK, dia tidak mematuhi aturan kalau rambutnya harus botak, si senior kemudian memangkas asal jambulnya. Kejadian tersebut membawanya bertemu dengan Prudence, seorang mahasiswa baru yang meledek kalau penampilan Irvine seperti Klingon, salah satu tokoh dalam film Startrek yang memiliki jidat lebar. Irvine langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Prudence, dia bertekat agar bisa mendapatkan hati salah satu cewek tercantik di kampusnya itu.

Mungkin ini yang dinamakan jatuh cinta yang sebenar-benarnya, di mana kita merasa segala yang kita butuhkan sudah ada pada diri pasangan kita.

Selain berbagai usaha Irvine untuk mendapatkan hati Prudence, nama yang mirip dengan salah satu lagu The Beatles, grup band favorit Irvine tersebut, cerita di buku ini di isi dengan suka duka sang tokoh utama dalam menuntut ilmu di jurusan dkv, susahnya magang di sebuah stasiun televisi, bertemu orang-orang yang sangat hebat di bidangnya dan bersaing ketat dengan salah satu teman magang, Lucy, sampai-sampai Irvine harus menggunakan taktik curang untuk menjatuhkan Lucy agar bisa menjadi yang terhebat, agar dia bisa mengapai impian untuk menjadi seorang ahli motion graphic . Kemudian ada bagian yang membuat Irvine sangat kecewa dan sedih, jatuh bangun menjalani kehidupan pasca kehilangan orang yang disayanginya dan mencoba menerima kesempatan yang ada ketika dia mencari pekerjaan pertamanya. Sangat banyak fokus cerita yang disajikan penulis. Asiknya, semua bagian tersebut melengkapi sehingga ketika membaca kita nggak tersesat, terasa mengalir sekali dan tetap bisa menikmati ceritanya. Bisa dibilang buku ini lebih bercerita tentang perjalanan hidup seorang Irvine Suherman.

"Aku juga dulu pemberontak, pembosan, dan sombong," ujarnya sambil tersenyum.
"Seiring dengan berjalannya waktu, aku baru sadar kalau sifat itu sama sekali nggak membawa kabaikan buatku. Kegagalan demi kegagalan datang. Belakangan aku sadar bahwa ada saat-saat di mana kita harus rendah diri. Saat-saat itu adalah ketika kita menimba ilmu. Kalau kita sombong, otomatis diri kita pasti tertutup dari berbagai ilmu yang akan masuk. Kita akan terjebak dalam sifat narsis yang merugikan. Kita harus akui bahwa orang-orang itu, baik praktisi atau akademisi yang bullshit, memiliki pengalaman dan ilmu yang lebih banyak daripada kita. Ketika aku mulai sabar, rendah diri, dan berserah, kesuksesan pun akhirnya datang," lanjut Mas Junot sambil menyesap teh panasnya.

"Kita sering panjang angan-angan, ingin membuat sesuatu yang besar. Akibatnya, kita kerap melupakan hal kecil, padahal dari sanalah hal besar itu tumbuh."

Salah satu yang membuat saya menikmati buku ini adalah karakter utamanya. Sosok Irvine digambarkan sebagai laki-laki yang terlalu nyantai menjalani hidup, konyol dan penuh humor. Kadang sampai nggak tau kalau dalam banyolannya tersebut ternyata dia berkata serius. Tetapi, kadang sifatnya tersebut juga mempunyai dampak buruk dan sangat menyebalkan, contohnya saja ketika dia mengerjai Lucy, dampaknya sangat besar dalam pekerjaan di tempat mereka magang, kemudian ketika dia mengelak dari permintaan ibunya untuk mengantar ke rumah saudara, menjadi penyesalan terbesar Irvine. Ada perkembangan karakter yang penulis buat untuk Irvine, dia bukan manusia sempurna, dia layaknya kita, manusia biasa dengan berbagai cobaan dan lika-liku kehidupan yang dia jalani, menjadikan Irvine dewasa secara alami. Karakter kedua yang saya suka adalah Mas Junot, dia bijaksana sekali :D.

Kemudian bagian yang saya suka lagi, yaitu tentang humornya, ada beberapa yang membuat saya cekikikan sendiri, mayoritas ketika Irvine bersama kedua sahabatnya. Misalnya saja ketika Idrus, salah satu sahabat Irvine menyarankan hadiah apa yang cocok ketika PDKT yaitu kapur semut. Bagi anak kos, kapur semut sangat penting.

"Kalau seandainya lo kasih dia cokelat, entar ujung-ujungnya disemutin. Jadi, daripada lo sok romantis ngasih cokelat, mending lo kasih dia kapur semut."
"Eh, entar gue malah dianggap freak, nggak? Atau lebih parah, entar gimana kalau dia malah camilin kapur semut itu?
Idrus menepuk jidatnya. "Gini, Nyet! Kapur semut lebih dia butuhkan ketimbang cokelat, tapi dia nggak sadar kalau dia butuh kapur semut." Idris sudah kehabisan akal mencari cara untuk menjelaskan maksudnya.

Sarannya boleh juga tuh :D
Terus, masih ada satu lagi yang bikin saya mesem-mesem ngikik, waktu Irvine sms-an sama Ferry, sahabatnya yang lain:

F: Widih di masjid... Beriman banget! Tobat, lo, sekarang? Udah selesai atau baru mulai sholat? Gue udah di terminal, nih, parkir di dekat taksi-taksi. Buruan, ya
I: Sip bentar lagi, ya, ini lagi sujud, nih. Rakaat terakhir, kok.
F: Astaga! Dodol lo... hahaha...

Buku ini cukup menginspirasi, banyak pesan moral yang bisa diambil. Cerita Irvine mengajarkan kita untuk pantang menyerah dalam mengapai impian. Usahanya mengejar cinta pertama membawanya menemukan cinta sejati. Kesalahan-kesalahan yang dia buat menyadarkannya agar menjadi lebih baik dari sebelumnya, belajar dari kesalahan yang pernah dia buat agar tidak mengulangi lagi. Lewat dunia kerja yang Irvine ceritakan, dia ingin menunjukkan kepada kita kalau dunia kerja itu tidaklah mudah, banyak tantangan dan persaingan di dalamnya, jangan mengganggap remeh tawaran pekerjaan yang tidak menantang, kita belajar dari hal yang kecil terlebih dahulu. Irvine juga tidak ingin berlarut-larut dengan penyesalan yang dia alami, dia ingin menebusnya, ingin membuat keluarganya bangga akan pencapaian yang dia peroleh. Dan, jangan bersedih kalau punya followers sedikit, tidak menjamin kalau bisa menghasilkan tulisan yang bagus, dengan followers sedikit, Irvine bisa kok menerbitkan buku :p

Dalam dunia kerja, attitude yang baik adalah segalanya. Skill bisa dibentuk, tetapi attitude selalu sulit untuk diarahkan. Jika kita memilih jalan hidup dengan cara bekerja dan berkarier di sebuah perusahaan, hal itulah yang pertama-tama harus dipahami. Lain ceritanya jika kita memutuskan untuk mengambil jalan sebagai seniman independen yang bisa berlaku 'semau gue'. Setiap perusahaan memiliki visi dan tujuan, oleh karena itu mereka akan menyingkirkan orang-orang yang nggak sejalan dengan visi dan misi mereka. Bagitulah kata Mas Junot.

Kekurangan buku ini adalah penulis kurang jeli dalam menggambarkan setting waktu. Alurnya flashback dengan sudut pandang orang pertama. Saya agak bingung dan baru menyadari ketika di bagian akhir Irvine menceritakan kilas balik perjalanan hidupnya. Baiknya, ketika penulis menceritakan kembali ketika dia masuk kuliah dan mengikuti OSPEK (ada di bab dua) yang berujung bertemu dengan Prudence ada penanda kapan terjadinya cerita tersebut. Selebihnya tidak ada masalah, covernya kece, minim typo, ada cuplikan lagu The Beatles dalam setiap bab, ada ilustrasi yang dibuat oleh penulis sendiri, saya jadi berpikir apakah cerita Irvine ini adalah cerita yang terinspirasi dari kisah nyata penulis sendiri? Melihat penulis mempunyai jurusan yang sama dengan Irvine :p.

Bagi yang pengin menikmati kisah komedi romantis yang ringan, menghibur dan cukup inspiratif bisa kok mencomot buku ini untuk dibaca, saya rekomendasikan buat semua umur :)

"Pelajaran bahwa hidup tak pernah benar-benar indah, tetapi berharga."

3.5 sayap untuyk si Klingon.
Profile Image for Alexandra.
261 reviews12 followers
June 15, 2017
Cerita bermula saat Irvine Suherman telah memasuki puncak karirnya, dan memiliki pacar yang masih dirahasiakan namanya dari pembaca.

Kemudian cerita beralih saat Irvine baru mulai masuk kuliah, dan bertemu dengan Anastasia Prudence saat OSPEK.

Cerita berfokus pada hidup Irvine, melewati masa-masa kuliahnya, magang, dan PDKT sama Prue.

Dari awal, aku udah gak bisa bersimpati sama Irvine. Sebagai seorang pemeran utama, tidak ada satupun sifatnya yang layak. Irvine itu pendendam, sombong, iri, bosanan, pemberontak, dan sangat bodoh.

Hanya datang di hari pertama OSPEK karena dikatai sang senior. Membakar buku absensi karena sangat jarang masuk kelas. Menyabotase pekerjaan teman magangnya karena benci melihatnya. Memilih menemani Prue ke club padahal deadline pekerjaan besar hanya tinggal beberapa jam. Bercita-cita jadi mograph tapi gak ada usah sama sekali. Ngeluh saat dikasi kerjaan ringan, padahal lebih sering salahnya sampai mengakibatkan kerugian perusahaannya. Malas mengantar sang mama, secara tak langsung menyebabkan kematiannya. DAN YANG PALING PENTING, NGAKUNYA SIH CINTA SAMA PRUE, TAPI SETELAH BERTAHUN-TAHUN PUN GAK PERNAH NEMBAK. PADAHAL PRUE UDAH KODE KERAS.

Ya namanya juga hidup. Irvine berubah sejalan waktu. Pada akhirnya karirnya gak di mograph, tapi dia jadi sangat terkenal. Dan akhirnya sang pacar diperkenalkan di akhir.
Profile Image for Anastasia Cynthia.
286 reviews
May 23, 2014
"Dear Prudence" seperti judul lagu hitsnya The Beatles, band rock 'n roll yang menjadi inspirasi bagi Irvine Suherman dalam mewujudkan cita-citanya. Tapi, jalan itu tidak serta-merta mulus, langsung sampai pada tujuannya sebagai seorang yang mumpuni dalam bidang motion graphic. Ada lika-liku, termasuk dengan masalah cintanya saat bertemu dengan Prue. Anastasia Prudence lengkapnya, cantik, seru, tapi tidak termasuk dengan kata-kata ejekannya saat OSPEK dulu. Setelah mengatai Irvine mirip Klingon, karakter absurd di film Star Trek, entah kena jampi-jampi apa, Irvine langsung tertarik mengejar Prue. Tidak hanya setahun lho, bertahun-tahun malah. Jadi, kira-kira bisa gak ya, Irvine menyatakan cintanya kepada Prue?



"Dear Prudence ..." saat pertama kali menjumpai bukunya di TL Bentang Pustaka, pasti saja ada alunan tersendiri yang mengikuti. Bukan mengada-ngada, tapi motivasi dalam membeli buku ini adalah memang The Beatles juga :) dan melihat tipografi di sampulnya yang kece, makin tergeraklah hati.

Well, "Dear Prudence" sungguh cerita yang ringan, menggelitik hati, terutama dengan komedi-komedi tolol bin jayusnya, tapi terkadang guyonnya beneran telak kok, sukses mengocok perut. Plot ceritanya seperti memoar, tapi gue suka saat alurnya tiba-tiba bergulir mundur tanpa disadari. Dan kalau pertamanya gue beranggapan ini bakal jadi kisah komdei romantis semata, ini salah besar, komedi romantis jelas bisa jadi sampulnya, tapi di dalamnya banyak banget suplemen yang bisa memperkaya daya juang. Terutama, karena gue juga ada di setapak yang sama dengan seorang Irvine Suherman, lagi meniti titian di jurusan DKV, dan jelas, masuk ke tiap bab "Dear Prudence", gue jadi punya bayangan tersendiri buat kelak menghadapi KP (kerja praktik) dan TA (tugas akhir).

Mendukung plotnya yang luar biasa konyol, jelas, naratornya pun harus super duper konyol, yaitu Irvine Suherman. Saat melihat Irvine Suherman, seperti mengingatkan diri buat berkaca, Irvine diungkapkan punya tingkat arogansi yang tinggi, sotoy, terus sangat berambisi, tapi walaupun seperti itu Irvine sesungguhnya pintar, hanya saja kerap meremehkan orang lain. Di samping Irvine, jelas ada Prue, Prudence, yang cantik jelita itu, tapi Prue yang sesungguhnya menjadi tajuk utama, tanpa disadari bakal berfungsi sekadar pemanis lho. Setelah Prue, Irvine bakal bercerita tentang persoalan kerja magangnya, yaitu ditemani dengan Lusy, teman-garis-miring-rival, yang sama-sama berstatus sebagai anak magang di stasiun teve.

Kalau diusut, klimaks menariknya naik-turun, kadang lucu, kadang bikin bercermin diri, tapi satu yang gak pernah gue lupakan, yaitu sosok Irvine yang arogan dalam menghadapi tiap persoalan, juga petuah Nyokapnya yang luar biasa membangun. "Dear Prudence" sungguh mengungkapkan segalanya tidak dengan plot yang mengada-ngada; tentang risiko lalai dalam bekerja, sok tahu dan enggan bertanya kepada tutor, dsb. Tapi, kejadian-kejadian yang mungkin terbaca sangat fiksi, sungguh perlu menjadi antisipasi gue untuk KP di kemudian hari. Dan sebagai pembanding, Dannie Faizal, sang penulis, meletakkan Lusy, sebagai tolok ukur dan cerminan seorang anak magang yang benar.

Dan endingnya, um, antara bisa ditebak dan tidak tertebak sih, tapi jelas, agak sedikit melenceng dari prediksi utama :) ya, yang ingin tahu, silakan dibaca saja. Tapi, jelas "Dear Prudence" bukan novel kacangan yang sampulnya bagus, tapi isinya enggak. Dan gue pengin memuji juga tentang ilustrasinya Dannie Faizal sendiri yang imajinatif. Sungguh, suatu hari pengin juga bisa membuat novel semacam "Dear Prudence" ini, menulis, lalu mengilustrasikan setiap detailnya dengan tangan sendiri :)

Well, dari lima bintang, "Dear Prudence" gue kasih empat. Sungguh tebak-tebak berhadiah, dari sampulnya yang ringan, "Dear Prudence" menghadirkan sejuta suplemen pembangun buat anak-anak muda. Terutama yang ingin menggeluti bidang desain dan motion graphic.
Profile Image for Sisca wiryawan.
59 reviews
August 12, 2014
Dear Prudence, novel bergenre komedi yang ringan menghibur. Banyak guyonan khas anak muda zaman sekarang.
Irvine Suherman, seorang mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) yang bercita-cita ingin melakukan suatu lompatan besar seperti idolanya,The BEATLES.Ia ingin sekali menjadi mograph alias motion graphic designer. Ia ingin hasil karyanya dikenal orang banyak.
Irvine lahir dari keluarga yang hangat yang selalu mendukung cita-citanya. Ayahnya yang penuh perhatian dan suka bereksperimen membuat kue rasa alien. Ibu yang sabar dan bijak. Irvine juga mempunyai seorang kakak perempuan, Rita dan adik perempuan, Rina. Tampaknya, Irvine lebih dekat dengan adiknya dibandingkan kakaknya yang suka menceramahinya.
Irvine selalu menceritakan segala perasaan dan pengalaman pribadinya ke dalam blognya mograpngarep.blogspot.com. Irvine yang memendam cinta ke Prudence aka Prue, mahasiswi cantik di kampusnya yang menyebutnya ‘Klingon’ gara-gara rambut Irvine yang pitak hasil pangkasan seniornya. Irvine yang menceritakan kejenuhannya menghadapi bosnya yang absurd. Irvine sukses membuat pengunjung blognya ramai berkomentar.
Alur yang digunakan dalam novel ini campuran. Bab pertama alur maju, bab-bab selanjutnya alur mundur, dan bab terakhir alur maju. Gaya bahasanya khas anak muda, loe-gue. Ceritanya mengalir lancar.
Penulis berhasil menggambarkan sifat Irvine yang cuek, serampangan, pembosan, kurang bertanggung jawab, dan berjiwa bebas. Irvine yang menggampangkan masalah, sukses membuat kekacauan di Divisi News Graphic TVNews, tempat kerja magangnya. Ia juga benci, dendam dan bersaing keras dengan Lusy, rekan magangnya yang berbeda universitas. Berbeda dengan Irvine, Lusy yang cantik dan ambisius, selalu berhasil menyelesaikan tugas dengan cekatan.
Karakter Prue cuek, sulit dimengerti apa cinta apa tidak dengan Irvine walaupun mereka sering jalan bareng. Hal ini tergambar sampai menjelang akhir cerita. HTS, hubungan tanpa status yang akhir-akhir ini populer di kalangan anak muda. Karakter Prue benar-benar khas perempuan yang complicated =)
Untuk nilai romansa novel ini aku memberikan 3 bintang. Kurang terasa greget cinta antara Irvine dengan Prue. Memang hubungan mereka bukan pacaran, tapi baru pedekate. Tadinya, kalau ditilik dari judulnya, “Dear Prudence”, aku menebak genrenya romantis. Ternyata lebih ke arah cerita motivasi, passion yang dibumbui kisah cinta =) Aku baru ingat “Dear Prudence” itu salah satu judul lagu the BEATLES ^.^
“Gue rasa orang kayak lo nggak bakal bisa sukses di dunia kreatif.” – Desmond, senior Irvine. Kalimat ini menjadi pemacu lompatan sukses Irvine.
Dari segi passion dan motivasi, novel ini bagus sekali menggambarkan Irvine yang berjuang meraih cita-citanya. Aku memberikan 4 bintang untuk segi ini. Deskripsi tentang dunia desain grafis yang kreatif, yang satu saat santai main game, saat lain dikejar dateline sampai tengah malam diutarakan dengan baik sekali.
Profile Image for Lulu Khodijah.
439 reviews10 followers
March 4, 2017
Santai di weekend sambil baca ini pas banget. Habis cuma dalam beberapa jam. Kocak dan tetap ada nilai-nilai yang disampaikan. Cocok banget karena...
ngobrolin tentang kuliah.
Fresh graduate.
Magang.
Tentang cita-cita.
Profile Image for Ifa Inziati.
Author 3 books60 followers
September 21, 2018
Yeaaay akhirnya bisa baca buku yang sudah lama ada di TBR list! Alhamdulillah jodoh juga, dan dengan beberapa alasan pula buku ini mengingatkan saya dengan lipstik (hint: nama shade Rollover Reaction yang diambil dari nama cewek di lagu The Beatles termasuk Prudence dan merek Anastasia Beverly Hills).

Awal membaca mengalir banget, sempat ngakak lama di beberapa tempat dan relatable terutama buat anak kuliahan. Tapi jujur saja, saya sempat berhenti dan berpikir, mungkin ini jenis buku yang tidak perlu dipasang ekspektasi tentang alur yang runut dan dialog yang hidup. Tipenya jadi mirip tulisan di blog karena banyak menggunakan telling.

Sebetulnya tidak ada yang salah dengan telling, tapi karena saya terlanjur mengeset buku ini sebagai 'novel' bukan 'blog yang dibukukan', semangat membaca saya agak menurun. Ditambah, kelakuan Irvine ini bikin saya mau nonjok dia kalau ketemu. Kok ada orang yang senyebelin ini dan nggak sadar kalau dia nyebelin! Saya paling kesal sama halaman 72-73, sampai saya tanya ke cowok 'Bener nggak sih, fakta ini?' Katanya cowok itu emang ngelihat fisik. Jawaban saya buat Irvine: ngaca dulu, Mas! Kesal saya hahaha.

Nanti aja deh, bahas yang bagian itu. Sekarang saya kasih tahu mengapa kamu, kalau seperti saya saat membaca buku ini di awal-awal, tidak boleh menyerah membaca.

Karena mulai dari setengah bagian sampai akhir, it gets better. Adegan-adegan digambarkan secara langsung, bukan laporan lagi. Sifat Irvine perlahan berubah seiring dengan kejadian besar di hidupnya. Keadaan akhirnya mendewasakannya dan membuatnya menghadapi kenyataan dengan bijak. Aura passion-nya masih terasa, tapi lebih membumi. Dan ini yang penting: saya merasa sangat terelasi dengan kehidupan Irvine di bagian ini. (Curhat sedikit lagi ya hehe) Saya bercita-cita jadi mangaka sejak kecil, tapi saya malah merasa puas dengan kemampuan saya dan tidak belajar lebih. Irvine pun merasa kalau dia tak melakukan apa pun yang berarti dalam perjalanannya menggapai titel mograph hebat.

Dan saya suka dengan alurnya yang makin dinamis. Porsinya pas antara masalah keluarga, kerjaan, dan cinta.Karena masalah passion dan cara memandang hidup lebih mendapat tempat di sini, dan kisah cintanya sedikit, penulis menjadikan love life-nya Irvine sebagai misteri agar tampak lebih menarik. Saya suka strategi itu! Saya pun suka akhirnya, yaitu terungkapnya pacar Irvine yang membuatnya menjadi cowok setia.

Akhir kata, saya senang buku ini bisa menemani malam minggu saya dan memuaskan dahaga membaca saya (saya tidak menyelesaikan buku apa pun sepanjang September dan saya haus). Tapi saya masih kesal sama pendapat itu tuh, yang halaman 72-73. Untung saja buku ini tidak berakhir seperti buku penulis satu lagi yang bergenre thriller (lupa judulnya) yang seksis. Tapi tetap saja, gemaaaas!
Profile Image for Acipa.
141 reviews12 followers
September 19, 2014
Dear Prudence ini aku dapat dari penulisnya langsung melalui Kak Dhila @KilasBuku. Iseng karena linimasa dimasuki twit buat cari tiga orang yang berkenan (dan harus) me-review buku ini, tapi... kalau boleh jujur, aku sedikit agak lama ya meresensinya? Hihi, maaf, kuantitas bacaan aku menurun belakangan ini, belum lagi karena waktu buat nonton K-drama, eh lupakan aja.

Mengambil latar tentang The Beatles, hampir sebagian besar kutipan-kutipan di buku ini berkaitan tentang hal itu. Contohnya adalah judul bab dan tracklist yang mungkin bisa kita dengarkan seraya baca Dear Prudence.

“Masa lalu selalu terasa lebih indah jika kita lupa untuk bersyukur,” (hal. 120)

Tulisan diawali dari prolog yang bisa bikin kita tebak-tebakan, pacarnya si ‘gue’ siapa sih? Ditambah, lucunya sang Bokap saat memberi kue—entah apa jenisnya, rupanya, rasanya, dan namanya—ke si ‘gue’ yang dengan amat terpaksa malah jadi bekal perjalanan.

Digiring masuk ke dalam cerita, kita akan tahu kalau sudut pandang yang diambil adalah dari Irvine, yang bercerita soal kehidupan kuliahnya, magangnya, keluarganya, sampai cerita cintanya. Di atas, review tidak membahas semua bagian cerita *iyalah, spoiler dong!*, banyak peralihan latar dari satu setting ke setting lainnya, dan itu nggak bikin bingung kok. Contohnya saat mereka pergi ke Kawah Putih, cerita di pemakaman, sampai cerita tentang bedah buku *nah lho*. Pasti bingung deh, makanya Dear Prudence dibaca sendiri ya, biar nggak kepo :P

Aku sih berpikirnya kalau Irvine ini adalah penulisnya sendiri, yang tentunya diceritakan dengan fiktif. Salah satu yang menjadi alasan adalah jurusan DKV sebagai pilihan, magang di NewsTV—yang bisa kamu tebak dengan mudah dari penjelasannya, sampai cerita kalau Irvine adalah blogger yang jadi penulis buku. Pokoknya bakal ngeh kalau kamu baca siapa Dannie Faizal di akhir halaman, baru baca bukunya *eh.

“Setiap orang akan merasakan kehilangan. Maka dari itu, kita tak perlu merisaukannya,” (hal. 128)
“... Gue selalu percaya bahwa orang baik tak pernah dibiarkan hidup tanpa diuji. Dan ujian datang untuk kebaikan yang lebih besar,” (hal. 129)

Sinopsisnya sih bilang gini, Nyokap gue malah bilang bahwa arus hidup kadang membawa kita ke tikungan lain, dan menyarankan agar coba melihat cewek lain. Tapi, entah aku yang keliru atau gimana, aku nggak begitu yakin ada cerita yang bahas bahwa Mamanya Irvine menyarankan demikian, mostly Mamanya sering nasihatin tentang masa magangnya di NewsTV yang nyaris gagal. Hmm...

Balik ke cerita cewek tadi, jadi siapa sih pacarnya Irvine yang selalu memanggil namanya dengan “Ringo-kuuuuuu”, bagaikan tarzan yang melambai-lambai cheetah itu? Apa memang Prue? Aku yakin, ceritanya nggak ketebak dan of course, happy ending, xoxo.


59 reviews
June 10, 2014
Alasan-alasan mengapa saya menjatuhkan pilihan untuk membeli buku ini :
1. Judul buku : Dear Prudence. Siapapun yang menyukai The Beatles pasti sudah tidak asing lagi dengan dua kata tersebut.
2. Sampul buku ini yang menampilkan seorang pemuda dengan rambut dan wajah yang mirip Ringo Starr tengah melangkah di Abbey Road. Ditambah dengan warna merah muda dan hiasan not balok, tentu saja buku ini langsung menarik perhatian saya.
3. Resensi tentang PDKT yang terlalu lama dan impian tokoh dalam buku ini. I always have a thing with anything related to pursuing a dream.  

Awal membaca buku ini, saya sudah tersenyum geli mendengar lelucom tentang Squidward dan celana. Lembaran-lembaran selanjutnya, saya dibuat heboh dengan kutipan-kutipan lagu The Beatles beserta ilustrasi keren karya sang penulis (yang menurut saya terinspirasi dari video klip Lucy in the Sky with Diamonds dan Yellow Submarine). Sempat senyum-senyum nggak jelas waktu membaca nama tokoh Lusy, Desmond, dan Rita. Jadi ingat film Across the Universe yang memberi nama para tokoh di film itu dengan nama-nama di judul lagu The Beatles seperti Jude, Rita, Maxwell, Lucy, dan Prudence :)

Buku ini menggelitik hati saya yang juga menggemari band asal Liverpool tersebut. Semacam ingin hi-five dan spazzing bareng penulis buku ini hehehe Dari segi cerita, saya merasa agak tertipu dengan tulisan dua tahun PDKT di sampul belakang buku. Menurut saya, perjuangan dua tahun itu tidak terlalu ditonjolkan dalam buku ini. Mungkin hal itu berkaitan dengan akhir cerita buku ini, tetapi lebih baik jika hal itu diuraikan lebih jelas. Saya tidak menangkap kegalauan Irvine. Apa itu karena buku ini ditulis oleh cowok ya? Mengingat sifat saya yang suka melankolis, mungkin saya jadi mengharapkan lebih pada sang penulis dalam menggali tema 'cinta tak terucap' ini.  

Overall, buku ini bagi saya merupakan bacaan yang menghibur. Penulis berhasil menggabungkan konflik cinta, keluarga, dan pekerjaan pada tokoh Irvine dengan kalimat yang mengalir. Para tokoh yang berlatar belakang jurusan grafis juga membuat buku ini berbeda dengan buku yang lain. Menambah pengetahuan juga buat saya yang awam dalam bidang desain.

Tokoh Irvine juga agak menampar saya akan mimpi saya. Mimpi yang tak sejalan dengan bangku kuliah yang tengah saya tekuni. Mana saya juga lagi di tingkat akhir, hendak menempuh dunia kerja, dan bersiap menghadapi langkah awal dalam hidup - akankah realitas sejalan dengan mimpi?  

Sekarang mendadak jadi pengin mengutip kata-katanya Kakek Lennon nih:  
"You may say I'm a dreamer. But I'm not the only one."
"The time you enjoy wasting is not a waste."
Profile Image for Rie_dominique.
664 reviews66 followers
August 8, 2014
Irvine jatuh cinta kepada Prudence sejak dipanggil Klingon oleh Prue di masa orientasi mahasiswa baru di kampus mereka. Sejak saat itu sampai bertahun-tahun kemudian ia setia mencintai Prue, menemaninya (shopping) saat cewek itu membutuhkannya dan terus berusaha mencari celah yang tepat untuk menyatakan cinta.

Tapi bertahun-tahun berusaha pendekatan Irvine kepada Prue tak kunjung memberikan hasil. Sementara itu hidup terus berjalan, membawa Irvine ke kiri dan ke kanan, melaju mulus kemudian terantuk di jalan berlubang, membawa Irvine yang berusaha mewujudkan mimpi dan meraih cintanya.

Biasanya saya berusaha memberikan rangkuman isi cerita yang lebih panjang dalam mereview, tapi kali ini saya pengen lanjut aja ke hal-hal yang saya pikirkan saat membaca buku ini.

1. Saya suka cover bukunya.

Walaupun bukan penggemar Beatles dan baru tahu kalau ‘Dear Prudence’ adalah salah salah satu judul lagu mereka (setelah membaca review-review buku ini di goodreads), saya mengenali adegan di cover buku ini. Saya pernah melihat salah satu videoklip Beatles dimana para bujang tampan itu sedang menyeberangi jalan dengan bertelanjang kaki (betul ga ya?). Cover buku ini sangat beraroma Beatles.

full review klik disini


Profile Image for Vera Dinata.
2 reviews
July 14, 2014
Sudah lama sekali sejak terakhir aku membaca buku-buku karangan Dannie Faizal (Manjali series dan kumcer Cerita Hati). Ketika kembali ke tanah air aku langsung terkejut melihat nama Dannie Faizal di sebuah buku bersampul yang menurutku sangat biasa-biasa saja. Tanpa pikir panjang akupun langsung membeli buku ini dan seperti yang diduga aku lagi-lagi terkesan dengan 'kegilaan' seorang Dannie Faizal.

Dear Prudence. Meskipun isinya agak sedikit menyimpang dari judul bukunya tapi isinya sama sekali tidak mengecewakan. Persis seperti buku-buku sebelumnya, di buku ini sekali lagi aku dibuat terpingkal dengan gaya bahasanya yang 'asal-asalan kalo ngomong'. Banyak pesan yang 'berat' tapi disampaikan dalam gaya penulisan yang 'ringan'.

Membaca buku ini memaksa untuk sesekali tertawa dan tiba-tiba terdiam oleh potongan kalimat yang menyengat dan 'nyetil' Terutama pada bab yang berjudul 'ikan-ikan'. Gambaran tokoh Irvine pun benar-benar membuat aku bercermin pada diri sendiri. Arogansi dan suka meremehkan urusan adalah sifat Irvine yang juga ada pada diri aku sendiri.

Well, sekali lagi bravo untuk my favorite author Dannie Faizal. Ditunggu karya-karya berikutnya yang lebih mengejutkan.
Profile Image for Jihan Andri.
3 reviews
August 13, 2014
Kesan pertama adalah: TERTIPU!

Tunggu dulu, bukan tertipu dalam dalam arti yg negatif. Justru isinya lebih kaya dari yg tampak di sinopsis belakang dan (tentu saja covernya).

Awalnya aku mengira buku ini cuma berisi roman remaja semata. Sebagai pembaca seri2 buku bang Dannie sebelumnya, aku sempet heran, kenapa bang Dannie bikin buku roman, tumben banget. Tapi setelah melahap buku ini dalam waktu 6 jam (rela-rela melewatkan sinetron kesayangan), baru aku puas dengan isinya.

Jatuh bangunnya si Irvine Suherman yang menyebalkan dalam mengejar cita-cita sampai akhirnya dia sadar akan filosofi hidup, membuat aku jadi merenung dan berpikir tentang jalan hidupku sendiri yang pernah mengalami apa yg dialami si Irvine ini.

Banyak kalimat inspiratif yang menghiasi buku ini. Dan ini yg paling membekas di hati:

"Pelajaran bahwa hidup tak pernah benar-benar indah, tetapi berharga" (hal 130)

Tapi sayang ya covernya kurang menarik. Seandainya aku gak kenal penulisnya pasti malas membeli.
Profile Image for Vernasia Wibowo.
1 review
June 10, 2014
Awalnya beli buku ini karena judulnya. Walaupun nggak suka covernya tapi blurpnya kocak. Tadinya saya mengira buku ini bakal semacam pelit yang ceritanya so menye-menye banget dan membosankan. Tapi ternyata inspiratif banget!

Penulisnya sukses menggabungkan cinta, keluarga, dan pekerjaan dengan kemasan yang mengandung banyak makna. membuat saya berpikir dan merenung sekaligus ngakak. Penulis juga jeli memposisikan tokoh Irvine sebagai presentasi remaja masa kini yang penuh passion dan cita-cita.

Kata-kata inspiratif pun banyak bertebaran di mana-mana yang membuat saya berpikir untuk terus menemukan konsep diri. Kebetulan saya juga sedang mempersiapkan diri menghadapi skripsi.

Secara keseluruhan, saya sangat enjoy mebaca halaman demi halaman dan tanpa terasa ternyata sudah sampai di halaman akhir. Recommended banget buat para remaja yang sedang mencari konsep diri.



Profile Image for Rayya Tasanee.
Author 3 books23 followers
March 3, 2016
Jangan bayangkan novel ini sebagai novel percintaan metropolitan semata.

Pada dasarnya saya cenderung kurang menyukai novel yang menggunakan kata ‘gue’ sebagai kata ganti orang pertama karena feel-nya jadi terasa kurang. Tapi novel ini ternyata berkata lain.
Karakter Irvine sebagai pemuda ceroboh yang arogan ini terasa nyata. Mengingatkan saya kepada seorang teman lama. *curcol, abaikan!*

Penulis mengungkapkan berbagai kejujuran dalam kehidupan nyata dengan caranya sendiri. Meskipun disampaikan dengan bahasa yang santai, sebagian kutipan kalimatnya begitu menohok. Pesan moralnya cukup banyak.

Dari gaya penuturan dan penggambaran setting oleh penulis, mungkin buku ini lebih cocok untuk dibaca remaja gaul Jakarta dan sekitarnya.

Oh, iya, saya suka dengan ilustrasi (karya penulis sendiri) di dalam buku ini. Bagus. Bahkan beberapa gambar saya warnai. :p
Profile Image for Ossy Firstan.
Author 2 books102 followers
August 15, 2016
Melihat cover dan judulnya, uwuw... manis sekali. Akan tetapi... blar! Ketika membuka halaman demi halaman, novel ini ternyata bukanlah novel romantis, melankolis yang membuat batin teriris-iris.
Dear Prudence mengisahkan seorang manusia berkromosom XY bernama Irvine. Bagaimana penulis menceritakan 'from Zero to Hero' seorang Irvine, dari seorang mahasiswa yang katanya songong, lalu menjadi anak magang yang sempat membanggakan tetapi di kantor membuat kegaduhan, berduka atas nasib yang menimpa -kematian mamanya disusul pensiun dini sang ayah- sampai blog Irvine dilirik penerbit dan meledak riuh. Termasuk bagaimana kepengecutan Irvine terhadap Prue akhirnya ia bermerah jambu dengan Lusi. Saya suka bagaimana tokoh bertutur, saya merasa membaca Dear Prue seperti Personal-Lit yang pernah marak beberapa tahun silam. Sukses untuk penulisnya!
Profile Image for Ratna Sari.
308 reviews12 followers
September 10, 2016
Baru pertama kali baca tulisannya. Lucu, kocak juga gaya menulisnya, bikin gw beberapa kali senyum-senyum saat membaca buku ini. Terlebih ada beberapa "joke" kalimat di buku ini yang sengaja dibuat ilustrasi seperti komik, yang bikin gw ketawa. Alurnya maju-mundur, dan sayang banget endingnya mudah ditebak.
Profile Image for Nana.
405 reviews27 followers
July 14, 2014
Jadi ini cerita personal ditambah bumbu fiksi ya?

Sebenernya dari segi alur menurut gue kurang terstruktur. Ketimbang menggali hubungan Irvine-Prudence, penulis malah lebih fokus ke masalah adaptasi Irvine dengan dunia kerja. Akibatnya, hubungan Irvine-Prudence terasa kurang greget. Tapiii.. gue suka banget penggambaran dunia kerjanya. Dan tingkah Irvine sumpee deh.. minta digaruk pake cangkul banget tuh anak. Yaah emang ga cocok kerja sih ya. Cocoknya jadi entrepreneur karena kretivitasnya jelas ga bisa dikungkung.

Aanywaaayy... buku yang menarik. Bacaan yang menghibur, pas buat membunuh bosan kena macet di jalan.
Profile Image for Safira Ananta.
1 review
August 14, 2014
Yang saya suka dari buku ini:
1. Memberi banyak inspirasi terutama dalam mengejar cita-cita
2. Cara penulisnya bercerita sangat ringan, berisi, & mengalir
3. Sukaa sama tingkah Irvine terhadap Prue, lucu & bikin gemas
4. Banyak bertebaran kutipan-kutipan yg mengispirasi & memberi semangat

Yang saya tidak suka dari buku ini:
1. Sampulnya. (Maaf) Agak sedikit kurang menarik dan merepresentasi isi
2. Sinopsisnya. Saya mengira cuma cerita cinta ABG rata-rata

"Kita sering panjang angan-angan, ingin membuat sesuatu yang besar. Akibatnya, kita kerap melupakan hal kecil, padahal dari sanalah hal besar itu tumbuh"
Profile Image for Edotz Herjunot.
Author 5 books14 followers
December 10, 2015
Iseng2 beli buku ini, soalnya seru kalo diiat dari blurb-nya. Pas mulai baca, eh keterusan...
Bukunya keren banget, bene2 komedi romance yang cihuy.. komedinya bikin ngakak, romance-nya bikin mellow.

Kalo menurut gue, di cerita ini Irvine nunggu Prudence selama bertahun2 tapi kayak gak ada usaha. Cuma siap sedia aja kalo sewaktu2 Pru ngajakin jalan atau nongkrong.. perjuangannya hampir nggak ada.. makin mendekati halaman akhir, endingnya udah mulai ketebak sih, pasti ada kejutan, dan bener.. endingnya hampir sama kayak buku Gege Mengejar Cinta.
Profile Image for Rose Gold Unicorn.
Author 1 book143 followers
June 23, 2014
Termasuk salah satu novel remaja yang gak biasa. Setidaknya itu menurut saya yang jarang baca novel remaja. Novel ini membuat saya terkesan.

Tokoh utamanya bernama Irvine Suherman yang totally menyebalkan namun di akhir cerita dia menjadi mengerti makna hidup.

Awalnya, saya kasihan sama Irvine karena di-PHP-in Prudence. Tapi di akhir, kita bisa lihat sebenarnya siapa yang menggantung siapa.

Review selengkapnya, nanti ya. Ini lagi kerja. Heheheu...
Profile Image for Nadiva Rianty.
1 review
September 3, 2014
Buku ini saya dapat sebagai hadiah dari teman saya. Dia merekomendasikan buku ini, katanya buku ini kocak dan bisa memberi semangat. Setelah saya baca, saya setuju dengan teman saya itu. Bahasanya benar-benar ringan dan mengalir, banyak kata-kata penyemangat.

Mmmm tapi sayang kavernya kurang menarik. Tapi ilustrasi di dalamnya bagus-bagus, saya suka. Saya baru tahu kalau ilustrasinya ternyata dibuat penulisnya sendiri
Profile Image for Edisty Friskanesya.
176 reviews19 followers
September 8, 2014
ngg kaya real banget cerita dan karakter tokoh utamanya, mungkin semacam pengalaman pribadi gitu ya, hehe. Empat bintang kurang satu karena ilfeel sama kejujuran Irvine soal dia aliran penyuka-cewek-dari-fisik-garis-keras dan ngg over expectation kirain cerita cintanya bakal keren ternyata Prudence-nya biasa biasa aja dari segi karakter. Abis itu Prue jadiannya sama cowok ber-eyeliner pulak, tambah ga keren aja Prue :))


Oh ya, he deserves Lusi :)
Profile Image for Angela Oscario.
1 review
September 18, 2014
Awalnya:

description

Akhirnya:

description

Awalnya emang aku kira cuma cerita romance yang boring, tapi pas dibaca terus ternyata buku ini sukses bikin ngakak sekaligus merenung. Inspiratif banget!
Profile Image for Rie.
26 reviews1 follower
April 6, 2024
Sangat easy to read! Awalnya emang kesel parag sama Irvine yang sok dan genit itu. Perkembangan karakternya bagus banget loh. Irvine yang tadinya selalu gampangin banyak hal, nunda-nunda, nyalahin orang bisa jadi sedewasa itu di akhir cerita.

Gw gregetan juga karna si Irvine terlalu takut buat confess ke prue padahal udah dikasih lampu se hijau itu, tapi seneng si akhirnya dia end up sama lusi. Dari awal muncul dan baca interaksi mereka, menurut gw mereka emang cocok.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Op.
375 reviews125 followers
July 14, 2014
Buku remaja banget (tapi tokohnya usia kuliahan) yang mencoba memberikan pesan moral soal cinta dan kehidupan.
Ceritanya mengalir sih (tentu saja dengan banyak percakapan) tapi hmm bukan cangkir teh saya. Beberapa hal subjektif agak mengganggu saya. hahahaha.

Resensi lengkap menyusul di blog.
oiya, 2.5 lah yaaa :)
Profile Image for Esti Sulistyawan.
67 reviews11 followers
December 23, 2014
Terinspirasi dari lagu-lagu The Beatles, justru sifat si Irvine, tokoh utama bertolak belakang banget dengan inej beatles. Si irvine ini ngocol abis, sebelas dua belas sama Lupus. Judulnya, "Dear Prudence" kirain dia bakal jadian sama si Prue ini, eh ternyata beda banget.

Walo agak absurd dari segi kisah cinta, tapi bisa deh buku ini jadi penghibur, secara cara berceritanya gokil banget hehe
Profile Image for Sarah Ratu Annisa.
34 reviews
March 16, 2016
Great! Novel bergenre comedy-romance yang ceritanya mempunyai berbagai makna. Ceritanya jg gak mudah ketebak. Sempet agak jenuh sih di tengah2, cuma pas dilanjutin lagi rasanya malah sayang kalau ceritanya habis hehe. Gak nyesel deh pokoknya ^^ XO.
Profile Image for Ray Indra Taufik Wijaya.
24 reviews
August 5, 2014
Awalnya sih biasa aja, aah ini mah novel picisan plus agak ragu pas liat cover-nya yang menurut gw girly. Nah, pas baca pertengahan gw sadar kalo gw salah. Ceritanya mengalir, meskipun ada beberapa alur yang maju-mundur. Quotes-nya dahsyat, bikin motivasi tersendiri. Nice book!
Author 1 book2 followers
April 29, 2015
Suka banget dengan gaya ceritanya yang nggak menye-menye puitis, apa adanya dan enjoy banget buat dibaca. Membaca buku ini memang asyik tapi buat karakternya kurang dapet. Makanya cuma kasih bintang tiga.
100 reviews6 followers
May 4, 2016
gue suka! bang dannie bikin ceritanya itu ringan tapi berbekas, dengan komedi-komedinya yang lepas juga ngebuat gue terhibur. dan pas gue baca bukunya gue berasa kayak baca curhatan blogger sangking ringannya.
Displaying 1 - 30 of 37 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.