Jump to ratings and reviews
Rate this book
Rate this book
Pembaca tersayang,

Ambil petamu dan bentangkanlah. Dahlian, penulis "Promises Promises" dan "Andai Kau Tahu", akan mengajak kita berkunjung ke Casablanca, salah satu kota eksotis di Maroko.

Temui Vanda di lobi sebuah hotel. Dia bimbang dengan rencana pernikahannya dan ingin menenangkan diri, jauh dari Jakarta. Pertemuan berkali-kali dengan seorang pria Indonesia bernama Laz mengganggu pelariannya. Namun, kegigihan pendekatan Laz membuat Vanda luluh, dan memberinya kesempatan untuk sekadar berteman.

Di tengah-tengah itu, sang tunangan datang dan mendesaknya pulang. Keadaan semakin genting ketika Laz mendadak muncul di antara mereka berdua. Vanda harus segera mengambil keputusan. Di manakah hatinya tak lagi bimbang; pulang ataukah tetap berada di kota yang diam-diam memberinya hangat dalam bincang akrab?

Setiap tempat punya cerita. Dihembus aroma angin Mediterania, ada rahasia yang segera terkuak.


Enjoy the journey,

Editor

336 pages, Paperback

First published May 1, 2014

15 people are currently reading
264 people want to read

About the author

Dahlian

11 books223 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
55 (15%)
4 stars
96 (27%)
3 stars
120 (34%)
2 stars
57 (16%)
1 star
19 (5%)
Displaying 1 - 30 of 75 reviews
Profile Image for Yuli Pritania.
Author 24 books286 followers
April 2, 2015
Akhirnya berhasil menamatkan novel ini juga setelah tersendat-sendat di 30 halaman pertama. Ini juga maksain baca gr2 lampu mati, jd g ada hal lain yg bisa dilakukan lagi.

Casablanca, novel Dahlian pertama yg saya baca. Awalnya saya nggak ngeh, Dahlian ini siapa? Lalu ada yg blg bahwa dia adalah penulis terkenal, novelnya bagus-bagus, dan lagi, dengan begonya, saya ngasih harapan cukup tinggi buat novel ini. Dan sekali lagi, seperti halnya Athena, saya diempaskan ke bumi dengan sekeras-kerasnya. Harapan saya terlalu melambung tinggi.

Pertanyaan bodoh dari saya, apakah tema STPC Season 2 adalah "kebetulan"? Walaupun nggak separah Athena, tp Casablanca juga make teknik penceritaan yang sama, menyisipkan begitu banyak kebetulan2 sehingga kesannya tidak natural dan maksa, terutama di bagian di mana akhirnya si Vanda pergi makan keluar, dan ujung2nya digoda orang mabuk, dan di sana ternyata ada Laz. Ini sama sekali nggak lucu.

Saya sama sekali nggak punya simpati buat dua tokoh utamanya. Vanda yang terlalu 'gampang' jatuh cinta, lalu Laz yang nyebelinnya nggak ketulungan dan boleh saya bilang, image-nya di mata saya itu kayak Om-Om girang -_- Saya harus mengernyit terus di halaman-halaman awal di mana dia berkeras terus mendekati Vanda. Mau dia seganteng apa kek, tapi kalo kerjanya berasa kayak stalker gitu, creepy juga kali.

Saat pertama kali nama Ardi disebut, yah saya sudah langsung bisa menebak saja kelanjutannya, dan perkiraan saya sedikit pun tidak meleset, jadi bisa dibilang saya nggak menikmati konfliknya. Apalagi, pas di awal-awal, Laz diceritakan cuma tertarik aja ke si Vanda, pengen banget mendekati cewek ini. Konflik bahwa dia adalah Ardi seharusnya ditulis untuk mengejutkan pembaca, apalagi tentang rencana balas dendamnya. Tapi tidak. Tiba-tiba saja di pertengahan narasi berbelok tajam, sehingga rasanya terkesan sambil lalu saja, ketika di dalam narasinya si Laz ini, dia menceritakan tentang balas dendamnya itu, bahwa dia tahu si Vanda itu siapa, bla bla bla. Konfliknya jadi kayak nggak niat gt, numpang lewat.

Yang lebih lucu adalah alur awal novel ini yang begitu lambat, tertatih-tatih, perjuangan si Laz buat mendapatkan simpati si Vanda. Perlu begitu banyak kejadian dulu sampai si Vanda, yg sebenarnya tertarik tapi malu-malu meong ini bersedia menerimanya sebagai 'teman'. Tapi, kemudian, melewati pertengahan, kecepatan alur yang awalnya cuma 20 km/jam, melesat maju sampai melewati 100 km/jam, dan seketika PLUK, tamat. Dengan cara yang sangat tidak mengesankan. Endingnya nggak gantung, jelas kok gimana akhirnya, tapi cara penyampaiannya itu lho, membuat saya, yang akhirnya berhasil menamatkan sampai halaman terakhir setelah dengan sadis melewati begitu saja banyak kalimat-kalimat narasi karena merasa bosan, hanya bisa mengawang-awang. Apa yang sebenarnya barusan saya baca?

Ah, entahlah, STPC Season 2 ini tetap saja bernilai merah.
Profile Image for Nola Andriyani.
180 reviews
September 11, 2018
"Semua manusia pasti punya hati---sekecil apa pun itu. Mengakui atau nggak, pasti punya rasa bersalah setelah menyakiti orang lain. Dan, rasa bersalah nggak akan pernah bisa terhapus waktu." (hlm. 157)
.
.
Ini tentang Vanda dan kegundahan hatinya terhadap pernikahan yang sudah didepan mata. Melarikan diri ke kota Casablanca, Vanda malah bertemu Laz. Pria dengan sejuta pesona yang bawel dan punya sejuta cara juga untuk mendekati Vanda. Belum sempat mendapat keputusan, Rommy--tunangannya--datang menyusul. Tidak cukup dihadapkan dengan kebimbangan hati, Vanda pun harus menerima dengan lapang dada kehadiran sosok masa lalu yang terus menghantuinya selama sebelas tahun.
.
.
Kali ketigaku baca karya penulis dan nggak pernah kecewa dengan isinya. Semua sesuai dengan apa yang ku mau. Aku hanya agak kurang sreg dengan plot yang sedikit lambat dibuku ini. Tapi terlepas dari hal itu, semuanya aku suka. Di awal sampe pertengahan aku masih clueless banget, tapi setelah itu aku berhasil nebak twistnya dan yaa cukup membuat hatiku merasakan kegetiran *eeaa.. Detail kota Casablanca juga dijelaskan dengan cukup baik.
.
.
Ditulis menggunakan POV 3, penulis berhasil menyampaikan semua perasaan tokohnya. Feel-nya dapet. Karakter tokohnya kuat. Terlepas dari tujuan Laz, aku tetep suka dia dengan segala perhatiannya. Aku juga suka Vanda karena dia berani untuk mengakui kesalahannya dan berani ambil keputusan walau terkesan lambat. Entah sih, aku nggak merasa ada tokoh yang aku nggak sukai disini. Semuanya loveable menurutku.
.
.
Selain cover yang cantik dan adanya postcard didalamnya, ilustrasi buku ini juga cantik. Suka banget sama buku ini pokoknya.
Profile Image for Caca Venthine.
372 reviews10 followers
May 16, 2014
Ketika tahu kak Dahlian mau ngeluarin anaknya yang baru, pasti dari sebagian kita seneng bukan mati yeekaann.. Dan bener2 kepengen banget dah ngebacanya, dan pasti sebagian dari kita juga udah berekspetasi tinggi terhadap novel ini. Tapi….semua tak semulus yang dibayangkan. Karena bisa dibilang gue amat kecewa sama novel kak Dahlian yang 1 ini.

Vanda yang merasa ragu akan pernikahannya bersama Rommy, akhirnya memutuskan menyendiri ke kota Casablanca. Disana dia bertemu dengan Laz, yang baru saja dikhianati pacarnya sendiri karena akan menikah dengan bos nya yang kaya raya. Saat bertemu Laz, sikap Vanda ini amat dingin dan dia sama sekali gk menggubris Laz yang berusaha mau berteman dengan dia. Hingga kejadian 2x Lax menolong Vanda dari kejahatan, akhornya Vanda luluh juga sama Laz. Dia sudah mau mulai berteman dengan Laz.

Hingga setelah petualangan mereka di Casablanca ini, Vanda sadar dia jatuh cinta sama Laz, begitu juga Laz. Hanya saja Laz mempunyai rencana jahat (sebenernya gk jahat2 amat sih) Jadi gini, ternyata Laz ini adalah teman SMA nya Vanda, Vanda telah menghina Laz di depan teman2 nya, intinya Laz sakit hati. Dan dia berusaha buat Vanda yang sekarang jatuh cinta dengannya, lalu dia ingin buang Vanda. Well, rencananya sih gk gitu berhasil, karena rasa cinta mengalahkan segalanya #eyaakk

Udahlah intinya gitu ya. Terus gimana sama Rommy tunangan Vanda? Akhirnya Vanda memutuskan untuk membatalkan semuanya, karena dia sadar dia gk cinta sama Rommy ^^

Terlalu banyak kebetulan di dalam cerita ini. Dan terlalu bisa ketebak banget apa yang bakal terjadi kedepannya (saya bukan paranormal) Dan sorry untuk kak Dahlian, ini bukan cerita yang menjadi favorit saya. Entah kenapa dari gaya berceritanya, gue ngerasa kehilangan sosok kak Dahlian disini, kya bukan karya kak Dahlian. Gue gk terlalu menikmati baca ini, beda banget sama karya kak Dahlian yang sebelum2nya. Apa memang karena di novel ini gk ada kejadian yang bisa dibilang vulgar seperti novel2 sebelumnya? Bukan, bukan karena itu. Apa yaa, pokoknya gue agak bosen bacanya. Dan sempet juga nunda dengan 1 novel lainnya sebelum lanjut baca ini.

Mungkin itu menurut gue aja. Gue gk bilang kalo cerita ini jelek, ini hanya masalah selera aja sebenernya. Moga aja di novel selanjutnya, gue bisa nemuin sosok kak Dahlian di dalam tulisannya. Walau memang dibikin kecewa dengan cerita ini, tapi tetep nunggu dan nunggu terus untuk karya selanjutnya. Dan ya, gue suka sama covernya. Lebih menarik dibanding cover STPC lainnya ^^ 2,5 stars ya, dibuletin 3 deh mengingat gue suka sama covernya..
Profile Image for Desy Miladiana.
Author 10 books14 followers
June 8, 2014
Buat saya, novel ini sebenernya agak gimana gitu. Fine, saya adalah salah satu penggemar tulisan Dahlian ataupun Fidriwida. Saya suka karya-karya beliau. But, sometimes, menulis nggak akan selamanya datar ataupun naik, ada kalanya ada masa penulisan menjadi menurun. For me, novel ini asyik kok kalau yang suka traveling dapet lah, but menurut saya entahlah, ada rasa kecewa dengan isinya, sedikit bangey romancenya :( kayak bukan Dahlian yang nulis (bagi saya sih) pas baca ending, saya sampai mikir 'kok nggak biasanya sih ending novel kak Dahlian seperti ini' ya, overall lumayan lah :) buat ngisi waktu kosong
Profile Image for Rendi Febrian.
Author 5 books82 followers
May 18, 2014
ADA APA SAMA STPC GOLONGAN KEDUA???!!!

Begitu banyak kebetulan. Mengingatkan gue dengan Athena. Dan juga begitu banyak pengulangan kalimat!!!

Ya sudah deh, besok aja gue review. Sigh!
Profile Image for Kell Natalia.
717 reviews
July 8, 2020
Reading this book kind of made me reluctant to go to Casablanca. There was nothing really interesting about the city and the story mainly focus to the characters, and only around 1% about the city. Also, this story sounded more like a grim fairytale than a love story. Indeed it wasn’t some cliche romance but it was so childish and crazy (definitely not in a good way)

So the story went like this. The female character (Vanda) ran away to Casablanca because she was so afraid of her incoming marriage and then met a hot guy there, fell in love, had a romantic dinner and outrightly ignoring her fiancé. She literally cheated on her fiancé there without even feeling guilty. While the male character (Laz), he went to Casablanca, broke up with his gf, met Vanda and tried to ruin her life. Crazy? Very. And I’m not going to give further spoilers lol, too long and too twisted.

Here’s the Vanda’s character’s development :
First she was a mean, rude, heartless bully, and then in the middle she was a damsel in distress and in the end, she was a desperate b**ch

And GEE! The guy was so cruel and dark. Not ‘dark’ in a sexy way but more like ‘dark’ in an evil and twisted way. He loved her, but he wanted to ruined and wounded her as bad as possible. What kind of love is that?! I guess this couple deserved each other.

But what made me gave this book 3 stars? IM. NOT. SURE. MYSELF! Probably because the ending wasn’t so bad and I kind of liked it. And like I said, the story was unusual so it also kind of amused me lol (which probably meant I have a dark humor) but it gave me a sort of hope that if this twisted couple could get a happy ending , maybe me too 😂😂😂

(I didn’t know what I’m thinking while writing this lol)
Profile Image for Grace.
97 reviews14 followers
August 9, 2014
Hotel tempat nginap Vanda apa namanya? nah, harusnya itu yang jadi judul novelnya. Iya sih, ada acara jalan-jalannya--dikiiiiiiit--tapi sama sekali tidak berasa Casablanca; gimana cuaca, arsitektur, dan atmosfernya. Semuanya dibereskan dalam satu frasa pamungkas: khas Timur Tengah. Yeah!
Baca ini bener-bener mengingatkan sama perjuangan membaca Athena. Sampai di halaman 25 saya mulai nggak tenang duduknya; halaman 50 mulai mendengus-dengus kesal. Di halaman tujuh puluhan saya mulai nyolot ngejawab dialog-dialog di buku. Huh hah huh hah, habisnya sampai halaman segitu Vanda sama Laz masih main petak umpet nggak jelas, settingya di situ situuuu mulu'. Tapi karena saya masokis jadi bacanya lanjut sampai kelar.

Catatan editor di sampul belakang juga membuat saya membayangkan karakter-karakter yang menarik, terutama Laz yang kegigihan pendekatannya membuat Vanda luluh. Tapi... -_- Ekspektasi saya yang ketinggian atau memang dia yang tidak kurang captivating ya? Heran juga kenapa Vanda tidak nimpuk dia pake bantal isi paku pas dipanggil sleeping beauty. Masih oke pas dia telat bangun. Sekali. Tapi berkali-kali, sampai depan Rommy juga; my sleeping beauty. Yikes. Yah, Vanda seneng-seneng saja kayaknya sih. Seriously, Miss? Here, take a peek:
"Hai Sleeping Beauty, lagi tidur siang?"
Kamu kali yang tidur siang," sindirnya. "Sampai seharian nggak keluar."
"Kangen aku ya?" goda Laz.
..."Duh, aku terlalu sibuk, nggak sempat mikirin kamu."
" Masa sih? Kalau kamu nggak mikirin aku, kenapa kamu nyariin aku?"
..." Tadi aku pengin keluar, tapi bodyguard aku nggak ada,"
"Duh, maaf, Tuan Putri, aku tadi ada janji sama teman."

Maaf ya, tapi ini bener-bener (Dear Lord, how to put it into words)... norak. Guys, flirt your age. Jangan kayak anak smp (sorry anak smp, you guys perhaps do better than this. No hard feelings)
Profile Image for Ramadhania.
22 reviews1 follower
May 31, 2014
Membaca Casablanca, ternyata tidak seasyik membaca karya-karya Dahlian sebelumnya.

Dahlian seperti tidak bebas menulis cerita ini. Tulisan ini... seperti ditahan-tahan. Aku nggak tahu apa yang membuatku merasa seperti itu saat membaca tulisan Dahlian kali ini. Tapi berasa aja, beda dibanding novel-novel lainnya.

Menurutku, kedekatan Vanda dan Laz agak sedikit kelamaan terjadinya. Bagian Vanda ragu dan galau dengan rencana pernikahannya dan Laz yang berusaha mendekati Vanda agak terlalu panjang. Jadi pas baca bab-bab awal rasanya kayak yang, kapan sih ini mereka dekatnya? Toh aku juga sudah tahu mereka pasti bakalan dekat. Kalau mereka nggak dekat ceritanya nggak akan jalan kan?

Konfliknya sebenarnya menarik, cuma... apa ya. Aku nggak terseret untuk menaruh simpati sama masalah mereka. Nggak datar, tapi konflik mereka nggak membawa emosiku ikut hanyut. Mungkin karena konflik sesungguhnya baru hadir di bab-bab akhir.

Oh, iya. Untuk sebuah novel STPC, menurutku setting-nya terlalu banyak di hotel. :DD Semoga dalam novel selanjutnya aku bisa kembali menemukan tulisan khas Dahlian. :))

Tambahan sedikit, ketinggalan pas review kemarin: aku suka gaya deskripsinya Dahlian. "Show"-nya bikin gampang mengimajinasikannya. ;))
Profile Image for Mourning_elf.
586 reviews28 followers
May 27, 2015
okayyyy... pemikiranku mungkin yang terlalu drama yak, masa baru halaman 45 aja udah ketebak inti seluruh ceritanya, haha. baca setelahnya jadi kurang greget dah, untung ada bonus postcard deh :p
Profile Image for Echa Windiasih.
29 reviews
February 11, 2025
Bisa dibilang Dahlian adalah penulis “autobuy” bagi saya. Saya penggemar novel-novel beliau sejak bertahun-tahun lalu. Tapi maaf seribu maaf, saya kecewa dengan novel ini. Seperti bukan Dahlian yang saya kenal.

Awal cerita lambat tapi penyelesaiannya justru amat-sangat buru-buru. Konflik yang dipake juga ketebak banget. Kenapa tidak dibuat konsisten untuk merahasiakan identitas siapa sebenarnya Laz ini? Romance kurang, sedikiiiiit banget. Kita malah lebih banyak disuguhin dengan sikap Vanda yang ngeselin, iya iya ngerti kalau kita berada diluar negeri atau tempat asing tidak seharusnya mudah percaya dengan siapapun. Lagi, sikap Laz yang kaya om-om girang kurang kerjaan, gangguin Vanda mulu. Apakah laki-laki memang sekurang-kerjaan itu yah?

Banyak plot-hole dibuku ini, si Vanda menyesal dengan sikap dia selama ini? Terus, apakah dia masih berteman dengan teman-temannya itu? Kalau masih, ya ngeselin sih.

Terus selama ini si Laz dimana pas doi didepak sama Vanda dulu?

Laz kerja sebagai geologist, emang seorang geologist bisa cuti selama itu?

Kapan si Laz sadar bahwa Vanda itu adalah Vanda dari masa lalunya?

Tau ah sebel. Saya maksa baca sampe abis buku ini. Karena ekspetasi saya dengan Dahlian emang setinggi itu.
Profile Image for Zahara.
28 reviews
December 11, 2018
"Jodoh itu seperti sepatu. Sejak awal dibuat, sudah ditentukan pasangannya. Itulah jodoh sejati. Jodoh yang hanya dipisahkan oleh maut." (hlm. 281)

Kisah tentang Vanda yang bimbang akan rencana pernikahannya dan ingin menenangkan diri, jauh dari Jakarta. Pertemuan berkali-kali dengan seorang pria bernama Laz mengganggu pelariannya. Namun, kegigihan pendekatan Laz membuat Vanda luluh dan memberinya kesempatan untuk sekadar berteman. Ditengah-tengah itu, sang tunangan datang dan mendesaknya untuk pulang. Keadaan semakin genting ketika Laz mendadak muncul di antra mereka berdua. Vanda harus segera mengambil keputusan antara pulang bersama sang tunangan atau tetap berada di kota yang diam-diam memberinya hangat dalam bincang akrab.

Sebenarnya menurutku tidak ada yang special sih dari buku ini, tapi aku menamatkan membacanya hanya dalam hitungan jam hanya karena cukup penasaran dengan scene endingnya.
Ya, aku cukup menikmati membacanya dan agak kecewa juga sama tunangannya Vanda yang rasanya seperti 'udah gitu doang? gak ada perjuangan gimana gitu?'. Konfliknya kurang greget.
Tapi seneng bisa nemuin lagu Frank Sinatra dibuku ini. hehehe ♡
Profile Image for Wini Agnia.
54 reviews
October 31, 2025
Cerita tentang Vanda yang kabur ke Casablanca karena ragu dengan rencana pernikahannya bersama Rommy. Ia memilih tempat itu karena suka dengan film Casablanca. Sesampai di hotel tempat ia menginap bertemu dengan laki-laki asal Indonesia juga yang ternyata cinta pertama Vanda dahulu, tetapi ia pernah menyakitinya dengan menjelekkannya didepan banyak orang. Vanda masih belum mengetahui bahwa lelaki itu adalah Ardi. Tetapi Laz (nama panggilan lain Ardi) sudah mengenal Vanda dan berniat untuk membalas dendam menyakiti Vanda. Vanda akhirnya membatalkan pernikahannya, dan menyadari ia menyukai Laz. Saat Laz menjalankan misinya ternyata ia sadar bahwa ia masih mencintai Vanda.

Jujur novel ini bagusnya untuk kisah cinta anak sekolah saja dibanding couple dewasa yang apalagi mau menikah. rasanya orang yang sudah dewasa tidak mungkin memiliki rasa dendam perihal hal seperti itu. Aku juga heran dengan karakter Vanda yang begitu mudah menyukai Laz? dengan cara Laz yang mendekatinya terlalu menggebu2. plis itu love bombing huhu mlz banget. tapi walopun akhirnya mereka saling menyukai entah kenapa aku kurang suka dengan ceritanya hehe maaf😔
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for el.
69 reviews47 followers
June 9, 2017
Ringan. Tapi terasa maksa.

Jujur dibagian awal aku suka ketika kedua tokoh muncul bersamaan dengan masalah masing-masing. Tapi kemudian rasa suka itu jadi biasa gitu aja. Kedua tokohnya khas tapi kurang bisa membuat aku suka mereka. Menurutku masalah yang diangkat cukup rumit, tapi entah kenapa kok penyelesaiannya bisa seringan itu.

Di bagian awal buku alurnya terasa lambat dan kurang menarik karena berkutat di hal yang sama. Rasanya seperti di ulang-ulang cuma packaging nya aja yang agak diubah dikit-dikit. Masuk pertengahan sudah mulai nyaman karena rasanya lumayan. Di akhir-akhir cukup gemas karena endingnya yang rasanya 'oh, segampang itu? Ok, ok.'

Walau begitu, sebenarnya aku suka bagaimana cara Dahlian bertutur. Pergantian perhatian pada tokoh di beberapa paragraf menurutku halus dan nyaman banget.
Profile Image for cipi.
32 reviews
April 17, 2025
jatuh se-jatuh jatuhnya sama buku ini❤️‍🔥

aku jadi super cinta mati sama the east world, wanted to visit casablanca someday, but please not to be fallen w people i've just met. IT's exacly how the whole book told us, they happened to met, then fall each other deeply. but who's gonna wonder it might frankly just a fling when realizing that you're already in the highESTTT measurement of love. istilahnya, what part of "senaksir itu aku sm km" that any other people wouldn't possibly understand????

lazuardi such A MAN.
Profile Image for Lommie  Ephing.
116 reviews2 followers
August 7, 2019
1,5 buat novel ini. Jujur, aku tertatih-tatih membaca sampai akhir. Aku tertarik baca novel ini karena London-nya Windry Ramadhina begitu memukau sejak awal hingga akhir. Tapi, novel ini, entah mengapa terasa membosankan. Aku gak bisa menikmati konflik yang disuguhkan, dan tebakanku tentang siapa Ardi sejak awal sama sekali tak meleset.
Profile Image for K.
3 reviews
April 8, 2025
Dari beberapa buku STPCs yang ku baca, buku casablanca ini yang paling ngga kerasa feel tempatnya. Tapi, aku suka dengan karakternya! Mereka semua loveable ^^! Mnrtku ini buku yg ringan untuk selingan membaca.
Profile Image for Ananda.
39 reviews
June 22, 2025
same like athena 🤷🏻‍♀️ just no ahahha
Profile Image for Haz.
21 reviews
November 2, 2025
4,5/5⭐

Membaca ini di tahun 2014, dan yang saya ingat adalah saat yang menyenangkan ketika membacanya.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
October 6, 2014
Seri ke-2 STPC kembali melaju. Setelah mengunjungi Athena, kini kita ke benua Afrika, ke negara Morocco, tepatnya ke sebuah kota yang terkenal lewat sebuah film klasik, Casablanca. Bersama Dahlian, penulis kawakan dari Gagas Media kita akan menikmati kisah cinta dengan rasa berbeda.


Laz masih mengalami jet lag setelah penerbangan berjam-jam menuju kota Casablanca, untuk menemui kekasihnya Nadia. Sialnya, dia justru mendapati Nadia yang telah menerima pinangan pria lain. Sakit hati yang dialami Laz tidak tertahankan. Seharusnya dia tidak percaya ucapan ayahnya bahwa tidak semua wanita tidak setia seperti ibunya. Namun, sakit hatinya sedikit terobati ketika dia melihat seorang wanita cantik asal Indonesia di lobby hotel tempatnya menginap. Laz berusaha mencari tahu dan mendekati gadis yang akhirnya dia ketahui bernama Vanda.

Vanda sebenarnya sedang dalam pelarian dari Jakarta. Dia meninggalkan tunangannya tanpa kabar menjelang hari pernikahan mereka. Tiba-tiba saja Vanda merasa tidak yakin akan keputusannya untuk menikah dengan Rommy. Apakah dia melakukannya untuk dirinya atau sekedar menyenangkan hati ibunya saja? Jauh di lubuk hati Vanda, dia masih menyimpan rasa untuk Ardi, kakak kelasnya sewaktu SMA, yang dicampakkannya demi gengsi semata. Penampilan Ardi yang jauh dari kata menarik membuatnya mudah mempermalukan pria itu di depan teman-teman sekolahnya dulu. Menghilangnya Ardi membuat Vanda menyesal, meski segala upaya dikerahkan untuk mencari Ardi, dia tetap tidak menemukannya.

Di tengah kegalauannya, Vanda mulai terpesona dengan kebaikan hati Laz. Laz dua kali menolongnya selama di Casablanca, kota yang konon tidak begitu ramah pada turis wanita yang terlihat sendirian. Laz sendiri mulai jatuh hati pada Vanda, meski dia punya niat terselubung saat mendekati Vanda. Ketika tiba-tiba Rommy datang menyusul Vanda ke Casablanca, Laz membuat keputusan Vanda berpihak padanya. Pertunangannya dengan Rommy harus berakhir di kota Casablanca.

Jujur saja saya tertarik ingin membaca novel ini karena pilihan kotanya Casablanca yang tidak akrab di telinga saya. Saya bahkan sempat googling dulu di negara mana Casablanca ini. Maklum saja untuk urusan geografi saya agak lemah :) Menurut buku ini tidak banyak objek wisata menarik di Casablanca. Biasanya turis akan mengunjungi Old Medina, Masjid Hassan Dua, tempat nongkrong di Corniche atau Marocco Mall yang terkenal dengan lift akuariumnya.

Saat membacanya, saya mendapati diri saya tidak menyukai Laz sejak awal. Meski tidak diketahui apa niat Laz sejak awal terhadap Vanda, tapi gaya agresif Laz agak menyebalkan. Kegalauan Vanda juga mengambil porsi terlalu banyak di dalam novel ini. Kemudian ada tokoh Rommy, yang jika menurut cerita Vanda adalah cowok yang posesif, ternyata bisa dengan mudahnya melepaskan Vanda ketika Vanda mengatakan dia tidak bisa menikahi dirinya.

Mengenai cerita cintanya sendiri sekali lagi saya merasa faktor kebetulannya masih kental. Laz dan Vanda, sesama turis dari Indonesia bertemu di kota yang berpuluh jam penerbangan jauhnya dari Indonesia. Rommy yang menyusul Vanda pun kalau ndak salah hanya tahu informasi kalau Vanda ada di Casablanca, tanpa tahu hotel tempat Vanda menginap. Tapi Rommy bisa menemukan Vanda. Kebetulan terakhir adalah twist di novel ini, dimana Laz ternyata adalah orang yang pernah ada di masa lalu Vanda.

Untuk informasi wisata kota Casablanca, novel ini sudah lumayan. Tetapi untuk kisah cintanya, kurang nendang menurut saya. Entah ini hanya saya yang merasakan, tapi romansa di STPC makin ke sini makin kurang berkesan.
Profile Image for Dhyn Hanarun .
329 reviews203 followers
August 27, 2014
Vanda Cahyanto kabur dari segala persiapan pernikahannya dan pergi ke Casablanca sendirian. Dia merasa pernikahan ini tidak seharusnya terjadi. Dia masih ragu untuk menikahi tunangannya, Rommy. Mungkin itu karena dia masih memikirkan cinta pertamanya, Ardi. Tapi dia mendapat tekanan dari keluarganya, yang menyuruhnya untuk cepat menikah atau dia akan dilangkahi adiknya Vanessa, yang sudah ingin menikah dengan pacarnya.

Di lobi hotel tempat dia menginap, Vanda dihampiri seorang warga Indonesia, Laz. Laki-laki itu sangat menyebalkan dengan mengikuti dan ikut campur semua kegiatan Vanda. Vanda sampai memberinya julukan ‘ulat bulu’. Tapi dia harus mengakui Laz punya penampilan yang memikat dan membuat hatinya berdesir. Diam-diam, Laz juga mengalami keterarikan yang sama dengan Vanda. Dia sedikit terhibur dengan keberadaan Vanda dan rasa sakit hati karena ditinggal Nadia, mantan pacarnya yang memilih menikah dengan laki-laki lain, terlupakan. Namun dia menahan perasaan itu demi sebuah rencana. Untuk melancarkan rencana itu, Laz terus mendesak Vanda untuk membatalkan pernikahannya dengan Rommy.

“Kamu pernah denger filosofi lilin? Lilin selalu menerangi sekitarnya, tetapi dia menghancurkan dirinya sendiri. Kamu mau seperti itu?” – halaman 182-183

Secara keseluruhan, aku suka cerita Casablanca: Forget Me Not ini. Premis ceritanya, agak sedikit klise dan ketebak sih, menarik, gaya bahasa enak dibaca, POV orang ketiga terbatas yang berganti begitu cepat (di review-review sebelumnya, aku ngaku nggak suka. Sekarang juga masih nggak suka sih, tapi oke lah, terima aja) dan banyak pengetahuan baru tentang Casablanca (Timur Tengah? Afrika? Baru tau looh). Namun, ada beberapa hal yang agak menganjel. Aku bahas per-seratus halaman, ya :)

Di 100 halaman pertama, aku kaget membaca perubahan suasana hati Laz yang sangat cepat. Dari sakit hati, kecewa dan marah-marah, Laz langsung tertarik dengan kemunculan Vanda dan mendekatinya. Dalam waktu yang singkat pula, Laz juga langsung merancang dan melancarkan sebuah rencana. Apa karena dia saking sakit hatinya, sampe agak dendam dan mirip psikopat gitu? Mengerikan. Di 100 halaman pertama ini cerita juga berputar-putar di lokasi, kejadian dan urutan yang hampir mirip. Lokasinya di hotel, kejadiannya Laz ngejar-ngejar dan mencoba berteman dengan Vanda, dan urutannya dari bangun cukup siang, makan siang dan makan malam di restoran hotel dan nongkrong di sudut-sudut hotel yang punya ciri khas Maroko. Pikiran mereka berdua juga tertuju pada hal yang itu-itu aja. Vanda masih aja galau soal pernikahannya, sibuk menolak telepon dan pesan dari Rommy. By the way, where the hell he got her number? Vanda pasti pake nomor provider lokal, kan, bukan nomor provider Indonesia lagi dan di sini ceritanya Rommy masih nggak tau kemana tunangannya ini pergi, boro-boro nomor barunya dong. Sedangkan Laz sibuk sama rencananya, yang entah apa. Mungkin info yang minim tentang rencana Laz itu buat ngasih kesan misterius. Namun jadinya malah terkesan pelit dan bikin kesel. Jangan-jangan dia juga belum tau rencana fix-nya, wong dapetnya aja sekejap mata :o Yang aku suka di bagian ini adalah banyaknya percapakan dalam bahasa Prancis (hehehe), info singkat tentang pedagang sana yang sangat agresif dan tebakan asal aku tentang cinta pertamanya Vanda itu. Hmmmm.

Baca review selengkapnya di sini -->
http://dhynhanarun.blogspot.com/2014/...
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews298 followers
February 26, 2016
review lengkap: http://kubikelromance.blogspot.com/20...

Saya merasakan perbedaan yang terlalu mencolok dalam serial Setiap Tempat Punya Cerita season ke-2 ini daripada season yang pertama, dari segi kualitas khususnya. Entah ya, dari ketiga nama penulis yang ikut andil dalam serial ini, nama Dahlian lah yang paling familier melihat saya hampir membaca semua bukunya dan termasuk penulis yang bukunya saya tunggu-tunggu. Dari segi negara yang diambil pun sebenarnya lebih menggoda untuk dibaca, cukup asing ditelinga dan jarang disorot. Sayangnya, sama halnya dengan Athena, saya tidak puas ketika menutup buku. Entah.

Vanda tidak yakin dengan rencana pernikahannya dengan Rommy, laki-laki tersebut memang baik, jelas-jelas mencintainya, hanya saja Vanda merasa bukan dialah yang tepat, di hatinya masih ada rasa akan teman sekolahnya dulu, Ardi, baik rasa bersalah dan rasa cinta. Sayangnya dia kehilangan jejak, tidak pernah bertemu lagi pasca insiden yang mempermalukannya. Ibu dan adiknya malah menambah beban karena ingin dia segera menikah. Keputusan ekstrem pun diambil, dia pergi ke Casablanka untuk menjernihkan pikiran, memikirkan kembali akan rencana pernikahannya.

"Semua manusia pasti punya hati -sekecil apa pun itu. Mengakui atau nggak, pasti punya rasa bersalah setelah menyakiti orang lain. Dan, rasa bersalah nggak akan pernah bisa terhapus waktu."

Laz, dia patah hati ketika pacarnya memberitahu kalau dia akan menikah dengan bosnya. Padahal, Laz sudah menyiapkan cincin pernikahan. Melihat tidak akan ada harapan lagi, Laz akhirnya menyerah dan bersiap untuk meninggalkan negara yang meremukkan hatinya. Tapi, dia melihat seseorang di hotel tempatnya menginap. Rencananya berubah.

"Kamu pernah dengar filosofi lili?"
Vanda menggeleng.
"Lilin selalu menerangi sekitarnya, tetapi dia mengahncurkan dirinya sendiri. Kamu mau seperti itu?"

Laz mulai mendekati Vanda, selalu membuntutinya. Vanda yang gerah karena tidak ingin berhubungan dengan orang asing yang seperti ulet bulu itu, walau dia sama-sama dari Indonesia tetap saja Vanda merasa terganggu. Dia datang ke negara yang jauh dari Indonesia untuk menenangkan diri, mencari pencerahan. Ketika Laz berhasil mendapatkan kepercayaan Vanda ketika menolongnya, rencana untuk menggagalkan pernikahan Vanda semakin sukses, demi dendam masa lalu.

"Jodoh itu seperti sepatu. Sejak awal dibuat, sudah ditentukan pasangannya. Itulah jodoh sejati. Jodoh yang hanya akan dipisahkan oleh maut."

Ceritanya gampang sekali ketebak dan bisa diprediksi. Saya selalu merasa gaya cerita dan tulisan Dahlian sedikit mirip dengan Christian Simamora, hanya saja dia lebih kalem, saya nggak melihatnya di buku ini. Saya kehilangan ciri khasnya. Konflik utamanya walau bisa dibilang tidak wah tetapi cukup menarik. Penulis ingin menghadirkan sosok antagonis yang bisa dicintai pembaca, sayangnya gagal.

Laz memang digambarkan sosok yang nggak loveable, liciknya dapat, tapi saya nggak bisa mendapatkan chemistry antara Laz dan Vanda. Saya nggak bisa menyukai Laz. Tidak ada bagian yang memorable di buku ini, berasa lewat saja semua ceritanya. Bahkan saya nggak bisa jatuh cinta dengan kota Casablanka. Semoga saja buku Dahlian selanjutnya lebih bagus. Oh ya, saya suka tulisan Dahlian ketika berkolaborasi dengan Gielda Latifa.

2.5 sayap untuk lift akuarium di Marocco Mall.
Profile Image for Biondy.
Author 9 books234 followers
September 2, 2014
Judul: Casablanca: Forget Me Not
Penulis: Dahlian
Penerbit: Gagas Media
Halaman: 336 halaman
Terbitan: Mei 2014

Pembaca tersayang,

Ambil petamu dan bentangkanlah. Dahlian, penulis "Promises Promises" dan "Andai Kau Tahu", akan mengajak kita berkunjung ke Casablanca, salah satu kota eksotis di Maroko.

Temui Vanda di lobi sebuah hotel. Dia bimbang dengan rencana pernikahannya dan ingin menenangkan diri, jauh dari Jakarta. Pertemuan berkali-kali dengan seorang pria Indonesia bernama Laz mengganggu pelariannya. Namun, kegigihan pendekatan Laz membuat Vanda luluh, dan memberinya kesempatan untuk sekadar berteman.

Di tengah-tengah itu, sang tunangan datang dan mendesaknya pulang. Keadaan semakin genting ketika Laz mendadak muncul di antara mereka berdua. Vanda harus segera mengambil keputusan. Di manakah hatinya tak lagi bimbang; pulang ataukah tetap berada di kota yang diam-diam memberinya hangat dalam bincang akrab?

Setiap tempat punya cerita. Dihembus aroma angin Mediterania, ada rahasia yang segera terkuak.

Enjoy the journey,

Review

Secara mengejutkan, saya suka buku ini melebihi dugaan awal saya.

Kalau baca dari beberapa ulasan di Goodreads, banyak yang bilang kalau novel ini gak sebagus karya-karya Dahlian sebelumnya. Cuma karena ini novel Dahlian yang pertama kubaca, jadi saya gak bisa bilang apa-apa ^^.

Pas awal-awal saya merasa agak tersendat-sendat bacanya. Gak tahu kenapa ya. Mungkin karena butuh waktu lama bagi Vanda untuk membuka dirinya bagi Laz, tapi itu justru satu poin yang saya suka. Ya, bagaimana pun, Laz itu kan orang asing bagi Vanda. Kalau tiba-tiba didekatin kayak gitu, oleh orang yang tidak kita kenal, di negeri "antah-berantah", pasti curiga dong ya.

Dalam cerita ini Vanda punya "beban masa lalu". Dia pernah menyakiti hati seorang cowok waktu SMA dan dia nyesel banget. Sampai-sampai dia terus-terusan mencari cowok itu. Nama cowok itu sementara nama Saya merasa kalau

Saya lebih menikmati ini ketimbang Athena: Eureka! sih. Casablanca kelihatannya kota yang menarik yah. Saya paling suka sama lift dalam akuarium di Morocco Mall sama Mesjid Hassan Dua-nya. Kira-kra kapan bisa kesampaian melihatnya secara langsung yah?

Buku ini untuk tantangan baca:
-2014 New Authors Reading Challenge
Profile Image for Angelica Renatha.
27 reviews4 followers
October 4, 2014
Casablanca, kalo denger kata ini pasti yang terlintas pertama kali dipikiran adalah salah satu judul film, Terowongan Casablanca. eheheheheee... Walaupun namanya sama, tapi buku ini nggak ada kaitannya sama film itu ataupun daerah di bilangan Kuningan itu. Casablanca merupakan salah satu kota di Maroko, terletak di samping Samudra Atlantic, yang juga merupakan pusat ekonomi sejak jaman dahulu. Jadi kalian bisa membayangkan, betapa eksotisnya arsitektur, budaya, kuliner, fashion dan apapun yang berbau Timur-Tengah. Pasti semua langsung berdecak kagum melihatnya. Tapi tidak dengan Vanda, sejak pertama menjejakkan kakinya di kota itu, pikirannya entah melayang-layang kemana. Terpecah belah, antara pernikahannya yang tinggal dua bulan lagi, tunangannya yang over-protective, dilemanya sebagai calon pengantin. Seperti semuanya belum cukup memusingkan Vanda, laki-laki itu mengikuti kemana pun Vanda pergi.
Laz, laki-laki itu, tertarik pada pandangan pertama pada Vanda sejak di lobi hotel. Dengan gigih, dia berusaha mendekati Vanda, sampai akhirnya lampu kuning diberikan Vanda. Setidaknya status mereka berubah dari orang asing menjadi teman. Sampai akhirnya, Vanda bisa membuka diri seutuhnya pada Laz, Vanda tahu keputusan apa yang akan dia ambil untuk masa depannya.

Sebenernya ini novel ketiga Mba Dahlian yang aku baca setelah Promise Promise dan Andai Kau Tahu, tapi ini merupakan novel pertama dari seri STPC Gagas Media yang gue baca. Kenapa baru sekarang baca seri STPC? Jawabannya mudah, karena gue nggak suka cerita seri. Dan bener 'kan setelah gue baca buku ini gue jadi pengen buku STPC yang lain *hwaaaa,sabar ya ntong, bulan ini kamu bolong lagi* gue selalu menyukai traveling, dalem ataupun luar negri selama masih bisa kenapa nggak. Gagas punya kesamaan vision sama gue "Get Lost Make Memories" karena menurut gue disitulah kebahagiaan travelling. Kalian akan memiliki cerita sendiri yang pastinya akan berbeda sama orang-orang yang ngikutin tour.
Lanjuut, STPC buatan Mba Dahlian ini sebenernya oke, tapi entah mengapa kok kayanya ada yang kurang ya. Apa karena gue tau dari awal kalo Laz sama Ardi itu orang yang sama? Cuma itu yang bikin gue lanjutin baca, karena penasaran sama endingnya *kali ini gue menahan dengan sekuat tenaga supaya ga baca endingnya dulu*
Kecewa? Agak. Soalnya pertama baca buku mba Dahlian, perasaan sampai capur aduk, tapi nggak gue dapatkan di buku ini. Flat aja gitu dari awal sampai akhir. Gue berusaha positif, buku ini menambah pengetahuan gue buat kota satu ini dan yang pasti, menambah kosakata Perancis gue yang seadanya ini. *Si, merci beaucoup, Mademoiselle!

forget me not - oubliez-moi ou pas
Profile Image for Dian Putu.
232 reviews9 followers
June 13, 2014
Masa lalu yang membatu. Membawa dendam di antara cinta yang kembali mekar. Membohongi hati demi melegakan diri. Hasilnya, bukan terlepas dari lara, tapi malah menambah luka.
Lazuardi (Laz), berada di Casablanca hanya untuk mengejar cintanya, Nadia. Tapi, wanita itu menampik cintanya. Dia lebih memilih pria lain, mungkin karena lebih kaya.
Laz patah hati, pasti. Di saat itulah seorang wanita dari masa lalunya, yang dulu pernah membuatnya terluka, muncul di depan matanya. Wanita itu bernama Vanda.
“Aku tahu, cinta memang nggak selalu menyelesaikan masalah, tetapi cinta yang dalam membuat kita saling mendukung di masa-masa sulit.” – Lazuardi – Hlm. 209

Vanda sendiri datang ke Casablanca untuk menghindari tunangannya. Beberapa waktu yang tak lama lagi, dia harus menikah dengannya. Sayang, Vanda merasa pernikahan itu adalah kesalahan. Dia perlu berpikir kembali, apakah dia benar-benar menginginkan pernikahan ini? Apakah dia benar-benar mencintai Rommy? Atau, bisakah dia belajar mencintai Rommy?
Laz muncul di depan Vanda sebagai pengganggu, penguntit, dan orang yang sangat tak ingin ditemui Vanda di Casablanca. Namun, Laz malah selalu hadir di manapun Vanda berada. Bahkan, Laz-lah yang selalu menyelamatkan Vanda dari kejadian tidak menyenangkan di Casablanca.
Casablanca memang kota yang berbahaya untuk wanita yang pergi sendirian. Dan, Vanda tak tahu soal itu. Awalnya, dia menganggap nasihat Laz hanya alasan untuk mendekatinya. Tapi, setelah beberapa kali mengalami kejadian tidak enak, dia mempercayainya. Bahkan, mereka semakin dekat. Cintapun mulai bersemi di antara mereka. Dan Laz, demi mewujudkan ambisi balas dendamnya, dia menjadi pendorong agar Vanda membatalkan pernikahannya.
“Kadang, kita harus berdiri untuk keentingan kita sendiri, Van. Memang kedengarannya egois, tapi itulah hidup.” – Lazuardi – Hlm. 208

Lalu, apa yang harus dilakukan Vanda? Siapa yang dipilihnya? Rommy, kah? Atau Laz, kah? Dan, siapa sebenarnya Laz? Kenapa dia ingin mendekati Vanda untuk balas dendam? Apa hubungan Vanda dengan Laz di masa lalu?
“Aku suka kamu Rom. Tapi sayangnya, cuma sebatas itu. Cintaku nggak cukup besar untuk bisa bertahan menghadapi berbagai masalah yang akan muncul di kemudian hari.” – Vanda – Hlm. 262

Casablanca, melerai cinta yang tak benar-benar cinta. Dan, mengembalikan cinta yang sebenar-benarnya cinta.

Baca selengkapnya di http://dianputu26.blogspot.com/2014/0...
Profile Image for Lady Dey.
81 reviews6 followers
February 16, 2016
yeheeeeeaaaayyy, alhamdulillah akhirnya selesai bacaaa. ya Allah... hhuhuu gak suka sama ceritanya, jadi gemes banget pengen cepet mengakhirinya. tapi kan gak etis aja tau2 berhenti tengah jalan terus apdet rating n review. jadi setelah sedikit kesabaran akhirnya halaman terakhir pun beres.

jadiii, hmmm all of the characters. oooh, really i hate them.

laz, dia kenapa ya? terlepas dari alasannya deketin vanda, caranya itu menggelikan. asli gak betah bacanya. menurut saya gak manly. kayak orang 'kegatelan'. makanya vanda bilang juga 'ulat bulu'. cowok kok kepooo banget kerjanya. aduuuh.

vanda. dia gampang terpengaruh. sok tegas, tapi dalemnya goyah. ngakunya gak gampang jatuh cinta, tapi saat status masi bertunangan aja, didempelin sama laz 5hari uda luluh dan jatuh cinta.

rommy juga gak manly. protektif banget. gak bisa dengerin apa yang vanda mau. bikin risih juga. ada pengakuan vanda yang buat saya sedih 'bahkan rommy gak memberikanku kesempatan untuk merindukannya'. saking every single time rommy seolah ada di depan belakang dan samping vanda.

ardi adl sosok yang cuma disebut2 seolah hidup dalem bayangan. yang tiba2 muncul di bab2 akhir novel. kemudian seolah menjadi latar belakang utama hadirnya kisah mereka di casablanca. oooh, proses kehadirannya yang amat lambat tapi konflik puncak dan penyelesaiannya amat cepet.

casablanca. selesai ngbaca ini pun saya masi sulit membayangkan bagaimana casablanca. yang saya tau malah tentang hotelnya karena sebagian besar setting cerita adl di hotel itu, dengan bagatelle nya dengan private beach nya dengan bar nya dsb.

konsep cerita, ini dia. terlalu banyak kejadian kebetulan antara laz dan vanda di bab2 awal. yang menurut saya malah nonsense. setiap tau2 saya baca suatu part tentang suatu kebetulan, saya cuma ngendus kesel 'apa siiih???'. hmmm.

yaaa anyway, setiap reader punya pendapat tersendiri thd apa yang dibacanya. selamat membaca bagi yang belum dan penasaran :))
Profile Image for Nabila Prameswari.
5 reviews
August 1, 2014
Casablanca. Saya selalu tertarik segala sesuatu yang berkaitan dengan Traveling, sehingga membelinya bukan satu kesalahan. Walau, pada akhirnya ketertarikan saya harus dibayar mahal dengan jeda panjang yang saya buat selama membaca salah satu novel STPC ini.

Saya lupa kapan awal membacanya. Yang jelas, sekitar bulan Juni--atau mungkin Mei. Jeda panjang yang terjadi bukan karena sibuk, melainkan saya bosan dengan penjelasan yang terlalu bertele-tele oleh penulis. Selain itu, kejadian yang terjadi terasa seperti sengaja memperpanjang jalan cerita. Padahal intinya sama saja.

Dalam novel ini, ada tiga tokoh utama. Ada Vanda, Laz, dan Rommy. Cinta segitiga jelas terasa di dalamnya, dengan berbagai kejadian di Casablanca. Sejak awal, saya sudah paham maksud penulis dan dapat menebak ke arah mana ceritanya. Sayangnya, apa yang saya pahami dan saya tebak sejalan dengan isi cerita sehingga semuanya terasa membosankan. Tidak ada kejutan di dalamnya, bahkan di saat penulis membeberkan alasan Laz mendekati Vanda pun tertebak.

Detail Kota Casablanca juga masih kurang. Di dalamnya hanya diberikan detail beberapa tempat wisata. Walau menurut saya, saran bertraveling ke salah satu kota yang ada di Maroko ini cukup membantu. Juga penjelasan mengenai kebudayaannya yang bisa memberikan kita ilmu baru.

Yang lebih jelas lagi, Casablanca membuat saya perlu menimbang-nimbang bila ingin membeli novel STPC lain. Beberapa kali saya mendapat ketidakpuasan atas novel-novel STPC. Tetapi, tidak semuanya. Kali ini saja yang terasa lebih parah.

Semoga karya STPC ke depannya bisa lebih baik. Saya tahu, karya Dahlian. N yang lain lebih baik. Dan, Casablanca mungkin bisa menjadi bahan pembelajaran kembali.
Profile Image for Just_denok.
366 reviews7 followers
January 8, 2015
Novel ini menceritakan mengenai Vanda yang kabur ditengah persiapan pernikahannya dengan Rommy. Gadis itu merasa tidak yakin dengan keputusannya untuk menikahi Rommy yang ia lakukan dibawah tekanan keluarga dan adiknya, Vanessa. Karena itulah dia memilih kabur ke Casablanca. Siapa sangka, di hotel ia bertemua dengan Laz, yang sedari awal ia anggap seperti ulat bulu yang selalu mengganggunya. Akan tetapi, karena kegigihan Laz dalam mendekati Vanda, gadis itu mulai mempercayai Laz bahkan Laz berhasil meyakinkan Vanda akan keputusnnya untuk membatalkan pernikannya dengan Rommy. Sayang, selama itu Vanda tidak pernah tau bahwa Laz memiliki rencana lain yang mendasari tindakannya untuk mendekati Vanda. Rencana yang berhubungan dengan masa lalu mereka berdua.

Akankah Laz berhasil menjalankan rencananya? dan apakah pernikahan Vanda gagal dilakukan, bahkan setelah Rommy menyusul Vanda di Casablanca?silahkan menikmati novel ini untuk mengetahui akhir ceritanya :)

Aku suka deskripsi tentang Maroko yang digambarkan penulis. Mengenai Maroko Mall dengan aquarium raksasanya, Masjid Hassan Dua yang kokoh berdiri di atas Samudra Atlantik, bahkan mengenai Takchita yang mewah. Aku sampai googling, karena penasaran dengan yang asli. Aku juga suka dengan ilustrasi2 di novel ini. Cuma sayang, feel romancenya kurang nendang untukku. Mungkin karena aku sudah merasa berhasil menebak rencana Laz di awal2 cerita, sehingga jalan cerita nya datar2 saja untukku. Kurang greget. Actually, 3 stars untuk ilustrasi Maroko yang oke banget untukku. But, 2 stars untuk romansa cerita.
Profile Image for hazel audy.
285 reviews19 followers
May 25, 2014
Kedua kalinya aku baca buku Dahlian. Waktu pertama melihat buku ini di salah satu toko buku online, aku sudah mulai bersiap siap untuk membeli buku ini. Dahlian adalah salah satu penulis yang bukunya aku tunggu tunggu. Walaupun, aku baru baca yang Promise Promises tapi aku sudah terlanjur jatuh cinta dengan karyanya.

Untuk Casablanca, aku suka sekali dengan ide ceritanya. Ide ceritanya menarik, walaupun harus ku bilang kalo buku ini mengingatkanku dengan Athena (Yap, buatku banyak kebetulan-kebetulan yang sering menimbulkan pertanyaan di benak). Dan membaca buku ini tidak se-excited membaca buku Dahlian yang lain. Karena Laz, menurutku karakter yang kurang lovable. Aku ga bisa simpatik dengannya malah aku menganggap kalo Laz adalah karakter yang annoying ._. Begitupun dengan Vanda, aku kurang suka dengannya karena terlalu cepat jatuh cinta dengan Laz (Huh, gemes jadinya!). Tapi, untuk alur cerita dan penggambaran sih lumayan suka walau ada beberapa kata kata yang diulang.

Jujur saja, aku sedikit kecewa dengan endingnya yang....aaah, sudahlah. Aku mengharapkan karya Dahlian lebih dari ini. Tapi, mungkin juga karena aku berekspektasi terlalu tinggi ya~. Yang jelas, aku kurang menikmati buku Dahlian kali ini. Namun, untuk kalian yang penasaran tentang Casablanca. Bisa dicoba untuk dibaca =))
Displaying 1 - 30 of 75 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.