Jump to ratings and reviews
Rate this book

Never Be Alone

Rate this book
Sinopsis: Julie Getreda alias Teda murid baru dari Jakarta itu langsung menyita perhatian teman-teman di sekolah Ester. Sebenarnya sih Ester tidak keberatan apalagi iri dengan kehadirannya tapi melihat apa yang telah dilakukan Teda padanya, pengen rasanya Ester minta Tuhan menghilangkannya dari planet ini.

Semua berawal dari acara natal sekolah. Ester, sebagai ketua panitia, ditegur keras oleg guru agamanya karena Teda dan kelompoknya tampil mendadak menyajikan dance diiringi hangar binger Like A Prayer-nya Madonna. Tidak hanya itu, Teda telah membuat persahabatan Ester dengan sobat kentalnya, Yanti, merenggang karena Ester menilai Yanti tidak lagi sepaham dengan dirinya tentang Teda. Namun yang paling menyakitkan, Teda telah mencuri Bowo, cowok yang selama ini mengisi hari-hari Ester. Di sela-sela kekesalan hati Ester, terdengar kabar kalau Teda mengalami kecelakaan yang menurut Ester kecelakaan yang pantas. Namun, apakah ini yang Ester mau? Atau Tuhan bakal marah atas sikap Ester?

Penasaran dengan endingnya? Baca kumpulan cerpen rohani remaja ini! Buku ini berisi sebelas cerpen pilihan di antaranya: “Aku Benci Teda”, “Kado Kejutan”, dan “Ketika Lari-lari Sore” yang akan mengisahkan sisi-sisi kehidupan kristiani yang banyak kita temui sehari-sehari sebagai orang muda. So, don’t miss it!

150 pages, Paperback

First published January 1, 2005

Loading...
Loading...

About the author

Sidik Nugroho

15 books29 followers
Sidik Nugroho lahir pada tanggal 24 Oktober 1979, menekuni dunia kepenulisan sejak cerpen pertamanya berjudul Surat Kakakku menang sebagai juara ketiga lomba kepenulisan di kampusnya pada tahun 2002. Beberapa tulisannya (cerpen, puisi, esai, opini, artikel, dan resensi buku) pernah dimuat media-media nasional seperti Kompas, Media Indonesia, Koran Tempo, Jawa Pos, Kontan, beberapa media online, dan beberapa media lokal.

Buku-bukunya yang telah terbit adalah:

1. kumpulan cerpen remaja yang ditulisnya bersama Arie Saptaji berjudul Never be Alone (Penerbit Andi, 2005),

2. kisah dongeng berjudul Kisah-kisah Si Tuan Malam: Pencarian Kolam Mukjizat (Pustaka Ninja, 2011),

3. kumpulan kisah inspiratif berjudul 366 Reflections of Life (Bhuana Ilmu Populer, 2012),

4. kisah dongeng berjudul Kisah-kisah Si Tuan Malam: Pendekar Gitar dan Penggali Kubur (Pustaka Ninja, 2013),

5. novel berjudul Surga di Warung Kopi (Bhuana Ilmu Populer, 2014),

6. novel berjudul Melati dalam Kegelapan (Gramedia Pustaka Utama, 2014),

7. novel berjudul Tewasnya Gagak Hitam (Gramedia Pustaka Utama, 2016),

8. novel berjudul Neraka di Warung Kopi (Gramedia Pustaka Utama, 2016),

9. buku nonfiksi berjudul Menulis untuk Kegembiraan (Buana Karya, 2016),

10. novel berjudul Ninja dan Utusan Setan (Gramedia Pustaka Utama, 2017),

11. novel berjudul Serikat Kegelapan (Kopihitam, 2017),

12. novel berjudul Klien Ketiga (Prakarsa Anugerah Mandiri, 2021), dan

13. novel berjudul Kematian Pendeta Felix (Prakarsa Anugerah Mandiri, 2025).

Pada 26-30 Oktober 2016 ia diundang tampil di Ubud Writers and Readers Festival di Ubud, Bali. Pada tahun yang sama, novel Tewasnya Gagak Hitam lolos seleksi program penerjemahan yang dihelat Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK) dari Badan Bahasa; novel yang sudah diterjemahkan ke Bahasa Inggris itu diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, berjudul The Death of the Black Crow.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
0 (0%)
4 stars
1 (100%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 of 1 review
2 reviews
July 29, 2021
I got this book from dad as a gift. This book is so good, every story is really emotionally draining.
Displaying 1 of 1 review