Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kewargaan Pascakolonial di Indonesia: Sebuah Sejarah Populer

Rate this book
Kewargaan pascakolonial di Indonesia meneliti sejarah pembentukan negara di Indonesia pascakolonial. Buku ini berawal dengan cerita kematian Jan Djong, seorang aktivis dan mantan kepala desa dekat kota kecil Maumere. Selanjutnya ia memandang perdebatan masa kini tentang kewargaan di dunia pascakolonial dari perspektif sejarah.

Kewargaan pernah disebut “prinsip dasar organisasi hubungan antara negara dengan masyarakat di negara-negara modern.” Kini, proses demokratisasi bersifat lebih intensif di dunia non-Barat yang pascakolonial daripada di Barat. Namun kewargaan yang dianggap “nyata” tampaknya jarang ditemukan di sini. Buku pegangan umumnya menganggap warga yang nyata adalah individu yang meng-klaim haknya, yang bersifat otonom, dan individualistik. Justru warga semacam ini jarang ada di dunia pascakolonial.

Sambil merenungkan satu cerita yang konkret, studi ini mengangkat dilema-dilema inti yang menghadapi studi kewargaan di dunia pascakolonial. Ia menantang etnosentrisme yang masih kuat di bidang studi kewargaan pada umumnya, yang menganggap sah hanya model kewargaan yang ditemukan di Eropa dan Amerika Serikat. Pada saat yang sama, buku dengan enam bab ini menghadapi secara jujur persoalan kerapuhan institusional, kekerasan politik, di samping soal legitimasi dan aspirasi kemerdekaan yang hidup dalam budaya-budaya non-Barat.

284 pages, ebook

Published July 1, 2023

1 person is currently reading
4 people want to read

About the author

Gerry van Klinken

15 books3 followers
Gerry van Klinken is an honorary research fellow at KITLV, where he worked as a senior researcher until 2018, and at the University of Queensland in Brisbane, Australia. Gerry became professor by special appointment of Southeast Asian Social and Economic History at the University of Amsterdam in 2013, and emeritus upon his retirement in 2018.

Gerry’s current research is moving towards the comparative history and politics of climate change adaptation in Asia (Indonesia, Japan, the Philippines and India). He coordinated international research projects on the provincial middle class in Indonesia (In Search of Middle Indonesia, 2006-2011), on citizenship and democratisation in Indonesia (From Clients to Citizens? 2012-2016), and on digital humanities (Elite Network Shifts, 2012-2016).

After gaining a MSc in geophysics (Macquarie University, Sydney, 1978), Van Klinken taught physics in universities in Malaysia and Indonesia (1979-91). Thereafter he moved into Asian Studies and earned a PhD in Indonesian history from Griffith University in Brisbane in 1996. After that he taught and researched in this field at universities in Brisbane, Sydney, Canberra, Yogyakarta (Indonesia), and now Leiden and Amsterdam.

In 1998 he became a frequent media commentator on Indonesian current affairs in Australia. He was editor of the Australian quarterly magazine Inside Indonesia between 1996 and 2002 and remains on the editorial board. From late 1999 to 2002 he was resident director in Yogyakarta for the Australian Consortium of In-Country Indonesian Studies (Acicis). In 2002-2004 he also spent nine months as research advisor to the Commission for Reception, Truth and Reconciliation in East Timor (CAVR).

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
0 (0%)
4 stars
1 (100%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
No one has reviewed this book yet.

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.