Jump to ratings and reviews
Rate this book
Rate this book
Ketika sedang mempersiapkan pementasan teater Romeo and Juliet, Obil ditemukan tewas. Jenazah pemeran Romeo itu dibalsam ekstrem, dipakaikan kostum Romeo, dan dipamerkan di panggung Hyde & Jekyll Hall milik Universitas Amazhona. Para anggota teater pun saling tuduh. Mengingat lakon utama merupakan posisi yang diincar karena benefitnya yang gila-gilaan, tidak heran jika salah satu dari mereka rela membunuh.

Ketegangan di antara anggota teater makin tajam ketika yang menggantikan Obil bukanlah Remi, si pemeran pengganti, melainkan Wilo, yang bahkan bukan anggota teater. Anehnya, Wilo mengaku tidak mendaftar casting, tapi fail pendaftarannya ada di tangan pembimbing teater. Keanehan tidak berhenti di situ, sebab sejak Wilo bergabung, satu per satu para pemeran lain turut menjadi korban: kehilangan peran dan tewas.

Kami hanya bayang-bayang lampu sorot. Kami hanya bayang-bayang sebuah nama. Dianggap ada, tapi bukan lakon utama.

Di Hyde & Jekyll Hall kami berumah. Di sanalah panggung peran dimainkan. Dua nama. Dua wajah. Kamilah sebenar-benar lakon kisah.

280 pages, Paperback

Published September 25, 2024

8 people are currently reading
114 people want to read

About the author

Lia Seplia

14 books12 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
7 (6%)
4 stars
46 (40%)
3 stars
54 (46%)
2 stars
7 (6%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 38 reviews
Profile Image for Fikriah Azhari.
367 reviews149 followers
February 26, 2025
❝Dia yakin arwah gedung ini setuju dengannya karena bahkan setelah membunuh dua orang, dia masih tidak ketahuan.❞

❝Akan kumainkan peran Romeo meski seisi dunia membenciku. Meskipun itu kamu.❞

actual rating: 3.5/5

Untuk tahun ini, Romeo & Juliet menjadi pertunjukan yang akan ditampilkan Zhona Lakon, kelompok teater milik Universitas Amazhona di Hyde & Jeckyl Hall. Latihan dan segala persiapan terus dilakukan, baik oleh mereka yang mendapatkan peran atau mereka yang harus puas menjadi tim di balik layar. Hingga suatu pagi, pemeran Romeo ditemukan tak bernyawa. Diawetkan seperti boneka. Dipamerkan di atas panggung sandiwara tempat seharusnya dirinya berlakon.

Novel ini ngeri-ngeri sedap! Apalagi setiap bagian yang bahas pembalsaman mayat! Sejak lihat covernya yang eye catching dengan perpaduan warna yang solid, emang langsung tertarik buat baca bukunya!

Konsep cerita ini "whodunit", tewasnya Obil dengan jasadnya yang seakan-akan sengaja dipamerkan seperti manekin jelas menjadikan kematiannya sebagai pembunuhan berencana. Apalagi waktu tahu benefit yang didapatkan pemeran utama nggak main-main! Duit 200juta, beasiswa sampai program doktor, belum lagi jejaring menjanjikan dari tamu-tamu dunia seni peran. Otomatis langsung mikir, motif pelaku pasti mau rebut benefit ini! Kecurigaan harusnya mengarah ke Remi sebagai pemeran cadangan Romeo, seandainya saja Remi bener-bener dapatin peran tersebut, bukannya malah Wilo—yang bukan merupakan anggota teater, bahkan nggak pernah merasa daftar buat peran Romeo!

Page turner sekali! Dari yang awalnya hanya sebuah kasus pembunuhan, kemudian berubah jadi pembunuhan berantai. Rasanya aku berusaha membuka mata lebar-lebar tiap terjadi perdebatan antara anggota teater yang kalau ngumpul ada aja "angin ribut"-nya, mana rata-rata sumbu pendek dan ego tinggi, soalnya dari awal sudah menduga pelakunya tuh nggak mungkin orang lain, pasti masih berputar di lingkaran teater.

Aku suka gimana Romeo & Juliet nggak semerta-merta hanya menjadi judul yang dipentaskan, tapi juga sebagai gambaran kisah cinta di buku ini yang memang sejak awal pengin aku teriakin “ADEEK CINTA TAK SELAMANYA INDAH DEK”. Aku juga suka adegan klimaks yang menampilkan bonding kuat persaudaraan Wilo-Sanju.

Sebenarnya aku mengharapkan sisi misteri (atau mistis...) Hyde & Jeckyl Hall lebih digali. Pasti bakal seru! Fondasinya sudah cukup menjanjikan namun sayangnya nggak dikembangkan. Tapi aku bingung, di blurb nama gedungnya Hyde & Jekyll Hall, tapi di dalam buku ditulis Hyde & Jeckyl Hall, kok beda penulisan ya? Sepertinya kesalahan penulisan ya yang semoga bisa diperbaiki di cetakan selanjutnya.
Profile Image for Riri Reads Books.
111 reviews1 follower
January 14, 2025
4/5—

Buku ini page turner sekali!! Agaknya ngingetin sama buku misteri ala penulis Jepang, meski pelakunya sebenernya bisa ketebak, cara penulis mengecoh dan membuat kita mikir "ini kayanya bukan dia tapi ini gak sih?" itu ada banget so it was very intriguing to read from beginning to end.

Ah! Cara eksekusi k!ller nya sangat unik yang diangkat (atau aku yang belum pernah dengar) yaitu dengan pembalsaman ekstrem dari pemotretan pemakaman non-tradisional di Amerika. So good.

Ps: sayangnya editornya masih banyak typo dan ada nama yanh salah nih di beberapa tempat haduuu
Profile Image for P.P. Rahayu.
Author 1 book37 followers
September 14, 2025
Lakon
oleh Lia Seplia
3.25 dari 5 bintang

“Akan kumainkan peran Romeo meski seisi dunia membenciku. Meskipun itu kamu,” — Wilo.


Lakon menjadi salah satu novel rekomendasi untuk 12 Book Read Challenge-ku tahun ini. Awalnya, aku sudah mulai membaca novel ini dari awal tahun, hanya saja ketertarikanku membaca AU membuatku terdistraksi. Alhasil, baru kali ini aku berhasil menyelesaikannya.

Setiap tahun, Departemen Seni Peran Universitas Amazhona selalu mengadakan pertunjukan teater di Hyde & Jeckyl Hall. Tahun ini, kisah yang diambil adalah kisah Romeo & Juliet. Sayangnya, di tengah-tengah persiapan, pemeran Romeo, Obil, ditemukan tewas di gedung teater. Parahnya, jenazah Obil dibalsam ekstrem hingga menyerupai boneka manekin.

Tak ada yang bisa menebak siapa dalang dari kematian Obil. Ketegangan juga muncul di antara anggota teater karena orang yang menggantikan Obil bukanlah Remi yang berkedudukan sebagai pemeran pengganti, melainkan Wilo yang bahkan tidak mendaftar casting. Belum pulih kekagetan para anggota teater atas tewasnya Obil, tiba-tiba satu per satu para pemain lain turut menjadi korban—mereka sama-sama tewas di gedung Hyde & Jeckyl Hall dan sama-sama dibalsam esktrem.

Inikah upaya Hyde & Jeckyl Hall menggusur para pemeran yang tak pantas tampil di panggung legendaris itu? Who Knows?

***

Aku suka ketika novel teenlit tidak sepenuhnya tentang kisah romance. Apalagi, genre utama Lakon memanglah misteri. Pembaca terus diajak menebak-nebak siapakah pelaku kejahatan di sini. Apakah memang Wilo yang berakhir menjadi pengganti Obil?—omong-omong, imbalan sebagai pemeran utama di pementasan ini sungguh luar biasa. Wajar bila posisi ini direbutkan—atau malah Nirah, sutradara film dokumenter yang pernah mendokumentasikan metode pembalsaman esktrem?

Menurutku, sampai tengah bagian, penulis belum banyak memberikan petunjuk tentang siapa pelakunya. Ia lebih berfokus pada bagaimana kematian dari para korban lainnya masih terlihat cukup masuk akal dan tidak mengganggu jalan cerita. Jujur, aku juga kesulitan menebak siapa pelakunya. Tapi, waktu akhirnya diungkap, aku langsung bisa memahami breadcrumbs yang coba ditunjukkan oleh penulis.

Hanya saja, kok ya bisa aku tidak menyadari kemungkinan dari si pelaku dari awal? I mean, harusnya aku langsung bisa menebak dari posisi orang yang akan mendapat keuntungan paling banyak apabila Obil meninggal, bukan?

Hal lain yang kusukai dari novel ini adalah bagaimana hubungan Wilo dan Sanju bisa cukup berkembang dengan baik. Lama-lama, aku suka juga dengan bantering mereka. Oh, ya, satu hal yang kusyukuri, meskipun memang ada bibit-bibit romance antara Wilo dan Nirah, penulis enggak mencoba untuk sengaja menunjukkannya dan menggeser plot utama. Jadinya memang lebih natural dan enggak dipaksakan.

Yang cukup disayangkan memang sisi misteri slash mistis dari Hyde & Jeckyl Hall yang memang enggak digali lebih jauh. Padahal, menurutku bisa saja lho, twist yang digunakan mencampurkan unsur mistis dari gedung ini. Jadi bisa dibuat ada semacam keraguan, apakah pelaku adalah murni manusia atau ada dari kekuatan tak kasat mata—I think this concept is used a lot by Akiyoshi Rikako.

So far, aku cukup enjoy bacanya. Tidak menyesal mencoba untuk menyelesaikannya hanya dalam waktu dua hari.
Profile Image for Michelle.
10 reviews
October 10, 2025
2.5 ⭐
A page-turner, but the characters were unlikeable. The story was okay overall, though it could have been better.
Profile Image for Ren Puspita.
1,491 reviews1,021 followers
January 3, 2026
2 bintang

Cerita Lakon sendiri punya potensi tapi sayang ada beberapa hal yang gue kurang sreg sehingga eksekusinya feel flat.

Pertama, setting. Gue ga tahu kampus Amazhona ini dimana? Melihat dari nama - nama karakternya yang Indonesia banget tapi beberapa juga rada ambigu, gue mikir ini authornya mungkin ingin bikin sebuah kota fiktif. Tapi, ini jadi pertanyaan juga kenapa lakon utama di sebuah teather bisa dapat duit 200 juta hanya dari sponsor? Sehebat apa aktingnya para mahasiswa ini sampai sponsor semuanya mau buang - buang duit? Menurut gue, meski alasan uang ini jadi salah satu alasan kenapa pelaku sampai rela membunuh para lakon di teater, tetep aja terasa sangat janggal. Dua ratus juta lho. DUA RATUS JUTA. Uang yang ga sedikit atau mungkin kayak gitu cara main di teater kelas mahasiswa?

Kedua, tokoh. Bagi gue tokoh - tokohnya kurang memorable dan gue juga merasa kurang terkoneksi. Gue hanya simpatik sama Sanju, adik tirinya Wilo karena tingkah Wilo yang awalnya ga mau berhubungan sama Sanju. Untuk Wilo sendiri, gue ga merasakan apa - apa. Perasaannya pada Nirah pun seakan hadir tiba - tiba dan kurang luwes ditulisnya. Gue sendiri suka dengan interaksi antara Sanju dan Anna meski gue agak sedikit miss saat identitas Sanju terkuak. Oh ya, menurut gue juga beberapa tokoh di buku ini tuh rada...bodoh ya. Berasa kayak trope di film horror dimana pada hobi masuk ke gedung sendirian atau dalam kasus Sanju, dia malem2 motoran sendirian karena mengkhawatirkan Anna. Antara ga sayang nyawa atau bumbu - bumbu cerita biar berasa seru.

Ketiga, misterinya. Gue ga masalah dengan misteri yang simpel dan tidak berharap akan selalu ada plot twist. Gue udah bisa nebak siapa pelakunya sejak awal gegara tingkah lakunya terlalu terang - terangan mencurigakannya. Identitas orang yang mengirim video casting Wilo agar dia terpilih jadi Romeo memang disembunyikan sampai akhir walau pas gue tahu gue ga terlalu kaget. Tapi saat pelaku terungkap

Keempat, gaya penulisan. Gue emang kurang sreg sama gaya penulisan rada kaku ala terjemahan. Tapi di Lakon ini inkonsistensi penulisan terlalu terpampang nyata. Kadang pakai "kau", kadang pakai "kamu". Ini kan mahasiswa ya, kenapa cara ngomongnya ke satu sama lain berasa kaku dan kurang luwes gitu? Ada beberapa kali mungkin gue mengoreksi cara mereka ngomong agar terasa lebih alami.

Yang terakhir, typo. Astaga typonya!! Memang ada salah ketik dalam kalimat, tapi ga cuma sekali tapi tiga kali (atau lebih mungkin. I don't count) salah pengetikan nama. Saat Remi ngobrol dengan Wilo, ditulis dialog dari Remi padahal jelas - jelas Wilo yang ngomong. Ada juga bahkan ditulis dialog oleh Obil padahal saat itu Obil udah meninggal dan percakapan terjadi di masa setelah Obil ditemukan tewas. Ini kesalahan kecil tapi menurut gue cukup fatal karena gimana bisa kelewat ga cuma sekali tapi berkali - kali??

Lakon adalah karya pertama Lia Seplia yang gue baca dan sebenarnya menurut gue penulisan dia oke terlepas dari gaya nulis percakapan yang rada kaku. Settingnya yang ambigu menjadi kelebihan tapi juga kekurangan karena menimbulkan beberapa pernyataan. Kalaupun ada yang menarik mungkin hanya di bagian para anggota teater berlatih peran dan bagian Sanju jadi pantomim. Selebihnya? Tidak ada yang menarik dan bahkan misteri serta thrillernya pun terasa biasa saja. Bahkan meski dengan drama konflik internal antara anggota yang ada dan juga menjelang akhir cerita.
Profile Image for aynsrtn.
521 reviews18 followers
November 14, 2024
"... bahkan dalam kisahku sendiri aku tidak bisa menjadi lakon utama," - p. 242

Pementasan teater dengan lakon "Romeo & Juliet" yang mengorbankan nyawa. Sang pemeran Romeo, Obil, dipamerkan di gedung Hyde & Jeckyll Hall (HJH) Universitas Amazhona dalam keadaan dibalsam ekstrem menggunakan kostum Romeo. Namun, satu per satu kehilangan peran dan nyawa.

Premisnya menarik dengan latar seni teater, cerita klasik Romeo dan Juliet, dan Hyde & Jekyll yang dibalut dengan thriller-misteri. Sampul bukunya pun bagus. Menggambarkan 2 tokoh sentral di buku ini. Seorang pantomimer dan seorang aktor.

"Kabarnya Hyde & Jekyll Hall memiliki jiwa. Beberapa orang menyebutnya penunggu bangunan. Jiwa gedung itu akan menyingkirkan aktor yang tidak pantas dengan cara-cara tak terduga karena hanya mau menerima aktor yang pantas." —p. 26

Mitos tentang gedung HJH menambah nuansa misteri di buku ini. Dan juga tentang seni peran, panggung, dan juga kepanitiaan dan dibalik layar pementasan teater pun turut dibahas. Selain itu seni film dan dokumenter ikut hadir. Bahkan ada konflik sejarah masa lalu antara departemen seni peran dan film.

Untuk karakter pemain, uniknya nggak ada satu pun pemeran yang punya karakter lovable. Antara oportunis, ngeselin, sumbu pendek, kompor gas, penuh iri-dengki, makanya isinya ya berantem antar pemain, saling tuduh, dan puncaknya terjadi pembunuhan.

Wilo, oportunis. Nirah, kaya mapan dan arogan. Sanju, pasrahan tapi bucin. Anna, polos polos nirnalar. Dan masih banyak peran lainnya yang nggak kalah ngeselinnya, haha. Meski demikian, interaksi kakak-adik yang nggak mau ngaku kalau mereka kakak-adik, menjelang akhir berubah jadi hangat. Mungkin karena kisah cintanya sama-sama berakhir ngenes. Buat romance-nya, hm ... ya sesuai dengan kisah Romeo & Juliet ditakdirkan tak bersama~

Untuk plot misteri, udah kelihatan sebenarnya siapa pelakunya karena ada beberapa petunjuk. Twist-nya pun nggak yang kaget banget. Predictable. Adegan terakhir yang di rubanah itu jujut teaterikal dan drama banget but in good way. Ya, kalau aktor lagi terjebak dalam hidup dan mati memang kadang suka dramatis. Dan karena ini diambil dari sudut pandang mahasiswa, jadi penyelidikan pembunuhannya nggak terlalu diperlihatkan. Kematiannya—selain dibalsam—juga nggak terlalu dijelaskan. Tanggapan pihak kampus serta reaksi orangtua korban pun jadi plot hole di buku ini.

Meski demikian, aku suka bukunya. Page turner. Aku baca 3 jam 26 menit (sambi sambi sarapan dan makan siang). Keren! Mengingatkan masa-masa dulu pernah berkecimpung di seni teater 🌻
Profile Image for Henzi.
221 reviews26 followers
September 30, 2025
Konsepnya bagus, menceritakan sekumpulan mahasiswa seni peran & seni film yang sedang mempersiapkan pentas Romeo & Juliet. Lakon utama menjadi highlight di sini, karena benefit-nya yang menggiurkan & berkesempatan beradu akting dengan aktor-aktor besar.

Cerita bermula ketika ditemukan Obil—lakon utama—ditemukan tewas dengan cara yang unik oleh Inka, lakon cadangan Juliet. Dikarenakan yang meninggal ialah lakon Romeo, orang-orang langsung menargetkan Wilo, yang digadang-gadang akan mendapatkan keuntungan dari kematian Obil. Padahal, masih ada Remi yang patut dicurigai mengingat dia adalah lakon cadangan Romeo.

Banyak sekali spekulasi yang beredar di antara pemeran dan kru pentas seni. Naasnya, tidak berselang lama kemudian, lakon lain tewas. Alhasil mereka kemudian mencurigai orang lain lagi, yaitu orang yang menjadi cadangan atas lakon tersebut.

Ada rumor yang mengatakan ini ulah penunggu gedung. Pasalnya, jiwa gedung itu akan menyingkirkan aktor yang dinilai tak pantas memerankan lakon tersebut. Jadi memang ada unsur horror-nya, walaupun tidak banyak hal gaib yang terjadi.

Yang menggelitikku, kasus pembunuhan ini seolah-olah tidak dianggap terlalu serius atau momok yang menakutkan di antara mereka. Mayat selalu ditemukan di lokasi yang tidak jauh dari Hyde & Jeckyl Hall (HJH), tempat mereka latihan; namun mereka tetap latihan terus di tempat yang sama. Padahal, mereka sudah mencurigai satu sama lain dan ada potensi yang masih hidup menjadi korban berikutnya. Dari pihak kepolisian pun tidak menyegel lokasi kejadian. 🤔

Belum lagi, tokoh-tokohnya pada nekad walau diselubungi ketakutan. Sudah tahu penyelidikan masih belum membuahkan hasil, masih ada lakon yang berani-beraninya stay/datang ke HJH malam-malam. Mereka lagi mau menjemput maut apa gimana?! 😪

Memang harus diakui, tindakan-tindakan berani nan ceroboh para lakon ini yang bikin thriller-nya berasa sih. Meskipun cukup bodoh, sebagai pembaca adrenalinku terpicu.

Overall, aku cukup menyukai Lakon meskipun banyak dialog-dialog yang tidak terlalu penting. Namun karena bukunya tidak tebal, semuanya masih okelah. Dan yang bikin aku cukup puas juga, alasan di balik kejadian ini dapat diterima, bukan tipikal yang menye-menye.
Profile Image for M. A. A..
174 reviews
October 6, 2025
Lakon bercerita tentang misteri kematian salah satu pemeran utama dalam pertunjukan Romeo and Juliet yang diadakan oleh Departemen Seni Peran Universitas Amazhona. Di tengah persiapan pertunjukan, Obil, si pemeran utama Romeo, ditemukan tewas di gedung teater dengan keadaan dibalsam ektrem hingga menyerupai boneka manekin. Hal ini menimbulkan ketegangan di antara para pemeran dan anggota teater tentang siapa dalang dibalik pembunuhan Obil.

Ketika pertama kali membaca blurb nya, buku ini mengingatkan pada buku berjudul "If We Were Villains" karya M. L. Rio. Selain sama-sama bercerita tentang kematian salah satu pemeran utama pertunjukan teater, kedua nya juga menceritakan pertunjukan cerita Shakespeare, terutama Romeo & Juliet.

Alur ceritanya cukup menarik, pembaca akan diajak untuk turut menebak-nebak dalang dibalik setiap kasus yang terjadi. Hampir setiap tokoh di buku ini dibuat sangat "mencurigakan" karena setiap orang punya alasan untuk melakukan kejahatan. Tapi sejujurnya, pelaku nya agak mudah untuk ditebak. Di bagian awal pun, kecurigaan terhadap si pelaku ini sudah besar, kemudian diyakinkan ketika si pelaku beberapa kali mencoba menghubungi WIlo secara tiba-tiba untuk menjemputnya di gedung teater.

Sayangnya, meskipun buku ini cukup menarik untuk dibaca, aku kurang bisa merasakan nuansa seram dan mencekam nya. Apalagi para tokoh di sini seolah menganggap tidak terjadi apa-apa setelah beberapa anggotanya tewas. Beberapa tokoh juga menurutku agak sedikit kurang dieksplor. Misalnya tokoh Nirah yang punya sifat dingin dan sedikit kasar. Awalnya, ku kira Nirah dibuat sedikit misterius karena dia punya peran penting di kasus ini, ternyata selain di bagian akhir, Nirah ya hanya sekedar Nirah.

Penceritaan nya juga menurutku agak sedikit bertele-tele, terutama bagian Sanju yang kadang tidak terlalu penting untuk dimasukkan ke tengah-tengah cerita. Gaya penulisan nya yang menggunakan bahasa baku, bahkan untuk percakapan antar tokoh sekalipun, membuat cerita nya agak sedikit kaku. Ketika mencoba untuk membayangkan setiap adegan nya, yang ada malah kagok sendiri.

Tapi selain itu, secara keseluruhan buku nya cukup bagus untuk dibaca. Tidak terlalu tebal, jadi akan lebih mudah untuk diselesaikan.
Personal Rating: 3.6 stars.
Profile Image for Shanifiction.
221 reviews71 followers
December 19, 2024
Lakon berkisah tentang sebuah klub teater yang akan mengadakan pementasan Romeo and Juliet di panggung Hyde & Jekyll milik Universitas Amazhona.

Kekacuan terjadi saat Obil si pemain Romeo ditemukan tewas. Jenazahnya diawetkan, dipakaikan kostum Romeo dan dipamerkan dipanggung seolah-olah sedang berakting menjadi Romeo.

Kematian Obil tidak lantas membuat pementasan batal. Anggota teater tetap berlatih, tapi sesi latihan menjadi tidak menyenangkan. Semua anggota klub teater saling tuduh dan mencurigai.

Siapakah yang membunuh Obil? Apakah Wilo yang membunuhnya? Bagaimanapun dia yang paling diuntungkan karena menggantikan peran Obil. Atau apakah rumor mengenai panggung Hyde & Jekyll yang memiliki jiwa dan akan menyingkirkan pemain yang tidak pantas itu benar?

_____________________
Aku suka banget sama ceritanya! Di awal langsung dikasih kejutan, nggak bertele-tele. Setelah itu aku jadi penasaran sama misteri pembunuhannya dan nebak-nebak siapa pelakunya. Mana ngeri lagi kan mayatnya tuh diawetin gitu, kok bisa sih? Metodenya gimana? 🤯

Ikut frustasi juga ngeliat anggota klub teater saling tuduh dan berantem, ngeliat gimana mereka bersaing buat mendapat peran dan menjadi gelap mata karena hadiahnya yang menggiurkan. Apakah pembunuhan itu memang sepadan? Ada gila-gilanya. 🤯

Karakter setiap tokohnya juga menarik. Yang paling menarik perhatian aku adalah tokoh bernama Nirah. Sang sineas dokumenter yang juga bertugas mendokumentasikan pementasan Romeo and Juilet.

Aku juga merasakan perasaan hangat lewat hubungan keluarga tokoh-tokonya. Rasanya pas bagian ini tuh aku bisa sedikit relaks, nggak tegang mulu takut ada pembunuhan lainnya.

Overall, penulis berhasil membangun cerita penuh misteri, kelam dan ketegangan dengan mengalir dan ringan.

Nggak dirugakan lagi sih, karena penulisnya emang udah berpengalaman. Ternyata penulis Saat-Saat Jauh dan Tukar Tambah Nasib yang udah diadaptasi jadi seri web
sama Falcon Pictures. Bisa kali Lakon dijadiin film juga, bakalan keren sih! 😍

Aku rekomendasikan novel ini kalau kalian suka genre dark academia, misteri dan thriller. ✨📚
Profile Image for Day Nella.
266 reviews5 followers
November 27, 2025
"Di ranah perfilman ada ungkapan bahwa naskah memilih aktornya sendiri. Sebagai sutradara, aku percaya hal itu." Bab 3
-
Lakon
Lia Seplia
Penerbit Gramedia , 2024
Edisi Digital - PYC Library
📑 280 Halaman
-
Menarik, satu kata untuk mengungkapkan perasaan ketika selesai membaca novel satu ini. Mengangkat misteri dari gedung serta aktor yang dipilih untuk melakonkan peran sesuai naskah.
-
Departemen Seni Peran Universitas Amazhona tiap tahunnya selalu mengadakan pertunjukan teater di Hyde and Jeckyl Hall. Namun, dengan tema Romeo & Juliet. Namun, sebelum pementasan dimulai satu per satu pemeran dalam cerita Romeo & Juliet, ditemukan tewas mengenaskan dalam kondisi di balsem ekstrim.
-
Semua tokoh yang berperan dalam pementasan bisa jadi tersangka, masing-masing dari mereka saling tidak menyukai, tepatnya membenci dan mungkin dendam pun sudah bersemayam nyaman di sana. Hanya tinggal menyulut api kecil yang membuat mereka kian berang. Tidak ada satu pun tokoh yang benar-benar baik. Bahkan ada yang tampak abu-abu.
-
Dari beberapa kasus pembunuhan yang terjadi, yang hilang dalam buku ini menurutku adalah tanggapan keluarga korban serta respon kampus yang nihil ketika ada mahasiswanya yang tewas. Entah memang keterbatasan jumlah halaman atau nanti akan melebar panjang pun hanya penulis yang tahu kenapa hanya mengulik sisi dari misteri pembunuhan. Sedangkan bagian sisi misterius gedung pun tidak ter-highlight dengan baik.
-
Gaya bercerita penulis yang ringan hingga tak terasa sudah di akhir cerita. Cukup menyukai akhirnya, dan lebih suka lagi dengan kedekatan kakak adik yang tidak ingin diakui sebagai saudara. Padahal mereka klop banget, secara nggak langsung perhatian kecil itu tertangkap olehku dan itu manis.
So, aku tetap akan rekomendasikan buku ini buat yang suka genre misteri thriller. Lakon bisa jadi teman baca saat senggang.
24 reviews
February 11, 2025
3,5 of 5 stars!

Awalnya, ketika membaca nama “kampus Amazhona” dan “Hyde & Jeckyl Hall”, aku membayangkan setting-nya berada di luar negeri. Tapi setelah membaca isinya, ternyata terasa “lokal”, tercermin dari bahasa yg dipakai para tokohnya. So far buku ini asyik utk dinikmati dan cukup page turner. Misterinya juga disusun dgn cukup rapi. Dengan selipan isu keluarga, alasan si pelaku utk melakukan pembunuhan itu juga reasonable. Sayangnya ada beberapa salah ketik.

Ada juga pertanyaan yang mengganjal di benakku, yaitu:

1. Diceritakan bahwa seorang tokoh memberi petunjuk kpd pamannya yang seorang inspektur polisi yg sedang menyelidiki kasus tsb bahkan ikut dan merekam dlm proses penangkapannya. Memangnya orang awam, (atau di sini statusnya adalah saksi, karena ia sdh memberikan petunjuk penting?) boleh turut serta dalam operasi penangkapan oleh polisi, meskipun itu keponakannya sendiri? Bawa2 kamera pula?

2. Si pelaku tidak sengaja membunuh sang korban pertama. Utk menutupi kejahatannya akhirnya ia membalsem mayatnya. Berarti hal itu spontan dan mendadak, kan? Utk seorang pemula seperti dia, berarti perlu proses yang cukup lama utk melakukannya. Tapi di sini tidak dijelaskan berapa jarak waktu antara korban terakhir kali dilihat sampai akhirnya ditemukan meninggal (Meskipun saya sdh mendapat jawabannya setelah membaca ulang bab pertama, ada kutipan yg kurang lebih isinya, “apakah pendingin udaranya dibiarkan menyala sepanjang akhir pekan?” Berarti diasumsikan si pelaku punya cukup waktu).
This entire review has been hidden because of spoilers.
15 reviews
April 29, 2025
Ketika sedang mempersiapkan pementasan teater Romeo and Juliet, Obil ditemukan tewas. Jenazah pemeran Romeo itu dibalsam ekstrem, dipakaikan kostum Romeo, dan dipamerkan di panggung Hyde & Jekyll Hall milik Universitas Amazhona. Para anggota teater pun saling tuduh. Mengingat lakon utama merupakan posisi yang diincar karena benefitnya yang gila-gilaan, tidak heran jika salah satu dari mereka rela membunuh. Ketegangan di antara anggota teater makin tajam ketika yang menggantikan Obil bukanlah Remi, si pemeran pengganti, melainkan Wilo, yang bahkan bukan anggota teater. Anehnya, Wilo mengaku tidak mendaftar casting, tapi fail pendaftarannya ada di tangan pembimbing teater. Keanehan tidak berhenti di situ, sebab sejak Wilo bergabung, satu per satu para pemeran lain turut menjadi korban: kehilangan peran dan tewas. Kami hanya bayang-bayang lampu sorot. Kami hanya bayang-bayang sebuah nama. Dianggap ada, tapi bukan lakon utama. Di Hyde & Jekyll Hall kami berumah. Di sanalah panggung peran dimainkan. Dua nama. Dua wajah. Kamilah sebenar-benar lakon kisah.

Ceritanya sangat menarik dan tidak membosankan
Profile Image for aerujan.
19 reviews
December 27, 2025
Awal tau buku ini pas lagi buka-buka playbooks, disitu bisa baca sampelnya dulu 1-2 bab terus jadi penasaran karena genrenya kesukaanku nih, misteri thriller, akhirnya beli deh buku fisiknya. Tapi... sampai di pertengahan buku aku masih suka kebalik-balik sama tokoh2 ceweknya kecuali Nirah karena di awal udah dideskripsiin.. yang lainnya? cuman dia siapa dan tokohin siapa di drama Romeo Juliet yang menurutku kurang efektif buat bikin kita inget karena nggak ada bayangan fisiknya. Lalu, untuk alurnya menurutku banyak adegan-adegan yang nggak penting yang malah bikin cerita ini kemana-mana, bukan fokus ke suasana mencekam akibat tragedi yang ada di Hyde & Jekyll (tiba-tiba banget ada konser band(?) padahal lg ada kasus pembunuhan :)) dan banyak adegan yang menurutku nggak perlu ada.
Sempet mau dnf, tapi udah nanggung jadi akhirnya seminggu selesai juga. :))))
Profile Image for runin.
126 reviews1 follower
July 3, 2025
Misterinya rumit karena tokohnya banyak dan alur ceritanya menyoroti hampir semua kehidupan tokoh-tokohnya. Tapi, ekspektasiku ini bakal menjadikan inti cerita teater Lakon sebagai unsur pengembangan cerita, ternyata tidak. Atau mungkin bakal mengungkap lebih dalam tentang misteri gedung teaternya, ternyata tidak juga. Padahal sejak awal cerita, dua hal ini menjadi sisi yang menarik buat dikembangkan.

Cerita lebih banyak menyoroti konflik internal di klub teater tersebut yang didasari masalah perebutan peran utama. Secara keseluruhan, konflik masing-masing tokoh terkadang seperti menjadikan cerita berjalan masing-masing. Tapi justru ini yang membuat plot-twist jadi lumayan mengejutkan.

Profile Image for Kern Amalia.
355 reviews1 follower
August 1, 2025
‼️ Kamu masih hangover sehabis baca buku Gissele nya Akiyoshi Rikako? Kalo gitu, baca buku Lakon 😀‼️

Buku young adult Thriller dan suspense dari penulis Indonesia.

Theater tuh emang kayak punya aura misteri sendiri yah menurutku. Dari gedungnya, kostum, aura panggung nya, sampe para pemeran bisa begitu berbeda karakteristiknya ketika layar udah diangkat 😳 Amazing 😳😳

Jadi emang cocok banget sih theater tuh jadi house of the monster dalam sebuah cerita misteri thriller🔥

Kalo kamu suka cerita yg ada panggung dan pentas seni kayak Giselle nya Akiyoshi Rikako, Lakon bisa jadi pilihanmu 🔥

(Agak typo di video..harusnya universitas Amazhona😂🙏)
Profile Image for Lelita P..
633 reviews58 followers
August 23, 2025
Ceritanya unik, gaya penceritaannya pun unik. Latarnya agak "kabur" antara dalam negeri atau luar negeri atau negara buatan sendiri--karena banyak unsur yang terasa Indonesia, tapi kayak nggak seratus persen Indonesia, apalagi dengan dialog-dialognya yang cenderung baku. Tapi justru dengan latar abu-abu kayak gitu, penulis jadi bebas menceritakan kisahnya, nggak terikat dengan realitas tempat dunia nyata.

Kasus dan misterinya okelah, meskipun revelation-nya agak terlalu mudah. Yang paling saya suka dari novel ini sih hubungan antarkarakternya yang menarik dan dieksplorasi dengan baik. Selain itu, banyak pengetahuan tentang dunia teater dan pantomim yang bisa didapat dari sini.
Profile Image for selinareads.
54 reviews
June 29, 2025
Maaf aku gak bisa masuk ke ceritanya. Aku juga bingung sama tokoh-tokohnya. Banyak dialog gak penting dan diulang-ulang. Konfliknya bikin aku ngelus dada, capek aku bacanya mereka marah-marah saling tuduh tanpa alasan yang masuk akal. Dan itu terjadi gak cuma sekali, setiap ada yang mati pasti begitu. Saling tuduhnya pun kayak anak SD pula, menguras energi banget😭
Akhirnya aku baca ini di skip-skip soalnya banyak kalimat dan dialog ga penting yang kalau di skip juga ga memengaruhi alur cerita.
Capek😭😭
Profile Image for gq .
111 reviews
January 10, 2026
lakon punya premis yang menarik. bukunya page turner walaupun karakternya ngeselin semua, wkwk. buku ini ngingetin aku sama buku Giselle karya Akiyoshi Rikako. vibesnya mirip. sayangnya di buku ini sisi mistis gedung kurang diperkuat, sejarah gedung juga gak dijelasin. padahal sempet tuh dibahas tentang dr. Jekyll dan Mr. Hyde. selain itu juga menurutku akan lebih menarik kalau sisi psikopat dari pembunuh ini juga lebih diperdalam, dan bisa difokuskan dengan cara bunuh mayat yang kemudian dipajang jadi manekin.
Profile Image for Miel.
14 reviews
July 13, 2025
Latar yang diangkat tuh bener-bener unik. Gimana hubungan anak theater ketika berteman tuh bikin kita ngerasain juga ohh gini pertemanan di theater. Ngga ada yang bener-bener deket, one day bisa nusuk tapi one day juga bisa jadi yang paling ngebantuin. Karena itu akhirnya bikin ngga keliatan siapa pelaku aslinya walau sebenarnya untuk menebak plot twistnya ngga sesusah itu. Tapi pembawaannya, latarnya, relationship antar tokohnya tuh juara poll! worth to read!
Profile Image for Niccho.
8 reviews
December 31, 2025
Saya baru selesai baca novel ini tadi malam, buku yang ringan dan pembahasannya tidak terlalu ‘wah.’ Menurut saya, buku ini tidak bagus, tidak juga buruk. Beberapa bagian terasa membosankan, plot buku ini mengalir saja, tidak ada yang istimewa. Dan watak character, sungguh kekanak-kanakan, jatuhnya terasa cringe karena tidak mencerminkan sifat seorang mahasiswa yang seharusnya sudah mampu berpikir maju dan lebih dewasa. ★3,5, not bad.
Profile Image for Arya Dp.
59 reviews
February 4, 2025
Selesai dalam hitungan jam!
Page turner banget!

Cara bercerita penulis sangat apik, latar yang dibangun bener-bener sukses, pembaca pasti hanyut di dalam kisah.

Bener-bener setiap tokoh bisa dicurigain, apalagi Wilo. Nuansa tegang, misteri, mencekam, bener bener terasa. Konflik yang dibangun ringan, tapi dieksekusi dengan bagus.
Profile Image for Faira .
16 reviews61 followers
November 8, 2024
Rating asli: 3.5

Vibe-nya agak mengingatkan pada manga misteri setting sekolah. Pace-nya cukup cepat, endingnya menurut saya udah pas. Cuma sedikit berharap alasan di balik kutukan gedung teater lebih bisa diulik lagi.

Komposisi warna untuk covernya juga bagus.
7 reviews
January 7, 2025
Novel Indonesia yang kubaca dan so far seruuu! dibikin menebak dan kita seakan ikut ke dalam cerita tersebut untuk cari tau siapa pelaku dibalik kejadian sial yang terus terulang di pementasan tersebut!
Aku baca novel ini in one sitting dalam 1 hari dan cukup puas dengan ending novel inii
Profile Image for Achame.
180 reviews1 follower
February 24, 2025
Endingnya kurang greget. Kaya kurang puas aja pelakunya lewat gitu aja. Secara premis oke tapi kurang sadis. Pelakunya kurang gila. Tapi cocok lah buat dibaca untuk kalangan remaja dan dewasa si kala santai
Profile Image for Shafira Indika.
303 reviews237 followers
December 31, 2024
Ini seruu & page turner! Tapi kayakk ada yang kurang namun aku ga tau apa... (ini pendapat subjektif banget yaah ahahah)

Full review ada di ig akuu
Profile Image for Hana Nya.
5 reviews
April 25, 2025
Dari sinopsisnya buku ini menjadi menarik untuk dibaca. Plot ceritanya menarik tapi beberapa bagian menurut saya tidak terlalu penting. Komposisi mystery dalam buku ini agak kurang.
8 reviews
September 4, 2025
novel ini page Turner banget. dan terimakasih sudah buat aku lepas dari reading slump. dan bisa dibaca sekali duduk.
Displaying 1 - 30 of 38 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.