What do you think?


Pesta: Antologi Cerpen
Di mana ada pesta, di sana ada kejutan.
Lewat 20 kisah yang menghidupkan beragam suasana pesta, antologi cerpen ini menyuguhkan keindahan dan kompleksitas emosi yang tak terduga. “Pesta” tak sekadar tentang perayaan. Ini adalah panggung tempat berbagai perasaan tampil apa adanya. Dalam pesta yang ramai, ada mereka yang terasing. Di tengah riuh tawa, ada hati yang tak terjangkau. Ketika pesta berakhir, siapa yang benar-benar merasa bahagia? Siapa yang justru berusaha melupakan segalanya?
Antologi ini menyajikan bagaimana pesta dimulai, berlangsung, hingga berakhir dengan cara yang berbeda di setiap kisahnya, membawa pembaca pada kejutan yang membekas
Lewat 20 kisah yang menghidupkan beragam suasana pesta, antologi cerpen ini menyuguhkan keindahan dan kompleksitas emosi yang tak terduga. “Pesta” tak sekadar tentang perayaan. Ini adalah panggung tempat berbagai perasaan tampil apa adanya. Dalam pesta yang ramai, ada mereka yang terasing. Di tengah riuh tawa, ada hati yang tak terjangkau. Ketika pesta berakhir, siapa yang benar-benar merasa bahagia? Siapa yang justru berusaha melupakan segalanya?
Antologi ini menyajikan bagaimana pesta dimulai, berlangsung, hingga berakhir dengan cara yang berbeda di setiap kisahnya, membawa pembaca pada kejutan yang membekas
182 pages, Paperback
Published January 1, 2024
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 5 of 5 reviews
June 22, 2025
Kumpulan cerpen pemenang sayembara Gramedia Writing Project ini sesungguhnya memiliki tema yang menyenangkan, yaitu "pesta". Maka dalam 20 cerita singkat para pembaca disuguhi kisah pesta yang nyatanya kusam dan tragis jauh dari warna warni ceria yang diharap. Nyaris seluruh cerpen menggelar kisah yang pilu dan muram durja, mungkin untuk menyasar target pembacanya yang secara demografi anak muda yang doyan cerita sejenis. Hasilnya, rata-rata berhasil sebagai hiburan layaknya kepingan dari serial Twilight Zone dengan kearifan lokal. Walau harus diakui, kisah-kisahnya mungkin tak banyak dikenang selepas disantap, kecuali satu kisah yang menyentil patriarki "Selepas Pesta, Saoha Menjelma Maciana", yang terasa getir dan kental akan nuansa budaya Nias serta tradisi hantu kuntilanak yang dibuat dramatis dan menyayat hati.
November 10, 2024
Warna-warni...
September 4, 2026
20 cerpen pemenang kompetisi Gramedia Writing Project, jujur saja aku lumayan berespektasi tinggi mengingat ini cerpen-cerpen para jawara. Temanya "Pesta" pun menarik. Bikin penasaran bagaimana para penulis ini menggali ide tentang pesta dan menuangkannya ke dalam cerpen.
Sayangnya, gak banyak cerpen yang memorable. Ada sebagian saya yang aku ingat kayak satu cerpen pesta di mana posisi manusia dan hewan dibalik. Biasanya, manusia melakukan pesta dengan menyajikan makanan dari hewan, kini diganti hewan yang berpesta dan manusia sebagai makanan.
Cerpen paling akhir juga lumayan unik tentang pembunuhan dan teka-teki kejadiannya yang diperoleh dari obrolan otak si korban pembunuhan.
Selain itu, "hanya" 2 cerpen yang benar-benar menarik buatku. Pertama, cerpen "Tembakau di Ranjang" yang bercerita tentang anak yang tidak menangis saat ayahnya mati. Cerpennya menarik walau endingnya aku kurang suka.
Dan, cerpen kedua, "Selepas Pesta, Saoha Menjelma Maciana"-lah yang jadi pembeda di buku ini. Ditulis dengan sangat baik dan temanya yang diangkat pun sangat unik. Gak heran sih sebab yang nulis —Fitriya Ningrum, memang spesialis juara lomba cerpen nasional.
Skor 7/10
Sayangnya, gak banyak cerpen yang memorable. Ada sebagian saya yang aku ingat kayak satu cerpen pesta di mana posisi manusia dan hewan dibalik. Biasanya, manusia melakukan pesta dengan menyajikan makanan dari hewan, kini diganti hewan yang berpesta dan manusia sebagai makanan.
Cerpen paling akhir juga lumayan unik tentang pembunuhan dan teka-teki kejadiannya yang diperoleh dari obrolan otak si korban pembunuhan.
Selain itu, "hanya" 2 cerpen yang benar-benar menarik buatku. Pertama, cerpen "Tembakau di Ranjang" yang bercerita tentang anak yang tidak menangis saat ayahnya mati. Cerpennya menarik walau endingnya aku kurang suka.
Dan, cerpen kedua, "Selepas Pesta, Saoha Menjelma Maciana"-lah yang jadi pembeda di buku ini. Ditulis dengan sangat baik dan temanya yang diangkat pun sangat unik. Gak heran sih sebab yang nulis —Fitriya Ningrum, memang spesialis juara lomba cerpen nasional.
Skor 7/10
December 19, 2024
Cerita yang luar biasa; penuh dengan intrik, kritik, serta satir yang dikemas dalam bentuk "Pesta"
January 24, 2025
Tiap cerita punya karakter masing-masing.
Displaying 1 - 5 of 5 reviews






