Jump to ratings and reviews
Rate this book

Dangerous Game

Rate this book
Bagi Josephine alias Josie, masa lalu bukan hanya kenangan manis, tapi juga cinta yang suram dan berbahaya yang membayangi hidupnya. Setengah mati ia ingin terlepas dari perangkap itu.

Namun saat ia bertemu dengan kakak-beradik Mario dan Nicole, lagi-lagi ia terjerembap ke lubang yang sama. Mario yang memikat hatinya ternyata juga memikat hati Kayla, sahabatnya. Tapi bukan itu yang menyeret Josie ke dalam sebuah permainan berbahaya.

Nicole, memesona dan penuh misteri, menuntunnya ke dalam permainan yang tak ingin ia mainkan. Dan lagi-lagi Josie harus memilih antara cinta dan nuraninya.

Ini bukan sekadar kisah cinta segitiga.

Ini kisah cinta yang tidak biasa.

Kisah cinta yang menggiringmu ke dalam permainan berbahaya.


“This is a very nice thriller novel. Alurnya jelas, dengan tokoh-tokoh yang menarik dan konflik yang menegangkan. Kita bisa merasakan empati baik pada tokoh protagonis maupun antagonis.”Lexie Xu; Penulis Johan Series.

336 pages, Mass Market Paperback

First published May 30, 2014

3 people are currently reading
77 people want to read

About the author

Christina Tirta

16 books48 followers
Bahagia itu sederhana.
Do what you love
Love what you do

:)

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
15 (17%)
4 stars
24 (28%)
3 stars
28 (33%)
2 stars
13 (15%)
1 star
4 (4%)
Displaying 1 - 26 of 26 reviews
Profile Image for Nur Fadilla Octavianasari.
565 reviews45 followers
May 14, 2019
#2019-[58]

Whoaa, maksud hati ingin ngabisin koleksi metropop yang ada eh tapi kok? Iyaa tumbenan banget yang kaya begini dapet label metropop yes? Bisanya yang kaya begini suka nongol dikoleksi YA bareng kaya novelnya kak LexieXu. But then terlepas dari persoalan label ini ceritanya menarik sih, beda dari metropop kebanyakan, agak-agak thriller gituu.

Josephine—Josie—dengan segala “masa lalunya” yang hanya dia dan segelintir orang yang tahu akhirnya bisa hidup lebih tenang sejak peristiwa 3 tahun lalu yang sempat bikin dia kalang kabut. Layaknya anak kuliahan lain, Josie juga punya sahabat dekat, Kayla. Ya semua berawal dari Kayla. Kayla yang kesengsem sama cowok baru pindahan dari Bekasi itu cerita mulu ke Josie. Mario, nama cowok itu, bener-bener idaman gadis2 seumuran mereka, cakeup, tinggi, badan oke, dan super ramah, plus bonus adek cewe imut dan “menyenangkan” see? Gak ada yang kurang eh?

Dan akhirnya Kayla ngenalin Josie ke Mario. Selain perkenalan awal mereka di rumah Mario tempo dulu, Mario-Josie juga nggak sengaja bertemu saat Josie diminta dateng ke galerynya Dani—teman Kenzo, “pacar” Josie yang meninggal 3 tahun lalu. Josie yang nangis bikin Mario nggak tega dan akhirnya mereka menepi ke cafe. Yah bisa ditebak dong akhirnya Mario malah demen sana Josie. Meski sempet ngehindari Mario, namun Josie juga nggak bisa tahan, doi butuh bahu untuk bersandar, Mario ngingetin dia akan Kenzo. Nggak butuh waktu lama akhirnya Mario minta dikasih kesempatan buat jagain Josie. Josie said yes, tapi dengan syarat mereka backstreet, dari Kayla dan Nicky—adik Mario.

Kejadian-kejadian aneh mulai terjadi saat Josie dan Mario pacaran. Bahkan diawal saat Mario bilang kalo doi sayang ke Josie aja hari itu juga Mario kakinya ketancep paku. Berikutnya nggak kalah ngeri, Josie yang nyaris diserempet motor yang ugal-ugalan, sampai Josie yang dipaksa mengakui dosa masalalu nya, sampai Josie yang diculik dan disekap di gudang terlantar.
Pelakunya? Yah, semua petujuk emang mengarah ke satu orang sih, yups siapa lagi kalo bukan Nicole—Nicky. Sejak awal ketemu gadis yang suka pake baju babydoll—signature dressnya Nicky nih kayanya—dan senyumnya yang agak mengerikan itu bikin Josie sedikit waspada sama Nicky. Eh wait ini bukan Nicky yang nongo di novel sebelah kan ya? Abisnya sama-sama sakitnya. Oke balik, Nicky emang nggak sembunyi-sembunyi sih ngelakuin semua itu, doi bahkan udah memperingatkan dan sedikit mengancam Josie akan hal-hal yang bakalan terjadi selanjutnya. Lah emang masalah Nicky apa sampe doi begitu ke Josie? Yang kelihatan banget sih emang soal Mario ya, jadi si sarap Nicky ini demen banget dalam artian cinta sama abang tirinya ini sejak kecil. Bahkan dipesta ulangtahunnya waktu itu Nicky niat banget bikin games biar doi bisa nyium Mario, yucks, ew.
Bukan tanpa alasan sih sebenernya Nicky jadi kaya gitu, trauma masa lalu yang bikin dia bergantung penuh pada Mario yang dari kecil emang udah anggep Nicky adik sendiri. But well, Nicky anggep Mario miliknya, sampai kapanpun, dan nggak akan bisa dibagi sama orang lain.

Yatuhan, w gabakal kasi nama anak w Nichole apa Nicky dah, kesannya sakit jiwa semua yang punya nama ini. No offense yay! Wqwq.

Masih ada side story soal Josie dan masalalunya yang juga kehubung ke saat ini sih, but saya nggak pengen kasi bocoran wqwq. So babay!
Profile Image for Christina Tirta.
Author 16 books48 followers
Read
June 18, 2014
Novel Dangerous Game ini adalah novel solo pertama sejak novel terakhir saya yang terbit tahun 2007.
Bisa dibilang saya sudah hibernasi dari dunia penulisan sekitar 4 tahunan. :D
Lalu akhir 2011, saya dipertemukan (halah bahasanya)dengan salah satu penulis keren di Indo, Lexie Xu. Lewat pertemanan kami, saya akhirnya berhasil kembali bangun dari hibernasi dan mulai menulis naskah Dangerous Game ini. Butuh sekitar setengah tahun untuk menyelasaikan naskah ini sebelum akhirnya saya putuskan untuk mengirimnya ke Gramedia Pustaka Utama (tepatnya pada bln April 2012). Dan butuh waktu satu tahun sampai akhirnya saya menerima kabar bahwa naskah saya diterima (waktu itu katanya naskah ini sempat terselip lengkap dengan data-data saya #nasib#). Setelah naskah diterima, seluruh proses antri, editing, setting, proof, koreksi proof sampe naik cetak dibutuhkan waktu setahun.
Yah, kalau dihitung-hitung, usia naskah ini 2 tahun lebih sebelum akhirnya benar-benar menetas.
Akhir kata, saya harap novel ini bisa menghibur siapa pun yang membacanya.
Terima kasih :D

(Hidden truth about Dangerous Game and the lost chapter):
http://myotherdream.blogspot.com/2014...
Profile Image for Lexie Xu.
Author 43 books901 followers
June 1, 2014
Yayyy, dari sisi pembaca, saya yang riviu pertama kali! *norak* *maklum pertama kali*

Tapi aku nggak akan berpanjang-panjang deh. Riviu lengkapku bisa langsung dibaca di bukunya. Yang jelas, I love the story! Semoga Christina akan terus menghasilkan karya-karya keren seperti ini ya! ^o^

xoxo,
Lexie
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews298 followers
September 23, 2015
Josephine punya masa lalu yang kelam, tidak ada yang mengetahui rahasianya, dia ingin menutup rapat-rapat, berdamai dengan masa lalu dan memulai lebaran baru. Rahasia tersebut sedikit demi sedikit mulai terkuak ketika dia bertemu dengan kakak beradik Mario dan Nicole. Sahabatnya, Kayla sangat memuja Mario dan selalu mencari informasi tentang dirinya, mencurahkan hatinya kepada Josie betapa dia ingin menjadi kekasih tetangga baru di kompleknya tersebut. Mario tidak tinggal sendirian, selain seorang pembantu, ada adiknya yang sangat cantik, menawan dan super ramah. Tidak jarang dia muncul disaat Kayla dan Josie sedang berkumpul, ingin lebih dekat dengan mereka, ingin menambah teman. Namun, Josie merasakan ada sesuatu yang aneh pada diri Nicole, kadang raut wajahnya dingin dan jutek ketika melihat Josie, kadang langsung berubah manis. Tidak jarang sindiran yang sering dia lontarkan menyentil Josie, tentang masa lalunya.

Sifat Nicole mulai terlihat ketika Josie dan Kayla diundang ke pesta ulang tahunnya. Ada sebuah permainan yang sudah dirancang Nicole, Dare to be Bare? Di mana para undangan yang memakai topeng akan duduk melingkar di sebuah kursi, selanjutnya musik akan di putar. Kemudian mereka berdiri dan mengitari kursi sampai musik berhenti. Tepat pada saat itu, satu lampu akan dinyalakan, melambangkan warna kursi yang menyimpan tantangan. Jadi siapa pun yang duduk di kursi yang menyala tersebut harus menyanggupi tantangan yang ada, apa pun itu. Kalau menolak, maka peserta akan membuka topengnya dan ketahuan siapa dirinya, dipermalukan dan dianggap sebagai pecundang. Selain itu, Josie juga mendapatkan sedikit informasi tentang Nicole dari Margaret, salah satu tamu undangan kalau Nicole itu sakit jiwa, psyco, dia bisa melakukan apa saja, terlebih soal Mario. Nicole sangat posesif, walau mereka saudara tiri, Nicole sangat dekat dan tidak ingin orang lain menjadi pacarnya. Di depan bisa semanis gula, tetapi sewaktu-waktu bisa menusuk dari belakang tanpa rasa bersalah sedikit pun.

Mengetahui hal itu membuat Josie sedikit cemas, tidak ada yang tahu kalau dia telah berpacaran dengan Mario secara sembunyi-sembunyi, tidak ingin melukai sahabatnya, Kayla, tidak ingin melukai hati Mario karena dia juga tertarik padanya. Berbagai teror mulai muncul, Nicole tidak pernah berhenti menganggu hidup Josie, dia pasti tahu hubungan Josie dengan kakaknya. Dan puncaknya adalah ketika mereka berlibur bersama, Nicole kembali membuat permainan yang berbahaya, sebuah permainan yang memaksa Josie mengungkap rahasianya. Sebuah kebohongan, sebuah penghianatan, sebuah luka lama.

"Nggak ada yang bisa mengendalikan cinta. Cinta itu kayak angin yang nggak bisa dilihat dan hanya bisa dirasakan."


"Jangan pernah menyembunyikan kebohongan karena kebenaran akan selalu menemukan jalannya seperti bayangan selalu menemukan pemiliknya saat matahari beranjak pergi."


"Cari dan temukan cintamu. Perjuangkan apabila memang layak. Namun lepaskan bila cinta itu menyakitimu. Cinta itu seharusnya membuat hidupmu bebas dan bahagia. Bukan membuatmu merana dan tersiksa."


Buku ini seru! Banyak bagian yang saya suka, mulai dari para tokohnya sampai kisah masa lalu yang terjadi pada Josie, sangat misterius dan penulis dengan sabarnya menguak sedikit demi sedikit, menyimpannya dengan sangat rapi, membuat saya tambah penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi. Tema ceritanya nggak jauh dari Dangerous Love, tentang balas dendam, tentang obsesi kepada seseorang. Sedangkan gaya tulisannya pun juga masih sama, lugas tanpa basa basi dan page-turner banget.

Ada dua karakter yang menjadi sorotan saya, pertama adalah Nicole. Penulis sangat piawai membuat pemeran antagonis, sangat kejam, licik, lihai dan sebagainya, seseorang yang benar-benar terlihat jahat. Namun, penulis juga menuliskan latar belakang kenapa Nicole menjadi seperti itu, selain kita sebal dengan dirinya, kita juga bisa sedikit berempati dengan kisah masa lalunya yang bisa dibilang tidak bahagia, tragis. Satu-satunya orang yang peduli padanya hanyalah Mario, membuat Nicole sangat bergantung dan tidak ingin direbut oleh orang lain. Sedangkan karakter kedua adalah Charlie. Saya sudah bisa menebak siapa dia sebenarnya ketika pertama muncul, berhubungan erat dengan masa lalu Josie. Charlie menjadi pemanis cerita. Tokoh lainnya juga berperan besar akan jalannya cerita, porsi mereka pas, tidak membuat kisah Josie tenggelam, malah menjadi salah satu jawaban dari misteri masa lalu Josie.

Sedikit kekurangannya adalah saya tidak merasakan kalau Josie menyukai Mario, bahkan hubungan mereka terkesan tergesa-gesa, tidak ada chemistry sama sekali, tidak ada alasan kuat kenapa Josie mau menjadi pacar Mario. Kemudian ketika Josie 'ditindas' Nicole, dia seperti pasrah saja, tidak ada perlawanan yang kuat, memperlihatkan kalau Josie itu lemah. Selain itu, saya menemukan formula buku ini di Dangerous Love, mulai dari karakternya, sampai konflik cerita. Misalnya saja Mario sangat mirip dengan Christ, Charlie seperti Marco, Kayla sama seperti Chantal, bahkan Nicole pun mengingatkan saya kepada Clara, hanya porsi kekejamannya lebih besar. Konflik utamanya pun mirip yaitu tentang balas dendam, tentang memaafkan, tentang penerimaan diri.

Bukan berarti menjadi sesuatu yang buruk, penulis punya modal bagus dalam cerita romance yang dipadukan dengan mystery-thriller, saya berharap buku berikutnya tidak memakai formula yang sama lagi karena akan menjadi sangat mudah ditebak, tidak ada teka teki atau twist yang menarik. Mungkin karena kesamaan ini juga judul buku hampir mirip, setidaknya jadi tahu alasan atau arti di dalamnya :D. Selain kedua tokoh tersebut yang sangat menarik, bagian yang saya suka lainnya adalah ketika Josie berinteraksi dengan Darren, lucu banget. Saya suka bagian flashback-nya, nggak sesuram kalau ketemu Nicole, hahahaha. Saya juga sangat suka dengan endingnya :D

"Semua orang pernah melakukan kesalahan. Belajar melepaskan dan memaafkan, itu yang terpenting."


Buku ini recommended bagi pecinta romance yang ingin mendapatkan rasa mystery-thriller, bagi yang ingin mendapatkan cerita metropop yang tidak biasa.

Bisa dibaca di http://www.kubikelromance.com/2015/07...
Profile Image for Caca Venthine.
372 reviews10 followers
June 8, 2014
COMPLICATED! Mungkin 1 kata yang tepat untuk novel ini adalah complicated daannnn WOWWWW!! Salut sama yang bikin cerita ini, salut sama kak CT untuk ngerangkai novel ini. Pertama kalinya baca novel kak CT, dan gue udah dibikin terbengong2 sama ceritanya.

Agak bingung sebenernya kalo ditanya inti ceritanya. Okee kita mulai 1 1 yaaa.. *uhuk* (kebetulan lg batuk beneran) -__-

Josie mempunyai masa lalu yang bisa dibilang agak gimanaa gitu yaa.. Dia jatuh cinta sama Kenzo, tunangan kakaknya sendiri. Dan Kenzo juga jatuh cinta sama Josie. Hal ini menyebabkan dia memutuskan tali pertunangan dengan Adela, kakak Josie. Dan untuk menyembuhkan keadaan, Kenzo memutuskan melanjutkan S2 nya di Jerman agar saat dia kembali nanti, dia bisa bersama Josie. Tanpa disangka, Kenzo meninggal di Jerman karena kecelakaan..

Setelah 3 tahun kemudian, Josie yang mempunyai sahabat bernama Kayla berkenalan dengan Mario. Kayla tergila2 sama Mario, tp Mario sukanya sama Josie.. Mario yang punya adek tiri bernama Nicole ini agak gk bebas juga, dibalik itu semua Nicole meneror Josie agar dia jauhin Mario. Yaapp, si Nicole ini jatuh cintrong sama Mario, segala cara jahat dia neror Josie.. Yang gk disangka2, si Nicole ini sakit jiwa. Iyaa, dia trauma karena dia hanyalah anak dari hasil hubungan mamanya, yang menyebabkan neneknya sendiri menyiksa Nicole. Ini yang bikin dia terganggu jiwanya..

Terus gimana kelanjutannya? Apa Josie masih sama Mario? Jawabannya tentu aja gk. Untuk lebih jelasnya silakan baca sendiri, dan dijamin gk rugi yaa..

Cukup beberapa jam aja untuk ngelahap buku ini. Bisa dibilang gk nunda sama sekali, palingan nunda cuma buat minum doang. Bener2 menikmati bacanya, walau memang agak sebel sih sama Nicole ini.. Dan agak drama banget memang pas Nicole neror Josie.. Tapi semua itu terbayar dengan cerita selanjutnya selanjutnya dan selanjutnyaa..

Peran tiap tokoh memang kuat dan pas porsinya. Bener yang dibilang kak Lexie Xu, kalo tokoh2 disini bener2 kuat banget. Dan yaa memang terbuktii.. Gk perlu mikir untuk kasih 4 bintang buat nih novel. Terus berkarya kak Christina ^^
Profile Image for Nana.
405 reviews27 followers
October 8, 2014
Dangerous Games, terlepas dari label Metropop-nya yang menurut saya salah alamat (karena buku ini nggak menceritakan dunia kerja sama sekali), merupakan novel yang cukup menarik. Lebih tepat dimasukkan ke kategori thriller, karena ada misteri yang perlahan-lahan akan terkuak seiring banyaknya jumlah halaman yang dibaca dan cukup page-turning karena penulis berhasil membuat pembaca (minimal saya deh..) penasaran: Sebenarnya Nicole itu kenapa sih? Dan secara alur, penulis telah menuliskannya dengan cukup rapi dan enak dibaca. Penyelesaiannya menyeluruh, seluruh pertanyaan di awal buku terjawab tuntas.


Sayang, buat saya, gaya bertutur yang penulis pilih kurang sesuai dengan tema thriller-nya; terlalu nyablak dan kurang "dingin". Jadi kurang aja rasa mencekamnya. Dan satu lagi, kata-kata bahasa Inggris yang kurang perlu yang suka nyempil di mana-mananya itu lhoo.. Mungkin itu ya sebabnya kenapa novel ini jadi dikategorikan sebagai Metropop?

Selain itu, karakter Josie kurang hidup. Saya kurang bisa mengerti sebenarnya perasaan dia terhadap si A tuh bagaimana, dan terhadap si B bagaimana. Lalu mengenai Nicole... Sebenarnya menurut saya, apa yang dilakukan Nicole memang cukup nekat, namun bukan berarti tidak bisa dihindari atau ditentang oleh Josie, terutama mengingat Josie bukanlah perempuan lemah yang hanya bisa pasrah disiksa. Rasanya kok seperti si Josie dengan sukarela masuk ke kandang singa? Dan rasa takut Josie ke Nicole sepertinya timbul-tenggelam, kadang ia ketakutan, tapi berikutnya ia biasa-biasa saja. Untungnya, interaksi para tokoh lainnya di novel ini cukup hangat dan menghidupkan cerita. Tokoh Charlie, terutama, yang selalu menjadi obyek penderita di antara teman-temannya.

Walau memiliki beberapa kekurangan (menurut saya pribadi), buku ini cukup menghibur dan sama sekali tidak membosankan untuk dibaca. Perkenalan yang cukup baik antara saya dengan buku karya Christina Tirta.

Full review: http://glasses-and-tea.blogspot.com/2...






Profile Image for Just_denok.
366 reviews7 followers
January 8, 2015
Novel yang membuatku tidak bisa berhenti membaca hingga benar2 berada di akhir cerita. Novel ini membuatku penasaran sebenarnya aku mau dibawa kemana oleh penulis. Aku penasaran dengan sosok Josie dan masa lalunya, Nicole dengan kesempurnaannya, Mario dengan sosok kakak yang sempurna. Banyak juga yang bikin aku penasaran. Tiap bagian di novel ini seperti puzzle, dimana aku harus memperhatikan tiap detail kecil untuk melengkapi semuanya supaya menjadi sesuatu yang utuh.

Menrutku novel ini agak kurang pas di metropop karena aku kurang dapat rasa metropop itu. Kehidupan metropolis yang biasanya didominasi oleh kehidupan kerja. Mungkin harusnya ada lini sendiri untuk novel ini. Cerita romance masih bisa dinikmati hingga akhir, walaupun penyelesaian konfliknya agak sedikit dramatis. Dan sejujurnya, unsur 'thriller' nya baru ku rasakan saat cerita di ulang tahun Nicole dan di villa di bagian games itu tentunya. Selebihnya aku kurang dapat nuansa thriller nya. Obrolan antar tokohnya juga jatuhnya agak canggung saat kubaca. Terlalu kaku sih..hehehe...

But, aku suka Charlie. Dan aku suka banget kaitan antara Charlie dengan masa lalu Josie. Sesuatu yang menghubungkan mereka terasa sangat manis..;)

Profile Image for Eva.
Author 24 books121 followers
October 8, 2014
Pada awalnya saya agak bingung dengan tata bahasa Mbak Tina yang mencampurkan narasi baku dan tidak. Tapi di bab 2 saya sudah bisa beradaptasi dengan itu dan sangat menikmati ceritanya.

Novel ini bukan jenis thriller yang membuat pembaca menebak-nebak siapa pelakunya, karena sejak dari paragraf pertama pembaca sudah diberi tahu pelakunya. Namun, bukan berarti isinya tidak lagi mengejutkan. Saya menikmati ledakan demi ledakan dalam ceritanya. Beberapa permainan terasa kreatif. Saya suka. Menurut saya, tipe penceritaan model begini lebih sulit, dan Mbak Tina berhasil meramunya.

Novel ini memiliki kosakata yang kaya dan diksi yang bagus.

Jujur, saya tidak menyukai tokoh utamanya, Josie. Karena saya merasa karakternya agak biasa untuk dielu-elukan oleh banyak tokoh lain.

Tokoh yang saya suka itu Nicole. Ya, saya memang cenderung sering menyukai tokoh antagonis XD

Novel yang seru ^_^ Menunggu novel thriller Mbak Tina berikutnya.
Profile Image for Nina Addison.
Author 10 books41 followers
October 17, 2018
Pertanyaan pertama saya waktu baca 3 bab awal: ini kok masuknya metropop sik? Karena, berbeda dengan signature metropop yang tokoh pekerja dengan gaya hidup metropolitan, karakter-karakter Dangerous Game ini masih kuliah (yang lantas menjelaskan banyaknya penggunaan panggilan 'kak' terhadap orang yang lebih tua/senior di novel ini).

Banyak bagian yang berisi dialog bersahutan sementara kurang diisi suasana. Banyak juga dialog yang terasa kepanjangan (akhirnya jadi mengacaukan fokus cerita dan melelahkan), dan dialog tersebut kurang terasa 'jiwa'nya sehingga terkesan kosong. Misal:

"Kak Rio? Kok bisa ada di sini?" tanyaku buru- buru menyusut air mataku.
"Elo kenal Josie, Yo?"sambung Dani heran.
"Dia teman adikku, Dan. Kamu nggak apa-apa, Jo?"

(halaman 48)



Saya terusik dengan pilihan kata-katanya:
demen (dimana-mana), bodynya yahud (hal 184), jijay (hal 115), kepincut (hal 90)

dengan candaan-candaan yang kurang sreg juga:
"Hai. Lo pacar dia, ya? Mau aja lo dikadalin buaya ompong kayak dia." (hal 102)

"Mimpi dicium putri duyung setengah bugil kali! Makanya kalau mimpi enak ajak-ajak gue kek." (hal 102)

"Gue nunggu udah jadi om-om terus dapetnya ABG seksi mulus. Asik kan." (hal 131)

"Hahaha. Kayaknya lo salah deh. Gue mimpi dikerumuni bidadari cantik nan seksi. Dan ternyata mimpi gue jadi kenyataan. Ada dua bidadari superhot yang mendampingi gue." (hal 303)



Beberapa kalimat juga mengandung gender bias:
"Woi, bro! Kenapa lo? Kayak cewek aja bisa ketusuk paku segala?" (hal 101)

"Dasar cengeng! Lo sebenernya cewek atau cowok sih?" ledek Charlie sambil membantuk Mario berdiri. (hal 102)



Tokohnya banyak bangeeeet. Let me see (koreksi ya kalau salah, saya banyak skimming soalnya), Josie dan Dela, kakak adik. Kenzo dan Dea, kakak adik. Kayla - sahabat Josie. Nicole dan Mario, kakak adik. Lalu ada Dani, Cecil, Margareth, Charlie (Did I miss anyone?). Yang bikin riweh adalah mereka semua sama-sama 'bunyi' di cerita. Nama, tanpa diimbangi kedalaman karakter, hanya akan jadi sekedar susunan huruf, bukan tokoh.
Hasilnya saya sering siweeer.

Latar belakang Josie terasa plin plan. Dia masih tahap grieving (kelihatan dari emosinya yang meluap setiap teringat mantannya yang meninggal), tapi di sisi lain dia cinta mati sama Mario (karena dia... ganteng? Saja?) hingga rela mengkhianati sahabatnya yang naksir Mario duluan.
Kurang masuk akal.

Yang bikin saya meneruskan sampai selesai justru adalah misteri di balik Nicole. Cantik tapi berbahaya. Penuh intrik. Pendendam. Ini menarik. (Saya juga memperhatikan dari sekian banyak tokoh, hanya Nicole yang latar belakangnya cukup kuat dan masuk akal -- who she was made the girl she is ).

Thriller Romance ini genre menarik loh sebenarnya, hanya saja Dangerous Games ini perlu dirapikan lah. Christina Tirta jangan patah semangat ya, idenya oke kok. Tetap menulis!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Ning.
67 reviews1 follower
January 18, 2022
Hello again!

Kali ini aku bertemu dengan kisah Josephine yang menurutku kehidupan dia memang drama banget. Novel ini bercerita dari sudut pandang si Josie ini. Menceritakan segala problematika kehidupannya yang amazing! Yang sebelumnya aku belum pernah baca novel metropop dari sudut pandang cewek yang berkepribadian seperti Josie ini, yang jelas Kak Christ (biasa aku panggil penulis novel ini kalau di Instagram atau di Wattpad :p) menciptakan tokoh yang nggak sempurna. Ya. Manusia memang tidak ada yang sempurna.

Tapi, sekali lagi, baru kali ini aku menemukan tokoh macam Josie ini dalam metropop. Ok, sampai harus diulang dua kali ya, hehe…
Jadi gini, Josie ini menurutku orang yang sangat mengagungkan cinta. Ia percaya kita nggak bisa milih bakal jatuh cinta sama siapa. That’s true! And I’m in! But, bukan berarti kamu nggak punya pilihan ketika jatuh cinta. Okay! Dalam kasus Josie, dia mencintai Kenzo yang merupakan tunangan Adela, kakaknya sendiri. Dan bukannya menahan atau memudarkan rasa itu, tapi Josie malah maju terus pantang munduuuurrr!!!

Mungkin aku memang orangnya mainstream dan terlalu mengikuti kode etik. But hey! She’s your f*cking sister! Maaf teman-teman, aku ternyata masih terbawa emosi. Haha

Memang novel ini benar-benar berbahaya! Pas udah baca prolognya aku nggak bisa berhenti baca sampai tuntas! Baiklah. Ini mau review ya bukannya curhat. Hehe… I’m so sorry…

Resensi lengap bisa dibaca di sini https://ingoldlife.com/review-dangero...
Profile Image for Amaya.
749 reviews58 followers
June 17, 2021
Ugh, finally kelar juga. Awalnya aku berekspektasi buku ini bakal kayak Dangerous Love, yah walaupun vibesnya mirip-mirip (ada anak yang lebih muda dan dicintai semua orang). Mulai dari awal sampai pertengahan masih oke, bisalah diterima. Sewaktu Mario menyatakan perasaan ke Josie, ini yang bikin aku bertanya-tanya, semudah itukah Josie menerimanya? Apa bukan sekedar pelarian saja ini si Rio?

Belum kelar sampai situ, Nichole ini the real psychopath. Bisa-bisanya sebegitu terobsesinya dengan kakak tirinya sendiri. And, satu lagi, Josie terlalu lemah dan apa ya kalau bisa kubilang tuh, pengecut aja.

Untuk hal lain-lain, terutama ending! Duh, greget abis, like... ya ampun, ini Charlie kayak nggak ada angin, nggak ada hujan bisa ada perasaan ke Josie? Wah ....

Cukup 3 bintang saja buat buku ini, untuk karya penulis yang lain bagus-bagus, kok, apalagi After That Night.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Aulia  Rofiani.
326 reviews4 followers
August 30, 2019
Ceritanya seru
Penggunaan POV orang pertama ga pake formula salah paham tapi malah berhasil bikin gue mengerti alasan tokoh2nya dlm melakukan sesuatu melalui dialog2nya, which is awesome
Cukup ngasih insight kalo apa yg dialami Josie kejadian sama orang terdekat kita, kaya musti bersikap gimana gtu maksudnya
Alurnya juga rapi ga bingungin padahal banyak menclak menclok ke masa lampau
Penjelasan tokohnya juga gampang diingat, jadi ga mumet pas mikirin hubungan antartokohnya
Profile Image for Roem Widianto.
83 reviews3 followers
February 2, 2021
Satu kata untuk novel ini: asik. Ini merupakan cerita roman yang dibumbui dengan thriller. Gak sampai yang berdarah-darah gitu, sih, thriller nya. Tapi tetep seru aja dan asik buat dibaca.

Ngomong-ngomong, aku suka sama plot twist nya dan bagian yang paling aku suka di novel ini adalah epilognya, karena di bagian itulah yang paling sweet di antara semuanya.😆
Profile Image for Asty Annisawati.
250 reviews100 followers
December 31, 2019
Mungkin ini novel romance-thriller pertama yang saya baca, dan saya suka sekali! Beli buku ini ketika tanpa sengaja menemukannya di bazaar buku dengan harga yang sangat murah, rasanya seperti menemukan berlian.
Profile Image for Nur Saidatunnisa Widiatti.
55 reviews28 followers
November 14, 2014
Terjebak dalam tiga cinta segitiga tentu bukan hal mudah bagi Josephine alias Josie. Itu yang kupikirkan di tengah membaca novel Dangerous Games karya Christina Tirta. Kamu tidak salah baca karena memang ada tiga cinta segitiga di dalamnya. Kata Nicole, adik Mario, Josie berdosa. Kata Dea, adik Kenzo, kenapa tidak Josie yang mati saja. Kata Kayla, sahabat Josie, gue kecewa sama loe.

Kehidupan cinta Josie yang baru berusia 21 tahun begitu rumit sekali. Terlebih kisah di sekelilingnya yang bagai benang kusut pada awalnya. Saking kusut dan membosankannya, aku malah cenderung terburu-buru membacanya. Transisi tiap bab dirasa kurang mulus. Diksi yang digunakan cenderung "tell" bukan "show" karena Josie banyak menjabarkan apa yang dipikirkannya, bukan penulis yang mendeskripsikannya. Suasana thriller apalagi romance benar-benar jauh. Tapi itu sebelum Nicole muncul dengan permainan berbahayanya.

Kekuatan dan inti cerita ini ada pada pribadi Nicole yang eksentrik dengan baju babydoll-nya yang membuat Josie berhalusinasi serta gangguan jiwanya yang benar-benar cerdik dalam merencanakan orang lain celaka. Tapi semua kegilaan Nicole hanya karena dia terlalu cinta pada seseorang yang mencintai Josie.

Hal lain yang menjadi poin bagus dari cerita ini adalah banyaknya karakter tanpa mubazir. Coba aku sebut nama-namanya : Josie, Kayla, Mario, Nicole, Margaret, Charlie, Darren, Cecil, Dani, Kenzo, Adela, Dea. Semuanya benar-benar saling berkaitan dengan cerita, baik persahabatan, cinta, maupun hubungan saudara. Karakter pendukung membawa atmosfir ceria dalam cerita yang dibikin kelam (meskipun kurang kelam).

Bintang tiga untuk Christina Tirta atas ide kompleksnya dalam menciptakan cerita tentang dosa atas nama cinta. Juga atas karakter-karakter pendukung yang justru jauh lebih loveable dibandingkan karakter utama. Hanya saja novel ini kurang thrilling dari segi penuturan dan gaya bahasa serta penceritaan yang kurang dalam dan detil. Alangkah baiknya jika kisah kelam Nicole dan neneknya diceritakan dari sudut pandang Nicole sendiri. Akan lebih seru lagi kalau memang dipilihkan diksi yang mencekam dan sakit.

Btw, aku tidak menemukan dimana Metropop-nya novel ini. Syukurlah Metropop ini ga tipikal dengan Metropop lain.

p.s: karakter favoritku adalah Charlie. Tampang boleh slebor, jail boleh bikin keki, tapi sesungguhnya di novel ini dia gentleman sejati. Aku jadi naksir *loh* :)
Profile Image for Ayu Rianna.
Author 9 books36 followers
August 15, 2014
Buku ini berhasil.

Berhasil bikin aku galau mesti ngasih rating berapa. Bukan karena jelek, bagus malah, terutama dari segi premis dan plot twist yang dielu-elukan banyak orang itu. Memang bagus kok. Bab-bab awalnya menarik dan bikin penasaran, sampai akhirnya aku berhasil menyelesaikan baca dalam 2 hari saja.

Tapi sayangnya aku banyak sekali terganggu dengan dialog yang ditulis dengan... entahlah, nggak konsisten jadi terkesan asal-asalan? Mungkin aku yang terlalu perfeksionis, tapi susah sekali untuk nggak terganggu dengan penggunaan bahasa yang kadang baku kadang enggak, kadang pakai gue-elo lalu ujug-ujug ganti jadi aku-kamu. Ada dialog yang lucu dan cerdas, tapi banyak juga yang menurutku terlalu sinetron.

Jadilah aku galau, belum bisa memutuskan apa aku suka atau nggak sama buku ini. Semoga di novel-novel selanjutnya, penulis bisa lebih konsisten dalam pemilihan dialognya :)
Profile Image for Anisa.
84 reviews7 followers
November 2, 2014
Ngasih 2 bintang bukan berarti buku ini jelek. 2 bintang untuk standar Goodreads berarti 'oke'! Jadi, perpaduan antara tidak menyukai dan menyukai. Berada diantara keduanya.

Kenapa begini? Karena saat baca novel ini gak ada feel yang aku rasakan. Gak ada emosi yang begitu membuncah. Aku hanya sekedar membaca, tanpa terbawa suasana cerita.

Padahal, ada beberapa adegan yang seharusnya mengguncang atau membuat hati aku (layaknya pembaca) naik turun. Tapi aku nggak merasakan itu sama sekali.

Katanya ini novel genre romance-thriller? Mana thrillernya? Aku gak merasa menemukan sisi thriller di novel ini. Aku mengerti maksud thriller disini apa, tapi kurangnya (ah segalanya) membuat sisi thriller itu hilang.

Beberapa ada yang seperti sinetron. Yang jadi nilai plus dari novel ini adalah tema cerita yang gak biasa untuk novel bergenre romance.
Profile Image for Naomi.
11 reviews41 followers
July 13, 2014
Plot twist-nya menarik sih tapi gue nggak suka penggunaan bahasanya. Agak nggak konsisten antara bahasa baku atau bahasa sehari-hari.

Contoh :
"Gue pernah cerita kan, ada penghuni baru di kompleks? Ternyata yang tinggal hanya bertiga, kakak beradik dan seorang pembantu."

Kata-kata "hanya" dan "seorang" menurut gue terlalu formal untuk dialog sehari-hari.

Dan sometimes dialognya terlalu cheesy buat gue.
Profile Image for ayanapunya.
338 reviews13 followers
September 2, 2015
Josie menyimpan sebuah rahasia berkaitan dengan kisah cinta di masa lalunya. Perkenalan dengan Nicole kemudian membongkar rahasia yang disembunyikan Josie tersebut. Nicole adalah seorang gadis berusia 18 tahun dengan kepribadian yang cukup menakutkan. Karena dianggap telah merebut orang yang dicintainya, Josie pun harus merasakan teror yang dilakukan Nicole padanya.
Profile Image for Nene.
68 reviews1 follower
January 3, 2015
buku ini bnr2 bikin penasaran kalau gak baca kelar langsung --'
meskipun ada beberapa hal yang ketebak di awal tapi masih pengen tau proses dari tebakanku di awal :D
aku sukaaa chaarliiiee :'>
baca aja udah bikin gemes :p
Profile Image for Elvira.
128 reviews1 follower
October 30, 2023
Pengkhianatan pada kakak kandung dan sahabat sendiri.
Displaying 1 - 26 of 26 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.