Sesuatu memang harus diungkapkan supaya enggak ada rasa sakit …
Ada dua impian Tina. Kuliah musik di Leipzig dan menyaksikan Festival Bach. Satu per satu impiannya terwujud. Dia pun belajar selo dengan Maria Tan, pemain selo profesional idolanya. Dia juga dekat dengan Hans, seniornya yang jago main keyboard.
Dan saat musim panas menjelang, Tina semakin bahagia. Akhirnya … Festival Bach! Tina memilih Prelude dari Cello Suite No. 1 untuk audisi festival. Dan ternyata, karya inilah yang menguak rahasia-rahasia—tentang siapa sebenarnya Maria Tan, juga tentang perasaan Hans yang sesungguhnya ….
Saya lahir dan besar di Bandung, hobi membaca dan menulis. Novel pertama saya berjudul "Prelude" yang diterbitkan oleh teen@noura. Kini saya tinggal di Bukittinggi, Sumbar.
Beli buku ini di pameran buku JCC, dan sempet kaget pas baca sinopsis nya tentang Kota Leipzig. karena gw baru saja pulang dari pertukaran pelajar Universitas Leipzig, Jerman. gw memutuskan untuk membeli novel ini sekedar untuk mengingat seluk beluk kota nya dan hari-hari gw selama kuliah disana.
Sam Umar menggambarkan kota Leipzig dengan sangaattt baik. mulai dari nama jalan, nama toko, gedung2 uni Leipzig, belokan2 jalan, tempat berhenti trem, semua tepat dan diceritakan dengan detail seakan-akan kita berada disana. ga seperti novel lain yang ala ala Paris tapi kota Paris nya cuma tempelan doang ;P (hahahha banyak!) salut dengan deskripsi nya Pak Sam Umar yang sangat detil!
Novel ini bercerita tentang Tina yang sangat suka bermain musik klasik dan memutuskan untuk melanjutkan kuliah musik di Universitas Leipzig, which is kota kelahiran Bach, pemain musik klasik idola Tina. disana dia mulai mengejar mimpi nya dan mengikuti kompetisi Festival Bach, dibantu oleh guru musik nya, Maria Tan, yang juga orang Indonesia. entah kenapa Tina merasa mempunyai kedekatan emosi dengan Maria Tan.
alur ceritanya juga bagus, walaupun di tengah-tengah gw mulai bisa tebak siapa Maria Tan sebenarnya. but afterall this is a good story, about dream and family. sesuai juga dengan tema buku nya "festival series" yang menceritakan ttg festival musik Bach. pemilihan kata dalam buku ini bagus dan sopan, ga ada tokoh yang drama dan nangis meraung raung ala ala FTV atau cerita kebetulan yang terjadi berulang-ulang.
hanya saja gw cuma kasih 3 stars karena konflik dalam cerita nya kurang dan terlalu bermain dengan sejarah Leipzig yang kayaknya google banget hehehe, maaf, itu aja kurangnya. selebihnya suka dengan buku ini, and yes, really worth to read :)
Sebagai pecinta musik klasik dan pernah menulis novel berlatar musik klasik di Jerman, saya cukup antusias ketika membaca sinopsis novel ini. Apalagi novel ini salah satu novel yang di dalamnya terdapat formulir festival Teen@Noura. Cerita novel ini sebenarnya simpel. Tina, mahasiswi asal Indonesia yang kuliah di Jerman dan bercita-cita mengikuti festival Bach, musisi favoritnya. Selain melalui hari-hari dengan berlatih, ia juga menemukan perjalanan hidup tentang cinta, persahabatan, dan kekeluargaan. Sayangnya, plot yang simpel ini tidak didukung oleh konflik yang memadai. Konflik dalam cerita ini mudah ditebak dan cenderung memiliki banyak plothole. Kekuatan utama novel ini terletak pada latarnya. Penjabaran latarnya sangat detil, walau di banyak bagian terasa seperti membaca artikel Wikipedia. Masuknya penjabaran latar di dialog dalam novel ini pun terasa agak mengganggu. Bagaimana mungkin, walau dia mahasiswa jurusan musik, hafal tentang latar suatu tempat sampai detil sekali lengkap dengan tahun-tahun sejarahnya? Opening novel ini juga terasa sangat datar dan kalau saja novel ini tidak ada formulir festival Teen@Noura mungkin saya tak akan membeli novel ini karena openingnya yang sangat tidak menarik layaknya penulis pemula. Saat novel ini berakhir, saya malah berpikir, "Oh, endingnya begini aja, nih?" Bintang 2 untuk novel ini, karena tema yang saya sukai dan juga bagian tengah cerita yang lumayan oke.
Tina senang banget ketika bisa kuliah di Leipzig untuk mendalami musik klasik dan cello. Terlebih Leipzig adalah kota yang identik dengan musisi legendaris Johann Sebastian Bach. Dan, Tina bercita-cita untuk bisa berpartisipasi di Festival Bach yang selama ini hanya dinikmatinya lewat YouTube. Untuk mewujudkan impiannya itu, Tina dibantu oleh dosen favoritnya yang dulu juga pemain selo terkenal, Maria Tan. Selain itu, Tina juga punya teman yang sangat baik dan membantunya karena tinggal sendirian di Jerman, Hans, Nadine, serta teman band Hans di Hans Trio. Tapi, enggak selamanya impian bisa terwujud nyata. Tina pun harus bersinggungan dengan masa lalunya. Dan pertanyaan yang selama ini memenuhi benaknya, siapa ibunya?, tanpa sengaja terjawab di kota musik ini. Ini novel ketiga dari Festival Series terbitan Teen Noura yang gue baca. Dan ini novel pertama Sam Umar yang gue baca. Sejak tahu bakalan ada Festival Bach ini, gue langsung excited. Bukan karena gue bisa main musik, tapi karena gue suka musik. Dan gue suka Jerman. Dan keduanya ketemu di satu buku. Alhasil, gue punya ekspektasi tinggi. Pertama, komentar dari segi cerita dulu ya. Gue suka ceritanya. Konfliknya pas. Sahabat, cinta, dan keluarga. Background setiap tokoh yang membawanya ke gong konflik benar-benar diperhatikan sehingga semuanya terasa make sense dan enggak maksa. Dan, yang bikin gue makin suka adalah, Sam enggak menyajikan tokoh yang too good to be true dengan tokoh utama yang selalu beruntung. Ending untuk Tina pas banget, enggak maksa, dan realistis. Kedua, deskripsi tempat. Ciamik. Berasa banget riset yang dilakuin penulis. Tapi, di beberapa bagian too much detail. Dan pendeskripsiannya kurang smooth sehingga di beberapa bagian gue serasa baca buku panduan wisata, he-he-he. Satu lagi, penulis yang emang musisi dan menggeluti musik terlihat jelas bisa menulis soal musik ini. Banyak istilah musik yang dihadirkan tapi enggak menggurui. Dan karena cello, gue jadi inget If I Stay yang gue baca beberapa waktu sebelumnya dan tokohnya pemain cello juga. Overal, gue suka novel ini. kecuali kalimat pembuka yang menurut gue enggak banget. Untunglah kekesalan di kalimat pembuka tertutup oleh cerita di halaman selanjutnya yang cihui. Ditunggu cerita selanjutnya, Sam Umar.
"...Kau tahu, latihan musik itu seperti berlatih otot. Bila kau kerjakan secara rutin, maka otot-ototmu akan membesar. Bila kau malas, jangan harap akan dapat hasil yang sama..." (Hal.138) . . . Novel yang berceritera tentang Tina dengan impian besarnya,yakni berkuliah di jurusan musik di Leipzig dan menyaksikan festival Bach. Impian yang kemudian berhasil diraihnya pun mempertemukannya dengan seorang pemain celo profesional bernama Maria Tan. Hal menggembirakan lainnya pun terjadi. Tina mendekati impiannya untuk menyaksikan festival Bach dan untuk bisa bergabung dalam festival terkenal yang diadakan pada musim panas itu,Tina memilih karya Prelude dari Cello Suite No.1. Namun siapa yang menyangka,pilihan Tina itu mengantarkannya pada rahasia-rahasia yang selama ini terpendam. Tentang Maria Tan dan seniornya bernama Hans... . . . 🎼 Deskripsi yang menarik dan cukup kaya informasi tentang Leipzig dan Festival Bach membuat saya antusias untuk mencatat informasi seputar kedua poin tersebut dan poin lain terkait musik yang disajikan oleh penulis. Dan inilah yang membuat saya senang membaca novel ini.
🎼 Bukan hanya detail, musik klasik sepertinya menjadi fondasi kuat dalam membangun alur dan suasana novel Prelude ini. Saya merasa seperti ikut merasakan antusiasme Tina yang begitu menantikan Festival Bach.
🎼 Novel ini dibuat menarik dengan bagian dalam kover serta beberapa halaman dengan ilustrasi berwarna. Rasanya mempermudah untuk memvisualisasikan Tina dan tokoh lainnya dalam novel ini.
🎼 Prelude menyajikan konflik yang menurut saya memiliki poin yang berpotensi untuk dikembangkan,mengingat tokoh yang berada pada masa dewasa awal cenderung memiliki konflik diluar dan didalam dirinya. Juga,akhir yang dipilih oleh penulis terasa realistis.
🎼 Pembaca yang menyenangi bacaan fiksi dengan unsur musik klasik yang terasa cukup kuat,kalian bisa coba baca novel ini.
Konser musik klasik menjadi bahan utama dalam ramuan novel ini. Tina yang sedang kuliah di luar negeri, dapat kesempatan audisi untuk ikut festival musik. Ia berlatih kerasa dengan dibantu dosen paling baik, Bu Maria. Perjalanan hidupnya kini menemukan titik terang.
Novel ini bukan kesukaan saya sebab novelnya bertele-tele dan terlalu menjejalkan riset yang dilakukan penulis sehingga pembaca seperti sedang diajarkan mata kuliah. Agak membosankan sih, dan rupanya tema roman di novel ini sangat tipis, sedangkan tema kuatnya ada pada hubungan keluarga.
Salut buat pengarangnya yang beneran riset soal musik klasik, kota Leizpig, kehidupan dan karya Johan Sebastian Bach, dan Festival Bach. Cara pengarang mendeskripsikan adegan-adegan musikalnya terasa nyata. Tak heran karena pengarang ternyata juga seorang komposer. Semoga bisa menghasilkan novel yang lebih baik di masa depan.
Hadiah ulangtahun, nih... Hehe... Thank you so much my dear best friend of the world @fe_only! Good luck for your first book! XD
So, itulah ceritanya buku ini. Apa yang bisa saya katakan? It's a good novel! Very good novel! Ini adalah salah satu novel yang memberikan pengetahuan sejarah musik. Dengan mengangkat tema Festival Bach, di novel ini banyak diceritakan mengenai kisah hidup sang komposer hebat zaman Barok tersebut. Syukurlah, sebelumnya saya sudah belajar sedikit mengenai sejarah musik Barok dan para komponisnya. Jadi membaca novel ini saya jadi nyambung (ingat pelajaran waktu kuliah nih, maksudnya...) Jadi, kalau kamu mau tahu tentang Bach, kamu harus baca novel ini. HARUS! And, I love the ending. Kesannya agak gantung, tapi cukup realistis. Walau nggak too good to be true, tapi happy ending.
Dan dari segi cerita sih saya rasa mudah ditebak. Baru sepertiga baca, saya sudah langsung bisa menebak kemana arahnya, dan kaitan antara tokoh-tokohnya. Saat dugaan saya tepat, saya bisa teriak kencang "Tuh kan! Apa kubilang! Pasti itu!" Tapi itu bukan masalah buat saya, karena saya sudah terpesona duluan dengan pengetahuan-pengetahuan berharga yang diberikan oleh sang penulis di novel ini. Bahasa penyampaiannya juga rapi menurut saya. Mungkin karena settingnya di luar negeri kali, ya? Oh, ya. Di halaman akhir novel ini juga dilampirkan daftar referensi. Ajib! Saya juga kagum dengan deskripsi mendetilnya. Saya seolah merasa sedang berada di lokasi kejadian kalau baca novel ini, haha...
Well, Itu plusnya.
Minusnya? Karena ada yang bilang setiap novel pasti ada minusnya. Jadi, adil rasanya jika saya sertakan di sini. Bukan saya cari-cari kesalahan lho ya. Karena saya menemukan sendiri ketidaknyamanan itu. Mungkin nggak nyamannya itu pas di bagian beberapa tokoh bercerita mengenai sejarah suatu tempat atau yang lainnya, kesannya seperti membaca artikel saja. Jadi tidak terkesan seperti bercerita lepas. Lalu, mungkin karena mudah ditebak menurut saya tadi, jadi konfliknya kurang ngena buat saya.
Tokoh yang paling saya suka adalah Maria Tan dan Hans!
Overall, novel ini cukup realistis lah. Sederhana. Nggak maksa. Momen bahagia dan nggaknya seimbang. Dan dari segi pengetahuan sejarah musik yang diberikan, kamu nggak akan rugi baca novel ini.
Review saya agak gaje ya? Biarin! Ini menurut saya loh ya... Saya kan juga awam, getoh :D Trus, gomen kalau ada typo, speed ngetik saya lagi kencang dan gak bisa di rem, hahaha...
Di antara banyak novel yang menghibur, novel ini adalah salah satu yang bermanfaat :D Oke, happy reading! ;)
it was ok, tapi saya nggak selesein bacanya. Hanya saja saya tahu, nulis buku itu susah loh jadi bagaimanapun kita tetap harus hargai :)
Awalnya, saya beli novel ini, jujur karena ada formulir kirim naskah waktu nourabook lagi cari naskah remaja. Setelah browsing, waktu itu hanya ada 3 buku yang punya formulir asli dan buku ini bukan pilihan saya. Kenapa? Karena saya nggak suka latar cerita tentang festival musik dan tokoh-tokohnya yang pemain musik. Ini pandangan subjektif ya, mungkin karena saya jarang denger lagu dan nggak terlalu tertarik sama dunia ini :)
Oke, mengenai buku..cukup membosankan lalu menjadi membosankan sekali sehingga selalu saya letakkan lagi dan lagi,sampai akhirnya nggak selesai sih. Dialognya kaku, saya seolah mendengar backsound "krik, krik, krik, krik" di setiap bagian dialog. atau kata-kata yang dipakai kurang ekspresif ya, jadi saya sadar nggak sadar bandingin sama novel-novel lain yang sukses bikin saya ketawa atau nangis, terharu atau termenung. hehe
entah bagaimana, saya udah bisa nebak kalo dosennya itu ternyata Ibu Kandung Tina- si tokoh utama. Mungkin karena nggak terlalu banyak tokoh dewasa lain atau kalimat-kalimat yang terlalu mengarah kesana.
Bagian paling disayangkan adalah banyak fakta tentang Leipzig dan Bach di novel ini- yang berarti bagus kan menambah wawasan- sayangnya, fakta itu ditulis gitu aja kaya lagi mau bikin tugas kuliah. Nggak dikemas dalam dialog atau pemikiran tokoh, atau lebih deskriptif deh biar lebih enak dinikmati. Jadi tetiba saya kaya lagi baca hasil riset (secara saya suka riset juga hahaha)
tapi sekali lagi, ini pandangan subjektif ya. Tahu kan, kadang satu buku menurut orang lain bagus banget, sementara menurut yang lain engga. Jadi, selamat membaca ya..lalu, semoga kita bisa berbagi tentang cerita ini :)
Well, kali ini saya memilih untuk baca buku dengan genre musik dengan harapan kalau aku bisa observasi tentang "bagaimana sih caranya agar musik yang ditulis bisa terdengar di telinga?"
Nah, setelah baca saya pikir buku ini lumayan bisa membuat saya mendengar Prelude-nya Bach itu seperti apa. Karena penasaran saya akhirnya cari tentang Bach di Youtube. Dan saya curiga kalau nama Tina itu berasal dari cewek yang mainin bass di video itu hehehe...
Gambaran perasaan Tina bisa saya rasakan dengan baik. Tapi alur ceritanya mudah banget ditebak ^^ Lalu baca sejarah Bach-nya seperti baca literatur. Copy Paste? Penulis harus bisa membuat penjabaran yang lebih menarik lagi. Mungkin reverensi penggambaran sejarahnya bisa pakai gaya penulisan Dan Brown (menurut saya)?
Terus kenapa Hans bisa suka sama Tina? Lah, bukannya dia tertarik sama (siapa namanya si cewek itu)?? Kalau ini dijabarkan pasti feelnya lebih enak lagi... Setidaknya nggak tiba-tiba suka begitu saja...
Saya memutuskan mengambil novel ini di tumpukan buku dalam event Big Bad Wolf. Alasannya sangat sederhana, saya mudah tergoda oleh buku bersampul alat musik, terutama alat musik gesek :D Kalau dari segi cerita, novel ini tergolong cukup biasa, dengan jalan cerita yang mudah ditebak. Tapi bagi saya ada beberapa hal sederhana yang mempermanis buku ini seperti ilustrasi tak terduga di bagian tengah, yang mana karena tidak berekspektasi akan ada gambar jadi efeknya menyenangkan. Selain itu di bagian akhir juga ditambahkan link youtube dan musik yang dapat membantu pembaca lebih menghayati latar ceritanya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Pertama kali terkesan sama novel ini karena ada testimoni dari mbak Prisca di sampul belakang. Penulis patut diapresiasi untuk kedalaman materi dan berbagai referensinya. Saya sampai nyengir sendiri, ini novel atau apa ya? Tapi karena itu saya justru berminat membaca. Saya sendiri puas dengan detailnya, walaupun agak janggal ketika Hans mengetahui segala detail sejarahnya, kedengaran kayak ngebacain kuliah umum. Selain sampulnya yang ciamik, dalam novel ini juga ada ilustrasinya - dan ilustrasinya keren! Saya hanya bisa berkata, novel ini bagus kalo difilmkan :)
duhh, hmmm, jauh dari ekspetasiku ini. Pertama, ini mengusung festival musik dan fokus dengan tokoh yang memainkan cello. tapi aku nggak ngerasain sama sekali nuansa musinya.
lalu, hmmmm, beberapa penjelasan malah kerasa aku seperti lagi baca artikel ato wikipedia. bayangin aja pas adegan si Tina, Hans, Nadine, dan kawan-kawannya liburan di suatu tempat bersejarah, kebanyakan narasinya cuman deskripsiin sejarahnya. oke, ini info, tapi ya nggak gini juga nyajiinnya. Nggak ngaruh sama sekali dengan alur ceritanya. jadiyaa... aku kebanyakan ngeskip di buku ini.
Buku ketiga dari seri festival yang saya baca. Ini buku yang paling banyak informasinya. Kebanyakan mungkin.
Ceritanya sederhana, penyelesaiannya juga sederhana. Agak kurang gereget sih konfliknya. Poin plusnya, penulis riset dengan serius soal festival Bach. Salut ^^