Jump to ratings and reviews
Rate this book

Love Lock

Rate this book
Jika namamu dan namanya tertulis di gembok itu, kau dan dia akan menjadi pasangan abadi. Begitu yang mitos itu katakan, bukan?


***

“Apa semua orang yang menuliskan nama mereka dan pasangan mereka di sini, mengalami hidup yang namanya happily ever after dan hubungan yang tak terpisahkan?”

Seandainya mitos itu sungguh ada. Dan, seandainya mitos itu berbaik hati untuk mengikat kisah kita.

Namun…, mengapa orang yang kucintai itu harus kau?
Aku tahu, dan kau pun jelas tahu. Kita hanya akan terluka dengan apa yang kita miliki.
—Rhinea


***

Jangan pernah tanya, kenapa aku bisa mencintaimu. Karena bila hati bisa memilih, aku tentu akan memilih orang lain untuk kucintai. Bukan kau.

Mungkin, takdir sedang mempermainkan kita? Atau, justru masa lalu memang ingin menyergap langkah kita?
—Mario

304 pages, Paperback

First published May 1, 2014

4 people are currently reading
63 people want to read

About the author

Pia Devina

31 books47 followers
AUTHOR OF ONLINE NOVELS:
- Rose's Queen Anne (on going at Storial.co)
- Here and Where You Are (on going at Storial.co)
- (Un)Broken Wings (on going at Storial.co)

AUTHOR OF PUBLISHED NOVELS:
- Friends with Bittersweet-Love (2020)
- El Verano (2020)
- Placebo (2019)
- Little Secrets (E-Book) (2019)
- Camera's Eye (Memento Series) (2018)
- Afterword (2018)
- Pendulum (2018)
- Play with Fire (2018)
- Never Too Far (2018)
- Kohesi (2017)
- The Whole Nine Yards (2017)
- Pinocchio Husband (2017)
- Roma (2016)
- Dark Memories (2015)
- Kata dalam Kotak Kaca (2015)
- The Wedding Plan (2015)
- Two Lost Souls (2015)
- Weh (2014)
- Deep Down Inside (2014)
- Carrying Your Heart (2014)
- Love Lock (2014)
- Beautiful Sorrow (2014)

AUTHOR OF NOVELLA:
- Violet's Heart (E-Book) (2016)

CONTRIBUTOR OF ANTHOLOGIES AND NOVELS:
- My Beautiful World
- Heartsick (Novel)
- Senja yang Mendadak Bisu
- Januari: Titik Balik (Novel)
- Gadis 360 Hari yang Lalu
- Curhatku untuk Semesta
- Curhat LDR
- True Love Stories

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
6 (8%)
4 stars
19 (26%)
3 stars
36 (49%)
2 stars
9 (12%)
1 star
3 (4%)
Displaying 1 - 24 of 24 reviews
Profile Image for Kiki Zakiah.
5 reviews1 follower
June 2, 2014
Ini buku ketiga Dari Penulis Pia Devina yang saya baca. Di buku ini saya semakin yakin, bahwa penulis memiliki karakter yang khas dalam menulis alur cerita. Karakternya itu juga menjadi kekuatan dalam tulisannya, menurut saya. Karena, menulis alur maju mundur itu tidak mudah. Butuh konsistensi dan logika yang baik untuk menjalin cerita menjadi menarik. Dan, Pia Devina berhasil mewujudkannya. Untuk karakter dan jalinan alur, saya rela memberikan poin masing-masing satu bintang. Sisanya? Temukan dalam indahnya latar buku ini. Kita akan mengelilingi kota Colonge yang elegan, bersama Rhinea yang periang dan penuh rasa ingin tahu. Buku yang mengisahkan sebuah rahasia besar, dengan bahasa yang mengalir ini membuat saya menyelesaikannya dalam sekali duduk.

Di luar semua aspek yang saya tuliskan di atas, ada satu hal yang membuat saya berhenti pada bintang ketiga. Tulisan Penulis yang "terang" di buku ini, membuat ceritanya terasa kurang "gereget". Meski dengan kata lain saya dapat mengetahui ending cerita saat awal membaca, nyatanya buku ini mampu memaksa saya menikmati setiap tahap dan alurnya.

Let's say that overall, it is a recommended book to read.
Happy Reading :)
Profile Image for Asmira Fhea.
Author 7 books31 followers
May 29, 2014
Waktu pertama kali liat cover belakangnya, saya menebak-nebak, nih buku mirip bukunya siapaaaa... -dan begitu sampai ke rumah, baru terjawab; mirip Manusia Setengah Salmon-nya Raditya Dika. Sama banget? Nggak sih, cuma ada kemiripan di warna birunya. *eh oke, ini random. skip then---- ;))

Banyak yg saya suka di novel ini; karakter Mario dan Rhinea yg hidup, konfliknya, twist di tiap adegannya, dan yang paling penting tentang... deskripsi setting di Cologne-Jerman. Detailnya itu rapi bangeeet. Teh Pia emang keren deh dalam mengemas ceritanya.
Lalu, nilai tambahan di sini adalah alurnya yang mengalir dan menghanyutkan pembaca; meskipun di awal-awal saya mulai menerka dengan cerita romansa yg mengaitkan kisah masa lalu orang tua dua tokoh tersebut. Apa jangan-jangan nantinya mirip sama cerita di drama Princess Hours, atau punya variasi lain?
Dan ternyataaa... jawabannya memuaskan; beda dan apik.
I love this story, dan suka cerita-cerita yg ditulis Teh Pia, as always. hehehhee
Selalu semangat berkarya, Teh!!

-AF;)
1 review
May 24, 2014
Ini buku novel Indonesia pertama yang saya baca sampai selesai (hadiah dari seorang teman).
Saya sangat suka dengan tema masa lalu-masa kini dan dihubungkan dengan sebuah benang merah yang sangat haru. Walau saya mengharap ending yang berbeda dari cerita ini ;)
Semua situasi dan tempat digambarkan dengan detil, apalagi ditambah ilustrasi di dalam buku ini membuat saya hanyut dalam perjalanan Rhinea dan Mario di Cologne, Jerman.
Dan yang terpenting isi dari novel ini sangat inspiratif. 4 bintang dari saya.
Saya tunggu karya berikutnya dengan cerita yang lebih dalam.
Terima kasih,

Julius.
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
June 19, 2014
"Ketika cinta datang menyapa,namun terhalang masa lalu..."

Ini pertama kalinya aku membaca karya Pia, sejak pertama kali melihat sinopsis dan covernya yang begitu "menggoda", aku langsung memasukkan novel ini dalam salah satu bacaan "wishlist to read"...

Novel ini masih berbicara tentang cinta, tentang cinta yang perlahan tumbuh diantara dua anak manusia, yang ternyata saling terkait karena sebuah "masa lalu". Dengan menggunakan alur maju mundur/flashback penulis mencoba merangkai kisah ini.

Mengambil setting di Kota Cologne, sebuah kota di Jerman, aku sebagai pembaca seakan diajak bernostalgia bersama Rhinea dan Mario. Membaca "Love Lock" ini aku dimanjakan dengan petualangan Rhinea dan Mario menelusuri Jerman, terutama "Cologne". Dan jujur, ini pertama kalinya aku mendengar bahwa ada kota yang bernama "Cologne", malah yang terlintas saat mendengar kata "Cologne" itu identik dengan parfum ^^

Ini tentang kisah Rhinea dan Mario, dua orang yang sedang melakukan perjalanan ke Jerman dengan "misi" yang berbeda. Rhinea yang seperti "pulang ke rumah", karena masa kecilnya banyak dihabiskan di Cologne, Jerman sedangkan Mario ingin mengunjungi semua tempat yang diceritakan dalam buku harian Erika, mama tirinya..Dan buku harian Erika itulah yang menjadi pengantar akan sebuah "rahasia" masa lalu yang ternyata mengikat orang-orang terdekatnya.

Aku suka dengan kisah ini, namun buatku pribadi sejak awal membaca novel ini aku sudah bisa menebak mau dibawa kemana cerita ini, walau sampai akhir aku masih berharap bahwa aku "salah" atau minimal ada twist yang berbeda dari yang kubayangkan. Yang jelas, seperti cover dan sinopsisnya, akan ada setting di Jembatan Hohenzolern, yang dipenuhi dengan "gembok cinta". Akankah mitos bahwa bagi pasangan yang menulis nama mereka di gembok cinta akan bersatu selamanya, atau masa lalu yang datang menyergap malah melunturkan rasa yang ada??

Namun, untuk sebuah novel romance, kisah Rhinea dan Mario ini kurang dramatis (kembali ke selera sey), aku tidak terlalu merasakan chemistry yang terbangun diantara keduanya. Apalagi saat membaca bab-bab akhir menuju ending, saat pertemuan keduanya "lagi", terlalu biasa dan "kurang hot" menurutku...Dan buatku novel Pia ini malah lebih cocok masuk ke seri "Semua Tempat Punya Cerita" Gagas, karena setting yang dibangun benar-benar memanjakan kita sebagai pembaca, aku seakan diajak menemani perjalanan Rhinea dan Mario di Cologne, dan ikut merasakan setiap detik kenangan diantara keduanya ^^

Overall, "Love Lock" cukup memuaskanku sebagai pembaca dan sebuah perkenalan yang manis untukku. Jadi, tidak sabar untuk membaca karya Pia yang lain. Terus berkarya yaaaaaa!!!

Profile Image for April Silalahi.
227 reviews213 followers
June 14, 2014
Aku termasuk orang yang tidak suka baca karya debut seorang penulis. Apalagi penulis tersebut belum aku tau karya lainnya. Terlepas aku kenal Mbak Pia lewat grup pembaca metropop, aku tertarik ngebaca novel ini karena berawal dari sinopsis yang di berikan Gagas.
Cukup shock karena ternyata alur cerita yang disuguhkan adalah maju-mundur. Tapi aku bisa menikmati bagaimana alur cerita ini secara utuh. Fyi, aku pun termasuk pembaca yang malas sekali membaca karya seorang penulis dengan alur maju-Mundur. Bahkan Winna Efendi di karya Melbourne nya.
Terlepas aku tanpa sengaja mengetahui bagaimana Mbak Pia dapat menggambarkan setting Cologne-Jerman, aku salut sekali dengan penggambarannya. Rapi, jelas. Ngebayangin kayak nya karya ini cocok untuk STPC nya Gagas :D Bahkan aku pun dapat ilmu baru apa sebenarnya arti nama Cologne itu sendiri (emang beneran berkaitan dengan parfum?)
Bayak dialog yang cukup sederhana yang Mbak Pia gambarkan. Ngebuat pembaca mudah ikut menghabisi buku ini sampai selesai. Tapi, aku kurang sreg mengenai editan disana sini yang kurang rapi dan mengganggu. Seperti penggunaan kata "Muacccchhh" di telepon (terlepas sedikitnya bacaan dan jenis yang saya sering baca dibanding kalian :p ). Menurut ku untuk penggambaran kedekatan Rhinea dengan orangtua nya sangat dekat tidak usah digambarkan dengan penciuman seperti itu.

Penggambaran setting tempat Jerman "Pepohonan dengan ranting kurus berwarna coklat, bukit-bukit dengan rumput kering, juga berbagai bentuk lain yang Rhinea lihat, namun tidak Ia perhatikan."
terdapat penggambaran setting tempat berulang di Jakarta "Beberapa jenis tambahan hijau ditanam di bagian pinggiran halaman, lengkap dengan pohon-pohon berdahan kurusnya yang bertengger segar di beberapa spot halaman itu"
Jadi pepohan di jakarta dan di Jerman itu sama? Pohon dengan berdahan kurus? bukit-bukit dengan rumput kering? di Jerman sedang musim gugur? bertengger segar di halaman itu? Pepohonan bisa dikategorikan burungkah? (Ilmu ku memang belum banyak, tapi cukup mengganggu penggambaran tersebut)

Maaf beribu maaf, walau awal cerita aku menebak kisah ini tentang teman yang saling cinta (memang ada sih, tapi bukan tokoh utama, melainkan orangtuanya), ternyata aku pun harus setuju bagaimana alur cerita itu selanjutnya berjalan.
Bagaimana Mario mengikuti cerita yang tertulis di buku harian ibu nya, bagaimana akhirnya mario dan Rhinea dapat bersatu. Kisah romance yang digambarkan juga kurang greget. Padahal sangat bisa digambarkan lebih tragis saat terkuaknya kisah masa lalu orangtua mereka. hehehehe...
Untuk tipe orang yang tidak pernah suka baca debutan penulis yang belum aku tau karya nya, aku beri 3 bintang dari 5. Pada akhirnya aku tau info klo mbak Pia emang suka nulis alur maju-mundur :p
Selamat membaca! :)
Profile Image for Delisa sahim.
274 reviews13 followers
June 10, 2014
Ahhh... Saya selalu suka karekter nama Mario.
Gak tahu kenapa suka sama nama itu. *bingung*

Ini agak menyimpang sih mau curcolnya.
Hahahaha
*Kayak diri lo sendiri kagak menyimpang del*
*plak*


Ini hasil Voucher JBF yang saya palak dari teman-teman saya yang memenangkan lomba.
Hahahaa.

Bacanya saat saya berada di anyer, lagi liburan yang dipaksakan oleh om saya.
Lumayan sih, hanya saja feel saat membaca itu kurang dapat.

Ceritanya sih bagus. Tapi sayang bukunya tipis bagi saya.
Hiihihi.

Bercerita tentang Rhinea, Mario dan masa lalu kedua orang tua Rhinea dan Mama Tiri Mario. Ada benang merah yang sangat merah di cerita ini ;p

Maksudnya kalau nggak ada benang merah kagak jadi dong cerita.
Hahahaha
*Gampar delisa*

Saya tak perlu bercerita tentang kisa mereka biarkan kalian yang membacanya. Makanya beli atau gak pinjam.
Hehehe.

Yang saya pertanyakan di sini.
Sebegitukah cinta itu berlalu? Saya benci dengan Papa Rhinea Apakah alasan bercerai itu sebegitu mudah? Cinta memang tidak bisa dipaksakan tetapi cinta juga bisa datang karena terbiasa. Hidup dengan dua cinta memang bigitu sulit hanya saja. Liatlah cinta yang ada di depan mata bukan cinta masa lalu. Apa artinya pernikahan kalau tidak saling berkomitmen. Kalau kata saya, memang perceraian di cerita ini perlu hanya saja saya kok melihat gampang banget cerai gara-gara sebuah kebohongan. Kalau pun kebohongan itu terungkap bukankah berarti Papa Rhinea menampik pernikahan mereka. Berarti menampik juga arti Rhenia di dalam hidupnya.

Okey, cukup sekian komentar saya atau pertanyaan ngelantur saya.
Hahahaha.

Terima kasih :)
Profile Image for Sayfullan.
Author 10 books39 followers
June 24, 2014
Teh pia selamat yaaaaa buat debut gagas-nya.

Oke, saya akan coba memberi kesan setelah membaca novel love lock dari teh Pia ini.

Tema

Dari temanya saya suka. Tentang romantisme keluarga, juga travel-love di eropa, Cologne yang sangat detil digambarkan oleh penulis.

Alur

Inilah part dari unsur novel yang menjadi kelebihan Love Lock. Alur maju-mundur. Alur yang dibilang tidak mudah, namun dapat smoothly dieksekusi oleh teh Pia.

Setting

Jujur, saya bukan tipe pembaca yang suka setting latar yang terlalu detil. Satu, karena nggak sabar pengin tahu konfliknya, dua, karena terlalu detil dan banyak diskripsi tempat membuat saya seperti membaca artikel suatu tempat di web wiki atau lainnya. So, cerita yang dikemas akan terasa lambat. Tapi, di Love Lock ini, walaupun settingnya terbilang detil, penulis dengan apik menyuguhkannya tanpa terasa seperti wikipedia dalam novel.

Konflik

Nah, kayaknya ini yang membuat saya sedikit kecewa. Jujur, saya lebih berdebar dan bertanya-tanya dengan kisah masa lalu Erika, Sania, dan Rian ketimabang tokoh utamanya si Rhinea dan Mario. Aneh? Menurut saya tidak, karena memang porsi kedekatan, proses feel of interaction dari dua tokoh utama kurang. Jadi, fokus saya malah lebih ke 'drama' masa lalu orang tua mereka.

Dan yang terakhir, saya begitu menikmati cara bercerita teh Pia yang halus, tenang, dan lembut (kek iklan softener aja hehee)

Tiga bintang untuk Pia! Ditunggu karya berikutnya yah....


salam hangat,
sayfullan
Profile Image for Qiserra.
42 reviews1 follower
June 23, 2014
Huaaa piaa , akhirnya bisa bc buku pia yang love lock n yg satu lagi itu carriying love in your hearts. langsung aja yah , soalnya mumpung udah ingat ma cerita yg love lock . maklum cerita yg di otak yg nggak mau pergi si carrying in your heart yg nggak kalah seru.

Buku pia yang kali ini menurutku membawaku ke jerman , wih eropa .
pertama kali tahu judul bukunya love lock , aku kira menceritakan awal , mula gembok cinta kedua insan manusia yaitu rhiena n mario tapi aku salah besar .

Kenyataannya yang terjadi ada rahasia di balik cerita gembok cinta itu , bahwa ada lika -liku di balik perjalanan ke jerman tentang masa lalu orang tuanya. tulisan pia yg love lock di kemas banyak kejutan di setiap kisahnya ( aduh kok memory maunya review carriying your heart) .Apa lagi ada yang sedikit beda di buku ini yaitu, ada gambarnya gitu terkesan simple tapi keren.Di tambah lagi potongan lirik dari lagu n tanpa sadar beberapa lagu yang aku tahu .aku nyanyi sambil bc love lock. intinya sukaaa ma cara tulisan pia , apa lagi selalu bikin pengen baca buku pia mpek akhir n biilang " loh kok "




Profile Image for Hidya Nuralfi Mentari.
149 reviews15 followers
June 10, 2014
Kak Pia, sukaaa♥♥♥

Ini pertama kalinya aku baca novel Kak Pia setelah hampir setahun kenal lewat grup metropop (padahal udah ada beberapa novelnya yang terbit sebelum ini xP). Dan aku suka Love Lock ini :)

Terutama cara pendeskripsian tempat-tempat di novel ini. Nggak ngerasa didikte. Aku malah sangsi, jangan-jangan Kak Pia pernah ke Cologne? *nahloh* karena pendeskripsiannya nyata banget. Seolah penulis memang pernah datang ke sana. Sampe hal-hal kecilnya pun terasa nyata. Dan rasa-rasanya, membaca novel ini seperti membaca salah satu novel dalam proyek STPC-nya gagas. Apalagi ditambah ilustrasi-ilustrasi cantiknya itu.

Pokoknya, good job, Kak Pia^^ Jerman-nya terasa, meskipun ada beberapa hal yang dirasa kurang ngena, tapi overall suka banget :)

Lancar buat proyek-proyek yang sedang dan akan dilaksanakan, Kak. Doain aku semoga bisa nyusul Kak Pia jadi seorang [certified] writer xP *aamiiiiiin* hehehehe.
Profile Image for Mellisa Assa.
144 reviews9 followers
June 20, 2014
Kisah manis yang dibawa Pia yang berawal dari sebuah kota di Jerman, Cologne. Masih dengan gaya menulisnya yang khas dengan alur maju mundur tapi tetap rapih. Dari awal aku sudah dibuat jatuh hati dengan tokoh Rhinea dan Mario. Ada sesuatu pada masing-masing tokoh yang membuatku jadi ingin terus bersama mereka. Deskripsi tempatnya dapat banget, meskipun romance antara Rhinea dan Mario kurang menggigit. Romance yang kuat justru datang dari masa lalu Bima dan Erika. Saat membaca blurb dan masuk ke bagian prolog, aku sudah bisa menebak konflik dari cerita ini. Tapi Pia tetap menyimpan bagian yang membuatku penasaran juga. And you make me crying Pia di catatan terakhir Erika untuk Mario.
Hmmm memang lebih pas kalo novel ini masuk di salah satu deretan STPC. Jujur saja aku lebih suka novelnya Pia yang ini dibanding novel yang sebelumnya kubaca.
Intinya aku suka karakter tokohnya, aku suka deskripsi tempatnya dan aku suka lirik-lirik lagu yang Pia sisipkan di setiap chapter.
Profile Image for Dini Novita  Sari.
Author 2 books37 followers
June 13, 2014
Hm, saya kasih tiga setengah bintang untuk novel ini. Suka kerapian alurnya, juga cara memupuk emosi secara sabar dan sederhana, meski bagi saya emosi antara Rhinea dan Mario bisa lebih digregetin lagi saat mereka sedang bersama di Cologne. Lalu, deskripsi tempatnya banyak dan detail, bisa jadi kekuatan sekaligus kelemahan. Saya coba menilai proporsi deskripsi tempat dan dramanya-> 60:40; atau katakanlah 55:45. Maksudnya, bagi saya deskripsi tempatnya lebih banyak mendominasi daripada dramanya sendiri. Tetapi untungnya deskripsi tempat itu dibalut dalam diksi yang apik dan tidak membosankan, dan tidak menunggu waktu lama untuk segera disambungkan dengan dramanya. Resensi lengkap:

http://dinoybooksreview.wordpress.com...
Profile Image for Dedul Faithful.
Author 7 books23 followers
September 3, 2014
Erika, Bima, Sania, Mario, dan Rheina semuanya terpaut dalam satu benang kehidupan yang tidak disangka-sangka. Amanah yang paling menonjok dalam novel ini menurut saya tentang bagaimana sebisa mungkin kita harus menghargai masa lalu dan harus menatap masa depan dengan cemerlang. Pas adegan Rheina melihat buku Erika dari tangan Mario, sungguh coba saja Rheina menghabiskan isi buku itu dalam sekali dudukan pastilah tidak ada konflik yang panjang yang membuat buku ini tebal. Nilai plus lain dari buku ini ya mungkin saja penjabaran latarnya yang detail sekaligus unik mengambil setting kota terbesar keempat se-Jerman. Subuah buku yang bagus. Semoga melahirkan lagi karya-karya macam beginian. Bagaimana kalau mengambil setting dalam negeri Mbak Pia? Hehehe ....
Profile Image for Ifa Inziati.
Author 3 books60 followers
Read
December 26, 2022
Beli ini karena ada ilustrasi dari Teh Ria Rizki (saya pernah lihat langsung yang versi berwarnanya, keren banget! Terutama yang love padlock dan kafe di bandara). Dan karena saya bucin cerita berlatar Jerman (nggak tahu kenapa, padahal nggak mau ke sana juga), jadi gas aja. Ditambah kovernya yang bikin betah mandangin lama-lama karena, can we appreciate the perfect crop and color palette? Suka banget kover simpel yang well-crafted kayak gini, alih-alih mengandalkan satu elemen aja. Ini tuh kayak semuanya nyatu, jadi satisfying lihatnya.

Sekarang tentang isinya. Dari tengah ke akhir, ceritanya mulai picking up pace. Saya juga jadi lebih ngerti sama perasaan Mario. Mungkin karena di awal banyak adegan yang diawali sama petunjuk waktu, kayak 'pukul sepuluh' atau 'lima belas menit kemudian' yang menurut saya kurang cocok sama naratif fiksi yang luwes, jadi kesannya bukan cerita tapi laporan berita. Setelah men-skip keterangan waktu itu, bacanya jadi lebih mengalir, emosinya juga lebih terasa, apalagi pas Sania ikut terlibat.

Walau tadi saya bilang saya suka baca cerita yang berlatar Jerman, bukan jalan-jalannya yang sesungguhnya saya cari. Vibes-nya aja. Kayaknya saya juga belum pernah baca yang ambil kota Cologne/Köln, jadi nambah pengetahuan sedikit-sedikit. Yang paling saya suka toko parfumnya. Jadi ber-oooh aja pas tahu kenapa ada parfum yang 'namanya' cologne (di kita diterjemahin jadi kolonye). Menarik juga pas tahu beberapa tempat di sana memang udah ada lebih dari dua puluhan tahun lalu. Jadi inget ada orang US yang gegar budaya pas ke Eropa dan bilang everything is so old. Ternyata mereka juga kaget wkwk.

Setelah agak bingung di awal, saya bisa mengikuti cerita Rheina dan Mario sampai selesai, yang ditutup rapi. Erika benar-benar lapang dada banget di sini. Memang, kesalahan orang tua memang seharusnya nggak dilimpahkan ke anak, dan anak nggak perlu merasa bertanggung jawab. Rheina dan Mario berhak mendapat kebahagiaannya sendiri tanpa bayang-bayang masa lalu orang tua mereka.
Profile Image for Meta Morfillah.
679 reviews23 followers
September 9, 2015
Judul: Love lock
Penulis: Pia devina
Penerbit: GagasMedia
Dimensi: vi + 298 hlm, 13 x 19 cm, cetakan pertama 2014
ISBN: 978 979 780 714 6

Rhine belum bisa melupakan kejadian pahit yang membuat papa mamanya bercerai 7 tahun lalu. Ia membenci seorang perempuan dari masa lalu ayahnya. Ditambah lagi pertunangannya dengan Willy pun kandas karena kehadiran perempuan dari masa lalu willy. Sungguh masa lalu menyergap langkahnya untuk menata masa depan yang seharusnya begitu cerah tergenggam. Demi menenangkan dirinya, ia pun memutuskan resign dan mengajak papanya berlibur kembali ke jerman untuk menemui mamanya. Sayang, takdir berkata lain. Papanya berhalangan, momen yang ia harapkan untuk melihat lagi keluarganya utuh pun kembali kandas.

Sebagai gantinya, agar liburan rhiena tetap berjalan, papanya yang begitu menyayanginya menitipkan ia kepada mario. Lelaki muda yang berprestasi dan merupakan kepercayaan papanya tersebut pun tak bisa menolak saat dititipi rhiena. Perjalanan Mario ke Jerman pun bukan sekadar perjalanan bisnis, melainkan menyusuri jejak masa lalu perempuan yang dicintainya: mama erika.

Perjalanan yang awalnya canggung, perlahan mencair bahkan mencapai puncak kedekatan antara rhiena dan mario. Mereka berdua tanpa sadar saling mengisi dan muncullah tunas perasaan baru. Namun, masa lalu kedua orangtua mereka yang berkelindan menyeruak hadir dan memupuskan segala cita cinta itu.

Dari awal saya tertarik membaca buku ini adalah karena covernya yang menunjukkan foto gembok di besi jembatan. Saya tidak tahu namanya, tapi saya amat terkesan akan tempat ini karena film "Now you see me". Sebelum membaca buku ini, saya kira lokasi jembatan yang dikenal dengan mitos padlocknya itu adalah di Prancis. Ternyata ia terletak di Jerman, tepatnya di kota Cologne, Jembatan Hohenzollern yang dilewati sungai rhine. Tempat yang sempat saya catat dalam hati, setelah menonton film, bahwa saya ingin mengunjunginya dan melihat berapa banyak gembok yang terpasang di sana, dan kunci yang dibuang ke sungai rhine hingga mungkin mendangkalkannya. Ya, itu semua karena mitos yang mengatakan bahwa pasangan yang memasang gembok terkunci dengan tulisan nama mereka di pagar jembatan, lalu kuncinya dibuang ke sungai rhine dikabarkan akan menjadi pasangan yang abadi.

Menurut saya itulah titik kuat novel ini. Sebab dari alur cerita mudah tertebak, meski penulis berusaha memainkan alur mundur maju dan dari semua sisi dengan PoV orang ketiga. Gaya bahasanya pun biasa saja--meski setiap di awal bab selalu dicantumkam lirik lagu berbahasa inggris yang menurut penulis connect ke bab itu--sehingga membuat saya kadang agak bosan dan melewati narasi yang terlalu deskriptif.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

"Mungkin, banyak dari cerita cinta yang berakhir perih karena dibayang-bayangi oleh kisah dari masa lalu." (Hlm. 59)

"Dua orang bisa bersama karena kedua hati mereka saling memilih untuk bersama, bukan?" (Hlm. 142)


Meta morfillah
Profile Image for Ghyna Amanda Putri.
Author 24 books62 followers
August 12, 2014
Sebenernya udah lama selesai juga baca buku ini, tapi begitulah saya mager #heh...

Buku kedua Mbak Pia yang saya baca, overall saya suka sama ide ceritanya, tapi mungkin karena saya bukan tipe yang suka sama tulisan fiksi dengan penunjuk waktu dan tempat yang ditulis di sub bab jadinya itu agak ngeganggu. Tapi begitu saya buka buku Love Lock dan nemu yang kayak gitu, langsung mikir, 'Wah ini ciri khas Mbak Pia banget' karena di beberapa bukunya ada yang seperti itu juga. Bagian lain yang bikin saya jenuh mungkin deskripsi setting-nya yang terlalu detail ya, yang sebenernya sih udah bisa dibayangin tapi karena kedetailannya saya malah ngerasa dijejelin pelajaran yang berlebihan dan akhirnya baca selewat-selewat aja kalau udah mulai ngomongin deskripsi setting. Tapi saya suka banyak bagian juga, terutama menjelang ending pas semua misteri udah terkuak #eah... Walau sebenernya saya lebih suka momen flashback kehidupan Bima-Sania-Erika karena dari prolog kayaknya seru aja. Tbh, ternyata yang lebih banyak diceritain justru cerita Mario sama Rhinea yang berkeliling Cologne.

Oh ya, walau ini judulnya Love Lock, tapi part Love Lock-nya sendiri cuma sedikit. Sebenernya dari awal saya nunggu kapan mereka bikin love lock-nya haha.
Profile Image for Nana.
405 reviews27 followers
Read
September 13, 2014
DNF alias Did Not Finish...
Ya ampun jarang-jarang gue DNF!! Terakhir Delirium.. kakakakkkk... Ho'oh, buku yang orang-orang pada suka itu.. Trus Water for Elephant.. Ho'oh lagi, yang ada filmnya ituu.. Tapi keduanya sih karena gue beli buku import yang tulisannya kecil-keciiiiilll banget trus gue banyak ga nangkep artinya apaan *yah sebatas itulah kemampuan bahasa Inggris gue*

Tapi buku ini....

Apa yang ngebuat gue gak bisa menyelesaikan buku ini? Bukan karena penulisannya nyebelin atau kesalahan tulis bertebaran di mana-mana. Nggak koook.. Mungkin karena mood lagi gak cocok ya, soalnya gue ngerasa alurnya lambat banget, misteri masa lalunya nggak membuat gue tertarik sama sekali, dan dua tokoh utamanya nggak ada yang membuat gue terikat sama sekali.

It's not a bad book, it's just so-so, and I'm not in a mood for a so-so book.

Berhubung buku ini hasil minjem temen selama sebulan, dan minggu depan bakal gue balikin, kita lihat, apa dalam seminggu ini gue ada mood nerusin atau gak.
Profile Image for Lala.
128 reviews46 followers
July 6, 2014
Suka banget sama kebersamaan Rhinea & Mario, jadi chemistry mereka kerasa banget. Soalnya novel-novel sekarang banyak yang tokoh cewek & cowoknya yang tiba-tiba jadian aja gitu, proses pendekatannya nggak begitu jelas, jadi kan chemistry nya nggak dapet, feel romantisnya nggak dapet. Kelebihannya sih itu. Oh ya dan gaya penulisannya cukup rapi.

Kekurangannya aku merasa novel ini terlalu banyak menceritakan sejarah dari suatu tempat wisata yang didatangi Rhinea & Mario. Semacam kayak tahun berapa direnovasi, atau tahun berapa dibukanya, kayaknya sih nggak terlalu perlu. Karena takutnya nanti jatohnya jadi mirip sama buku panduan untuk jalan-jalan ke tempat itu ._. Ya itu aja sih agak menganggu sama penjelasannya Rhinea yang detail banget menceritakan sejarah suatu tempat. Agak heran aja ada orang yang hafal begitu sedangkan pas ada disana dia heboh banget kayak orang yang baru pertama kali kesana hehe. But overall, bagus kok ceritanya, dan bikin nyesek huhu T_T
Profile Image for Novella Putriasafa.
5 reviews2 followers
September 21, 2014
Satu pertanyaan setelah membaca buku ini adalah "kok tokohnya pada egois ya?" Orangtuanya Rhinea kelakuannya kekanak-kanakan bangetlah, masa cuma gara-gara orang di masa lalu yang belum tentu bisa didapetin tega ngerusak keutuhan rumah tangganya? Belum lagi Rhinea-Mario yang sok-sok benci padahal saling cinta, gengsi gitu gara-gara dosa orangtua mereka di masa lalu. Haaaah, benar-benar rumit.
But overall, this book is so amazing, kak Pia dengan runtut mendeskripsikan tempat-tempat di Colognenya, tanpa harus merasa seperti lagi membaca brosur tempat wisata, hihihi, kalimat-kalimatnya ringan dan enak dibaca, juga kutipan-kutipan lagunya, aku suka. ^^ Ada hikmah juga yang bisa kita petik di novel ini, old but gold : jangan pernah berbohong, siapa tahu kebohongan itu berakibat fatal dan akan merusak masa depan, iya kan? :D
Oke deh kak Pia, bintang 3 untuk cover, cerita, latar+lagu-lagunya. ^^
Profile Image for elisa.
Author 4 books5 followers
June 8, 2016
Yehey! Kelar satu buku lagi untuk reading challenge minggu kedua.

Buku karya Teh Pia Devina ini jadi pilihan, Love Lock.

Love Lock bercerita tentang Rhinea dan Mario, dua insan yang saling jatuh cinta, namun terbelenggu kisah masa lalu (dari orang tua mereka).

Cerita yang mengusung kota Cologne menjadi setting tempat ini cukup menarik. Detail Cologne ditampilkan Teh Pia dengan baik.

Sayangnya, cerita yang digulirkan tak mampu membuatku jatuh cinta pada Mario ataupun Rhinea. Kebersamaan mereka yang singkat, kurang dari satu minggu di Cologne kurang terasa chemistri-nya. Padahal, kebersamaannya diceritakan lebih dari separuh buku.

Lalu, rasa marah keduanya saat tahu mereka saling terbelit benang merah kusut, rasa-rasanya juga nanggung. Apa lagi ketika konflik selesai dengan begitu mudah. Chemistri di endingnya terasa hambar.

Beruntung, Teh Pia memberikan epilog yang ciamik. Saya justru mencintai cinta Erika pada Mario yang sungguh-sungguh tulus dan menyentuh.
Profile Image for Cindy Pricilla.
Author 4 books13 followers
April 8, 2015
Jujur, ini baru pertama kali baca karya Teh Pia. *punten Teh* hehe

Dan sepertinya aku kurang bisa relate sama tokoh-tokohnya, Rhinea (ah, namanya susah) dan Mario. Mungkin gara-gara kebanyakan gambaram setting yang malah jadi sisi melankolis dan chemistry nya kurang digali.
Terus banyaknya typo, kata yang diulang-ulang, dan kalimat yang kurang efektif jadi bacanya agak berbelit-belit hehe.
Tapi secara keseluruhan aku suka baca ceritanya, yah meski udah ketebak di awal :')
Cara Teh Pia menulis ceritanya begitu lembut dan puitis, suka sama permainan diksinya.
Oh iya, ajarin aku nulis setting luar negeri dong Teh, jago banget sih, kaya udah pernah tinggal di sana aja. ;;)

3 stars.

Goodluck buat Teh Pia, si penulis produktif!
Dan semoga dedek bayinya sehat selalu, lancar pas lahiran nanti :)
Profile Image for Agustine W..
Author 1 book5 followers
February 12, 2015
3,5 deng. ceritanya walau (yg kurasa) yg jd fokus justru orangtua tokoh utama, tetep bikin sakit ati! gitu ya cinta -.- #rumit #sadis. detail cologne banyak amiirrr... bingung. tp yg menarik tuh museum coklat, bikin mupeng :). tetep... alurnya pake timeline & maju-mundur, acak... ummm... bukan masalah walau sdkt mrs kayak 'dilempar' ke sana-sini. jujur, cerita di sini lebih runut, rapi, & perlahan disampaikan ketimbang DDI yg tak jauh2 hari sudah baca. tp to be honest, tidak ada tokoh lelaki yg bikin gemeter di sini. mario gitu2 aja. melankolis. apalagi bima, uurrgghhh... bikin sakit -.- artinya, novel ini sukses mengoyak emosiku :'D
Profile Image for Putri Kurnia Nurmala.
71 reviews3 followers
July 25, 2014
Yang patut diacungi jempol dari novel ini adalah kepintaran penulis mencari detail latar Cologne dan sejarah-sejarah di baliknya serta info tempat-tempat yang jadi latar dalam buku ini. Tapi, saking detailnya, aku jadi kurang menikmati cerita yang disuguhkan karena dalam novel ini, cerita cenderung terpaku pada latar. Latar satu, cerita satu, latar dua, cerita dua, dst. Walaupun antar cerita memang berkesinambungan, menurutku, "core"-nya bukan ke alur, melainkan ke "bagaimana cerita yang sesuai dengan latar". Konfliknya kompleks, makin ke belakang, aku malah merasa ada pergeseran peran tokoh utama yang tidak sepenuhnya jadi tokoh utama lagi. Syukurlah ending-nya menyimpulkan semuanya.
Profile Image for Gistii Adistie.
19 reviews2 followers
February 4, 2015
Love Lock.

Buku ini seru. Ceritanya menarik!
Meski udah ketebak endingnya gimana, tapi perjalanan membaca tiap halaman ga ngebosenin.
Aku suka penggambarannya tentang Jerman. Berasa sungai Rhine ada didepan mata.
Percakapan dalam bahasa Jermannya juga asik.
Jadi saya rasa 4 bintang sudah cukup :)

I recommend this book!
Displaying 1 - 24 of 24 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.