Jump to ratings and reviews
Rate this book

Transportasi Pro Rakyat

Rate this book
Sinopsis: “Buku ini ditulis oleh seorang fi eld marshall, seorang jenderal tangguh yang mempelajari seni perang dari pengalaman bertempur di lapangan. Buku ini merupakan perspektif seorang ahli yang tangannya kotor dalam lumpur pengalaman.”

-- Jusman Syafi i Djamal Menteri Perhubungan Kabinet Indonesia Bersatu Pertama 2007 – 2009

“Buku ini juga berisi informasi yang kaya dengan bahan tentang kasus bisnis yang bisa digunakan untuk pembelajaran di sekolah bisnis dan program pengembangan eksekutif pengelola perusahaan dan pemerintahan.”

-- Prof. Djamaludin Ancok, Ph.D. Dosen MM,UGM, Yogyakarta; Jonkoping International Business School, Swedia; School of Banking and Finance, University of Innsbruck, Austria; Direktur Program S3, Universitas Gunadarma, Jakarta

“Publik harus membaca buku yang lengkap dan ringan ini supaya bisa mempunyai pengetahuan yang cukup untuk dapat berpartisipasi dalam memajukan kualitas pelayanan publik di tanah air, khususnya kereta api dan bandar udara.”

-- Agus Pambagio Pengamat Kebijakan Publik “Yang ditulis ini adalah referensi yang baik dan bagus yang dihasilkan dari sebuah ritual kepemimpinan.”

-- Dr. Hinca Pandjaitan XIII, S.H., M.H., ACCS

382 pages, Paperback

First published January 1, 2013

3 people are currently reading
12 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
4 (33%)
4 stars
4 (33%)
3 stars
3 (25%)
2 stars
1 (8%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for Aravena.
677 reviews36 followers
August 28, 2017


Kumpulan analisis, opini, dan kisah pengalaman Bapak Edie Haryoto (mantan Dirut PT KAI dan Angkasa Pura II) tentang perkeretaapian dan kebandarudaraan di Indonesia. Secara garis besar, ada tiga poin utama yang disampaikan beliau:

(1) Soal bagaimana kereta (seharusnya) menjadi tulang punggung transportasi kota besar dan bagaimana sistemnya di Indonesia dapat dibenahi;
(2) Soal kondisi bandar udara di berbagai kota di Indonesia serta optimalisasi maskapai & jalur penerbangan nasional agar tidak kalah dengan yang asing; dan
(3) Dilema pengelola transportasi publik antara badan usaha dan layanan publik, yang berujung tumpang tindih dalam hal pembiayaan dan kepentingan.

Terdapat juga bahasan mikro mengenai masalah saat periode mudik, kemacetan Jakarta yang makin naudzubillah min dzalik, penanganan darurat di bandara Aceh saat tsunami, 2004, dll. Pak Edie sendiri menyebut buku ini lebih sebagai "renungan pengalaman" alih-alih "tulisan ilmiah", dan saya memang lebih suka gaya yang seperti itu. Tulisannya mengalir dengan alami tapi tetap substansial, di mana semua bahasan selalu bermuara ke solusi konkrit. Di beberapa bagian editingnya kurang 'bersih' sehingga ada yang agak repetitif, tapi secara keseluruhan sangat enak dibaca.

Sebagai pengguna setia kereta ekonomi/commuter dari sejak zaman SMA, sangat menarik membaca pengalaman Pak Edie sendiri sebagai pemegang otoritas perkeretaapian. Jadi paham prosedur teknis seperti penyusunan Gapeka (time table) dan skema pendapatan penyelenggara perkeretaapian, sekaligus makin menghargai kontribusi Pak Edie dan segala elemen otoritas perkeretaapian lainnya dalam mewujudkan berbagai kemajuan signifikan di Indonesia. Bersyukurlah generasi baru yang bisa naik kereta commuter Jabodetabek dengan nyaman, tanpa 'atapers' atau suasana gerbong yang lebih mirip pasar! (*walaupun kadang saya kangen juga masa-masa itu hahaha).

Yang menarik dan membuat saya sangat salut dengan Pak Edie: beliau tidak luput memikirkan dampak segala kebijakan transport kepada rakyat kecil. Saat sistem kereta mudik diperbarui sehingga jadi lebih teratur dan tidak lagi 'pokoknya angkut semua penumpang', fokus pikiran Pak Edie pun beralih kepada pemudik yang tidak terangkut. Ke mana mereka mudik, apakah dengan motor yang sangat rawan kecelakaan? Bagaimana solusi lanjutannya agar ditemukan titik tengah antara kenyamanan perjalanan + sebanyak mungkin penumpang dapat terangkut aman?

Di bagian tentang penerbangan, berbagai bandar udara di Indonesia pun dibahas dengan gamblang. Benturan kepentingan antara pemerintah pusat, daerah, dan penyelenggara swasta acap muncul, yang memberi gambaran jelas tentang ruwetnya manajemen sistem transport di negeri (tidak) tercinta ini. Berbagai hal menarik lainnya yang disinggung adalah soal penumpang yang lebih memilih hub transit negeri asing ketimbang domestik (msl. Medan-Kuala Lumpur-Bandung alih-alih Medan-Jakarta-Bandung), asal muasal munculnya low cost carrier seperti Air Asia, dan dampak deregulasi dari Asean Open Skies.

Dua bab penerbangan yang paling menarik adalah soal penanganan darurat di Bandara Sultan Iskandar Muda saat tsunami Aceh 2004. Pemaparan Pak Edie dan observasinya agar momen itu menjadi pelajaran berharga agar Indonesia lebih siap menghadapi bencana sangat patut dicermati. Satu hal yang menjadi catatan baru buat saya: ternyata banyak sekali relawan Indonesia yang tidak terorganisir dan bukannya membantu, malah lebih banyak merepotkan. Bahkan sampai ada yang ngambek dan mengutuk "mau membantu kok teraniaya" karena diminta meninggalkan bandara agar populasi tidak terlalu padat. Lha, ini tulus mau membantu atau hanya ingin sok pahlawan !? Hendaknya diingat imbauan Pak Edie soal ini: niat membantu itu mulia, tapi haruslah terarah & memahami kapasitas diri, bukannya main asal datang dan malah jadi beban tambahan bagi pihak otoritas yang sudah sangat kelimpungan.

Satu-satunya gangguan minor bin non-teknis yang saya rasakan selama membaca buku ini: testimoni tentang penulisnya kepanjangan, sampai belasan halaman sendiri. Kalau yang seperti Agus Pambagio (yang juga menulis buku kumpulan artikel maknyus tentang transport publik) memang relevan, tapi tidak usahlah sampai anak menantu penulisnya ikut nongol juga... hahaha. Rasanya jauh lebih baik kalau porsi halamannya dialokasikan saja untuk glosari (*karena masih banyak istilah yang belum saya kenal) atau kronologi perkeretaapian yang relevan.

Intinya, buku yang sangat informatif dan patut dibaca pemerhati transportasi publik di Indonesia. Bagi yang tinggal di kota besar khususnya, penting menumbuhkembangkan budaya naik transport umum dan peka kebijakan terkait hal tersebut....
Profile Image for Emiria Letfiani.
18 reviews1 follower
January 15, 2016
buku tentang transportasi yang sangat menarik untuk dibaca karena ditulis langsung oleh ahlinya.
dalam buku ini tidak hanya menggambarkan tentang taktik dalam dunia transportasi terutama mngenai pesawat udara dan kereta api, namun buku ini juga memberikan kritil tentamg kebijakan transportasi yang dirasa masih kurang.
Displaying 1 - 3 of 3 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.