Kisah cinta Ari-Tari tiba di titik puncak. Perseteruan Ari dan Ata semakin bergejolak. Angga masih dendam pada Ari, Ata makin membenci Ari, dan Tari malah digosipkan jadian dengan Angga.
Di tengah keruwetan dan keributan, muncul seseorang yang menyebut dirinya Buscaglia. Sosok misterius ini memberikan beberapa petunjuk berguna buat Ari lewat pesan teks. Tapi Ari dan dua sahabatnya tetap nggak bisa menebak, Buscaglia ini berpihak pada siapa. Bahkan mereka pun nggak tahu, sosok ini cewek atau cowok!
Apakah kekisruhan di antara mereka bisa terselesaikan? Apakah permusuhan antara SMA Airlangga dan SMA Brawijaya bisa usai? Apakah Ari dan Ata bisa berdamai? Melebihi semua itu, apakah Ari dan Tari akhirnya bisa bersama lagi?
Mantan karyawan sebuah bank ini tidak sengaja menemukan jalan sebagai penulis. Berawal dari hobinya sebagai pecinta alam, Esti sering menyendiri untuk mencari ide dan inspirasi menulis.
Karyanya yang pertama, Fairish, sudah memasuki cetakan ke-10, dan akan disinetronkan oleh TV7.
Mungkin kesalahan terbesar mba Esti dalam menulis jingga dan senja series ini adalah terlalu lama menamatkan kisah Tari dan Ari. Saya pertama kali membaca jingga dan senja ketika saya masih duduk di bangku SMA dan membaca novel terakhirnya sekarang ketika saya sudah kerja dan berkeluarga. Membaca novelnya sekarang jadi serasa aneh buat saya. Di novel pertama dimana teknologi masih sebatas sms, sedangkan novel terakhir sudah aplikasi chatting. Memang mungkin disesuikan dengan zaman sekarang, tapi di timeline Ari dan Tari yang masih sama dengan novel pertama? Rasanya aneh. Waktu membaca novel pertama di bangku sekolah, bagi saya novel ini seru sekali, tapi membaca novelnya sekarang jadi muncul perasaan jengah, kok anak sekolah ruwetnya sama masalah percintaan aja? Mana pusing pusing karena ujiannya? Haha. Lagi-lagi, mungkin karena POV saya sebagai pembaca sudah berbeda, dulu baca ketika berstatus sebagai pelajar, sekarang sebagai emak emak. Masih banyak lagi part yang menurut saya terlalu maksa, seperti permasalahan orangtua Ata dan Ari yang ternyata “cuma begitu” Kenapa dengan semua kemampuan yang ada, ayah si kembar ngga berusaha mendapatkan kembali mamanya? Kok semudah itu melepas kalau cinta? But anyway, sukses terus untuk mba Esti, semoga jika nanti menulis buku series lagi, ngga kelamaan ya tamatnya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Aku sangat amat bersyukur bisa membaca series ini dengan semua buku yang sudah terbit, komplit. Nggak bisa ngebayangin kalo bacanya masih bersambung, pasti jengkel banget karena saking penasarannya!
Di awal membaca buku terakhir Jingga series sempat terbesit pikiran kalau ini bakalan sad ending, atau open ending. Sumpah kalau beneran begitu, aku pasti bakal langsung ngasih rating jelek! Wkwk. Untungnya enggak, hehe.
Di buku ini Tari beneran keren banget. Ini ngejawab rasa kecewaku saat baca buku sebelumnya, yang mana Tari terlihat useless. Di sini Tari bahkan benar-benar menjadi sosok penerang. Usaha yang menguras tenaga, pikiran, bahkan hati, patut diacungi jempol!
Sempet dibuat nangis dengan adegan reunian Ata-Ari-Papa. Narasinya amat sangat mengharukan. Apa yang telah dilakukan Papa untuk anak kembarnya bikin hati jadi nyesek.
Akhir yang sangat manis untuk keluarga Ata-Ari, hubungan Ari-Tari dan juga kembalinya Angga dengan cinta pertamanya. Buku ini bener-bener page turner banget! Siapapun yang baca review ini, aku sangat amat merekomendasikan baca bukunya saja tanpa menonton TV seriesnya. Buku ini jauuuhhhh lebih indah. Beneran, nggak bohong!
Meskipun ada penyesuaian teknologi, dari buku pertama yang pakai media SMS namun di buku ketiga yang mulai mengadaptasi aplikasi chatting (WhatsApp) sebagai media komunikasi antar tokoh di dalamnya, karena rentang waktu terbit antara buku kedua dengan ketiga cukup lama, hal itu tetap nggak menyurutkan aku buat ngasih rating sempurna untuk series ini.
Makasih banget mba Esti, gara-gara baca buku ini, seharian aku nggak fokus kerja sampe akhirnya bener-bener namatin buku 582 halaman ini dalam waktu kurang dari 24 jam :) tapi gapapa akhirnya aku bisa tidur nyenyak hahaha
Akhirnya, sampai juga di Finale-nya Jingga Series yang nungguinnya sampe ikutan tua, wkwk
Ookay, so far I like this book. Pace-nya cepat sekali. Sehari keknya nggak ada yang namanya hari tenang, selalu ada kehebohan dan huru-hara. Timeline di buku setebal 582 halaman itu cuma beberapa minggu saja
Kisahnya melanjutkan kehebohan setelah pesan memo yg dipasang oleh Reksi atas instruksi Tari membuat gempar satu sekolah. Ata yang luar biasa kaget, setengah mati menutupinya yang mengakibatkan satu orang yang nggak berhubungan sama kekisruhan ini ikut terlibat—si Erik
Dendam Ata terhadap saudara kembarnya yang makin kesumat saja, sudah tidak bisa lagi diredam. Dia bertekad untuk menghancurkan Ari secepatnya. Dimulai dengan rentetan foto-foto masa lalu yang mampu membuat Ari merasa bersalah sampai syok berkali-kali hingga nyuruh orang buat ngegebokin sodara kembarnya
Pembaca yang bisa merasakan amarah Ata juga ikut bersimpati sama dia dan problema kehidupannya, tapi juga kesian sama Ari yang sialnya nggak tau apa-apa perihal itu tapi kena getahnya. Untung banget doi punya Ridho dan Oji yang care-nya setinggi langit. Top banget emang ikatan sobat di antara mereka bertiga, tuh..
Angga dan unifikasinya dengan Ata yang punya tujuan sama hepi aja ngeliat orang yang dia benci macem kena hantam angin ribut berkali-kali: diputusin pacar, dikesumatin sama sodara kembar, kena murka dari guru-guru dll.
Siapa sangka kalau Tari punya bakat jadi tukang pukul orang?
Hal yang nggak disangka saat ada adegan ala 'uang kaget' atau tepatnya 'sepeda kaget' yang dikirim Ari dan dua sobatnya untuk Erik yang jadi korban salah sasaran dari kekisruhan ini. Ari jadi tau masa lalu Ata yang sama sekali tidak mudah di sana
Puncaknya tentulah saat dua kembar itu bertemu dengan Papanya,
Dan cewe yang udah dianggap mitos karena nggak pernah disebut-sebut lagi sama Angga sejak Jingga dan Senja—yang juga cuma disebut namanya sekali di buku Jingga untuk Sandyakala Part 1—si Claudia akhirnya muncul. Dialah alasan kemarahan Angga ke Ari yang ternyata itu juga salah paham, pemirsaaaah!! Ada berapa banyak kesalahpahamanan di buku ini, hah? lol
Setelah meluruskan kesalahpahaman sana-sini mereka pun akhirnya bahagia. Semuanya hepi kecuali Ari yang senewen sama hobi barunya Ata yang niat banget jadi penumpas kejahatan—hal yang membuat Ridho dan Oji juga ikutan lelah lahir batin. Iya, mereka akhirnya buka slot anggota baru, jadi sekarang formasinya ada 4 orang macem boyband, wkwkwk
My fave random things in the book surely pas: Ata yang anak kelas 12 SMA ngadu ke Papanya kalo Ari udah manggang bunga matahari yang keramat banget di halaman depan rumah pake alasan mau nyoba alat pemanggang bbq yang baru dibeli. Semua tau betapa si Papa ini memuja matahari, terus Ari heboh panik ngebela diri sambil ngasih alasan gaje. Ini skit komedi, kah? Lol. Oh, sama pas Oji cerita kalo doi pernah dengan sengaja gangguin ayam kalkun tetangga sebelah supaya berkokok-kokok berisik, jadi dia nggak ngerasa kesepian tiap sendirian di rumah *and suddenly, it went dark
Thank you so much for writing this finale, Kak Esti!! Surely make my whole 14 years as bright as orange sunset...
P.S:
Hal paling tidak masuk akal di keseluruhan serial ini yang udah bikin aku heran dari 14 taun yang lalu:
The heroine ini nama depannya Jingga, ya kan. Mereka ini anak SMA yang hobi bercanda, pun banyak senior yang iri dengki sama doi. Tapi nggak ada tuh yang manggil dia pake sebutan, "Jing!!" baik bercanda atau pas marah beneran..
Temen sebaya gitu loh yaa, ada nama temen yang bagus aja bisa diubah jadi panggilan aneh. Apalagi kalo ada yang namanya bisa dipelesetin ya, kan? wkwk
Syukur kepada Tuhan karena masih diberi napas kehidupan untuk menamatkan seri sepanjang 14 tahun ini.
Buku tebal berisi penuntasan segala konflik Tari, Ari, Angga dan Ata beserta kawan-kawannya ini cukup berat (ruwet) sehingga tidak bisa saya habiskan dalam sekali duduk. Berbeda dengan seri" Sebelumnya yang mampu saya lahap sekejap.
Selain lega, terbukanya berbagai twist orangtua Ari juga cukup memuaskan. Begitupun misteri Buscaglia, juga Claudia dan Angga. Walaupun tertebak, tetap tampil dengan seru dan menarik.
Kekurangannya, jeda waktu antar seri yang sayangnya terlalu panjang. Seakan-akan melintasi beberapa tren berbagai generasi. Konflik yang sebetulnya kurang 'deep' pun terasa maksa diperpanjang.
Dari dulu saya selalu mengagumi gaya bercerita mbak Esti. Namun di buku ke 5 ini, saya sering 'drop' hanya karena penceritaan yang berlebihan dan bertele-tele.
Epilog dari buku juga kerasa letoy. Harusnya cukup diselesaikan dengan rujuknya Ari dan Tari atau flashback kisah papa mama Ari. Cerita 'sok' heroik Ata tidak membawa sedikitpun poin plus untuk saya. Malahan lebih menarik kalau mengulas Ridho, Gita atau Oji (menurut saya ya)
Tapi bagaimanapun, menamatkan seri ini adalah salah satu whislist dalam hidup saya 🙋. (Terimakasih Mbak Esti, satu sudah ter checklist) . Terlepas dari lebih kurangnya karya ini, Saya sangat bersyukur dan bahagia menjadi bagian dalam Jingga dan Senja Series!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Finally akhirnya kutamatkan juga tetralogi Matahari ini.
untuk buku ke 5 ini tentu saja layak disebut sebagai buku pamungkas ya, setelah beberapa buku sebelumnya muter-muter saja.
beberapa dugaanku benar, seperti Angga yang selama ini dendamnya salah sasaran. sebenarnya dia harusnya dendam ke Ata tapi yang kena malah Ari.
agak kurang sreg di bagian Ata yang dendamnya menguap gt aja karena rekonsiliasi nya dengan Ari dan Papa. Huh, padahal aku berharap Ata dan Ari baku hantam dulu. Entahlah aku merasa dendam Ata hanya sebatas kaya rajukan anak kecil yang iri ke saudaranya. Nggak ngerti ini karena aku keseringan baca cerita yang villainnnya jahat banget apa gimana.
alasan Papa dan Mama si kembar cerai juga terungkap ya disini, ternyata hanya sebatas 'gitu aja' kaya kurang greget .
banyak tokoh baru yang bermunculan disini, yang rasanya kaya kurang penting dan hanya buat jadi pelengkap aja. setidaknya menurutku yaa.
dan aku setuju sama banyak pendapat lain yang mengatakan bahwa kesalahan kak esti disini adalah terlalu lama dalam membuat sekuel sekuelnya sehingga aku yang dulu masih remaja merasa buku ini bagus bgt sekarang rasanya kaya biasa aja gt. sorry to say.
This entire review has been hidden because of spoilers.
akhirnya tamat jujuur setelah baca novel pertama waktu iseng minjem buku jaman sma trus skg udah kerja wkwwkwk
jujuuuur di buku terakhir ini tari keren banget sih beneran dia kok bisa seberani itu tapi jadi ikutan gereget!!
pleASEEE ari beneran beruntung banget sih punya sahabat kaya oji ridho wwkwk beneran selalu ada hadir banget buat ari dan ngerti
jujur ikut ngerasa sedih sama ari-ata yang jadi korban huru hara orang dewasa, padahal kan anak2 gatau apa2 harusnya ya jangan sampe segitunya mana gereget sumpah asli sedih banget serba miskom
tapiiii seneng banget perhatian tipis2 ari ke tari pas tari masih putus ((hehe putus)) sampe akhirnya AHILAHHH mereka balikan
tapi jujur di akhir ata yang kaya dia waktu kecil mau jadi pahlawan kaya yaudah aja gitu pengen lebih banyak lagi maksudnya cerita ari-tari nya atau ceritain ridho deh sama oji
makasih banyakkk kak esti sudah menciptakan karakter ari tari ata oji ridho nyoban fio!!!^^
Apa lagi yang mau ditulis? Buku ini ngerebut semua kata-kataku! I LOVE THEM, nggak rela pisah sama mereka :'(((((((((((((
Bisaan banget buku terakhir malah tambah diaduk-aduk perasaanku, nih, writer-nim. Sigh. Semoga ada extra chapter buat momen Ari dan Tari atau Ata dan siapa gitu. Bakal ditunggu banget. Setelah nangis-nangis, saatnya nyengir-nyengir nggak jelas karena iri melihat keserasian mereka wakakakak.
Bagi yang belum baca seri Jingga dan Senja ini, kusarankan segera baca. Siapkan mental dulu tapi karena ini bukan Teenlit biasa. Emosimu bakal diaduk-aduk selama baca :)
Yang terpenting, pastikan semua series-nya sudah tersedia karena begitu satu buku habis, maka kamu nggak akan bisa tahan buat nggak segera lanjut buku selanjutnya :)
Akhirnya segala misteri yang ada dari seri pertama berhasil terungkap di seri terakhir ini.
Di seri terakhir ini entah kenapa saya merasa ada sentuhan khas Esti Kinasih yang hilang. Novel ini terasa dibuat tergesa-gesa untuk cepat tamat. Kemudian hampir keluar dari suasana teenlit dengan dibahasnya masalah keluarga Ari. Meski konflik tersebut hanya dibahas permukaannya saja untuk menjaga agar novel ini tidak melenceng dari jalur teenlit, bila salah sedikit dan dibahas terlalu dalam pasti sudah berasa ganti genre.
Berbeda novel Esti Kinasih yang selalu membuat ketegangan maksimal sebelum ending, di seri terakhir ini tidak terasa ketegangan tersebut. Endingnya terasa lebih soft dibanding novel lainnya.
Saya lega novel ini akhirnya berakhir tapi agak kurang puas. Entah karena waktu tunggu yang terlalu lama atau ekspektasi yang terlalu tinggi saat masa penantian.
Terima kasih untuk Oji dan Ridho yang sudah membantu cerita ini menjadi 4 bintang.
Perjalanan selama 14 tahun pun berakhir, seri yang awalny pake sms-an ampe ke whatsapp. Akhirnya Ari menemukan kisah akhirnya sendiri, apa yang menjadi keinginannya terwujud. Tapi bagi gue gimana ya, kok kek di buku ini berasa aja kurangnya tentang sosok Ata yang apa ya kek simsalabim ternyata ceritanya begini. Kurang greget:(((
Tapi gue masih salut sama Oji dan Ridho walaupun porsi mereka jelas berkurang banget pun dengan Tari dan Fio. Tapi yaudahlah.
Untungnya emang gak dibuat kecewa nunggu akhir seri ini.
Aaaah terima kasih Mba Esti!! Sukses bikin aku ketawa! Meskipun aku sekarang udah kerja, tetep ga bisa flashback ke masa-masa SMA yg dialamin karakter-karakter ini karena SMAku agak lain sendiri HAHAH 😂 Terima kasih banyak banyak karena berkat novel ini aku jadi tau gimana rasanya menjalani kehidupan SMA yang sesungguhnya 😂
Kisah dibalik 'itu' semua ternyata tidak se dar der dor itu wkwk atau preferensi ku terhadap buku yg ku baca saat SMA ini udah berbeda dari now i am. But seneng banget buku ini akhirnya selesai, membuka kenangan lama sesuka apa dulu aku sama Matahari Senja itu :")
AAAAAA Akhirnya tamat! Sesuai sama judulnya ya, akhirnya tamat guys! Ngikutin cerita Ari-Tari dari aku masih jadi adik kelas mereka, sampai sekarang aku udah jadi tantenya Ari-Tari. JUS Part II ini Mbak Esti benar-benar manjain para pembaca dengan adegan gemas Ari-Tari, walaupun dibuku ini mereka putus. Masih dengan ciri khas Mbak Esti yang banyak ngasih adegan sederhana yang bikin kita nostalgia. Semua dijelasin di JUS Part 2 ini, segala macam tindakan dari setiap karakter, alasan kenapa orangtua Ari cerai, nama bapak dan ibunya Ari, siapa cewek dimasalalu Angga yang ngebuat doi benci banget sama Ari, dan masih banyak lagi. Ditunggu karya selanjutnya ya Mbak Esti!