Sudah berusaha begitu keras, tetapi tak pernah dianggap. Segala-galanya sudah diberikan, tetapi tetap tak bernilai banyak bagi mereka. Perjuangan ini sungguh melelahkan. Apa yang salah? Apa lagi yang bisa dilakukan?
Bila kamu masih terjebak dalam usaha untuk menyenangkan semua orang, kebahagiaanmu akan berkurang. Waktumu pun tidak akan cukup untuk melakukan semua usaha itu. Satu-satunya saran paling bijak yang pernah ada adalah berhenti. Berhentilah menuruti keinginan orang lain dan mulailah mendengarkan apa yang diinginkan oleh dirimu sendiri. Sayangilah dirimu sendiri.
Dengan adanya buku berjudul Sayangi Dirimu, Berhentilah Menyenangkan Semua Orang ini, Anda tidak sendirian. Buku terbitan Syalmahat Publishing tahun 2021 yang ditulis oleh Sabrina Ara ini memuat cerita-cerita sederhana yang sering dialami banyak orang, yang akan menemani langkahmu mencintai diri sendiri. Di dalamnya terdapat kisah yang tidak menyenangkan dalam hidup, bagaimana kita memandang masalah, tentang dunia yang tidak ramah, sampai cara menghadapinya agar hidup tetap bahagia.
Buku ini akan menyadarkan Anda bahwa tidak selamanya Anda harus membahagiakan semua orang yang ada di sekitar Anda. Memperjuangkan hidup yang bahagia dari orang-orang yang berusaha mengusiknya adalah dengan menutup telinga terhadap komentar orang lain. Buku pengembangan diri ini cocok dibaca oleh siapa saja yang ingin meraih kebahagiaan dalam hidupnya tanpa campur tangan orang lain.
Buku ini berisi pesan pesan bagi kita jiwa muda untuk mengatasi people pleaser. Isi buku cukup ringkas, namun penyampaian pesan dalam buku tetap tersampaikan. Bagi saya, bagian penutup yang berfokus pada mencintai diri sendiri (self-love) adalah puncaknya. Dengan mencintai diri sendiri, kita mempunyai kekuatan untuk memperjuangkan kebahagian, yang didapat dari mensyukuri apa yang kita miliki, tanpa perlu lagi membandingkan diri dengan pencapaian atau standar orang lain. Salah satu pesan yang menarik dalam buku ini yaitu "Jika kita hidup hanya untuk menyenangkan orang lain, semua orang akan mencintai kita kecuali diri kita sendiri." Buku ini sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang merasa lelah dikejar ekspektasi orang lain dan ingin memulai perjalanan untuk benar-benar menyayangi diri sendiri.
Buku ini memberikan pedoman kepada kita terkait cara kita seharusnya bersikap dalam keseharian kita di mana kita seharusnya lebih memperhatikan diri kita sendiri dan tidak perlu terlalu mempermasalahkan pendapat orang lain tentang diri kita karena pada akhirnya hanya diri kita sendiri lah yang tahu, target apa dan hasil apa yang telah berhasil kita capai dari semua pekerjaan yang telah kita kerjakan. Kemudian kita harus bisa menciptakan sinergi antara kita dengan semua teman, kolega, kerabat maupun keluarga agar kehidupan kita dapat berjalan dengan baik, lancar, sukses dan sejahtera di mana semua orang saling membantu dan saling memperhatikan sehingga tidak ada konflik, rintangan, hambatan yang terjadi dan pada akhirnya kita semua akan hidup dengan bahagia
Cukup bikin ngangguk-ngangguk ya, karena terasa relate dengan kehidupan. Teori-teori daei buku ini bukan penjelasan baru, bukan tips dan trik. Ia hanya reminder kalau apa yg sudah kita ketahui itu perlu kita praktikkan ke diri sendiri.
Kenapa ga enak sama orang lain dan membiarkan diri sendiri kesiksa?
Be kind, tapi strict pada batasan-batasan yang bisa kamu tolerir. Sayang diri dulu. Nanti attention orang akan mengikuti.
Kayaknya gak afdol deh kalau in our twenties gak bahas tentang ekspektasi, baik tuntunan dari dalam sendiri bahkan faktor eksternal. Kita diajak untuk banyak merenung, refleksi dan somehow kalau baca buku ini aku ngerasa kayak lagi dinasehatin. Aku cukup enjoy baca buku ini dan suka baca juga quotes2 yg muncul kalau lagi ada dikondisi yang relate.
Memperjuangkan hidup yang bahagia dari orang orang yang berusaha mengusik kita Dengan buku ini kita setidak nya banyak belajar tentang hidup2 yang sering kita alami Kesimpulan dari buku ini yang saya baca Cobalah berhenti memyenangkan orang lain Dan lebih baik menyayangi diri sendiri
just so so aja, bingung ya bacanya, mungkin aku nggak relate aja sama buku ini, but still ok kok untuk dibaca tapi ngga se rekomended ituu, kayak yaudaa wkkwkw hidup mmg sawang sinawanggg
sebenernya udah lama banget bacanya, dan udah ga begitu ingat. Tapi aku ingat pernah nangis karena buk ini, karena ada bagian yang relate sama diriku hehehe :D
Setelah membaca buku ni saya bs belajar utk menghargai diri sndiri dl.karena kebaikan apa yg sudah kita perbuat ke org lain kadang blm tentu diangggap baik.sebagai motivasi diri
Buku nonfiksi self-improvement ini membahas tentang bagaimana kita sering terlalu lelah berusaha menyenangkan semua orang, sehingga melupakan kebahagiaan diri sendiri. Lewat kumpulan cerita sehari-hari yang mudah dipahami, penulis mengajak pembaca untuk melihat kembali cara pandang tentang kehidupan sosial, komentar orang lain, dan ekspektasi yang sering membebani batin. Pesan utamanya: berhenti memaksakan diri untuk memenuhi harapan semua orang dan mulailah mencintai diri sendiri.
Kelebihan Buku : -Buku ini ditulis dengan gaya bahasa yang ringan dan tidak berat -Cerita sehari-hari yang dekat dengan kehidupan -Buku ini mendorong pembaca untuk mengevaluasi hubungan yang terjadi di sekitar kita -Buku ini memberikan banyak insight serta kata-kata penguat dari pengalaman pembaca lain.
🌟5/5 Sayangi Dirimu, Berhentilah Menyenangkan Semua Orang adalah buku self-improvement yang menjadi pengingat pentingnya mencintai diri sendiri tanpa harus “buru-buru menyenangkan orang lain.”