What do you think?


Isti’ab, Meningkatkan Kapasitas Rekrutmen Dakwah
Dakwah merupakan tugas berat bagi para da'i dan kader dakwah. Namun, bukan berarti boleh dihindari, karena dakwah di sampin menantang sekaligus merupakan tugas mulia. Dengan demikian, amanah ini mesti dilaksanakan dengan kerja keras, sungguh-sungguh, dan perencanaan yang matang.
Seorang da'i yang hendak memasuki kancah dakwah, pasti dihadapkan kepada objek dakwah (mad'u) yang beragam. Keragaman itu adalah perbedaan intelektual, status sosial, karakter, kecenderungan, dan lain-lain. Bahkan problematika mereka juga beragam, tergantung kondisi masing-masing.
Da'i yang berhasil adalah yang bisa masuk dan mempengaruhi semua ragam manusia tersebut. Juga mampu menarik dan menampung mereka dalam lingkungan dakwah. Dengan demikian kemampuan ini merupakan kemampuan individu, kelayakan akhlak, sifat keimanan, dan karunia Ilahi yang membantu para da'i dalam menjalankan tugas dakwahnya. Namun, tidak semua da'i bisa memiliki kemampuan tersebut, tapi setidaknya dalam batas minimal, ia mampu melakukannya.
Apa saja yang mesti dimiliki seorang da'i agar bisa memiliki kemampuan tersebut? Dan langkah apa yang mesti dilakukannya demi keberhasilan dakwahnya? Baca saja buku ini, Anda akan menemukannya.
Seorang da'i yang hendak memasuki kancah dakwah, pasti dihadapkan kepada objek dakwah (mad'u) yang beragam. Keragaman itu adalah perbedaan intelektual, status sosial, karakter, kecenderungan, dan lain-lain. Bahkan problematika mereka juga beragam, tergantung kondisi masing-masing.
Da'i yang berhasil adalah yang bisa masuk dan mempengaruhi semua ragam manusia tersebut. Juga mampu menarik dan menampung mereka dalam lingkungan dakwah. Dengan demikian kemampuan ini merupakan kemampuan individu, kelayakan akhlak, sifat keimanan, dan karunia Ilahi yang membantu para da'i dalam menjalankan tugas dakwahnya. Namun, tidak semua da'i bisa memiliki kemampuan tersebut, tapi setidaknya dalam batas minimal, ia mampu melakukannya.
Apa saja yang mesti dimiliki seorang da'i agar bisa memiliki kemampuan tersebut? Dan langkah apa yang mesti dilakukannya demi keberhasilan dakwahnya? Baca saja buku ini, Anda akan menemukannya.
- GenresIslam
First published January 1, 1983
About the author
Fathi Yakan
54 books98 followersFathi Yakan (Arabic: فتحي يكن), was an Islamic cleric who held a seat in the parliament of Lebanon in 1992.
He was among the pioneers of the Islamic movement in the 1950s and the head of the Islamic Action Front (Lebanon). He is regarded as Islamic Group (Al Jemaah Islamiyah)'s grandfather and leading ideologue.
He initiated a political effort between Prime Minister Fouad Siniora and his allies on the one hand and the opposition in a bid to end the rule crisis in the wake of the 2006 Israeli war on Lebanon.
Sheikh Yakan was married to Mona Haddad with whom he had established a private Islamic university, Jinan University (Lebanon). He has four daughters and a son. He has authored more than 35 books, some of which were translated into many languages.
He was among the pioneers of the Islamic movement in the 1950s and the head of the Islamic Action Front (Lebanon). He is regarded as Islamic Group (Al Jemaah Islamiyah)'s grandfather and leading ideologue.
He initiated a political effort between Prime Minister Fouad Siniora and his allies on the one hand and the opposition in a bid to end the rule crisis in the wake of the 2006 Israeli war on Lebanon.
Sheikh Yakan was married to Mona Haddad with whom he had established a private Islamic university, Jinan University (Lebanon). He has four daughters and a son. He has authored more than 35 books, some of which were translated into many languages.
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 13 of 13 reviews
Read
July 2, 2011Al-Ustaz Fathi Yakan mengolah penguasaan eksternal/khariji dan internal/dakhili yang seharusnya dikuasai oleh seorang daie dengan cemerlang sekali..
ada daie yg mahir istiab khariji, melasso mad'u-mad'unya, mahir dalam memperkenalkan islam kpd masyarakat umum.. ada sebahagian daie pula mahir dalam istiab dakhili nya yakni mahir menguasai tarbawi/mentakwin dan melicinkan urusan-urusan istiab haraki..
terbaiknya bagi seorang daie menguasai kedua-dua kemahiran khariji dan dakhili..
terbaik.. ^^,
rasa makin addict terhadap buku-buku ustaz fathi yakan..
ada daie yg mahir istiab khariji, melasso mad'u-mad'unya, mahir dalam memperkenalkan islam kpd masyarakat umum.. ada sebahagian daie pula mahir dalam istiab dakhili nya yakni mahir menguasai tarbawi/mentakwin dan melicinkan urusan-urusan istiab haraki..
terbaiknya bagi seorang daie menguasai kedua-dua kemahiran khariji dan dakhili..
terbaik.. ^^,
rasa makin addict terhadap buku-buku ustaz fathi yakan..
Want to Read
May 24, 2008salam, nk tanye, kat mana boleh beli buku ni?ada x soft copy buku ni kat mane2? sgt2 nk baca buku ni..jzkk
July 16, 2011
wajib baca utk tahu tips menjadi daie!
August 13, 2019
Judul Buku: Isti'ab
Penulis: Fathi Yakan
Tebal buku: 156 halaman
"Dai yang sukses adalah dai yang mengetahui bagaimana ia memulai dan dari mana ia memulai, di samping menjamin tercapainya hasil yang diinginkan." Hal. 150.
Buku ini merupakan buku yang sangaaat bagus. Sangat saya rekomendasikan untuk aktivis dakwah yang resah terhadap bagaimana pengelolaan dan peningkatan kualitas anggota. Terlebih, untuk diri saya sendiri yang masih belajar bagaimana menjadi anggota pergerakan dakwah yang baik.
Mengupas sesuai dengan tagline-nya, yaitu tentang bagaimana meningkatkan kapasitas rekrutmen dakwah.
Yang saya garis bawahi dari buku ini adalah mengenai istilah isti'ab itu sendiri yaitu daya tampung; dalam kaitannya kemampuan untuk merekrut dan mengelola anggota maupun ma'du (objek dakwah) yang garis besarnya dibagi menjadi 2 yaitu isti'ab eksternal (bagaimana kemampuan seorang dai mengelola dan menarik objek dakwah; pengelolaan terhadap masyarakat di luar barisan aktivis dakwah) dan isti'ab internal; yaitu kemampuan untuk mengelola orang-orang yang sudah berada dalam barisan dakwah.
Meskipun buku ini terbilang tipis, namun isinya cukup padat dan lengkap membahas mengenai bagaimana kita bersikap sebagai seorang dai.
Really, really recommended! :))
Salam,
Eni Ristiani
Penulis: Fathi Yakan
Tebal buku: 156 halaman
"Dai yang sukses adalah dai yang mengetahui bagaimana ia memulai dan dari mana ia memulai, di samping menjamin tercapainya hasil yang diinginkan." Hal. 150.
Buku ini merupakan buku yang sangaaat bagus. Sangat saya rekomendasikan untuk aktivis dakwah yang resah terhadap bagaimana pengelolaan dan peningkatan kualitas anggota. Terlebih, untuk diri saya sendiri yang masih belajar bagaimana menjadi anggota pergerakan dakwah yang baik.
Mengupas sesuai dengan tagline-nya, yaitu tentang bagaimana meningkatkan kapasitas rekrutmen dakwah.
Yang saya garis bawahi dari buku ini adalah mengenai istilah isti'ab itu sendiri yaitu daya tampung; dalam kaitannya kemampuan untuk merekrut dan mengelola anggota maupun ma'du (objek dakwah) yang garis besarnya dibagi menjadi 2 yaitu isti'ab eksternal (bagaimana kemampuan seorang dai mengelola dan menarik objek dakwah; pengelolaan terhadap masyarakat di luar barisan aktivis dakwah) dan isti'ab internal; yaitu kemampuan untuk mengelola orang-orang yang sudah berada dalam barisan dakwah.
Meskipun buku ini terbilang tipis, namun isinya cukup padat dan lengkap membahas mengenai bagaimana kita bersikap sebagai seorang dai.
Really, really recommended! :))
Salam,
Eni Ristiani
March 19, 2019
Secara gamblang, to the point, tanpa kehilangan esensinya, Fathi Yakan selalu berhasil bikin saya kaya lagi neguk ilmu sampe dahaga saya terasa terpuaskan. Sebab emang lagi butuh-butuhnya dibukain pikiran tentang how to deal with medan dakwah yang 'new for meh', dan mungkin itu juga yang banyak dirasain para aktivis dakwah di luar sana.
Paling suka analogi Fathi Yakan tentang medan dakwah yang seperti rumah sakit. Jadi mikir kaya, They are just a patient and we just trying to suggest them the medicine (dakwah). Masalah sembuh engganya, sehat engganya, itu bisa dibilang hak prerogratifnya Allah. Ya, kita cuma diminta menyerukan, hidayah biar Allah yang tentukan untuk siapa dan kapan waktunya.
Semoga Allah senantiasa kuatkan sesiapa yang berusaha terjun dalam masyarakat--meski harus bersusah berpikir berlelah berpusing karenanya. Sebab tidak tahannya kita dalam circumtances masyarakat itu lebih baik ketimbang mengasingkan diri untuk 'nyoleh' sendiri.
Mangats, gaes!
Paling suka analogi Fathi Yakan tentang medan dakwah yang seperti rumah sakit. Jadi mikir kaya, They are just a patient and we just trying to suggest them the medicine (dakwah). Masalah sembuh engganya, sehat engganya, itu bisa dibilang hak prerogratifnya Allah. Ya, kita cuma diminta menyerukan, hidayah biar Allah yang tentukan untuk siapa dan kapan waktunya.
Semoga Allah senantiasa kuatkan sesiapa yang berusaha terjun dalam masyarakat--meski harus bersusah berpikir berlelah berpusing karenanya. Sebab tidak tahannya kita dalam circumtances masyarakat itu lebih baik ketimbang mengasingkan diri untuk 'nyoleh' sendiri.
Mangats, gaes!
January 20, 2021
Buku ini sangat menarik, mudah difahami dan sangat bermanfaat dalam usaha untuk mengukuhkan para dai’e di dalamnya melalui kefahaman yang benar tentang apa yang perlu dipersiap oleh para daie untuk berada kekal di atas jalan ini. Bukan sahaja itu, pengolahan yang jelas tentang kebolehan dai’e untuk menarik orang luar turut serta dalam medan ini dan mengekalkan dai’e yang sedia ada di dalam gerabak ini. Juga sedikit huraian tentang pengurusan dakwah setelah mencebur diri dalam bidang politik.
July 21, 2018
Gaya & struktur penulisan yang agak "straight to the point" seperti penilisan buku Maza Yakni.
Saya ada buat nota ringkisan buku ini.
Saya ada buat nota ringkisan buku ini.
March 12, 2016
Isti'ab adalah manual ringkas buat sesiapa yang mahu berdakwah kepada manusia lain. Kalau mahu berjumpa subjek (ingat, bukan objek) dakwah, dan mahu persediaan melalui pembacaan, bolehlah baca buku ini untuk mengetahui apa yang perlu dilakukan seorang da'ie untuk menarik subjek ke dalam gelanggang dakwah.
Menurut Fathi Yakan, bersumberkan Al-Quran dan Sunnah, sesiapa yang bilang dirinya da'ie perlu mempamerkan kelembutan dalam budi bicara. Lebih-lebih lagi sekiranya dia berhadapan dengan subjek dakwah. Jangan sekali-kali dia menunjukkan kemarahan terhadapnya. Sebarang penunjukkan kemarahan boleh menjauhkan subjek dari dakwah, sekaligus mendatangkan fitnah kepada organisasi dakwah yang diwakili da'ie itu.
Selain dari berpewatakan lembut, akhlak seorang da'ie juga mestilah mencerminkan diri seorang Muslim. Mestilah dia menepati waktu, menepati janji, tidak berbohong, tidak mengata dan tidak mencemuh sesiapa. Gerak kerjanya mestilah tersusun dan bijak. Tidak berbuat sesuatu secara sembrono. Berfikir secara mendalam sebelum membuat sesuatu keputusan. Tidak menyusahkan orang lain.
Kebanyakan yang ada di dalam buku ini adalah 'common sense'. Tetapi 'common sense' inilah yang perlu diingatkan balik kepada sesiapa yang mahu mencorak dunia ke arah kebaikan. Tidak kisahlah dia ada di dalam sebuah organisasi dakwah atau tidak. Tiada guna bergelar aktivis jikalau pendekatannya keras dan menjauhkan orang, walaupun apa yang diperjuangkan olehnya adalah kebenaran hakiki.
Menurut Fathi Yakan, bersumberkan Al-Quran dan Sunnah, sesiapa yang bilang dirinya da'ie perlu mempamerkan kelembutan dalam budi bicara. Lebih-lebih lagi sekiranya dia berhadapan dengan subjek dakwah. Jangan sekali-kali dia menunjukkan kemarahan terhadapnya. Sebarang penunjukkan kemarahan boleh menjauhkan subjek dari dakwah, sekaligus mendatangkan fitnah kepada organisasi dakwah yang diwakili da'ie itu.
Selain dari berpewatakan lembut, akhlak seorang da'ie juga mestilah mencerminkan diri seorang Muslim. Mestilah dia menepati waktu, menepati janji, tidak berbohong, tidak mengata dan tidak mencemuh sesiapa. Gerak kerjanya mestilah tersusun dan bijak. Tidak berbuat sesuatu secara sembrono. Berfikir secara mendalam sebelum membuat sesuatu keputusan. Tidak menyusahkan orang lain.
Kebanyakan yang ada di dalam buku ini adalah 'common sense'. Tetapi 'common sense' inilah yang perlu diingatkan balik kepada sesiapa yang mahu mencorak dunia ke arah kebaikan. Tidak kisahlah dia ada di dalam sebuah organisasi dakwah atau tidak. Tiada guna bergelar aktivis jikalau pendekatannya keras dan menjauhkan orang, walaupun apa yang diperjuangkan olehnya adalah kebenaran hakiki.
August 19, 2009
Dakwah merupakan tugas berat bagi para da’I dan kader dakwah. Namin bukan berarti boleh dihindari, karena dakwah disamping menantang sekaligus tugas mulia. Dengan demikian amanah ini mesti dilaksanakan dengan kerja keras, sungguh-sungguh dan perencanaan yang matang.
Seorang da’I yang hendak memasuki kancah dakwah, pasti dihadapan kepada obyek dakwah (mad’u) yang beragam. Keragaman itu adalah perbedaan intelektual, status social, karakter, kecenderungan dan lain-lain. Bahkan problematika mereka juga beragam, tergantung kondisi masing-masing.
Da’I yang berhasil adalah yang bisa masuk dan mempengaruhi semua ragam manusia tersebut. Juga mampu menarik dan menampung mereka dalam lingkungan dakwah. Dengan demikian kemampuan ini merupakan kemampuan individu, kelayakan akhlak, sifat keimanan dan karunia ilahi yang membantu para da’I dalam menjalankan tugas dakwahnya. Namun tidak semua da’I bias memiliki kemampuan tersebut, tapi setidaknya dalam batas minimal ia mampu melakukannya.
Apa saja yang mesti dimiliki seorang da’I agar bisa memiliki kemampuan tersebut? Dan langkah apa yang mesti dilakukannya demi keberhasilan dakwahnya. Baca saja buku ini, Anda akan menemukannya.
Seorang da’I yang hendak memasuki kancah dakwah, pasti dihadapan kepada obyek dakwah (mad’u) yang beragam. Keragaman itu adalah perbedaan intelektual, status social, karakter, kecenderungan dan lain-lain. Bahkan problematika mereka juga beragam, tergantung kondisi masing-masing.
Da’I yang berhasil adalah yang bisa masuk dan mempengaruhi semua ragam manusia tersebut. Juga mampu menarik dan menampung mereka dalam lingkungan dakwah. Dengan demikian kemampuan ini merupakan kemampuan individu, kelayakan akhlak, sifat keimanan dan karunia ilahi yang membantu para da’I dalam menjalankan tugas dakwahnya. Namun tidak semua da’I bias memiliki kemampuan tersebut, tapi setidaknya dalam batas minimal ia mampu melakukannya.
Apa saja yang mesti dimiliki seorang da’I agar bisa memiliki kemampuan tersebut? Dan langkah apa yang mesti dilakukannya demi keberhasilan dakwahnya. Baca saja buku ini, Anda akan menemukannya.
November 30, 2014
ada berbagai macam objek dakwah di luar sana, dengan berbagai macam pemikiran, pendidikan, usia, status sosial, akrakter dan lain-lain.. problematika yang mereka hadapi pun bermacam-macam... dalam buku ini dijelaskan bagaimana caranya mempengaruhi mereka, menarik dan menampung mereka, kemudian memanfaatkan potensi yang mereka miliki untuk kemenangan dakwah... insya Allah buku ini sangat bermanfaat...
May 4, 2014
Need skill of communication to da'wah? this book maybe one of best recommended book for you. Fathi Yakan tell us how to make our communication can be understand for our relation in da'wah.
April 26, 2014
Butuh motivasi berdakwah, membaca ulang buku ini buat semangat balik lagi.
Alhamdulillah.
Alhamdulillah.
March 26, 2017
Daie yang sukses, bererti sukses personaliti dan keperibadiannya.
Sukses itu memerlukan perencanaan yang rapi, agar diri ini mampu membentuk keperibadian daie yang diharapkan. Insya Allah.
Sukses itu memerlukan perencanaan yang rapi, agar diri ini mampu membentuk keperibadian daie yang diharapkan. Insya Allah.
Displaying 1 - 13 of 13 reviews











