Raihan dan Indira selalu dikenal sebagai sepasang kekasih yang tidak terpisahkan sejak SMP. Hubungan mereka tak tergoyahkan selama 11 tahun berpacaran. Namun, semua berubah ketika keduanya meniti karier usai kuliah. Raihan gagal diterima di perusahaan minyak dan gas multinasional impiannya. Indira, cewek introver, diterima program magang yang mengharuskannya berinteraksi dengan banyak orang.
Harapan yang gagal terpenuhi membuat Raihan dan Indira kerap berbeda pendapat. Pemikiran dan visi mereka tak lagi sama. Pada akhirnya, mereka mengakhiri hubungan. Raihan lalu menjalin kedekatan dengan rekan kerjanya, sedangkan Indira juga menemukan cinta barunya. Keduanya memberi kesempatan pada hati yang jenuh dengan kisah mereka, berharap menemukan harapan di sana.
Meski kini segalanya terasa baik-baik saja bagi Raihan dan Indira, hati mereka tak bisa menyangkal. Ada rasa yang tak masuk akal. Seperti mencari bayangan masing-masing dalam diri seseorang yang asing. Sepasang hati yang lelah bersama, tetapi terlalu rindu untuk berpisah dalam jeda. Tepatkah keputusan mereka untuk berpisah? Atau mereka hanya butuh menepi di sebuah rest area setelah perjalanan yang sangat panjang?
Novel pertama kak Niallgina yang saya baca. Sebelumnya ada Trending Topic yang masih menjadi TBR saya. Akan dibaca soon.
Dari judulnya dan baca blurb nya, sedikit bisa ditebak akan kemana arah novel ini. Berpacaran lama, bosan, lalu ada di masa 'rest area' lalu akhirnya kembali lagi. Terdengar klise, tapi saya menyukai part-part yang menyebabkan perpisahan karena bagi saya itu masuk akal.
Tentang Indira dan Raihan yang sudah kenal sejak SMP dan menjalin hubungan selama 11 tahun. Alurnya maju mundur tapi dikemas apik dan mudah diikuti. Alur mundur menceritakan sejak awal mereka kenal, jadian, masa sekolah mulai dari SMP, SMA, kuliah dan akhirnya masuk ke dunia kerja. Hubungan mereka saat di sekolah pun terasa normalnya anak sekolah yang masih malu-malu, ketawan guru BK lalu disuruh putus, ketawan orangtua. Tidak berlebihan. Berkembang hingga kuliah yang sampai muncul pernyataan takut jagain jodoh orang karena saking lamanya. Konflik mulai agak serius saat mereka memasuki dunia kerja. Fresh graduate yang masih idealis pengennya bekerja sesuai dengan bidangnya, atau yang mencoba menasihati agar lebih bersyukur dengan apa yang ada di depan mata. Semua terasa dekat dan pasti dialami oleh banyak orang.
"Idealis boleh tapi jangan lupa realitas" Saya suka dengan pernyataan itu karena memang seidealis apapun kita, ketika sudah dihadapkan dengan realitas, mau tidak mau idealis kita akan bergeser.
Oke next, porsi Reino dan Andara juga pas tidak berlebihan. Hanya saja, ada beberapa part yang saya kurang setuju dengan Reino. Menjadi dewasa tidak serta merta melakukan hal sebebasnya, tapi justru lebih ke tanggung jawab. Memang iya, antara Reino dan Indira memang ada gapyear yang agak lumayan, tapi sebenarnya Indira tidak bisa dikatakan ABG juga. Dan saya cukup bisa menerima hubungan dengan gapyear (dalam kasus ini antara Indira dan Reino), bagi saya it's normal. Hanya saja mungkin tidak bagi Reino.
Saya suka dengan perkembangan dua tokohnya, Indira yang awalnya melabeli dirinya introvert tapi akhirnya bisa lebih terbuka dan berani berkomunikasi. Raihan yang memang cerdas dan idealis tapi akhirnya bisa lebih terbuka pikirannya untuk melihat sudut pandang yang lain yang mungkin lebih realistis.
Overall, saya suka ceritanya, ringan dan cukup dekat dengan permasalahan anak muda. Minus di beberapa huruf yang kurang lengkap, atau spasi yang tidak pas sehingga sedikit mengganggu.
"Sangat normal untuk merasa clueless, salah jalan, rendah diri, mempertanyakan pilihan sendiri, melihat pencapaian kanan dan kiri, merasa tertinggal, kecewa dengan keadaan, ingin kembali ke masa lalu, atau bermimpi lebih jauh di saat kita merasa sudah terlambat. Apalagi diberikan ekspektasi setinggi langit oleh orang tua. Mungkin kita berharap, seandainya dulu ada yang memberi tahu bahwa kita akan mengalami ketidakpastian dalam memilih jalan hidup. Mungkin kita berharap, seandainya ada yang memberi tahu bahwa hal-hal yang tidak pasti yang sedang kita lalui ini akan terjadi. Karena dengan begitu, kita bisa mempersiapkan diri lebih awal, kan? But it's alright. We're all new to this. Semua yang kita rasakan, they are valid. Adulting is not the end of everything karena nyatanya, kita semua masih berproses dan akan terus berproses." Page 355-356
"Mobil aja butuh tempat istirahat setelah perjalanan jauh di jalan tol yang mulus. Entah bensinnya habis, sopirnya berubah ngantuk, atau lo harus ke toilet yang merupakan hal lebih prioritas dibanding ngelanjutin perjalanan. Sama kayak hubungan lo. Punya satu sama lain selama 11 tahun, sama-sama jadi dewasa, mindset sama-sama berubah, values berubah, dan punya hal lain yang lebih prioritas dibanding perjalanan 11 tahun lo ini. Lo juga butuh rest area." - p. 182
Actual rating: 4.5⭐
Buku kedua karya Niallgina yang selesai ku baca setelah Trending Topic [TT]. Dan aku seperti bisa menangkap pola yang dibangun sang penulis, selalu ada "pesan" yang ingin disampaikan. Jika TT berkisah tentang dunia selebritas yang dipadupadankan dengan psikologi. Sementara, untuk Rest Area [RA], konflik dan situasinya malah lebih dekat dan nyata. Tentang sepasang kekasih yang bertumbuh bersama dan seiring dengan kebersamaan itu, timbul jengah dan jenuh. Lalu, memutuskan untuk menghentikan—memberi jeda.
Raihan dan Indira telah berpacaran selama 11 tahun. Bayangkan 11 tahun. Antara jagain jodoh orang atau jagain jodoh sendiri. Mereka pacaran sejak kelas 1 SMP. Satu SMP, satu SMA, LDR Jakarta-Bandung saat kuliah, dan lulus menjadi fresh graduate dan mulai menapaki fase dewasa. Fase ini yang membuat mereka sering berargumen dan berdebat untuk memenangkan ego masing-masing. Raihan yang mempertahankan idealismenya dan Indira yang memperjuangkan passion-nya.
[-]
Banyak typo. Ada kalimat yang sebenarnya nyambung, malah ke-enter kebawah. Beberapa spasinya ganda. Jadi kesannya di beberapa bagian nggak rapi.
[+]
1. Penceritaan dan Karakter
Alurnya maju mundur. Di mana yang "maju" menggunakan judul chapter sesuai dengan kilometernya [KM]. Sementara yang "mundur" berdasarkan tahun [2011-2021]. Dan terasa character development dua tokoh protagonisnya. Pas 2011-2014 konfliknya masih konflik bocil SMP. Cinta monyet yang rela nurunin nilai placement test bahasa inggris agar bisa sekelas EF sama yayangnya, duh. Pas 2015-2017 konfliknya SMA tuh udah masuk remaja. Sekarang gantian, yayangnya pindah urutan sekolah agar bisa satu SMA sama kekasihnya, aduh ... aduh, so high school. Pas kuliah mulai rada berat nih, LDR Jakarta-Bandung ... ada yang rela potong rambut [padahal udah aa bandung skena banget modelannya] demi sang kekasih. Nah, GONG-nya pas udah sama-sama lulus kuliah.
Jelas semakin bertambah usia, masalah pun jadi makin kompleks dan tentu saja berat. Demikian dengan Raihan dan Indira. Sangat relate banget case-nya untuk para fresh graduate. Penulisnya jago banget bikin hatiku terobok-obok pas mereka berantem perihal passion dan idealisme. Nggak bisa kesel ke salah satu. Porsinya pas. Keduanya punya concern masing-masing. Tense-nya pun dapet banget. Pas bagian mereka mulai "dingin" hingga akhirnya [redacted], ku ikut sedih kek berasa diri ini yang kehilangan :""
2. Sub-plot
Nah, kehadiran Reino dan Andara sebagai "bumbu" di kehidupan asmara Raihan dan Indira pun pas banget. Udah takut aja ada tendensi perselingkuhan, tapi wow ... jelas tidak mungkin! Buat cowok sebucin Raihan yang pas SMA jadi vokalis dan shout out pacarnya pake mic pas lagi di atas panggung biar seluruh sekolah tahu kalau Indira yang cantik tuh pacarnya Raihan, bro ... you're THE standard!
Justru kehadiran Reino dan Andara itu "menyadarkan" dua protagonisnya buat konsolidasi. Adegan Raihan tetiba ke rumah terus dikepung keluarga Indira tuh paling berkesan, hehe.
3. Scene tahun 2020
Ini sungguh realistis. Apalagi memasukkan cerita di tahun 2020. Siapa yang nggak merasakan peliknya di tahun itu. Udah siap aja muterin lagu Gala Bunga Matahari dan bener aja kan, ternyata ... hiks.
Well, akhir kata ... novel romansa yang character-driven. Membaca novel ini serasa "tumbuh" bersama dua tokoh utamanya.
"Rencana Tuhan lebih indah. Tahu apa yang kita butuhkan dibanding apa yang kita inginkan."
Bercerita tentang Raihan dan Indira yg memutuskan putus setelah 11 tahun berpacaran. Adulting crisis menjadi sebab mereka memutuskan untuk jalan masing-masing, supaya tidak saling menyakiti karena terus-terusan berbeda pendapat dan pandangan tentang apa yg mereka jalani saat itu. Tapi meski sudah berpisah dan mencoba move on bersama orang baru, keduanya kerap masih merasa tidak nyaman dan membandingkan pribadi masing-masing dengan orang baru yg bersama mereka saat ini. Benarkah keputusan mereka untuk putus? Ataukah mereka hanya butuh jeda sejenak di Rest Area?
Sebenernya aku udah punya novel kak Niallgina yg sebelumnya terbit, tapi entah kenapa pas buku ini nyampe, pengen langsung dibaca. Dan aku suka ceritanya 😃.
Diceritakan dengan alur maju mundur, kita akan dikasih lihat bagaimana awal hubungan Raihan dan Indira yg bertahan sampai 11 tahun. Apa saja yg mereka lalui, gemes-gemesnya pacaran ala anak SMP-SMA mereka. Sampe tiba masanya mereka memasuki dunia kerja yg sangat berbeda dari ekspektasi mereka.
Cerita di buku ini rasa-rasanya bakal relate sama banyak orang, apalagi para dewasa muda yg baru mulai memasuki dunia kerja. Pekerjaan yg mereka dapatkan kadang tidak sesuai keinginan dan harapan diri sendiri dan orang tua, lalu harus beradaptasi dengan lingkungan baru, orang-orang baru bahkan sampai harus menghadapi atasan yg rese.
Tagline 'jangan-jangan selama ini cuma jagain jodoh orang' juga pasti banyak yg pernah ngerasain, apalagi Raihan dan Indira ini sampai 11 tahun pacarannya jadi pasti rasanya nyesek banget pas putus.
Yg aku suka selain ceritanya yg relatable, tulisannya juga page turner banget, chemistry antara Raihan dan Indira juga aku suka banget, keliatan memang mereka yg udah pacaran lama sampe kebiasaan masing-masing kayak udah template aja dilakuin gitu. Terus porsi tokoh-tokoh lain juga semua pas ga berlebihan.
Baca ini tuh rasanya macam-macam, ada yg bikin gemes pas bacanya, ada bagian yg bikin emosi dan geregetan juga apalagi pas Raihan dan Indira yg lagi sama-sama keras kepala. Tapi banyak juga kalimat-kalimat yg ngena banget dan bikin jleb gitu pas bacanya. 🚗 Banyak pelajaran hidup yg bisa diambil dari novel ini, seperti bersyukur pada apa yg kita punya dan dapatkan sekarang, segala sesuatu yg kita jalani saat ini pasti ada alasannya dan apa yg menurut kita baik belum tentu terbaik untuk kita, juga jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan hanya karena emosi sesaat. Pokoknya baca ini tuh selain baca kisah romansanya, juga berasa dikasih petuah hidup deh. 🚗 Penyelesaian masalahnya aku juga suka, ga bertele-tele tapi ga terburu-buru juga, jadi rasanya pas banget. Bagaimana Raihan dan Indira akhirnya bisa lebih dewasa menyikapi permasalahan dan kesalahpahaman diantara mereka. 🚗 Overall aku menikmati banget baca novel ini. Ga nyesel ikutan PO dan langsung baca pas sampe, jadi pengen baca tulisan kak Niallgina yg lain. Pokoknya novel ini tuh recommended banget 👍👍
Langsung lari ke sini setelah tau bukunya udah bisa direview di goodreads. One word that describe this book issss: related (for me, sih) sebagai seorang freshgrad yang baru lulus dan akhirnya ngerasain secara langsung bittersweet, ups and downsnya cari kerja. Ditampar sama realita yang gak sesuai ekspektasi diri sendiri wkwkw, intinya buku ini mengurangikan "life isn't that easy" dari kacamata freshgrad, dan baru napak masa adulting yg emang banyak tantangan.
I really love the story, dari segi cerita, premisnya, plot, menurutku sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, tapi gak cringe dan terkesan 'klise'. apalagi buku ini dibuat dgn sudut pandang org ke-3 jadi bisa tau perspektif dan perasaan male & female lead (in this case Raihan & Indira). Konfliknya pas, eksekusi oke, penyelesaian oke, moral of the story juta oke. Banyak bangettt kalimat-kalimat yang pas aku baca tuh langsung kayak jlebbb banget man🥲🥲🥲 menusuk sampai ke jantung.
Minusnya, ada beberapa bagian di buku ini yang masih salah dalam konteks penulisannya. Ada yang kata-katanya nyatu gitu sama titik, ada kata yang seharusnya jadi satu baris malah kepisah, ada kata yang seharusnya gak kapital, hurufnya kapital. Itu aja sih aku lupa apa lagi, tapi untuk aku sendiri gak begitu menganggu karena gak begitu banyak kok. Saran perbaikan untuk penulis, editor, tim penerbit cukup dari segi yg barusan aku sampaikan aja. And for the rest, terutama penulis, Kak Niallgina, you did a great job! semoga bisa menghasilkan novel selanjutnya lagi setelah TT dan RA.
Akhir kata, aku merekomendasikan buku ini bagi kalian yang pernah atau sedang berada di masa-masa krisis dari segi jati diri, jalan kehidupan and others, also bagi kalian yang freshgrad dan lagi susah nyari kerja, bagi kalian yg kerja gak sesuai passion, really guys, i think you should read this book. 🤍🤍🤍🚗☀️☁️
jujur banget, aku udah lama gak ngerasain yang namanya kupu-kupu, aku berkali kali beli novel yg viral dll, tapi sumpah gak ada yang novel kaya Rest Area ini, parah ya, aku benar benar terbang, nangis dan bahagia banget. Nangisin momen sedihnya berhari hari sampai ngeluh di IG kalau aku nangis WOI? dan itu karena Novel? bahkan aku mau teriak ke teman ku kalau NOVEL INI BAGUS BANGET. harus nya benar benar pantas buat semua orang punya novel ini 🥹, dan lagi, semua momen bahagia novel ini, aku ulang ulang (walaupun posisinya udah aku tamatin 2x) sampai semua kata katanya aku ingat dan membekas di hatiku. pokoknya sampai aku tua nanti, novel ini harus terpajang sebagai novel terfavorit versi aku. Terlebih, aku cuma mau bilang terima kasih ke penulis, sudah menciptakan kisah ini, atau juga yg sudah memotivasi sang penulis, aku benar benar cinta semua kisah mu kak, sehat selalu dan selalu berkarya ya. Di tunggu karya mu selanjutnya ❤️
hihi paling penting, jaga kesehatan dong, biar selalu bisa nulis 😙
THANK YOU SOSOSOSO MUCH KAK GINAAAAA. i knew from the start i can trust indira raihan with all of my heart. #JIAKH
this was actually my first niallgina's to review in goodreads but i've done reading wtlio on wattpad in advance sooooo.
intinya di sini percaya aja deh. percaya indira dan raihan bisa. trust and enjoy along the way 🤞🏻💞
things happens, shit happens. tapi banyak sih yang bisa diambil, relating to me as 19 who will face the adult phase, too. sehat selalu kakak-kakak! as many says, kalau belum happy berarti belum ending ya.
ONCE AGAIN THE CROWDS LOVES YOU KAK GINAAAAAA. we're so sat for everything (semoga masih akan melahirkan banyak karya karena masyarakat sangat butuh kak, serius).
tertanda, yg sering bawel nanya kapan preorder di dm ig. ⭐️
After trending topic, memutuskan baca karya kak Niallgina lagi, i can say i prefer Trending Topic than this but this one is not bad at all! Instead, i enjoy reading this book! Tetep gemes sama cerita indira& raihan, dan sangat capture kegelisahan para freshgraduate untuk mendapat kerja. Cuma menurutku dari blurb udah snagat jelas konflik nya akan seperti apa dan ending nya kayak gimana (walaupun pas baca tetep gemes sendiri) plusss agak risih penamaan tokoh cewe indira & andara 🙂 kayak kan nama cewe ada banyak pilihannya, kenapa sangat mirip
begitu muncul langsung PO, karena udah baca yang trending topic. Story yang epic. maju mundur maju mundur maju lagi. plotnya bagus, cara menceritakan si introvert juga lumayan. pacaran dari jaman SMA wow banget masih bisa langgeng itu sesuatu yang sulit.
first time reading the novel version, i could write an essay to explain how Indira and Reyhan's characters represent my personality, i can't thank u enough dear author, for exposing us, as a new graduate. Lol.