Jump to ratings and reviews
Rate this book

The Underdog Playbook: The Better Me

Rate this book
“The Underdog Playbook” adalah unofficial guide bagi siapa saja yang pernah merasa diremehkan, underprivileged atau sedang menghadapi bukit terjal dalam persimpangan hidup.

Terinspirasi dari 150 episode podcast Thirty Days of Lunch, buku ini adalah sebuah antologi dari barisan penulis pilihan yang meresponi & scaling deep episode podcast yang paling berdampak secara intimate untuk personal masing-masing.

Critical thinking. Building habit. Finding passion & purpose. Persimpangan karir. Seni berempati. Produktivitas. Kesehatan mental. Kebahagian sejati. Overcoming grief. Gratefulness. Ini adalah cuplikan dari 30 tulisan terbaik dari kurasi & kolaborasi ini. 30 tulisan ini dibagi menjadi dua buku yang saling terkait, The Better Me dan The Better Us.

Ini adalah sebuah undangan untuk mendalami underdog mentality. Mentalitas inilah yang membawa atlet seperti Kobe Bryant menjuarai Olimpiade. Bahkan dalam salah satu riset, 70% startup yang akhirnya menjadi unicorn, founders-nya adalah underdogs (imigran, perempuan, atau minoritas lain).

TDOL percaya inspirasi saja tidak cukup. Oleh karena itu, buku ini kami lengkapi dengan pelangi pengalaman real case, framework, hasil riset sains, dan strategi praktis yang bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Gunakan ini untuk mengembangkan life skills kamu. Skills yang akan memperlengkapi kamu menghadapi tantangan dalam karir, bisnis, relationship, dan area lainnya dalam hidup dengan kepala tegak dan bijak.

Dengan gaya penulisan yang jujur dan conversational, lo akan diajak bertemu dengan diri sendiri. Sebuah Playbook untuk merenungkan & menyelaraskan pikiran dengan tindakan.

Selamat menikmati lengkapnya berbagai perspektif untuk menjadi diri yang lebih baik (The Better Me) & semesta yg lebih baik (The Better Us).

198 pages, Paperback

Published September 1, 2024

Loading...
Loading...

About the author

TDOL Believers

2 books3 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
4 (30%)
4 stars
4 (30%)
3 stars
5 (38%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for Yunistya Cahyani.
8 reviews1 follower
December 15, 2024
Wow, ini jadi buku pertama di tahun ini yang sukses kuhabiskan dalam sehari✨
TBH suka banget sama konsep bukunya: menyajikan beberapa topik yang sering menjadi keresahan banyak orang, yang dibumbui dengan keynotes dari setiap episode TDOL yang relate sama topik itu! Di akhir setiap bab, kita diajak untuk banyak refleksi diri dan dikasih tips & trik untuk menghadapi keresahan yang relevan.
Kenapa aku bilang relevan?
Karena bisa jadi, hal yang kita hadapi sebetulnya nggak persis sama dengan yang diceritakan lewat podcast dan dirangkum di buku ini, tapi tips & triknya bisa sama-sama coba diterapkan juga.

Kita diajak untuk susun puzzle (kepingan data dan informasi) untuk bisa memunculkan hipotesa, lalu mengujinya di case kita masing-masing. Ada satu-dua case yang dirangkum di buku ini, but it still... Overall ya success story ya hehehe mungkin biar ngga terlalu panjang x lebar juga ya.
Poin-point tentang persistensi, semangat bertumbuh, work-life balance, unlearn and relearn with many PoVs dan bisa memilah-milih mana yang cocok buat kita, berpikir kritis dan kreatif.... Semuanya ada disini!
Walaupun disini topik-topik tadi hanya dibahas dasarnya aja, author selalu kasih kita rujukan 'buku besarnya' untuk bisa dig deeper into each topic! Dan buat aku yang sudah pernah baca beberapa 'buku besar' yang disebutkan, rasanya auto recall memori keynotes apa aja yang membekas dari tiap buku tersebut. Jadi, thanks banget sudah dibantu untuk connevting the dots secara tidak langsung~ hehehe ini sih yg membuatku kasih bintang 5 karena nggak semua buku bisa bantu kita untuk menghubungkan statement satu sama lain biar jadi kesatuan yang komprehensif (singkat, padat, dan jelas)!

Thank you team TDOL, editor, ilustrator (karyanya so cute and gemashh, makin seger deh baca bukunya haha), dan seluruh penulis yang terlibat dalam mewujudkan buku ini🥰
Profile Image for Henzi.
234 reviews22 followers
January 12, 2026
“𝑷𝒆𝒓𝒔𝒊𝒔𝒕𝒆𝒏𝒄𝒆 𝒊𝒔 𝒎𝒐𝒓𝒆 𝒊𝒎𝒑𝒐𝒓𝒕𝒂𝒏𝒕 𝒕𝒉𝒂𝒏 𝒊𝒏𝒕𝒆𝒍𝒍𝒊𝒈𝒆𝒏𝒄𝒆, 𝒑𝒆𝒅𝒊𝒈𝒓𝒆𝒆, 𝒂𝒏𝒅 𝒆𝒗𝒆𝒏 𝒄𝒐𝒏𝒏𝒆𝒄𝒕𝒊𝒐𝒏𝒔.” (Weintraub dalam Banayan, 2018)

Bukannya tanpa alasan saya memilih #TheBetterMe sebagai salah satu bacaan di bulan pertama 2026. Selain ingin jadi pribadi yang lebih baik (resolusi klise tapi wajib), saya juga penasaran bagaimana TDOL mengemas critical thinking, building habit, serta finding passion & purpose dalam sebuah antologi yang terdiri dari penulis-penulis terpilih yang berpengalaman.

Dee Lestari berpendapat bahwa ide tidak dicari, tapi datang sendirinya. Lhooo. Gimana caranya? Ada 5 langkah yang dilakukan sampai menjadi suatu karya, di antaranya memantaskan diri, menangkap ide sekecil apa pun itu, mengeksekusi dengan disiplin, berdamai dengan ketidaksempurnaan, dan memelihara curiosity. Salah satu hal yang sudah kulakukan adalah mencatat ide yang datang tiba-tiba di group WhatsApp yang beranggotakan diriku sendiri. Bagaimana dan kapan dieksekusi, bisa ditentukan melalui prioritas.

Menjadi manusia yang produktif tidak harus melalui aktivitas kerja, kerja, kerja yang selalu menghasilkan duit. Menurut Amrullah Tahad di TDOL edisi 90, “Produktivitas tertinggi seseorang itu bukan pada saat dia bekerja dengan jam kerja yang panjang, tapi ketika dia mencapai titik tersehat dia secara mental, spiritual, dan fisik.” Tanpa salah satunya, masih manusiakah kita? Mungkin, tapi ….

Walaupun kesempurnaan ialah kesemuan, tidak berarti kita perlu berhenti mengejar; rehat sejenak sah-sah aja, juga bagian dari produktivitas. Ada banyak hal di dunia ini yang layak dicoba, meskipun ya … tidak semua orang memiliki kesempatan menjadi presiden, tapi mari kita melanjutkan hidup sebaik-baiknya.
Profile Image for putu sintia.
3 reviews
December 4, 2024
aku sangat rekomendasi buku ini karena buku ini adalah self-improvement yang ringan dan mudah dipahami. ringan bukan berarti isinya asal-asalan, karena ini melibatkan beberapa penulis serta ngambil referensi nya dari beberapa sumber dan tentunya podcast nya sendiri (Thirty Days of Lunch). bukan sebatas self-improvement yang kata-katanya sangat motivasional.
Displaying 1 - 3 of 3 reviews