Novel ini mengisahkan kisah romansa dua orang yang berbeda karena suku, agama serta kota kelahiran. Berpisah dua kali karena tentangan orang tua dan lingkungan. Membuat perjalanan kisah cinta mereka seperti labirin yang berliku-liku.
Sinopsis novel "Labirin" karya Catz Link Tristan:
Aku dan Han tidak sedang mempermainkan kepercayaan atau tidak menghormati Sang Pencipta. Kami hanya mencari sebuah cara untuk menyadarkan orang tua —Lizda
Kami tidak membunuh. Tidak juga berzina. Bukan pula pencuri atau penjahat. Mengapa cinta kami dianggap salah? —Johan
— Menyusuri labirin kehidupan bersamamu. Johan, Pria Masa Lalu Liz, Wanita dari Masa Lalu Lukman, Pria Kapal Karam Ketiganya bertemu lagi dalam sebuah potongan cerita baru. Namun, mereka tidak pernah tahu siapa yang akan menjadi pemeran utama dan bagaimana jalannya naskah kisah kehidupan. Hanya Dia, Sang Penulis Naskah, yang tahu. Akhir kisah, garis akhir labirin, entah menuju ke mana… Kamu dan aku terlalu jauh berbeda.
— Bersiaplah memasuki labirin kehidupan. Temukan pasanganmu, dapatkan jalan keluar. Setelah satu labirin terselesaikan, mungkin saja kita akan menghadapi labirin berikutnya. Yakinlah, setiap labirin punya kemenangan manis di akhir. Bila tidak, cukup nikmati saja perjalananmu.
Editor's Note Kisah percintaan dua dunia yang berbeda, menonjolkan kekuatan kota kelahiran masing-masing (Pontianak dan Semarang), Catz Link Tristan pernah menulis antologi cerpen untuk beberapa buku seperti "BeLOVErage" (2013) dan "Bunga Rampai Asmara Qi Xi" (2012).
Kisah cinta terlarang tentang perbedaan suku dan agama yang cukup menarik perhatianku. Aku dibuat larut dengan kisahnya. Walau endingnya bukan sesuai dengan ekspektasiku, tapi memang kisah seperti ini lebih baik diakhiri seperti ini, lebih terasa realistis :)
Cerita beda keyakinan bukan favoritku sebenarnya. Jarang malah baca yang punya tema begitu. Baca ini karena termasuk buku yang ada di challenge. Isinya soal Johan yang kembali ke Semarang dan bertemu kembali dengan cinta lamanya, Liz, lalu memutuskan untuk mengejar kesempatan kedua ketika peluangnya terbuka lebar. Tapi sayangnya, baik orang tua Johan atau Liz tidak ada yang setuju dengan hubungan mereka, sama seperti bertahun-tahun silam ketika mereka memutuskan untuk berpisah.
Narasi sama pemilihan katanya sih bagus, walaupun ada beberapa bagian yang bagiku terlalu mendayu-dayu jadi terkesan cringe. Pemaparan mengenai kuliner atau tempat-tempatnya juga nggak mendetail banget-banget sampai bikin gerah. Pas ajalah pokoknya.
Nah, ini bagian yang bikin aku senewen. Mungkin bakal banyak rant dan nggak sengaja nge-spoiler. Jadi, tolong lebih wise kalau mau lihat lanjutan reviu ini.
Mnurutku ini terlalu berputar2. Di bawa kesana kemari. Plot2nya juga segalanya serba tiba2. Meet cute-nya jumpy, semua tokoh di sini nggak adbyg lovabke apalagi konflik Lukman juga berlebihan banget. Dia ini suka ada tiba2 buat ngeadain konflik.
Narasinya lumayan sih enak, tapi terlalu berputar2.
Aku juga nggak suka dengan buku ini yg mempermainkan agama banget.
Novel yang membuat saya bertanya-tanya, kenapa, kenapa dan kenapaaa?
Ini adalah novel pertama yang saya baca bertemakan perbedaan keyakinan. Bercerita tentang realitas yang ada, tidak menyudutkan salah satu agama manapun. Yah, walaupun memang ada beberapa yang pasangan yang bisa bersatu. Tapi dilihat dari keadaan yang ada di sekitar saya, ya seperti itulah adanya.
Gaya bahasa yang dipake menarik, sampai-sampai aku bertanya-tanya,”semedi di mana Mak Catz bisa dapat kata-kata seperti ini” *abaikan*
Perumpaannya itu lho, keren.
Mungkin bagi sebagian yang terbiasa dengan pemakaian bahasa yang lebih santai dan penggunaan kata loe-gue, pasti berasa jadul kalo membaca cerita ini. Tapi di sinilah menariknya. Itulah warna dari novel ini.
Berkisah tentang Han-Johan (asal Pontianak) yang untuk kedua kalinya mengalami masalah dan lari ke Jawa Tengah, tepatnya Semarang. Dan entah skenario apa yang dimiliki Sang Pencipta, mempertemukan dia dengan Liz-Lizda, gadis masa lalunya.
Disisipi karakter Ka dan Mars, membuat jalan cerita lebih ceria dan berwarna karena keributan dan kekonyolan mereka berdua.
Dan pada akhirnya han, Liz, mereka mulai merajut tali kasih kembali, berusaha untuk mewujudkan mimpi mereka untuk bersatu dalam mahligai rumah tangga. Namum jurang terjal itu masih ada, sampai pada akhirnya menekan ego masing-masing.
“Kita tidak membunuh. Tidak juga berzina. Bukan pula pencuri atau penjahat. Mengapa cinta kami dianggap salah? “ – Johan
Ssaya jatuh cinta dengan kelembutan dan kegigihan Han!!!
3,8/5 Kenapa bukan nilai sempurna? Karena endingnya bikin gregetan. Intinya ini lovel layak untuk dinikmati. Sekian cicilan hutang saya.
Life is not a fairytale. Kadang senang, kadang susah. Dua hal itu saling berkelindan, terjalin hingga tercipta makna kehidupan. Sebagaimana pesan yang ingin disampaikan dalam novel ini.
Suka sama bahasa penulisan yang dipakai penulisnya di novel ini. Temanya cukup complicated, tapi nggak berat sebelah, dengan ending yang mungkin membuat para pecinta roman bakal sedih dibuatnya, karena saking realistisnya. Selain itu, saya memang penyuka novel dengan ending yang ga terlalu dibuat2 macam happily ever after ala2 Cinderella, justru ending yang semacam inilah yang bisa membuat mata kita semua terbuka akan realita sesungguhnya.
Ya, begitulah... saya ngga bisa nulis panjang2. Intinya, lumayan suka dengan novel ini. Terutama suka dengan bahasa yang mengalir dan enak buat diikuti terus sampai akhir.
Salut untuk risetnya! Menurut saya penggambaran lokasinya bagus. Dengan bahasa yang menarik. Gara-gara baca novel ini, saya jadi tahu Pantai Tirang -padahal saya sendiri orang Semarang. hehe. Cerita yang diangkat realistis. Seperti benar-benar terjadi. Pada awal memabaca memang agak sulit masuk ke cerita, tapi lama kelamaan bisa juga tersesat di labirin emosi bersama Han-Liz. Dan biasanya saya tidak suka dengan ending model begini, tapi kali ini untuk pertama kalinya saya setuju dengan endingnya. Ya begitulah kehidupan, kadang gak melulu selalu seperti apa yang kita harapkan. "Jalani saja hidup, maka semua akan baik-baik saja. Semoga."
Semoga Han-Liz berbahagia dengan jalan keluar dari labirin yang mereka pilih. T_T
Gegara novel ini saya gatel pengen kasih review...meskipun sadar diri ini sebenernya curhat apa review...wkwkwk...
Labirin, kisah cinta tentang Han dan Liz yang terjebak lagi dalam kisah cinta masa lalu yg harus kandas dikarenakan perbedaan...membuat mereka harus kembali berjuang atau menyerah seperti kisah masa lalu...kisah yang memang ada di kehidupan nyata...dengan akhir yang disesuaikan seperti kehidupan nyata...tidak semua harus berakhir dengan bahagia...
Untuk orang-orang yang menyukai diksi cantik, bacaan ini saya rekomendasikan banget...dibalut dengan diksi yang cantik membuat cerita sederhana ini semakin berkesan...
saya setuju dengan ending yang terjadi dalam novel ini, realistis. Kisah kehidupan nyata sebenarnya juga akan berakhir seperti ini. Indonesia memang negara yang tidak mempersatukan pernikahan beda agama. Kadang kala itu menjadi pertanyaan besar, jadi demikian memaksa banyak orang mengambil pilihan yang bukan dari hatinya. Seperti kisah Johan dan Liz yang terpisah secara hukum pernikahan dan pandangan orang tua.
Dan selamanya hal tersebut tidak akan ada jalan ke luarnya...
Entahlah,mungkin karena terbiasa baca novelnya ika natassa sama ilana tan, jd baca novel ini rasanya garing. Gaya bahasanya dibuat agak puitis dengan gaya aku-kamu. Tapi saya gak bisa masuk ke ceritanya. Terlalu bertele-tele dan membosankan. Sama sekali tidak menggugah rasa ingin tahu. Lagi-lagi saya terkecoh dengan cover yg simple
Ide ceritanya sederhana, dan banyak diambil dari keseharian, tetapi di dalamnya ada bagian-bagian yang menyentuh dan membuat pembaca melunak dan berefleksi. Hanya saja kisah akhirnya, gantung.....
perbedaan yang ga akan bisa menyatu, dengan jalan apapun. Bagi yang belum pernah mengalami nya, mungkin cerita ini biasa aja. tapi bagi yang pernah mengalaminya, kisah ini sebagai penghiburan, bahwa bukan hanya mereka, aku atau kamu yg mengalaminya. Banyak yg mengalami di tengah negara yg beragam agama ini. Cinta tidak bisa memilih dimana dia jatuh bukan?
Cara penyampaian cerita dengan tema ini sangat unik sehingga menurut saya keren. Agak bingung dengan endingnya, emang terlihat real tapi agak nanggung.
Tentang Han dan Liz yang mencoba untuk bersama walaupun banyak banget lika - likunya kayak sebuah labirin. Re-read kedua kali karena mau baca cerpennya di novel Story of Us side B. Suka endingnya :))
This entire review has been hidden because of spoilers.