Jump to ratings and reviews
Rate this book

Efek Halo

Rate this book

358 pages, Paperback

Published December 26, 2024

9 people want to read

About the author

Fransisca Intan

6 books2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
0 (0%)
4 stars
7 (53%)
3 stars
5 (38%)
2 stars
1 (7%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
Profile Image for yun with books.
717 reviews243 followers
January 11, 2025
[TW: blood, bullying, murder, violence, dead bodies, mention of rape, depression, suicide]

Actual rating:
3.5 stars for the plot
2 stars for the writings


𝘼 𝙘𝙤𝙥𝙮 𝙥𝙧𝙤𝙫𝙞𝙙𝙚𝙙 𝙗𝙮 𝙩𝙝𝙚 𝙥𝙪𝙗𝙡𝙞𝙨𝙝𝙚𝙧—𝘽𝙝𝙪𝙖𝙣𝙖 𝙎𝙖𝙨𝙩𝙧𝙖—𝙞𝙣 𝙚𝙭𝙘𝙝𝙖𝙣𝙜𝙚 𝙛𝙤𝙧 𝙖𝙣 𝙝𝙤𝙣𝙚𝙨𝙩 𝙧𝙚𝙫𝙞𝙚𝙬.

Sebelum menjabarkan reviu (yang mungkin akan jadi spoiler, so beware!) dan pendapat gue tentang buku ini, mari kita simak sinopsinya dulu:

Efek Halo bercerita tentang Diandra (Andra) seorang anak yatim piatu yang tinggal bersama kakeknya yang abusive. Suatu hari Andra di-bully oleh teman sekolahnya dan mencari bantuan dari orang-orang yang duduk di minimarket. Orang-orang tersebut adalah Laksana, Senja dan Rion, yang mana akan menjadi "malaikat" penyelamat Andra. Namun, benarkah mereka adalah para "malaikat"? Semakin Andra dekat dengan tiga orang tersebut, semakin dekat dengan kematiannya sendiri.

Ekspresi gue waktu ditawari untuk mereviu buku ini dan lihat sampul bukunya (karena gue berpikir buku ini paling cuma buku thriller ringan dan gampang dibaca):




Ekspresi gue waktu baca bukunya:



DEMI APAPUN gue ga nyangka kalo bukunya bakal lumayan disturbing. Jujur, gue termasuk pembaca yang jarang banget baca genre buku thriller (bahkan cenderung menghindari, hahaha), apalagi jenis begini (yang ada pembunuhan, mayat dll dsb). Tapi, karena ceritanya lumayan gripping, jadi gue lanjutkan sampai tamat.
So far, buku Efek Halo ini menarik kalau dari segi premis dan konflik. Tentang Andra (tokoh utama) yang terlibat ke dalam lingkaran setan sebuah organisasi penjualan organ manusia. Tapi, ada hal-hal yang bikin ick sepanjang baca bukunya:

1. Gaya penulisan yang bikin gak nyaman, okelah.. mungkin karena naratornya adalah anak usia 17 tahun ya. Sebenernya gak begitu mengganggu dan fine...fine.... aja.

2. Narasi yang repetitif, contohnya si Andra ini ngulang-ngulang terus kalau dia merasa puas ngebunuh kakeknya. Banyak banget narasi repetitif yang sampe bikin gue mikir, "Iya...iya... gue tau!"

3. Kalau dilihat dari sisi realita, buku ini jauh banget dari kata realistis. Untungnya buku fiksi, jadi cerita gak masuk akal bisa diterima.

Tapi, di balik itu semua, gue cukup enjoy baca buku ini. Terutama tentang rahasia-rahasia gelap yang perlahan mulai terungkap menjelang akhir buku. Satu-satunya karakter favorit gue adalah Senja, the queen is doing her badasseries. Go Queen!


Overall, buku ini emang agak mengganggu, terutama kalo jarang baca buku thriller. Untuk keseluruhan cerita, gue apresiasi banget ide dan eksekusinya. Bikin gue cengo dan meringis sepanjang buku. Jadi, Efek Halo jadi buku yang cukup recommended untuk dinikmati. Kalo mau baca buku ini perhatiin trigger warnings-nya ya!
Profile Image for aynsrtn.
500 reviews15 followers
April 15, 2025
Andra hanya seorang anak yatim piatu yang dirawat oleh kakeknya yang abusif. Di sekolah, ia pun dirundung karena lahir dari orang tua yang dibunuh akibat meninggal utang. Andra tak memiliki siapa-siapa. Sampai ketika ia dikejar kawanan perisak di sekolahnya, ia bertemu dengan Laksana, Rion, dan Senja—malaikat yang menyelamatkannya. Efek halo pun seolah menaungi Andra. Mereka yang Andra anggap sebagai malaikat, justru ternyata jelmaan iblis yang paling sadis.

3.75⭐️

Peringatan pembaca: mengandung adegan kekerasan, darah, perisakan, penganiayaan kepada anak, perdagangan organ manusia, kanibalisme, dan keinginan bunuh diri.

Tak pernah disangka bahwa buku ini akan begitu gelap dan pekat merah seperti warna sampul bukunya. Meski naratornya adalah anak usia 17 tahun, tapi ini bukanlah kisah lovey-dovey dan persahabatan pada masa-masa SMA—jauh lebih dalam daripada itu.

#

Beberapa hal yang menarik perhatianku di buku ini:

1. Sudut pandang

Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang pertama yaitu Andra yang berusia 17 tahun. Karena dari sudut pandang anak SMA yang terpaksa masuk ke dalam suatu organisasi terlarang, ketakutan, kebingungan, emosi, dan trauma Andra diceritakan dengan baik. Namun, beberapa seringnya repetitif. Banyak dialog yang di-rewind kembali oleh Andra, sehingga agak bosan. Karena buku ini lumayan tebal dengan font yang agak kecil, isinya kebanyakan yapping dan pemikiran kompleks Andra.

2. Detail cerita

Setahuku dalam proses transplantasi organ, ada jeda waktu di mana organ masih bisa berfungsi atau tidak selepas "diangkat" dari tubuh manusia. Pernah melihat transplantasi jantung di mana dokter berlari karena berburu waktu agar bisa dilakukan operasi. Nah, saat [redacted] diambil organnya kan itu sudah lama. Diceritakan sudah 10 jam pasca kematian. Apakah organ-organnya masih bisa layak dijual dan berfungsi?

Sebenarnya ku lebih menginginkan detail pada perdagangan organ ini karena penulisnya berani mengangkat tema yang tidak biasa. Tapi, malah cenderung lebih ke balas dendam. Yang dijelaskan lebih detail malah soal senapan, yang menurutku itu hanya mendukung dan tidak dijelaskan pun tidak apa-apa.

Lalu, apa bisa kepala manusia ditusuk beberapa kali dengan pisau? Bukankah kepala ada tempurungnya yang sangat keras? Apa bisa "nancleb" gitu di kepala? Apa mungkin bisa ya kalau pisaunya keras dan tajam banget? Sejujurnya adegan itu membuatku jadi kepikiran.

3. Konklusi

Di chapter terakhir tidak dijelaskan bagaimana Andra bisa ke rumah sakit, siapa yang menolong, terus ayahnya Senja itu bagaimana di chapter sebelumnya itu. Karena ending-nya dragging, jadi ada yang belum dijelaskan.

4. Enggak

Padahal bahasa yang digunakan cukup baku. Percakapan pun menggunakan aku-kamu bukan gue-lo. Tapi, kenapa semua yang ada di buku ini menggunakan "enggak" daripada "tidak"? Mungkin kalau Andra yang bicara sih nggak apa-apa. Tapi, ini semuanya. Kakeknya, gurunya, bapaknya Laksana dan Senja, semuanya pakai "enggak" yang menurutku aneh dan kurang pas.

#

Hal yang aku suka adalah premis yang "berani" di buku ini.  Adegan di markas dan tembak-tembakannya begitu intens. Buku ini direkomendasikan bagi yang menyukai cerita thriller-mystery yang dibalut dengan aksi balas dendam.
Profile Image for tazettareads.
21 reviews
January 10, 2025
Another buku GILA lainnya. Butuh waktu 3 hari buat namatin buku yang cuma setebal 358 halaman ini, karena deskripsinya visual banget. Mual ngebayanginnya! Bayangin Andra, anak 17 tahun yang hidupnya udah susah banget, makan sehari-hari aja susah, mau minta duit ke kakek harus nerima pukulan sana-sini, belum lagi di sekolah harus dirundung 3 cewek yang membuat hari-hari Andra makin kayak neraka.

Misi Andra hanya satu: lulus sekolah(meskipun harus jadi korban bullying), lalu bekerja dan pergi meninggalkan kakeknya. Seperti gayung bersambut, pertemuannya dengan tiga 'malaikat' di minimarket mulai membawa angin segar dalam hidup Andra. Namun, yang nggak Andra tahu, ketiganya adalah orang penting dari organisasi perdagangan organ manusia. Sekarang lulus bukan lagi jadi soal, kakek dan para perundung pun tidak ada apa-apanya dibandingkan bertahan hidup dari cengkraman organisasi perdagangan organ manusia.

Aku suka bangett buku ini. Pertama, COVERNYA CANTIK BANGET?! Merah menyala dan semua elemen di covernya benar-benar menggambarkan keseluruhan isi buku. Kedua, alurnya rapih. Nggak sedikit buku mystery-thriller yg masih meninggalkan pertanyaan smp akhir karena plot hole sana-sini. Tapi buku ini beneran menjawab semua misteri di awal buku. Cuma sayangnya endingnya seperti diburu-buru. Meskipun 'si dalang' akhirnya kena karma tp seperti kebanyakan kejahatan di dunia ini, orang-orang yg harusnya bertanggung jawab tetap hidup nyaman dan melanjutkan kejahatannya.

Buku ini kayak ngasih tau gimana dampak dari efek halo. Gimana penilaian pertama terhadap orang berwajah 'malaikat' justru menjerumuskan Andra ke dalam dunia yang lebih kejam. Penting untuk tetap waspada apalagi baru kenal, sebaik apa pun orang itu saat pertama kali bertemu.
Profile Image for Bana_Ez.
239 reviews1 follower
February 3, 2025
1. Semua kata "tidak" di buku ini dituliskan dengan cara "enggak"
2. Dari awal ada perkenalan terhadap tokoh 3 orang "dewasa" yaitu Rion, Senja, dan Laksana. Tapi dari cara bicaranya tidak menggambarkan sesuai umurnya.
Setiap tokoh cara bicaranya sama, alias penokohan di cerita ini masih kurang.
3. Alur dan plot cerita yang belum halus, kadang masih kurang jelas, agak males aja jadinya mau baca
4. Cerita yang agak maksa dan tidak masuk akal (yap namanya juga karangan cerita)

Mirip novel novel WP sih
No hate reason yah, emang bukan a cup of my tea aja
Displaying 1 - 4 of 4 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.