What do you think?


La Fleur Cachee
Di balik aroma manis roti Paris, tersembunyi kisah Eleeya Rouchie-gadis yang terlahir dari cinta terlarang dan dibesarkan dalam pengasingan. Mewarisi bakat kuliner ibunya, Eleeya tak menyadari bahwa setiap remah rotinya mengundang bahaya, membuka tabir rahasia kelam keluarganya.
Bersama Hava, pengawal misterius ayahnya, Eleeya terjebak dalam pusaran intrik dan ancaman nyawa. Di tengah badai fitnah dan pencarian kebenaran tentang kematian ibunya, ia berpegang teguh pada mimpi sederhana: memiliki toko pastry sendiri, La Fleur Cachee--bunga tersembunyi yang akhirnya mekar.
Akankah Eleeya menemukan kebenaran di balik kematian ibunya? Dapatkah ia membuktikan ketidakbersalahannya? Dan yang terpenting, akankah cintanya pada dunia kuliner menjadi penyelamat atau justru kehancurannya?
Bersama Hava, pengawal misterius ayahnya, Eleeya terjebak dalam pusaran intrik dan ancaman nyawa. Di tengah badai fitnah dan pencarian kebenaran tentang kematian ibunya, ia berpegang teguh pada mimpi sederhana: memiliki toko pastry sendiri, La Fleur Cachee--bunga tersembunyi yang akhirnya mekar.
Akankah Eleeya menemukan kebenaran di balik kematian ibunya? Dapatkah ia membuktikan ketidakbersalahannya? Dan yang terpenting, akankah cintanya pada dunia kuliner menjadi penyelamat atau justru kehancurannya?
396 pages, Paperback
Published November 14, 2024
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 9 of 9 reviews
March 3, 2025
(Ini opiniku)
Novelnya cukup bagus, dan aku suka yang bertema kayak gini, jadi tau juga kosakata dan budaya di prancis
Cuma disini pasti ada aja pengulangan kata, terus aku tau penulisnya disini mau merangkai kata-kata yang indah dan detail, tapi terlalu banyak, yang ga penting tetep dijelasin, jadi agak cape aja bacanya. Dan ini ceritanya mudah di tebak, but it's okay. Keep improving dan semangat ya!
Rating dari aku 3.5
Novelnya cukup bagus, dan aku suka yang bertema kayak gini, jadi tau juga kosakata dan budaya di prancis
Cuma disini pasti ada aja pengulangan kata, terus aku tau penulisnya disini mau merangkai kata-kata yang indah dan detail, tapi terlalu banyak, yang ga penting tetep dijelasin, jadi agak cape aja bacanya. Dan ini ceritanya mudah di tebak, but it's okay. Keep improving dan semangat ya!
Rating dari aku 3.5
Read
January 9, 2025Kapan terakhir saya beli buku gegara bookstagram, ya? Kayaknya udah lama banget. Udah lama juga pengin baca buku terbitan Akad. Jadi, pas lihat Explore IG yang memunculkan satu-dua resensi novel ini, saya ikut penasaran. Lagi-lagi, udah lama juga baca historical fiction apalagi ini dari penulis lokal meski latarnya luar negeri.
La Fleur Cachée bercerita tentang seorang gadis yang diasingkan ayahnya demi keselamatannya, akibat difitnah ibu tirinya sendiri. Selama pengasingan, dia bekerja sebagai pembuat roti bermodalkan resep peninggalan mendiang ibunya. Suatu hari, dia bertemu pengawal ayahnya yang ingin membantunya memecahkan kasus yang membuatnya difitnah itu. Berhasilkah mereka menemukan pelaku sebenarnya? Bagaimana nasib si gadis selanjutnya?
Kira-kira itu intinya. Penyedap lain yaitu kisah cinta pengawal dan anak bangsawan berjalan tidak begitu berliku dan bukan pusat konflik cerita. Berhubung latarnya di akhir abad 19, penyelidikan dan ancaman yang datang berbeda dengan masa kini meski kita tetap bisa relate. Drama dan penyampaiannya seperti sedang membaca novel dari masa itu. Buat saya, gaya menulis seperti itu jadi salah satu cara untuk membawa nuansa yang diinginkan, terutama buat latar zaman dulu.
Rasanya saya bakal lebih masuk ke dunia di novel ini kalau saja latarnya sekalian fantasi atau implisit dijelaskan bahwa ini semacam alternate dimension. Awalnya saya kira justru wilayah Eropa fiksi yang terinspirasi era Belle Époque. Di sini, ada satu-dua menu yang baru populer di abad 20 atau tercipta di akhir 1890an sedangkan di cerita makanan itu sudah dibuat. Tempat pengasingan tokoh utama awalnya desa tak bernama, lalu Provence yang ada di selatan Prancis, lalu jadi pinggiran kota Paris. Nama tokoh yang sesuai dengan Paris 1880an hanya satu, Pierre. Saya suka nama Eleeya dan Kaihava, dan biasanya pun saya menerima nama tokoh apa pun. Namun, dengan drama khas borjuis dan suasana yang cozy, rasanya sayang kalau nama tokohnya bukan dari daerah/waktu yang dimaksud. Mungkin kalau latarnya modern akan lebih cocok.
Beberapa kali adegan diawali dengan cara yang sama, yaitu sinar matahari, aroma manis, atau lonceng gereja, dan letaknya sering berdekatan. Akhirnya beberapa kali saya skimming awalnya saja. Percakapan Hava dan Eleeya seringkali dimulai dengan saling memanggil nama (mis. "Ele, tidak perlu khawatir." "Hava, terima kasih." "Sama-sama, Ele. Saya pamit." "Baik, hati-hati, Hava.). Apakah karena lagi saling flirting jadi dunia serasa milik berdua? Hehe. Nggak saling panggil nama setiap kali pun nggak apa-apa.
Buat fisik novelnya sendiri, saya suka bau kertasnya, sampulnya juga nggak tipis. Cuma gambar kovernya miring 🥲 apa punya saya aja yang gitu? Nomor halamannya besar banget, tapi syukurlah pas baca nggak begitu ganggu. Yang mengganggu saya justru ilustrasinya. Bukan nggak cantik, cantik banget malah. Tapi rambut Eleeya di situ bukan pirang keemasan 🥲 semuanya rambut gelap.
Kalau kamu suka fiksi sejarah ala Eropa terutama yang menyinggung skandal bourgeoise sambil menikmati deskripsi pastri Prancis, barangkali La Fleur Cachée adalah bunga tersembunyi untuk rak bukumu. Novel ini diangkat dari AU TikTok, tapi saya kurang tahu dari grup apa, jadi nggak masalah buat langsung dibaca tanpa kenal dulu siapa visual-nya.
La Fleur Cachée bercerita tentang seorang gadis yang diasingkan ayahnya demi keselamatannya, akibat difitnah ibu tirinya sendiri. Selama pengasingan, dia bekerja sebagai pembuat roti bermodalkan resep peninggalan mendiang ibunya. Suatu hari, dia bertemu pengawal ayahnya yang ingin membantunya memecahkan kasus yang membuatnya difitnah itu. Berhasilkah mereka menemukan pelaku sebenarnya? Bagaimana nasib si gadis selanjutnya?
Kira-kira itu intinya. Penyedap lain yaitu kisah cinta pengawal dan anak bangsawan berjalan tidak begitu berliku dan bukan pusat konflik cerita. Berhubung latarnya di akhir abad 19, penyelidikan dan ancaman yang datang berbeda dengan masa kini meski kita tetap bisa relate. Drama dan penyampaiannya seperti sedang membaca novel dari masa itu. Buat saya, gaya menulis seperti itu jadi salah satu cara untuk membawa nuansa yang diinginkan, terutama buat latar zaman dulu.
Rasanya saya bakal lebih masuk ke dunia di novel ini kalau saja latarnya sekalian fantasi atau implisit dijelaskan bahwa ini semacam alternate dimension. Awalnya saya kira justru wilayah Eropa fiksi yang terinspirasi era Belle Époque. Di sini, ada satu-dua menu yang baru populer di abad 20 atau tercipta di akhir 1890an sedangkan di cerita makanan itu sudah dibuat. Tempat pengasingan tokoh utama awalnya desa tak bernama, lalu Provence yang ada di selatan Prancis, lalu jadi pinggiran kota Paris. Nama tokoh yang sesuai dengan Paris 1880an hanya satu, Pierre. Saya suka nama Eleeya dan Kaihava, dan biasanya pun saya menerima nama tokoh apa pun. Namun, dengan drama khas borjuis dan suasana yang cozy, rasanya sayang kalau nama tokohnya bukan dari daerah/waktu yang dimaksud. Mungkin kalau latarnya modern akan lebih cocok.
Beberapa kali adegan diawali dengan cara yang sama, yaitu sinar matahari, aroma manis, atau lonceng gereja, dan letaknya sering berdekatan. Akhirnya beberapa kali saya skimming awalnya saja. Percakapan Hava dan Eleeya seringkali dimulai dengan saling memanggil nama (mis. "Ele, tidak perlu khawatir." "Hava, terima kasih." "Sama-sama, Ele. Saya pamit." "Baik, hati-hati, Hava.). Apakah karena lagi saling flirting jadi dunia serasa milik berdua? Hehe. Nggak saling panggil nama setiap kali pun nggak apa-apa.
Buat fisik novelnya sendiri, saya suka bau kertasnya, sampulnya juga nggak tipis. Cuma gambar kovernya miring 🥲 apa punya saya aja yang gitu? Nomor halamannya besar banget, tapi syukurlah pas baca nggak begitu ganggu. Yang mengganggu saya justru ilustrasinya. Bukan nggak cantik, cantik banget malah. Tapi rambut Eleeya di situ bukan pirang keemasan 🥲 semuanya rambut gelap.
Kalau kamu suka fiksi sejarah ala Eropa terutama yang menyinggung skandal bourgeoise sambil menikmati deskripsi pastri Prancis, barangkali La Fleur Cachée adalah bunga tersembunyi untuk rak bukumu. Novel ini diangkat dari AU TikTok, tapi saya kurang tahu dari grup apa, jadi nggak masalah buat langsung dibaca tanpa kenal dulu siapa visual-nya.
January 22, 2026
Kisah La Fleur Cachée dimulai dari kisah cinta terlarang antara Ronan Roullie si bangsawan dan Archiera, pelayan sekaligus juru roti di mansion Keluarga Roullie. Namanya kisah cinta terlarang pasti gak diketahui sama publik dong, mereka akhirnya menikah dan memiliki seorang anak perempuan bernama Eleeya. Nah kehidupan Eleeya ini sederhana, dia happy-happy aja sama mamanya, Archiera sampai akhirnya badai datang ke kehidupan keluarga Roullie dan mengharuskan Eleeya tinggal terpisah dengan sang mama dan gak sampai di sana, cobaan hidup Eleeya makin menjadi dengan kehadiran sosok ibu tiri😳 Jujur, aku suka sama konflik-konflik yang disuguhi di buku ini karena pas porsinya dan gak over drama. Oiya ada 1 konflik yang jadi bumbu misteri buat cerita ini, kematiaan salah 1 anggota keluarga Roullie!🫣 Sepanjang baca ini, diajakin menelusuri misterinya dan dalang dari pembunuhan itu, jujur aku udah klik sama clue-nya tapi ada satu misteri lagi yang cukup bikin shock! Menurutku 𝗽𝗹𝗼𝘁nya simple tap tetep berkonflik!! Memang ada beberapa part yang agak flat kayak romance-nya sama mendekati endingnya tuh agak flat jadi bosen dikit 🤏🏻
𝗔𝗹𝘂𝗿 ceritanya gunain alur maju dan kecepatan alurnya juga pas jadi bisa banget dinikmati dengan baik karena adegan per adegan itu detail diceritain dan gak tergesa-gesa✨️ Flow alurnya juga tertata, dari awal cerita sampai ke ending cerita. Aku suka gimana perubahan suasananya tuh rapi jadi sebagai pembaca, aku bisa rasain emosi di tiap momen yang ada dalam buku ini😉 Pas bagian konflik puncak, tension nya okay sih walau gak begitu kerasa karena agak sat set aja ditangkep pelakunya cuma ya tetep seru.
𝗡𝗮𝗿𝗮𝘀𝗶nya juga okay banget menurutku kalo ngeliat dari bentukan AU-nya yang masih pakai lo-gue diubah jadi saya-kamu yang atau saya-Anda jadi lebih baku dan era 1800-an nya cukup kerasa 🤩 Narasinya juga okay banget buat deskripsiin latar-latar yang ada dalam cerita ini, puas banget deh sama narasinya.
Karakter-karakter di sini menarik semuanya, terutama tokoh utama kita, si Eleeya. Eleeya ini perkembangan karakternya kelihatan banget, dia dewasa banget ya mungkin karena hidup dia dari kecil tuh udah ditempa jadi mau gak mau, dia didewasaiin sama keadaan🥺 aku proud banget lihat dia makin lama makin jadi pribadi yang baik, bisa nemuin passion dia dan pastinya hidup dengan baik juga + kenalan sama Kaihava yang baik dan sopan. Romance antara Ele sama Hava agak mixed, di awal emang aku berhasil dibuat jatuh hati sama si Hava karena aku kebawa perasaan si Eleeya yang
selama ini sendirian terus mendadak ada Hava yg peduli sama dia, pokoknya sosok yang caring a lot tapi sayangnya, perkembangan hubungan mereka kerasa agak flat menurutku dan tergesa-gesa dekat di akhir🥲 Buat tokoh lain kayak Ronan, papanya Eleeya. Aku cuma berharap dia bisa nemuin kebahagiaan dan terlepas dari istrinya yang licik itu. Rachel, istri Ronan tuh bener-bener karakter yang powerful di sini ya karena suatu alasan yang buat Ronan has to depends on her.
Aku bisa petik 1 𝗽𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿𝗮𝗻 dari cerita ini. Ya hidup harus dijalani. Suka atau nggak suka, semua hal dalam hidup ini harus dijalani karena gak ada gunanya kita nangis-nangis toh hidup tetep berjalan tanpa menanti kita✨️
Overall, it's a good hisfic-romance book dan aku rekomendasiin buat temen-temen yang suka hisfic + romance atau yang butuh bacaan ringan berkonflik 😌☝🏻
𝗔𝗹𝘂𝗿 ceritanya gunain alur maju dan kecepatan alurnya juga pas jadi bisa banget dinikmati dengan baik karena adegan per adegan itu detail diceritain dan gak tergesa-gesa✨️ Flow alurnya juga tertata, dari awal cerita sampai ke ending cerita. Aku suka gimana perubahan suasananya tuh rapi jadi sebagai pembaca, aku bisa rasain emosi di tiap momen yang ada dalam buku ini😉 Pas bagian konflik puncak, tension nya okay sih walau gak begitu kerasa karena agak sat set aja ditangkep pelakunya cuma ya tetep seru.
𝗡𝗮𝗿𝗮𝘀𝗶nya juga okay banget menurutku kalo ngeliat dari bentukan AU-nya yang masih pakai lo-gue diubah jadi saya-kamu yang atau saya-Anda jadi lebih baku dan era 1800-an nya cukup kerasa 🤩 Narasinya juga okay banget buat deskripsiin latar-latar yang ada dalam cerita ini, puas banget deh sama narasinya.
Karakter-karakter di sini menarik semuanya, terutama tokoh utama kita, si Eleeya. Eleeya ini perkembangan karakternya kelihatan banget, dia dewasa banget ya mungkin karena hidup dia dari kecil tuh udah ditempa jadi mau gak mau, dia didewasaiin sama keadaan🥺 aku proud banget lihat dia makin lama makin jadi pribadi yang baik, bisa nemuin passion dia dan pastinya hidup dengan baik juga + kenalan sama Kaihava yang baik dan sopan. Romance antara Ele sama Hava agak mixed, di awal emang aku berhasil dibuat jatuh hati sama si Hava karena aku kebawa perasaan si Eleeya yang
selama ini sendirian terus mendadak ada Hava yg peduli sama dia, pokoknya sosok yang caring a lot tapi sayangnya, perkembangan hubungan mereka kerasa agak flat menurutku dan tergesa-gesa dekat di akhir🥲 Buat tokoh lain kayak Ronan, papanya Eleeya. Aku cuma berharap dia bisa nemuin kebahagiaan dan terlepas dari istrinya yang licik itu. Rachel, istri Ronan tuh bener-bener karakter yang powerful di sini ya karena suatu alasan yang buat Ronan has to depends on her.
Aku bisa petik 1 𝗽𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿𝗮𝗻 dari cerita ini. Ya hidup harus dijalani. Suka atau nggak suka, semua hal dalam hidup ini harus dijalani karena gak ada gunanya kita nangis-nangis toh hidup tetep berjalan tanpa menanti kita✨️
Overall, it's a good hisfic-romance book dan aku rekomendasiin buat temen-temen yang suka hisfic + romance atau yang butuh bacaan ringan berkonflik 😌☝🏻
March 27, 2025
awalnya ngasih rating 2 karena sekecewa itu sm buku ini, tapi aku ubah jadi 3 karena mau menghargai usaha authornya yang udah research. karena research buat cerita itu susah.
pertama liat di olshop langsung tertarik karena ada penulis lokal yang ngambil latar di luar negeri, tahun 1880an lagi. unsur culinary dan cover yg cantik bikin aku maju buat beli novel ini.
waktu baca di halaman awal aku udah ngerasa gaya tulisannya ((kayak)) chatgpt. bukannya nuduh, tapi perulangan kata di novel ini banyaaaaak bgt. sebanyak. itu. sesuatu yang udah dijelasin, dijelasin lagi dgn kata yg 11:12 sama. mungkin author pgn pake kata2 yg indah dan puitis tapi kalau terlalu banyak pemborosan kata kyk gini, yg baca juga cape. udah berusaha buat baca sampe 1/2 isi novel, tp akhirnya aku nyerah. aku bener2 drop buku ini. terlepas dari konfliknya bagus atau gimana, tp kalo di awal udh gagal nyiptain spark yg bikin pembaca tertarik, maaf ya, percuma aja. selain itu, 1 hal yg bikin aku ngebandingin tulisan ini kyk chatgpt itu krn aku ngerasa gaada emosinya samsek, entah kenapa. walaupun banyak kata2 emosional yg dipake. mungkin krn kehilangan minat di awal.
lalu, untuk di awal2 terlalu banyak kata asing dalam 1 paragraf itu cukup memusingkan ya. memang karena masih bagian buat ngenalin istilah2 baru, tapi harusnya mungkin bisa dislowdown dikit biar lebih enak nyerap informasinya.
aku ga suka AU (maaf ya), sebisa mungkin gamau beli novel dari AU. jadi aku pastiin ini AU atau bukan (di X aja, sayangnya, karena biasanya AU dari situ) dan jawabannya bukan (di X). trs sblm nulis review ini, ga sengaja baca review lain dan ternyata ini AU tiktok??? it feels like i’ve been scammed. mungkin author memang punya ide2 yg bagus, tapi cukup buat dijadiin AU. kalau novel, sekali lagi maaf, sepertinya belum bisa.
poin plus dari buku ini adalah seperti yg aku bilang di awal, covernya cantik. cantik bgt. jujur salah satu alasan terbesar aku buat beli buku ini ya karena covernya. terus juga banyak ilustrasi2nya, jadi lebih bisa bayangin world buildingnya seperti apa. untuk bagian ini, aku suka banget. two thumbs up!
tapi 1 hal yg jd pertanyaan: kenapa nomor halamannya segede itu? pas awal2 bacs, maaf, agak mengganggu.
aku minta maaaafffffff ya author kalo reviewku terlalu kasar. tapi aku harap buku2 selanjutnya bisa jadi lebih baik dari ini. semangat!
pertama liat di olshop langsung tertarik karena ada penulis lokal yang ngambil latar di luar negeri, tahun 1880an lagi. unsur culinary dan cover yg cantik bikin aku maju buat beli novel ini.
waktu baca di halaman awal aku udah ngerasa gaya tulisannya ((kayak)) chatgpt. bukannya nuduh, tapi perulangan kata di novel ini banyaaaaak bgt. sebanyak. itu. sesuatu yang udah dijelasin, dijelasin lagi dgn kata yg 11:12 sama. mungkin author pgn pake kata2 yg indah dan puitis tapi kalau terlalu banyak pemborosan kata kyk gini, yg baca juga cape. udah berusaha buat baca sampe 1/2 isi novel, tp akhirnya aku nyerah. aku bener2 drop buku ini. terlepas dari konfliknya bagus atau gimana, tp kalo di awal udh gagal nyiptain spark yg bikin pembaca tertarik, maaf ya, percuma aja. selain itu, 1 hal yg bikin aku ngebandingin tulisan ini kyk chatgpt itu krn aku ngerasa gaada emosinya samsek, entah kenapa. walaupun banyak kata2 emosional yg dipake. mungkin krn kehilangan minat di awal.
lalu, untuk di awal2 terlalu banyak kata asing dalam 1 paragraf itu cukup memusingkan ya. memang karena masih bagian buat ngenalin istilah2 baru, tapi harusnya mungkin bisa dislowdown dikit biar lebih enak nyerap informasinya.
aku ga suka AU (maaf ya), sebisa mungkin gamau beli novel dari AU. jadi aku pastiin ini AU atau bukan (di X aja, sayangnya, karena biasanya AU dari situ) dan jawabannya bukan (di X). trs sblm nulis review ini, ga sengaja baca review lain dan ternyata ini AU tiktok??? it feels like i’ve been scammed. mungkin author memang punya ide2 yg bagus, tapi cukup buat dijadiin AU. kalau novel, sekali lagi maaf, sepertinya belum bisa.
poin plus dari buku ini adalah seperti yg aku bilang di awal, covernya cantik. cantik bgt. jujur salah satu alasan terbesar aku buat beli buku ini ya karena covernya. terus juga banyak ilustrasi2nya, jadi lebih bisa bayangin world buildingnya seperti apa. untuk bagian ini, aku suka banget. two thumbs up!
tapi 1 hal yg jd pertanyaan: kenapa nomor halamannya segede itu? pas awal2 bacs, maaf, agak mengganggu.
aku minta maaaafffffff ya author kalo reviewku terlalu kasar. tapi aku harap buku2 selanjutnya bisa jadi lebih baik dari ini. semangat!
June 9, 2025
first of all, shout out buat penulis yang udah research & kerja keras nulis buku ini. i really appreciate that!
but second of all—i’m so sorry, tapi ini opini jujurku ya.
buku ini… jujur aja, menurutku boring.
kayak, dari awal sampai tengah tuh bener-bener datar, alurnya gampang banget ketebak :(
narasinya juga repetitif, banyak pengulangan kata yang bikin bacanya agak capek.
aku udah coba banget buat stay, buat paham, buat masuk ke ceritanya
but i couldn’t really feel connected to the characters either.
mereka tuh ada, tapi rasanya kayak... nggak hidup. kayak nonton film yang kita lupa lima menit kemudian.
the tension? nggak terlalu kerasa.
the romance? kinda lukewarm.
padahal premisnya tuh sebenernya pretty, judulnya juga cantik banget — “la fleur cachée,” kayak janji manis tentang sesuatu yang tersembunyi dan indah.
but for me personally, the inside didn’t live up to the outside.
satu-satunya hal yang aku suka dari buku ini: the cover.
it’s genuinely so pretty and aesthetic!
aku bahkan sempet berharap semoga isi bukunya se-pretty cover-nya... tapi yah :)
anyway, ini cuma opini pribadi aku ya, maybe it’s just not my cup of tea.
i’m still proud of the author for finishing this work — because writing a whole book is never easy 🕯️so, thank you for sharing this book with us!
but second of all—i’m so sorry, tapi ini opini jujurku ya.
buku ini… jujur aja, menurutku boring.
kayak, dari awal sampai tengah tuh bener-bener datar, alurnya gampang banget ketebak :(
narasinya juga repetitif, banyak pengulangan kata yang bikin bacanya agak capek.
aku udah coba banget buat stay, buat paham, buat masuk ke ceritanya
but i couldn’t really feel connected to the characters either.
mereka tuh ada, tapi rasanya kayak... nggak hidup. kayak nonton film yang kita lupa lima menit kemudian.
the tension? nggak terlalu kerasa.
the romance? kinda lukewarm.
padahal premisnya tuh sebenernya pretty, judulnya juga cantik banget — “la fleur cachée,” kayak janji manis tentang sesuatu yang tersembunyi dan indah.
but for me personally, the inside didn’t live up to the outside.
satu-satunya hal yang aku suka dari buku ini: the cover.
it’s genuinely so pretty and aesthetic!
aku bahkan sempet berharap semoga isi bukunya se-pretty cover-nya... tapi yah :)
anyway, ini cuma opini pribadi aku ya, maybe it’s just not my cup of tea.
i’m still proud of the author for finishing this work — because writing a whole book is never easy 🕯️so, thank you for sharing this book with us!
June 30, 2026
Latar ceritanya suka bgt. Tapi kata-katanya banyak yg diulang jadi bikin cepet bosan. Untuk plotnya sendiri bagiku mudah ditebak karena udah keliatan banget dari awal. Aku juga gak terlalu merasakan rasa 'naksir' Hava dan Ele, entah ya bagiku flat :( but its still a good story ♡
3/5
3/5
April 5, 2025
kerenn, aku suka jalur ceritanya. aku gak terlalu suka karena alurnya mudah ketebak dan sama sekali gak bikin penasaran, tapi pada akhirnya aku seneng siih baca buku ini
March 15, 2026
aku ngga bisa masuk ke world imagination nya... tapi gaya penulisannya cantik, not bad sih actually
February 28, 2025
Well first of all, I didn't know this book is from AU. I read it not knowing it is. Pretty repetitive.
Mulai dari cerita menyedihkan untuk FMC. Dan selanjutnya cuma perjalanan hidup manusia normal. Hidup yang naik turun, menemukan cintanya, happy ending. This is probably Cinderella in France. There's nothing I could say more.
Plus point for illustrations! Though I didn't get why the page numbers need to be THAT big.
Hoping for the next book is not based from AU because I'm tired of not knowing these. Feels like a scam to me.
Mulai dari cerita menyedihkan untuk FMC. Dan selanjutnya cuma perjalanan hidup manusia normal. Hidup yang naik turun, menemukan cintanya, happy ending. This is probably Cinderella in France. There's nothing I could say more.
Plus point for illustrations! Though I didn't get why the page numbers need to be THAT big.
Hoping for the next book is not based from AU because I'm tired of not knowing these. Feels like a scam to me.
Displaying 1 - 9 of 9 reviews









