Namanya Dewangkara Maheswara. Namun, anak buahnya sepakat mengganti namanya menjadi Dewa Angkara Murka. Selain tukang murka, dia juga suka bertitah bagai dewa. Apa pun yang diinginkan harus tercapai saat itu juga. Termasuk saat Dewang “memerintah” Mosha menjadi “pasangannya” supaya dia batal dijodohkan.
Mosha awalnya menolak. Namun, undangan pernikahan dari Kyle—rekan kerja sekaligus mantan pacar—membuat hati Mosha terbakar. Selama lima tahun pacaran, Kyle bilang dia tidak percaya komitmen. Tak lama setelah putus, Kyle malah menikah. Tentu saja Mosha sakit hati.
Mosha akhirnya membuat perjanjian dengan iblis—eh, Dewang. Adakah cara yang lebih jitu untuk membalas mantan selain menghadiri pernikahannya dengan membawa pasangan yang jauh lebih keren? “Kita nggak mungkin dibilang setingan karena nggak masuk akal karyawan nyuruh bosnya nemenin dia ke kondangan mantan.”
"Cara terbaik membalas mantan adalah dengan menghadiri pernikahannya bersama pasangan baru yang jauh lebih baik daripada dia."
Berawal dari Mosha yg patah hati setelah menerima undangan pernikahan mantannya, Kyle, yg baru tiga bulan putus setelah lima tahun pacaran, tiba-tiba Dewang bos Mosha di kantor yg terkenal galak mengajaknya untuk bekerjasama. Dewang yg ingin menghindari perjodohan dengan anak teman ibunya mengajak Mosh untuk meyakinkan orang-orang bahwa mereka adalah pasangan. Dengan iming-iming bisa memanas-manasi Kyle di nikahannya, Mosha akhirnya setuju untuk pura-pura jadi pasangan Dewang. Siapa sangka bos yg terkenal galak dan dijuluki sebagai iblis ternyata punya sisi yg berbeda saat bersama Mosha.
Udah lama rasanya ga baca buku yg bikin salting ser-seran gitu. Dan pas baca buku ini tuh kayak gitu, manis, gemes, lucu, bikin ser-seran, bikin senyum-senyum sampe ngakak juga pokoknya.
Apalagi kalo denger celetukan-celetukan Dewang yg kadang bikin Mosha speechless sampe ga bisa ngomong, rasanya pengen teriak-teriak aku sepanjang baca. (Cek slide 9-17)
Novel ini tuh page turning banget, ga berasa tau-tau dah banyak aja halaman yg aku baca saking enjoy nya. Konfliknya juga ga berat banget. Seputar mantan yg nyebelin dan hubungan pura-pura antara bos dan karyawannya.
Aku suka semua tokoh yg ada disini, kecuali Kyle dan Vivian ya, rasanya pengen aku pites dua orang ini. Aku suka kehangatan keluarga Mosha yg juga sangat supportif, terutama adiknya Mosha si Maureen, yg walaupun mulutnya kadang suka ga pake filter tapi Maureen ini support system Mosha banget.
Aku juga suka ibunya Dewang yg keliatan pas awal kayak ibu-ibu sosialita yg jude tapi ternyata baik pake banget. Yg paling fav tentu saja Dewang ya, effort dia itu loh ga main-main banget, dia juga yg membuka mata Mosha agar bisa lebih mencintai dirinya sendiri.
Aku juga suka teman-teman kantor Mosha, atmosfer mereka tuh seru dan lucu banget, terutama Kinoy 😅. Oh iya disini juga dijelaskan bagaimana ritme dan cara kerja di perusahaan start up, jd nambah pengetahuan juga.
Nah yg udah pernah baca Monster Minister dan kanget sama Kalita dan pak Menteri, disini mereka bakal muncul juga loh sebagai cameo 😃. 💞 Endingnya aku suka banget, ternyata Dewang menyimpan rahasia yg membuat dia mau membantu Mosha dan itu bikin aku makin klepek-klepek sama Dewang 😆😆. 💞 Mungkin review aku ini subjektif banget ya jatuhnya, tapi gimana dong aku suka banget banget banget sama novel ini, jadi pengen ada tambahan extra part nya lagi 😆😆 💞 Overall aku menikmati banget baca novel ini, novel yg bakal sering aku re-read saking sukanya. Pokoknya recommended banget deh 👍👍👍
Setelah lima tahun bertahan dan menunggu pacarnya siap nikah, hubungan Mosha dan pacarnya malah berantakan. Pedihnya lagi, tiga bulan setelahnya, si mantan yang selama ini selalu bilang belum siap berkomitmen, malah menikahi cewek lain. Bagaimana Mosha bisa menghadapi hari-harinya coba? Mana mereka satu kantor lagi. Ibaratnya setiap hari adalah siksaan bagi Mosha. Sampai akhirnya, Dewang, Pak Bos yang dijuluki sebagai Dewa Angkara Murka saking jahatnya, masuk ke hidup Mosha secara "tidak resmi". Lalu, bertambahlah siksaan Mosha setiap harinya 🤣🤣🤣🤣
Aku suuukaaaaa buku ini!! Sebelumnya, dadi deretan buku Kak Aya, favoritku adalah Monster Minister. Sekarang, juara satunya langsung bergeser ke Dewa Angkara Murka.
Pertama-tama, seperti buku Kak Aya lainnya, aku suka dunia profesi yang begitu melekat. Kali ini adalah sebuah marketplace yang menjual barang-barang etnik dan hasil kerajinan lokal (apakah ini referensinya Qlapa?). Selain kisah cintanya, seru juga menyimak kerungsingan Mosha dengan pekerjaannya.
Kedua, aku suka karakternya. Dewang! Please deeeh ahahah orang ini absurd banget. Keabsurdan Dewang bikin keabsurdan Pak Aldrich di Monster Minister jadi B aja 🤣 Dan orang ini absudrnya konsisten dari awal sampai akhir (sampai ke extra partnya 😭)
Tapi menurutku semua orang di sini absurd sih, kecuali Kyle yang berengsek. Absurdnya tuh yang positif, seru, dan menyenangkan gitu.
Ketiga, menurutku novel ini yang paling dalam dibandingkan novel-novel Kak Aya sebelumnya. Terutama dari sisi heroine-nya, Mosha. Karakter Mosha terasa lebih deep dan hidup, termasuk bila dibandingkan dengan Kalila (eh bener kan yaa namanya ini? 😭). Yah mungkin karena konflik yang dihadapi Mosha juga lebih berat.
Terakhir, aku suka Mauren, astagaaa! Hahaha pengusaha katering ini kalo udah ngobrol sama Dewang bisa cocok banget (tentu bukan cocok dalam artian romance ya). Semoga Mauren segera punya lapak sendiri (colek-colek penulisnya).
Baca buku ini di tengah keruwetan dan hectic-nya umbi menjelang pergantian tahun. Nggak kusangka, bukunya mampu menjaga kewarasanku! Wkwk sebenarnya sudah jadi rahasia umum, buku-buku Kak Aya tuh masuk ke daftar otomatis beli buatku, tapi nggak semuanya sreg di aku. Untungnya, aku sreg sama Dewa Angkara Murka.
Buku ini menceritakan tentang Mosha yang ditinggal nikah sama mantan pacarnya, plus mereka sekantor. Kebayang nggak serisih apa tatapan dan bisikan kasihan dari rekan-rekan kerjanya? Aku mending resign sih kalau jadi dia. Tapi untungnya (atau sialnya? HAHA) bos Mosha aka Dewang, bersedia jadi pasangan buat datang ke kondangan mantan. Mosha agak waras tuh, awalnya nolak mentah-mentah, tapi ada suatu hal tentang mantannya yang bikin Mosha marah sampai gelap mata dan akhirnya mengiakan tawaran Dewang.
Buat ceritanya sendiri menurutku bukan sesuatu yang baru, tapi karena itu gaya nulis Kak Aya jadi kelihatan kece soalnya dia sanggup bikin aku bertahan. Aku ngakak-ngakak nggak jelas, bahkan sampai di titik nggak peduli lagi sama teknis-teknis yang nggak rapi (Kak Editor dan Kak Proofreader, kalau butuh saran atau rekomendasi, silakan unduh HaloBahasa. Atau bisa hubungi Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, biar dapat penyuluhan hehe).
Balik ke novelnya, aku suka banget penggambaran hangatnya keluarga Mosha. Dan paling penting, aku suka perkembangan karakter Mosha. Cuma aku merasa ada yang kurang sedikit, karena aku nggak merasakan kedalaman hubungan Mosha-Dewang. Agak susah sih, mengingat di sini mereka belum beneran "jadian". Dan yang disayangkan lagi, bonus special order-ku masih belum tiba sampai sekarang WKWKWK. Gpp, aku paham, pasti tim GPU yang bungkus-bungkus pesanan lapak oren masih pada cuti.
Jadi kalau kalian butuh novel roman ringan yang pasti nggak bikin sakit kepala, wajib baca novel ini.
Ketika tahu bahwa novel Dewa Angkara Murka ini masih satu universe dengan Monster Minister, saya jadi kepengen membacanya. Bahkan ada Kalita dan Aldrich yang muncul jadi cameo di dalam novel ini.
Mosha terjebak di rooftop kantor, ketika tanpa sengaja dia mendengar atasannya Dewang sedang bertengkar dengan seorang perempuan. Sepertinya Dewang sedang menolak perjodohan dengan perempuan itu. Ketika melihat Mosha, tiba-tiba saja Dewang memperkenalkan Mosha sebagai kekasihnya kepada perempuan itu. Itulah asal mula sandiwara antara Mosha dan Dewang terjadi. Mosha membantu Dewang menghalangi perjodohan yang tidak diinginkannya. Sementara Dewang membantu Mosha menjadi partner untuk digandeng ke nikahan Kyle, mantannya. Kyle yang dulunya memutuskan Mosha karena tidak ingin berkomitmen, tiba-tiba saja melayangkan undangan pernikahan. Masalahnya semua orang di kantor mereka tahu bagaimana sejarah antara Mosha dan Kyle.
Kekasih pura-pura ini berjalan sesuai keinginan Mosha. Dia bisa merasakaan kebahagiaan saat melihat pias penuh kekalahan di wajah Kyle saat Mosha menggandeng Dewang ke resepsi mereka. Namun ternyata Dewang merasa sandiwara mereka masih harus dijalankan agar para rekan kerja mereka tidak melihat bahwa apa yang mereka lakukan hanyalah pura-pura. Di sisi lain, Mosha pun marasa berutang budi dan menerima ajakan Dewang untuk makan malam bersama ibunya Dewang. Mosha yakin setelah itu dia akan terbebas. Tapi Dewang tidak ada tanda-tanda membebaskannya dari sandiwara ini.
Kisah office romance antara Mosha dan Dewang memang mengingatkan pada kisah Kalita-Aldrich di Monster Minister. Atasan yang galak, dan bawahan yang terpaksa menuruti kemauan atasan. Perlahan Mosha mulai merasakan pribadi Dewang yang tidak seperti dugaannya selama ini. Jantung nya selalu tidak tenang dengan segala perhatian Dewang. Apalagi berkali-kali Dewang membantunya mengatasi tingkah laku Kyle.
Saya suka dengan Dewang yang berusaha untuk tetap rasional menjaga hatinya meski awalnya dia melakukan semua itu sebagai balasan jasa kepada Mosha. Sementara karakter Mosha sendiri juga mengalami peningkatan dengan berusaha mencintai dirinya sendiri. Novel yang page-turner ini membuat saya menghabiskannya dalam sehari tanpa henti.
‘Cara terbaik membalas mantan adalah dengan menghadiri pernikahannya bersama pasangan baru yang jauh lebih darinya.’ -Dewang.
‘Belum punya pasangan ditanya kapan punya pacar. Sudah punya pacar ditanya kapan nikah. Sudah nikah ditanya kapan punya anak. Sudah punya anak ditanya kapan nambah anak. Sudah nambah anak ditanya anaknya sudah jadi apa diiringi pamer anaknya begini-begitu. Sudah punya anak yang begini begitu ditanya anaknya sudah punya pacar belum, kapan anaknya nikah, dan rodanya berputar begitu seterusnya sampai ada yang kurang ajar nanya 'kapan mati' kali baru berhenti perputarannya. Kurang lebih, itulah yang biasa terjadi di acara pertemuan keluaga.’ -Mosha.
‘Jatuh cinta itu nggak bisa diukur pakai logika perbandingan. Jatuh cinta itu membuat seseorang nggak bisa pindah ke lain hati meski melihat sejuta kekurangan dari pasangannya atau semilyar kelebihan dari wanita lain.
Karena kekurangan bukan alasan untuk berhenti mencintai. Selama pasangan itu punya tekat kuat untuk melewatinya bersama-sama dan kekurangan itu bukan sesuatu yang menyakiti satu sama lain, cinta itu nggak akan berhenti atau berpindah.’ -Dewang.
‘Ketika orang memojokkan, kita nggak harus selalu menjawab. Adakalanya, kita cukup senyum saat direndahkan dan disangsikan. Karena kamu tahu... membantah nggak membuat kita menang. Banyak bicara nggak akan menunjukkan kita lebih segalanya. Apa yang kitalakukanlah yang akan membuka mata mereka pada kita.’ -Ibu Dahlia.
‘Saya nggak mau perasaan saya mengalahkan logika dengan membiarkan diri saya jatuh cinta pada orang yang nggak mungkin saya miliki. Karena perang yang nggak akan bisa kita menangkan adalah perang dengan masalalu, Mosha. Perjuangan dan pembuktian macam apa pun bakal sia-siakarena masa lalu nggak pernah nyata.’ -Dewang.
4.5/5 🌟 untuk novel ‘Dewa Angkara Murka’ karya mbak Aya Widjaja. Karena penasaran, akhirnya aku nekat baca di wattpad. Yang pasti nggak bakal dapet ending, karena novel ini sudah diterbitkan. Jadi aku harus beli atau harus sabar antri di IPusSulteng kalau mau tahu versi terbitannya.
Tapi, walau aku tidak tahu endig-nya, setidaknya bisa menebak bakal seperti apa ending-nya. Dan yang pasti, aku tetep bisa nikmatin kisah Mosha dan Dewang. Sumpah, aku dibikin salbrut sama tingkah mereka... 😍😍
Membaca kisah Mosha dan Dewang mengingatkanku dengan kisah Alranita dan Tigran di novel ‘Resign’ karya Almira Bastari—yang sampai hari ini masih menduduki tahta tertinggi di hatiku sebagai novel office romance terbaik. Kisah mereka tuh kayak 11-12 gitu. Tentu saja nggak mirip plek ktiplek ya.. Yang ku maksud mirip adalah jalan ceritanya nggak membosankan, menarik, tidak bertele-tele dan tidak berlebihan. Sama-sama page turning banget, pas baca, tahu-tahu udah bablas aja sampe akhir, tipe novel yang bisa langsung dilahap.
Jadi, novel Dewa Angkara Murka ini bercerita tentang Mosha yang diputusin pacarnya setelah 5 tahun berpacaran. Dan 3 bulan setelah putus, mantannya, Si Kyle, memutuskan menikah dengan wanita lain. Kyle yang selalu bilang tidak bisa menjanjikan komitmen pernikahan—karena hancurnya rumah tangga ortunya—pada Mosha, tiba-tiba memutuskan menikah dengan Vivian.
Bisa bayangin kan gimana hancurnya hati Mosha gara-gara ulah si Kyle breng*ek itu? Mana Mosha di undang lagi di acara nikahannya. Untung saja ada Bos Dewangkara Maheswara yang datang menawarkan pertolongan pada Mosha untuk membantu balas dendam dengan Kyle.
Di sisi lain, si bos Dewang—yang selalu di juluki karyawannya Dewa Angkara Murka gara-gara garang dan tegasnya dia jadi bos, juga membutuhkan pertolongan Mosha demi menghindari wanita bernama Livy, yang notabene adalah wanita yang mau dijodohkan dengan Dewang. Karena dua hal tersebut, akhirnya mereka melakukan kesepakatan untuk menjadi pasangan pura-pura demi mebalas Kyle dan juga menghindari Livy.
Tapi sesungguhnya ceritanya tidak sesederhana itu ya guys.. Ada faktor lain sehingga mereka melakukan itu, terlebih dari pihak Dewang. Cuma aku nggak mungkin dong jabarin di sini, ntar jadi spoiler dan nggak seru lagi buat kalian baca.. 😁
Yang jelas novel ini rekomen banget buat kalian baca, karena novel ini keren dan sangaaaat menghibur. Selain itu, semua karakter tokoh dalam novel ini good semua.. Pas, sesuai porsinya. Baik tokoh utama dan sampingannya, baik yang protagonis ataupun antagonis, sama-sama menarik. Dan aku ngefans banget sama karakter tokoh Ibu Dewang—Ibu Dahlia, beliau ini keren dan bijak banget, bisa didik Dewang menjadi orang yang baik, pekerja keras dan bertanggung jawab. Aaaahhh rasanya aku terDewang-Dewang... 😍 So, buat kalian yang penasaran sama serunya kisah Dewang dan Mosha.. Cuus, tunggu apa lagi, segera baca novel ini... 😉
Baca buku yang genre-nya pure romance selalu agak hit or miss buat saya. Untunglah DAM ini masuk kategori yang lumayan hit lah yaa wkwk.
Saya lebih menikmati baca ini dibanding Monster Minister soalnya menurut saya Dewang nggak terlalu ngeselin dibanding Aldrich WKWK. Walaupun judulnya Dewa Angkara Murka yang merupakan julukan buat Dewang, menurut saya cerita ini nggak terlalu didominasi sama Dewang. Malah cukup banyak porsi cerita Mosha sama mantannya si Kyle yang merupakan tokoh paling ngeselin di buku ini. Tapi yah, saya suka sih, bahasan soal gimana kita nggak bisa menarik orang yang emang nggak mau maju dan sembuh dari masa lalunya.
Menurut saya, keseluruhan buku ini lebih tentang gimana Mosha bisa lepas dari masa lalunya dan bahagia dengan kehidupannya sekarang (yang kebetulan ada Dewang di dalamnya). Jujur saya agak menyayangkan aja dia move on dari masa lalu langsung ke cowok lain karena... mm... hidup kita kan nggak melulu harus berputar di sekitar laki-laki. Sebenarnya saya berharap Mosha ada waktu untuk menata hati & hidupnya sendiri dulu sebelum jalan lagi sama Dewang.
Terus, karena keseluruhan cerita tentang Mosha, sepanjang baca buku ini, saya juga jadi agak gimana gitu karena judulnya Dewa Angkara Murka a.k.a Dewang padahal tokoh utama di cerita ini Mosha!! Yang kita lihat naik-turun dan perjuangan hidupnya ya Mosha. Ya emang sih, cerita ini dimulai dari sesuatu yang diinisasi Dewang, tapi balik lagi, stop menjadikan laki-laki (atau pasangan romantis kita, apa pun gendernya) tokoh utama dalam hidup kita!!☝️🙂↕️
Tapi yaudah gapapa soalnya saya cukup suka karakter Dewang. (Kalau boleh, saya juga mau deh kenal sama modelan Dewang satu yang bisa bantuin saya konser dapet barricade😌.)
Walaupun tulisan ini lebih kayak ocehan nggak penting dibanding review komprehensif, intinya saya overall cukup sukaa sama cerita ini. Lagi-lagi, gaya tulisan Penulis ngalir, nggak kerasa udah baca 400an halaman novel romance (tanpa ada yang saya skim-read!🙂↔️). Saya juga suka ada cameo Kalita-Aldrich (WALAUPUN hal paling mengganggu dari cameo menurut saya adalah, kalau saya nggak bisa mencocokan cerita ini dengan cerita asal si cameo alias waktu baca MM saya nggak ingat Kalita ada nyebut-nyebut Mosha padahal di sini mereka sering nongki bareng. Nggak tau siih, mungkin saya aja yang lupa yaaa). Tapi gapapa soalnya saya suka karakter Kalita dan masih berharap dia nggak dengan mudahnya tunduk dengan sikap mendominasi Aldrich🙏
Mungkin buku ini nggak akan masuk jajaran favorit saya, but i had a great time reading this! >< Jadi saya bulatkan bintangnya ke 4✨
p.s saya sempet ngepoin akun penulisnya dan kalau nggak salah visual Dewang tuh Lee Jae-Wook alias OMG?? yes?? sepanjang buku saya bayangin dia?? Jadi salah satu faktor pendukung saya cukup suka karakter Dewang HAHAHAHA😝
--
"Luka ini akan terus terbuka jika tidak aku tutup atau obati. Seperti hanya ketika kita terjatuh, rasa sakit akan terus terasa jika kita terlalu fokus pada luka dan darahnya. Namun, jika kita memfokuskan diri pada hal lain alih-alih memandang luka yang menganga, lama-lama rasa sakit itu tidak akan terasa."
Novel kedua kak Aya Widjaja yang saya baca. Gemesss banget sama Mosha Dewang 😍
Mosha yang tengah bersedih karena ditinggal nikah oleh mantannya, Kyle, tiba-tiba harus terjebak untuk berpura-pura menjadi pasangan Dewang, bosnya yang galak yang terkenal dengan sebutan Dewa Angkara Murka atau Iblis Lantai Lima, untuk menghindari perjodohan. Sebagai imbalannya, Dewang menawarkan untuk menjadi pasangan Mosha di pesta pernikahan Kyle sekaligus untuk membalaskan dendam Mosha.
Office romance dengan trope fake dating berhasil membuat saya senyum-senyum geli, gemas, ketawa, meleleh dengan segala tingkah out of the box Dewang. Paling gong saat Dewang sampai rela menjadi panitia konser Dewa19 demi bisa pergi bersama Mosha. Sayangnya Dewa bukan Dewang. Ahh, Pak Dewang bisa ajaaaa 😆 Ohh ya, Bu Dahlia mungkin akan menjadi mertua idaman karena sikapnya ke Mosha. Gemes sama interaksi mereka. Dan Kyle, ahh lelah saya menghadapi segala drama Kyle. Dan disini, ternyata tipis-tipis ketemu sama Kalita dan Aldrich, tokoh fenomenal di Monster Minister.
Anyway kak Aya, infokan dimana nemu bos kaya Dewang ya~
Dewa Angkara Murka || Aya Widjaja || Penerbit Gramedia Pustaka Utama || Gramedia Digital || 416 Hlm || Cetakan Pertama, 3 Des 2024
Q : Kalian kalo udah putus termasuk tipe yang mau berteman baik sama mantan atau memilih untuk nggak mau lagi ada urusan sama dia dalam hal apa pun seperti langsung cut off?
Kalo aku pribadi, mau putusnya baik-baik atau nggak baik akan tetap memilih cut off. Aku cuma mau tenang dan nyaman dari prahara yang berhubungan sama mantan. Kalo udah putus ya udah bye.
Ngomongin persoalan berteman atau cut off dengan mantan, aku kemarin baru selesai baca novel terbarunya Kak Aya. Udah nggak usah diragukan lagi ya kalo gaya penulisan Kak Aya itu klik sama aku. Novel terbaru Kak Aya ini berjudul Dewa Angkara Murka. Apa yang ada dipikiranmu ketika membaca judul novel yang ada kata angkara murka? Kalo yang ada dipikiranku adalah kegelapan, kejahatan dan berhubungan dengan cerita rakyat yang berkaitan dengan perwayangan.
Namun, novel Dewa Angkara Murka ini nggak ada hubungannya dengan perwayangan. Novel DAM ini berkisah tentang seorang bos dari perusahaan start-up bernama Dewangkara Maheswara, tapi anak buahnya sepakat mengganti namanya menjadi Dewa Angkara Murka. Selain tukang murka, dia juga suka bertitah bagai dewa. Apa pun yang diingikan harus tercapai saat itu juga.
Termasuk saat Dewang memerintah Mosha menjadi pasangannya supaya dia batal dijodohkan. Mosha awalnya menolak sampai undangan pernikahan dari Kyle, rekan kerja sekaligus masa lalunya membuat hati Mosha terbakar. Selama lima tahun pacaran Kyle berkata tidak percaya dengan komitmen. Tak lama setelah putus, Kyle malah menikah. Tentu saja Mosha sakit hati dan memutuskan membuat perjanjian dengan Dewang. Lalu apa yang kemudian terjadi pada Mosha sebagai akibat dari membuat perjanjian dengan Dewang? Kalo penasaran bisa baca langsung novelnya!!
Aku tau novel ini sebelumnya ada di salah satu platform baca, tapi memang sengaja nggak baca selagi belum terbit supaya rasa penasaran lebih besar dan aku lebih excited menunggu novel ini terbit. Dan ketika aku baca novel ini, baru beberapa bab awal aja udah langsung sesuka itu. Dalam hati udah berkata bahwa novel ini sesuai ekspektasiku.
Selama baca aku dibuat nggak berhenti ketawa sama apa yang dialami Mosha, interaksi Mosha dengan Dewang, teman kantor dan keluarganya. Aku juga dibuat kesal sekali dengan kelakuan Kyle yang ingin rasanya kutendang dia sampai ke neraka biar dia nggak ngulah terus, dibuat baper dengan percikan-percikan romance dari tokoh utama di novel ini dan dibuat takut dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Latar tempat novel ini memang di kota besar atau kota metropolitan, tapi apa yang Kak Aya bahas di novel ini related banget sama kehidupan di sekitarku. Soal anak buah yang memberi julukan untuk bosnya, ini aku juga pernah melakukannya dan untuk urusan seperti yang dilakukan Kyle ini aku bertindak sebagai penonton karena yang mengalami adalah orang di sekitarku.
Konflik novel DAM ini masih termasuk ke dalam konflik yang sedang menurutku karena selama baca nggak dibuat marah sampai tensi darah naik, hanya kesal dan nggak habis pikir aja sama apa yang dilakukan beberapa tokoh dalam novel ini. Konfliknya seputar hubungan romansa, konflik pekerjaan dan beberapa konflik keluarga. Aku suka dengan cara Kak Aya memunculkan konflik-konflik dalam novel yang bisa menguarkan berbagai emosi ke pembaca.
Ditambah novel ini diceritakan dari sudut pandang orang pertama dari tokoh Mosha yang tentunya berhasil bikin aku jadi memahami apa yang Mosha rasakan dan pikirkan. Kisah Mosha ini diceritakan dalam bahasa sehari-hari yang nggak kaku, jadi selama baca aku sangat menikmati dan bahkan novel ini termasuk page turner buatku. Alur yang digunakan pun alur maju dengan beberapa kilas balik yang tentu pergantiannya sangat smooth sehingga nggak membuatku bingung saat baca.
Novel DAM menggambarkan kehidupan pekerja kantoran atau cungpret, menggambarkan bagaimana perusahaan start-up, menggambarkan seperti apa laki-laki yang pantas untuk menjadi imam kita dan mana yang nggak pantas.
Baca novel Dewa Angkara Murka ini, bikin aku pengen cepat baca novel Monster Minister yang mana novelnya masih ada di tumpukan TBR fisik yang entah dari tahun kapan itu. Kenapa begitu? karena beberapa tokoh di novel MM menjadi Cameo di novel DAM.
Tokoh dalam novel DAM ini terbilang banyak, tapi semuanya punya peran penting untuk keberlangsungan ceritanya. Apalagi semua tokohnya punya karakteristik yang kuat sehingga aku nggak bingung dalam urusan mengenali tokoh-tokohnya.
Mosha. Aku dibuat salut dan kadang ngerasa Mosha terlalu bodoh dengan menunggu Kyle percaya komitmen, apalagi semua perilaku yang ditunjukkan Kyle ke dia selama masih bersama. Agak gregetan juga kalo Mosha ini masih baik sama mantannya dan nggak peka dengan sinyal dari laki-laki lain. Prinsip Mosha satu lagi yang kusuka adalah dia nggak mau menjelekkan orang tua orang lain karena dia sendiri gak suka kalo orang tuanya diejek.
Dewang. Dia memang tipe bos reseknya kebangetan dan pantas dijuluki iblis, tapi semua sikap Dewang tentunya ada alasannya. Ketika tau alasan dibalik itu semua, aku menjadikan dia tokoh favoritku. Effort Dewang untuk pekerjaan dan pasangannya juga nggak kalah bikin aku makin suka sama dia. Meski dia termasuk kejam soal kerjaan, tapi hati nuraninya masih hidup.
Kinoy, rekan kerja Mosha. Dia ini pecinta makhluk berbulu aka kucing. Aku suka banget sama cara dia menghibur dan ngasih masukan ke Mosha. Meski kadang menjadikan Mosha sebagai ajang aji mumpung, tapi Kinoy ini tipe teman atau sahabat dalam dunia kerja yang banyak orang bilang mustahil.
Mauren, adik kandung Mosha. Dia dapat julukan jelmaan dajjal dari Mosha karena bener-bener seresek itu, tapi Mauren ini orangnya realistis. Aku suka banget sama aktivitas dia dan prinsip dia. Ingin rasanya nyicipin hasil masakan dan kue Mauren.
Orang Tua Mosha tuh bikin aku salut sama mereka, tipe orang tua yang ketika anaknya disakiti akan maju paling depan dan nggak ingin anaknya terluka lebih dalam lagi. Tipe orang tua yang bangga banget sama apa pun pencapaian anaknya.
Nggak hanya orang tua Mosha aja yang bikin aku salut, tapi orang tua Dewang juga. Mereka berhasil mendidik Dewang dengan baik. Mereka calon mertua idaman banget. Yang resek ya cuma saudara Dewang yang lain karena hanya lihat orang dari status sosial dan fisik aja.
Mbak Afni. Dia ini selalu nggak mau kalo anak buahnya dimarahi dan disalah-salahkan sama Dewang. Jadi garda terdepan dalam membela anak buahnya. Aku kenal beberapa orang macam Mbak Afni ini di kehidupan sehari-hari.
Batara, rekan kerja satu divisi dengan Kyle. Pengen nyubit mulut dia yang mengandung cabe itu.
Kyle. Nggak usah ditanya lagi kalo aku begitu benci sama tokoh satu ini dan aku kenal banget sama orang macam dia di real life. Laki-laki macam Kyle ini harus musnah dan nggak pantes jadi imam keluarga. Black flag banget menurutku.
Vivian. Ini perempuan sumpah ya pengen rasanya kujorokin ke jurang yang dalam. Tiap muncul bikin kesel doang.
Interaksi antara Mosha dan Dewang nggak usah diragukan lagi karena berhasil bikin aku ketawa, interaksi Mosha dengan Kinoy dan rekan divisi procurement yang lain nggak pernah gagal bikin aku ngakak. Interaksi Mosha dengan beberapa tokoh menyebalkan ini berhasil bikin aku gedeg ketika masih menanggapi mereka.
Novel DAM ini memang termasuk novel tebal atau bantal, tapi saking page turnernya aku yang lagi hectic dengan beberapa hal di real life mampu menyelesaikan baca novel ini dalam sehari. Porsi romance dan porsi yang membahas tentang pekerjaan di novel ini sama pasnya menurutku. Jadi, aku nggak hanya dibuat baper aja, tapi dapat ilmu pengetahuan tentang bisnis, divisi procurement dan perusahaan start-up. Belum lagi dengan pengetahuan beberapa kerajinan dari berbagai daerah di Indonesia itu bikin aku bangga jadi warga negara Indonesia dan tentunya membuatku cinta produk lokal Indonesia.
Cara-cara Kak Aya dalam menyelesaikan masalah kerasa tepat dan realistis meski sempat membuatku menahan nafas. Di awal aku udah bilang kalo novel ini bikin aku takut sama kelanjutannya karena aku udah mulai menerka-nerka apa yang akan terjadi ke depannya, ternyata semua tebakanku salah, malah aku dapat twist atau kejutan yang nggak kusangka.
Dari novel Dewa Angkara Murka aku belajar untuk nggak berlama-lama memiliki hubungan dengan laki-laki yang nggak bisa kasih komitmen atau nggak serius karena kalo dia beneran serius pasti ada pemikiran untuk ke jenjang selanjutnya, bukan malah ngajak pacaran kayak kredit kendaraan. Belajar bagaimana balas dendam ke mantan dengan cara elegan, belajar untuk nggak menilai seseorang hanya dari luar dan penilaian orang lain aja, belajar untuk nggak berprasangka buruk dulu ke orang lain, belajar untuk melihat orang lain dari sisi baiknya, belajar untuk lebih baik diam daripada menjawab omongan nggak enak dari orang lain hanya karena menang pun nggak akan bikin bangga.
Belajar bagaimana caranya mengatasi gugup, belajar bertanggung jawab dengan keputusan atau pilihan kita, belajar untuk nggak pantang menyerah dan terus berusaha untuk mencapai impian, belajar untuk nggak menjelekkan orang tua orang lain karena kita sendiri pasti nggak suka bila orang tua kita diejek, belajar untuk tau batasan dengan mantan, belajar untuk setia, belajar untuk nggak merebut apa yang dimiliki oleh orang lain, belajar untuk nggak playing victim dan masih banyak lagi pelajaran hidup dari novel ini yang bisa kuterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selesai baca novel ini aku malah nggak berhenti senyam-senyum karena ingat sama gimana cara male lead di novel ini PDKT. Antri mainstream, tapi nggak semua cowok bisa. Ingat gimana dia ngetreat wanitanya. Ada juga scene yang sangat memorable buatku, yaitu saat si male leadnya habis salat jumat. Mungkin buat orang lain biasa aja, tapi buatku itu malah bikin aku jatuh cinta.
Aku suka banget cover novel ini yang menggambarkan gedung-gedung perkantoran dan itu menurutku matching dengan apa yang dibahas dalam novel DAM ini. Novel DAM bisa dibeli di marketplace kesayangan kalian untuk versi fisiknya dan untuk versi digitalnya bisa baca di gramedia digital dan playbooks.
Aku rekomendasikan novel ini buat kalian yang suka baca novel metropop, buat yang ditinggal nikah sama mantannya, buat yang ingin balas dendam dengan elegan, dan buat para cungpret atau budak korporat.
ini buku bener-bener bikin gila. CAPE BGT KETAWA WOY
Mosha kira dapat undangan pernikahan dari Kyle--mantan yg udah dia temenin selama 5 tahun--cuma 5 bulan setelah mereka putus, bakal jadi hal paling mengguncang yang dihadapinya hari itu. siapa sangka setelah itu bosnya malah ngajak fake dating?? udah gitu bosnya ini terkenal galak & serem sampai-sampai orang sekantornya diam-diam menjuluki beliau Dewa Angkara Murka.
Kesepakatannya gini: Dewang bersedia jadi gandengan Mosha buat ke nikahan Kyle, dan Mosha bantu Dewang meyakinkan Ibunya Dewang kalo mereka pasangan, biar Dewang ga dijodohin lagi. awalnya Mosha ga mau, tapi dia lebih ga mau Kyle bahagia semena-mena. jadi diterima tuh tawaran Dewang. Masalahnya!! berhubung Kyle juga sekantor sama mereka, aksi pura-puranya ga sebatas di acara nikahan doang. dan mau gimanapun Dewang itu bos, Mosha tetep segan bgt dong dan gatau kudu gimana. dia cuma bisa pasrah dan ngikutin gimana Dewang.
narasinya full pake 1st person POV dari Mosha dan ga difilter sama sekali. segala yang dia pikirin dan dia rasain terekspos semua, dan ini yg bikin jd kocak BGT. random bgt dia soalnya. cek slide 3-X deh buat lihat cuplikan isinya. kayak baca diary dia gitu deh feel-nya. seruuu!
Dewang juga omongannya ajaib, ga bisa ditebak, tapi gelagatnya tetep datar biasa aja. dibilang dingin engga, tapi ga flirty juga. jadi kontras lihat Mosha yang gampang cemas & gregetan vs Dewang yang santai tapi blak-blakan ini menghibur parah. pas awal "arrangement" ini Dewang rasanya distant, ga terbaca motifnya dia sebenernya apa. dia nge-treat Mosha ekstra, tapi ngga all-in juga. aku yang baca aja bingung liatnya, ga kebayang gimana Mosha yang ngadepin sendiri. tapi karena narasinya ngalir jadi aku ngga ambil pusing dan trust the plot aja. dan beneran sih ternyata GA MENGECEWAKAN SAMSEKKK.
aku ga bakal bahas spesifiknya tapi pokoknya ada suatu titik yang akhirnya buat semua elemennya "klik". dan ini satisfying banget. setelah itu jadi paham motifnya Dewang dan rasanya kayak lihat Dewang pake kacamata baru. ibarat kalo aplikasi, kayak selama ini cuma liat Dewang versi gratis terbatas tapi akhirnya ngerasain versi full premium. chemistry-nya sama Mosha ga main-main, kadang agak geli dikit tapi ga cringe, ya sewajarnya orang PDKT lah. Kalo yang baca ngerasa single kan bukan salah mereka dong yak wkwk.
Konfliknya emang seputar Kyle si mantan, jadi sayangnya si laknat ini muncul mulu sampe akhir, TAPI it serve the plot well dan penting buat nunjukin character development-nya Mosha.
tentunya buku setebel ini karakternya ga cuma 3 doang dong, nah ini karakter sampingannya juga pecah semua. unik-unik bgt! terutama MAUREN. dia nih comedic relief, kalo Mosha ngaconya di inner thought aja, Mauren ini sampe ke omongan dan kelakuannya juga ga difilter wkwkwk menghibur deh love-hate relationship dia sama Mosha. oh iya ngomomgin karakter, ada karakter dari buku Kak Aya yg lain--Monster Minister--yang jadi cameo dan sukses bikin aku pengen baca MM. paling suka deh kalo penulis nyambung-nyambungin karyanya walaupun masing-masing terhitung standalone.
sebenernya plot wise aku tadinya mau kasih 4 stars, karena timing kemunculan dewang SELALU pas banget kayak too convenient, tapi karena overall ini sangat menghibur dan bahkan setelah selesai baca kalo keinget langsung cengar-cengir sendiri, aku naikin ratingnya jadi 4,5. peak office romcom!!!
COILAH, ini nih definisi HAPPY READING yang sebenernya gengs 😭🫵🏻🔥
aku sepanjang baca udah yang kek gak bisa lepas dan maunya bacotin dewang sama mosha mulu. kebukti tuh igs sampe garis2 isinya ngakak edan kebablasan wkwk 😭
AAAAAAAAAA KEPENGEN DISAYANG DEWANG JUGA (frustasi.)
bener2 sepanjang baca rasanya aku kepengen nutup buku terus, kek gak tega kalo tamat.. tapi di saat bersamaan nih jari kaga bisa berenti balik2 halaman saking magisnya world building kak aya 😭
mana lagi kalo gak ditamatin gak ngerti endingnya juga.. REPOT!!!
baca ini berhasil naikin moodku dan ngilangin reading slumpku POL 😭
jujur aja aku aslinya pengen nyimpenin pak dewang ini sampe nanti2.. biasa, save the best for last (ketularan mbak afni keminggris), TAPI AKU BUTUH, aku reading slump, jadi aku tarik. dan hasrat bacaku kek langsung balik 100% gitu anjir 🤧🔥
tulisan kak aya ini mengandung santet berlebih 😭☝🏻 selain emang aku ini penikmat romcom, genre + trope yang ditawarin sama kisah dewang-mosha ini AKU SUKA BANGET.
EDAN 😭 aku pengen reread lagi padahal fresh baru nutup buku wkwk.
gak nyesel aku spend time buat baca ini di hari2 suntuk, rasanya sama kayak diajak healing2 mini sama kak aya.. apa emang?
yoi, SENENG 🥲
SUERU pol2an dan PAGE TURNER parah!
kecintaan banget sama dewang 🫠💯 kalian kataku wajib kenal sama dia juga deh biar ngerti kalo ada bapak2 mateng yang hobi ngamuk2 tapi PERJUANGANNYA JOS GANDOS 🫵🏻🔥
namanya MOSHA, dia lagi nangis2 di rooftop pas mendadak aja kehidupannya berasa kejungkir dalam sekejap 🤣
DEWANG, bosnya (yang biasa dipanggil dewa angkara murka), tiba2 request biar mosha jadi pasangannya biar perjodohan dewang sama cewek lain dibatalin.
di satu sisi, mosha shock. jelas! di sisi lain, mosha juga butuh.
KENAPA?
balik lagi aja, si mosha gak mungkin gak ada angin bledek tau2 nangis kan? 😄 dia barusan nerima undangan nikah dari MANTANNYA gengs.
so, win win solution dong ini?
uhm... iya kah? 🤣
gimana jadinya kalo makin lama kebohongan mereka malah bawa kebohongan2 lainnya?
BACA!!!!
SERU BANGET AKU GAK BOHONG 😭🔥
---
1. penulisan.
NGAKAK, penuh komedi dan SERU MAMPUS (berapa kali aku ngomong seru?)
buku ini ditulis pake POV 1 dari sisinya mosha. jadi full isi buku ini kek curahan hati nih cewek satu 🤣
isi hati mosha tuh bener2 bikin KETAWA, NGAKAK, GREGETAN.. dah lah aku sampe capek sendiri 😭
gak sekali dua kali aku ketawa sampe diliatin orang2 nginget aku baca ini gak di rumah doang 🤣 bodoamat, emang lucu masa ya mau kutahan2 ngakaknya.. ya kan? 😭☝🏻
ditulis pake sudut pandang orang 1 bikin aku tau detail perasaan2 mosha dengan baik, TAPI salutnya, aku juga bisa ngerasain emosi2 tokoh lain dengan SANGAT BAIK.
penjabaran adegan-situasinya detail, bahkan kak aya notis hal2 kecil yang bikin cerita makin idup.
hal sesimple dan se-nggak penting kyle manggil dewang dengan benar kayak : "pak dewang" di dalem dialog aja aku notis! aku awalnya ngeuh cuma biasa2 aja, tapi ada part mosha jabarin kalo kyle emang hormat banget sama dewang.
bisa bayangin sestrong apa ni detail tulisannya?
sepanjang baca aku enjoy banget karena emang pembawaannya ngalir dan kayak lagi diajak curhat sama mosha 🤣
pokoknya 💯
AKU. SUKA. BANGET.
2. penokohan.
semua orang punya sisi ± dan suara yang udah selayaknya patut didengerin dan dihargai (APASIH MENDADAK BIJAK)
tapi sumpah setelah baca ini aku jadi ngerenung.. pernah gak ya aku berbuat hal yang kukira baik tau2nya nyakitin orang juga?
aku sampe nangis puol di bagian ini gengs 😭
mau kepaitan sama orang2nya juga rasanya gak bisa, batal semua hasratku maki2 meski TETEP AJA LU NGESELIN SMHDKSJSKSJ gatau lah 😭 aku butuh gandengan dewang untuk memimpin arah WKWKWK
tokoh2 di buku ini semuanya bikin mood naik ya, gak ada tokoh ngampir terus energiku kekuras gitu 🤧 aku suka sama kehadiran banyak tokohnya yang gak sekedar *mejeng*, tapi juga bisa kasih warna cerita.
sesimple dadan yang cuma nyempil dikit doang aja aku ngerti karakternya ya anjir 😭🙏🏻 apa lagi tokoh utamanya??
si mosha yang gugupan dan dikit2 ngeblank kalo panik ini bener2 realistis pol, dan kehadiran dewang yang bisa neken rasa panik itu udah kek kepingan puzzle nempel gitu loh njir 😭🔥 (aku merasa aku cocok 100% jadi mantu bu dahlia)
skip tokoh utama sebelum aku baper2 ngelantur, aku suka pol sama MAUREN 🤣
lambe mauren nih kalo dijejer sama knalpot bajaj keknya cocok pol 😭 ngegas, ngasep, sadis pokoknya 🤣 mauren ini adeknya mosha btw gengs. tipe2 cewek yang bikin mood naik tapi bisa nguras energi juga kalo gak bisa ngimbangin. bisa bayangin gak? energinya positif, tapi kebanyakan 🤣 gak bayangin kalo dia disatuin sama kinoy + kalita 🤣 PECAH DAH TUH BERTIGA DEMI APA 😭🔥
dan omong2 kalita, ingetin aku buat CO monster minister gengs 😭 AKU KEPO SM HORORNYA PAK ALDRICH 🤣💯
anw aku serius, aku butuh tuntunan dewang untuk menjajak masa depan. dimohon bu dahlia untuk membukakan pagar PLIS BUK AKU MAU LAMAR ANAK IBU 😭🔥
3. konflik, penyelesaian.
konfliknya ini sebenernya dah ada dari awal, tapi di awal2 ini aku masih banyak ketawanya. lha pas masuk pertengahan masuk akhir, DUAR.. main2 banget anjaaaaaaay aku sampe tegang-stress-bimbang-gelisah-MERANA 😭 (alay)
tapi sumpah nyeeseeeek pol 😭 aku kek langsung terdiam, diam2 mewek 😭🙏🏻
penyelesaiannya sendiri aku ngerasa mendekati akhir kayak keburu gitu sih, apa lagi *pembukaan* sesi nyeseknya kan tengah2 ke akhir itu ya, tapi di saat bersamaan entah kenapa aku ngerasa penyelesaiannya juga realistis. kek ya, emang mau diapain lagi? kalo diotak-atik rasanya bakal jadi aneh juga jadi aku tetep enjoy sampe halaman terakhir ☝🏻
4. isi.
abaikan, boleh langsung skip aja soalnya aku nambahin sesi sendiri WKWK
aku suka sama scene pas mosha diajak jalan dewang terus parkir di .... 🤣 itu ngakak dan malu2in banget anjir 😭 lagian juga dewang kaga ada omongan tau2 belok aja ke situ wkwk 😭
aku juga suka scene pas balas dendam ke nikahan mantan mosha, pembalasannya gak yang alay gitu tapi DEWASA dan NGENA pol 😭 aku nikmatin banget emosi2 semua tokoh yang kejabar pas scene ini muncul.
terus ada scene kyle sama mosha, jujur aku gedeg sama scene2 dia yang kesannya banyak cincong 😭 tapi pas tau alesannya.. ANJER BEGO PENGEN BANGET KUMAKI2 SEGALA HUJATAN DEPAN MUKA DIA. tapi ya udah lah, mosha deserves better dan mosha deserves dewang!!!! #TIMPAKDEWANG 🔥☝🏻
Novel ini menghibur banget! Sepanjang baca aku ngga berhenti cekikikan karena tingkah Mosha dan Pak Dewang 🤣 Interaksi mereka tuh gemes dan lucu banget. Tapi makin ke belakang, masalah mantannya Mosha malah makin rumit. Kesalahpahaman antara Mosha dan Pak Dewang juga bikin gemas sekaligus gregetan.
Awal-awal sih seru banget, tapi makin lama aku mulai kesel sama Mosha. Kesel juga sama orang-orang di sekitar Kyle, ibunya, istrinya, semuanya tuh kompak banget ngebelain Kyle. Mereka bilang perselingkuhan Kyle itu bentuk cintanya ke Mosha. Lah kalau cinta ngapain selingkuh kocakkkk?!
Katanya Mosha terlalu baik sampai bikin Kyle terbebani, makanya dia selingkuh. Please deh🙄 Kyle, ibunya, dan istrinya tuh malah lomba-lombaan lempar tanggung jawab. Ngatain Mosha biang masalah (secara nggak langsung), padahal yang salah ya jelas-jelas Kyle.
Dan si Mosha pun ya ampunnn gemes banget, pengen cubit ginjalnya deh☺️🤏 Katanya udah move on, tapi kelakuannya kayak masih desperate banget buat mantan. Antara ucapan dan tindakan tuh nggak sinkron. Dia bilang udah lupain, tapi tetep aja masih ngasih celah buat mantannya masuk lagi. Bahkan pas tau mantannya sakit, dia ninggalin pacarnya (meski pacar pura-pura sih) cuma buat nemenin Kyle.
Kalau Mosha ini cowok, pasti udah dihujat sama netizen karena dikatain red flag. Tapi mau cewek atau cowok, aku nggak peduli sih. Bakal tetep kuhujat juga soalnya😩
Mosha tuh tipikal people pleaser yang plin-plan dan nggak tegas sama diri sendiri. Aku paham sih move on itu susah, apalagi setelah lima tahun hubungan, tapi plis.. kebegoan jangan dipelihara kelamaan. Banyak orang udah nyadar dan ngasih tahu, tapi tetep aja dia jalan di lingkaran yang sama.
Sementara Pak Dewang ini problemnya komunikasi. Omongannya nyelekit, meski kadang apa yang dia bilang itu benar. Dia effort banget buat Mosha, tapi karena nggak pernah ngomong langsung tentang perasaannya, ya wajar aja Mosha sering salah paham.
Dan Kyle.. duh, mantan satu ini tuh paket lengkap. Nggak tahu diri, manipulatif, sok paling tersakiti padahal dia yang nyakitin. Kesel banget sumpah🙄
Selain ceritanya yang seru dan kocak, ada hal menarik juga dari cara penulis menggambarkan Mosha. Karena semuanya diceritain dari sudut pandang Mosha, kita jadi ngeliat dunia lewat cara dia berpikir dan merasa. Jadinya, seolah semua keputusan Mosha bisa "𝐝𝐢𝐦𝐚𝐤𝐥𝐮𝐦𝐢", bahkan yang plin-plan atau ngga tegas sekalipun.
Padahal kalau dilihat dari luar, dia sering banget ngelakuin hal yang kontradiktif. Bilang udah move on tapi masih sibuk mikirin mantan, bilang udah ngga peduli tapi masih rela ngasih waktu dan perhatian buat orang yang udah jelas-jelas nyakitin dia.
Karena POV-nya cuma dari Mosha, pembaca jadi gampang kebawa simpati seolah dia korban keadaan yang pantas dimengerti, bukan orang yang juga berperan dalam kekacauan hidupnya sendiri.
Tapi dari situ kita tau kalau Mosha bukan tokoh yang sempurna. Dia masih belajar, masih terseret masa lalu, dan belum benar-benar tahu cara mencintai dirinya sendiri. Mungkin penulis pengen nunjukin kalau proses penyembuhan emang nggak selalu lurus. Kadang berantakan, kadang bikin kesel, tapi tetap manusiawi.
Btw ini buku pertama karya Kak Aya Widjaja yang kubaca. Narasi enak, lucu, humornya pas di aku, dan pace-nya juga nyaman. Nggak terlalu cepat tapi juga nggak bikin bosen. Rekomen buat kalian yang suka genre metropop🫶
𝐀𝐦𝐚𝐧𝐚𝐭: Jangan biarkan masa lalu yang menyakiti dan terus mengendalikan hidupmu. Kadang kita terlalu sibuk memahami orang lain sampai lupa untuk menghargai diri sendiri. Belajar tegas, berani berkata "cukup", dan tahu kapan harus berhenti adalah bentuk cinta yang paling penting—cinta pada diri sendiri🫶
Setelah kemarin berhasil dibuat jatuh hati sama Monster Minister, sekarang aku jatuh hati sama Dewa Angkara Murka karena 𝗽𝗹𝗼𝘁 yang disuguhi kak Aya itu menarik dan simple jadi pas aku baca tuh kerasa fresh and fun aja🤩 Konflik-konflik yang dihadirkan juga gak dramatis tapi tetep menguras emosi, terutama si Kyle ya 😌🫵🏻 Aku juga suka sama penyelesaian masalah demi masalah yang ada dalam cerita ini, eksekusinya mantep dan pas! Oiya karena genrenya metropop jadi ada bahas dunia kerjanya Mosha dan Dewang, jujur emang ada di beberapa part aku rasa bosen pas baca karena termasuk detailed dibahas soal dunia kerjanya tapi di sisi yang lain, aku takjub sama research-nya kak Aya untuk dunia kerjanya Mosha dan Dewang!👌🏻 Selain itu, aku juga suka sama humor-humor yang diselipkan di cerita ini karena ngakak banget, aku bayangin setiap adegan lucu di buku ini dan ngakak poll sih kalo terjadi di dunia nyata, especially pas Dewang-Mosha di nikahan Kyle😂☝🏻 Oiya gak lupa, plotnya gak bisa ditebak ges..ada kejutannya dan aku berhasil dibuat terenyuh + nyesek sama kejutannya terus juga dibuat salting wkwkwk🤪
Okei next bahas 𝗮𝗹𝘂𝗿nya yang gunain alur maju-mundur dan termasuk fast paced di aku, aku butuh waktu sekitar 3 harian buat tuntasin buku 400an halaman ini 🤩🫵🏻 Alurnya termasuk rapi menurutku walau ada di beberapa part, aku bingung sama perpindahan scene-nya yang ternyata semacam flashback gitu cuma not a big prob, setelah di re-read jadi paham kok! Flow alurnya juga dari awal sampai akhir enak banget, ngalir aja dan berasa gak lagi baca!😚 Kalo 𝗻𝗮𝗿𝗮𝘀𝗶nya, udah gak perlu diraguin lagi! Aku suka sama narasinya kak Aya yang lugas dan rapi terus gaya bahasanya juga fresh jadi selama baca, aku enjoy banget sama narasinya karena ngalir aja dan fun to read! 😍 Minim typo juga narasinya, aku cuma nemu satu selama baca ini.
Aku suka sama tokoh dan 𝗽𝗲𝗻𝗼𝗸𝗼𝗵𝗮𝗻nya, terutama si bintang utama kita, Dewangkara Maheswara yang berhasil bikin jantungku dag dig dug serrr karena aksinya dia ke Mosha! 🤩 pls, pria well done emang tiada duanya ya ges! Aku bener-bener speechless sama ke-ngegasan si Dewangka demi Mosha dan Mosha juga karakter yang unik, aku suka ngeliat perkembangan karakter Mosha yang awalnya digambarin masih dendam sama si mantan dan selama cerita berjalan, dia perlahan-lahan paham kenapa dia gak bisa sama Kyle dan segala macam hal lainnya. Terus romance antara Mosha sama Dewang, pls aku suka bangettt!🫶🏻 seru banget nyimak interaksi mereka dan perkembangan hubungan mereka, bisa dibilang ada slowburn tropenya tapi gak slow banget karena si Dewang ini cukup ugal-ugalan ya 🤲🏻😌 Intinya sih aku puas banget sama karakter-karakter di buku ini. Gak cuma karakter utamanya tapi karakter sampingan seperti keluarga Mosha, mamanya Dewangka dan teman-teman kantor mereka yang supportive. Mereka dikasih porsi yang pas di cerita ini dan bikin cerita ini makin hidup, suka deh pokoknya!! Dan gak lupa juga, ada cameonya juga lho ges...si Aldrich dan Kalita!!!✨️
And lastly, pelajaran yang bisa aku petik dari cerita ini, "lepaskan Kyle karena suatu hari nanti, kalian akan bertemu your own Dewangkara" wkwkwk😂 canda ges. Aku narik suatu pelajaran bahwa kadang sesuatu harus berakhir karena yang baru akan datang dan pastinya akan berkali-kali lipat lebih baik dari apa yang pergi atau hilang!🫵🏻
Overall, it's a great romance book dan aku super recommended buat yang cari bacaan ringan bikin salting!😍🫵🏻 Yang lagi reading slump macam aku, kalian kudu coba sih baca ini soalnya bener-bener seseru itu + ngobatin reading slump!!
"Lebih baik putus dari orang yang salah setelah lima tahun pacaran, daripada menikah puluhan tahun dengan orang yang nggak tepat" H. 74
. .
Mosha salah satu karyawan Dewang Maheswara yang setuju memanggil Dewang dengan sebutan Dewa Angkara Murka. Bagaimana tidak, Dewang adalah atasan yang perfectionis dan tidak bisa dibantah, pendapatnya selalu benar dan hobi berdebat dengan karyawannya. Siapa sangka, kejadian di atas roftop membuat Mosha terpaksa menjadi pacar sandiwara Dewang, kebetulan sekali Mosha baru saja menerima undangan pernikahan mantannya yang juga satu kantor9 dengannya, mirisnya, sang mantan yang bernama Kyle yang sudah dibucinin Mosha selama lima tahun tiba² memilih menikah dengan orang lain, waah, panas gak tuh? ❤🔥😁
Warning‼️ Jangan baca novel ini di tempat umum dan tengah malam, kalau ga mau harus nahan tawa dan kekesalan 😆
Novel ini punya unsur romance yang manis dan menggemaskan, bergenre romansa perkantoran juga diselingi dengan gaya bahasa penulis yang humoris, menyegarkan tapi tidak berlebihan, plot yang menghibur membuat novel ini page turner sekaligus bikin kita penasaran.
Menurutku alurnya punya tempo yang stabil, tidak cepat tidak juga lambat, mungkin pengembangan karakter yang terasa agak slow, seperti Mosha yang kurang peka, tapi tidak masalah karena kalau kita kaji kenapa Mosha sulit meyakinkan diri, pasti pembaca memaklumi, tapi aku suka sosok Mosha, dia punya kebaikan yang natural gitu, pribadinya mungkin relate pada kebanyakan orang, pandai menempatkan kapan marah kapan tetap berbuat baik meski pada orang yang menyakitinya.
Dan perasaanku sepanjang baca novel ini bahagia juga kesal pastinya, tapi lebih banyak bahagiannya deh, hehee, plus untuk novel ini karakter pendukung yang punya porsi pas banget, juga pemeran antagonisnya yang bisa banget bikin kita ikutan darah tinggi pengen nonjok sambil bilang "Mending lu ke psikiater dah" 😭😂 Di sisi lain membuat kita juga harus lebih peka dan peduli pada luka orang lain dan trauma²nya.
Dengan POV Mosha membantu pembaca mendapat amanat yang lebih dalam, sebagai perempuan setia yang ditinggal nikah dengan cara menjengkelkan pasti mempengaruhi banyak hal dalam hidupnya. Alasan² yang terkuak menjadikan novel ini cukup plot twist.
Aku pribadi menikmati cerita ini dan hanya butuh waktu satu hari menyelesaikannya, untuk kamu yang suka novel ringan, romance dengan humor yang menyenangkan, dan memberi kesan juga pesan pada pembaca, ini rekomendasinya. 😻
Saat Mahadewa Siwa Penguasa Lantai Lima Jatuh Cinta secara ugal-ugalan, Apa Kabar Dunia? . Dewangkara Maheswara, yang lebih sering disebut Dewa Angkara Murka oleh anak buahnya, percaya bahwa “Jatuh cinta itu nggak bisa diukur pakai logika perbandingan. Jatuh cinta itu membuat seseorang nggak bisa pindah ke lain hati meski melihat sejuta kekurangan dari pasangannya atau semiliar kelebihan dari wanita lain.” Tapi, saat Dewang bertemu Mosha, dia justru memilih hanya menjadi pasangan sandiwara Mosha. “Saya tidak mau jatuh cinta pada orang yang nggak mau membuka hatinya buat saya. Karena perang yang nggak akan bisa kita menangkan adalah perang dengan masa lalu, Mosha.” Bagaimana dengan Mosha? Akankah Mosha membuka hatinya dan belajar untuk mencintai Dewang? Ataukah karakter Dewang yang keras dan unik membuat Mosha mundur dan menyerah? . Dewa Angkara Murka bercerita dari sudut pandang Mosha, Perempuan mandiri yang ditinggal nikah mantannya setelah pacarana selama 5 tahun. Hanya dalam waktu 3 bulan setelah putus dari Mosha Kyle memutuskan menikahi seorang wanita, yang ternyata sudah lama menjalin hubungan dengannya bahkan saat Kyle masih bersatatus pacar Mosha. Dengan ringan hati, Kyle mengundang Mosha untuk hadir di acara nikahannya. Yang lebih menyiksa, Kyle dan Mosha adalah sejawat di kantor. Apapun Keputusan Mosha, datang ataupun tidak datang, akan selalu menjadi bahan gosip di kantor. “Kamu bisa menghadiri undangan itu bersama saya sebagai pasanganmu. Dengan begitu, saya berani jamin tidak ada yang berani menggunjingkan kamu lagi.” Dengan penuh percaya diri Dewang mengusulkan hal tersebut kepada Mosha. Apakah Mosha menerima tawaran Dewang? Kenapa Dewang mau membantu Mosha? . Tema yang diusung dari novel ini memang sangat biasa: fake dating dan office romance antara bos galak dan cungpret polos yang gak bisa nolak kemauan si Bos. Tapi, satu hal yang sangat menarik adalah penggambaran karakter Dewang dan Mosha yang sangat kuat. Dalam novel ini digambarkan pula bagaimana Mosha dan Dewang dibesarkan oleh kedua orang tua yang sangat supportive sehingga mereka bisa besar dan tumbuh dengan mental yang matang. Sedangkan Kyle, mantan Mosha yang plin plan dibesarkan dalam keluarga yang secara mental kurang ideal. Jadi, selain mengusung cerita romansa, novel ini mengngkat isu-isu tentang pola pengasuhan, kesehatan mental, dan pernikahan. Selain itu, penggambaran karakter Dewang yang super duper mega over confidence juga membuat novel ini wajib dibaca oleh semua Perempuan. Saya percaya, setiap perempuan di dunia ini pasti bermimpi dicinta seugal-ugalan Dewang mencintai dan memperjuangkan Mosha. “Pak Dewang nggak takut saya jadikan pelarian?” “Nggaklah!. Kalaupun saya cuma pelarian, saya pastikan kamu nggak akan menemukan tempat lari yang lebih nyaman daripada di sisi saya.” . So, have you ever found your own Dewangkara Maheswara in your life?
Buku ini tuh kayaknya 90% comedy + 10% romance. Iya 400an halaman itu banyakan komedi (dan ngetawain Mosha) ketimbang berbunga-bunga gegara romance-nya 🤣
Gimana nggak komedi, kalau di hari Mosha dapat undangan nikah mantan, Mosha malah ditodong jadi pasangan fiktif bosnya 💀 Gak sampe di situ, ternyata si bos alias Dewang ini punya 101 jurus bikin Mosha gak bisa nolak. Dan sesuai blurb di belakang, dimulailah hari-hari Mosha setelah melakukan perjanjian sama iblis—eh Dewang.
Meski banyak komedinya dan Dewang ini ajaib, Dewang tipikal ML yang penuh dedikasi. Dia beneran nge-treat Mosha dengan sangaaat baik. Sampai Mosha baper sendiri. Meski habis itu tingkah Dewang balik ajaib, jadi Mosha galau ini Dewang naksir beneran apa nggak??? Yah, tipikal trope fake relationship 😆
Buat buku 400an halaman, Dewa Angkara Murka ini ditulis dengan sangat luwes. Enak banget bacanya! Dan gak banyak konflik njelimet soal kehidupan. Karena lebih banyak konflik yang bikin karakter Mosha berkembang gitu.
Saat baca aku ngerasa Dewang ini agak sus (dikit).... tapi jujur bukunya tuh ditulis dari POV orang pertama, POV Mosha, jadi ya gak heran. Mana Dewang itu CEO kantornya, jadi bias POV Mosha gak terhindarkan. Dan pembaca gak dapat banyak cerita dari sudut Dewang. Tapi pas bagian akhir, tingkah laku aneh, ajaib, dan agak sus Dewang terjawab kok. Cuma jadi agak ngarep POV Dewang ada dikit gituuu biar lengkap 🤭😆
Dewa Angkara Murka ini tipikal buku romcom yang cocok banget dibaca tanpa mikir. Ada sih karakter nyebelinnya, tapi dua karakter utamanya lovely. Dinamika hubungan Dewang-Mosha itu bakal bikin banyak senyum dan ketawa banget. Dan ending-nya bikin puas. Meski kalo dilanjutin agak banyak juga aku gak bakal nolak kok bacain kehidupan ajaib keduanya 😆🫶
4.3! "Kita mau kemana? " "Ke masa depan sama saya. "
Aku suka banget interaksi Dewang-Mosha. Lucu, menghibur, bikin ketawa sendiri terus. Apalagi di endingnya Dewang masih sempet-sempetnya tiba-tiba nyodorin penawaran WO buat tanda tangan padahal barusan jadian!
Tapi kalo boleh jujur ya, sebenernya yang bikin cerita ini 'hidup' dan 'lanjut terus' adalah Kyle, imo. Gebrakan dia adaaaa aja. Mana perempat terakhir aku sempat goyah dan mikir, Mosha sama Kyle ajasi kayanya. Which I'll definitely do if I were the writer, heheheh. Jadi agak kecewa dikit waktu Mosha milih untuk lupain Kyle aja dan mup on ke Dewang. Padahal lagi menggebu-gebunya tuh, kalo sampe mereka balikan bisa totalitas buatku misuh-misuh!
Overall buku ini enjoyable banget, aku banyak ketawa karena jokesnya masuk seleraku.
Nah, kenapa kok nggak 5 padahal enjoyable?? Ada beberapa poin yang cukup aku sayangkan, tapi murni pendapat pribadi. Contohnya, cara komunikasi Dewang yang gaada perubahan dari awal sampe akhir. Konsisten, mungkin? Tapi aku agak bete aja bacanya, bete sama Dewangkara! Karena the way Mosha talks is as how I imagined she would talk.
Terus, sikap tante Dahlia yang super menerima Mosha juga buat aku agak, aneh? Sus banget, tapi ternyata positif? Tapi dia tiba-tiba suka banget sama Mosha?? Mungkin waktu diajak ke kondangan kali yah, tapi for me personally aku harap ada sedikit penjelasan. At least dari Dewang/ tante Dahlia langsung.
Anywayyyy, thanks berat kak Aya buat bukunya! Gak nyangka banget kalo buku ini lulusan Wattpad! It doesn't necessarily mean buku Wattpada gak bagus ya, I too, used to be a Wattpad reader. Tapi jarang banget liat ada buku Wattpad yang tembus ke Metropop Gramed. Congrats! Keep up the good work!!
Kalau dari lihat dari judulnya, udah kayak sebuah title yang sengaja dilekatkan biar orang notice kalau dia ini orang yang harus dijauhi. Redflag banget, kan? REDFLAG TINGKAT DEWA! Tapi ini? NOPE! Not that horrible, Kenapa?
Let me tell you, this! 🫵🏼😆
Novel ini tuh bercerita tentang kehidupan romansa dalam satu kantor. Tokoh utamanya itu seorang staff perempuan yang ditinggal kawin sama mantannya, namanya Mosha. Lalu dia ini, terjebak oleh keadaan rumit dengan Bos kantornya, namanya pak Dewang. Si Dewa Angkara Murka yang dilabelkan oleh karyawannya. Dia kepergok nelusup ruang Bosnya ketika si Bos lagi berdebat sama perempuan yang ngaku calon tunangan. Dan tiba-tiba Dewang menyeret dia dalam keadaan panas itu, pura-pura menjadikan Mosha alasan dia menolak perjodohannya. Mosha jelas bingung dong, dan bersikeras menolak berurusan dengan Bos yang labelnya redflag itu tadi! Mana si Mosha itu tipe staff yang nurut, nggak aneh-aneh, pokoknya anak baik-baik gitu vibesnya.
Dengan banyaknya hal yang terjadi, mulai dari undangan nikah mantan Mosha yang udah 5 tahun pacaran itu, akhirnya Mosha menerima tawaran Dewang yang terasa seperti titah untuk menjadi pasangannya. Dan pergilah mereka berdua ke nikahannya mantan Mosha! Di situlah puncak perkaranya… Momen balas dendam paling epic. 👏🏼
Novel ini bikin aku jadi penggemarnya Dewangkara secara otomatis. Aku sangat menikmati pembahasaan kak Aya yang santai gitu. Sepanjang baca, cuma senyam-senyum dan nggak berasa kalau lagi ngebut tapi nggak mau ceritanya habis. Naikin mood banget, sampe terDewang-Dewang. Mungkin ini yang bikin unik dari novel kak Aya, kenapa Dewang se-greenflag itu, padahal judulnyaaa.. yah.
Menarik banget untuk dibaca kalau lagi santai dan butuh mood booster. Enjoy yaahh! 🥰
Kesan pertamaku? Kocaaaaak dan menghibur sekaliiii 😂 nggak butuh lama buat nuntasin, 2 hari aja selesai karena saking kebeletnya ngikutin drama comedy romance mereka.
Jadi, ini ceritanya tentang Mosha, seorang pegawai startup yang ditinggal nikah oleh mantan gebetan selama lima tahun. Parahnya, mereka sekantor, dan semua orang tahu hubungan mereka. Udah mah nggak pernah dikasih kejelasan hanya karena alasan ‘tidak bisa menjanjikan komitmen’, eh tau-tau pas putus nyebar undangan aja. MURKAAAAA kaaann 🤯
Di tengah kejadian itu, hadirlah Dewang, Bos mereka yang terkenal galak di depan karyawan, yang dengan konyol dan tanpa babibu-nya ngajakin Mosha faking date dengan alasan bantuin balas dendam ke Kyle, mantan Mosha, sekaligus mematahkan perjodohan Dewang dengan Livy, perempuan yang nggak dia cintai. AWKWARD bangettt ngga sih, se gedebag-gedebug itu, padahal komunikasi aja minim selama ini.
Naaaaahh, disinilah drama dimulai. Aseli, Dewang yang dominan dan bisaan banget bikin hubungan mereka terlihat senatural itu di depan orang lain, cemburuan, tapi se-ijo neon itu effortnya untuk membuat Mosha tersenyum bahagia loh 😍
Aku paham sih kenapa Mosha berkali-kali denial terhadap segala perlakuan Dewang yang terasa bukan sandiwara, tapii lucu banget gitu ngikutin pikiran Mosha yang ngeyel sendirian wkwk
Terus si Kyle, menurutku alasan dia klise banget, kalau memang mau bahagiain Mosha, mestinya dia berdamai dengan masa lalunya, bukan justru meninggalkan hanya karena takut menyakiti kan? Ah, alasan aja. Mana sok pede banget ngirain si Mosha masih ga bisa move on dari dia di tengah dia udah beristri loh, aiiiissshhh ..
"jadi bapak ngelakuin ini semua itu karena cinta atau hutang budi sama saya,"
---
Buku ini menceritakan kisah dari Mosha dan Dewang. "dewa angkara murka" adalah sebutan yang dimiliki oleh dewang — selaku Bos dari perusahaan tempat Mosha bekerja, karena keangkuhan dan keribetannya dalam melakukan pekerjaan jadi karyawan-karyawan banyak memanggilnya dengan panggilan tersebut (tentunya diluar jam kerja)
Pertemuan Mosha dan Dewang cukup dibilang absrud karena saat itu Mosha sedang patah hati ditinggal menikah oleh mantannya, Kyle. Dewang yang terjebak dengan perjodohan dari orang tuanya dengan wanita yang tidak ia sukai. Hal ini membuat mereka membuat perjanjian sebagai "pasangan kontrak" untuk membalas dendam dan menyelesaikan perjodohan tersebut.
Di awal aku cukup enjoy dengan alur ceritanya, walaupun aku emosi banget sama karakter Kyle yang gak tau diri (tapi menurutku karekter ini yang paling realistis sampai bikin naik pitam😭). Di tengah cerita aku cekikikan, nyengir, ketawa pokoknya absrud banget deh, ditambah salting juga, cuman diakhir aku merasa karakter Dewang dan Mosha ini teralu dibuat-buat🙁
Mungkin trope romance office dibuku ini ga cocok buat aku sehingga ada beberapa saat aku merasa buku ini cukup buat aku bertanya-tanya karakter dan alurnya mau dibawa kemana, dan cukup bertele-tele. Tapi overall lumayan menghibur aku yang sedang dihantam realita,
Menurutku buku itu layaknya makanan, bisa jadi orang lain suka tapi dikita tidak cocok. Jadi aku pikir buku ini hanya tidak cocok untuk aku, untuk kalian bisa jadi buku ini cocok dan menghibur.
Terima kasih Dewang dan Mosha, sudah menemani hari-hari stress ku selama di kantor haha🤣
Baca buku dewa angkara murka pas lagi skripsian sangat membantu healing sejenak 😭🤣 Romancenya dapet, lucunya dapet, dan konfliknya ga begitu berat, happy ending pula. Perfect!
Mari kita ulas 3 tokoh utama di novel ini: 1. Mosha, tipe yang sederhanaa, baik, ga macem macem, minusnyaa dia suka susah ngomong kalo lagi gugup. Menurut aku mosha ini tipe yang punya prinsip, sekali engga yaudah engga, terbukti dari kyle yang tiba tiba bilang kalo dia masih belum move on?!?!? dan dia tetep illfeell
2. Dewang, INI TIPE AKU BANGET ASTAGAA🥺🩷🩷 udah ceo, baik, cuek ke yang lain tp klo ke org yang dia suka beda, full act of service, tukang gombal, soft spoken ke pasangan, minusnya cuma galak😣. Suka bgt sama karakter dewang disini!!!!!! i love man when he’s act like a man 🥺🫰🏻
3. Kyle, ini sorry to say tapi minus sejuta 🙏🏻 apaa apaan dia lebih milih ngelepas mosha cinta gara gara dia takut mosha nantinya bakal ga bahagia dan jadi kaya nyokapnya? man, lu tuh takut sendiri, pikiran lu yang aneh 😃 kalo cinta ya perjuangin lah, malah dilepasin gt aja 😇
Secara keseluruhan, ceritanya bagusss dan sangat sangat ringan kalo emang lagi cari bacaan yang santai dan ga kebanyakan mikir 🥹❤️ Tapi yang sangat disayangkan, kenapa ga ada extra chapterr dewa & mosha nikah?? 😔😔 pengen liat responnya kyle WKWKWKWKKWWK
Btw, terimakasih kak Aya Widjaja sudah menulis novel yang sangat menghibur ini ditengah pusingnya skripsii hehehe <3
Buku pertama Aya Widjaya yang aku baca, sekaligus bacaan pertamaku di tahun 2025. Aku beli buku ini secara nggak sengaja. Berawal dari iseng PO novel terbaru salah satu penulis (metropop juga), tapi kemudian aku berubah pikiran karena—setelah aku pikir-pikir—nyadar writing style penulis itu udah nggak cocok dengan seleraku saat ini. Daripada ntar nyesel dan akhirnya DNF, kuputusin untuk cancel order.
Daaaan, nggak lama setelah aku cancel order, aku liat novel ini di beranda lapak oren. Aku langsung terkesan sama blurb-nya yang ringan dan segar. Pas banget Gramedia online lagi diskon plus ongkirnya nol rupiah (mayan banget, biasa ongkir ke kotakku kena tarif 45 ribu). Rejeki nggak ke mana kan?
Keputusanku untuk cancel order ternyata tepat. Dewa Angkara Murka bener-bener memenuhi ekspektasiku untuk dapetin bacaan yang fun, ringan, tapi juga manis dan bisa ngasih aku pengalaman baru. Meski sosok Dewang disebut nyeremin, tapi dari apa yang kubaca ternyata nggak serem-serem amat sih. Nyebelin iya, tapi banyakan baiknya.
Yang menurutku paling nyebelin ya Kyle. Duuuh, aku sampe ngarep nasibnya lebih menderita daripada yang ditulis di buku. Poin terbaik dari novel ini terletak pada hubungan Mosha-Dewang. Beneran dibikin senyum n ngakak sendiri sama interaksi mereka.
Singkatnya, ini jenis novel yang bakal selalu ada di rak bukuku. ❤️❤️❤️
Seru sekali! Such an another page turner novel that I found this year🤍Awalnya saya kenal Aya Widjaja di Monster Minister yang saking serunya sampai saya DM beliau dan diikiti balik di X, ah thank you kak Aya🫶🏻
Kemudian, saya memutuskan beli dan menunggu kedatangan buku ini dengan ga sabar, tapi juga ga menaruh ekspektasi apa-apa, selain berharap melepas penat karena lagi butuh pengalihan yang menyenangkan sejenak dari kehidupan nyata, lebih tepatnya butuh tertawa yang lega🤧
Awalnya, juga nggak menaruh harapan apa pun untuk Dewang. Mulanya juga, saya kira akan tetap berujung prefer Aldrich. Sampai di seperempat awal bab, saya sudah meragu. Turns out, saya jauh lebih jatuh cinta pada Dewang yang meski ngeselin, jail abis, tapi dia sat set gas poll rem blong😖, Dewang yang apa adanya dia saja. Sempat skeptis meski walau bakal tetap terima saja ajabila cerita ini kurang lebih mirip Monster Minister. Saya mengira bakal bosan karena penasaran apakah nantinya buku yang lebih tebal dari Monster Minister ini akan terasa bertele-tele. Namun, enggak sama sekali! Plotnya padat tapi ringan, unik, antimainstream, banyak momen yang ga saya duga-duga, realistis, dan teramat segar.
Novel pertama Kak Aya yang aku baca dan jatuh suka.
Novel ini ringan dan menyenangkan. Page turner karena saking ngalirnya. Aku ngakak di beberapa bagian terutama karena pemikiran-pemikiran Mosha yang kadang absurd.
Bagian yang paling aku suka adalah keluarga Mosha yang hangat. Adiknya sama2 perempuan tp support banget (walau katanya jelmaan dajal karena nyablak abis). Sedangkan di mayoritas novel yang aku baca kadang justru kan ada sibling rivalry ya, nah di sini gak ada. Menurutku ini membuka mata pembaca juga kalau masih ada loh keluarga seasyik ini.
Bagian yang kayaknya aku agak terlewat adalah Dewang dijuluki iblis lantai 5 dan dewa angkara murka sama Mosha dan temen-temen di kantor mereka, tapi aku gak merasakan vibes nyebelin Dewang. Mungkin krn ini POV 1 Mosha ya. Dan Dewang ini kan kalau ke Mosha baik. Jadi ya kesan pas aku baca, Dewang ini baik aja gitu.
Overall aku sangat merekomendasikan novel ini bagi yang butuh hiburan di tengah kehidupan mumet. Cocok buat ngakak2 melupakan beban sejenak.
"Jodoh ada di tangan Tuhan. Kalau penasaran, silahkan menghadap Yang Maha Kuasa"
Novel pertama di tahun 2026. Baca ini karena penasaran, banyak yang review bagus. Dan ternyata memang sebagus itu!!
Trope fake dating yang masih agak asing, karena bacaan yang familiar itu slowburn-nya friend to lover wkwkwk. Jadi fake dating yang sat set, apalagi ini ada bahas masa lalu juga, bikin kayak,, asing sama nyesek. Tapi, walaupun gitu, narasinya yang semengalir itu, dan tahapan alur yang memuncak di konfliknya, sama penyelesaiannya bener-bener sehalus itu. Apalagi ini kan, Dewa sebagai orang baru ya, jadi se sat set apapun, kalau Mosha masih belum bisa buka hati ya,, ngga bakal jadi. Dan, proses pengeringan luka, pengupasan bekasnya, sampai penyembuhannya bukan hanya tentang "orang lama atau orang baru". Bukan hanya tentang apakah melepas atau bertahan. Bukan lagi tentang beribu penjelasan yang datang terlambat.
Dan, bagian akhir suka banget.. "Kita mau kemana?" "Ke masa depan sama saya"
Aku memutuskan membeli buku ini karena judulnya yang menarik. Dewa Angkara Murka? Hal yg kerap aku dengar di tahun terakhir SMA, karena produksi musikal Maha Cinta Rahwana sekolahku. Walaupun secara kebetulan dan cuma-cuma, aku tidak menyesal membeli dan langsung membacanya.
Untuk novel romansa-komedi dengan plot klasik (The Proposal, How To Lose a Guy in 10 days, Anyone But You) novel ini cukup panjang, membahas banyak dinamika hubungan antara kedua karakter maupun dengan orang di sekelilingnya. Apalagi novel ini tentang bos dan anak buahnya (yup, office romance yg seharusnya dilarang oleh banyak perusahaan) tambah gak bisa berhenti baca!
Inter monologue Mosha menarik, apalagi ditambah celetukan adik dajjal (maureen), sahabat kantor no filter (Kinoy) dan sahabat seperjuangan dengan bos gila (Kalita). Kayaknya aku akan beli buku-buku lain karya Kak Aya ini!
(Ga sabar menunggu Monster Minister, cerita Kalita dan Pak Aldrich)
Saat membaca buku ini, aku kurang bisa membayangkan kisah romansa yang terjadi antara atasan dan karyawan dalam realita. Untungnya, fiksi ini dikemas ringan, alur cepat, konflik sederhana, dan tokoh utama nggak nyebelin.
Berkisah tentang Mosha, seorang karyawan purchasing yang harus terlibat fake dating bersama bosnya, Dewang untuk melepaskan misi perjodohan di antara Dewang dan Vivian. Mosha menyetujui perjanjian itu karena dia juga misi lain yakni datang ke pesta pernikahan mantannya, Kyle.
Setelah pacaran lima tahun berujung kandas dan terjebak satu kantor dengan Kyle, Mosha selalu berpura-pura menjalin hubungan dengan Dewang agar Kyle menyesal dan tidak mengganggu Mosha lagi.
Di cerita ini juga dibahas tentang keluarga Mosha yang kecewa dengan Kyle, keluarga Dewang yang kaya, dan seluk-beluk pekerjaan Kreativa.
Buku pertama yang aku baca dari Kak Aya, ini efek promosinya selalu muncul di sosmedku akhirnya memutuskan langsung beli setelah lihat sinopsisnya tentang romance antara CEO dan karyawan.
Untuk inti cerita memang masih termasuk mainstream tapi Kak Aya mengemasnya dengan apik dan jalan cerita punya sebab akibat yang jelas jadi asyik aja dibacanya (selain karena genre ini aku suka banget).
Walau agak gregetan dengan sifat Mosha, apalagi si Kyle, tapiii Dewang mengimbangi semuanya. Tbh aku kebayang wajahnya siapa itu aktor korea yang main sweet mobster buat si Dewang hehehe.
Endingnya menurutku masih oke dan cukup manis, karena tulisan Kak Aya yang ini aku jadi tertarik untuk baca Monster Minister hahaha.
Semoga Kak Aya bisa menciptakan karya-karya bagus lainnya💖