Rio selalu ingin menjadi seperti Profesor Nuka—seorang ilmuwan hebat yang melakukan hal-hal besar untuk menyelamatkan lautan. Namun, kenyataannya, Rio hanyalah asisten laboratorium kampus biasa dengan kehidupan yang datar. Tak ada yang istimewa dari dirinya atau apa yang dia lakukan. Hingga suatu hari semua berubah drastis.
Seorang pembunuh bayaran mengincarnya. Rio terjebak dalam intrik penelitian rahasia Profesor Nuka yang dianggap berbahaya. Penemuan tersebut, yang seharusnya menyelamatkan lautan, justru bisa menghancurkan ekosistemnya. Dibantu oleh Yunita, seorang agen organisasi perlindungan laut dunia, Rio bukan hanya berusaha menyelamatkan dirinya, tetapi juga mengungkap kebenaran di balik apa yang sebenarnya diciptakan oleh ilmuwan yang ia kagumi.
Sebuah novel debut sang penulis dengan 200 halaman sekian yang mengangkat premis yang segar dan menarik mengenai ekspedisi bawah laut yang disertai intrik dan polemik pencemaran laut.
Membaca novel ini menambah wawasan aku mengenai laut, mulai dari tentang pencemaran laut, dekompresi, bioremediasi, ekotoksitologi, dan diving. Ditambah bumbu suspense dan thriller, makin menambah seru cerita di novel ini.
Aku suka penggambaran penulis mengenai Rio, sang protagonis. Meski dia laki-laki, tapi Rio sangat relatable. Nggak mencoba buat sok kuat, kalau dia takut, marah, ragu-ragu, sedih, menangis, semua diluapkan dan sangat manusiawi. Sementara untuk twist-nya, meski ga terlalu mencengangkan, tapi cukup bikin kaget dan kesel sama si [redacted]. Tapi, aku penasaran nasib Rafa gimana? :""
Karena cuma 200 halaman jadi semuanya straight to the point. Nggak ada plot yang kerasa buang-buang waktu. Semua tepat dan cepat sesuai porsinya. Adegan action apalagi bunyi DORR itu pasti ada di setiap bab, haha. Cuma catatan dari aku adalah di rating novel yang hanya 15+ sebab banyak adegan kekerasan dan sangat graphic untuk penjelasan keadaan korban. Mungkin bisa di 17+ atau di 19+.
Akhir kata, sebuah novel tentang kelautan yang menarik [penulisnya juga ternyata sarjana kelautan]. Adegan bawah lautnya benar-benar buat aku ngerasain kengerian Rio yang into the beneath sesuai dengan judul novelnya.
Alasan terbesar tertarik baca buku ini karena temanya laut yang aku pribadi sendiri jarang temui. Secara keseluruhan aku suka sama ceritanya, penelitian yang melibatkan mahasiswa bimbingannya yang ternyata punya maksud yang gak semua orang bisa menganggapnya baik dan justru menjadi petaka untuk seluruh lautan bahkan untuk manusianya sendiri.
Alurnya jelas, penokohannya pun jelas karena gak terlalu banyak tokoh jadi pembaca bisa fokus ke setiap adegan. Menurutku misteri dan thrillernya cukup ringan, cocok untuk orang yang mau mulai membaca genre tersebut. Adegan pembunuhannya pun walaupun aslinya pasti kejam di dunia nyata tapi gak begitu sadis sampe pembunuhnya kayak orang gila dan aku suka karena gak membebani pikiran.
Dari awal cerita udah dibuat kaget banget karena langsung kejar-kejaran sampai jantung beneran kebawa deg-degan. Aku kira selama baca buku bakal kayak gitu tapi untungnya dikasih jeda di beberapa bagian, jadi jantung masih aman. Cuma yang aku agak sayangkan, mungkin karena pakai sudut pandang orang ketiga, di awal cerita tuh sekitar 2 / 3 bab kayak pembaca dituntun banget buat merhatiin tokohnya karena sering banget disebut namanya kayak Rio ini-Rio itu, tapi untungnya ke sana nya natural.
Aku juga cukup kaget karena perubahan adegannya ditandai dengan spasi paragraf doang tanpa ada tanda atau karakter lain, itu untuk aku sendiri cukup bingung. Dan aku agak menyayangkan, entah di buku ini ada proofreader atau nggak karena gak tertulis di bagian keterangan buku, lumayan banyak salah ketik di buku ini. Mengganggu? ya, cukup mengganggu. Awalnya mau maklumin tapi lama-lama tambah banyak dan ampe buat dagu aku mengkerut.
Aku bakal rekomendasiin buku ini? Yup. Ini relate dengan keadaan Indonesia dan bisa diartikan dengan lingkungan masyarakat, bukan laut aja yang digambarkan kotor. Bikin pembaca gak pesimis juga dengan keadaan Indonesia yang rasanya gak bisa diperbaiki lagi. Bisa dibilang kasih harapan walaupun gak akan instan. Karena sesuatu yang instan gak akan bertahan lama.
Terima kasih.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Idenya menarik. Soal perburuan hasil penelitian profesor sinting yang bisa membersihkan pencemaran laut dengan menciptakan ikan-ikan mutan. Ceritanya menegangkan dan Rio kurasa main character paling sial yang pernah kutahu. Tapi ada beberapa bagian yang menimbulkan pertanyaan.
Misalnya, kenapa Rio setelah dicelakai malah dibawa ke RS di bagian yang direnovasi dan tidak diawasi? Padahal, akhirnya dia diperlakukan sekejam itu.
Lalu, bisa-bisanya OSSA cuma memerintahkan Rafa dan Yunita untuk misi penyelamatan Rio padahal mereka menghadapi penjahat kelas berat. Kok bego sekali orang-orang organisasi yang katanya internasional ini.
Lalu apa untungnya benda yang bisa membersihkan pencemaran air laut dengan menciptakan ikan mutan buat penjahat?
Ada bagian ketika Rio dan Yunita menyusup ke laboratorium, dan mereka dikejar para pembunuh bayaran. Pertanyaannya, mereka belum ketemu sama sekali dengan para pembunuh itu. Cuma mendengar teriakan satpam dan kegaduhan. Jadi, aneh banget pas tiba-tiba ada narasi yang menginfokan pembunuhnya ada empat. Tahu dari mana?
Dari mana Rami bisa tahu tempat Yunita dan Rio berada di bagian akhir? Petunjuknya bahkan tak jelas.
Holes everywhere. Sadly. Editor naskah lokalnya BIP harus beneran lebih ketat.
Novel "Into The Beneath" Ren. Buat yang awam dengan dunia kelautan baca buku ini bakal buka wawasan kalian soal pencemaran laut, diving, dan ekotoksikologi. Buat anak kelautan yang ngerasa knowledge kelautan nya agak down c'z kerjanya sekarang jauh dari kata kelautan boleh kali dibaca (asik marketing).
Karakter Rio sama Yunita disini kuat banget. Motivasi setiap tindakan dua tokoh ini masuk akal meski mungkin terkesan "Drama" tapi menurut saya itu pas untuk karakter yang coba dibangun penulis. Enggak yang yaudah seenak dianya aja. Meskipun kadang pas baca saya heran juga sama mereka berdua tapi kayaknya ini bagian dari penggambaran penulis yang bagus. Jadi setiap part mereka berdua ada rasa ingin masuk ke novel buat ngomong ke dua tokoh ini.
Anyway There are some parts that made me lose the moment because of the fast plot. Jadi terasa ada "momen tiba-tiba" padahal sebelumnya suda di arahkan ke sana. Serta beberapa detail soal penelitian yang menurut saya kayak.... ini impossible nih kalau diterapkan, itu ngaruh sama kesan baca saya. But again, ini fiksi ya teman- teman.
Terakhir. Rio kamu harusnya dengar kata Ibu kamu saja sih wkwkwkw. Smaa itu... Intinya ini recommended buat kalian yang mau baca buku dengan premis unik dan butuh ngulik sesuatu yang kesannya riset banget, dan suka sama konflik yang intens. Overall worth to read.
Rifqi Farizi 206 hlm - Baca di Playbook Penerbit Bhuana Sastra 3.8🌟
Buku ini tipikal buku tipis, light, page turner padahal sebenernya masalah yang dibawa lumayan kompleks, intens dan mendebarkan.
Cerita tentang perjalanan Rio dalam memperjuangkan kelestarian, keamanan dan keselamatan laut beserta makhluk di dalamnya. Rio yang semula menjadi asisten dari Profesor Nuka, amat mengidolakan Prof Nuka sebab dedikasi dan kecintaannya pada ilmu kelautan, mendadak berubah haluan karena rupanya Prof Nuka menyalahgunakan ilmunya. Tujuan yang awalnya baik yakni membersihkan laut dari cemaran justru berubah bahaya sebab munculnya mutan hewan laut dari intervensi yang dilakukan Prof Nuka.
Perjuangan Rio untuk menyelamatkan laut dari tangan obsesif tanpa mempertimbangkan keselamatan makhluk di dalamnya sangat berat, berkorban nyawa bahkan mempertaruhkan keselamatan keluarganya jika ia bertindak gegabah.
Konfliknya cukup intens tapi karena cara ceritanya sangat light, jadi agak sayang gitu. Sebenernya bisa dibuat lebih nyata dan drama tanpa dramatis hehehe🥲 Not really my cup of tea☕️
"hanya alam sendiri yang dapat menyembuhkan dirinya. aku di sini, menyerahkan diriku, untuk membantunya."
ini pertama kalinya aku membaca buku dengan tema ekotoksikologi laut dengan berbalut bahasa Indonesia. overall seru, hooknya jujur bagus banget! aku suka banget dikasih pembuka dengan menyoroti karakter kunci yang "meninggal"
sayangnya, aku pikir bakal dibahas lebih lanjut terkait pencemaran laut ini. sedikit banyaknya aku jadi tahu beberapa istilah baru kelautan, tapi tetap setelah semakin dibaca bukan itu yang menjadi pembahasan pada cerita. pov karakter dan lintas waktunya cukup membuat aku sebagai pembaca agak kebingungan, semoga kedepannya di buku selanjutnya bisa ditingkatkan lagi. juga masih ada beberapa plot hole, tapi yah.. meskipun bukan inti cerita tapi rasanya aku tetap ingin tahu. juga untuk character development dan bonding tiap karakternya menurutku rasanya belum terlalu deep. ekspektasiku, meski tidak ada bonding akrab antara Profesor Nuka dan Rio, at least antara Yunita dan Rio (walaupun sebenarnya mereka sudah cukup akrab, tapi menurutku bonding mereka bisa dibikin lebih deep lagi)
bagus, kok! buku ini tetap worth untuk dibaca karena menyadarkan aku sebagai pembaca agar tetap peduli pada lautan. terimakasih untuk tulisannya!
saya kira akan ada banyak penjelasan lebih mendetail terkait senyawa, penelitian, teknis diving, dan pencemaran laut--tapi sayangnya tidak. ada beberapa loopholes alur dan keganjilan karakter. isi jurnal prof. nuka rasanya lebih seperti diari dibandingkan catatan penelitian, dengan narasi yang lebih kepada narator novel dibandingkan peneliti. saya kurang paham juga bagaimana pemeran utama mau meneliti terumbu karang tapi tidak tau basic knowledge terkait karang tsb. meski begitu, menarik ada novel yang menceritakan biologi laut dibalut dengan genre petualangan dan aksi.
Sebuah alur cerita yang menarik untuk penulis baru!
Ada baiknya - penggambaran suasana dan detail bisa dituliskan lebih lagi agar pembaca dapat mengimajinasikannya dengan baik, - latar belakang dan perkembangan karakter para tokoh bisa dibangun dengan baik lagi sehingga pembaca bisa mengikutinya dan terbawa oleh tokoh2 tersebut, - dan ditunggu kelanjutan dari perjalanan Rio, saya kira dalam dunia Rio masih banyak yang bisa digali dan dikembangkan menjadi sebuah buku series yang menarik!
Semangat terus para penulis muda dalam berkarya dan berimajinasi!
read it in one sitting, the adrenaline, the twist, and every emotions as we go through every pages of it. Almost like something that I missed when I read a book. Into The Beneath is one decent book if you look for something straightforward, and quick read.
Though I would love a more in-depth character development for Rio and Professor Nuka, I believe they have a lot of potential because I like them. hehe. Other than that, it's a solid 4 stars! Would recommend!
This entire review has been hidden because of spoilers.
such an underrated book! Dari awal sampai akhir bener bener berasa tegang, ngilu, dan kaget dengan beberapa plot di dalam novel ini. it needs more hype for suree
Akhirnya bisa baca novel buat authornya dalam bentuk cetak. Dari awal, authornya punya writing style yang enak dibaca. Nggak mengecewakan lah, apalagi jebolan Wattys. Punya potensi yang sangat besar.
Lalu topik tentang laut juga bagus. Akhirnya bisa tau gimana seluk-beluk tentang mahasiswa kelautan. Hanya saja, tambahin lagi aspek ilmiahnya tentang laut agar pembaca dapat ilmu yang lebih banyak.
Aku nggak nyangka penelitiannya bakal seekstrem itu. Apalagi pembunuh bayarannya. Beneran sadis. Ngiranya ini cuma novel YA, tapi konfliknya beneran gelap banget. Seru untuk diikuti. Just my two cents: kalau pakai topik gelap, sebaiknya pakai tokoh dan interaksi yang dewasa sekalian biat nggak nanggung.
Overall, aku nikmatin ceritanya. Ngalir dan worth reading. I'm 100% sure that I will buy whatever he wrote and published!
Novel full action dari awal sampai akhir. Pembaca benar-benar tidak diberi waktu untuk rehat. Into the Beneath, bercerita tentang asisten laboratorium yang terseret konspirasi semacam senjata biologis laut yang menyebabkan dirinya diincar oleh pembunuh bayaran. 80% isinya drama kejar-kejaran menegangkan. Kalau dalam dunia perfilman istilahnya "Man on the run". Aksinya cukup sadis namun sayang narasi pertarungannya kaku dan terkesan melelahkan. Di tengah keseruan kadang ada momen-momen yang membuat kita memicingkan mata. Kejanggalan/kebodohan sekali dua kali bisa dimaafkan. Namun ini terjadi berkali-kali. Mulai dari pembunuh yang amatir, dialog remeh yang tidak tepat waktu, sampai yang tiba-tiba karakter muncul entah dari mana.
Plot holenya berserakan, misterinya mudah ditebak. Untuk ukuran novel dengan tebal 200 halaman, penulis cukup berani memasukkan banyak karakter. Efeknya kita hanya bisa merasakan ikatan 3-4 karakter saja, sisanya hanya tempelan. Temanya juga tidak main-main melibatkan organisasi lintas negara dan PBB. Jauh dari kata simpel padahal jumlah halamannya sangat simpel.
Hasil eksperimen yang menjadi konflik utama di sini hanya dilihat dari sisi protagonis saja. Motif para antagonis yang berusaha merebut hasil eksperimen ini tidak jelas, akan digunakan untuk apanya oleh mereka. Padahal kalau diperdalam dan diperberat lagi motifnya ini bisa menjadi daya tarik yang kuat bagi pembaca. Adegan konklusinya terasa hambar. Ditutup dengan ending ala-ala seolah novel ini akan bersekuel. Cara yang gak banget untuk sebuah novel debut.
Menulis Into the Beneath sebuah percobaan bagus bagi penulis yang ingin mencoba menulis misteri & thriller. Tema kelautannya cukup bagus dengan insight-insight segar yang bisa diberikan pada pembaca. Namun thriller adalah sesuatu yang kompleks. Selain riset psikologi yang dalam penulis harus benar-benar bisa mengatur tempo untuk menentukan tensi, menaruh clue menarik di setiap bab, mempersolid cerita, membuat eskalasi konflik, dan yang paling penting "membuat karakter yang kuat". Hampir tidak ada penulis yang karyanya langsung menjadi masterpiece. Lanjutkan menulis Rifqi Farizi semoga kelak kau menjadi penulis misteri thriller yang hebat!