Lagi, buku 'hugging essays' asal Korea yang diterjemahkan oleh Penerbit Haru. Buku ini ditulis oleh seorang ibu untuk putrinya yang memasuki usia 40-an. Sebuah perspektif yang menarik dan jarang muncul karena secara umum, orang yang berusia 40an tidak lagi dianggap butuh petuah. Mereka dianggap sudah memahami segala sesuatunya dan 'beres' dengan diri masing-masing. Padahal di usia ini banyak kecemasan yang terjadi, apalagi di masa modern yang penuh ketidakpastian ini. Pencapaian yang ada tidak mungkin dipertaruhkan, namun rasanya masih banyak yang ingin dieksplorasi. Lebih dari itu, ada kegundahan tentang anak juga orang tua. Melihat ini semua dari perspektif orang yang lebih tua memberi semangat baru; usia 40 itu belum tua-tua banget kok! You're doing fine! Jangan terlalu cemas :)
Saya sendiri saat ini berusia 36 tahun dan merasa relate dengan banyak bahasan di buku ini. Membacanya rasanya hangat walaupun ada beberapa poin yang terasa diulang-ulang dalam beberapa tulisan.
Salah satu pesan paling kuat dalam buku ini adalah refleksi tentang penyesalan yang paling umum di usia 60 tahun. Han mengidentifikasi bahwa penyesalan terbesar adalah "terpengaruh oleh naskah usia yang kuno, menganggap diri sudah tua di usia 40, dan hidup hanya dengan tanggung jawab dan kewajiban. Baru di usia 60 tahun menyadari bahwa ternyata usia 40 masih sangat muda"
Buku ini bersifat personal, nasihat ibu pada anaknya yang akan memasuki, masa krusial, dan puncak karir dari anak manusia, masa 40 tahun. Bahwa tidak benar 40 tahun itu kita berhenti ambil resiko, justru sebaliknya, disitulah keputusan keputusan penting bisa di ambil, dengan kekayaan yang ada pada diri kita akan pengalaman dan pengetahuan, jadi lebih cermat dalam pengambilan keputusan.
Ini juga banyak nasihat nasihat kehidupan yang relevan di buku ini, soal hubungan dengan partner hidup juga jadi hal yang baik, karena ibu psikiater ini berkata bahwa hubungan dengan partner itu terus di pelajari, dan terus di kembangkan, setiap hari akan selalu ada hal yang baru yang di pelajari dari partner kita.
Saya belajar banyak dari buku ini. terimakasih telah menulis buku ini.
❝Nak, apa yang kamu lakukan untuk dirimu sendiri hari ini?❞
Umur 40 Kok Gini Amat? - Han Sung Hee 📎 357 hlm. 🏠 @penerbitharu 🎨 esai, pengembangan diri ★★★☆☆
Buku ini memiliki judul yang menurutku memikat. Kenapa? Karena dari judul yang dilengkapi tanda tanya itu sudah cukup menggambarkan kegelisahan, kebingungan, dan kekecewaan saat dihadapkan dengan realita usia kepala empat. Jangan salah, bukan hanya gen z yang punya quarter life crisis, tapi bagi kaum milenial juga ada yang disebut middle life crisis.
Lewat tulisannya, Han Sung Hee banyak mengaitkan poin-poin yang menjelaskan fenomena di usia 40 dengan kisah nyata dari sesi konselingnya bersama pasien. Penulis dapat secara akurat menarik inti sederhana dari persoalan hidup yang kita kira rumit menjadi sesuatu yang dekat dan mudah diterima oleh pikiran awam melalui sudut pandang seorang Ibu. Topik yang dibahas beragam, mulai dari pengembangan diri, mindset penting dalam pertemanan jangka panjang, pernikahan, serta hubungan orangtua dan anak.
Buku ini bermaksud memberi kita spoiler juga dos and don'ts dalam menghadapi usia matang. Melalui gaya bahasa lugas, hal itu dapat dengan baik tersampaikan dan cukup praktikal untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari. Selain memberi insight, membaca buku ini membuatku merasa punya teman curhat yang paham polemik-polemik tersembunyiku soal adulting.
Meski begitu, bagiku buku ini tetap punya kelebihan dan kekurangan: ✅️ Ringkas dan impactful Cocok dibaca ketika sedang down atau butuh pengarahan untuk kembali ke jalan yang benar :D ✅️ Mampu mem-break down pemikiran menjadi lebih sederhana dan artikulatif. ⛔️ Repetitif Kalau diperhatikan banyak topik yang sama dibahas ulang menggunakan narasi yang sama persis, seperti pada bagian prolog dan epilog. ⛔️ Banyak saltik Untuk aku yang jeli akan hal teknis seperti ini, hal ini cukup mengganggu. Semoga bisa diperbaiki di cetakan selanjutnya @penerbit haru
Aku merekomendasikan ini tidak hanya untuk teman-teman yang sebentar lagi atau bahkan sudah memasuki fase paruh baya, tapi juga sebagai pelukan hangat untuk rekan-rekan yang sedang kesulitan menghadapi arus adulthood atau life crisis secara umum 💖
Buku self-help, apalagi "hugging essays" biasanya hit or miss buat aku. Untungnya, buku ini termasuk HIT.
Di masa tersibuk dalam kehidupan kita, di tengah tekanan sosial, keluarga, pekerjaan, dll, mungkin saatnya berhenti sejenak dan mengevaluasi hidup, sambil mengatur strategi untuk melangkah ke depan.
Tidak apa-apa kalau di umur segini masih serba bingung dan galau. Tidak apa-apa jika belum mencapai kesuksesan menurut standar kebanyakan orang. Kamu berharga walaupun tidak memiliki harta & jabatan mentereng. Berdamai dan mencintai diri sendiri sangatlah penting, karena bagaimana mungkin kita bisa membagikan kasih ke orang lain kalau diri sendiri tidak kita kasihi? Beristirahat itu tidak apa-apa, bahkan harus. Ingat dikotomi kendali dalam stoikisme dan fokuslah pada hal-hal yang bisa kamu upayakan/kendalikan. Teruslah belajar. Jangan lupa lakukan hobi! Untuk memasuki masa tua, kamu perlu membangun fondasi dalam kesehatan (physical power), keuangan (financial power), dan pikiran (mind/mental power). Dan masih banyak hal lainnya yang sudah kubagikan dalam 30 "bisikan" di Threads.
Menurutku buku ini mencapai sasarannya dan berguna bagi yang akan memasuki usia 40-an (myself included). Yang baru mau memasuki usia 30-an juga boleh banget membacanya.