Jump to ratings and reviews
Rate this book

A Gathering of Spirits: Japan's Ghost Story Tradition: From Folklore and Kabuki to Anime and Manga

Rate this book
"Prepare for a sampling of Japanese ghosts and spirits, from sources that include the worlds oldest novel, the urban legends of contemporary Japanese schoolchildren, movies both classic and modern, anime, manga, and more." For hundreds of years Japan has lived in a reality consisting of the real world and the spirit world; sometimes the wall between the two worlds gets thin enough for spirits to cross over. In such a reality, ghost stories have been popular for centuries. Patrick Drazen, author of "Anime Explosion", looks at these old and new, scary or funny or sad, looking at common themes and the reasons for their popularity.This book uses one Japanese ghost story the "hyaku monogatari" (hundred stories). In the old tradition, people tell each other one hundred ghost stories in one sitting. These hundred tales run from folklore to cartoons, but all are designed to send chills up the spine ...

276 pages, Kindle Edition

First published June 1, 2011

1 person is currently reading
37 people want to read

About the author

Patrick Drazen

3 books2 followers
An interest in Japanese comics and animation has led to decades as an independent scholar, author, lecturer and researcher. Appearances include MC at the 2006 Smithsonian Anime Marathon.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
0 (0%)
4 stars
4 (28%)
3 stars
3 (21%)
2 stars
5 (35%)
1 star
2 (14%)
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
Profile Image for Emma.
153 reviews37 followers
February 3, 2013
I found I was a tad misled by the back-cover summary: "movies both classic and modern, anime, manga and more." I suppose I was looking for a book jam-packed with new information, featuring Asian - specifically, Japanese - horror and ghost stories, and recommendations of things I haven't heard of yet. There are many things in here I have not yet been exposed to, it is true. And the first couple chapters did deal with some enjoyably traditional Japanese ghost legends, BUT, the rest of the 200+ odd pages were almost exclusively manga and anime, and nothing else. The only feature films mentioned were 'Ringu', in a fleeting passing remark, and a short paragraph including 'Bunshinsaba' (which is not Japanese, but South Korean). That being said, if you are a major fan of Japanese animation, this book might be worth your while - but expect spoilers. If you come across a title in here you'd like to explore, stop reading right that second and go find a place to watch it, because if you keep reading, you will find out the endings of some very interesting and key episodes.

All that being said, this was not a complete waste of my time. The writing is personal and friendly, more conversational than formal or essay-like, and it gave me a few recommendations of anime I've never heard of (as well as anime to stay away from).
Profile Image for ceci.
7 reviews
May 2, 2025
my one star is for all the rec this book includes
Profile Image for ukuklele.
463 reviews20 followers
November 21, 2019
Buku ini meniru format hyaku monogatari yang menceritakan seratus kisah hantu. Permainan asli biasa dilakukan dengan mematikan lampu dan menyalakan seratus lilin. Begitu satu cerita selesai disampaikan, satu lilin ditiup. Begitu semua lilin mati, dalam kegelapan total, semua peserta satu demi satu secara bergiliran menghitung sampai seratus. Konon, akan ada yang keseratus satu .... Permainan ini rupanya bukan untuk sekadar seru-seruan horor, melainkan biasa dilakukan saat musim panas untuk mendinginkan badan. Masuk akal juga, ya.

Kisah hantu enggak mesti menyeramkan, malah ada yang menggelikan dan juga mengharukan. Kisah hantu juga dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan moral, yah, untuk konteks Indonesia mungkin semacam majalah Hidayah. Buku ini menyajikan ragam kisah hantu tersebut dengan sumber dari anime/film/manga--aneka produk budaya pop Jepang--dan membaginya menurut kategori tertentu. Kita bisa mendapatkan referensi anime/film/manga tentang spirit dari buku ini sekaligus memahami konteksnya. Buku ini lebih daripada sekadar katalog; buku ini merupakan pelajaran tentang kebudayaan dan kepercayaan masyarakat Jepang, khususnya yang menyangkut tentang spirit, yang banyak dipengaruhi oleh ajaran Shinto dan Buddha.

Spiritisme berkaitan erat dengan perilaku manusia semasa hidup serta keadaannya saat mati. Orang yang mati dengan menyimpan dendam atau penyesalan, atau terlalu lekat dengan tempat tinggalnya semasa hidup, atau tidak memperoleh pemakaman yang layak, dapat terus hidup sebagai arwah penasaran--atau arwah dengan urusan yang belum terselesaikan. Sampai jiwanya ditenteramkan, ia tidak bisa bersatu dengan Kosmos sehingga mengganggu manusia lain yang masih hidup. Ini telah menjadi pakem dalam cerita-cerita tentang spirit, contohnya yang populer sebut saja Guru Ahli Roh Nube dan xxxHolic.

Meskipun kepercayaan Jepang terhadap kehidupan setelah mati enggak selalu bersesuaian dengan kepercayaan dalam agama saya, sedikitnya bisa ditarik kesamaan tertentu. Contohnya saja, kita perlu "berbuat baik" terhadap orang yang sudah mati, yaitu dengan mendoakannya supaya jiwanya tenteram di alam sana.

Contoh lainnya, sebisa mungkin kita meninggalkan kehidupan ini dengan jiwa yang bersih agar tidak menjadi hantu gentayangan dapat menjalani kehidupan di akhirat dengan mudah. Karena kita tidak tahu kapan kita akan mati, maka kita mesti menjaga agar jiwa ini selalu bersih. Begitu terasa jiwa yang kotor, kita segera berusaha untuk membersihkannya.

Selain itu, agaknya keyakinan terhadap yang gaib memang memiliki pengaruh terhadap akhlak manusia yang masih hidup. Boleh jadi, tingkat kejahatan di Jepang relatif rendah karena itu. Coba bandingkan dengan tingkat kejahatan di Amerika Serikat yang sangat tinggi, yang mana masyarakatnya lebih rasional dan action-oriented atau main hakim sendiri. Mungkin.

Sayang sekali bila mengonsumsi produk jejepangan hanya untuk bersenang-senang tanpa mengetahui arti dan pesan di baliknya, yang kalau memang baik mungkin bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Buku ini selayaknya menjadi panduan bagi para wibu.
Displaying 1 - 4 of 4 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.