Klara Lee, penyanyi solo di bawah 3Media Entertainment, kembali ke Seoul setelah debut di Jepang. Saat meeting untuk proyek film pertamanya, ia bertemu vokalis Kingdom yang tampan dan diam-diam disukainya, Jeon Yong Hwa, yang menjadi lawan mainnya di film tersebut.
Di saat itu pula Klara bertemu lagi dengan temannya sejak kecil, Lee Jong Min, rapper Knight dari Fantasy Entertainment yang terlibat dalam proyek film yang sama. Mereka lalu menghabiskan waktu bersama untuk pergi ke tempat-tempat yang dulunya sering mereka kunjungi, pojangmacha yang menjual tteokbokki, gerai bubble tea favorit Klara, dan Lotte World.
Hubungan Klara dengan Yong Hwa yang semakin dekat membuat ganjalan di hati Jong Min. Dalam hati, Jong Min ingin sekali Klara menjadi miliknya, tapi ia tidak mau menyakiti Yong Hwa yang juga sahabatnya.
Hingga suatu malam, Jong Min mendapat kabar bahwa Klara dan Yong Hwa mengalami kecelakaan. Insiden tersebut mengubah hubungan mereka bertiga dan berujung pada keputusan... Akankah Klara memilih Yong Hwa, lelaki yang disukainya? Atau Jong Min, sahabat yang sangat disayanginya?
Ayu Rianna adalah penggemar buku dan musik K-Pop yang jatuh cinta pada dunia kepenulisan sejak duduk di bangku sekolah dasar.
Novelnya yang sudah terbit di Gramedia Pustaka Utama antara lain Teater Boneka (2014), Definitely Love (2014), That Summer (2017), A Love Like This (2022), dan Daisy (2023). Cerpennya juga pernah diterbitkan dalam kumpulan cerpen Kata Kota Kita (2015) bersama karya dari teman-teman Gramedia Writing Project angkatan pertama.
Selain aktif menulis dan berjejaring di beberapa komunitas, Ayu juga sedang aktif mengkampanyekan penggunaan kebaya dan wastra Nusantara dalam kehidupan sehari-hari.
Kalau kamu dihadapkan dengan 2 pilihan antara memilih Jong Min—teman masa kecil yang telah menjadi main dancer di grup idol—atau Yong Hwa—lelaki tampan masa kini seorang anak band grup idola, mana yang akan kamu pilih?Begitulah yang terjadi Klara Lee, seorang soloist, blasteran Inggris-Korea Selatan.
3.5⭐️
Seperti biasa jika trope love triangle, pasti akan ada yang tersakiti dan tak dipilih oleh sang pemeran utama wanita. Ada yang rela berkorban demi membahagiakan sahabatnya, ada pula yang tetap memperjuangkan cintanya, dan ada pula yang menyimpan perasaannya. Trope dan premisnya biasa saja. Yang sedikit agak berbeda mungkin karena berlatar industri entertainment di Korea Selatan.
Aku pertama kali berkenalan membaca buku Ayu Rianna adalah di Daisy, lalu setelahnya aku membaca karyanya yang lain dan lompat ke buku ini. Karya yang sudah rilis 11 tahun yang lalu. Wow. Yang menarik adalah Ayu Rianna sudah menulis dengan rapi, beruntun, detail, dengan narasi yang sangat page turner sudah sejak lama ternyata. Aku jujur merasakan tidak ada perbedaan cara menulis penulis di Daisy dan di Definitely Love—in good way ya. Perpindahan "kepala" antara subbab pun pas dan tepat. Jadi, nggak saling ketelingsut voice antar pemerannya.
Lalu, yang agak kurang menurutku adalah di justifikasi Jong Min yang "rela" berkorban demi sahabatnya. Interaksi Jong Min dan Klara Lee memang sudah dapet banget chemistry-nya sebagai teman masa kecil yang menjelma tumbuh rasa cinta, sementara untuk Jong Min dan Yong Hwa, aku nggak dapat vibe persahabatan dua bro ini. Ngobrol pun kayak kenalan biasa, bukan sebagai sahabat yang sampai rela mengalah demi yang dicintai bersama sahabatnya. Sayang banget nggak tergali hubungan Jong Min dan Yong Hwa.
Dan industri entertainment Korea Selatan sebagai latarnya pun menurutku hanya sekadar tempelan. Kayak bayangin deh ini ketiganya artis dan idol terkenal, terus ada proyek bareng, ada percintaan di antaranya, apa nggak akan jadi hot issues knetz? Tapi, konflik itu—sayangnya—nggak diangkat di buku ini. Mungkin karena cuma 248 halaman, jadi banyak memangkas konflik yang "potensial". Terus menjelang ending pun agak dragging kek pengen cepet selesai. Subplot yang kecelakaan itu pun sebenarnya potensial, tapi kayak udah aja gitu.
Buku ini tetap menarik dan selesai ku baca. Cocok untuk yang butuh romance ringan-ringan. Apalagi kalau suka kehidupan berlatar Korea Selatan.
Akhirnyaaa selesaii juga menemani kisah Klara Lee dan Jong Min. Gemes banget di awal dengan hubungan persahabatan Klara Lee dan Jong Min. Mereka saling perhatian, saling menyayangi banget satu sama lain. Awal baca sampe udah halaman 100+ aku dibuat penasaran di akhir Klara akan memilih siapa, Jong Min atau Yong Hwa. Karna 2 pria ini sama-sama idol, ganteng, dan punya sikap yg lucu, manis dan bikin baper saat memperlakukan Klara. Cuma ada part yg bikin greget juga nih.. Mereka bukan denial sih tp lebih ke arah gakmau terbuka/jujur, ungkapin isi hati, dan malah saling asumsi. Jong Min yg terlalu pasrah dan Klara Lee yg kurang peka. Overall, aku enjoy bangett. Dari karakternya hampir semua aku suka sih. Pokoke, once u pick it up, u won't want to put it down, page turner banget.... Recommended! (Aku lama nyelesaiinnya krn aku gonta-ganti buku mulu untuk dibaca hehehe)
"Kalau saja kita tidak duduk bersama malam ini, membicarakan hal yang terlewat dalam tiga tahun terakhir, aku mungkin tidak akan pernah sadar bahwa kita nyaris menjadi orang asing bagi satu sama lain. Kau tetap saja Lee Jong Min-ku, tak peduli berapapun lamanya aku tidak mendengar kabar darimu" ( Hal. 39) • ● • Menceritakan tentang Klara Lee dan Jong Min yang sudah bersahabat sejak kecil dan tinggal bersama, tapi akhirnya terpisah selama 3 thn karena Klara Lee harus debut ke jepang dan Jong Min debut sebagai anggota boyband Knight. Akhirnya Klara bertemu Jong Min kembali setelah debutnya di jepang sudah selesai, mereka kembali melepas rindu dan menikmati tinggal bersama lagi. Di jepang Klara Lee bertemu dan dekat dengan Yong Hwa. Jong Min yang mengetahui bahwa Yong Hwa menyukai Klara, membuat Jong Min cemburu dan dilema karena ia tak mau menyakiti Yong Hwa yang juga sahabatnya. • ● • Dari awal memutuskan beli novel ini, aku sama sekali gak memberi ekspektasi yang terlalu tinggi, karena waktu itu aku beli novel ini hanya karena ceritanya berlatarkan korea. Setelah baca yang bikin aku suka sama novel ini pertama, salut sama pengetahuan penulisnya tentang korea. Penulisnya sukses bikin aku ngerasa kayak baca novel terjemahan, mulai dari tempat, makanan khas, ataupun kebiasaan para label terkenal korea yang diterapkan ke traineenya. Berbeda dengan novel berlatar korea tapi rasa tetep Indonesia yang pernah aku baca sebelumnya.😅😅 Kedua romancenya dapet banget, sweetnya Jong min sama Klara yang akhirnya kembali tinggal bersama dan melepas rindu mereka setelah 3 tahun tidak bertemu bikin aku gak sayang buat menyelesaikan novel ini. Takut susah move on 😅😅😅 Ketiga gaya menulis Ayu Rianna mengalir banget, aku suka, gak terasa pas baca udah mendekati epilog aja. Keempat setelah baca novel ini udah gak terhitung berapa kali aku reread novel ini dan aku rekomendasikan ke temen-temen aku, mereka yang udah baca juga suka banget sama novel ini.
Pertama buka buku ini di Gramedia Digital, jujur langsung mengingatkanku pada Ilana Tan: Seoul, penyanyi, dengan gaya bahasa terjemahan, dan manis. Tapi sampai di situ saja, kok, kesamaan vibe-nya.
Secara gaya bahasa aku cukup suka dengan gaya bahanya kak Ayu; mengalir dengan menyenangkan. Aku juga suka betapa detail tentang kehidupan Jong Min di masa-masa trainingnya sebagai main dancer dari grup boyband di sebuah agensi paling terkenal di Korea. To be honest, deskripsi-deskripsi tentang Jong Min entah kenapa mengingatkanku pada Kai EXO—main dancer dengan gerakan tarian yang indah; pandai merayu, menggoda, dengan ekspresi wajahnya.
Trope-nya juga aku suka: friend to lover, my fav trope. Meski rasanya geregetan melihat Jong Min maju-mundur untuk mendekati Klara, malah seolah mengalah.
Yang kusayangkan, karena awal mula kisah ini adalah bertemunya tiga tokoh utama kita di sebuah drama, eksekusi interaksi saat dramanya kurang. Dan aku juga merasa endingnya sedikit terlalu cepat.
Tema cinta segitiga yang seperti ini sebenarnya sederhana, tapi karena sikap karakter-karakternya bikin masalah jadi agak ruwet. Kalau soal K-Pop, aku udah nggak meragukan pengetahuan Ayu *winks* dan tentu aja gaya bercerita Ayu yang ngalir dan enak diikuti bikin aku betah baca buku ini.
Hubungan antara Klara dengan Jong Min bikin iri setengah mati. Astaga, aku bakal bahagia banget kalau punya sahabat yang kayak Jong Min begitu! Udah ganteng, jago ngedance, baik hati dan pengertian pula! Dibanding sama Yong Hwa yang konon lebih ganteng daripada Jong Min ke mana-mana... lebih populer de es te dan sebagainya... buatku Jong Min jauh lebih baik. Tipe cowok kayak Yong Hwa malah bikin aku gemes pengen lempar jauh-jauh ke planet asing....
Tapiiii... menurutku hubungan persahabatan antara Jong Min dengan Yong Hwa kurang digali lebih dalam jadi aku nggak bisa mengerti alasan kenapa Jong Min Dengerin, dong omongannya Young Min--kembaran sendiri. Babo ya. Kalau aja ada hint kenapa Yong Hwa seakan begitu berarti buat Jong Min, mungkin aku bisa ngerti kenapa Jong Min sampai segitunya.
Overall, good job! ^^ Aku menunggu novel-novel solomu berikutnya, Ayu :*
tentang cinta segitiga antara Klara, Jong Min dan Yong Hwa.. Klara dan Jong Min adalah sahabat dr kecil. ketiganya adalah artis yg memulai debutnya dengan bernyanyi. kedua cowok ini sama2 sayang sama Klara. ya intinya gitu dah ya..
selalu ada 1 orang yg terluka #ehh
cuma butuh waktu 2 jam baca ini dikarenakan banyak dilompat2 bacanya, dan cuma baca dialog2 mereka aja ._. untuk ukuran novel korea, sorry, di cerita ini kalo menurut gue agak kurang bangetttt yaa korea2an nya walau gue gk suka korea. bukannya bandingin dengan novel penulis lain yg berlatar korea, tp di cerita mereka gue bener2 ngerasain korea nya (emang korea ini bisa dirasa apah) #plakk
bukannya novel ini jelek karena gue cuma kasih 2 bintang doang, ini hanya masalah selera ^^ semoga ke depannya penulis ini ngeluarin novel yg ceritanya bisa gue nikmatin ^^
Meskipun saya nggak begitu suka dengan cerita yang berbau korea, tapi saya berhasil menikmati buku ini. Tulisan Ayu enak dibaca, mengalir, bulat dan rapi banget. Nggak ada adegan sia-sia yang dipaparkan. Definitely love dituturkan dengan apik, memberikan sensasi kayak abis baca buku terjemahan yang diterjemahkan dengan rapi.
Sedikit kaget dengan tema yang diangkat oleh Ayu, yaitu kecelakaan dan amnesia. Tapi menurut saya, dua tema itu berhasil diolah dan baik, dan jatuhnya malah nggak klise. Dan saya suka endingnya yang manis, nggak mainstream kayak buku-buku lainnya.
Suka gaya menulisnya Kak Ayu! Bikin nagih! Ceritanya sweet, yah walaupun tentang Korea dan aku nggak suka Korea. Tapi karena enak dibacanya jadi sukaaa.