Di buku Pemulihan Jiwa jilid ke 5 Dr Dedy Susanto sharing tentang pengalaman-pengalam beliau di masa lalu. Pengalaman bagaimana menemukan apa yang dibutuhkan oleh jiwa. Di buku ini juga banyak sekali self talk yang berisi sugesti-sugesti positif. Menggabungkan ilmu psikologi dan agama. Yang mana saling berkaitan satu sama lain.
Di bab ke 3 ada penjelasan yang membuat saya berkata "WHAT?". Jujur saya baru tahu kalau jiwa dan perasaan manusia adanya di otak. Selama ini yang saya tahu perasaan dan jiwa letaknya di hati karena kalau sedih dan sakit hati terasanya di tubuh bukan di otak. Ternyata segala macam jenis emosi itu adalah dampaknya, kalau diibaratkan dengan air terjun jiwa dan perasaan adalah hulunya sedangkan rasa sakit hati, marah, sedih dan emosi lainnya adalah hilirnya. Contoh sederhananya ketika kita teringat dengan seseorang yang pernah menyakiti maka tubuh akan merasakan sakit hati atau marah. Ingatnya di otak tapi sakitnya ditubuh hal ini dikarenakan ada syaraf simpatik dan parasimpatik yang mana akan menjadi aktif/tidak aktif ketika kita merasakan emosi tertentu, karenanya kita harus memahami bahwa tubuh dan jiwa adalah dua komponen kehidupan yang saling mempengaruhi. Hidup kita ini tergantung pada apa yang kita fokuskan. Karenanya fokuslah hanya kepada hal-hal yang positif.
Di buku ini Dr Dedy Susanto juga membahas tentang kesadaran jiwa secara lebih mendalam. Menurut beliau, jiwa manusia pada dasarnya selalu mencari kebenaran, mencari tahu apa yang benar yang harus ia ketahui agar merasa aman dan tenang. Sering seringlah berdialog dengan diri sendiri dengan mengucapkan kata-kata seperti berikut ini "aku sangat diinginkan hidup ini, aku dicintai Tuhan, aku sangat dicintai Tuhan. Inilah kekuatan hidupku Inilah kebenaran".
Hal menarik lainnya yang di bahas dalam buku ini adalah mengenai pengaruh makanan terhadap tubuh. Pola gaya hidup vegan memiliki pengaruh yang sangat baik terhadap kesehatan emosi, selain itu orang yang melakukan pola makan vegan memiliki Kecerdasan Intelektual (IQ) dan Kecerdasan Emosional yang lebih tinggi seperti kesadaran diri, pengendalian diri, bisa memotivasi diri sendiri, serta memiliki empati dan kemampuan sosial yang lebih baik. Menurut penelitian, bila kita makan makanan banyak mengandung protein maka kita akan cenderung lebih sabar. Bila kita makan makanan yang mengandung vitamin B dan beberapa jenisnya maka kita akan merasa lebih rileks, tenang, kreatif, mudah mengambil keputusan, mudah mengendalikan emosi dan nyaman.
Bagian yang paling menyentuh di buku Pemulihan Jiwa 5 ini adalah "self talk kisah hidup seorang anak yatim piatu". Saya sampai meneteskan air mata saat membacanya. Di buku ini ada pesan dari Dr Dedy Susanto untuk para orang tua yang memiliki anak agar lebih menyayangi dan mencintai anak-anaknya. Bagi anda yang sedang hamil dan tidak menginginkan anak anda "jangan dibuang", pikir seribu kali sebelum menempatkanya di panti asuhan, karena itu sama saja dengan anda membuang suatu kehidupan yang akan menyesali, merasa tertolak dan hampa sepanjang hidupnya.