Jump to ratings and reviews
Rate this book

Pemulihan Jiwa 5: Semakin Aku Mengerti, Semakin Aku Ikhlas dan Tenang

Rate this book
Semakin Aku Mengerti, Semakin Aku Ikhlas dan Tenang

Hidupku dan masa depanku amatlah berharga dan penting. Aku letakkan semua pikiran dan perasaan yang tak penting, yang jelas-jelas tidak bermanfaat. Aku letakkan dengan ikhlas agar ringan langkahku, agar lega jiwaku. Inilah diriku yang sesungguhnya. Diri yang tenang dan bahagia. Meletakkan dan meninggalkan “beban” yang tak perlu adalah wujud paling nyata rasa sayangku pada diri yang kucintai ini.

Jauh dalam batinku, aku melihat diriku yang sejati, diri yang bersyukur, diri yang tenang, diri yang ikhlas. Itulah diriku yang sesungguhnya. Betapa senangnya bisa menjadi diri seperti itu. Setiap rasa sakit, setiap masalah, setiap penderitaan adalah kesempatan paling indah untuk bertemu dengan-Mu, sang penciptaku. Aku bisa menemukan pemelajaran, makna keikhlasan, dan penyerahan. Aku bersyukur bisa benar-benar menyadari hal ini. Aku bersyukur bahwa aku ternyata Engkau karuniai pengertian dan kesadaran yang suci tentang makna hidup yang sesungguhnya, yaitu penerimaan.

Aku menerima diriku. Aku menerima semua penderitaan yang memang harus terjadi. Aku menerima semua rasa kecewa yang memang harus terjadi. Aku menerima rasa lemah yang memang diizinkan. Itu semua ternyata membawa kemuliaan. Pikiran biasa tak sanggup memahaminya. Hanya hati yang penuh penyerahan dan keikhlasan yang mampu memahaminya. Aku bersyukur aku diizinkan termasuk orang yang Engkau karuniai pengertian dan kesadaran ini, sehingga pada kondisi seperti apa pun aku tetap bisa bersyukur, tenang, bahkan tetap penuh kebahagiaan. Tampaknya agak mustahil bagi logika biasa, tapi pada saat ini aku bisa merasakan kedamaian, ketenangan, bebas dari kemelekatan, bebas dari keinginan yang sia-sia, dan bebas dari kemarahan yang tak perlu terjadi. Terima kasih Tuhan, hatiku tenang.

Buku ini lahir dari puluhan ribu jam praktik terapi yang dilakukan Dedy Susanto kepada kliennya agar bisa kembali mendapat jalan terang serta meraih kebahagiaan dan kesuksesan. Dilengkapi ratusan tweet motivasional dan penyembuh jiwa dari akun @pemulihanjiwa yang memiliki lebih dari 1.000.000 follower.

184 pages, Paperback

First published May 1, 2014

5 people are currently reading
140 people want to read

About the author

Dedy Susanto

11 books28 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
22 (50%)
4 stars
12 (27%)
3 stars
5 (11%)
2 stars
3 (6%)
1 star
2 (4%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for Risa Widya Pertiwi.
14 reviews
July 28, 2019
Di buku Pemulihan Jiwa jilid ke 5 Dr Dedy Susanto sharing tentang pengalaman-pengalam beliau di masa lalu. Pengalaman bagaimana menemukan apa yang dibutuhkan oleh jiwa. Di buku ini juga banyak sekali self talk yang berisi sugesti-sugesti positif. Menggabungkan ilmu psikologi dan agama. Yang mana saling berkaitan satu sama lain.

Di bab ke 3 ada penjelasan yang membuat saya berkata "WHAT?". Jujur saya baru tahu kalau jiwa dan perasaan manusia adanya di otak. Selama ini yang saya tahu perasaan dan jiwa letaknya di hati karena kalau sedih dan sakit hati terasanya di tubuh bukan di otak. Ternyata segala macam jenis emosi itu adalah dampaknya, kalau diibaratkan dengan air terjun jiwa dan perasaan adalah hulunya sedangkan rasa sakit hati, marah, sedih dan emosi lainnya adalah hilirnya. Contoh sederhananya ketika kita teringat dengan seseorang yang pernah menyakiti maka tubuh akan merasakan sakit hati atau marah. Ingatnya di otak tapi sakitnya ditubuh hal ini dikarenakan ada syaraf simpatik dan parasimpatik yang mana akan menjadi aktif/tidak aktif ketika kita merasakan emosi tertentu, karenanya kita harus memahami bahwa tubuh dan jiwa adalah dua komponen kehidupan yang saling mempengaruhi. Hidup kita ini tergantung pada apa yang kita fokuskan. Karenanya fokuslah hanya kepada hal-hal yang positif.

Di buku ini Dr Dedy Susanto juga membahas tentang kesadaran jiwa secara lebih mendalam. Menurut beliau, jiwa manusia pada dasarnya selalu mencari kebenaran, mencari tahu apa yang benar yang harus ia ketahui agar merasa aman dan tenang. Sering seringlah berdialog dengan diri sendiri dengan mengucapkan kata-kata seperti berikut ini "aku sangat diinginkan hidup ini, aku dicintai Tuhan, aku sangat dicintai Tuhan. Inilah kekuatan hidupku Inilah kebenaran".

Hal menarik lainnya yang di bahas dalam buku ini adalah mengenai pengaruh makanan terhadap tubuh. Pola gaya hidup vegan memiliki pengaruh yang sangat baik terhadap kesehatan emosi, selain itu orang yang melakukan pola makan vegan memiliki Kecerdasan Intelektual (IQ) dan Kecerdasan Emosional yang lebih tinggi seperti kesadaran diri, pengendalian diri, bisa memotivasi diri sendiri, serta memiliki empati dan kemampuan sosial yang lebih baik. Menurut penelitian, bila kita makan makanan banyak mengandung protein maka kita akan cenderung lebih sabar. Bila kita makan makanan yang mengandung vitamin B dan beberapa jenisnya maka kita akan merasa lebih rileks, tenang, kreatif, mudah mengambil keputusan, mudah mengendalikan emosi dan nyaman.

Bagian yang paling menyentuh di buku Pemulihan Jiwa 5 ini adalah "self talk kisah hidup seorang anak yatim piatu". Saya sampai meneteskan air mata saat membacanya. Di buku ini ada pesan dari Dr Dedy Susanto untuk para orang tua yang memiliki anak agar lebih menyayangi dan mencintai anak-anaknya. Bagi anda yang sedang hamil dan tidak menginginkan anak anda "jangan dibuang", pikir seribu kali sebelum menempatkanya di panti asuhan, karena itu sama saja dengan anda membuang suatu kehidupan yang akan menyesali, merasa tertolak dan hampa sepanjang hidupnya.
Profile Image for Molly Simanjuntak.
30 reviews
December 2, 2018
Hidup ini tidak selalu bahagia, kok.

Jiwa itu turun naik, kadang sedih kadang bahagia.
Itu wajar, jangan terlalu dianggap masalah.

Kamu hanya harus selalu tenang, sabar, bersyukur dan ikhlas.

Aku tidak boleh mengecap orang itu baik atau buruk karena itu bukan hakku.

You are loved by this life.

Tuhan tidak pernah lalai. Jangan pernah salah paham pada-Nya.

Dia mengizinkanmu untuk bertemu orang-orang yang sayang kepadamu. Mereka murni membentukmu, mendewasakanmu.

Salam bahagia.
Profile Image for Astried Monalisa.
5 reviews2 followers
January 23, 2015
Gara gara baca buku ini, saya lebih mendalami karakter pribadi, mana yang harus dibuang pelan pelan mana yang harus di optimalkan potensi saya. Berasa banget kalo kita hidup semuanya titipan. Ikhlas dan makin cinta pada Tuhan. Sungguh luar biasa. Bisa dibilang buku ini cukup berat bila dibaca langsung di praktekkan.
Displaying 1 - 3 of 3 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.