Maksudmu, kalau aku tahu aku akan mati atau kalau aku sedang merias orang mati? Seperti biasa, Noah malah balik memberikan pertanyaan.
Dua-duanya.
Kalau aku memang harus mati, maka tidak ada yang bisa kulakukan selain menerima.
Kenapa?
Tidak pernah ada makhluk hidup yang pernah menang berduel melawan maut, Chris. Maut tidak terkalahkan dan tidak mau mengalah juga. Maut seegois itu.
Noah Hasler menyukai kematian. Demi mencapai tujuannya untuk lebih sering melihat mayat, dia pindah ke Andermatt sebagai perias mayat profesional. Dia berharap tingginya angka kematian di kota itu akan membuatnya makin bahagia. Namun, kedatangan Christabel ke Andermatt mengubah pemikirannya bahwa kematian tidak hanya bisa ditunggu, akan tetapi bisa juga dijemput.
Hai manteman, kenalin saya Ririn Ayu. Anak saya yang bisa dipeluk mantjah baru tiga yaitu Loveless (Sheila, 2019), Sarang Haerang (Sheila, 2019), Perfect Proposal (Sheila, 2021). Selain itu, masih dalam wujud astral aka baru bisa dibaca secara online. Kalau mau kenalan sama saya berikut list akun platform dan sosial media saya: Instagram: ririn ayu1004 Twitter: Achiara_15
Perias mayat pengidap nekrofilia adalah tema besar buku ini. Sebagai informasi, nekrofilia merupakan penyimpangan seksual di mana pelakunya bersetubuh dengan mayat.
Menceritakan Christabel, seorang dokter hewan yang pindah ke Andermatt—tanah kelahiran pacarnya—agar lebih dekat dengan Nils. Chris tak ingin tinggal bersama sebab khawatir dijadikan bahan gunjingan penduduk sekitar. Walaupun ya, mereka sudah sering melakukan hubungan senggama, ha! Di hari pertama kedatangannya ia sudah disambut oleh pria tampan bermata biru yang memelototinnya terus-menerus dari sudut jalan dekat gereja—yang belakangan diketahui adalah seorang perias mayat yang bernama Noah.
Sebelum merias, mayat dimandikan terlebih dahulu. Jenis riasan yang diberikan tergantung permintaan keluarga dengan penyesuaian kondisi tubuh yang bersangkutan dengan pengecekan seperti ada luka/goresan pada wajah atau tidak, kelengkapan indera tubuh, fitur wajah, dan lain sebagainya. Noah sangat menyukai pekerjaannya, terlebih lagi ketika mayatnya adalah perempuan. Aroma mayat yang sedikit amis & sisa keringat yang membusuk bercampur dengan parfum yang tertinggal adalah favoritnya. Ia bahkan menolak bekerja menggunakan masker dan sarung tangan supaya bisa bersentuhan secara langsung dengan kulit mayat.
Agar mayat perempuan berbahagia di akhirat, Noah merelakan diri bercinta dengan mereka. Menurut pemahamannya, bersenggama adalah kebutuhan manusia yang paling mendasar dan paling mudah dilakukan tanpa memandang status sosial. Mau kaya atau miskin, semua bisa melakukan karena gratis. Tidak perlu biaya tambahan. Selesai menjalani ritual tersebut, rambut dan kuku mereka dipotong buat disimpan ke dalam stoples (secara diam-diam) yang diberi label lengkap dengan nama, tanggal kelahiran, dan tanggal kematian. Stoples tersebut dibawa pulang ke rumah sebagai kenang-kenangan. Meski hitungannya baru beberapa bulan di Andermatt, koleksinya sudah bejibun.
Ketika melihat Chris pertama kali, Noah sudah memiliki firasat ia akan bersenang-senang dengan mayatnya. Rambut merah membara dan mata hijau yang indah menjadi daya tarik perempuan tersebut. Waktu masih manusia saja kelihatan legit, apalagi jadi mayat nanti? Ludah Noah sudah turun bak air mancur saking ngilernya. 🧐😭
Sekian lama tidak gampang hooked sama buku, The Mortician berhasil membuatku penasaran sampai akhir. Setiap babnya dibuat pendek-pendek, tapi isinya padet & progresnya cepet pula. Informasi di bab penutup (mostly) dibuat “gantung” yang bikin makin gregetan. Pandai sekali Mbak Ririn ini membuat penasaran.
Setelah disusun alurnya secara utuh, sebetulnya buku ini tidak sempurna. Banyak plot bahkan karakter yang masih ada kurang di sana-sini, antara lain meliputi: 1. Rekam jejak sang perias mayat tidak semisterius itu. Sebagai polisi, Nils semestinya bisa dengan mudahnya mencari tahu background Noah. 2. Fokusnya terlalu berpusat di Noah dan Chris; ada hal-hal yang dapat menjerat Noah lebih awal malah tidak terelaborasi. 3. Detail kejadian beberapa tindakan kriminal masih kurang rinci. Buat pembaca yang mementingkan aspek ini (bagaimana cara melakukan), mungkin akan bertanya-tanya, dan bahkan tidak puas sama penjelasannya. 4. Pasca kejadian “tragedi” pertama terlalu cepat perpindahannya, seperti ada gap. Mungkin bisa dihalusin lagi. 5. Chris tolol. Aku yakin semua orang setuju sama poin ini!
Terlepas dari kekurangannya, aku suka sama buku ini sebab engaging parah! Selesai baca masih kepikiran terus. Biasanya bodo amat dan langsung nyari bacaan baru, wkwk. Jadi, sebagai pembaca yang subjektif, kuputuskan tetap memberikan bintang penuh pada buku ini. 👌
Noah Hasler berprofesi sebagai perias mayat. Dia menyukai pekerjaan itu dan selalu tersenyum ketika merias mayat—terutama mayat perempuan. Christable Seiler baru pindah ke kota kecil di Swiss, Andermatt, mengikuti tunangannya, Nils Muller, seorang polisi. Christ menyukai Noah yang kikuk, imut, dan polos padahal pekerjaannya dekat dengan kematian. Sementara Noah senang melihat rambut merah dan mata hijau milik Christ. Ia ingin "merias" Christ.
Peringatan pemicu: adegan kecelakaan, kematian, dan necrophilia.
Premisnya gilak! Buku ini sukses membuat buluk kuduk meremang di 224 halamannya. Ada beberapa adegan disturbing terutama di chapter yang dinamai dengan "nama wanita".
Yang bikin kesel justru bukan villain-nya tapi protagonisnya. The red signs already appreared here and there, but unfortunately, she is "blind" and stubborn. Sebenarnya kalau akhirnya dia nggak selamat pun nggak apa-apa dan ku akan komentar, "kannn...! tak kandani ra percoyo!"
Semua ditulis dengan rapi. Plot, gaya penceritaan, twist-nya, meski nggak kaget banget, tapi tetap aja seru dan gregetan. Latar tempatnya di Swiss pun dijelaskan detail, jadi kayak diajak jalan-jalan ke Swiss area rural.
Akhir kata, jika menyukai cerita misteri thriller dengan premis tak biasa dengan perspektif kematian dan gelapnya hati manusia, buku ini direkomendasikan.
gue suka story telling, dan lokasi swiss. berasa baca terjemahan. ini kedua kalinya gue baca nopel PU profesi perias jenazah. kali ini cowok. noah. dia sakit jiwa. suka bercinta sama mayat. sepanjang baca naskah ini gue mikir keras, ini nopel romance apa thriller psikologi? 100 hal pertama itu dominan banget adegan bucin. tapi nggak mungkin full bucin klo liat karakter PU. benar dugaan gue 150 hal ke atas. makin seru ketika pacar christabel, si polisi mati. bikin bertanya2 itu kecelakaan murni atau dibunuh?
di halaman 162, gue menemukan pengetahuan baru. sindrom cotard. hal 171 dialog "Noah, aku tak akan ke mana-mana. Kami bisa pegang janjiku." Kata 'kami' kayaknya tipo deh. Harusnya 'kamu' kan?
sepanjang gue baca nopel ini, lurus2 aja plotnya. nggak ada bikin ngomel lah yaaaa.
To be honest, i thought that this story would be more focused on the horror and adrenaline that Noah felt whenever he gets the opportunity to assault the bodies. So i didn't expect the sudden romance in it.
I understand his fear when he realized that Christabel was much more special than he thought. When something changes inside your body, i too—get nervous and scared. I thought that she'll change his fate, maybe change his heart? Part of me hope that Noah got a perfect ending for his plan, because i wanted to know what he'll do to Christabel's dead body.
definisi sakit jiwa, impulsif, obsesif, necrofilia, manipulative, seru but ga cocok untuk semua orang, plot cerita yang cukup baik, emosi digambarkan dengan baik termasuk ak yang ikut emosi bacanya. licin bgt anj si noah kesel bet liatnya, ada aja akal nya.
bukunya bener bener seru!! aku baru pertama baca tentang perias mayat dan jujur kesel banget sama Christabel yang buta banget dengan Noah yang jelas jelas red flag.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Sebetulnya ceritanya bagus, flow enjoy dan jarang juga aku baca novel thriller yg ada profesi tentang perias mayat nekrofilia pula. Tapi aku terlalu sebal sama Christabel, ya aku gajadi nulis review gegara terlalu kesal!!!!!!!
Zero survival instinct, totally selfish, won't ever listen. Man, I wish she just died in the end.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Kesan dari beberapa halaman pertama: Uncomfortable. Kenapa? Karena langsung dimulai dengan aksi nekrofilia Noah. Tapi memang itu intinya, bukan? Feel cerita mulai agak bergeser setelah Christabel muncul. Hawa yang awalnya agak ngeri dan misterius berubah jadi kisah romance. Sebenarnya Christabel ini diciptakan untuk tujuan apa sih? Hanya untuk bikin kelainan nekrofilia Noah goyah sesaat? Soalnya rasanya kehadiran dia kurang penting. Chris nggak mengguncang jiwa Noah yang selama ini lebih suka dengan mayat dibandingkan manusia hidup, bikin dia meragukan pilihan dan tindakannya, bikin dia tersiksa dengan kehadirannya (kecuali waktu Noah dengan Helen dan dia berhalusinasi tentang Chris). Sepertinya Chris hanya semacam side dish baru yang mendadak pengin Noah cicipi tapi ternyata rasanya tidak semenarik penampilannya sehingga dia tidak suka lagi dan bosan. Setuju dengan banyak review lainnya yang bilang Chris menyebalkan dan bodohnya kebangetan. Dia terlalu tidak punya pendirian dan keras kepala. Poor Nills to end up losing his life because of such an uninspiring woman. Yang lebih bikin penasaran justru latar belakang Noah. Kenapa dia diusir dari Freiburg? Apa baru kali ini dia sampai tega membunuh? Apa dia juga pernah atau bahkan biasa membunuh sebelum datang ke Andermatt? Apa dia sebenarnya buronan atau pernah dicurigai? Kalau iya, kenapa kepolisian Andermatt kesannya tidak tahu apa-apa soal Noah? Tapi semua itu tidak dibahas sama sekali (kalaupun ada clue dari Elsa, tapi samar sekali).
Secara garis besar, ide buku ini menarik dan nggak biasa. Akan lebih menarik kalau dibuat lebih panjang, nggak buru-buru diselesaikan. Menurutku rasanya masih banyak bagian-bagian yang bisa lebih dieksplorasi lagi dan masih bisa ditambah dengan lebih banyak bagian yang menegangkan dibandingkan dengan bagian yang penuh romance. Because it is titled The Mortician, right?
Catatan buat buku ini: - I think my book is missing its two final pages. Ada dua halaman kosong (218-219). - Ada beberapa kalimat yang tidak sempurna, entah itu tidak selesai atau ada kata yang hilang di bagian tengahnya, terlewat waktu editing dan proofreading.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Premisnya udah menarik, apalagi jarang ada yang mengangkat topik seperti ini dalam ceritanya. Bisa dibilang berani.
TETAPI…
Christabel selaku sebagai tokoh utama perempuan di sini, mengapa dia terlalu percaya sama orang baru? Seharusnya, dia lebih percaya sama orang-orang lama, karena lebih tahu mereka. Mengapa dia lebih percaya sama orang baru kenal? Bahkan sikap keras kepalanya ini justru menjadi petaka. Baru pertama kalinya, aku bertemu dengan tokoh utama thriller yang cenderung insting deteksi bahayanya nol.
Justru, penokohan Noah dan lainnya jauh lebih menarik dan logis. Apalagi Noah memiliki motivasi dan latar belakang kuat mengapa ia bisa menjadi seperti itu. Berbeda dengan Christable yang kurang dalam penokohannya, mau itu dari segi kepribadian maupun latar belakangnya sebelum pindah ke Andermatt.
Sebenarnya, alur pembukanya sudah bagus dan pembangunan suasananya terasa intens. Namun, rasanya agak kurang pada bagian penjelasan kronologi kejadian maupun kasus sedang diselidiki seperti bagian yang muncul sekilas saja, bukan sesuatu yang penting. Justru terlalu berfokus ke hubungan Noah dan Christabel. Di akhir ceritanya pun, ceritanya diakhiri secara singkat dan kurang meninggalkan kesan lega atau takut.
Setidaknya, penulisannya terasa mengalir dan mudah dipahami, walaupun ada beberapa typo yang bisa ditemukan di novel ini.
Kisah ini berawal dari Noah Hasler, seorang perias mayat profesional membawa serta rahasia gelapnya dari Fribourg ke Andermatt. Ketika datang seorang perempuan bernama Christabel, ketenangan hidup Noah terusik. Rahasia gelap yang selama ini ditutupinya rapat, seolah mencari celah untuk menampakkan diri. Christabel lalu menjadi pemantiknya. Setting tempat cerita ini di luar negeri. Pengkarakterannya sungguh kuat dari awal hingga akhir cerita. Kak Ririn berhasil membentuk karakter Noah dengan berbagai macam lapisan emosi, sehingga setiap Noah muncul, hadir antisipasi. Noah karakternya sangat manipulatif. Kadang dia bisa berubah menjadi lembut, kadang juga aneh dan tidak lazim. Karakter lain pun mengisi porsi yang pas, terutama Nils yg malang. Ceritanya sangat seru dan membuat penasaran akan endingnya. Endingnya sungguh terasa janggal karena Noah hanya masuk RSJ padahal dia ada kemungkinan membunuh korban korbannya.
Yang saya suka: Building character si Noah dapet dari latar belakang dia, pemikiran2nya, narasinya Noah. Selalu dibuat deg2 an tiap dia ngelakuin aksinya.
Meh: CHRISTABEL TULUL😭🙏 sumpah. Saya bisa OKE dgn pemikirannya si Christ yg sdh mulai "Cheat" dari Nils, dari cara dia adore Noah, ya memang gak cheating, tp pikirannya yg cheating (saya g tau namanya🙏). TAPI, ke-guobluok-an nya yg... haduh, anda kan dokter hewan ya Christ, bisa sampe jd "drh. Christabel" kan belajarnya ga mudah. Masa segininya si?
Sebenernya saya ngerti, Noah ini mau dibawa ke arah "si misterius yg pintar". Yang saya lihat, sebenarnya Noah ga sepintar itu, tapi si Christ aja yg oon + polisi di sana yg agak gak guna:) Dramatis dan mudah ditebak kalo polisi baru gerak dan berfungsi pas bagian "apa".
Plotnya cenderung slow, tapi sangat cepat di bagian2 mendebarkan dan klimaks. Saya harap part Christ yg "gk terlalu oon" bisa lebih dieksplor dibanding part2 detail tentang makanan
Satu hal yang menarik minat saya pada novel The Mortician; tema yang di angkat. Karena jarang menemui cerita serupa dari penulis lokal. This's a decent book, not bad, but not too good either. Buku yang bercerita tentang Noah, seorang perias mayat. Sebenarnya, buku ini kurang memenuhi ekspektasi, sebab saya kira isi bukunya akan sangat gila— ternyata flat saja. Konflik di dalamnya juga tidak berat, jadi katakan lah bahwa ini buku yang ringan dalam segi pembahasan. Gaya penulisan sangat saya nikmati, rapi dan nyaman untuk dibaca. Dua hal kurang saya sukai adalah sifat main character— ceroboh dan kurang bersih dalam bertindak, juga adegan adegan dewasa (karena memang saya kurang nyaman membaca buku dengan adegan dewasa), tapi saya anggap ini angin lalu saja. ★3,5/5 untuk buku ini. Lumayanlah.
the plot : noah hasler, seorang perias mayat yg memiliki ketertarikan khusus kepada mayat perempuan, bertemu dengan christabel yang baru datang ke andermatt
christabel dan nils, tunangannya, memutuskan untuk tinggal di andermatt, kota kelahiran nils
di hari pertama christ dan nils tiba, mereka bertemu dengan noah, seiring waktu, christ dan noah semakin sering bertemu dan menjadi teman, namun ada rahasia besar yg disimpan oleh noah
my thoughts : word building untuk noah udh oke, eh christ ny malah kek tai, beneran batu banget naif juga lagi haduh tp mc nyebelin, gasuka banget mana pas mau klimaks ceritanya si christ jd makin parah kelakuannya haduhhh ga enjoy banget bacanya karna rasanya mau getok pala si christ tolol itu
Didn't expect actual romance coming from the necrophilic but it's appropriate I guess. Also LOVEEEEEEEE the inclusion of their local delicacies here like NYUM!!!!!! Got hungry there for a sec. Ga jarang kepikiran, "Am I the target age demographic for this..?" Karena banyak banget repitisi kata dan pointers yang sangat tidak diperlukan kaya... Yep terima kasih sudah memberi tahu bahwa Christabel mengulangi pertanyaan yang barusan ia utarakan dua kalimat sebelumnya. I don't know. It's ok overall. Now I want to eat sauerbraten.
Another best thriller lokal. Untuk keseluuruhnnya aku suka sama buku ini, mulai dari idenya, plotnya, dan tulisannya. Tapi, typonya itu lho bikin agak risih waktu membaca.
Bukan mengkritik pnulis, tapi jujur aku gak suka banget sama Christabel -_- Di sini dia kek cewek murahan dan bodoh. SUmpah, bodoh sampe ke tulang. Bisa2nya dia lebih percaya Noah daripada calon suami. Bisa2nya dia percaya Noah dan meninggalkan sahabat yang sudah lama dikenalnya. Aku sebenarnya berharap si Chris ini dapat hukuman lebih sih, cacatlah atau apa. Tapi, hukuman buat dia lumayan juga sih. Aku gak benci.
2,5/5 sepertinya ekspektasiku terlalu tinggi untuk novel ini.. padahal ide ceritanya saangat menarik... tapi hampir semua karakternya dibuat menyebalkan... terutama si Chris ini, omg... ga habis2nya aku mengumpat sepanjang baca karena kelakuan si Chris ini ya Tuhaaaannn.... sampai akhir aku bukannya lega dia selamat tapi malah menyayangkan 2 nyawa yang hilang gara2 (sorry) cewe tol*l satu ini. T_T
This entire review has been hidden because of spoilers.
Ekspektasi gue kayanya berlebihan ya kalau ngarep buku ini bakalan lebih fokus ke cerita si Noah nya😅
Sangat disayangkan bukunya malah fokus ke romance (biasanya gue suka romance tipis tapi ini jadi bikin bukunya kureng bgt lol). Gue juga ngerasa kalau buku ini light bgt sampe gue bisa baca dalam sekali duduk.
weh ini halaman terakhir ini emg kosong atau cacat produksi?? KOK GANTUNG BGTT 😭😭😭 overall suka bgt sm ceritanya yg unik dn sinting. sintingnya konsisten sampe akhir. walaupun si christabel ini agak bodok tapi okelah wkwk. latar belakangnya yg bukan Indo dan cara penulisan authornya bikin kita ngerasa kayak lagi baca buku terjemahan. apik bgt.
Novel ini ceritanya tentang pria yang mengidap Nekrofilia, what's that??, cari sendiri. Gaya penulisannya berani sih, jujur, justru itu yang membuat novel ini worth to read. Justice for Christabel. R.I.P Nils
Halaman pertama di bab satu, aku membayangkan seorang pria sedang kikuk berhadapan dengan seorang wanita di suatu tempat. Tetapi, setelah halaman dua dan tiga, barulah aku dibuat kaget karena penulis sudah berhasil membanting imajinasiku di awal, dan terbanting kembali bagaimana bisa Jazper kakinya terkilir yang membuatku harus berhenti membaca selama sepuluh menit untuk menenangkan diri.
Hanya beberapa plot twist saja yang kutemukan, sisanya mudah ditebak, tetapi aku tetap penasaran bagaimana Christiabel yang keras kepala akhirnya sadar bahwa yang dikatakan Nils, Joshua, dan Elsa benar adanya.
Selain menyuguhkan misteri. Ririn Ayu di novel ini menyuguhkan deskripsi keindahan kota-kota di Swiss, khususnya Andermatt.
Aura kegelapan keknya mendominasi bacaan Novemberku. Akhirnya dgn gagah berani menyelesaikan buku tema penyimpangan seksual nekrofilia ini.
Creepy tapi penggambarannya gak sengeri tema serupa yg pernah aku baca 10 tahun lalu. Unsur crime investigasinya juga tipis, bolong2 dan terasa tempelan aja. Sayang sih karena premis dan cara berceritanya bagus. Sampai akhir tetep kesal banget dengan pemeran wanita utamanya yang entah lugu atau emang bebal dengan zero survive skill/insting. Dah lah... 😤
Kisahnya berlatar di luar negeri (Belgia???) Ada cowok kerjanya tukang rias mayat, tapi sarap, mayatnya yg cewek diperkosa dulu Christabel sama cowoknya yg polisi pindah kota, christabel tetanggaan sama si cowok sarap ini Cowoknya Christabel padahal udah nyuruh Christabel jgn deket2 sma cowok lain, tp Christabel tolol. Ternyata mereka makin deket, pas cowoknya dapet info ttg masa lalu si cowok sarap ini, cowoknya cristabel 'dibunuh', christabel malah makin selengki dg bebas setelah kematian pacarnya, sebelum akhirnya dia nemuin ruang penyimpanan bagian tubuh mayat2 yg sebelumnya udah jadi korban perkosa
jalan cerita yang menarik, latar belakang yang digambarkan cukup jelas, ending yang OK walau masih ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab. beberapa typonya agak mengggangu.