Jump to ratings and reviews
Rate this book

Timun Jelita #1

Timun Jelita

Rate this book
Setelah ayahnya meninggal dan mewariskan sebuah gitar tua, seorang akuntan berusia 40 tahun menemukan hasrat untuk kembali bermusik.

Berdua saudaranya, seorang mahasiswi yang susah percaya dengan orang baru, mereka
membuat sebuah grup.

Timun Jelita, sebuah cerita panjang dan duo musik.

174 pages, Paperback

Published December 16, 2024

39 people are currently reading
217 people want to read

About the author

Raditya Dika

18 books1,954 followers
Raditya Dika is an Indonesian comedy writer. His first book was a collection of his humorous blog entries, entitled Kambingjantan: Catatan Harian Pelajar Bodoh (Malegoat: Diary of a Stupid Student).

His second book chronicles his unbeliavebly jinxed love life, entitled Cinta Brontosaurus (Brontosaurus Love). Published a year following the success of his previous work. His latest books, bearing the title Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa (Radikus Makankakus: Not Your Ordinary Animal) & Babi Ngesot (Sliding Pig) follows the tone of his previous works.

All of his books targets the stupidity and self-depreciating ridiculousness of a boy trying to get to adulthood, along with the absurdity of everyday life.

Currently he's working as director and editor-in-chief Bukune Publishing House.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
109 (19%)
4 stars
222 (39%)
3 stars
209 (37%)
2 stars
23 (4%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 185 reviews
Profile Image for ☆ chu ☆.
99 reviews17 followers
December 11, 2024
finished in just one sitting! jujur aku menantikan banget buku ini, krn setelah sekian lama raditya dika kembali menulis!

buku ini cocok buat yang pingin baca cerita dengan alur yang fast-paced dan ringan, krn alurnya sat set bgt😅 at some chapters berasa agak terburu-buru, terutama untuk beberapa penyelesaian konflik yg "hah udah nih gitu aja?" tp mungkin konsepnya emang dibikin sepadat mungkin

baca buku ini kayak ngelihat sisi lain raditya dika, krn meskipun fiksi tapi penggambaran karakternya sangat beliau😆 narasi & dialognya sangat kekinian, jd mudah untuk dipahami. untuk jokes memang khas raditya dika banget jd yaa mungkin beberapa orang akan merasa gak selucu itu😬 but i really enjoyed to read this book! premis dan konsepnya unik⭐
Profile Image for Keiralika.
95 reviews6 followers
October 30, 2025
Kangen banget demi apapun! Suka banget sama seri kebun binatangnya Raditya Dika dari semenjak masih SMP sampai sekarang udah sibuk cari uang, dan terakhir setelah Ubur-Ubur Lembur gue beneran nunggu terbitan komedi terbaru lagi, dan akhirnya lahirlah kisah fiksi Timun Jelita ini. Bikin nostalgia lawakan-lawakan absurd khasnya bang Radit, ya walaupun, temanya berasa jauh lebih receh dari yang gue ekspektasikan ya, but it’s an easy reading. Pas banget buat dibaca kalau lagi kebelet boker dan butuh yang kalem-kalem.

Gue udah beli sepaket sama buku keduanya, jujur gak mau diselesain gitu aja, huft, yuk bisa yuk!
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
March 6, 2025
"Dulu, waktu sekolah dia memang suka bermusik. Tapi hidup terkadang terlalu tega untuk mimpi-mimpi kita. Realitas membuat kita harus mengerti, kapan mimpi lama harus dihentikan karena nasib memaksa untuk berjalan ke arah yang lain."

Sebagai penggemar tulisan Raditya Dika sejak buku pertamanya, tidak perlu pikir panjang sebelum aku memesan buku ini sewaktu penerbitannya diumumkan. Selama ini, buku-buku Raditya Dika selalu menghiburku dan membuatku tertawa puas. Oleh karena itu, tentu saja aku memiliki ekspektasi yang sama terhadap buku ini meskipun ini adalah novel pertama Raditya Dika. Entah karena ekspektasi yang terlalu tinggi atau alasan yang lain, aku tidak begitu puas dengan ceritanya. Walaupun ada beberapa adegan absurd dalam buku ini yang berhasil membuatku terkekeh, aku merasa alur ceritanya terlalu sederhana untuk seleraku.
"Setiap orang punya momen putar balik, di mana prinsipnya soal hidup akan berubah selamanya setelah sebuah kejadian besar."

"Bukannya kalau kita tulus, jadi diri sendiri, malah orang tertarik sama kita?"

Ditulis dari sudut pandang ketiga, buku ini diawali dengan memperkenalkan karakter utamanya dengan nama paling absurd yang pernah aku tahu—Timun. Rasanya sulit sekali membayangkan seorang akuntan berusia 40 tahun dengan nama Timun dan menanggapinya dengan serius 😂. Sewaktu mendapatkan warisan gitar dari ayahnya yang baru saja meninggal, Timun diingatkan kembali pada hobinya bermain musik dulu. Didukung oleh istrinya, Putri, Timun memulai perjalanannya mencari teman untuk membentuk sebuah band bersama. Tak disangka, yang berakhir menjadi rekannya adalah sepupunya, Jelita—seorang mahasiswi yang juga hobi bermusik. Dengan bantuan Robert—mahasiswa bisnis yang menawarkan diri untuk menjadi manager band, Timun dan Jelita akhirnya membentuk duo musik dan berusaha keras untuk mencapai impian mereka.

Alur cerita buku ini cukup sederhana tanpa konflik yang terlalu serius, tapi aku cukup menyukai pesan moral yang disampaikan lewat pengalaman karakter-karakternya. Salah satunya adalah momen ketika Timun berusaha keras untuk mengubah penampilannya demi menjadi relevan dengan kalangan yang lebih muda. Istrinya kemudian mengingatkan bahwa ketika seseorang tulus dan menjadi diri mereka sendiri, orang yang tepat akan tertarik dengan sendirinya. Aku sendiri juga mempercayai pentingnya menjadi orang yang tulus, sehingga bagian itu cukup berkesan untukku. Selain itu, aku juga suka dengan transformasi karakter Jelita yang awalnya pahit terhadap mantan anggota band-nya yang dulu, hingga akhirnya ia bisa berdamai dengan masa lalu. Aku juga suka mendengarkan lagu-lagu yang ditulis oleh Raditya Dika sewaktu membaca buku ini—terutama untuk adegan ketika Timun dan Jelita sedang manggung menyanyikan lagu mereka. Lagu-lagunya berhasil membuat cerita ini terasa nyata.
"Kadang kalau kita terlalu senang dengan apa yang kita dapat, kita lupa untuk melihat semuanya dengan lebih objektif."

Secara keseluruhan, meskipun buku ini bukanlah karya favoritku dari Raditya Dika, aku masih cukup menikmatinya dari awal sampai akhir. Aku mungkin mengkategorikan buku ini sebagai bacaan ringan dengan genre slice of life yang menggambarkan lika-liku perjalanan seorang musisi. Dimulai dari susahnya mencari inspirasi, perjuangan agar karyanya bisa dikenal, dan lain sebagainya. Untungnya, penulis tidak memberikan ending yang kesannya too good to be true. Aku cukup puas dengan akhir cerita yang realistis tapi juga penuh dengan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Walaupun ekspektasiku tidak terpenuhi oleh buku ini, aku akan tetap selalu menantikan karya Raditya Dika yang selanjutnya 😊.
"Air mata itu bukan air mata sedih, kecewa, atau sakit hati, seperti yang dia rasakan selama ini. Air mata barusan adalah ungkapan rasa leganya. Seperti ada yang lepas dari dadanya, yang selama ini terasa berat."


Baca review selengkapnya di:
https://www.thebookielooker.com/2025/...
Profile Image for Citra Rizcha Maya.
Author 5 books23 followers
January 1, 2025
Timun dan Mimpi yang Nggak Pernah Kedaluwarsa

Membaca buku ini rasanya seperti duduk santai sambil mendengarkan cerita teman yang sedang mengejar mimpi “ajaib” di usia 40-an. Ini buku pertama Raditya Dika yang saya baca, meskipun sudah sering menonton stand-up comedy-nya dan beberapa episode Malam Minggu Miko. Dan ternyata, membaca tulisannya terasa berbeda—lebih personal, lebih dekat, tapi tetap dengan humornya.

Ceritanya tentang Timun, seorang akuntan freelance yang mendadak ingin membentuk band di usia 40 tahun. Iya, 40 tahun. Kedengarannya mungkin terlambat, tapi bagi Timun, ini soal kebahagiaan. Bersama sepupunya, Jelita, yang masih menyimpan trauma dari pengalaman bermusik sebelumnya, mereka memulai perjalanan baru. Kisah mereka tidak hanya soal membuat musik, tetapi juga tentang berdamai dengan masa lalu dan menghadapi dunia yang terus berubah.

Sebagai seseorang yang mulai merasakan dampak usia—lingkaran pertemanan yang semakin kecil, teknologi yang makin canggih, dan tubuh yang mudah masuk angin—saya merasa cerita Timun ini sangat relevan. Lewat buku ini, Raditya Dika seolah mengingatkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk mengejar mimpi, bahkan di usia yang dianggap "tidak ideal."

Humornya? Cukup untuk membuat senyum-senyum dan tertawa kecil. Bukan yang membuat tertawa terbahak-bahak, tetapi justru di situlah kekuatannya. Ada banyak ironi yang menyentil, tetapi disampaikan dengan cara yang santai dan menyenangkan.

Yang membuat buku ini semakin spesial, empat babnya diberi judul dari lagu-lagu yang benar-benar ada di YouTube. Tentu saja saya langsung mencarinya, dan suara Jelita (Mutiara Amadea) di lagu-lagu itu sangat lembut, seperti pelukan hangat untuk telinga. Lagu favorit saya adalah "Juga Berdua". Saat mendengarkan, lagu ini membangkitkan nostalgia masa muda, sekaligus menerima kenyataan bahwa hidup sekarang memang berbeda.

Jika sedang mencari bacaan ringan tetapi tetap penuh makna, buku ini sangat cocok. Bukunya bisa dibaca sambil ngemil timun dan lagunya harus didengarkan. Karena mimpi, ternyata tidak pernah memiliki tanggal kedaluwarsa!
Profile Image for Tika W.
75 reviews7 followers
December 12, 2024
Sorry, but not RD's best book. Pace di awal lambat banget. Aku merasa beberapa joke mungkin enak kalau disampaikan verbal, tapi di tulisan nggak nyampe lucunya, momennya nggak pas.
Profile Image for Nike Andaru.
1,646 reviews112 followers
December 24, 2024
100 - 2024

Lebih pas 2,5 bintang.

Gak tau kenapa, merasa ini bukan kayak tulisan Raditya Dika. Mungkin karena aku gak terlalu banyak baca bukunya dia, atau mungkin karena memang buku ini punya orang yang mengembangkan ceritanya. Agak kaku komedinya, gak kayak ngalir biasanya kalo percakapan dan bercerita, merasa kaku aja sih.

Namun, konteks mengejar apa yang disukai itu gak berbatas usia udah cukup tersampaikan. Tulisan Radit terasa lebih matang memang idenya dibanding buku lainnya.
Profile Image for Zulaikha Siregar.
35 reviews1 follower
December 29, 2024
Sebelum dibaca:
Sebenarnya agak was-was beli bukunya bang Radit kali ini. Takut tidak sesuai dengan ekspektasi karena buku kali ini bakal beda. Nggak kayak buku-buku sebelumnya yang isinya kek buku harian. Timun Jelita ini lebih ke cerita fiksi.

Meski begitu, aku tetap rela ikutan PO dan nunggu SEBULAN biar dapet duluan.

Setelah dibaca:
Cukup mengobati rasa rindu dari karya menulisnya Bang Radit. Gaya bahasa dan jokesnya khas Raditya Dika sekali. Mengingat kebanyakan karya fiksi Bang Radit based on dirinya sendiri, aku rasa Timun ini karakternya juga Bang Radit sekali. Bapak-bapak produktif introvert yang nggak tahu cara berteman. Alur ceritanya terasa cepat banget, nggak ada konflik yang berat banget, beneran bacaan santai. Bacanya kayak ya datar aja. Beberapa bagian emang bikin ngakak, dan bikin malu bacanya. Minesnya di aku, karena aku nggak begitu paham dan suka dunia permusikan membaca Timun Jelita berasa pe er banget untuk memahami setiap istilahnya.
Profile Image for Haqqi.
8 reviews1 follower
December 15, 2024
Buku yang ringan untuk dibaca, bisa selesai dalam satu sampai dua kali duduk. Nggak lengkap kalau baca buku ini tanpa dengerin EP terbarunya Timun Jelita, karena singkatnya buku ini menceritakan tentang lagu-lagu tsb, yang menjadi judul di beberapa bab buku ini. Selain itu, karena buku ini ditulis oleh seorang komedian, maka ada beberapa canda yang disisipkan di sela-sela dialog yang cukup untuk membuat ketawa ringan. Tapi di samping itu semua, saya ekspek lebih dari buku yang ditulis oleh seorang Raditya Dika ini. Dari segi penulisan masih ada beberapa kalimat yang rancu, jokes yang kurang bikin tertawa lepas, dan cerita yang terlalu fast-paced. Apapun itu, buku ini masih cukup berkesan :).
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book272 followers
February 11, 2025
Saya mengikuti buku karya Raditya Dika sejak Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh sampai ke Sketsa Mendung. Ketika buku Timun Jelita ini mulai dipromosikan, tentu saja masuk dalam daftar buku yang akan dibaca. Meski saya sempat berpikir, kok jadi nama tumbuhan ya.... biasanya nama hewan kayak Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, Manusia Setengah Salmon, Koala Kumal, dst.

Novel ini berkisah tentang seorang pria berumur 40 tahun bernama Timun. Di tengah kesibukannya sebagai akuntan freelance, timbul keinginannya untuk kembali bermusik saat menerima warisan gitar milih ayahnya . Secara spesifik dia ingin membentuk sebuah band lagi seperti masa SMA dahulu. Ketika dia menghubungi teman-temannya satu per satu, idenya dimentahkan karena mereka menganggap pria umur 40an nge-band itu absurd dan aneh. Beruntung Timun memiliki sepupu bernama Jelita yang juga suka bermain musik. Meski awalnya ditolak, Jelita akhirnya setuju membentuk duo band dengan kakak sepupunya itu.

Perjalanan mereka menyusun konsep band, menciptakan dan mengaransemen lagu, sampai pertunjukan langsung di panggung menarik untuk diikuti. Karena buku ini memang bergenre komedi, maka isi ceritanya juga komedi. Untuk urusan ini Raditya Dika sudah piawai. Saya menikmati kisahnya, mulai dari kegelisahan Timun yang merasa tidak berkontribusi apa-apa karena tersaingi oleh kemajuan yang terjadi di dunia musik, sampai kecemasan Jelita karena pernah merasa gagal dalam sebuah kelompok band.

Menariknya novel ini hadir dengan playlist lagu-lagu Timun Jelita. Silakan dicari di platform streaming, ada empat lagu mereka yang suprisingly enak juga didengarkan. Bahkan Raditya Dika membuat akun IG yang menceritakan proses kreatif dari pembuatan novel dan playlist musiknya. Sebuah bacaan ringan yang memberi pencerahan tentang industri musik.
Profile Image for Lesh✨.
291 reviews4 followers
January 29, 2025
Buku ini tergolong ringan karena membahas soal mimpi yang pernah terkubur dan dibalut dengan tokoh-tokoh jenaka.

Bercerita tentang Timun yang mendapatkan gitar dari Omnya. Dulu ia bermimpi ingin memiliki sebuah band, namun tak pernah terealisasi sampai usianya menginjak 40 tahun. Suatu ketika Timun bertemu dengan sepupunya, Jelita yang punya kenangan buruk soal mimpinya, dan ingin membangkitkan mimpinya lagi menjadi anak band bersama Timun.

Timun, Jelita, dan Robert punya peran masing-masing dalam membangun personal branding. Timun bagian menulis lirik, Jelita menyusun aransemen, dan Robert bagian promosi.

Aku suka melihat bagaimana proses jatuh bangun suatu band bisa terbentuk, bagaimana stigma orang-orang yang menyuruh Timun untuk mengubur mimpi ya karena terlalu tua, melihat bagaimana menyusun lagu dari yang tadinya cuma genjreng gitar dan berevolusi jadi pakai alat modern seperti drum tiruan, lalu bagaimana istri Timun, Putri mendukung semua kegiatan suaminya, dan meraih mimpi yang diidamkan.

Sebenarnya banyak pesan berharga yang disampaikan di buku ini, hanya saja tampilan dari jarak nomor halaman buku terlalu mepet dengan kalimat, penulisan percakapan yang menggunakan petik satu membuatku merasa kurang nyaman membacanya. But, overall is good!
Profile Image for Reia.
47 reviews
January 28, 2025
rate: 3.2/5

dari tebalnya yg cuma 170 halaman ini, aku emang ga berharap banyak sih utk menemukan konflik yang wasweswos. tp buku ini cukup bs jd 'penyegar' utk org yg lg kena reading slump berminggu-minggu kayak aku. denger2 bakal ada jilid 2 nya sih... aku jd nungguin krn mnrtku di buku yg pertama ini baru sampai ke tahap "meraih cita2nya" aja dan belum ada konflik yg berarti. oh iya, lagu2nya juga enak2! aku baca ini sambil muterin lagu2 rilisannya hahaha
Profile Image for luthfia..
142 reviews2 followers
July 15, 2025
Buku yang super fun!!

Lewat buku Timun Jelita, Raditya Dika membawa kita untuk dapat kembali membangkitkan semangat, harap, cita, dan cinta.

Buku ini memberi harap bahwa tidak ada yg terlalu tua untuk bisa kembali merasakan bahagia dan menggenggam kembali cita. Bahwa semua orang berhak mengejar kebahagiaannya di dunia, tanpa ada batas masa usia.
Profile Image for Kumala Dee.
160 reviews13 followers
January 3, 2026






Bacaan yang ringan dan ceria. Meskipun buatku kadang terasa garing 😅 ya tapi tetap oke untuk hiburan. Buku ini page turning juga, dari satu bab ke bab lainnya ngalir aja dengan cepat.
Profile Image for Virka Melita.
32 reviews
February 27, 2025
Refreshing, been waiting a long time to finally read radit's book. Beberapa jokes bikin ketawa, alur dan konflik ceritanya dibuat sederhana dan endingnya cukup oke.
Profile Image for Alfin Rizal.
Author 10 books51 followers
December 19, 2024
beda sama waktu baca kambing jantan—nya radit pas sma, novel komedinya yang ini jokes-nya nggak bikin ketawa lepas. tawa tipis aja lewat robert, manajer magangnya timun jelita. itu pun nggak banyak. di beberapa adegan malah muncul keharuan. terutama obrolan timun & istrinya.

sayang tempo ceritanya masih terlalu cepat. kayak buru-buru. bikin banyak ‘kebetulan-kebetulan’ jadi terasa meragukan.

aku baca ini dua kali duduk, sambil dengerin lagunya di youtube radit sesuai cerita di buku. selaras sama ceritanya. saling nguatin. timun dan jelita jadi berasa nyata.
Profile Image for Jessica Ravenski.
360 reviews5 followers
January 27, 2025
3.5 bintang yang gue buletin ke atas karena ini kayaknya buku fiksi pertamanya Raditya Dika, ya? #cmiiw. Jadi, baiklah kuberikan bonus 0.5 bintang.

Timun Jelita bukan kayak novel biasa yang pake kata-kata indah yang dipikirin mateng-matenggg gitu, tapi lebih kayak temen lo lagi nyeritain hidup temennya dia ke lo. Buat gue yang lagi boseeen baca novel biasa, baca Timun Jelita ini lumayan jadi hiburan.

Terus, gue lumayan cocok dengan jokes Raditya Dika di sini. Ga di setiap jokes yang dilempar gue ketawa sih, tapi ada juga yang sukses bikin gue ngikik semenit. Mungkin gue masih target market-nya Raditya Dika kali ya? 😆

Minus yang paling minusnyahhh dari buku ini adalah... 😡😡😡 banyak kalimat rancu, urutan kata yang ketuker, ga enak dibaca gitu, ih sebel. Tolong diperhatiin lagi buat cetakan selanjutnya dong, wahai penerbit 😡 (masih KZLLL).

Udah, gitu aja.
Profile Image for Nur Azkiyati Faizah.
96 reviews1 follower
March 6, 2025
Timun Jelita

Raditya Dika
174 hlm
Penerbit Gagas Media
4,0🌟

Akhirnya aku bisa nyelesaiin bukunya Bang Radit juga setelah selama ini demennya nyelesaiin Paranormal Experience Bang Radit di Youtube dan beli video show Cerita Cinta dan Cerita Sialnya.

Sebelum aku cerita review panjang lebar, kalo kalian bayangin Timun itu cewek cantik kaya di Timun Emas, SALAH.
Atau bayangin Timun di Acar, JUGA SALAH.
Timun seorang cowok, normal, dan profesinya Akuntan. Cuma namanya aja yang bisa jadi bahan masakan.

Timun Jelita cerita tentang perjalanan seorang Akuntan bernama Timun yang mencari mood dan kebahagiaannya lagi melalui musik. Pucuk di cinta ulam pun tiba, Timun teringat akan sepupunya, Jelita yang gemar bermusik dan punya harapan untuk menjadi besar di musik.

Bukan perjalanan yang mudah sebab usia Timun dan Jelita yang terpaut jauh (Usia Timun = 2x Usia Jelita), juga karena Jelita punya trauma dan memori yang buruk terkait Band. Akhirnya dengan berbagai upaya dan rayuan, Timun menyampaikan bahwa bermusik dan membuat band kali ini targetnya hanya agar lagunya bisa didengar 100 orang secara live, serta didorong oleh usaha Manager Magang mereka, Robert, berhasil juga meluluhkan pertahanan Jelita.

Buku ini highlight banyak hal, dari persahabatan, rumah tangga, persaudaraan, kekeluargaan hingga kehidupan selebriti. Aku seneng banget dengan vibes rumah tangga Timun dan Putri, beneran kebayang banget kalo itu adalah vibes Bang Radit dan Kak Anissa Azizah, istrinya. Dari dulu aku udah menebak dan memahami kalo aku pun kayaknya nggak bisa jadi istri kaya Kak Anissa yang sangat legowo menerima segala keragaman dan perbedaan karaktek. Sering banget diangkat di podcast Bang Radit juga tentang karakter Kak Anissa, aku kagum banget sih. Putri di sini juga gitu, support banget dengan apapun yang suaminya memang passion dan memang baik. Tipikal istri minim drama dan produktif aja gitu.

Karakter Jelita yang supel dan cerdas juga bikin buku ini berasa berbobot. Gimana Jelita bisa melihat dengan objektif meskipun lagi dimabuk cinta dan ditawarin kerjasama gede, tapi nggak lantas jadi bucin yang kuping dan matanya ketutup rapet. Yaa cewek yang masih ngeduluin logikanya daripada perasaannya kali ya?

Robert sebagai Manager Magang juga kebayang banget posisi dia sebagai penggembira Band Timun Jelita. Kolaborasi mereka bertiga, Roberth, Timun dan Jelita kerasa sehat karena ada orang dewasa yang demokrat, jadi diskusi bisa berjalan sehat dan punya ujungnya. Kebayang kalo karakter Timun adalah orang kolot yang susah dikasih tau, beehhh yang ada bukan Band tapi acara Sambat dan Marah kali yaa.

Buku ini meskipun ceritanya kedengeran simple, tapi karakter dan setting ceritanya bagus. Komedi yang diselipin di dalamnya juga krik-krik tapi menghibur.
Dahlah buku ini emang Raditya Dika banget. Daging yang kriuk-kriuk : Berbobot tapi tetep lucu yang garing.
Profile Image for Leea Hapsari.
83 reviews1 follower
January 2, 2025
Saat saya membuka buku ini, saya menemukan sebuah kartu ucapan di dalamnya. Di kartu tersebut, ada satu pesan, lebih tepatnya sebuah pertanyaan, yang ditulis oleh Raditya Dika. “Jadi gimana mau kayak Timun juga gak, ngikutin passion yang sudah lama hilang?”
Sebuah pertanyaan yang mengusik hati saya, karena kebetulan usia Timun, karakter dalam novel ini, tidak jauh beda dengan saya. Pertanyaan itu membuat saya bertanya pada diri sendiri, “Apakah saya sudah benar-benar menjalani hidup sesuai passion saya? Masih adakah mimpi atau passion masa muda yang saat ini masih ingin saya realisasikan? Kalaupun ada, masih beranikah saya memulai lagi semuanya dari nol, jadi orang yang kembali gak tahu apa-apa dan harus bertanya dan belajar dari anak-anak muda generasi Z yang pastinya jauh lebih hebat dari saya?” Ternyata, saya tidak sehebat dan sepemberani Timun. Saya takut mencoba hal baru. Saya takut memulai semua dari awal dan dasar.
Novel Timun Jelita bercerita tentang seorang akuntan 40 thn bernama Timun dan seorang mahasiswi bernama Jelita. Jelita adalah sepupu Timun. Mereka berdua pernah mencintai musik dan memiliki band. Sampai keadaan memaksa mereka harus sejenak melupakan kesenagan bermusik.
Kemunculan kembali gitar kesayangan ayah Timun dalam hidup Timun, membuat Timun mulai lagi mempertanyakan mimpi SMAnya buat ngeband dan ditonton ratusan orang. Gitar klasik itu mengusik Timun untuk kembali menghidupkan mimpi SMAnya. Timun lalu menghubungi semua anggota band SMAnya. Sayang, teman-teman sudah memiliki kesibukan lain. Saat itulah Timun teringat pada Jelita, sepupunya yang suka musik serta pernah punya band. Berbagai usaha dilakukan Timun untuk membujuk Jelita. Hasilnya tidaklah sia-sia, karena Jelita bersedia bermusik dengan Timun dan membentuk duo “Timun Jelita”. Perjalanan duo ini tidak mudah. Banyak orang yang menyuruh mereka menyerah. Namun mereka belum mau kalah.
Bagaimana kisah group duo Timun Jelita? Apakah mereka memilih untuk mengubur kembali mimpi? Ataukah mereka menemukan awal mula jalan sukses yang baru?
Baca bukunya dan temukan sendiri jawabannya.
.
Satu hal yang bisa saya pelajari dari buku ini bahwa mimpi itu tidak ada batasnya. Tidak ada yang Namanya kata terlambat untuk merealisasikan mimpi ataupun untuk belajar dan memulai sesuatu yang baru. Kalaupun semua mungkin masih jauh dari kata terealisasi, paling tidak kita sudah bisa bangga pada diri sendiri karena berani untuk memulai dan belajar lagi.
Selamat bermimpi dan menemukan diri kita yang sejati.
Profile Image for Raditya.
53 reviews1 follower
April 5, 2025
Aku mengakui punya ekspetasi yang cukup besar ke novella comeback-nya Raditya Dika ini dan berharap buku ini bisa menjadi my "sweet escape" setelah marathon ngerjain proposal beberapa hari belakangan. Tapi agaknya aku menaruh ekspetasi yang salah ....

Oke, sebenarnya menurutku potensi premis dan kedua karakter utamanya tuh besar banget, tapi mereka jatuh ke tangan penulis yang nggak mau (atau mungkin nggak bisa?) mengeksplor sisi drama dari ceritanya sendiri. Baca Timun Jelita tuh berasa baca sketsa awal yang masih fast paced banget. Narasinya kayak belum keeksplor dengan bener. Beberapa dialog dibiarin gitu aja tanpa support yang bagus, jadi di beberapa titik ketika karakternya lagi ngobrol berasa kurang enak bacanya. Di samping itu, aku juga menemukan beberapa pilihan dialog tuh "aneh", somehow kerasa rancu, dan bikin aku mikir kayak ... ini dibaca ulang ngga sih? Kok bisa dibiarin?

Dan nggak tahu sengaja atau nggak, penulisnya juga sering banget sengaja menghindari nulisin scene yang seharusnya dramatis. Pengalaman baca Timun Jelita ini seperti lagi makan makanan yang looksnya oke sekali, tetapi ketika digigit ternyata yang masak nggak nambahin garam. Aku diperkenalkan ke premis dan alur yang menarik sekali, tetapi nggak ada rasanya. Lewat begitu aja. Dan aku juga merasa keengganan memberikan garam ini juga sedikit banyak berpengaruh ke plotnya yang jadi terasa kepaksa dibuat jadi lancar karena setiap mau ada calon obstacle yg berarti, tiba-tiba berikutnya si penulis mereveal bahwa oh ini bukan masalah kok guys karena everyone in this world is so kind and avoiding drama in their life 😅😅😅

Aku awalnya ingin memberi 2 bintang. Tetapi kemudian aku coba mendengarkan lagu Timun Jelita di Spotify dan ... enak juga, jadi kugenapkan saja jadi 3, hitung-hitung mengulas lagunya juga. Dan kalau nggak salah, di podcastnya belio bersama Mba Dewi Lestari (funfact: podcast ini juga yang membuat aku tertarik baca karena sebelumnya aku selalu mengabaikan promo Timun Jelita yang belio upload), belio bilang alasan Timun Jelita ini ditulis salah satunya adalah karena belio kembali senang menulis lagu, tapi rasanya kurang gitu kalau cuma rilis lagu tapi nggak bersama tulisan. Well ... mungkin itu alasannya kenapa novella ini terasa lemah tapi lagu2nya bagus. Berbanding terbalik dengan Rapijali yang menurutku ceritanya sangat strong dan lagu-lagunya hanya pelengkap.
3 reviews
March 14, 2025
Buku dari Raditya Dika yang pertama kali aku baca!

Menceritakan Timun, seorang bapak bapak umur 40 tahun yang ingin kembali ngeband. Namun, dia ngerasa umur menjadi hambatan dimana banyak orang nganggap bahwa umur segitu harusnya udah fokus sama karir dan keluarga saja. Hadirlah Jelita sebagai keponakan Timun yang menyukai musik tapi dulu pernah diusir oleh rekan sebandnya. Ini novel nyeritain gimana Timun dan Jelita membuat musik sebagai passion mereka.

YANG AKU SUKA:
1. Novel ini simpel, straightforward, pendek (171 halaman saja), alurnya nggak rumit, dan pesan yang mau disampaikan dapat tersampaikan dengan sangat jelas. Novel ini cocok buat orang yang lagi ingin bacaan simpel dan nggak perlu mikir otak tapi dapat pesan dengan mudah. Aku mungkin rekomendasiin novel ini buat yang lagi reading slump!
2. Aku suka penggambaran karakter disini yang selalu konsisten. Contohnya Jelita yang dari awal selalu digambarkan sebagai karakter cuek diluar namun peduli didalam. Dari awal pengenalan karakter hingga akhir cerita, karakter karakter yang ada disini selalu diceritakan konsisten. Good Job Bang Radit!

YANG AKU KURANG SUKA:
1. Jokes yang dipakai disini! Aku kurang suka sekali. Aku kurang suka karena hampir semua jokes yang dipakai disini sangat mengingatkan aku dengan jokes 10 tahun yang lalu (Jokes BBM) dimana terkadang saat aku membaca bagian jokes tersebut bukannya tertawa tapi jadi terasa cringe dan garing.
2. Percintaan Robert. Awalnya aku kira cerita percintaan karakter Robert ini bakal jadi cerita perkembangan karakter Robert itu sendiri, dari yang tadinya rela berpura pura jadi orang lain hingga mau jadi diri sendiri aja. Tapi sampai di akhir tidak ada perkembangan karakter dari Robert, jadi aku rasa cerita percintaan Robert ini kurang ada gunanya.
3. Penyelesaian masalah di novel ini. Banyak banget penyelesaian masalah di novel ini yang bikin pas aku baca kayak "Cuman gini doang penyelesaiannya?" Terkesan buru buru dan tidak make sense menurutku.

Di akhir aku kasih 3/5 sebagai novel yang ringan dan memiliki pesan yang jelas yaitu mengejar impian kalian berapapun umurnya, aku rasa buku ini bisa menjadi bacaan singkat yang menyenangkan.
Profile Image for Iis Nisa.
10 reviews
September 3, 2025
Awalnya gua pikir novel ini menceritakan tentang sebuah timun dengan spek “jelita”. Eh, ternyata ini nama dari 2 tokoh utama di novel.

Buku ini bahasanya ringan. Pakai bahasa sehari-hari di novel emang jadi gayanya Raditya Dika.

Intinya dia nyeritain akuntan 40 tahunan yang pengen nge-band lagi, ke trigger ketika liat gitar alm ayahnya.

Gua pernah baca juga,
impian itu gak akan padam walau udah lu alihkan ke pekerjaan lain.


Oke lanjut. The one and only yang support adalah istrinya, yang lain nganggep “cowok aneh” kaya bocah.

Setelan Timun yg “bapak-bapak” dan Jelita yang “anak muda” banget bikin mereka terlihat sebagai pasangan band yang aneh.

Tapi, justru itu letak uniknya. Udah coba berbagai style, ujungnya mereka percaya kalo sesuatu yang “apa adanya” akan lebih menarik.



Pelajaran yang gua dapet adalah:
Jangan mikir terlambat untuk mulai sesuatu. semua punya chance untuk berhasil.


Jangan hiraukan mereka yang meragukan lo, cukup buktiin aja.
Profile Image for Hirai.
208 reviews5 followers
July 20, 2025
“Apakah usia benar-benar menghalangi hobi dan impian kita dalam bermusik?”
Tidak berekspektasi apa-apa saja membaca buku ini dan ternyata sangat seru dan hangat, mengambil konflik mengenai keinginan bermusik di usia tua membawa Timun ke dalam jurang delima. Dia tak tahu harus dari mana mulai bermusik kembali apalagi teman-teman band-nya ketika sekolah sudah tak mau lagi. Timun sempat putus asa, dia tak mungkin bermusik sendiri. Kemampuannya hanya membuat dan menulis lagu bukan menyanyikannya apalagi musik yang bisa dimainkannya juga hanya gitar. Apakah masih bisa disebut dengan musik band?
Sampai akhirnya Timun bertemu dengan Jelita (ponakannya) yang memiliki usia bertaut jauh dengannya. Jelita punya kemampuan menyanyi yang baik sangat cocok ketika dipadukan dengan kemampuan Timun. Setelah berpikir panjang mereka memutuskan untuk bermusik bersama. Konfliknya cukup sederhana bagaimana seseorang yang telah mengerti rasanya ditinggalkan harus meninggalkan orang lain? Apakah dia akan tega ketika orang lain yang baik padanya bernasib sama dengannya dulu?
Ternyata Timun dan Jelita sama-sama memiliki hati yang baik. Mereka sangat mengerti cara memanusiakan orang lain tanpa perlu membuat mereka kehilangan diri sendiri. Timun Jelita bukan hanya tentang angan-angan bermusik kembali melainkan juga bagaimana manusia tetap memiliki angan-angan tinggi tanpa takut dianggap aneh oleh orang lain. Ketika kita sudah menerima diri sendiri sebaik mungkin maka kebahagiaan-kebahagiaan lainnya akan ikut datang.
Dari buku ini kita juga belajar apa artinya teman dan juga pasangan. Ketika sudah menikah bukan berarti kesenangan dan kehidupan kita lenyap melainkan juga harus tetap saling memberikan pengertian. Dukungan pasangan sangat penting bagi kelangsungan semangat pasangan lainnya. Kisah cinta yang harmonis tercipta atas dasar kerjasama dan kepercayaan.
Profile Image for Valentines Risma.
70 reviews8 followers
April 3, 2025
Setelah sekian tahun Radit fokus berkarya pada media selain buku dan pada akhirnya mengeluarkan novel kembali, yaitu Timun Jelita. Sangat sulit rasanya untuk tidak membandingkan dan berekspektasi tinggi pada Timun Jelita mengingat Dee Lestari beberapa tahun sebelumnya mengeluarkan Rapijali yang (setidaknya menurut saya) sangat seru dan sukses di pasaran. Timun Jelita hadir dengan storyline yang hampir mirip dengan Rapijali dan juga dilengkapi dengan lagu-lagu yang betulan ada.

Setelah membaca Timun Jelita sampai tuntas hanya dalam satu kali duduk, saya benar-benar terhibur dan sama sekali tidak berusaha lagi membandingkan Timun Jelita dan Rapijali karena pada akhirnya fokus yang diberikan sangat berbeda. Rapijali dengan kekompleksan hubungan antar tokoh, layer cerita yang lumayan banyak dan timeline yang cukup panjang, sementara Timun Jelita dapat memberikan cerita yang efisien (kurang dari 200 halaman) tetap bisa menyampaikan keseruan Timun, Jelita, dan Robert dalam membangun Timun Jelita. Hubungan antara Timun dan Putri pun bisa tersampaikan dengan baik meskipun setiap babnya hanya dapat porsi sekitar 2 sampai 3 halaman.

Radit tidak hanya banyak bereksperimen dan berkembang di konten Youtubenya, tapi Radit sebagai penulis pun membuktikan lewat Timun Jelita kalau dirinya juga jauh sangat berkembang dalam dunia kepenulisan. Porsi komedi di novel ini passss banget, gak berlebihan dan penempatan momennya gak bikin hancur suasana. Senang sekali melihat penulis yang dulu karyanya kurang bisa saya nikmati karena gaya penulisan yang tidak cocok dengan selera saya, tapi sekarang saya bisa tanpa ragu memberikan bintang 5 karena sangat terhibur dengan karyanya. Apa lagi setelah tahu kalau Radit se-thoughtful itu dalam membuat Timun Jelita, sampai memikirkan harga jual bukunya, supaya banyak orang yang bisa beli.

Gak sabar baca lanjutannya!
Profile Image for Irfan Habibi.
29 reviews1 follower
June 18, 2025
Novel Timun Jelita karya Raditya Dika setelah sekian lama tak menerbitkan novel. Ini bukan tentang timun sayuran yang cantik. Namun, tentang Timun, seorang pria berumur 40 tahunan yang bermusik bareng sepupunya yang seorang mahasiswa. Aneh? bisa jadi. Unik? Tentu.

Ini semua bermula dari gitar peninggalan ayah Timun yang belum lama meninggal. Gitar itu yang memantik Timun bermain musik kembali seperti masa mudanya. Apa lagi ia didukung istrinya dan memiliki lagu yang disimpan rapi belum pernah keluar. Sementara Jelita ialah seorang yang pernah tersakiti oleh band pertamanya.

Ada apa dengan cerita Timun Jelita? Gap antar usia amat tergambarkan. Bagaimana Timun yang tak paham bila membuat musik hari ini amatlah mudah ketimbang di masa mudanya dulu. Ini juga serasa nonton siniarnya Raditya Dika di YouTube. Begitu pula dengan humornya, amat Raditya Dika. Cara berceritanya juga khasnya.

Keunikan lainnya, lagu novel ini ada nyatanya. Lagunya pun rasanya juga enak didengar. Serasa bukan lagu yang melow padahal sebuah curahan hati. Isi lagunya pun serasa sehari-hari. Seakan mengapa lagu itu tercipta dijelaskan di Novel Timun Jelita.

Ada satu yang paling aku garis bawahi dari novel karya Raditya Dika ini, jadilah diri sendiri dengan tulus. Sebab itu yang bisa menjadi daya tarik. Tapi ya jangan kaya Robert yang terlalu jujur. Ehe.

Selain itu, jangan pula lupakan orang yang sudah jalan bareng sama kita saat merintis sesuatu. Bisa jadi tanpa dia tu ga lengkap, ruhnya ga ada. Namun, seperti Timun yang sudah 40 an itu seakan memberi isyarat jangan egois juga.
Profile Image for kaze쥰.
32 reviews
January 9, 2025
casual tapi formal, khas raditya dika. walau cuma baca tapi berasa di bacain cerita sama raditya dika.

tipikal novel fiksi yang ngasih banyak ruang untuk pembaca bisa imajinasi, gak terlalu detail tapi rapih dan pas aja gitu. bahas yang pengen di highlight aja, ga fafifuwasweswos kemana mana. mungkin minusnya disini sih, kita jadi gabisa terlalu eksplor dan beneran tenggelam di kehidupan timun jelita.

setelah baca timun jelita bisa ngerti, gini ternyata rasanya tbtb cekikikan pas lagi baca buku, selipan humornya on point bgt.

padahal bacanya sengaja ga in one-sitting krn personally pengen nikmatin timun jelita lebih lama lagi, tapi knp ga sengaja tbtb tiap baca udah makin tipis aja bukunya 😭

sebenernya berharap banget biar di tiap bab tentang judul lagu timun jelita bisa dikasih lirik lagu fullnya, kayanya emosi dan feelnya akan lebih dapet kalo kaya gitu. ya... walaupun emang lagu lagunya ada di spotify/youtube sih.

overall, timun jelita bener bener berhasil jadi representasi passion raditya dika dalam bermusik dan bercerita. ceritanya dimulai dengan gelisah dan berakhir cantik, bener-bener sentuhan khas raditya dika. sangat disayangkan kisah se menarik ini cuma bisa kita nikmati dengan kecipik kecipik doang karena dunia timun jelita dibahas cukup dangkal, and can't really drown in it.
Profile Image for Chandra Dwi Anggoro.
60 reviews1 follower
January 9, 2025
Timun Jelita marks Raditya Dika's debut in fiction, offering something fresh and distinct from his previous works. As his first novel in this genre, Raditya introduces an intriguing premise: the fusion of older and younger generations in a band. This concept not only brings a unique dynamic to the story but also inspires reflection on friendship, creativity, and the importance of honesty in expressing oneself.

The story is light and easy to follow, complemented by Raditya’s signature humor, which entertains without losing its core messages. One of the book’s highlights is its focus on older characters rediscovering their buried passions, reminding readers that age is never a barrier to chasing dreams. This theme resonates deeply and adds a heartwarming element to the narrative.

However, while the premise is compelling, the execution sometimes feels underdeveloped. Certain parts of the story, particularly in character and conflict development, could benefit from greater depth. As a debut in fiction, these shortcomings are understandable, but readers seeking a more intricate and layered narrative might find it lacking.

Overall, Timun Jelita is a promising work that blends humor, emotion, and an inspiring message. It invites readers to stay true to their creativity and to never shy away from reigniting forgotten dreams.
Profile Image for Maisya Farhati.
Author 3 books16 followers
January 15, 2025
Ini adalah kali pertama baca buku Raditya Dika. Tertarik baca karena buku ini beberapa kali dibahas di podcast-nya, termasuk soal proses kreatifnya yang menurutku menarik. Berawal dari pengalaman mulai bermusik lagi, muncullah proses pembuatan lagu dan musik, yang dibarengi dengan penulisan buku.

Tema ceritanya menarik, cukup relate dengan generasi milenial yang sekarang usia 30-an akhir atau memasuki 40. Lewat Timun, tokoh utamanya, pembaca diingatkan bahwa nggak ada kata terlambat untuk mulai lagi melakukan sesuatu yang dulu kita nikmati dan cintai. Tapi, gen z juga bisa relate kok, karena diseimbangkan dengan tokoh usia awal 20-an bernama Jelita.

Novel ini diberi tagline novel komedi, tapi ya komedinya ada yang kena dan ada yang biasa aja. Meskipun novelnya cukup ringan dan gak terlalu tebal, tapi baca ini nggak terlalu cepat juga, karena bukan tipikal cerita yang bikin penasaran. Slice of life dengan konflik yang moderat aja.

Overall ceritanya oke, keberadaan tokoh2nya cukup pas dan berkontribusi ke alur cerita. Rasanya, RD juga masukin elemen-elemen yang dia banget, seperti klien-klien Timun yang kebanyakan influencer. Pembaca jadi tahu apa aja sih aspek pengelolaan keuangan yang biasanya jadi tantangan buat para influencer.

Sebenarnya, antara mau kasih bintang 3 atau 4, tapi 4 aja deh untuk mengapresiasi proses kreatifnya.
11 reviews
February 8, 2025
yayyy finished my first raditya dika's book everrr!!

sejujurnya iya, timun jelita sangat bisa utk dihabiskan dalam satu kali duduk. tapi aku pribadi irit2 bgt bacanya krn tau memang halamannya sedikit (singkat padat) sekaliii 🫠

dari awal bang radit mention lagi nulis buku baru di salah satu podcastnya yg aku baru ngikutin 2-3 tahun ini, aku super #sat. apalagi waktu direveal bukunya ttg freelancer konsultan yg jadi anak band... interesting bgt??? dari namanya kak timun & jelita, trs covernya pinkk!!

waktu aku cerita ttg blurb buku ini, tmnku malah kaitin sm drakor judulnya twinkling watermelon, smsm berasal dari gitar peninggalan sang ayah hahah. aku juga jadi nonton drakornya semasa preorder.

and hereee akhirnya aku selesai baca in one random saturday afternoon. super happy dgn pengembangan karakter, terutama pesan moral yg dihighlight kalau it is very okay to start everything overrr regardless the age. byk istilah musik yg baru aku dgr juga dan nambah wawasan, a whole new experience! bacanya jg sambil kebayang perjalanan bang radit kembali ke cinta lamanya di musik, dibersamai oleh kak anisa. skrg aku ikut paham knp byk yg cinta sm tulisan bang radit. jokesnya super receh tapi lucu lagi??? jokes yg sangat fresh yah! HAHAHA

sekali lagi selamat bangg atas perjalanan barunya (aku ngga tau ini perlu dirayakan atau ngga). ditunggu karya legendaris selanjutnyaaa!! 😁✌🏻☃️
Profile Image for Reyhan Ismail.
Author 3 books10 followers
July 23, 2025
Sebagai pecinta buku-buku Raditya Dika, membaca karya fiksi pertama beliau ini rasanya sedikit mengecewakan. Saya terbiasa membaca buku personal litertur Raditya Dika dengan warna emosi yang kuat, sehingga ketika membaca buku fiksi hasil dari karangan imajinasi seperti Timun Jelita ini, seperti membaca cerita tanpa kedalaman karakter. Timun Jelita seakan menjadi 'Jembatan rapuh' bagi pengikut Raditya Dika dari medium buku, ke medium musik.

Banyak bab yang sama sekali tidak memiliki korelasi dalam cerita dan membuat alis saya mengernyit sepanjang cerita. Salah satunya cerita di mana mereka nginap di villa dan di prank? Sampai sekarang saya masih tidak mengerti kenapa bab itu harus ada.

Penulisan komedinya juga beberapa ada yang hit dan miss. Beberapa adegan canggung dan karakter yang absurd dalam buku ini sangat khas dengan komedi Raditya Dika sehingga sering mengingatkan saya dengan karakter-karakter Radit yang pernah ia bikin sebelumnya. Saya melihat warna yang sama terhadap karakter-karakternya, sehingga merasakan kurangnya eksplorasi warna karakter baru.

Klimaks dan konklusi yang dihasilkan juga rasa-rasanya tidak cukup memuaskan imajinasi saya sebagai pembaca tentang bagaimana melihat keberhasilan Timun Jelita hanya digambarkan melalui jumlah pendengar.

Kabar baiknya, lagu-lagu yang tercipta dari project ini cukup enak di dengar.
Displaying 1 - 30 of 185 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.