Jump to ratings and reviews
Rate this book

(Bukan) Pengantin Baru

Rate this book
Di awal pernikahan Kiara dan Yaris tidak pernah terusik dengan pertanyaan kapan punya anak . Namun, ibarat suara nyamuk, lama kelamaan pertanyaan itu mengganggu juga. Terlebih ketika mertua Kiara yang biasanya adem ayem mulai merengek ingin cucu dan membandingkan mereka dengan orang lain.

Masalahnya, bagaimana bisa punya anak kalau berhubungan intim saja Kiara dan Yaris masih tidak bisa?

192 pages, Paperback

Published December 18, 2024

1 person is currently reading
19 people want to read

About the author

Yessie L. Rismar

2 books2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
6 (18%)
4 stars
18 (54%)
3 stars
8 (24%)
2 stars
1 (3%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 12 of 12 reviews
Profile Image for Liliyana Halim.
310 reviews242 followers
February 5, 2025
“Aku selalu sayang kamu, Ra. Nggak ada orangtua yang sempurna, nggak ada juga anak yang sempurna. Nggak ada istri yang sempurna, begitu pula suami. Yang ada hanya ada dua: orang yang berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya, sesuai dengan kemampuan dan usahanya, atau orang yang nggak peduli dengan apa pun, nggak mau berubah, dan nggak mau mengubah keadaan….” (Hal 152).
.
Selesaiiiii! Dan sukaaa 😍😍😍. Ini novel pertama Kak Yessie yang aku baca. Aku suka covernya 😍, suka chapternya yang banyak, suka ceritanya yang sederhana, juga suka dengan cara berceritanya manis, hangat, sedih, gregetan, campur aduk jadi satu. Semoga kita semua dijauhkan dari tetangga kayak Bu Wiwin 😰. Aku suka Yaris, kesabarannya itu 👏🏼. Aku kok kadang suka gregetan ya sama Kiara apalagi rasa cemburunya tu bikin 😩. Aku suka banget persahabatan Kiara sama Sava, Alin dan Indi 🥰.
.
Novel ini bercerita tentang Kiara dan Yaris rumah tangga mereka yang biasanya tenang-tenang saja, mulai terganggu dengan pertanyaan “belum hamil juga?” baik dari tetangga maupun mertuanya Kiara sendiri. Karena Mama Yaris tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari anak dan mantunya, sampai berani bertanya suatu hal yang sudah pasti akan menyakiti hati Kiara. Tentang vaginismus. Apa itu vaginismus bisa baca novel ini ya biar lebih jelas, karena ada penjelasan juga cara mengobatinya. Tentang orang julid itu selalu ada. Tentang menemani, menenangkan, melewati bukan malah menjadi musuh. Dari dalam novel ini juga seperti diingatkan, jika pergi ke satu dokter tapi tanggapannya tidak ramah atau tidak sesuai ekspektasi, harus memberanikan diri untuk pergi ke dokter lainnya buat diperiksa, “Karena banyak tenaga medis yang tidak mengetahui hal ini. Atau, mereka tahu, tetapi memilih untuk tidak percaya hal ini. Kebanyakan orang, termasuk dokter, tetap menganggap ini adalah masalah psikis aja. Padahal dapat disembuhkan.” (Dokter Anne). Buat cewek atau cowok yang sudah berusia dewasa wajib baca novel ini. Sekalian berkenalan dengan tulisan Kak Yessie. Masukkan novel ini dalam list yaa ☺️.
.
‘Semoga cerita ini juga bisa membuat suami lebih peduli kepada istrinya, paham bahwa tidak mau dan tidak mampu itu berbeda’. (Yessie L. Rismar).
.
“Kita semua sebenarnya udah tahu kan ya, Allah tuh nggak mungkin kasih beban melebihi kemampuan hamba-Nya? Tapi kita juga yang ndablek, suka lupa atau pura-pura lupa. Ini pemikiran aku, lho, ya. Sebenarnya kita aja yang suka ngeremehin diri sendiri, padahal Allah tuh percaya kalau kita mampu melewati semua ujian-Nya. Iya nggak, sih? Aku tuh rasanya suka malu sama Allah, kalau inget betapa aku mengandalkan diri sendiri. Sementara, siapa sebenarnya yang harus diandalkan seutuhnya? Allah, kan?” (Hal 28).
.
“Sekarang aku kasih tahu kamu, aku bahagia. Aku berani bersumpah demi Allah kalau kamu memerlukan itu. Tapi kalau kamu sendiri meragukan perasaan aku, aku bisa apa? Kalau perasaan itu bukan sesuatu yang abstrak, kalau perasaan itu berwujud sebuah benda, setiap orang pasti bisa menunjukkannya untuk membuktikan, Ra.” (Hal 104).
.
“Ada yang jalannya lurus aja kayak jalan tol, cuma ketemu sedikit macet. Ada juga yang belok-belok kayak ke Ciwidey. Atau malah macet mulu kayak mau ke Lembang. Tapi semua sampai ke tujuan masing-masing. Kamu juga gitu, Ra. Jalan terus. Latihan terus. Berhenti karena capek nggak apa-apa, tapi jalan lagi. Jangan berhenti terus putar balik pulang.” (Hal 144).
Profile Image for aynsrtn.
505 reviews16 followers
December 25, 2024
Sebuah novel debut sang penulis yang mengangkat tema "vaginismus". Sebuah kondisi medis di mana otot-otot vagina mengencang dan menguat tanpa sadar saat hubungan seksual, dilakukan pemeriksaan pap smear, dan kegiatan lainnya di sekitar vagina. Hal inilah yang menyebabkan pernikahan Kiara dan Yaris selama 3 tahun belum dikarunia anak—sebab mereka tidak [belum] bisa berhubungan intim.

Actual rating: 3.5⭐️

Mengenai vaginismus ini rasanya baru diangkat di novel lokal—setahuku—dan aku senang ada yang membahas persoalan ini sehingga bisa menambah pengetahuanku dan membuatku aware akan hal tersebut.

Selain vaginismus, novel ini pun bercerita tentang kehidupan pernikahan yang tak hanya ditinggali oleh dua insan saja—suami dan istri—tetapi juga mertua, tetangga, support sahabat, bahkan sang mantan pacar suami. Nyirnyiran dan kejulidan pun kerap diterima karena belum dikarunia anak.

Dan penulisnya bisa banget mengaduk emosi terutama bagian Mama alias mertua Kiara yang bisa-bisanya meminta Kiara untuk berkorban demi kebahagiaan suaminya [dengan merelakan jadi dipoligami atau diceraikan] sebab belum punya keturunan selama 3 tahun menikah. Ditambah dokter obgyn pertama yang ngeselin parah sih, untung Kiara dan Yaris ketemu dokter obgyn yang baik setelahnya.

Yang jadi pertanyaanku sih kenapa ya harus nunggu 3 tahun? Selama itu buat akhirnya seek helping padahal 1 bulan mereka nggak bisa berhubungan itu kayak udah pasti ada yang aneh dan bisa googling atau bisa konsul ke dokter via daring/tanya teman kan Kiara punya geng ASIK yang suportif. Lalu, aku kurang suka bahasa "melayani" suami. Kesannya Kiara vaginismus tuh jadi hanya pada satu sisi nggak bisa muasin Yaris. Padahal hubungan seksual itu equal, ya. Kebutuhan bersama. Nggak hanya Yaris aja yang menginginkannya, tapi Kiara juga—untuk keinginan personalnya. Itu sih yang agak mengganjal buatku.

Dan Yaris itu ... sungguh di mana aku bisa bertemu pria seperti Yaris? Too good to be true but need man like him does exist, haha.

Novel ini bisa dibaca sekali duduk, kurang dari 200 halaman, chapter-nya nggak panjang, ceritanya pun straight to the point. Untuk karya debut, ini sudah ditulis dengan baik. Aku baca pengantar dari penulisnya di akhir buku, ternyata penyintas vaginismus juga. Semangat, kak! Semangat juga untuk melahirkan karya lainnya! 💐
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book268 followers
December 28, 2024
Pernikahan Kiara dan Yaris memasuki tahun ketiaga. Belum hadirnya seorang anak mulai mengusik Kiara, terutama ketika keluarganya juga mulai menanyakan kapan dirinya hamil. Sebenarnya bukan mereka ingin menunda kehamilan. Hanya saja Kiara dan Yaris memang belum pernah berhubungan badan.

Kiara tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya. Tubuhnya otomatis menolak ketika Yaris mendekatinya. Meski demikian kesabaran Yaris patut diacungi jempol. Kegelisahan akan desakan keluarga membawa keduanya berkonsultasi ke dokter. Dokter kandungan yang pertama mereka jumpai tidak memberikan solusi atau jawaban atas kerisauan Kiara yang merasa dirinya belum sempurna karena tidak bisa melayani suaminya. Berkat bantuan sahabatnya, dia akhirnya bertemu dengan dr. Anne yang kemudian memberikan penjelasan kondisi vaginismus yang dialaminya.

Kalau dari alur cerita, sebenarnya novel ini biasa saja. Karakter Yaris yang super sabar ini membuat novel ini berasa flat. Namun informasi mengenai vaginismus dan cara mengatasinya membuat saya memberi poin lebih bagi novel ini.
Profile Image for Ovy Rama.
115 reviews3 followers
October 19, 2025
(Bukan) Pengantin Baru || Yessie L. Rismar || Penerbit Elex Media Komputindo || 190 Hlm || Terbit Th. 2024

Di kehidupan ini rasanya akan selalu ada pertanyaan yang sering mengikuti setiap orang. Di mana pertanyaan itu bukan hanya datang dari orang lain, tapi bisa juga dari keluarga dan saudara.

Pertanyaan seperti ‘Kapan lulus?’ , ‘Kapan wisuda?’ , ‘Udah punya pasangan belum?’ , ‘Udah kerja belum?’ , ‘Kerja di mana?’ , ‘Kapan nikah?’ , ‘Udah isi (hamil) belum?’ , ‘Kapan mau nambah anak?’ sudah kerap kali kita dengarkan. Kebanyakan pertanyaan tersebut membuat kita risih atau nggak nyaman dan sakit hati.

Kebanyakan orang yang bertanya menganggap pertanyaan itu biasa saja, padahal pertanyaan tersebut sangat tidak penting menurutku. Nggak perlu berbasa-basi dengan pertanyaan tersebut karena setiap orang pasti sudah bekerja keras dan nggak ingin mendengarkan pertanyaan itu.

Kenapa harus sekali kepo sama kehidupan orang lain dengan mengajukan pertanyaan seperti itu? Apakah akan ikut berkontribusi dengan biaya atau tenaga hingga sampai ingin sekali tau jawabannya. Rata-rata hanya kepo dan untuk bahan gosip. Padahal sangat tidak bagus terlalu ikut campur dengan urusan orang lain.

Setiap orang pasti memiliki ujiannya masing-masing, begitu juga dengan kehidupan rumah tangga. Ada yang diuji dengan memiliki mertua atau ipar yang toxic, ada yang diuji dengan perekonomian, ada yang diuji dengan pasangan yang banyak tingkah dan ada pula yang diuji dengan keturunan.

Begitu pula dengan kehidupan Kiara dan Yaris. Pasangan romantis dari novel ‘(Bukan) Pengantin Baru’ ini diuji dengan keturunan. Di awal pernikahan mereka nggak pernah terusik dengan pertanyaan kapan punya anak. Namun, ibarat suara nyamuk lama-kelamaan pertanyaan itu menganggu juga.

Terlebih ketika mertua Kiara yang biasanya adem ayem mulai merengek ingin cucu dan membandingkan mereka dengan orang lain. Masalahnya, bagaimana bisa punya anak kalau berhubungan suami-istri saja Kiara dan Yaris tidak bisa? Lalu bagaimana akhirnya kehidupan pasutri satu ini? Kalo penasaran sama kisah mereka bisa langsung baca novelnya!!

Novel ini kerap kali berseliweran di sosial mediaku dan sudah banyak teman booksta yang mereview novel ini. Mereka bilang kalo male lead novel ini tuh green flag banget. Tentu aja aku penasaran banget dan akhirnya memutuskan baca digital di aplikasi gramdig karena waktu itu sedang memiliki paket full premium.

Eh, baru baca beberapa bab ternyata novelnya sudah ditarik dari paket premium dan alhasil aku nggak bisa melanjutkan mengikuti kisah Kiara dan Yaris. Sampai akhirnya kesempatan untuk melanjutkan baca kisah mereka datang kembali dari perantara Kak Yessie sendiri.

Kisah Kiara dan Yaris ini memang bukan karya pertama Kak Yessie yang terbit, tapi novel BPB ini menjadi awal perkenalanku dengan karya Kak Yessie. Di mana aku begitu enjoy dan cocok dengan gaya bercerita Kak Yessie yang mengalir, santai dan bahasanya menggunakan bahasa sehari-hari.

Kisah Kiara dan Yaris ini dikisahkan dari sudut pandang orang ketiga serbatahu yang mana itu membuatku lebih paham semua masalah yang terjadi dalam novel ini serta jadi tau apa yang tokohnya rasakan dan pikirkan. Topik yang diangkat Kak Yessie dalam novel BPB ini termasuk topik yang sering banget kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari kita. Namun, Kak Yessie mengemasnya menjadi lebih apik, fresh dan informatif.

Sepanjang baca kisah Kiara dan Yaris, aku nggak berhenti dibuat menahan amarah karena kelakuan orang-orang di sekitar mereka. Melihat kelakuan mereka tuh rasanya seperti aku yang diperlakukan seperti itu. Aku paham banget bagaimana nggak enaknya menjadi Kiara. Namun, dibalik itu semua yang terpenting adalah Kiara punya Yaris yang selalu ada di samping dia.

Aku pernah dengar kalimat yang mengatakan bahwa mau sejahat apa pun dunia sama kita, tapi selagi suami ada di pihak kita maka semua akan baik-baik aja. Dan aku setuju sekali dengan kalimat tersebut. Aku melihat hal tersebut di novel BPB ini.

Kiara sangat beruntung memiliki Yaris sebagai suaminya yang selalu ada di pihak dia. Namun, aku suka sebal dengan beberapa kelakuan Kiara. Padahal udah jelas-jelas suaminya segreen forest itu. Kayak kalo nggak bertingkah rasanya meriang si Kiara ini. Memang sih Kiara ini adalah gambaran kebanyakan perempuan di muka bumi ini. Sadar atau nggak mungkin kita juga pernah bersikap begitu menyebalkan seperti yang dilakukan Kiara, tapi kalo melihat hal tersebut dilakukan oleh orang lain atau tokoh fiksi ternyata sebal sekali rasanya.

Beberapa teman booksta yang sudah lebih dulu membaca novel BPB ini mengatakan kalo seharusnya setiap rumah itu ada Yaris dan aku setuju dengan statement tersebut. Kalo bisa sih semua laki-laki di dunia ini wajib seperti Yaris untuk sikapnya, itu bisa dipastikan dunia ini akan aman sejahtera dan kehidupan rumah tangga pun adem ayem.

Novel dengan tebal 190 halaman ini memiliki konflik yang begitu menguras emosiku, tapi aku mampu menyelesaikan baca novel ini hanya dalam waktu sekali duduk aja karena saking serunya kisah mereka, nggak mau melewatkan sekecil apa pun dan memang kisahnya sepage-turner itu.

Novel bergenre romance ini dikisahkan menggunakan alur campuran dengan pergantian yang sangat smooth sehingga nggak membuatku bingung selama mengikuti kisah Kiara dan Yaris. Menurutku pemilihan alurnya sangat tepat karena itu berhasil memberikan warna dalam novel ini dan juga berhasil bikin aku seperti seseorang yang baru aja merasakan kasmaran.

Aku suka dengan teknik yang digunakan Kak Yessie dalam mengolah konflik dalam novel ini karena nggak terkesan terburu-buru, tapi nggak lambat. Cara Kak Yessie tersebut membuatku menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi pada Kiara, tapi ternyata tebakanku salah besar.

Saat fakta tentang Kiara terungkap, aku justru menemukan informasi atau pengetahuan baru yang mana ini nggak sefamiliar itu di telinga kita. Di zaman sekarang malah kebanyakan perempuan yang rela-rela saja melepas mahkotanya untuk laki-laki yang belum tentu menjadi pasangan sahnya.

Apa yang dialami Kiara ini jelas sekali pengetahuan baru yang sangat bermanfaat. Meski pernah 3 tahun terjun di dunia kesehatan belum sekalipun aku bertemu pasien yang seperti Kiara. Saat scene dokter yang pertama, aku nggak menyalahkan kedua pihak. Justru aku kesal sekali dengan dokternya dan kesal pula dengan Kiara. Di sini aku mengacungkan 4 jempol untuk kesabaran Yaris yang seluas samudera itu.

Aku paham sekali dokter pasti capek dan nggak sesabar pasangan Kiara, tapi aku nggak pernah membenarkan apa yang dia lakukan karena jelas aja kalo aku yang ada di sana pun aku sebal. Kiara hanya belum bertemu dengan dokter yang tepat.

Scene tersebut menggambarkan representasi kehidupan nyata tentang seorang dokter. Kadang ada dokter yang memang enak untuk diajak komunikasi atau konsultasi dan nggak sedikit pula dokter yang begitu menyebalkan atau nggak enak untuk sekadar diajak konsultasi tentang apa yang dirasakan.

Saat bertemu dokter yang seperti dokter pertama Kiara itu memang nggak menutup kemungkinan membuat orang trauma, tapi kita nggak boleh berputus asa karena di luar sana pasti ada dokter yang tepat untuk masalah kita. Nah, langkah yang diambil Kiara sebelum bertemu dengan dokter selanjutnya menurutku adalah langkah yang wajar dan tepat. Nggak apa-apa untuk ambil jeda atau istirahat sebelum akhirnya berjuang kembali.

Tokoh-tokoh dalam novel BPB ini merupakan gambaran orang-orang di sekitar kita. Mereka dibuat dengan memiliki struggle masing-masing. Semuanya memiliki kelemahan dan kelebihan atau nggak dibuat sesempurna itu. Porsi kemunculan mereka pun terasa sangat pas dan nggak ada kesan tokoh tempelan. Semua tokohnya punya peran penting dalam menghidupkan cerita di novel ini.

Tokoh favoritku dalam novel ini udah jelas banget si Yaris. Dia segreen forest itu, aku kagum sama sikapnya dia. Laki-laki langka yang susah ditemukan di kehidupan nyata. Prinsip Yaris perihal mobil ini mengingatkanku dengan prinsip almarhum ayah mertuaku. Dan aku setuju dengan prinsip mereka untuk satu hal tersebut.

Aku suka Arc positif dari tokoh-tokoh lain selain Yaris. Kiara selain beruntung memiliki Yaris sebagai pasangan sahnya, dia juga beruntung memiliki Ibunya yang paham dengan kondisi Kiara meski sempat ada bibit seperti tokoh lainnya dan Kiara juga beruntung memiliki sahabat seperti Sava, Alin serta Indi.

Interaksi para tokohnya pun nggak kalah menyita perhatianku. Interaksi Kiara dan sahabatnya ini bikin aku terharu karena persahabatan mereka didasari oleh kasih sayang, saling support dan ketulusan. 3 sahabat Kiara nggak ada bibit-bibit sahabat yang resek atau menghakimi setelah tau apa yang sebenarnya terjadi. Malah bisa menjadi tempat berbagi cerita yang amanah.

Interaksi Kiara dan Yaris sudah nggak perlu diragukan lagi betapa aku ingin rasanya merasakan seperti itu. Momen yang paling pengen kurasakan juga adalah momen saat mereka berada di halaman belakang setelah salat isya’. Aku seperti bisa melihat langsung seperti apa tata letak rumah mereka.

Nggak ketinggalan pula interaksi Kiara dan Ibunya yang terlihat sekali hubungan mereka yang begitu dekat. Setiap melihat interaksi mereka ada rasa haru dalam dadaku. Di salah satu scene interaksi mereka, aku malah dibuat ngiler dengan masakan Ibunya Kiara karena masakan tersebut termasuk salah satu makanan favoritku. Aku bisa makan berkali-kali kalo Mamaku lagi masak masakan tersebut.

Kiara hanya nggak beruntung dengan memiliki tetangga seperti Bu Wiwin. Tiap si Bu Wiwin ini muncul ingin rasanya aku menjahit mulutnya karena setiap perkataannya begitu menyakitkan.

Perbuatan Mamanya Yaris memang sudah kelewat batas dan nggak pernah dibenarkan sama sekali. Padahal beliau juga seorang perempuan. Untung saja ada Papa yang nggak memihak pada Mama yang sudah keterlaluan. Beliau sosok suami yang bisa dengan tegas menegur istrinya bila si istri berbuat salah. Cara beliau menegur itu justru lebih ngena di hati.

Baca di bab-bab mendekati ending, aku dibuat takut akan kenyataan yang akan kulihat soal Kiara dan Yaris, tapi resolusi yang dipilih oleh Kak Yessie sangat melegakan hati. Novel ini nggak berhenti-henti memberikan aku kejutan, di akhir novel aku mendapat kejutan berupa sebuah fakta yang mana cerita ini berkaitan dengan Kak Yessie. Saat baca fakta tersebut aku membatin ‘ternyata dalam 2 hari berturut-turut aku baca novel yang memiliki sebuah fakta serupa dan hanya berbeda sedikit di kondisi’.

Jujur aja setelah baca novel ini aku malah dibuat lega luar biasa dan nangis bahagia. Selain menyuguhkan ilmu pengetahuan baru, novel ini juga membuatku belajar banyak hal seperti; belajar untuk nggak ikut campur urusan rumah tangga anak dan menantu, belajar untuk nggak terlalu kepo dengan masalah orang lain, belajar untuk nggak menjudge sikap orang lain dengan begitu mudahnya.

Belajar menjadi orang tua dan mertua yang baik, belajar untuk meminta maaf bila salah meski itu pada anak atau menantu serta masih banyak lagi moral value lainnya dari novel BPB ini yang bisa kuterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Aku suka banget dengan cover novel novel ini yang begitu cantik. Aku nggak berhenti-henti memandangi covernya karena saking suka dan terlihat aura romantisnya. Layout, pemilihan font dan ukurannya terasa sangat pas. Uniknya di novel ini nomer halamannya berada di atas.

Di beberapa halaman aku bukan bertemu typo, tapi bertemu tanda [] di paragraf terakhir sebelum bab baru. Sebenarnya nggak menjadi masalah besar hanya saja meninggalkan kesan aneh buatku. Meski sepanjang baca, tanda tersebut nggak kupedulikan sama sekali karena saking fokusnya dengan kisah Kiara dan Yaris.

Menurutku novel ini wajib sekali dibaca oleh semua orang di Indonesia. Mulai dari orang tua dan putra-putrinya agar lebih aware dengan kasus yang belum pernah ditemui dan bisa menentukan sikap untuk ke depannya.
Profile Image for Andi Lintang.
225 reviews17 followers
December 27, 2024
GARIS BESAR BUKU
Keharmonisan rumah tangga Kiara dan Yaris perlahan terusik oleh pertanyaan yang sama berulang kali: kapan punya anak? Mertua yang biasanya tenang mulai menunjukkan ketidak sabarannnya. Keadaan semakin rumit ketika Kiara dan Yaris menyadari bahwa mereka menghadapi tantangan dalam hubungan intim yang menghambat keinginan mereka untuk memiliki anak.

POIN MENARIK
Vaginismus
Vaginismus adalah kondisi di mana otot-otot di sekitar vagina berkontraksi dengan kuat secara tidak sadar. Kontraksi ini bisa terjadi saat ada upaya penetrasi, seperti saat berhubungan seksual atau pemeriksaan pap smear, dan kegiatan lainnya di sekitar vagina. Otot-otot itu seperti pintu yang tiba-tiba menutup rapat saat akan dibuka. Inilah yang menyebabkan kiara dan Yaris tidak/belum bisa berhubungan intim selama tiga tahun pernikahannya.

Tekanan dari Keluarga dan Tetangga
Meskipun hubungan Kiara dan Yaris sangat baik, namun tekanan dari keluarga dan tetangga yang terus-menerus menanyakan tentang kehadiran anak telah menciptakan kegelisahan dalam hati Kiara. Ia merasa bahwa dirinya tidak memenuhi ekspektasi dan hal ini membuatnya merasa tidak berguna.

Support System dari Orang-orang Terdekat
Dalam menghadapi tekanan keluarga yang begitu besar, Kiara merasa sangat beruntung memiliki suami seperti Yaris. Sabarnya luar biasa, selalu berusaha memahami kondisi Kiara tanpa pernah mengeluh. Di sisi lain, kehadiran teman-temannya juga menjadi kekuatan tersendiri. Mereka selalu ada untuknya, memberikan dukungan emosional yang sangat dibutuhkan.

—————————

Pernah dengar istilah ‘vaginismus’ ga?

#lintangbookreview

Ibaratkan sebuah pintu, ketika seseorang mencoba membuka pintu itu (dalam hal ini, melakukan ‘aktivitas’ pada daerah kewanitaan), pintu tersebut justru mengunci dirinya sendiri dengan sangat kuat. Itulah yang dialami Kiara yang sampai usia pernikahannya yang ke-tiga tahun, ia belum bisa berhubungan sama sekali dengan suaminya, Yaris.

Rumah tangga mereka sangat harmonis tanpa mempermasalahkan anak sama sekali. Namun, keresahan itu datang dari desakan mamanya Yaris dan tetangga sekitar yang selalu bertanya “kapan punya anak?” dan men-cap “kalian ga akan bahagia kalau ga punya anak”. Pengin kusumpal rasanya mulut mereka—aduh maap emosi. Lebih-lebih lagi, si mertua malah ngambil tindakan ngadi-ngadi, nyuruh anaknya poligami, atau cerai aja sekalian. KOCAK BET.

Yang kusuka dari novel ini adalah sosok suami ideal macam Yaris; mencintai Kiara apa adanya, sabar, ga nuntut macam-macam, senantiasa menenangkan dan menyenangkan istri, serta ga terpengaruh saat didatangi mantan. Sosok yang too good to be true, ga sih?! Terlihat mustahil, tapi aku yakin stoknya masih ada. Huahahaha

Aku enjoy baca ini. Plotnya sederhana, bab-nya pendek-pendek, dan terasa realistis. Aku juga kagum dengan setiap deskripsi dan detail yang dihadirkan dalam latar suasana dan tempat di novel ini. Selain itu, banyak kalimat eksplisit yang quotable dan sarat makna. Pengin rasanya kutip semua tapi di slide ga cukup.

Aku penasaran, kenapa Kiara dan Yaris baru bertindak sekarang? Padahal, kalau sudah merasa ada yang tidak beres sejak awal, kan sebaiknya langsung diperiksakan. Namun, di luar itu, penulis mengajak kita untuk mengikuti bagaimana penanganan vaginismus pada tokoh utama, yaitu Kiara. Mulai dari fase penolakan sampai akhirnya ia berhasil terapi. Jadi tambah wawasan lagi, nih.

Kehadiran anak adalah anugerah terindah. Namun, kita juga harus memahami bahwa setiap pasangan memiliki perjalanan yang berbeda-beda. Semua ada waktunya, termasuk menjadi orang tua. Kita harus percaya bahwa Allah akan memberikan yang terbaik pada waktu yang tepat.

18+
Profile Image for Tira Lubis.
298 reviews4 followers
December 28, 2024
3,9🌟

"Setiap orang punya jalan yang berbeda menuju kesuksesan."

Setelah tiga tahun menikah Kiara dan Yaris kerap mendapatkan pertanyaan seperti kebanyakan pasangan lainnya yaitu kapan punya anak? Sudah hamil apa belum? Pertanyaan-pertanyaan tersebut bukan hanya datang dari keluarga dan kerabat bahkan sampe ke tetangga. Tapi bagaimana mereka bisa punya anak kalau selama ini mereka bahkan belum bisa berhubungan intim?

Novel ini sangat menarik karena mengangkat tema vaginismus. Mungkin bagi sebagian orang, vaginismus ini merupakan kata yg asing, aku pribadi tau vaginismus ini karena pernah baca story nya kak Yessi yg sering sharing-sharing tentang itu.

Dari awal kita akan melihat bagaimana struggle nya pernikahan Kiara dan Yaris yg mulai dipertanyakan tentang anak, yg kerap membuat Kiara merasa malu dan tidak berguna sebagai istri, ditambah tekanan dari berbagai pihak termasuk ibu mertuanya yg meminta hal yg sangat sulit pada Kiara. Untungnya ditengah semua tekanan tsb, Kiara punya Yaris yg selalu setia serta mendukung dan menerima Kiara apa adanya.

Penjelasan tentang vaginismus sendiri muncul di tengah cerita setelah Kiara dan Yaris akhirnya bertemu dokter yg tepat. Dijelaskan apa itu vaginismus, bagaimana dampaknya pada penderita dan pasangan juga bagaimana terapi dan proses penyembuhannya. Jadi menambah pengetahuan dan membuat kita tau bahwa penyakit ini tuh ada.

Proses penyembuhan Kiara disini juga bukan yg langsung instan jadi walaupun sudah tau apa penyakit dan cara untuk mengobatinya, Kiara tetap butuh waktu untuk bisa mulai berani dan menjalani terapinya. Untungnya Kiara punya suami seperti Yaris. Sepanjang baca novel ini aku suka banget sama Yaris yg selalu sabar dan pengertian bahkan ada saat-saat Kiara yg ngambek ga jelas pun dia tetep aja bisa mengontrol emosinya dalam menghadapi Kiara.

Plus aku juga suka pertemanan Kiara dan sahabat-sahabatnya yg sangat suprotif dan tidak menghakimi satu sama lain apapun keadaan masing-masing.

Selain itu aku suka novel ini biarpun bahasannya cukup dewasa, tapi penjelasannya ga terkesan vulgar sama sekali jadi masih nyaman dibacanya.
☘️
Novel ini cukup page turner dengan part yg pendek-pendek juga, jadi membuat novel ini bisa dibaca cepat. Hanya saja karena partnya pendek-pendek, bahkan ada yg terlalu pendek jadi menurutku ada beberapa momen yg pas emosi atau sedih kayak langsung di cut gitu. Tapi selebihnya aku suka sama novel ini.
☘️
Overall aku menikmati baca novel ini, tulisannya page turner, tema yg diangkat menarik dan jarang juga dibahas, bukunya juga ga terlalu tebal jadi bisa selesai sekali duduk. Recommended.
Profile Image for Elya.
45 reviews1 follower
February 19, 2025
Buku ini bercerita tentang Kiara dan Yaris yang telah menikah selama tiga tahun tapi belum juga dikaruniai anak. Berbagai pertanyaan tentang kapan memiliki momongan awalnya tak pernah membuat keduanya terusik. Tapi lambat laun, ketika mertua Kiara turut mempertanyakan bahkan membandingkan dengan pasangan lain, membuat Kiara akhirnya menyalahkan diri sendiri serta mempertanyakan perasaan Yaris padanya.

Cerita di buku ini sangat amat relate dengan kehidupan. Pertanyaan seputar “kapan” memang selalu menjadi momok menakutkan dan meresahkan bagi sebagian orang. Ada yang bisa bersikap abai, tapi tak jarang ada yang terus kepikiran dan jadi menyalahkan diri sendiri. Parahnya lagi, si penanya enggak merasa bersalah dan menganggap pertanyaan tersebut wajar-wajar saja dengan dalih perhatian.

Dalam kasus Kiara, pertanyaan terkait kapan memiliki anak bikin dia ovt bahkan sampai meragukan perasaan Yaris. Lebih parahnya sang mama mertua bukannya menguatkan, eh, malah bikin huru hara di rumah tangga mereka. Jujur selain tetangga mereka, mamanya Yaris ini ngeselin banget.

Beruntungnya Kiara punya suami kayak Yaris, yang selalu menguatkan dan jadi support system terbaik dia. Duh, aku mau dong satu yang kayak Yaris😆 Enggak hanya Yaris, sahabat-sahabatnya Kiara juga peduli dan gak ikut menyudutkan, bahkan mereka ngasih masukan buat pasangan ini🥹

Meskipun tipis, buku ini ngasih insight menarik yang mengedukasi pembaca lewat kisah Kiara, si penderita vaginismus. Pembaca diajak untuk menyelami tentang apa sih sebenarnya vaginismus itu, serta bagaimana cara penyembuhannya yang dijelaskan lumayan detail. Jujur aku baru tau tentang vaginismus setelah baca buku ini.
Profile Image for Ossy Firstan.
Author 2 books102 followers
December 19, 2024
Menarik sebenarnya, karena membawa isi vaginismus, mengingatkan novel elex sebelumnya yang covernya biru.
Satu pertanyaanku adalah, apa tidak ada keinginan googling ketika hal itu terjadi? Telinga sakit dikit aja digoogling sampai ke mana-mana. Ini nunggu 3 tahun baru mencari tahu. 🤔
Sukses untuk penulisnya.
Profile Image for Akaigita.
Author 7 books238 followers
March 10, 2025
Dari buku ini aku ngerti kenapa banyak wanita masuk neraka, karena emang yang mulutnya jahat-jahat itu kebanyakan wanita wkwkwk.

Nggak terbayang betapa menderitanya jadi Kiara. Untung dia dapet suami yang pengertian banget. Melting lah kalo Yaris lagi bucin. Karena di luar sana langka sekali ada suami yang mau memahami kondisi Kiara ini. Main seruduk aja supaya dapet apa yang mereka inginkan. Aku bahkan denger cerita dari ibuku, tentang sanak saudaranya yang selalu berdarah setiap kali berhubungan dengan suaminya. Mungkin bude itu sebenarnya vaginismus juga, tapi kurangnya literasi dan ketidakpedulian suaminya bikin dia selalu dipaksa setiap kali berhubungan sampai suaminya puas. Serem gak sih?

Ya, vaginismus ini terdengar seperti penyakit yang mengada-ada, tapi karena aku pernah ketemu langsung sama orang-orang yang kesulitan berhubungan ini, sudah waktunya orang lebih peduli dengan kondisi perempuan, jangan menganggapnya sebagai objek pelampiasan nafsu laki-laki (meskipun halal) belaka. Apalagi Kiara di novel ini selalu membahasakan kegiatan itu "melayani suami" seolah-olah dia nggak perlu dipuaskan juga kebutuhan biologisnya. Sedih.

Bahagia selalu untuk orang yang menjadi inspirasi tokoh Kiara dan Yaris 💝💝💝
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Hapudin.
289 reviews7 followers
January 17, 2026
Novel ini membawa konflik domestik pasutri yang belum dikaruniai anak. Terutama tekanan dari lingkungan sekitarnya yang kadang menguras emosi jiwa. Pasangan Kiara dan Yaris mengalami hal serupa tetapi..... mereka belum punya anak bukan karena kendala kesuburan, mereka belum sukses malam pertama selama tiga tahun ini lho????!!!!!!

Usut punya usut Kiara ternyata memiliki kendala yang disebut Vaginismus, otot vagina yang kaku saat dimasukkan sesuatu. Tapi tenang, buat pembaca yang mungkin mengalami hal sama, kondisi ini bisa disebuhkan dengan terapi dilatasi pakai alat bantu yang disebut dilator.

Secara keseluruhan, saya suka dengan ceritanya. Penulis sukses mengaduk-aduk emosi karena disini isinya bukan sedih-sedih melulu, banyak juga cerita romantisnya.

Untuk membaca kesan baca saya pada buku ini, intip aja di blog saya ya: https://www.bukuhapudin.com/2026/01/n...
Profile Image for A.A. Muizz.
224 reviews21 followers
April 19, 2025
Baca novel ini, rasanya ikut nyesek. Gunjingan yang dialami Kiara ini relate banget sama apa yang terjadi di masyarakat kita. Rasanya pengin menyumpal mulut yang kayak keran bocor itu, apalagi mereka kan nggak tahu apa yang terjadi di balik layar. Hih!

Nah, mengapa Kiara dan Yaris nggak bisa berhubungan badan? Padahal keseharian mereka begitu mesra, lho. Ternyata... Kiara mengalami Vaginismus. Vaginismus merupakan kondisi kakunya otot vagina, sehingga ketika terjadi penetrasi atau dimasukkan sesuatu, secara otomatis akan merapat.

Gimana perjuangan Kiara dan Yaris menghadapi hal ini?

___

Novel ini nggak terlalu banyak drama dan disajikan dengan satset dengan bab-bab pendek yang sangat page turning. Meskipun hanya 190 hlm., tetapi novel ini mampu men-deliver emosi, edukasi, dan amanat bagi pembacanya dengan sangat baik.

Pengalaman Mbak Yessie—sang penulis—yang pernah mengalami Vaginismus membuatnya ingin memberikan semangat dan kekuatan kepada para pejuang Vaginismus di luar sana bahwa hal itu bisa disembuhkan dan merupakan sesuatu yang wajar.

Dalam kasus ini (termasuk yang belum hamil karena alasan lain), dukungan dari pasangan dan orang-orang terdekat sangatlah penting. Dan ini juga jadi pelajaran penting buat kita agar menjaga mulut dari menghakimi sesuatu yang bahkan itu di luar kendali manusia.

Novel ini juga berkali-kali memberikan kehangatan karena interaksi Kiara dengan Yaris, sahabat-sahabatnya, juga ibunya yang merupakan support system terbaik. Btw, Yaris ini cowok green forest banget, lho, wkwk~
Displaying 1 - 12 of 12 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.