Jump to ratings and reviews
Rate this book

After Losing You

Rate this book
“Sep, janji sama Abang, kamu harus sukses, ya?”

Sejak kecil, Asep selalu mengagumi sosok Yoga—salah satu prajurit Komandan Cahyo. Rasa kagum itu terus ada sejalan dengan Asep yang tumbuh remaja. Kata-kata Yoga sangat memengaruhi Asep, terutama tentang laki-laki keren adalah yang bisa menepati janjinya. Dan, ada dua janji utama yang ingin sekali Asep penuhi, yaitu janjinya kepada Yoga untuk menjadi seorang tentara, dan janjinya kepada Selena, gadis yang dicintainya.

Namun, hidup memang tak pernah semudah membalikkan telapak tangan. Bapak tidak merestui Asep menjadi tentara. Bapak ingin Asep langsung bekerja selepas lulus SMA untuk membantu ekonomi keluarga. Ditambah lagi, Bapak terjebak utang judi hingga membuat mereka diusir dari rumah. Bapak membawa Asep pergi ke luar Bandung, untuk kemudian meninggalkannya di tempat yang begitu asing, tanpa seorang pun yang dikenalnya. Luntang-lantung tanpa tempat tinggal, terancam putus sekolah, membuat harapan Asep putus juga.

Pada saat seperti itu, Asep masih berpegang teguh pada sosok Yoga yang kerap datang menyemangatinya lewat mimpi. Asep tahu, ia harus terus berjalan maju—dengan bantuan orang-orang baik yang ada di sekitarnya. Memenuhi satu per satu janji yang pernah ia ucapkan: menjadi tentara kebanggaan Yoga, dan menjemput Selena, cinta dalam hidupnya.

292 pages, Paperback

Published December 1, 2023

Loading...
Loading...

About the author

Wulan Nuramalia

2 books18 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
0 (0%)
4 stars
2 (40%)
3 stars
3 (60%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for Andi Lintang.
228 reviews20 followers
December 20, 2024
TENTANG BUKU INI
Asep Jonathan, anak 5 tahun kesayangan Yoga dan saudara-saudaranya (di novel 7 Prajurit Bapak), belasan tahun kemudian tumbuh menjadi remaja SMA yang gagah dan berprestasi di bidang olahraga. Dia tidak pernah melupakan cita-citanya sejak kecil yang ingin menjadi tentara. Ia ingin membuktikan pada Yoga, dan pada Selena (gadis yang dicintainya).

Namun takdir tak berpihak pada Asep. Alih-alih mendukung cita-cita anaknya, bapak Asep ingin anaknya segera mencari kerja selepas SMA untuk membantu ekonomi keluarga. Tak hanya itu, Nasib buruk lain menimpa Asep. Ia harus hidup luntang-lantung tanpa tempat tinggal dan terancam putus sekolah sejak rumahnya disita dan harta keluarganya habis karena utang judi sang bapak.

Akankah Asep dapat menggapai cita-cita masa kecilnya?

PENOKOHAN
Asep Jonathan, bocah botak yang hanya memakai kancut kemana-mana ini sudah penjadi pemuda SMA tampan yang disegani gadis-gadis di sekitarnya. Ia sangat tidak menyukai pelajaran matematika dan kimia hingga selalu mendapat angka 4. Namun, ia mahir dalam bidang olahraga. Ia sangat ingin menjadi tentara, walau harapannya itu berada di ujung tanduk saat ia harus pergi dari rumah.

Tak banyak tokoh yang muncul dalam novel ini. Ada anak-anak Bapak Cahyo yang senantiasa menjadi rumah kedua bagi dirinya, sahabat serta pujaan hatinya yang membuatnya semangat menjalani hari-hari di sekolah, pun orang-orang asing yang menemukan Asep luntang-lantung tak tentu arah, yang kemudian menjadikannya bagian dari keluarga mereka.

SETTING DAN GAYA BAHASA
Latar tempat yang disuguhkan dalam novel ini adalah di kota Bandung, di mana Asep tinggal dan bersekolah. Tetapi saat rumahnya di sita, ia ‘dibuang’ ke kota Purwokerto. Di sanalah ia melanjutkan hidup setelah bertemu dengan Pak Bos, sebutan yang ia sematkan pada lelaki yang bersedia memberinya pekerjaan. Novel ini berlatar waktu 12 tahun setelah novel 7 Prajurit Bapak tamat. Namun tak ada tahun spesifik yang disebutkan.

Dengan alur maju dan plot yang fast-paced, POV yang digunakan adalah sudut pandang orang pertama tokoh utama, yaitu Asep. Dengan POV ini, pembaca disuguhkan dengan segala pikiran dan perasaan yang berkecamuk dalam diri Asep. Gaya bahasanya pun diselingi dengan humor khas anak muda, dan tak lupa seperti di novel 7 Prajurit Bapak, penulis banyak menyuratkan pesan-pesan yang bisa kita petik hikmahnya.

------------------------

Ketika cita-cita dan Impian, tak sejalan dengan takdir yang telah ditentukan.

#Lintangbookreview

Bagi yang udah baca novel 7 Prajurit Bapak.. masih ingat Asep, kan? Bocil tetangga yang tampilannya udah kayak tuyul, botak dan berkancut. 12 tahun kemudian, bocah itu udah menjadi pemuda ganteng tapi juga ngardus, persis kayak Yoga.

Kisah hidup Asep ini bikin aku sedih. Kasian banget dia yang pun belum tamat SMA, namun harus hidup menggelandang. Harapannya pupus karena cita-cita yang harus putus. Aku salut banget dengan kegigihan Asep utuk bertahan hidup walau kondisi dia benar2 kacau. Dan benar, akan selalu ada orang baik jika kita pun berbuat baik.

Kehidupan Asep tak luput dari keluarga Bapak Cahyo. Munculnya Bang Iqbal (Ibam), Bang Raga, Mbak Gisel, dan tentu saja Bang Yoga--yang selalu menjadi panutannya menjalani hari2, menemani masa2 suram hidupnya. Ini sedikit banyak mengobati kerinduan pembaca novel 7PB.

Kisah romansa Asep tak kalah menarik. Awalnya ia jatuh cinta sama pacar sahabatnya sendiri, berabe bgt ya. Tapi lambat laun, ia membuka hati pada Selena, gadis sekelasnya yang senantiasa memperhatikan dirinya. Tak ada ikatan antara mereka walau saling mencintai, namun Asep akan membuktikan cintanya saat ia telah menggunakan seragam tentara nanti. Setelah nasib buruk menimpa Asep, kesetiaan mereka diuji. Berbulan2 lamanya mereka tak saling bertukar kabar. Ditambah lagi, kemunculan Pihan, cewek tomboy namun blak2an ini hadir dalam hidup Asep saat ia di Purwokerto. Apakah Asep akan setia pada Selena? Atau ingin membuka hati pada Pihan?

Selayaknya di novel 7PB, banyak banget pesan dan motivasi yang terangkai indah namun lugas. Novel ini menggalakkan kita untuk self-love (mencintai dan memahami diri sendiri), dan menghargai semua proses yang terjadi pada diri tanpa membandingkannya dengan orang lain. Satu pesan yang aku suka banget: ga ada orang yang bodoh, kita hanya sedang berproses. Dan kata bodoh tak pantas disematkan pada orang yang sedang berproses.

Novel heartwarming tentang cinta dan cita2 yang rekomen buat kalian baca.
2 reviews
April 4, 2025
Untuk sebuah spin off ini termasuk bagus, tapi untuk ku story nya terlalu di rush, dan konflik nya terlalu cepat datang dan berlalu
Displaying 1 - 2 of 2 reviews