3.75⭐️
untuk cerita sudiro’s series, penulisannya udh mirip sprti titanium dan aerial. yang udh lebih lugas dibanding serial hanafiah yg lain. tapi memang di bbrp bagian masih tiba-tiba loncat. too jumpy, kaget sih untuk penulis lama tapi masih banyak missed nya.
jadi misalnya ada adegan mereka ciuman, ga ada penjelasan apa-apa cuma “mata bertautan”, trus kalimat “aga menjawab hmm dengan mata tertutup” terus tau-tau udh adegan selanjutnya dimana neneknya datang dan teriak dengan penjelasan “pertautan siluet mereka pun terpisah”. jadi pas baca saya jd bingung, loh ini maksudnya mereka lg kissing? kirain cuma lg tatap-tatapan , pantesan bingung kok si aga td merem 😂
belum lagi Matt yg diajak aga liburan ke indo; ga dikasih penjelasan sama sekali pas Matt nya balik lg ke NYC. tau tau pas aga ke sana udh ketemu lg aja sama Matt
kemudian di pertengahan novel jelas aga ada bercerita kalau dia pernah melihat ibunya menangis karena saat ayahnya pulang ada bekas lipstick dibajunya serta wangi parfum. tapi teta saja setelahnya aga merasa ayahnya bukan pemain wanita. what? segitu naifnya kah?
kisa yang awalnya aga aja ga tau dia anak siapa, tp tb-tb pas kisa lagi di cafe di paris, yg bukan dr the society tau kisa dan gosipin dia. hah?! kok bisa, tb tb dia jd seterkenal itu -.-
ada jg dialog ga masuk akal. pas neneknya kisa bilang kalau
hak asuh kisa ada di dia, tp bisa dia kembalikan kepada pamannya kisa. lah, kisa udh dewasa, udh nikah pula. kalaupun dia cerai ga perlu dia jd hak asuh siapa-siapa
padahal ceritanya bagus, tp banyak bagian ga masuk akal yg bikin jd il-feel.
but overall this is a good light read.
jujur tkt ini bakal mangkrak lg, secara yg hanafiah aja udh bertahun-tahun masih belum kelar cerita sword tears nya 🥲
tapi kalau lihat dari latar tahunnya, sepertinya novel ini memang sudah dibuat di tahun 2000-an, jd semoga aja tahun ini udh bisa langsung keluar sekuelnya dan lebih rapih penulisannya.