Jump to ratings and reviews
Rate this book

Matthes

Rate this book
Apa yang ada di benak Benjamin Frederik Matthes ketika ia mengajukan diri dalam misi suci menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Bugis dan Makassar? Matthes memang seorang ahli bahasa. Namun ia gagap dan tak punya gambaran sama sekali tentang Celebes Selatan. Sekalipun demikian, Lembaga Alkitab Belanda tetap memberangkatkannya ke tanah misi.

Dalam upayanya mengenal orang-orang yang dengan sebelah mata dianggap belum beradab ini, ia terlibat dalam suatu petualangan berbahaya. Ia berburu naskah-naskah tua dan bertemu dengan seorang tokoh perempuan dari Kedatuan Tanette, Colliq Pujié. Ia pun lantas punya misi pribadi yang ia yakini tidak kalah penting dari misi penerjemahan Alkitab.

Matthes adalah buku pertama dari trilogi yang berlatar belakang sejarah Sulawesi Selatan abad ke-19. Novel ini menghidupkan cerita sejarah yang acap kali dingin dan memberi latar cerita yang menarik tentang penemuan Sureq Galigo atau I La Galigo.

452 pages, Paperback

First published November 11, 2024

Loading...
Loading...

About the author

Alan TH

5 books10 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
8 (34%)
4 stars
11 (47%)
3 stars
3 (13%)
2 stars
0 (0%)
1 star
1 (4%)
Displaying 1 - 7 of 7 reviews
Profile Image for Yuniar Ardhist.
166 reviews18 followers
July 2, 2025
Ide cerita dan informasi latar sejarahnya menarik. Hanya kurang cocok dengan gaya berceritanya dan detail-detail yang menurut saya perlu lebih banyak dipertimbangkan.

Misal, tokoh utama terasa tahu semua hal. Memang dia digunakan sebagai ‘cara singkat’ untuk memberikan banyak info sejarah pada pembaca, tapi jadi kurang menarik.

Alurnya di 2/3 bagian buku membosankan, dan memasukkan hal-hal kurang penting menurut saya, di mana seharusnya bisa dipersingkat. Misal terkait situasi keluarga Matthes, hubungan Matthes dengan istrinya, pertemuan dengan orang2, percabangan politik dan usaha Matthes untuk ikut di dalamnya. Narasinya datar, kurang mendalam, dan ketika ada dialog rasanya bukan informasi penting. Hanya semacam percakapan ringan. Padahal seharusnya itu bisa digunakan untuk lebih memberikan dorongan dan kekuatan alurnya.

Misi utamanya sendiri menurut saya dalam buku 1 ini belum bergerak signifikan. Padahal sudah banyak halaman. Trilogi pula.

Beberapa detail terasa kurang pas. Ketika memanggil madam Belanda dengan “Kak”. Meski hubungan sudah seperti kakak adik tapi rasanya ganjil membacanya dengan diksi “Kak”. Mungkin sebaiknya tetap dalam bahasa Belanda.

Detail lain, Matthes itu gagap. Tapi hanya sampai setelah menikah, lalu gagapnya hilang. Ada dijelaskan tapi ehmm emang bisa ya?

Latar sejarahnya sebenarnya penting, mengingat ada relasi dengan pengumpulan dan penyalinan manuskrip I La Galigo, hanya saja beberapa hal kurang memuaskan. Saya masih mempertimbangkan untuk lanjut ke buku ke-2.
Profile Image for Hihid.
72 reviews
May 7, 2025
I... have mixed feelings towards this book. It's good. Trust me, it's a nice read. Esp if you're into historical fiction set in the colonial era or just interested in reading about the discovery of La Galigo. Though... this book feels more like an entry gate to the main story later on (since it's a trilogy).

But I kind of felt off with how the author 'narrates' some of the historical facts here. I know, sometimes it comes from when Matthes talks about it to his wife and colleagues, or when he's just wondering in his mind.

But at other times, the author just spits out historical text without refining it much or blending it smoothly into the narrative. So yeah... it was kind of disappointing for me. Because even though I'm looking for hisfic with credible historical facts, I still want it to be like flowy narratives that make me immerse myself in it, and not like when I read some textbook.
Profile Image for Matchanillaaa.
102 reviews1 follower
January 17, 2026
Benjamin Frederik Matthes adalah seorang misionaris yang diutus untuk menerjemahkan kitab Katolik ke dalam bahasa Bugis dan Makassar. Misinya mengharuskan Matthes untuk berlayar ke Celebes Selatan yaitu bagian Sulawesi Selatan yang saat itu masih bernama Celebes di bawah kekuasaan Eropa di abad ke 15.

Matthes yang berasal dari Belanda merasa buta pada keadaan Celebes Selatan. Daerah yang dianggap sebagai daerah terbelakang dan pribumi yang jauh dari peradaban, justru membuat Matthes penasaran akan budaya, sosial dan politik di dalamnya.

Matthes merasa ada dorongan jiwa yang membawanya ke Hindia Belanda untuk menyelesaikan misi meski tanpa batas waktu yang ditentukan. Namun, di tengah misinya mengenal budaya dan sejarah Celebes Selatan (Sulawesi Selatan), Matthes menemukan potongan demi potongan la Galigo (naskah tentang penciptaan manusia di bumi) yang konon katanya naskahnya lebih panjang dari kisah Mahabarata. Demi mengumpulkan naskah-naskah tersebut, Matthes siap menghabiskan sisa usianya untuk menemukan la Galigo secara utuh.

Misi Matthes pun bertambah dengan memburu naskah la Galigo, hingga mempertemukannya dengan seorang ratu bernama Colliq Pujie. Petualangan-petualangan penuh misteri yang membawanya pada fakta-fakta tersembunyi tentang budaya, sosial, bahkan politik di Hindia Belanda.

(⁠ ⁠◜⁠‿⁠◝⁠ ⁠)⁠♡

Aku sangat tertarik tentang sejarah naskah la Galigo semenjak membaca buku Lontara karya Windy Joana. La Galigo dengan tulisan Lontara kini menjadi warisan budaya bugis yang diabadikan di Belanda. Dan ketika aku menemukan buku ini, aku seperti menemukan harta karun tentang sejarah penemuan naskah tersebut.

Petualangan Matthes untuk mencari naskah la Galigo membawaku ke dunia Hindia Belanda dari sudut pandang kolonial. Saat itu tidak semua kolonial jahat, bahkan para petinggi justru memberikan akses pembangunan yang bermanfaat bagi Hindia Belanda. Bukan hanya mengetahui budaya Sulawesi Selatan pada masa itu, tapi juga memberikan insight baru tentang Indonesia di abad 19.

Di tengah misi Matthes menerjemahkan kitab, matthes juga menyinggung soal naskah essay rahasia yang dilarang beredar karena memuat situasi politik Hindia Belanda saat itu. Matthes berhasil menyalin naskah tersebut dan mengirimnya ke Belanda. Sayang sekali naskah ini tidak diceritakan kelanjutannya. Padahal aku penasaran apakah isinya memuat koruptor yang diwarisi secara turun-temurun hingga saat ini?

Kisah petualangan Matthes yang menarik dan penuh teka-teki ini masih berlanjut di buku kedua. Aku ga sabar untuk melanjutkan kisah Matthes saat bertemu Colliq Pujie, karena saat itulah momen dimana mereka mengumpulkan naskah la Galigo.
Profile Image for oatmeal77155.
393 reviews
May 19, 2026
jangan berharap ada plot twist yg akan membuncah, aksi yg membahana, tapi plot buku ini bisa terbilang lambat, pun pendalaman karakter selain mc-nya bisa terbilang kurang dalam. jadi sbg pembaca, gw cuma bisa mengingat mc yg overpower-lah, karakter sekitar sekedar ada.

Wouldn't recommend this book for those who face reading slump rn.

Tapi kenapa bintang 5, gw punya titik lemah thdp novel dgn riset yg mendalam, ga hanya sekedar menyelipkannya ke dalam sebuah cerita, tapi effort utk menciptakan plot yg sesuai thdp riset2 tsb.
Profile Image for Angelina Enny.
Author 12 books8 followers
June 8, 2025
Buku yang penting, memperkaya pengetahuan ttg kolonialisme dan sastra Bugis. Tapi 3/4 bagian buku agak membosankan buatku karena terlalu banyak keterangan-keterangan sehingga terasa para tokohnya tahu segalanya.
Profile Image for Hilm.
86 reviews20 followers
January 2, 2026
4.5 bintang, dibulatkan ke atas. Larut sekali membaca Matthes ini, yang tidak saya kira. Mengikuti tokoh penginjilan? Tapi ternyata banyak sekali cuplikan-cuplikan sejarah dan linguistik yang memperkaya cerita.
Profile Image for Sunarko KasmiRa.
313 reviews6 followers
June 27, 2025
Matthes karya Alan TH merupakan novel pertama dari Trilogi yang memiliki tema besar terkait cerita-cerita yang berkaitan erat dengan Kitab I La Galigo. Pada buku pertama, menceritakan tentang sosok pria Belanda bernama Matthes yang sedang menjalankan misi menerjemahkan alkitab dari bahasa Belanda ke bahasa Bugis di Makassar. Dalam perjalanannya ia justru lebih tertarik untuk mendalami penerjemahan I La Galigo yang membawanya bertualang hingga ke pedalaman Makassar dan bertemu dengan sosok Colliq Pujie. Secara tidak langsung, Matthes juga turut menyaksikan bagaimana kuasa kolonial berpengaruh di kawasan Sulawesi Selatan dan beragam pasang surutnya selama ia ditugaskan disana.

Buat saya, novel ini memberikan penggambaran tentang adanya sosok dari golongan kolonial yang bertujuan baik. Sudut pandang kolonial yang juga turut berusaha dalam mewujudkan kesetaraan dalam kemajuan berpikir.
Displaying 1 - 7 of 7 reviews