Jump to ratings and reviews
Rate this book

Yang Katanya Cemara

Rate this book
Hai, aku Vania, kadang aku biasa dipanggil Cuplis. Orang-orang mengenalku sebagai seorang anak yang hidup dalam keluarga yang begitu hangat dan cemara.

Cemara? Ya, mereka bilang hidupku sempurna dan begitu dipenuhi warna di dalamnya. Namun, nyatanya semua yang mereka lihat tak pernah seindah itu. Banyak kisah yang akhirnya justru kusimpan sendirian. Khususnya, tentang aku dan keluargaku.

Kadang, ingin aku kembali membuka lembaran tentang ‘mereka.’ Sosok yang pernah menjadi cemara di hidupku. Namun, sekarang harus aku terima, kalau kita sudah hidup dengan jalan kita masing-masing. Ayah dengan hidupnya yang baru dan aku bersama Bunda dengan hidup kami yang harus terus berjalan.

Namun, apakah salah jika aku merindukan hari kemarin? Hari bersama orang terkasih yang pernah kusebut sebagai… rumah?

220 pages, Paperback

Published December 20, 2023

11 people are currently reading
53 people want to read

About the author

Vania Winola

1 book4 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
9 (29%)
4 stars
10 (32%)
3 stars
12 (38%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
Profile Image for Dhilla Pang.
7 reviews
March 13, 2025
🌲 ʏᴀɴɢ ᴋᴀᴛᴀɴʏᴀ ᴄᴇᴍᴀʀᴀ 🌲
⭐ 3.5/5 – Bagus, memuaskan, tapi tidak berkesan atau istimewa.

"Keluarga nggak selalu soal darah, tapi tentang siapa yang benar-benar ada buat kita."

Buku ini kayak diary yang terbuka lebar. Vania cerita tentang gimana hidupnya berubah setelah orang tuanya bercerai. Dari keluarga yang awalnya utuh, tiba-tiba harus menyesuaikan diri dengan kehadiran "Papa Ayok" figur ayah baru yang ternyata nggak seburuk yang ia kira.
-ˋˏ✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈
✨️ Hal yang Menarik
🌲 Ceritanya real, nggak dibikin dramatis berlebihan. Justru itu yang bikin buku ini relatable. Nggak semua keluarga sempurna, tapi tetap bisa jadi tempat pulang.
🌲 Vibes-nya cozy, kayak lagi dengerin curhatan sahabat yang jujur dan apa adanya. Apalagi ada ilustrasi gemas yang bikin makin hidup.
🌲 Momen kecil bareng Papa Ayok tuh wholesome. Dari makan bareng sampai ngobrol santai, itu nunjukin kalau keluarga lebih dari sekadar hubungan darah.

⚠️ Hal yang Kurang Cocok Untukku
🌲 Ada bagian yang terasa terlalu personal, kayak lebih bermakna buat inner circle penulis daripada pembaca umum. Jadi, impact-nya kurang kuat.
🌲 Buku ini minim konflik yang wow, jadi kalau cari bacaan dengan plot twist atau drama yang bikin emosi naik turun, ini bukan buku yang cocok.
-ˋˏ✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈
Buat yang suka cerita keluarga yang ringan, heartwarming, tapi nggak lebay, Yang Katanya Cemara bisa jadi pilihan. Nggak terlalu deep, tapi tetap punya pesan yang nyangkut.

#catatandhillapang #medan #BookstagramMedan #YangKatanyaCemara #VaniaWinola #BukuneCiptaKreatif
2 reviews
November 2, 2025
Buku ini sangat tipis, SANGAT.

Tapi, dapat membunuh sedikit demi sedikit. Tidak sepenuh nya sama, tapi banyak memori tidak mengenakan yang terputar, seperti dejavu? Apakah tidak deserve menjadi anak kecil?

Aku belajar cara menanggapi dari buku ini. Belajar untuk harus menerima, belajar untuk tidak marah dan dendam dan belajar untuk menunjukkan perasaan.

Aku harap, manusia dapat menemukan hangat nya keluarga di setiap langkah nya.
Profile Image for Farhan Rafiansyah.
21 reviews
July 8, 2025
Kamu bakal ngerasa kayak kenal langsung sama tokoh-tokohnya, dengan segala problem dan drama emosional mereka yang relatable banget sama kehidupan sehari-hari kita. Walaupun mungkin jalan ceritanya nggak ngebut, tapi emosinya itu lho, yang bikin betah bacanya sampai habis.
Displaying 1 - 4 of 4 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.