🌲 ʏᴀɴɢ ᴋᴀᴛᴀɴʏᴀ ᴄᴇᴍᴀʀᴀ 🌲
⭐ 3.5/5 – Bagus, memuaskan, tapi tidak berkesan atau istimewa.
"Keluarga nggak selalu soal darah, tapi tentang siapa yang benar-benar ada buat kita."
Buku ini kayak diary yang terbuka lebar. Vania cerita tentang gimana hidupnya berubah setelah orang tuanya bercerai. Dari keluarga yang awalnya utuh, tiba-tiba harus menyesuaikan diri dengan kehadiran "Papa Ayok" figur ayah baru yang ternyata nggak seburuk yang ia kira.
-ˋˏ✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈
✨️ Hal yang Menarik
🌲 Ceritanya real, nggak dibikin dramatis berlebihan. Justru itu yang bikin buku ini relatable. Nggak semua keluarga sempurna, tapi tetap bisa jadi tempat pulang.
🌲 Vibes-nya cozy, kayak lagi dengerin curhatan sahabat yang jujur dan apa adanya. Apalagi ada ilustrasi gemas yang bikin makin hidup.
🌲 Momen kecil bareng Papa Ayok tuh wholesome. Dari makan bareng sampai ngobrol santai, itu nunjukin kalau keluarga lebih dari sekadar hubungan darah.
⚠️ Hal yang Kurang Cocok Untukku
🌲 Ada bagian yang terasa terlalu personal, kayak lebih bermakna buat inner circle penulis daripada pembaca umum. Jadi, impact-nya kurang kuat.
🌲 Buku ini minim konflik yang wow, jadi kalau cari bacaan dengan plot twist atau drama yang bikin emosi naik turun, ini bukan buku yang cocok.
-ˋˏ✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈
Buat yang suka cerita keluarga yang ringan, heartwarming, tapi nggak lebay, Yang Katanya Cemara bisa jadi pilihan. Nggak terlalu deep, tapi tetap punya pesan yang nyangkut.
#catatandhillapang #medan #BookstagramMedan #YangKatanyaCemara #VaniaWinola #BukuneCiptaKreatif